Title : (Cute Couple^^) A Month of Blooming Love part 2

Author : Catherine Crystal…><

Length : Continue

Genre : Comedy (?), Romance

Cast : -Ryeowook SuJu, Han Eunyoung, Han Hyejin.

 

Aduh… aduh… mianhae, di part sebelumnya author tulis cast Nam Jieun sama Park Soohye, tp mereka gak muncul, sebenernya itu salah ketik. Mian… harap maklum… author kan amatiran. Part ini author coba perbaiki. Ok? Happy reading~ (itu aja yang mau read hehehe…)

 

.Eunyoung POV.

Mwooo??? Micheseoyo? Tinggal di sini semalam? Aku kan baru kenal dia. Kalau dia ngapa-ngapain gimana? Eomma… aku ini masih suci!!

“Andweeee…” cicitku.

“Ah… wae?” tanyanya.

“Aku masih normal” jawabku. Wookie oppa mengerutkan keningnya.

“Mwo?”

“Aku masih normal, aku tidak akan tinggal bersama orang yang baru aku kenal. Andweeee……”

“Hah… sudah kuduga kau akan menjawabku seperti itu, begini, aku tidak bisa menuntunmu ke rumah, bukan karena aku buronan atau aku mau cari kesempatan agar kau bisa tinggal berdua denganku di sini. Aku hanya… hanya… aaaargh!!! Apa ya?”

Aneh sekali oppa ini! Jangan-jangan dia memang benar buronan? Jangan-jangan tadi dia benar mau menyandera 2PM? Hwaaa…… Andweee…… Junsu oppa masih ganteng…

“Huaaaaaaaaaaaaaaaa………..” tangisku meledak lagi tanpa bisa kutahan.

 

.Ryeowook POV.

Aigoo… bocah ini menangis lagi. Sensitive sekali sih dia?

“Ah… ani… ani… aku tidak bermaksud berbuat macam-macam padamu… ani… ani…” sergahku namun malah mendapat hadiah pukulan olehnya. Meskipun pelan dan hanya di lengan, tapi rasanya aku ingin menenangkan yeoja ini. Entahlah~ mungkin karena suaranya yang melengking membuat risih?

“Oppa… kau tadi mau menyandera 2PM ya??”

“Mwo? Menyandera 2PM?”

“Neee…… menyandera oppadeul~ kau jahat sekali oppa…” dia kembali memukul lenganku. Yeoja ini polos sekali sih? Mana mungkin aku mau menyandera 2PM kalau kita sama-sama artis? Ah, aku baru ingat kalau dia belum mengerti bahwa aku ini Kim Ryeowook. Aish… apa aku harus memberikannya kacamata kuda supanya menyadari wajahku??

“Yaaa~! Mana mungkin aku mau menyandera 2PM? Sekarang kau pilih menginap di sini atau kacamatamu tidak kuganti?” ancamku pada akhirnya, walaupun tidak serius sih… begini-begini aku bertanggung jawab loh…

Deg.

Dia terdiam. Mungkin berpikir? Sejenak ruangan menjadi hening, sebelum terdengar kembali suara cicitannya.

“Oppa benar-benar penjahat kan?”

“Anii…”

“Jeongmal?”

“Nee… Jeongmalyeo~ jadi, kau harus menginap” kataku, yah… bagaimanapun ini juga demi keselamatan karirku.

“Oh… geurae” jawabnya seakan sudah tidak ada beban lagi. Dia pun berlari-lari kecil mengitari ruangan. Aigoo… dia ini benar sudah remaja? Eh, tapi apa kakinya tidak sakit ya?”

“Aaw…” rintihnya sambil memegangi kaki. Tuh kan, sakit?

“Makanya jangan lari-larian terus, kau tidur dulu gih” seruku, setidaknya dorm lantai 11 bisa menyaingi ketenangan dorm lantai 12 kalau dia tidur. Ehm, maksudku, dorm lantai 12 kan tidak ada orang jadinya sepi.

“Ah, geuraeyo~ hajiman… di mana aku bisa tidur?” tanyanya. Aku menunjuk kamar Kyuhyun dan Sungmin hyung. Dan dia pun menuju ke sana. Aneh, apa matanya serabun itukah sehingga tidak bisa membedakan yang mana yang sudah sering muncul di reality show dengan yang bukan?

 

.Eunyoung POV.

To : Hyejin eonnie J

“Eonnie… hari ini aku mau menginap di rumah teman dulu ya… jangan khawatir, mungkin besok aku pulang…”

SEND.

Aku pun menghempaskan tubuhku di atas salah satu kasur empuk. Kasurnya selalu dua ya? Padahal sepertinya ada banyak kamar. Wookie oppa tinggal bersama siapa saja sih? Jangan-jangan saudaranya lebih dari 10? Hii… aku bergidik membayangkan nasib ibunya. Terutama perutnya #plak.

