Huaaaaa!!! Lama banget aku post part2 nya! Padahal ini udah jadi lama banget, tapi aku belum ad awaktu nge post nya. Mianhae…

Ini part 2 nya!!!

Title : Evil brothers And Me Part 2

Cast :

  1. Park Jiyeon
  2. Lee Jinki
  3. Lee Jonghyun
  4. Lee Kibum SHINee
  5. Lee Minho SHINee
  6. Lee Taemin
  7. Lee Nara

Length : Series

Genre : Romance, Family

Rating : General

Part 1

***

Kibum P.O.V

Mataku tak pernah lepas dari gerak tubuhnya. Rambutnya yang diikat kebelakang, selalu bergoyang-goyang ketika ia berlari-lari bersama anak kecil disebelahnya. Aku selalu tersenyum bahkan kadang tertawa saat melihat tingkahnya yang lucu itu.

“Ya! Oppa, kenapa kau tertawa?” tanya gadis itu kepadaku

“Apa aku salah jika aku tertawa?”  jawabku

“Memang tidak.. Tapi, sepertinya kau mentertawakanku,oppa!” teriaknya sambil mengkerucutkan bibirnya

Aku tertawa melihatnya. Melihat gadis yang telah kusukai sejak 2 tahun yang lalu. Semula bermula ketika aku  tak sengaja menabraknya saat aku duduk di bangku kelas akhir di sekolah menengah pertama. Wajahnya tampak takut saat menatapku. Saat itu, ia merupakan anak baru di sekolah itu. Sehingga, aku tak heran melihatnya takut melihatku, sunbaenya. Tetapi, sejak itulah kami sering bertemu dan akhirnya menjadi teman.

Tetapi, seiring berjalannya waktu, aku mulai menyadari bahwa perasaan sayangku kepadanya bukanlah perasaan seorang kakak kepada adiknya tetapi rasa sayang seorang laki-laki kepada perempuan. Awalnya, aku merasa takut jika perasaan ini akan mejauhkan ku dengannya tetapi aku salah. Ia juga merasakan hal yang sama. Meskipun aku harus menunggu 2 tahun, untuk dapat menyatakan perasaanku padanya.

“Jiyeonie, aku.. aku mencintaimu,”

Kulihat raut kekagetan diwajahnya.

“Kau sungguh mencintaiku?”

Aku mengangguk dengan mantap.

“Maukah kau menjadi kekasihku?” tanykua pelan

Dia menatapku datar, dan kemudian ia tersenyum dan menganggukan kepalanya. Aku ikut tersenyum melihat tingkahnya yang malu itu dan aku memeluk tubuhnya yang mungil itu.

$$$

Aku melihatnya meringkuk dibawah meja yang hanya diterangi lampu meja kecil. Tangisannya yang tanpa suara semakin menguatkan akan rasa sakit di dadanya.

“Jiyeonie, uljima..”

“Oppa..” gumamnya sambil memeluk tubuhku

“Uljima..”

Hanya kata itu yang dapat kuucapkan karena aku tahu sebanyak apapun kata yang kuucapkan kepada Jiyeon, tak akan berpengaruh padanya. Aku pernah merasakan hal yang sama. Saat aku kehilangan eommaku, orang yang paling kucintai.

“Aku yang membunuhnya,oppa. Kalau saja aku  tidak egois, Jungsu oppa tak akan meninggal dunia!” raungnya di pelukku

“Bukan salahmu, Jiyeon. Semua adalah takdir dan tak ada yang bisa mengubah takdir,”

“Tapi,..”

“Sudahlah,Jiyeon. Menangislah jika itu membuatmu lebih  tenang” kataku memotong perkataannya

Ia menangis di pelukku semalaman penuh. Aku tahu,  hatinya masih sangat terluka. Ini adalah kedua kalianya dalam hidupnya untuk kehilangan orang yang dicintainya setelah kematian ayahnya.

