Title: It’s Too Late part 1

Author: Shalsa a.k.a Shin Ha Seul

Length: Chaptered

Genre: Romance

Cast: -Kim Jungsoo or Leeteuk

-Kim Taeyeon

-Kim HoeHyeon

-Kim HyukJae

-Im Yoona

Author’s Note: FF ini udah pernah aku publish di bunch-of-stories.blogspot.com ^^

 

Leeteuk POV

Sudah 2 tahun lebih aku berteman dengan nya, dan sudah 2 tahun pula aku memendam rasa suka ku padanya. Senyum nya, tawa nya, aaaah aku sungguh menyukai nya dari saat kami bertemu *.* Apa dia suka padaku? Hem… Ada sebesit keraguan di benakku, tapi tekadku sudah bulat, aku akan menyatakan perasaan ku padanya, sekarang!! Yeaaaah, se-ka-rang.

 

Taeyeon POV

“Taeyeon-ah!” tanpa menoleh, aku sudah tau siapa pemilik suara itu. “Hai Iteeuk oppa” sapaku balik sambil memasang senyum paling manis. “Bisakah kita bicara? Berdua saja? Di taman kesukaan kita tentu nyaaaa, Achasan Park” tanya nya. AH tidak biasa nya iteeuk oppa mengajakku bicara seserius ini, ada apaa ini._. “tentu saja oppa, memangnya oppa mau bicara apa? Kelihatannya serius sekali?” tanyaku. “Hemm… Liat saja nanti” jawab nya sambil me melet22kan lidah nya hahaha-_-

 

Leeteuk POV

Akhirnya sapai juga kami disini, tempat kesukaan kami, tempat kami bertemu untuk pertama kalinya. Aaaaaah, jantung ku mulai berdebar kencang. Bagaimana kalau taeyeon menolakku? Bagaimana kalau taeyeon malah menjauhiku, memusuhiku dan yang lebih parah lagi, bagaimana kalau dia tidak mau bertemu lagi denganku???

 

“OPPPPAAAAAAAAAAA” suara taeyeon yang setengah berteriak membuyarkan lamunanku, “lagi mikirin apasih? Katanya mau bicara, kok aku malah didiamkan sih oppa, huuuuh” lanjutnya.

 

“Hm…” sahutku singkat, “Taeyeon, maukah kamu jadi pacarku?”

 

Taeyeon POV

DEGGGG. Apakah aku sedang bermimpi!? Apa aku tidak salah dengar? Teuki oppa, namja yang sangat aku cintai, menembakku? Aku tertegun sejenak, sebelum berkata “kau tidak sedang bercanda kan, oppa?”.

 

“tentu saja tidak, aku sangat mencintai mu dari pertama kali kita bertemu. Jadi….. Bagaimana perasaan mu? Kau tidak menyukai ku yaaa? Hem.. Yasudahlah” jawabnya.

Dengan cepat aku menjawab, “tentu aja aku mau menjadi pacarmu oppa, saranghaeyooooo”.

 

Kami pun tersenyum lama sesudah itu, akhirnya penantian ku selama 2 tahun terjawab. Betapa senangnya, sahabat yang dari dulu aku sayangi menaruh hati padaku. How lucky I am:-“

 

Sudah 1 tahun 3 bulan aku dan Leeteuk pacaran. Hubungan kami lancar lancar saja, malah, semakin hari leeteuk oppa semakin perhatian kepadaku. Sampai pada suatu saat, Teeuki oppa mengajakku ke rumah nya, dia ingin memperkenalkan ku kepada orang tua nya. Sebagai remaja normal, seharusnya aku merasa senang karena hubungan kami bisa 1 tingkat lebih jauh, tetapi aku merasa takut. Aku takut keluarganya tidak menerimaku. Appa ku hanya bekerja sebagai pegawai bank, sedangkan eomma ku bekerja sebagai guru les private. Sedangkan leeteuk? Ayahnya pebisnis terkenal di Seoul, bahkan bisnis nya terkenal sampai ke luar negri. Kakaknya, Kim Hyo Yeon mempunyai suami yang mempunyai gelar pebisnis sukses di Seoul. Dan kakak kedua nya, Kim HyukJae atau yang biasanya aku panggil Eunhyuk oppa mempunyai tunangan dari keluarga konglomerat.  Berbeda jauh bukan dengankuuuuuu!? HAAA! Tentu saja bagaikan langit dan bumi……..

