Title: It’s Too Late part 2
Author: Shalsa a.k.a Shin Ha Seul
Length: Chaptered
Genre: Romance
Cast: -Park Jungsoo
-Kim Taeyeon
-Kim HoeHyon
-Kim HyukJae
-Im Yoona

–sebelumnya–

Minggu, jam 12:50
Yaaap, sampailah aku di taman ini, aku sudah siap berbicara dengannya, aku sudah siap lahir batinuntuk menerima jawaban apapun darinya nanti. Sekarang tinggal menuggu kehadiran nya Hufft, tampaknya langit sedang tidak bersahabat, matahari tidak nampak siang ini. Apa boleh buat, setelah Leeteuk datang kami harus mencari tempat lain untuk bicara.
Aku melirik jam tangan ku, hmm jarum jam telah menunjukkan pukul 01:30. Aku mendesah nyaring, apakah dia lupa? Atau, melupakanku? Mm, mungkin akan kutunggu 10 menit lagi. 10, 20, 30 menit, 1 jam telah berlalu. Seakan mendukung kesedihanku, langit mengguyurku dengan air matanya, sudah 1 jam aku menunggu nya dengan keadaan basah kuyup begini. Babo nya aku, malangnya nasibku, apa yang aku pikirkan? Memangnya seorang Leeteuk mau menyia-nyiakan waktu nya hanya demi bertemu dengan gadis tidak penting bernama Taeyeon? Seorang Taeyeon yang bukan berasal dari keluarga kaya ini? Dengan berat hati, aku menyeret kakiku meninggalkan tempat ini, tubuhku menggigil terguyur hujan.

Sesampainya di rumah, ada sebuah bmw silver brtengger di depan rumah ku, hmm apakah leeteuk oppa datang ke rumah ku? Tebakku penuh harap

–selanjutnya–

DEGG DEGG DEGG

“Taeyeon-ah!” sapa seseorang dengan hangat

“Yoona?” aku tak percaya. Aku kira, bmw silver tadi punya leeteuk, tak tahu nya yang datang adalah saudaraku, Yoona. Kami sangat dekat, hubungan kami sudah seperti saudara kandung. Hmm, cantiknya dia.

“Taeyeon! Aku kangen sekali padamu”

“Aku juga, Yoona, kamu cantik sekali…. Hemm, ngomong ngomong, ada apa tiba tiba kemari? Dan.. yang membuatku bingung daritadi, kenapa kau memakai gaun pengantin?” tanyaku penasaran

“Aku baru saja ingin memberi tahu mu, dan inilah maksud kedatangan ku kemari, sebenarnya…. Tadi aku dan calon suamiku mengadakan pesta pertunangan, rencananya bulan depan aku akan menikah dengannya hehehe” wajahnya bersemu merah.

Aisssshhh, enaknya sudara ku ini, sudah cantik, baik, ramah pula. Beruntung sekali lelaki yang akan menikah dengannya nanti, lalu aku berkata

“Waaaa selamat yaaa, Yoona! Aku ikut senang dengan kebahagiaan mu!”

“Gomawo, taeyeon sayang”

“Ngomong ngomong siapa nama tunangan mu, eh calon suamimu?

‘Hem… Pak Jung Soo”

“MWOOOO? Pacarku juga bernama Park Jungsoo!” jawabku kaget bukan main, suara ku naik 3 oktaf.

“Ahhh, taeyeon ini, kau ini masih saja pabo seperti dulu, Korea ini kan sangaaat luas, dan pasti orang yang bernama park jung soo itu tidak hanya 1 orang, bagaimana kalau aku mengenalkan nya kepadamu?”

Jawaban Yoona sedikit menenangkan ku, duh pabo nya aku, nama park jung soo kan bukan hanya leeteuk saja yang punya, huffft.

“Tentu saja aku mau, aku ingin melihat siapakah calon suami mu itu” jawabku

“Kalau begitu lusa di Handel &Gretel café yaaa, jam 2 oke, jangan ngaret!”

