Seungwon Entertainment

Present

“Aku Cape Ngebatin Terus!”

Author : Seungwon * author namja jadi jangan panggil eonnie dsb”

Part 1 bisa dibaca disini —-> Part 1

Judul : Aku capek ngebatin terus!
Cast: Kim Myungsoo,Kim Jaejoong,IU

Cameo : Sungyeol.sungjong (myungyeol couple plak)

Genre : Friendship,Family,AU,OOC

Rated : G

Length : Cerbung (cerita bersambung)

Disclaimer :

Cast adalah tokoh nyata yang real namun dijadikan sebuah cast dalam sebuah fanfiction yang cuman khayalan semata dari author.

Cuap-cuap author :

Anyeong,,seungwon hadir lanjutan ni FF gak jelas hha.gak jelas soalnya ni FF mau dibawa kemana wkwkwkwk.Sekedar pemberitahuan aja di part ini bakal ada adegan-adegan myngyeol couple.tapi tenang aja kok di FF ini gak bakalan ada cinta-cintaan ahaahhahahahha

————————————————————————————————————————————————————————————————————–

Seorang gadis melangkahkan kakinya dengan gontai disepanjang lorong sekolah.Dengan bekal makanan di tangannya dia berjalan dengan lemas menembus keramaian siswa-siswa yang sedang bersenda gurau di lorong dan depan kelas mereka.Gadis itu terus berjalan,matanya kosong seakan-akan memikirkan sesuatu.Dia lalu berbelok menuju sebuah ruangan yang merupakan kelasnya.

Ruang kelas itu tidak terlalu ramai.Hanya beberapa orang saja yang sedang duduk-duduk dan bergosip ria.Dia berjalan menuju sebuah meja dekat jendela.Disana tampak seorang namja sedang tertidur pulas.Ilernya kemana-mana,sungguh cocok dengan muka babonya itu.

Gadis itu menarik kursi dari meja sebelahnya lalu meletakkannya di sebelah meja namja itu.Gadis itupun duduk sambil memperhatikan wajah namja yang sedang tertidur didepannya itu.

“Sungyeol-ahhhhhhhhhhh,,,,,,,,,” Gadis itu bergumam panjang didepan wajah namja bernama sungyeol itu.Namun namja itu tidak bergeming sedikitpun,dia malah mengorok keras membuat gadis itu meringis.

“Sungyeollllllllll” Gadis itu memanggilnya lagi,namun tetap tak di gubris.

“Pletak!!”

Namja itu terlonjak kaget plus meringis kesakitan setelah kepalanya dihantap oleh bekal makanan gadis itu.

“Aww,,,IU apa yang kau lakukan sih?!” Protes Sungyeol setelah mengetahui pelaku pemukulan dirinya adalah sahabanya sendiri,IU.

“Habisnya kau susah sekali dibangunin sih,lagian ngapain kamu tidur dikelas?” Tanya IU.

“Aiss gak segitunya juga kali.Aku lapar makanya aku tidur!”

“Hah,,laper ya makanlah kok malah tidur?”

“Sebenarnya aku lagi dihukum sama ibuku,aku gak dikasih uang jajan hari ini!” Keluh Sungyeol.

“Waduh kasiah banget sih,kalau begitu kamu makan saja ini!” Ujar IU seraya menyerahkan bekal makanannya.

“Loh,itu kan bekalmu.Gak mau ah!” Sungyeol menolaknya.

“Gak apa-apa kok,aku sudah makan tadi.Lagian tadinya ini buat temanku tapi sepertinya dia tidak sekolah!” Ujar IU dengan murung.

“Siapa temanmu yang beruntung itu?Aku saja sahabatmu gak pernah dikasih bekal makanan!” Sergah Sungyeol keki.

“Ada deh,aku juga baru kenal dia beberapa hari yang lalu,tadi aku ke taman tapi dia tidak ada huh.” IU menjelaskan.

“Kenapa tidak kau cari saja ke kelasnya!” Kata Sungyeol seraya hendak menyantap bekal makanan dihadapannya.

