Title : (Cute Couple^^) A Month of Blooming Love part 3
Author : Catherine Crystal…><
Length : Continue
Genre : Comedy (?), Romance
Cast : -Ryeowook SuJu, Han Eunyoung.

Hai… author nongol lagi… #plakditimpukreaders. Hehehe… abaikan yang di samping! Okedeh… tanpa banyak basa-basi lagi… cekidot!

.Ryeowook POV.
Sampai juga di dorm. Setelah perjalanan yang melelahkan. Bagaimana tidak? Di sekitar rumah Eunyoung tadi ada fans yang mengenaliku, lalu aku harus lari secepat-cepatnya menuju mobil berhubung mobilnya kuparkir agak jauh.

Aku segera merebahkan diriku di atas kasur dan berharap besok tidak cepat datang. Yah… besok dia kan datang lagi ke sini, untuk cek kacamatanya. Sebenarnya aku agak khawatir juga sih kalau dia datang.
Eh? Bukannya tadi dia pakai kamarnya Sungmin hyung? Aigoo… jangan-jangan berantakan! Kucek saja dulu…
Aku pun melangkah menuju kamar Sungmin hyung. Dan apa yang kutemukan??? Seprai yang lepas, selimut yang jatuh, dan bantal yang tidak pada tempatnya. Ahh… dia benar-benar harus diajari bagaimana cara menjaga kebersihan dan kerapian~!
Dengan kesal, aku pun membereskan kasur itu kembali. Bisa gawat kalau tidak kubereskan, karena yang dia pakai itu kasur si evil magnae satu itu.
Tepat ketika aku mengangkat bantal yang ada di tengah kasur, aku menemukan sesuatu milik Eunyoung yang sangat berharga. Ponsel… Samsung yang… aku sendiri tidak tahu seri apa. Hehehe… tanpa sengaja aku melihat wallpaper HPnya setelah iseng-iseng ku-unlock. Ige mwoya?? Dia memasang foto Donghae hyung? Dia ELFishy? Huh, tidak selera! Ah, sudahlah, daripada aku dianggap lancang, mending kukembalikan saja HP ini besok.
Teroret~ Teroret~
Yah… sudah mau kututup malah bunyi. Ya sudah, buka saja sekalian, lagian cuma SMS…
From : Jieun~
“Ya! Eunyoung-ah… datanglah ke rumahku~ aku punya poster SHINee yang terbaru! Keren kan? Mau lihat nggak? Makannya datang!”
Aku tersenyum kecil membaca SMS itu. Jadi… dia itu fangirl?

.Eunyoung POV.
Aigoo… ottokhae?? Apa aku kembali ke apartemennya saja ya? Kebetulan tadi aku sempat menghafalkan jalannya… aduh, kalau dia sampai menemukan dalaman itu bisa habis aku!
“Waeyo Eunyoung-i?” tanya Hyejin eonnie.
“Eonnie~” rengekku.
Dia menaikkan kedua alisnya.
“Pakaian dalamku sepertinya ketinggalan di rumah Wookie oppa~ Ottokhae?” ekspresi bingung dari wajah eonnie langsung berganti dengan ekspresi kesal.
“Yaaa~! Kau ini tidak punya malu ya? Kok bisa ketinggalan? Ceroboh sekali, sih!” teriak eonnieku kesetanan.
“Mi-mianhae eonnie…” cicitku.
“Sekarang cepat ambil lagi! Eonnie tidak mau menanggung malu!” eonnie langsung mendorongku menuju pintu keluar dan melambaikan tangan singkat dengan wajah kesal yang masih tidak karuan. Yah… aku tahu kalau eonnie pasti kesal. Mianhae ya eonnie…

.Ryeowook POV.
Tsk… apa lagi ini? Baru saja aku mengelilingi dorm untuk mengecek apakah ada barang Eunyoung lainnya yang ketinggalan. Dan sekarang aku sedang memegang… bra, celana dalam… iiuh… meskipun aku ini lelaki tapi aku jijik lihat yang beginian!
“Kok bisa sampai ketinggalan sih??” gumamku pelan. Tiba-tiba…
DOK! DOK! DOK!
Aku segera menuju pintu untuk menjumpai tamu kurang ajar yang mengetuk pintu dorm sekeras menutup pintu kereta api itu.
“Eunyoung?” tanyaku bingung saat menjumpai Eunyoung di ambang pintu. Kulihat wajahnya merah sekali, hampir seperti kepiting rebus yang baru matang.
“Oppa…” cicitnya, “Apa… ada barangku yang ketinggalan?”
Aku mengerutkan kening. Namun sedetik kemudian sudah bisa mencerna perkataannya.
“Ah, jadi kau ingat, masuk dulu saja” ajakku, dan dia pun masuk dengan tegang. Hahaha… aku berani bertaruh pasti karena benda di kamar mandi itu.
“Ige… dan…” kata-kataku terhenti saat akan mengatakan ‘ige’ yang selanjutnya. Pakaian dalam… masa aku mau bilang seperti itu? “I… ige…” kataku gugup.
“Gomawoyo oppa~” ujarnya dengan sama gugupnya denganku.
“Ne…e… cheonmaneyo”
“Aku tidak mau pulang dulu oppa… aku mau tunggu satu jam di sini…”
“Neee? Wae?”
“Oppa, kau tidak tahu kalau Hyejin eonnie marah seluruh bumi akan dibuat kesal olehnya, dia sangat menyebalkan jika marah” jawabnya. Yah, kalau hanya satu jam menurutku tidak masalah sih…
“OK”