“Jiyeon, tak ada gunanya kau menangisi semuanya. Semuanya tak akan kembali,”

“Lalu, apa yang harus kulakukan, oppa?” katanya ditengah tangisnya

“Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri dan lanjutkanlah kehidupanmu. Aku yakin, oppa mu akan tenang disisiNya,”

Ia menatapku dan tersenyum. Walau sedikit dipaksakan, aku yakin ia memiliki semngat baru di hatinya.

$$$

“Oppa, kau tak mau tetap di Korea demi aku?” tanya nya pelan

Aku yang sedang membereskan barangku, langsung mengalihkan perhatianku dan menatapnya.

“Kau terlalu banyak menonton drama, Jiyeonie..”kataku

“Tapi, aku benar-benar berharap kau melakukan itu,oppa!”

Aku menatap matanya yang hampir menangis.

“Jiyeon, dengarlah. Kali ini, biarkan aku tumbuh menjadi seorang pria dewasa di Amerika. 3 tahun lagi,saat aku telah mejadi lelaki yang pintar dan bertanggung jawab, aku akan  kembali kesini. Aku tahu, kau gadis yang cukup sabar untuk menantiku sampai saat itu tiba,”

“Sampai saat itu, kau akan tetap menjadi milikku?” tanya nya di tengah isak tangisnya

“Tentu saja, jiyeonie,,” kataku sambil mencubit pipinya yang chubby

Dan, dia tertawa. Paling tidak, aku merasa tenang untuk meninggalkannya.

$$$

“Mr Kibum, bisakah kita bertemu di apartemenmu siang ini?” tanya seoang teman kuliahku di Amerika

“Of Course, Ms Cathy,”

“Okay. See you,baby,” katanya sambil melambai kepadaku

“Baby?” gumamku

—-

Tepat setelah aku selesai mandi, bel apartemenku berbunyi. Kuyakin itu adalah kedatangan teman kuliahku, Cathy. Kubuka pintuku dan kulihat wajahnya tidak seperti biasa. Ia menatapku dengan serius.

“Ada apa,Cathy?”

“Aku harus berbicara serius denganmu,”

“Okay, kau  bisa masuk dulu..”

“Tidak, aku harus bicara disini, sekarang juga,”

“Okay, silahkan…”

“Kibum, I love you,”

Mataku melotot saat mendengarnya.

“Kau bercanda, Cathy,” kataku

“Aku serius!” teriaknya

“Okay, tetapi bukankah kau tahu kalau aku sudah memiliki kekasih?”

“Yes, I know. Tetapi, kau bisa memutuskannya kan,”

“Bukan masalah itu, Cathy. Aku tak mencintaimu. Aku hanya mencintai gadisku itu,”

“Buktikan padaku!”

“Buktikan apa?”

“Buktikan kalau kau tidak mencintaiku,”

“Okay, apa caranya?”

“Kiss me!”

“Are you crazy?”

Tapi, cathy tak mendengar ucapanmu. Bibirnya langsung menghampiri bibirku. BIbirnya langsung melumat bibirku yang  sama sekali tak siap dengan ini. Dia terus menciumku, hingga aku mendengar suara penggilan seseorang.

“Oppa..”

Kudorong tubuh Cathy, hingga ciuman kami terlepas. Dan, aku kaget saat melihat dia ada dihadapanku dan melihatku berciuman dengan Cathy.

“Jiyeonie, mengapa kau bisa disini?” kataku gugup

“Inikah caramu untuk tumbuh menjadi pria dewasa di Amerika?” katanya di tengah air matanya yang mulai menetes

“Jiyeonie, ini tak seperti yang kau bayangkan…”

“Cukup,oppa!! Aku tak mau mendengar apapun dari bibirmu!”katany sambil berlari meninggalkan apartemenku

Aku mencoba untuk mengejarnya, tetapii Cathy  menahanku.

“Apa lagi,Ms Cathy? Sudah puas kau menghancurkan hubunganku?” sindirku

“Aku tak bermadsud, Kibum. Tetapi, jika itu yang terjadi, aku mensyukurinya,” katanya sambil tertawa

Aku bermadsud ingin mengejar Jiyeon ketika sebuah sms masuk ke telepon genggamku

 From : Jiyeonie

Oppa, kupikir lebih baik kita mengakhiri hubungan kita.

Jangan mengejarku dan jangan menghubungi ku lagi.