 

DING DONG DING DONG~

 

Bel rumah ku berbunyi, otomatis aku menyudahi lamunanku dan segera melihat siapa yang datang. Ahhh, ternyata leeteuk oppa, tampannyaaaaa, teeuki oppa memakai kaus hitam dan jeans, hmm sudah cukup untuk membuat pipiku memerah:$ “Yaaa oppa, ada apaaa?” tanya ku

“Tentu saja untuk memastikan, masa kauu lupa? Besok kan kita akan ke rumah ku! Aku tidak sabar untuk mengenalkan mu kepada appa, eomma, hyung dan nuna ku. Pasti mereka akan menyukai Taeyeon ku ini!” serunya.

Aaaaah, teeuki-oppa terlihat sangat bersemangat, tidak enak juga kalau aku menolak ajakan nya, hmmm “iyaa oppa, tentu saja aku ingat heheh”

 

“okeeee taeyeon-ah,besok aku jemput jam 10 yaaaa, dandan yang cantik okeee^^ see ya tomorrow, my girl”

Leeteuk oppa menciumku sekilas, melambai, lalu melesat dengan bmw silvernya.

 

Keeseokan paginya, jam 9 aku sudah rapi dan wangi dalam balutan dress berwarna hijau ini, simple tapi anggun.

 

Tepat jam 10, bmw silver leteuk sudah bertengger di depan rumahku, pemilik nya langsung membukakan keluar dari mobil, membukakan pintu depan untukku, lalu aku masuk ke dalam mobil itu.

Di perjalanan, aku berdoa kepada tuhan supaya ada halangan sehingga aku tidak perlu menemui orangtua namja yang sangat aku cinta ini hehehehehe.

 

“Taeyeon-aaaaaaaaah, kau kenapa? Sepertinya kamu sakit? Wajahmu pucat sekaliiii. Kita ke rumah sakit saja ya kalau begini?” tanya leeteuk padaku, ia terlihat sangat khawatir. Aku tidak tahu harus menjawab apa, aku gugup sekali, duuh payahnyaaa taeyeon ini. Tiba tiba tangan leeteuk menggenggam tangan ku dan berkata dengan sangat lembut “tenanglah taeyeon sayang” dan melanjutkan dengan nada penuh tawa, “aku hanya mengenalkan mu pada orang tua ku kok, belum melamarmu hahahahahaha”

Errrr, sungguh waktu yang sangat tidak tepat untuk bercanda, kataku dalam hati.

 

Sampailah kami di rumah mewah di kawasan elit di Seoul, sebuah rumah bergaya klasik, pagar mulai terbuka dan terlihat beberapa pelayan membukakan pintu sambil sesekali membungkuk. Setelah turun dari mobil, nyaliku langsut ciut, rasa takut mulai menyerbu ku, tetapi genggaman tangan iteeuk cukup menenangkanku.

 

“Hai dongsaeng kuuuu<3 kamu terlihat sangat cantik hari ini, mau mau nya saja kau berpacaran dengan adikku yang bandel ini” Hyo Yeon eonni menyapaku, dia sangat tinggi, badannya pun bagus, aaaaah iri deh.

 

“Haiii eonni, kau makin cantik saja hehehe” sapaku dengan ramah sambil membungkuk.