“Ahh kau benar!Sungyeol-ah pintar sekali kau!Ayo temanin aku kelasnya!” Ujar IU bersemangat seraya menarik tangan Sungyeol yang hendak menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.

“Ehhh,,tunggu.Makanannya,,,,???” Ujar sungyeol dengan muka mupeng menatap makanannya yang semakin lama semakin jauh karena dirinya ditarik paksa oleh IU.

***

IU dan Sungyeol dengan terburu-buru menuju kelas Myungsoo.IU berharap namja itu ada dikelasnya.

Mereka sampai di kelas 3-F tempat Myungsoo harusnya berada.Namun setelah lirik sana sini,IU tidak menemukan orang yang dicarinya.

“Gimana ada tidak orang yang kau cari?” Tanya Sungyeol dengan malas karena masih keki dengan makanan tadi.

“Tak ada!” IU menunduk sambil menyenderkan punggunya pada tembok.Wajahnya tampak kecewa.

“Yasudah ayo kita kembali ke kelas!” Ajak Sungyeol.IU hanya mengangguk.

Namun sebelum mereka pergi tiba-tiba ada seorang namja keluar dari kelas Myungsoo.

“Kalian cari siapa?Tadi aku lihat kalian lirik-lirik ke dalam kelas kami!” Tanya Namja didepannya itu.

“Ahh,,Annyeong IU imnida!” Ujar IU memperkenalkan diri seraya membungkuk.

“Lee Sungyeol imnida!”

“Lee Sungjong imnida!” Ujar namja melambai itu memperkenalkan diri.

“Kami mencari orang bernama Kim Myungsoo,tapi sepertinya dia tidak ada!” Ujar IU.

“Ohh kalian mencari dia toh,dia memang gak masuk hari ini!” Jawab namja centil itu dengan jutek.Terlihat dari parasnya yang seperti emak-emak tukang gosip.

“Apa kau tahu kenapa dia tak masuk sekolah?”

“Aku tidak tahu,dia memang sering bolos seperti ini.Sepertinya berkelahi lagi deh!”

“Berkelahi?”

“Iya menurut gosip yang beredar.Myungsoo itu suka berkelahi dengan anak sekolah lain!”

“Masa sih?”

“Iya,dikelaspun tak ada yang mau berteman dengannya!Lebih baik kau juga tidak berteman dengannya deh!”

“Apa kau tahu alamatnya dimana?”

“Tahu?”

“Dimana?”

“Di Jalan xxx block xxx no xxx!”

“Ne,kamshamnida sunbaenim!”

“Cheonamneyo!”

IU dan Sungyeolpun meninggalkan namja kegatelan itu setelah mendapat alamat Myungsoo.

“IU kau berteman dengan orang seperti itu?” Tanya Sungyeol.

“Seperti apa?”

“Ya itu,suka berkelahi!Sepertinya bukan orang yang baik!”

“Dia bukan orang seperti itu!”

“Tahu dari mana?Jelas-jelas teman sekelasnya bilang seperti itu!” Sungyeol berkeras.

“Pokonya tidak seperti itu!Apa kau tidak percaya padaku!”

“Aishh kau ini,aku percaya kok.Lagian aku dengar Sungjong-Hyung itu memang tukang gosip di sekolah ini!” Ujar Sungyeol akhirnya mengalah.

IU hanya tersenyum karena sahabatnya tidak terpengaruh dengan Sungjong si ratu gosip.

Merekapun akhirnya sampai ke kelas mereka lagi.Sungyeol yang kelaparan segera melanjutkan prosesi makannya yang tertunda tadi.Dia tampak rakus dengan semua makanaan didepannya.Semuanya dimakan sekaligus seakan-akan bakal terjadi gempa hari ini.

“Sungyeol-ah bisakah kau pelan-pelan makannya?” Protes IU yang melihat Sungyeol seperti anak kucing yang kelaparan sangat.

“Aku lapar IU.Harap kau mengerti!” Jawabnya seraya memasukan sesuap nasi ke mulutnya.