Kau sudah meninggalkanku selama 1 tahun, mungkin jika kau meninggalkanku selamanya, itu tak akan berpengaruh banyak bagiku.

Jadi, pergilah dengannya.

~Jiyeon~

Aku mencoba menghubungi nomor handphonenya, tetapi percuma handphone sudah tak aktif.

‘Jiyeon, tak tahukah seberapa besar cintaku padamu,’ batinku

$$$

Aku menghela nafas, setelah mengakhiri cerita panjangku tentang aku dan Jiyeon.

“Kau menyembunyikan rahasia itu kepada kami?” selidik Jinki

“Apakah itu penting bagimu?” tanyaku

“Kibum, kami ini saudaramu!” teriak minho

“Tapi ini masalah pribadiku!”

“Okay, It’s your privacy! Lalu, kau mau apa sekarang?”

“Kalau kalian mengijinkan, aku ingin mengejarnya lagi,” kataku pelan

“Memangnya kau bisa mendapatkannya kembali?” tanya minho dengan nada merendahkan kibum

“Jangan kau pikir, hanya kau yang playboy, Minho!”

“Stop!! Apa kalian tidak ingat bahwa kita akan menanyakan hubungan Jonghyun dan Jiyeon?” kata jinki

“Aku? Aku dan Jiyeon? Apa madsud kalian?”

“Aku melihatnya saat kau menjemput jiyeon, Jonghyun!”

“Itu.. aku..” gumam Jonghyun

“Jelaskan, jonghyun!”

“Aku… aku berpacaranya dengannya,hyung!”

“MWO?”

***

Jiyeon P.O.V

Aku berlari menuju kamarku dengan kesedihan di dadaku. Aku terus memegangi dadaku yang terasa begitu perih. Kepalaku terasa berat ketika mengingat peristiwa itu. Saat aku secara tidak sengaja membunuh kakak kandungku sendiri.

‘Jungsu oppa, Mianhae. Jeongmal Mianhae..!’

“Oppa, ayo main sepak bola yuk!” teriakku kepada kakakku

“Jiyeon, kau ini perempuan atau laki-laki, hah?!” katanya sambil tertawa

“Oppa!” teriakku sambil memukul lengannya pelan

“Baiklah. Ayo main!” katanya sambil mengajakku ke halaman vila yang kami sewa

Kami bermain tending-tendangan bola seperti anak kecil, padahal saat itu aku sudah berumur 15 tahun dan oppaku berumur 18  tahun.

Tiba-tiba, bola yang kutendana, bergelinding terlalu jauh.

“Jiyeon, aku ambil bola itu dulu,ya!”

“Ne,oppa!”

Kulihat Jungsu oppa berlari menghampiri bola itu. Tetapi, tiba-tiba Jungsu oppa tergelincir karena tanah yang licin.

“OPPA!!” teriakku

Namun, sudah terlambat. Oppaku masuk ke jurang yang berada tepat disampingnya. Aku hanya mampu terpaku melihat keadaan kakakku. Dan perlahan aku menangis, tak percaya bahwa secara tidak langsung aku telah membunuh kakak kandungku sendiri.

Tanpa sadar, air mataku telah menghiasi mata dan wajahku. Bayangan semua peristiwa tragis it uterus berputar di otakku.

“Jiyeonie..”

Aku terkesiap mendengar panggilan seseorang.

“Mengapa kau ada disini?”

“Maafkan hyungku, Jiyeon! Mereka tak bermadsud membuatmu sepeti ini,”katanya tanpa menggubris ucapanku

“Apa salahku? Mengapa kalian begitu membenciku? Awalnya aku juga membenci kalian, tapi aku sadar bagaimanapun kalianlah yang akan hidup bersamaku. Tetapi, kenapa kalian masih bersikap seperti itu kepadaku?” rintihku

“Jiyeonie..”

“Aku.. aku rindu Jungsu oppa!”

“Jangan seperti ini, jiyonie!”