.Eunyoung POV.
Haah… untung Wookie oppa bisa mengerti. Coba kalau tidak, pasti sekarang aku sudah mati di tangan eonnieku yang ganas itu!
“Oppa…” cicitku, padahal aku tidak memiliki sesuatu untuk dibicarakan.
“Ne?”
“Anii…”
Beberapa saat kemudian…
“Oppa…”
“Ne? Wae?”
“Aniyo~”
Beberapa menit berlalu…
“Oppa…”
“Aah… wae? Wae?”
“Ani… tidak ada apa-apa”
Aku tertawa kecil dalam hati. Senang juga rasanya membuat Wookie oppa kesal seperti ini. Tapi tiba-tiba pandangan mataku tertuju pada kue di atas meja makan. Sepertinya buatan tangan.
“Oppa…”
“Aaah! Kalau kau mau mengatakan ‘ani…’ lagi lebih baik jangan panggil aku!” serunya frustasi.
“Aniyo, aku hanya ingin bilang, kue itu buatanmu sendiri?”
“Nee… tapi itu sudah kue lama, kalau kau mau kubuatkan saja lagi”
“Waaa… oppa ternyata bisa masak juga ya? Aku mau dong diajari…”
“Mwo? Diajari? Ani… aku tidak bisa”
“Aku yakin kok pasti bisa…”
“Ya sudahlah, kau mau diajari membuat apa?”

.Ryeowook POV.
Entah mengapa tiba-tiba senang juga rasanya berduaan dengan gadis ini. Mungkin karena pembawaannya yang menyebalkan sekaligus menyenangkan? Huuh… aku ingin sekali bisa menghabiskan waktu liburanku dengan gadis ini.
“Telur, oppa!” serunya dengan polos. Mwo? Telur? Itu kan masakan dasar?
“Yaa! Kau serius?” tanyaku pura-pura galak. Hihihi… seperti dugaanku dia akan menggembungkan pipinya.
“Aku serius oppa… sejak dulu aku inhin belajar memasak tapi tidak punya waktu…”
“Ya sudahlah, ayo!” ajakku kemudian melangkah menuju dapur. Dia mengikutiku seperti anak itik mengikuti induknya. Hahaha… tapi aku kan bukan induk, aku bapaknya, hehe…
“Pertama-tama, pecahkan telur di atas mangkuk, seperti ini…” aku pun lalu mempraktekkannya dengan sangat benar, “Sekarang coba kalau kau yang melakukannya”
KRAK!
Dia memecahkan telur miliknya dengan sangat hati-hati, dan meletakkannya di atas mangkuk. Tapii… putih telurnya banyak yang berceceran di lantai dan tangannya. Astaga… dia ini serius belum bisa memasak telur? Sepertinya iya.
“Oppa… tanganku kotor~” rengeknya dengan manja yang tidak dibuat-buat.
“Sudah, tidak apa-apa, jangan manja kalau mau belajar memasak” seruku dan dia cemberut.
“Aku tidak manja kok oppa~” rengeknya, “Lalu bagaimana?”
“Berikan sedikit garam dan aduk dengan sendok, usahakan agar tidak terlalu lengket dan garamnya tercampur dengan benar…”
“Ooh…” gumamnya dan dia pun mencoba menerapkannya, “Waah… aku bisa oppa! Aku bisa! Begini kan oppa?”
“Hmm… kurang tercampur, aduk dengan cepat” dia pun mempercepat mengaduk namun sendok yang dipakainya malah terpental ke belakang.
“Huweee… kok malah mental sih? Ganti ya oppa?” dia mengacungkan sendok baru dari rak dan aku mengacungkan dua jempolku. Ia pun mulai mengaduk lagi, kali ini dengan benar.
“Sudah oppa?” tanyanya.
“Ya, segitu saja sudah cukup” jawabku.
Akhirnya hari itu kami habiskan dengan belajar memasak.
Sepertinya aku mulai menginginkannya sebagai temanku. Bagaimana menurutmu?

Segini dulu aja ya readers, mian kalau kependekan, bikinnya buru-buru banget sih… ini aja curi-curi bikir. Harap maklum yah… oh iya, komen, bagus jelek tetep komen biar jadi motivasi buat author. OK?