“Laper sih leper tapi gak segitunya juga kali!” Pikir IU

IU beranjak menuju jendela yang tak jauh dari meja Sungyeol.Dibukanya jendela,sehingga angin berhembus menembus kulit putihnya.Semilir angin begitu menyejukan.Seraya menikmati angin sepoi-sepoi dia memikirkan apa yang terjadi dengan Myungsoo dan tek tek bengeknya.Pokonya pikirannya sekarang dipenuhi Myungsoo Myungsoo Myungsoo.

“Sungyeol-ah apa kau tahu alamat yang diberikan Sungjong sunbaenim?”

“Hmm!”

“Hah,,tahu gak?”

“Aku tahu kok!” Ujar Sungyeol sambil menguyah makanannya.

“Benarkah???Kok bisa?” Tanya IU tak percaya.

“Tentu saja bisa!Alamat itu kan cuman beberapa blok dari rumahku!” Jawab Sungyeol dengan ketus karena IU meragukannya.

“Kalau begitu pulang sekolah nanti kau antar aku kesana yaaa???” Pinta IU.

“Ogah ah,aku sibuk!”

“Ayolah,,yah,,yah,,yah,,yah,,!?” IU memohon seraya mengacak-ngacak rambut Sungyeol.

“Ahhhh,,,OK OK aku antar nanti!” Ungkap Sungyeol.

“Ahh Sungyeol-ah aku padamu deh!” IU memeluk sahabatnya itu.

***

IU dan Sungyeol berdiri terpaku mengagumi kemegahan rumah bergaya jepang didepan mereka.Rumah yang jika dilihat siang hari begitu indah.Meskipun kesan bobroknya terlihat karena rumah bergaya jepang terkesan seperti hanya terbuat dari kayu.Namun itu tidak membuatnya terlihat kokoh dan sedap untuk dipandang.

“Benarkah ini rumahnya?” Tanya IU tidak percara.

“harusnya sih benar!” Jawab Sungyeol yang sedari tadi memasang tampang blah blohnya.

“Gak mungkin salah kan,mungkin kita salah rumah!Ayo kembali saja!” Ujar IU kikuk hendak meninggalkan rumah itu.

“Tunggu dulu,kita sudah sampai sini.Mending tanya dulu!” Sergah Sungyeol.

Sungyeol hendak menekan bel ketika pintu rumah itu terbuka.Sungyeol dan IU hanya bisa terdiam terpaku ketika seorang namja paruh baya keluar dari balik pintu.Seorang namja setengah berperawakan lembut.Namja itu bingung melihat 2 orang siswa SMA di depan pagar rumahnya hingga akhirnya dia menghampiri mereka yang sedang kebingungan.

“Maaf ada yang bisa saya bantu?” Ujar Namja setengah baya itu.

“Ahh annyeong haseo Lee Sungyeol Imnida!” Sungyeol memperkenalkan dirinya seraya membungkuk.

“IU imnida!Kami temannya Kim Myungsoo!” Ujar IU.

“Kim jaejoong imnida!Aku ayahnya Myungsoo senang bertemu kalian!” Ujar Jaejoong ramah.

“Apa Kim Myungsoo ada?Aku dengar dia tidak masuk sekolah!” Tanya IU.

“Sebenarnya dia ada di rumah sakit sekarang.Kalau kalian mau kita bisa pergi bareng.Kebetulan saya juga mau kerumah sakit sekarang!” Ajak Jaejoong.

“Apa?Rumah sakit???Apa yang terjadi pada Myungsoo Ahjussi?” Tanya IU panik.

‘Tidak apa-apa,dia hanya jatuh dari tangga saja kok!” Ujar Jaejoong tampak biasa saja.

“Sungyeol-ah temani aku lagi yaaaa????Aku ingin menjenguknya!!” Pinta IU pada Sungyeol.

Sungyeol hanya bisa menghela nafas dengan sikap sahabatnya ini.Akhirnya merekapun pergi menuju rumah sakit tempat Myungsoo dirawat.