“Aku tak bisa,oppa! Hyungmu membuatku mengingat akan semuanya. Aku tahu, memang aku yang telah membunuh oppaku sendiri,”

“Jiyeonie! Sudah berapa kali kubilang padamu, jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri! Sampai kapan kau mau seperti ini?” teriaknya

“Sampai aku mati,oppa!” jawabku

“Jiyeon!” teriaknya

“Oppa, pergilah! Aku mau sendiri! Biarkan aku sendiri,oppa!!”

“Baiklah,,” katanya

Kulihat Kibum berdiri dan keluar dari kamarmu dengan kepala tertunduk. Aku menatapnya lirih.

***

Minho P.O.V

Tanpa Jiyeon dan Kibum sadari, aku memperhatikan percakapan mereka berdua dikamar itu. Aku melihat Jiyeon menangis dengan penuh rasa sakit di dadanya.

“Kau bodoh,Jiiyeon! Kau berlagak kuat dihadapan kami!” gumamku

Untuk pertama kalianya, aku merasa menjadi orang paling bersalah di dunia ini. Aku  tak mengerti dengan diriku. Aku memang memiliki mulut yang kasar, tetapi biasanya aku tak bisa mengeluarkannya di depan wanita. Tetapi, aku bersikap berbeda dengannya. Ya, aku bersikap apa adanya dihadapannya. Dan, itu membuatnya sangat terluka.

“Apa salahku? Mengapa kalian begitu membenciku? Awalnya aku juga membemci kalian, tapi aku sadar bagaimanapun kalianlah yang akan hidup bersamaku. Tetapi, kenapa kalian masih bersikap seperti itu kepadaku?” kata Jiyeon kepada Kibum

Ucapan Jiyeon itu seakan menjadi pukulan besar bagiku. Walaupun aku merasa membencinya, aku memang tak seharusnya sejahat itu kepadanya. Harusnya aku sadar, ia hanyalah seorang wanita.

Aku menghela nafasku panjang dan meninggalkannya.

***

Keesokkan paginya…

Nara P.O.V

Suasana di meja makan pagi ini, begitu suram. Tak ada yang berbicara, mereka larut dalam pikiran mereka masing-masing. Ayah dan ibuku tampak kebingungan dengan semua ini. Terlebih, sampai saat ini Jiyeon masih belum ada di meja makan.

“Jinki-ah, kemana jiyeon?” tanya Appa

“Di kamarnya,mungkin..” kata Jinki oppa dengan asal

“Appa, biar aku yang ke kamarnya ya?” tawarku

“Tidak, biar aku saja!” kata Kibum oppa sambil meninggalkan meja makan

Appa dan eomma hanya mampu menatap bingung melihat semua ini.

“Sebenarnya apa yang terjadi pada kalian?”

Tak ada yang menjawab. Aku tak tahu, apakah mereka enggan menjawabnya atau memang tak mendengar pertanyaan appa. Karena kulihat jiwa mereka tidak sedang di meja ini. Mereka tampak sedang berpikir masing-masing.

“Ya! Lee Jinki! Apa yang terjadi?” teriak Appa yang membuah Jinki oppa teraget

“Eh? Hmm.. Tak ada yang terjadi,appa!”

“Lalu, kenapa kalian seperti ini,”

“Memangnya kami kenapa?”

“Kalian tampak….” Appa tak dapat melanjutkan mungkin karena bingung mendeskripsikan keadaan anak-anaknya

“Sudahlah, yeobo. Mereka sudah dewasa, dan mereka pasti bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri,” kata Eomma

“Annyeong Appa, Eomma!” kata seseorang yeoja dengan tersenyum

“Annyeong Jiyeon!” kata Appa dan Eomma

Semua mata tertuju pada Jiyeon eonnie . Kuyakin apa yang ada dibenak semua oppa ku sama dengan apa  yang ada di benakku. Mereka pasti bertanya-tanya, mengapa Jiyeon tampak berbeda? Okay, bukan berbeda tetapi tampak normal. Padahal, kemarin….

Pandanganku dan keempat oppa ku beralih pada Kibum untuk meminta jawaban, tetapi Kibum hanya mengangkat bahunya sebagai tanda tak mengerti juga.

Jiyeon eonnie tampak berbincang-bincang dengan appa dan eomma. Dia juga makan dengan lahapnya. Aku tak mengerti dengan Jiyeon eonnie.