“Ne, ne”

Sorry sorry sorry sorry
Naega naega naega meonjeo
Nege nege nege ppajyeo
Ppajyeo ppajyeo beoryeo baby
Shawty Shawty Shawty Shawty
Nuni busyeo busyeo busyeo
Sumi makhyeo makhyeo makhyeo
Naega michyeo michyeo baby

Tepat setelah Yoona pulang, HP ku berdering nyaring. Dunia ku berhenti seketika saat tahu siapa yang menelfonku.

“Yoboseyo?” jawabku malas.
“Taeyeon.. Maaf kan aku, tadi aku tidak bisa datang, akan ku jelaskan nanti. Bagaimana kalau kita bertemu di Handel &Gretel lusa nanti? Jam 2 ya”

“Ne” jawabku buru buru, aku malas berbicara dengannya, huh, dia kira mudah bagiku untuk memaafkannya.

Ehhh.. Tunggu sebentar, apa aku tidak salah dengar? Handel &Gretel? Jam 2? Lusa? Sama persis dengan waktu dan tempat Yoona mengajakku bertemu untuk mengenalkan suaminya. Ahh, sungguh aneh. Tapi tak apalah, nanti aku akan bertemu Leeteuk sebentar, lalu menemui Yoona.

xxXxx

Aku sudah cantik, dan rapi. Akhirnya hari ini tiba juga, aku akan bertemu dengan Yoona dan calon suaminya! Yeaaaaay, aku penasaran sekali, pria seperti apa yang menikah dengan Yoona. Seperti apa ya dia? Ganteng? Keren? Atau tipe tipe orang kaya? Hahahaha, tahu tahu aku sudah sampai tepat di depan pintu masuk handel &Gretel café. Hmm, pengunjung tidak banyak, dengan begitu mataku dengan mudah menangkap sosok Yoona yang tersenyum cerah kearahku, dan disebelahnya, terduduk seorang pria yang tidak lain dan tidak bukan adalah calon suaminya. Ehhh.. tunggu sebentar. Kenapa wajah pria itu terlihat sangat familiar? Eh bukan, seperti nya aku mengenalnya? Aku menyipitkan mataku untuk melihat dengan jelas siapa pria itu, setelah menangkap sosok pria itu dengan jelas, tubuhku langsung lemas.. Dia….

Aku tidak mempercayai penglihatan ku, Leeteuk? Bersama Yoona? Sekarang semua nya terbaca, sekarang semuanya sudah jelas, tunangan Yoona… Calon suami Yoona, adalah Park Jungsoo, Park Jungsoo-ku, Leeteuk-ku… Sekarang apa yang harus aku lakukan? Menarik diri dari tempat ini atau tetap menemui mereka? Melarikan diri dari mimpi buruk ini atau menerima kenyataan pahit ini?
Tidak… Kenyataan ini terlalu pahit untuk diterima. Dengan pipi yang sudah dibanjiri air mata, aku berlari, aku tidak tahu harus kemana…

Leeteuk POV
Disinilah aku berada, di Handel &Gretel Cafe bersama Yoona. Yoona ingin memperkenalkan ku kepada saudara nya, seperti apakah dia? Apa anak orang kaya juga? HA-HA. Yasudahlah tidak apa, lagipula aku juga sudah janjian dengan Taeyeon untuk bertemu, ahhh aku kangen malaikatku itu.

Pintu cafe bergemerincing pelan, ada pengunjung masuk rupanya.
“Itu saudaraku!” seru Yoona dengan penuh semangat.
Hah? Perempuan itu? Seperti nya aku kenal…… TAEYEON?!
“Gadis berambut panjang itu, maksudmu?” tanyaku memastikan
“Betul sekali! Eh…. Kenapa taeyeon pergi lagi? Dan kenapa dia menangis?” kata Yoona bertanya-tanya.
Aku kaget. Kaget sekali. Jantungku berdetak kencang. “ Taeyeon.. Kim Taeyeon? Saudaramu?” tanyaku dengan suara tercekat
“Ne oppa, kau kenal dia?” Yoona penasaran
“Tentu saja…. Dia….”

