Title                 : Lovely step sister PART 6

Author              : AnDee

Length             : continue

Genre              : Romance

Main Cast        :

  1. Lee Donghae
  2. Park Hanna
  3. Cho Kyuhyun

Readers anyeong, this is andee speaking (?) . agak lama kah ini ngepostnya? Well, author lagi ketiban rejeki tugas dari dosen *sigh* hahahaa most comments of you ‘what a short’

*not most, but all hahahaa*

This is part 6 and means 3 part left🙂

Oke that’s all. Enjoy guys

——————————————————

Author pov

Semenjak hari itu, hari dimana baik Hanna dan Donghae sama-sama merindukan orangtuanya, hubungan keduanya perlahan mulai membaik. Paling tidak Hanna sudah sedikit mencair bila bertemu Donghae atau eomma barunya ia sudah mulai tersenyum dan tidak galak. Dan lagi Hanna saat ini sudah bekerja di sebuah perusahaan event organizer yang cukup besar.

Pagi itu Hanna sedang bersiap menuju kantornya ketika Donghae menemuinya di ruang tengah.

“Apa kau sudah dengar berita dari Kyu?” tanya Donghae pagi itu

“Hm? Ani, ada apa?” tanya Hanna

Donghae menghela nafas, “Kyunnie-ah kecelakaan pagi ini. Kecelakaan mobil.”

“Mwo?!” Hanna yang kaget langsung berdiri dari tempat ia duduk sangking kagetnya, “lalu dimana dia sekarang? Bagaimana keadaannya?” Hanna rasanya sudah tidak bisa menahan air matanya lagi. Kekhawatiran langsung menyergapnya, takut sesuatu yang buruk terjadi pada sahabatnya itu seperti beberapa tahun lalu.

“Dia sekarang sedang dibawa ke rumah sakit bersama manajer kami.” Ujar Donghae

Donghae pov

Aku dan Hanna sedang berada di perjalanan menuju rumah sakit tempat Kyu dirawat pagi ini karena kecelakaan. Wajah Hanna terlihat begitu panik, meski ditutup dengan kacamata coklat aku bisa membaca kekhawatiran itu. ia terus menerus meremas tangannya.

“Aku dengar Kyu tidak mengalami cedera parah. Dia baik-baik saja.” Ujarku mencoba menenangkannya.

Dia hanya menoleh ke arahku sebentar kemudian kembali memandang lurus ke depan.

Begitu sampai di rumah sakit ia langsung berlari menuju UGD tempat Kyu ditangani. Aku mengikutinya dari belakang. Langkah gadis itu terhenti ketika melihat Kyu sudah terduduk di salah satu ranjang rumah sakit. Kyu tampak meringis kesakitan. Aku sengaja mengambil jarak dari mereka dan tidak ikut masuk ke dalam.

“Yaa! Kau ini bagaimana, menyetir sampai bisa kecelakaan seperti ini.” Ujar Hanna dengan nada tinggi sekaligus bergetar.

Kyu tersenyum, “bagaimana kau tau? Waaa, kau punya sinyal penunjuk arah aku berada ya?” dia malah menggoda Hanna. Kyuhyun, paboya! Umpatku kesal.

Apa dia tidak bisa membaca kekhawatiran diwajah Hanna?

Hanna langsung memukul lengan Kyuhyun berkali-kali, tapi Kyu keburu menangkap gadis itu dan menarik ke pelukannya. Baiklah, harusnya aku tidak melihat adegan ini, tapi aku justru tetap berdiri di tempatku sekarang melihat adegan demi adegan antara Kyu dan Hanna. Hanna tampak menangis dipelukan Kyuhyun.

“Pabo.. pabo..!” ujar Hanna sambil memukul dada Kyu pelan sambil menangis.

Kyu membelai lembut kepala Hanna, membuat dadaku semakin sesak.

“Yaa, aku ini habis kecelakaan kau malah bilang aku bodoh dan memarahiku.” Jawab Kyu sambil tersenyum.

Hanna masih menangis dipelukan Kyu.

“Aku tidak apa-apa, kau lihatkan? Hanya kakiku yang sedikit cedera. Tapi semuanya sudah baik. Sudahlah Hanna-ah aku tidak apa-apa.” Kyu mencoba meyakinkan Hanna lagi.

Aku menghela nafas, sebaiknya aku pergi sekarang. Aku sudah semakin tidak tahan melihat pemandangan di depanku ini.

Hanna pov

Aku berputar menyusuri koridor rumah sakit mencari dimana Donghae, sementara diluar rumah sakit fans Kyu sudah banyak yang berkumpul khawatir dengan keadaan Kyuhyun. Mereka tampak dibatasi dengan beberapa bagian keaamanan rumah sakit. Aku mencari jalan menuju parkiran dan akhirnya menemukan mobil Donghae disana. Untunglah, aku pikir aku akan pulang naik taksi. Aku kemudian masuk ke dalam mobil Donghae.

Entah kenapa tapi aku merasa atmosfer mobil ini tiba-tiba jadi kaku. Atau karena ini pertama kalinya aku naik satu mobil dengan Donghae? Mungkin karena tadi aku begitu panik jadi tidak merasakan atmosfer kaku ini. Sepanjang perjalanan Donghae juga tidak berkata satu apapun. Kenapa jadi aku yang merasa kaku seperti ini?

Jalanan Seoul mulai padat, aku melihat jam tangan yang melingkar ditanganku. Pukul 7 pagi, mungkin aku akan terlambat ke kantor. Atau sebaiknya aku ijin saja untuk merawat Kyu? Ah ani, nanti saja sepulang kantor aku menjenguknya.

“Donghae-ssi, gwenchana? Kemana kau tadi?” tanyaku artinya.

“Hm, aku menunggu kau di mobil saja.” Jawabnya pendek.

Tidak biasanya dia bicara padaku tapi tidak menoleh sedikitpun padaku. Membuatku semakin merasa aneh.

“Apa kau sakit?” tanyaku lagi.

Dia menggeleng, tidak ada suara yang keluar. Ah terserah dia saja.

Donghae menahan pergelangan tanganku ketika aku hendak turun keluar dari mobil, kami sudah sampai di depan rumah.

“Apa kau….. mencintai Kyuhyun-ah?” tanyanya.

“Mwo?” aku mengkernyitkan keningku, pertanyaan apa itu.

“Ne, apa kau mencintai Kyuhyun-ah?”

Aku menarik pergelangan tanganku darinya, “tentu, dia sahabatku dari kecil.”

Donghae menggeleng, “bukan itu maksudku. Kau tau maksudku Hanna-ah.”

Aku tersenyum sinis, “aku rasa itu bukan urusanmu.”

Aku kemudian keluar dari mobil dengan hati kesal. Untuk apa dia bertanya seperti itu padaku. Dia pikir dia siapa berani bertanya masalah pribadi denganku. Aku memang sedang mencoba mengubah pandanganku padanya dan eommanya tapi bukan berarti dia bisa begitu saja menanyai masalah pribadiku!

**