“Baiklah, anak-anakku! Appa dan Eomma berangkat ke kantor dulu ya! Jinki, jaga adikmu ya!” kata Appa

“Ne,appa.”

Dan tak lama, orang tuaku telah meninggalkan kami dalam keheningan di rumah.

“Nara-ya, kau tak menghabiskan makananmu?” tanya Jiyeon eonnie

Aku menatapnya sekilas, lalu melanjutkan sarapanku.

“Kau tak usah bersandiwara lagi, Jiyeon!” kata Jinki

“Sandiwara? Apa madsudmu?”

“Tak usah berpura-pura kuat dihadapan kami!” kata Minho

“Aku tak berpura-pura, aku hanya mencoba melupakan semuanya,” kata jiyeon dengan gampangnya

“Semuanya?”

“Ya, semua yang terjadi kemarin! Jadi, mulai sekarang aku menganggap kalian adalah oppa ku yang baik,”kata Jiyeon eonnia sambil tersenyum

“Apa kau juga melupakan kalau kau ada kekasihku mulai dari kemarin?” tanya Jonghyun yang membuatku tersedak

“Nara-ya, kau tak apa?” teriak Jinki oppa

“Tak apa, oppa! Jadi, Jonghyun oppa dan Jiyeon eonnie pacaran?” tanyaku dengan nada senormal mungkin

“Ya, begitulah…” jawab Jonghyun oppa dengan santai

Aku tidak suka caranya berbicara seperti itu. Aku muak mendengarnya.

“Ah, arra..arra… Aku berangkat dulu,oppa eonnie! Hari ini, ada temanku yang menjemput. Annyeong!” kataku dengan terburu-buru

Lebih baik aku meninggalkan rumah ini daripada aku mendengar lebih banyak lagi tentang hubungan Jonghyun oppa dan Jiyeon eonnie.

“Ada apa dengannya?” tanya seseorang dari oppa ku tetapi aku memilih mengabaikannya

***

Jiyeon P.O.V

Aku tersenyum saat melihat adik perempuanku itu terburu-buru meninggalkan rumah.

“Ada apa dengannya?”  tanya Taemin

Setelah Nara benar-benar pergi, aku tak dapat menyembunyikan tawaku lagi. Sandiwara mereka benar-benar  bagus.

“Ya! Jiyeon! Mengapa kau tertawa seperti itu?”

“Aniyo,, Aku hanya berpikir sepertinya kau berhasil membuat Nara cemburu!”

“Jeongmal?” tanya Jonghyun sambil terkekeh

“Jadi, kau benar-benar menyukai Nara, Jonghyun?” tanya jinki

“Ya! Apa aku salah?”

“Kau lucu hyung! Kau sengaja berpura-pura berpacaran dengan Jiyeon supaya membuatnya cemburu?” tanya Kibum sambil tertawa

“Ne! Dan, caraku berhasil,kan!” kata Jonghyun dengan bangganya

Kami semua terlarut dalam tawa dan kami semua seperti keluarga. Aku merindukan kehangatan itu.

“Jiyeon! Sekarang kau yang harus ceritakan kepada kami!” kata Jinki

“Apa?” tanyaku polos

“Kemarin kan kau  marah sekali pada kami,”

Aku tersenyum mendengarnya.

“Aku hanya mencoba melupakan semuanya. Oppa ku memang sudah meninggal dan apa yang kulakukan pun tak akan merubah kenyataan. Intinya, aku hanya mencoba bersikap lebih dewasa,”

“Kau marah pada kami?”

“Akan aneh jika aku  menjawab tidak,” kataku

“Okay, kami minta  maaf,Jiyeon!” kata Jinki

“Ah, kenapa kalian cepat sekali minta maafnya? Aku kan belum sempat balas dendam!” kataku sambil mengekerucutkan bibirku

“Yaa! Kau ini sama evilnya dengan kami!” kata Taemin yang membuat kami semua tertawa

“Jiyeon!” panggil Jinki yang memecah suasana tawa kami

“Ne?”

“Kau sudah memaafkan kami?”