Taeyeon POV
Perih. Sakit. Rasa itulah yang aku rasakan saat ini. Jadi Leeteuk sudah bertunangan dengan Yoona? Saudaraku? Kenapa harus sepahit ini? Leeteuk belum memutuskan hubungannya denganku, lalu dengan begitu saja dia bertunangan dengan Yoona. Yoona… Kenapa kau setega ini kepadaku, kau tahu kan, aku ini saudaramu… Kenapa kau merampas Leeteuk dariku.. Kenapa? Kenapa? Kenapa tuhan tidak adil…

Teganya, kenapa aku? Kenapa harus aku yang menerima kenyataan sesakit ini? Lalu apa artinya hubungan ku dengan Leeteuk yang sudah berjalan selama 1,3 bulan ini? Aku menangis sepuas puas nya di Achasan Park, di taman tempat aku pertama kalinya bertemu dengan lelaki bernama Park Jungsoo itu.

Setelah air mataku habis, aku segera pulang, mungkin belum terlambat untuk mengatakan kepada appa ku bawa aku ingin ikut dengannya ke Tokyo, lebih baik begitu, tidak mungkin aku menetap di Seoul, aku tidak ingin bertemu dengan dua orang itu. Mengingat nya saja sudah membuat hati dan mataku menangis.

Leeteuk POV
Malam ini, aku pulang dengan pikiran yang sangat kacau. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Siang tadi, saat mengetahui bahwa Yoona adalah saudara Taeyeon, aku langsung merasakan hantaman keras dihatiku. Apa yang sudah kulakukan!? Bertunangan dengan saudara pacarku? Betapa jahatnya diriku. Aku langsung meninggalkan Yoona dan mengejar Taeyeon, tapi terlambat gadis itu sudah berlari jauh meninggalkanku.

“Hai saeng ku, kau kenapa?” sapaan HyoYeon, nuna ku, membuyarkan semua pikiranku
Tanpa ditanya lebih lanjut aku langsung menceritakan semuanya, yah semuanya dengan terbata-bata.
Nuna terlihat kaget, dia menangis sambil berkata, “Leeteuk, seharusnya kau bertindak dari dulu..Kalau aku jadi Taeyeon, aku pasti akan membunuhmu…. Dongsaeng ku, you know what? It’s too late” lalu nuna ku meninggalkan ku dengan keterpurukanku di kamar ini, sepertinya dia ikut menderita.

Taeyeon POV
Hoaaam, sudah jam 9 rupanya, aku segera gosok gigi dan mencuci muka ku, lalu berjalan dengan gontai ke arah meja makan.

“Taeyeon, cepat kau packing barang-barangmu untuk dibawa ke Tokyo, besok jam 9 kita sudah harus berada di airport” appa ku mengingatkan, “lagipula, kamu yakin ingin ikut appa ke Tokyo? Kita disana cukup lama loh..” lanjutnya

“Iya appa, aku yakin kok, tenang saja” walaupun separuh hati ku tidak yakin mau meninggalkan Seoul, meninggalkan Leeteuk.

xxXxx

Leeteuk POV
Sudah kesejuta kalinya aku melirik jam tanganku, errr mana sih wanita tukang dandan itu?

“Annyeong, oppa” sapa orang yang memang sudah kutunggu2 sejak tadi

“Kemana saja sih kau ini? Lihat sekarang jam berapa!” kataku kesal.

“6.15, aduh please deh oppa, baru lewat 15 menit kok..”

“Seharusnya kau lebih menghargai ku” gerutu ku kesal, “Oh ya, ada hal penting yang ingin ku bicarakan, makanya aku memanggil mu ke sini… Aku mohon kepadamu dengan amat sangat, tolong batalkan pernikahan kita.. Aku mohon” aku memasang tampang memelas.

“mwo? Tapi kenapa, oppa? Aku tidak mengerti” Yoona kaget mendengar permintaan ku tadi.

“Ehem, sebenarnya, taeyeon itu.. ehhm, saudara mu itu…”

“YA? Kenapa, oppa? Cepatlah” desaknya

“dia.. Pacarku” akhirnya aku mengatakannya

“Mwo? Oppa, kau tidak sedang bercanda kan? Karena, kalau kau sedang bercanda, sungguh bercanda yang tidak lucu!” tanya Yoona dengan wajah kaget sekaget kaget nya orang kaget yang kaget(?)