***

Hari mulai sore ketika Jaejoong,IU dan Sungyeol sampai dirumah sakit.Awanpun tampak mendung seperti hendak memuntahkan air ke bumi.Orang-orang tampak terburu-buru masuk kedalam gedung karena takut akan hujan yang sepertinya akan turun sebentar lagi.Hmm padahal apa yang ditakutkan dari hujan sih.Hujan itu kan adalah sebuah anugrah,meskipun tampak menjengkelkan namun hujan itu pertanda awal yang baik.Sebuah pertanda dimana sesudah hujan ada pelangi yang indah.Seperti hidup yang mungkin awalnya berat namun akan indah pada waktunya.

Mereka berjalan menembus lorong gelap dan suram itu.Dimana-dimana terlihat orang dengan aura suram.Orang-orang sakit dan keluarganya sama saja.Mengeluarkan aura temaram.Padahal keluarga itu bisa menjadi penerang dalam aura kelam seperti ini.Dukungan dan kepercayaan keluargalah yang bisa membuat aura suram pasien itu berubah menjadi harapan dan impian untuk sembuh.Bukan malah menambah beban sang pasien.

Mereka sampai di depan sebuah ruangan bertuliskan “Ruang ICU” di atas pintunya.Jaejoong memegang knop pintu lalu membukanya secara perlahan.Suasana didalam ternyata lebih suram dari semua tempat di rumah sakit itu.Kesan pertama dari ruangan itu adalah gelap,baik aura maupun ruangannya.

Gordennya tertutup rapat seolah-olah tidak ingin ada secercah cahayapun menembus ruangan itu.Di ranjang itu tampak sesosok pemuda sedang terlelap,namun tiba-tiba membuka matanya ketika menyadari ada orang lain selain dirinya diruangan itu.Diarahkannya pandangannya menuju orang-orang itu.Dilihatnya ayahnya,IU dan seorang pemuda yang tidak dikenalinya.

Myungsoo membuang muka ketika melihat ayahnya tersenyum padanya.Jaejoong hanya bisa tersenyum seraya menyimpan barang bawaanya di lemari.Sedangkan IU dan Sungyeol mendekatinya.

“Annyeong!” Ujar IU ramah.Myungsoo hanya bisa mengangguk.

“Aku dengar kau masuk rumah sakit makanya aku kesini hehe” IU mulai berbasa-basi.

“Ohh,,” Jawab Myungsoo singkat seraya menatap Sungyeol dengan tatapan S-I-A-P-A K-A-U-?

Sungyeol yang mengerti dengan maksud tatapan Myungsoo buru-buru memperkenalkan dirinya.

“Annyeong Lee Sungyeol imnida!” Ujar Sungyeol sambil membungkuk.Namun sayang bungkukannya itu terlalu rendah sehingga membuat kepalanya kejedot ujung ranjang. “Awww!” Ringisnya.

“Babo,,,” Ujar Myungsoo parau.

Sungyeol hanya bisa mengusap-ngusap jidatnya yang sakit itu sedangkan IU hanya bisa menahan tawa.

“Apa kau sudah makan?” Tiba-tiba Jaejoong bertanya seraya mendekati Myungsoo.

“Aku tidak lapar!” Jawab Myungsoo ketus.

“Makanlah sesuatu,ayah mau ke supermarket dulu.Kau mau menitip sesuatu?” Tanya jaejoong.

Myungsoo hanya menggeleng.

“Baiklah,ayah pergi dulu!IU sungyeol titip Myungsoo bentar ya!” Ujar jaejoong ramah.

“Baik ahjussi!” IU dan Sungyeol menjawab berbarengan.

Jaejoongpun mengambil jaketnya lalu pergi keluar.

“Kau belum makan???Aku tahu pasti kau laparkan?Biar aku siapkan makan ya?” Ujar IU panjang lebar.

“Tidak perlu,kalau aku ingin makan aku bisa ambil sendiri!” Myungsoo tersenyum kecut pada IU.

“IU bolehkan aku pinjam HPmu?Aku ingin menghubungi seseorang!”

“Ahh baiklah,,ini!” Ujar IU seraya menyerahkan ponselnya pada Myungsoo.