Teroret~ Teroret~

Tiba-tiba HPku berbunyi. Balasan dari Hyejin eonnie.

From : Hyejin eonnie J

“Geuraeyo… kau baik-baik ya di sana… besok eonnie perlu jemput tidak?”

Segera saja kubalas SMSnya.

To : Hyejin eonnie J

“Anioo~ tidak usah eonnie… besok eonnie kan masih ujian”

Dan balasannya segera datang.

From : Hyejin eonnie J

“Ah, ya sudah kalau begitu. Kau jaga diri ya…”

Kututup mataku perlahan. Eonnieku ini terlalu protective padaku ya? Mentang-mentang menurutnya aku kekanakan. Tapi ya tak apa lah… aku jadi bisa mengambil keuntungan dari situ. Nyehehehehe… (Evil laugh)

Sebenarnya eonniku itu ujian kelulusan SMA. Bukan berarti aku masih SMP looh… tapi, aku dan eonniku beda sekolah. Dia bersekolah di International High School, jadi dia butuh 4 tahun untuk menyelesaikan studinya di SMA, sementara aku menolak ketika eomma menyuruhku masuk sekolah yang sama, jadi sebenarnya aku dan eonniku terpaut 2 tahun. Sekarang aku SMA 2.

Teroret~ Teroret~

Haish… siapa lagi sih? Kubuka mataku dan kulirik layar HPku. Omonaaa~~ Jieun?

From : Jieun~

“Yaa!! Eunyoung-ah, kau ke mana sih? Aku datang ke rumahmu tapi hanya ada Hyejin eonnie, sebenarnya kau ini di mana?”

Aah… bagaimana cara menjelaskannya ya? Akhirnya kutulis saja begini…

To : Jieun~

“Aku menginap di rumah teman”

Kurang dari tiga menit, balasannya sudah datang

From : Jieun~

“Siapa?”

To : Jieun~

“Wookie oppa”

From : Jieun~

“Ryeowook Super Junior?”

To : Jieun~

“Aish… molla! Kau ini… ya tidak mungkin lah… sudah ya, aku mau tidur”

Sebenarnya tidak enak hati juga sih membentak (?) Jieun seperti itu. Tapi mau bagaimana lagi? Kalau dia sudah ngefans, pasti fanatik sekali! Aku jadi malas, kan? Sebenarnya biasnya itu Donghae oppa, tapi pasti dia berpikir bila bertemu dengan Super Junior sudah sangat hebat. Heuh… sahabatku satu itu…

 

.Ryeowook POV.

Sudah kubilang kan? Dia tidur, dorm tenang. Sekarang lebih baik aku jalan-jalan saja. Dia kan sudah tidur.

Kulangkahkan kakiku keluar dorm, berusaha agar tidak membuat suara yang kira-kira bisa membuat Eunyoung terbangun.

 

Haah… akhirnya… aku bisa jalan-jalan ke mall dengan tenang. Kali ini semoga aku tidak menabrak orang lagi. Itu pertanda sial.

“Omonaaa~ cute sekali…” gumamku ketika melihat sebuah boneka kelinci raksasa (untuk ukuran boneka tentunya.) Aku pun berhenti di toko itu dan melihat-lihat isinya. Siapa tahu bisa untuk SUVENIR buat para hyung. Hehehe… aku geli sendiri membayangkannya. Mungkin bisa untuk Kyu? Hahahah… LOL. Dia kan maunya sama PSP.

Tiba-tiba langkahku terhenti. Mataku tertuju pada permen kapas yang dijual di toko itu. Apa kubeli saja ya? Lagipula aku sudah lama tidak makan permen kapas. Aku kan suka…

“Ahjumma, permen kapas yang ini ya?” aku menyodorkan dua batang permen kapas putih pada ahjumma-ahjumma di kasir. Setelah membayar, aku segera keluar dari toko itu. Mau tahu kenapa aku beli dua permen kapas?

Yah… itu karena aku cinta permen kapas. Aku pun mulai melahap salah satunya. Membiarkan orang lain memandangku aneh. Yah, mana ada namja berpenampilan bak penjahat makan permen kapas? Hahaha… lucu sekali. Mereka memandangku seakan aku ini buronan.

“Mashita~” gumamku. Akhirnya lidahku bisa melepas kangen dengan rasa permen kapas ini. Aku pun mempercepat langkahku. Berharap bisa menemukan toko yang menarik. Namun nihil. Rupanya mall yang kupilih salah. Aku pun memutuskan untuk pulang ke dorm.

 

Sesampainya di dorm…

TING!

Lift menunjukkan angka 11, tandanya aku sudah sampai. Di benakku sudah terbayang kasur empuk menyenangkan yang akan segera membawaku berlabuh ke alam mimpi yang indah. Namun angan-angan itu segera saja sirna saat aku membuka pintu dorm.