Lalu aku menceritakan semuanya kepada gadis bertampang shock itu, mulai dari appa ku yang tidak mendukung hubunganku dengan Taeyeon, sampai menjodohkan ku dengan Yoona.
Yoona yang dari tadi mendengar ceritaku dengan seksama, tak kuasa menahan tangisnya… “Oppa, aku cinta padamu, tapi cintaku pada Taeyeon lebih besar.. aku setuju, lebih baik kita batalkan pernikahan kita nanti. Kita harus meminta maaf kepada Taeyeon, karena jika aku yang berada di posisi nya, aku tidak yakin akan sekuat dia” Yoona akhirnya berbicara.
Huuuuft, leganya. Ternyata Yoona mau membatalkan pernikahan kami. Setelah ini aku akan berbicara kepada appa ku, lalu besok pagi aku dan Yoona akan meminta maaf kepada Taeyeon dan semuanya akan kembali berjalan seperti semula. Terimakasih tuhan.

Taeyeon POV
Jam 7 pagi aku sudah rapi, barang-barang bawaanku sudah beres, tinggal dimasukkan ke dalam bagasi. Aku menyapu pandangan ku, memandang kamarku ini, hemm.. nanti malam aku tidak akan tidur di sini lagi. Pandangan ku tertahan pada sebuah figura pink yang berisikan foto 2 orang namja dan yeoja sedang tertawa lepas terlihat jelas dimata mereka bahwa mereka sangat mencintai. Ya, itu fotoku dengan Leeteuk, kami bahagia sekali waktu itu, tidak ada tanda tanda bahwa akan berakhir dengan tragis seperti ini.

Leeteuk POV
Aku memarkirkan mobilku tepat di depan rumah pacarku. Yoona keluar dari mobil, berjalan mengikutiku memasuki rumah, dan memencet bel rumah Taeyeon. Aku senang sekali hari ini, setelah aku meminta maaf kepada taeyeon, aku yakin kami akan kembali seperti dulu lagi:”

“Leeteuk-ssi, ada apa kemari?” tanya eomma taeyeon setelah membuka pintu

“Ahjumma, bolehkan aku bertemu dengan taeyeon?” aku memohon

“taeyeon? Loh? Dia tidak memberitahumu?” Ahjumma balik bertanya kepadaku, dia tampak kaget

“loh.. memberitahu apa ahjumma?” tanyaku ikut kaget

“taeyeon akan pindah ke Tokyo, dan sudah pergi ke bandara sejak 1 jam yang lalu” jelasnya

“Mwo? Dia naik pesawat jam berapa?”

“9.30, sebentar lagi pesawat nya akan berangkat”

Aku langsung pucat, setelah mengucapkan terimaksih kepada ahjumma, aku langsung melajukan mobilku ke Incheon Airport, semoga masih sempat. Aku tidak menyangka Taeyeon akan senekat ini, menghindariku sampai ke negeri seberang. Terlihat dengan jelas, Yoona yang duduk di sebelah ku ikut pucat.

AAAAAH apa pula ini, disaat genting seperti ini, di gerbang masuk bandara terjadi kemacetan parah, mobil sama sekali tidak bisa dijalankan, disaat seperti ini aku berharap ada sorang dewa yang turun dari langit untuk membantuku menerbangkan mobil.

“Oppa, kau bisa jalan kaki, cepat, 5 menit lagi! Mudah2an keburu, aku akan mengemudikan mobilnya” Yoona mendesakku
Aku tidak bisa berkata-kata lagi, aku segera keluar dari mobil, dan berlari secepat yang aku bisa. Taeyeon.. Tunggu aku.. Saranghaeyo..

Hahh hahh hahh hahh nafasku memburu, dengan segenap kekuatan aku bertanya kepada salah seorang petugas di bandara
“apakah pesawat tujuan tokyo sudah berangkat?”
“belum, tetapi para penumpang sudah memasuki pesawat, tuan” jawab lelaki itu.

Dengan cepat aku menerobos kerumunan orang, mencari-cari Taeyeon. Sampai, mataku menangkap sesosok punggung yang sangat aku kenali.. “TAEYEON!” aku memanggilnya dengan sekuat tenaga.

TO BE CONTINUE~
Makasih buat yang udah baca FF aku ini, kalau ada kesalahan mohon di maklumi yaaaa. Terimakasih jangan lupa comment^^