“Ne,oppa..”

“Berarti kau sudah memaafkan Kibum?” tanya jinki

Wajahku memucat saat itu. Sesungguhnya, aku belum siap dengan itu semua. Pertanyaan itu terlalu cepat bagiku.

***

Kibum P.O.V

Kulihat gadis itu sedang membaca buku di kursi halaman belakang. Rambutnya yang panjang tertiup angin yang menghiasi sore itu. Kuhampari gadis itu.

“Boleh aku duduk disini?” tanyaku

Gadis itu menatapku dan mengangguk.

“Jadi, kau masih marah padaku?”

“Mollayo,” katanya santai sambil tetap memfokuskan diri pada bukunya

“Apa buku itu lebih penting daripada diriku?”

Ia tak menjawabku.

“Jiyeonnie..” panggilku

“Apa maumu, Kibum-ssi?”

“Aku hanya mau kau memaafkan ku..”

“Baiklah, aku memaafkanmu!” katanya singkat

“Lalu, kita bisa seperti dulu?”

“Hmm?”

“Menjadi sepasang kekasih..” kataku pelan namun lembut

“Semua telah berubah, Kibum-ssi,”

“Tetapi perasaanku kepadamu tak pernah berubah, Jiyeonie. Jadilah kekasihku..”

“Tidak semudah itu, Kibum-ssi. Apakah ini yang kau madsud dari mengerti diriku melebihi siapapun?”

Aku menatap wajahnya dari balik rambut hitamnya yang menutupi sebagian wajahnya. Aku jelas mengerti dirinya, tetapi mengapa aku lupa dengan semuanya?

Park Ji Yeon. Gadis itu, gadis yang menyimpan semua perasaannya tepat dihatinya. Seakan ia mengkunci semua perasaannya di hatinya tanpa mau mengeluarkannya kepada siapapun. Dulu, hanya aku dan Jungsu hyung (kakak kandung Jiyeon) yang memiliki kunci hatinya. Ya, ia hanya mau terbuka kepadaku dan Jungsu hyung. Tetapi, benar kata Jiyeon. Semua telah berubah. Aku  telah kehilangan kunci itu.

Jiyeon adalah gadis yang tak mau mengeluarkan perasaannya. Akibatnya? Ia terus mengingat semua permasalahannya sepanjangn hidupnya. Dan kini, itu yang membuatnya sulit menerimaku kembali ke dalam hidupnya.

“Tak bisakah aku memiliki kembali kunci hatimu, Jiyeonie?”

Ia hanya terdiam, tak menjawab. Tetapi, semua sikapnya telah memberikan jawaban bagiku. Ia belum sepenuhnya menerimaku untuk menjadi bagian dari dirinya lagi.

***

Minho P.O.V

“Jadi, kau masih marah padaku?”

“Mollayo,” katanya santai sambil tetap memfokuskan diri pada bukunya

“Apa buku itu lebih penting daripada diriku?”

Awalnya, aku hanya melewati taman belakang untuk dapat sampai ke kamarku. Tetapi, tanpa sengaja aku mendengar. Dan, aku nyatanya aku tertarik dengan hubungan mereka. Hatiku terasa panas mendengar percakapan mereka. Tanpa kusadari, aku telah mengepalkan tanganku sebagai tanda kekesalan hatiku.

“What’s wrong with me?” gumamku

***

TBC

Oke,aku mau menjelaskan dan mengklarifikasi :

Di Teaser FF ini, tertulis nama adik perempuan jinki adalah KIM NARA.Dan saya sebagai author FF ini, mengklarifikasi bahwa NAMA TERSEBUT SALAH. Yang benar adalah LEE NARA.

TERIMA KASIH

Ternyata banyak yang bingung, siapakan Some One yang dimadsud. Jawabannya adalah Kim Kibum. Darimana tahunya?  Di Part 1 diceritakan ‘Some One’ sangat mengenal Jiyeon. LIhat aja percakapan2 mereka. Nah, yang snagat mengenal Jiyeon adalah ex-nam ja chingunya itu (ada di part 1 juga). JAdi, Someone itu adalah Kim Kibum.

Iklan