“YAAA~! ENYAH KAU!!!” Apaan tuh? Kok kayak ngusir setan aja? (?) Tunggu dulu, ini kan suara…

“Eunyoung? Apa yang kau lakukan?” tanyaku setelah menemukannya di ruang santai kami.

“Ah, oppa… sudah pulang ya? Aku hanya… membantu membersihkan rumah oppa… banyak nyamuk di sini?” ujarnya. Banyak?

“Banyak? Berapa memangnya?”

“Satu oppa~ hehehe…”

“Yaa! Kau menghancurkan dorm hanya karena satu nyamuk? SATUUU???”

“Nee oppa… waeyo? Dan… dorm? Ini kan apartemen? Kenapa kau sebut dorm?”

Ah! Bodohnya aku, sekarang aku mati!

“Anii… aku keceplosan… lagipula kenapa kau bisa sampai membuat apartemenku berantakan seperti ini?” kupandang seluruh isi dorm. Omonaa~ aku sangat salah meninggalkannya sendirian di sini. Sekarang lihat… sofa kecil yang terjungkir terbalik, sementara sofa besarnya bergeser 180 derajat, gelas yang pecah, dan… OMONA~! Gelas pecah? Tunggu dulu… gelas siapa ini? Karena takut, kuhampiri saja gelas itu.

“Aigoo… ini kan gelas Eunhyuk hyung… mati aku! Aku pasti dibantai habis-habisan ini… huaaaaa…” gumamku. Jangan sampai Eunyoung mendengarnya, pasti dia kenal Eunhyuk hyung kan?

“Waeyo oppa?” tanyanya. Haduh… tidak tega juga sih kalau membentak orang TAK BERDOSA ini.

“Ah, ani… gwenchana Eunyoung-ah, aku saja yang membunuh nyamuk itu, sekarang kau tidur” perintahku secara halus.

“Ah, OK oppa~ jangan sampai lepas ya nyamuknya… nanti mau kusimpan sebagai koleksi ke-27-ku”

“Mwo? Koleksi?”

“Nee oppa… aku dan eonnieku—Hyejin—suka mengoleksi serangga-serangga terutama nyamuk. Tapi kami sama-sama susah menangkapnya, yah… untuk menangkap satu nyamuk harus mengorbankan kerapian rumah kami, waktu kecil eommaku sampai marah-marah karena guci termahalnya pecah gara-gara kami mau menangkap lebah… jadi tangkapkan saja ya oppa. Lagipula sepertinya tadi itu nyamuk demam berdarah, kan bagus oppa~ jadi jangan sampai lepas ya… bye…”

Oke, ini mulai terdengar aneh. Dulu aku dan hyungdeul juga suka mengumpulkan binatang-binatang seperti itu—jangan tanya kenapa Kyu tidak ikut, menurutnya hobi seperti itu tidak level dengannya. Tapi yang kami kumpulkan itu biasanya katak atau kupu-kupu. Lha ini? Nyamuk??

“Ahahaha… bye…” tawaku garing, kemudian cepat-cepat mengambil raket nyamuk dan dengan mudahnya menangkap nyamuk yang dimaksudkan Eunyoung. Astaga… ternyata nyamuknya kecil sekali. Untuk apa dia memburunya? Kurang kerjaan saja! Gara-gara dia aku jadi harus berurusan dengan raja pelit, Eunhyuk hyung. Mungkin dia akan menyuruhku menukar dua kali lipat dari harga normal gelasnya? Apa saja lah, yang penting aku harus siap mati kali ini.

 

Keesokan paginya…

.Eunyoung POV.

Huahm… di mana ini? Aku masih ngantuk, tidur lagi saja lah… Grook… Grook… (bagian ini tidak usah diperhatikan hehehe… #plak) Hah? tadi apa? Aku di mana? Kok putih semua? Kamarku kan biru! Ini pasti mimpi. Segera saja kutegakkan badanku dan menemukan ruangan yang 100% berbeda dengan kamarku. Aigoo… di mana aku ini.

“WAAAAAAA…….!!!!!!!! EOMMAA~ AKU DICULIK!” teriakku mencoba mencari pertolongan. Tapi tiba-tiba ada sosok kepala yang menyembul dari balik pintu.

“Eunyoung-ah? Sudah bangun?” tunggu dulu, suaranya familiar. Ah, sekarang aku ingat, kemarin kan aku menginap di apartemen Wookie oppa.

“Ah, oppa… aku sudah bangun kok…”

“Tadi kenapa teriak?”

“Ah anioo… gwenchana, aku kira diculik hehe…”

“Ckckck… kau tidak melihat foto Sung—ah, gwenchana”

“Oppa, aku tidak mengerti dengan perkataanmu, sekarang aku mau mandi dulu ah, di mana kamar mandinya?”