Myungsoo memencet beberapa angka pada ponsel itu lalu mendekatkannya pada telinganya.Tampaknya tidak ada jawaban dari pihak yang di telepon Myungsoo.Dia mencobanya beberapa kali namun hasilnya tetap sama.

“Cih!”

“Kenapa?” Tanya IU.

“Dia ini suka kebiasaan gak pernah bawa HP!” Ujar Myungsoo.

“Siapa?” Tanya IU lagi.

“Kakakku!” Jawab Myungsoo singkat.

“Penting banget ya?”

“Huum!”

“Ada yang bisa aku bantu lagi gak?”

“Kau serius ingin membantuku?”

“Iya,apa yang kau perlukan?”

“Bisakah kau pergi ke alamat xxx xxx xxx cari orang yang bernama Kim Yoona,suruh dia kesini.Bilang aja adiknya dirumah sakit!” Ujar Myungsoo panjang lebar.

“Aku tahu alamat ini!Baiklah aku akan pergi sekarang!” Kata IU seraya bangkit dari kursinya hendak pergi keluar diikuti oleh sungyeol dibelakangnya.Namun tiba-tiba Myungsoo mencegahnya.

“Tunggu!Kau disini saja!” Ujar Myungsoo menunjuk ke arah Sungyeol.

“Aku???” Sungyeol menunjuk dirinya sendiri.

“Ahh iya kau disini saja jaga Myungsoo ya.Biar aku sendiri yang pergi!’” Ujar IU sambil tersenyum.

Sungyeolpun akhirnya mengiyakan saja.Dia beranjak kembali menuju sofa setelah memastikan IU pergi.

Sekarang,diruangan itu hanya ada 2 orang.Myungsoo dan Sungyeol.Sungyeol yang sekarang duduk disofa mencoba untuk mebaca beberapa majalah yang tergeletak di atas meja.Namun karena suasana ruangan yang gelap membuatnya sulit untuk membaca majalah itu.Hingga akhirnya dia memutuskan untuk membuka sedikit gorden.

“Heh apa yang kau lakukan???” Myungsoo membentak Sungyeol yang hendak membuka gorden.

“Membuka gorden.Terlalu gelap aku tidak bisa membaca majalah!” Jawab Sungyeol polos dengan wajah babonya itu.

“Jangan dibuka!!!Biarkan seperti ini saja!!” Tegas Myungsoo.

“Tapi,,,,”

“Aku bilang jangan!!!!”

Sungyeolpun hanya bisa menuruti apa yang dikatakan Myungsoo.Diapun kembali menuju sofa lagi.

Sungyeol hanya bisa tiduran di sofa,tampak dia sedang mencoba mencari-cari posisi PW-nya.Mereka hanya terdiam tanpa keluar sepatah katapun.Sungyeol asyik membuka-buka majalah kendati tak bisa membacanya toh masih bisa melihat gambarnya pikir Sungyeol.

Namun lama kelamaan Sungyeol tampak risih karena ternyata sedari tadi Myungsoo menatapnya tajam dari tempat tidurnya itu.

“Kenapa kau melihatku seperti itu?” Tanya Sungyeol gugup.

“Bukan urusanmu!” Jawabnya singkat.

“Kok gitu?Berikan alasan yang masuk akal dong!” Ujar Sungyeol.

“Kemarilah!” Perintah Myungsoo.

Sungyeolpun beranjak dari sofa lalu menghampiri Myungsoo.

“Duduklah!” Myungsoo memerintahnya lagi.Sungyeolpun duduk disebelah ranjang Myungsoo.

Sungyeol bingung dengan apa yang Myungsoo inginkan,namun dia tetap saja menurutinya.

Dengan kasar Myungsoo menarik kepala Sungyeol untuk mendekatinya.Saking dekatnya hidung mereka sampai bersentuhan.Nafas Sungyeol yang terengah-engah karena kaget begitu terasa di wajah Myungsoo dan sebaliknya nafas Myungsoo yang teratur terasa di wajah Sungyeol.