 

“Ya, leeteuk, siapakah gadis ini?” tanya seorah bapak bapak paruh baya yang tidak salah lagi merupakan appa nya leeteuk, hemm wajahnya tegas dan sangat berwibawa.

 

“Aaaaah appa ini, baru saja aku akan memperkenalkan nya pada mu, ini taeyeon ku, calon istri ku tepatnyaaa^^” jawab leeteuk dengan nada memamerkan.

 

“Wow, ayahnya pengusaha dimana? Apakah di Seoul? Atau di Amerika?” JLEEEEEEBBBBBB, kalimat itu, kalimat yang sangat tidak aku harapkan untuk ditanyakan.

 

“Annyeong, Kim taeyeon imnida, ayahku seorang pegawai di bank xx J” jawabku sampil memperkenalkan diri. Detik selanjutnya, ayah leeteuk langsung melengos pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Apa artinyaa itu? Apa itu maksudnya dia tidak menerima ku? Sungguh perih hati iniiiL

 

Leeteuk POV

Apa apaan sih appa ku ini? Errrr, tidak bisakah dia bersifat wajar setelah mendengar bahwa ayah taeyeon hanya seorang pegawai Bank? Apa salahnyaaaa? Aku langsung mengejar dan menahan appa ku,

“YAAAA, appa! Kenapa lagsung pergi begitu saja? Apa kau tidak tahu bahwa disana berdiri calon tunangan ku, calon ISTRIKU!? Lihat dia, pasti sangat sakit hatinya kalau diperlakukan begini ckckck” aku langsung mengeluarkan sederetan kata yang aku ucapkan dengan penuh emosi.

“Leeteuk, sadarlah! Ayah nya hanya pegawai bank, buat apa kau melanjutkan hubungan mu dengannya? Lihatlah kakak kakak mu, suami dan tunangannya sederajat dengan kita. Putus kan saja dia, appa tidak mau kau membunag buang waktu mu dengan perempuan biasa macam itu” jawab appa ku tidak kalah. “tapi appa………. Aku mencintai nya” jawabku memelas.

“Kau ini, lupakan sajalah gadismu itu teyon? Tayon? Siapa tadi namanya? Appa punya banyak teman yang mempunyai anak gadis, kau bisa berkenalan dengan salah satu diantara mereka”

“tapi ini bukan masalah kaya atau tidak, appa.. Ini masalah hati, buat apa aku menikah dengan gadis yang tidak aku cintai?!”

“Halah anak kecil macam kamu ngerti apasih” kata appa ku setengah tertawa

“Yasudahlah.. Susah ngomong sama appa, coba saja eomma ku masih hidup, pasti aku sudah berbahagia sekarang!” ups, aku kelepasan mengucapkannya, tapi mau bagaimana lagi, emosi ku sudah tidak tertahankan, aku segera meninggalkan appa yang masih berdiri mematung.

 

Taeyeon POV

Aku risih, Leeteuk dan appa nya berdebat cukup lama.. Aku merasa tidak enak, aku ingin pulang dari rumah ini

“Taeyeon-ah” akhirnya leeteuk menghampiri ku

“Ne, oppa? Aku ingin pulang, aku baru ingat ada janji akan mengantarkan adikku ke toko buku” kataku berbohong

“Mwo? Kenapa? Kau tidak ingin makan dulu? Kebetulan eonni ku sedang memasak tuh” tawar Leeteuk.

“Tidak oppa, sebaiknya aku makan di rumah saja” paksaku.

“Yasudah deh, aku antar yaa?”

“Tidak oppa, aku naik taxi saja, ppyeong” jawabku cepat, aku langsung berjalan cepat sebelum Leeteuk menyusulku, lalu menyetop taxi yang lewat.

Sesampainya di rumah air mataku sudah tidak dapat dibendung lagi, aku segera memasuki kamarku, dan menangis sepuas-puasnya disini. Apa daya kalau kamu saling mencintai tapi orangtua leeteuk tidak merestuinya? Apa salahnya kalau appa-ku hanya pegawai bank? Huhhh. Kalau akhirnya begini, buat apa kami mempertahankan hubungan kami? Hemm, agaknya aku menyesal atas pertemuan kami 2 tahun yang lalu, huffft.