Wookie oppa pun menunjukkanku kamar mandi di apartemennya. Bagus juga kamar mandinya.

 

.Ryeowook POV.

Pikun sekali dia, masa dia kira diculik? Hahahahaha……><

Lebih baik sekarang aku masak saja ah… hyungdeul meninggalkan bahan masakan apa ya?

Kubuka saja kulkas di dapur. Dan terkejut setelah menemui bahwa kulkas itu… HANYA BERISI ES BATU??! Aigoo… aku makan apa hari ini?? Ah, apa nanti aku pergi makan saja di warung sepi, sekalian mengantar Eunyoung pulang, ya? Setidaknya kan aku bisa pinjam mobil pada manager hyung, tidak seperti kemarin, manager hyung sedang ada urusan jadi mobilnya dipakai. Maka aku menyuruh Eunyoung untuk menginap kemarin… Ah, geuraedo! Begitu saja…

Aku pun akhirnya duduk sambil membaca koran yang ada. Meskipun itu koran kemarin. Tetap saja aku baca ulang untuk mengisi waktu kosong ibi. Untungnya aku sudah mandi dari tadi. Yeoja itu pemalas sekali sih~ bangun saja jam sepuluh pagi. Apa dia selalu begitu di rumahnya? Kalau begitu kasihan sekali eonninya…

 

1 jam berlalu…

Aigoo… yeoja itu tidak selesai-selesai mandinya. Kuketuk saja ah~

Tokk.. tokk… tokk..

“Nee oppa?” tanyanya dari dalam.

“Masih lama”

“Aniyo… aku sudah pakai baju kok” dia pun keluar dari kamar mandi, “Wae? Kau mau pergi lagi ya?”

“Sekalian mengantarmu pulang” jawabku setelah mengangguk.

“Ooh… besok aku berkunjung ke sini ya oppa, untuk mengecek keadaan kacamataku, kalau bisa selesai sebelum tiga minggu, OK?”

“OK” jawabku.

Akhirnya kami pun pergi makan di sebuah kedai—dan dia mempermalukanku karena memesan dengan kikuk—dan aku segera mengantarnya pulang.

DUAK! DUAK! DUAK!

Aigoo… beginikah caranya mengetuk pintu?

“EONNI~! INI AKU!!! BUKAKAN PINTU… PALLIWA~!” teriaknya. Ah, seperti preman saja!

“Nee… nee… nee…” dengan segera, seorang yeoja cantik dengan baju seadanya membukakan pintu, “Ah, Eunyoung kau sudah pulang?”

“Ne eonni, ini temanku… Wookie oppa”

“Ah, annyeonghaseyo… apa hari benar-benar panas sehingga kau menggunakan topi dan kacamata hitam?” tanya eonni-nya sangsi.

“Ah, nee…” jawabku mencoba beralasan.

“Ya sudah, gomawo sudah memberi tumpangan bagi dongsaengku ini, maaf kalau dia merepotkan”

“Oh anii… anii… tidak merepotkan kok, sama sekali tidak” jawabku, padahal dia sangat merepotkan, meskipun cute… >< “Aku harus segera pergi” sahutku sebelum eonninya mengenaliku.

“Oh, geurae… pergilah, gomawo sekali lagi” balas eonninya yang kuketahui bernama Hyejin.

“Gomawoyo oppa~” seru Eunyoung. Cute sekali dia ini… huaaaa…><

Aku pun segera pergi meninggalkan rumah Eunyoung dan menuju kembali ke dorm.

 

.Eunyoung POV.

Aku masuk ke dalam rumah dan eonniku langsung mencecarku dengan berbagai pertanyaan.

“Temanmu itu namja? Kupikir kau menginap di rumah Soohye… apa kemarin Jieun sudah SMS kamu? Kenapa malah menginap di rumahnya? Dia itu sepertinya mencurigakan lho~ jelaskan siapa dia!”

“Aish… eonni! Dia itu teman SDku, kemarin baru bertemu, lagipula dia punya dongsaeng wanita kok!” seruku mencari alasan, kalau masalah bohong berbohong, aku ahlinya… aku selalu bisa mencari alasan yang tepat di saat yang tepar, dan ekspresi yang tepat.

“Ah, ngomong-ngomong Eunyoung… kau tidak memakai dalaman ya?” tanya eonniku. Astaga! Aku baru sadar bahwa tidak memakai dalaman! Dan tadi aku tidak membawa apa-apa saat kembali, berarti…

Dalamanku ketinggalan di kamar mandi Wookie oppa? Aigoo… ottokhae??

 

 

Gimana? Udah semakin baik nggak? Apapun pendapat kalian, yang penting author minum the botol sosro, hehehe… #gubrak. Udah makin panjang ya?