Tanpa melepaskan pegangannya Myungsoo menatap Sungyeol dengan tajam.Sedangkan Sungyeol berusaha melepaskan cengkraman Myungsoo namun sia-sia.Dia balik memandang Myungsoo namun dengan tatapan yang artinya kurang lebih adalah “Tolong ampuni aku!”.

“Apa hubunganmu dengan IU?” Tanya Myungsoo dengan tegas tanpa melepaskan pegangannya.

“Ahh tentu saja cuman teman!” Jawab Sungyeol gugup.

“Kau yakin cuman teman???!!” Myungsoo meyakinkannya.

“Yah,,cuman teman!!” Jawab Sungyeol dengan mantap.

“Sukurlah,lagian IU tak pantas jika bersanding dengan pria bodoh dan lemah sepertimu!” Ujar Myungsoo ketus.

Sungyeol hanya bisa menelan ludah mendengarnya.Dengan perlahan Myungsoo melepaskan cengkramannya hingga sekarang Sungyeol dapar bernafas lega.

“Kenapa kau sini padaku sih?” Tanya Sungyeol.

“Masa?Biasa saja ah!” Jawab Myungsoo singkat.

“Tentu saja,kau pikir dari awal kita bertemu aku tidak sadar dengan tatapanmu padaku?!” Ujar Sungyeol.

“Hanya perasaanmu saja kali!” Kata Myungsoo seraya mengangkat tubuhnya agar posisinya menjadi sedikit terduduk.

“Padahal ku kira tadinya kita bisa berteman baik!” Lanjut Sungyeol sambil menundukan kepalanya.

Myungsoo menatap lekat namja dihadapannya itu.

“Apa benar kau ingin menjadi temanku?” Tanya Myungsoo.

Sungyeol hanya bisa mengangguk namun tetep menunduk.

“Baiklah,tapi ada syaratnya!” Kata Myungsoo.

Sungyeolpun mengankat kepalanya kemudian menatap Myungsoo penuh harap.

“Benarkah?Apa syaratnya?”

“Suapin aku!”

“Apa?” Tanya Sungyeol heran.

“Suapin aku,aku lapar!”

“Aku terlalu lemah untuk makan sendiri!” Ujar Myungsoo.

“Tapi tadi kau bilang kau bisa makan sendiri?” tanya Sungyeol bingung.

“kalau aku bilang suapin ya suapin!Apa kau tidak berminat untuk jadi temanku?” Ancam Myungsoo.

“Ahh baiklah,,baiklahh”

Akhirnya Sungyeol menuruti keinginan Myungsoo.Di suapinya sedikit demi sedikit makanan ke dalam mulut Myungsoo.Myungsoo tampak dingin meskipun keinginannya sudah terpenuhi.Namun matanya sudah tidak sedingin tadi pada Sungyeol.

Tanpa disadari mereka,ternyata ada sosok yang memperhatikan mereka di balik pintu.Sosok itu tampak seperti menahan amarah.Sosok itu memegang knop pintu lalu membukanya dengan kasar.

“Brakkkkkkkkkkkkk”

Myungsoo dan Sungyeolpun terkejut melihat sosok yang muncul dari pintu itu.

————————————————————————————————————————————————————————

Bersambung hehehe

Lagi-lagi bersambung hahaha author emang kurang kerjaan bikin FF cerbung mulu jadi gak tamat-tamat haha

Tapi tenang aja nanti ada segmen dimana author bakal nyelesein semua ending FF cerbung author #entah kapan itu #plak

OK sepertinya FF ini bakal selesai di Episode 3 kayanya jadi harap sabar menunggu ya :)

Saran kritik ato bash

Faceboook

twitter

Fanpage

~~~~

OIYA mau promosi lagi nih hehe,,,,

Telah dibuka Blog fanfiction

FFFanboy.wordpress.com

Sebuah blog fanfiction yang authornya namja semua.

KAMI MASIH MENCARI AUTHOR-AUTHOR NAMJA.

Jadi yang merasa namja silakan daftar hhe.

Author seungwon caw cawwwwwwwwwwww ^^