Leeteuk POV

Kemana pula perempuan itu? Sudah 3 hari aku tidak berjumpa dengannya, 3 hari tidak mendengar tawa nya saja, sudah agak menyiksaku. But, what shoul I do? Aku tahu betul apa alasan Taeyeon menghindari ku, yah, sejak hari itu, sejak aku mengenalkan nya kepada appa ku, tepatnya, sejak appa menentang hubungan ku dengannya. Kalaupun aku bertemu dengan nya nanti, apa yang harus kukatakan? Arrrgh, pikiran ku kacau sekali, sebaiknya aku pulang saja.

Sesampainya di rumah, aku sudah siap untuk merebahkan diriku di sofa depan tv, tiba tiba

“Hai leeteuk-ssi” seorang gadis cantik menyapaku

“Ne, hai?”

Tiba-tiba datang appa ku, aku langsung teringat pada kata kata appa beberapa waktu lalu bahwa dia akan mengenalkan ku dengan seorang gadis. Uh, perasaanku tidak enak.

“Leeteuk, sudah pulang rupanya? Kenalkan, ini Im Yoona, ayahnya adalah pemilik perusahaan elektronik terkemuka di Seoul” jelas appa-ku, aku sama sekali tidak tertarik, mau perusahaan elektronik kek, juragan beras kek, aku tidak peduli.

“Annyeonghaseyo, Im Yoona imnida, nice to meet you” lalu gadis itu memperkenalkan dirinya. Aku tersenyum seadanya menjawab sapaan gadis bernama Yoona itu.

Detik selanjut nya, appa ku sudah bersiap meninggalkan ruangan ini dan berkata, “kalau begitu, saya tinggal dulu, silahkan kalian berdua mengobrol saja” aku langsung cepat cepat menahan appa ku yang seenaknya itu

“Ehem, appa, apa yang kau lakukan? Kau tidak berniat menjodohkan ku dengan gadis-siapa-namanya-itu, kan?”

“Loh, masih nanya? Tentu saja iya. Masa depan mu sudah pasti terjamin bila menikah dengan Yoona”

“Appa, sudah kubilang, aku tidak mau dan tidak akan pernah mau. Cintaku hanya untuk taeyeon seorang!”

“tenanglah dulu, coba kau mengobrol dulu dengannya, pasti kau jatuh hati, dia cantik, bukan?” desaknya

Akhirnya aku terpaksa mengobrol dengan Yoona. Sungguh pembicaraan yang tidak penting, walaupun Yoona orang nya baik dan manis, aku tetap tidak mau menikah dengannya.Cinta ku hanya untuk Taeyeon, cam ku dalam hati.

 

Taeyeon POV

Sudah genap sebulan aku tidak bicara dengan pacarku, hebat bukan? Selama sebulan aku berusaha menghindarinya, aku sampai memindahkan jadwal kuliah ku sehingga aku tidak akan bertemu dengannya di universitas. Aku takut bertatapan dengannya, Aku takut berbicara dengannya. Aku takut bertemu dengannya. Aku takut menerima kenyataan bahwa kami harus berpisah, mengakhiri hubungan indah ini.

 

Leeteuk POV

“MWO? Appa, kau ini, seenak nya saja. Apa maksudnya ini? Sudah kubilang beribu-ribu kali aku tidak mau dijodohkan! Aku tidak akan bertunangan dengan Yoona” teriakku pada appa.

“Bagaimana yah, tapi semuanya sudah terlambat. Apapun keputusan darimu, pertunangan ini akan tetap berjalan” bentak appa ku.

“tapikan yang menikah itu aku…”

“tapikan orang tuamu itu aku” kata appa membalikkan kata kata ku, “sudahlah, kau pasrah saja, dan jangan memalukan, kau harus bersiap-siap, karena aku banyak mengundang orang orang penting” appa kemudian berjalan meninggalkanku

Sekarang apa yang harus kulakukan? Appa ku itu tidak mungkin dilawan. Aku juga tidak bisa berterus terang kepada Yoona, karena aku tahu benar dia kelihatan senang saat mendengar rencana pesta pertunangan kami yang akan dilaksanakan minggu depan. Apa yang harus aku perbuat? Aku tidak akan memaafkan diriku jika Taeyeon tahu tentang hal ini nantinya…

 

Taeyeon POV

“Taeyeon, Minggu depan ayah akan pindah kerja ke Jepang, kamu mau ikut?” tawar appa ku

“hemmm, akan kupikirkan”

Setelah menjawab pertanyaan appa ku itu aku langsung memasuki kamarku, menjalankan rutinitas ku setiap malam, menggalau diri. 1 bulan ini aku terus memikirkannya. Ya, Leeteuk oppa bagaikan magnet yang menempel di otak ku, di pikiran ku. Dia bilang, dia mencintaiku, tapi apa buktinya? Apakah dia menemuiku? Apa kah dia menanyakan kabarku? Bahkan, sekedar menelfonku saja, dia tidak. Aku sudah tidak kuat lagi, ketidakjelasan ini harus segera berakhir, aku harus bicara padanya, kami harus segera bicara. Ku ambil hp ku, menekan nomor telfon Leeteuk oppa

Teeet… Teeet… Teet..

Masih tidak diangkat

Teeet… Teeeet. Teeet..

Hmm, sabar sabar

Teeet.. teeet..

“Yoboseo, taeyeon-ah? Ada apa?” jawab yang diseberang, setengah terkejut

“Oppa, aku mau bicara. Jam 1 siang di Achasan Park, Minggu besok” jelasku cepat

“Hmm, ne kalau begitu” jawabnya tak kalah cepat. Aku segera menutup telfon ku, sungguh pembicaraan yang singkat, kurang dari 1 menit. Tahu tahu, pipiku sudah dibasahi oleh butir butir air bening.

 

Minggu, jam 12:50

Yaaap, sampailah aku di taman ini, aku sudah siap berbicara dengannya, aku sudah siap lahir batin untuk menerima jawaban apapun darinya nanti. Sekarang tinggal menunggu kehadiran nya Hufft, tampaknya langit sedang tidak bersahabat, matahari tidak nampak siang ini. Apa boleh buat, setelah Leeteuk datang kami harus mencari tempat lain untuk bicara.

Aku melirik jam tangan ku, hmm jarum jam telah menunjukkan pukul 01:30. Aku mendesah nyaring, apakah dia lupa? Atau, memang melupakanku? Mm, mungkin akan kutunggu 10 menit lagi. 10, 20, 30 menit, 1 jam telah berlalu. Seakan mendukung kesedihanku, langit mengguyurku dengan air matanya, sudah 1 jam aku menunggu nya dengan keadaan basah kuyup begini. Pabo nya aku, malangnya nasibku, apa yang aku pikirkan? Memangnya seorang Leeteuk mau menyia-nyiakan waktu nya hanya demi bertemu dengan gadis tidak penting bernama Taeyeon? Seorang Taeyeon yang bukan berasal dari keluarga kaya ini? Dengan berat hati, aku menyeret kakiku meninggalkan tempat ini, tubuhku menggigil terguyur hujan.

 

Sampai di rumah, ada bmw silver terparkir di depan rumah ku? Hmm… Mungkinkah dia datang kerumahku? Aku setengah berharap

 

To Be ContinueJ

Thanks for read. Leave comment please, aku penulis baru jadi tolong di kritik yaaaaJ atau bisa juga mention ke twitterku, @shalsasya. Thanks bfr;D