Title : Lovely step sister PART 7
Author : AnDee
Length : continue
Genre : Romance
Main Cast :
1. Lee Donghae
2. Park Hanna
3. Cho Kyuhyun

Hanna pov

Apa aku mencintai Kyu? Aku jadi bertanya-tanya sendiri dalam hati. Aku sudah mengenalnya hampir 15 tahun, aku menyayanginya tentu saja. bagaimanapun dia sahabat yang selalu ada untukku. Tapi apa sekarang aku mencintainya? Kau tau, ehm maksudku seperti dua orang dewasa antara laki-laki dan wanita yang jatuh cinta bukan sayang antara teman. Aku menggigit bibir bawahku. Aaah ini semua gara-gara Lee Donghae yang tiba-tiba menanyakan itu padaku!

Tiba-tiba aku merasa semuanya gelap, sepasang tangan menutup kedua mataku.

“Tebak siapa aku.” Ujar orang itu

Aku menghela nafas, panjang umur sekali dia baru dipikirkan sudah muncul. Dan dia pikir aku sudah mengenalnya berapa lama sampai tidak hafal suara dan kelakuannya.

“Kyunnie-ah.” Jawabku pendek.

Dia kemudian melepas kedua tangannya dan duduk di sebelahku, di taman belakang rumahku.
“Yaa, kenapa kau tidak menjengukku hari ini?” tanyanya kemudian.
Aku diam sejenak, sudah tiga hari ini aku bolak balik rumah Kyuhyun untuk memastikan keadaannya, tapi sepertinya sekarang dia sudah baikan.
“Kau sudah sembuh.” Jawabku pendek.
“Tetap saja aku masih sakit. Lihat saja aku masih susah berjalan.” Keluhnya.
Aku tersenyum, “lantas kenapa kau kemari?”
“Aku merindukanmu.”
“Hm?” aku memandangnya dengan kedua alis terangkat.
Dia tersenyum, “kenapa? Apa aku salah merindukanmu?”
Aku mengerjapkan mataku beberapa kali.
“Dan mulai besok aku akan sibuk lagi.” Ujarnya lagi.
Aku tau itu. aku hanya mengangguk. “Kau memang selalu sibuk.”
Dia tersenyum lagi. Senyumnya itu bukan senyum tulus, tapi senyum jenaka yang membuatku ingin ikut tersenyum. Apa itu yang disebut cinta? Ikut tersenyum ketika orang yang kau cintai juga tersenyum? Dan tersiksa ketika mendengar orang yang kau cintai mengalami sesuatu yang buruk, seperti kemarin ketika dia kecelakaan.
“Kenapa kau memandangiku seperti itu?” tanyanya membuatku tersadar kemudian membuang wajahku. Jantungku berdegup kencang.
“Tidak, aku hanya memastikan tidak ada luka di wajahmu.” Jawabku berbohong.
“Aku pikir kau terpesona denganku.” Nadanya terdengar menyesal. menyesal dibuat-buat. Dia memang senang menggodaku. Tidak, bukan hanya aku tapi semua yang dekat dengannya. Dia itu benar-benar evil magnae.
**
Donghae pov
Aku melihat Hanna sedang duduk di meja makan dengan beberapa kertas-kertas dimejanya. Mungkin dia sedang mengurusi pekerjaannya. Aku berinisiatif mendekatinya. Perasaanku tidak enak karena beberapa hari lalu ketika kecelakaan Kyu, aku menanyakan sesuatu yang bersifat privasi dan sepertinya dia tidak menyukainya.
“Apa kau sedang sibuk?” tanyaku.
Dia mendongakkan kepalanya sebentar kemudian kembali menekuni kertasnya, “sedikit.”
Aku menghela nafas, “miana..”
Dia kembali melihat ke arahku, “untuk apa?”
“Beberapa hari lalu ketika aku menanyakan…. soal Kyu padamu.” Jawabku
Dia mengangguk, “aku sudah melupakannya.”
“Baiklah kalau begitu.” Aku pikir aku sudah tidak ada yang ingin aku bicarakan lagi dengannya.
“Ehm, Donghae-ssi.”
“Hm?”
“Apa kau sudah makan?” tanyanya
Aku menggeleng, “ada apa?”
Dia kemudian berdiri, “tunggu disini sebentar.”
Dia kemudian menghilang sebentar ke dapur dan muncul kembali dengan sebuah piring ditangannya. Aku kemudian duduk di sebelahnya dan dia mengangsurkan piring. Isinya spageti.
“Kau mau mencoba ini? Tadi aku sempat membuatnya, tapi tidak berani mencoba.” Ujarnya.
“Jadi kau menjadikan aku sebagai kelinci percobaan?” tanyaku dengan satu alis terangkat, tapi tetap tersenyum.
“Ani. Ini tidak beracun, semoga saja.”
Aku menyipitkan mataku memandangnya, “kau… jahat sekali.”
“Aaaaaah ani, ayolah coba.” Dia memaksa. Hais, bagaimana bisa aku tahan dengan paksaannya. Walaupun sepertinya ini tidak aman untuk dimakan, tapi kalau dia yang minta…. fiuh..
Aku kemudian meraih garpu itu dan mencobanya sambil berdoa dalam hati, semoga aku masih bisa bernafas begitu makanan ini masuk ke lambungku. Aku memejamkan mataku. Sedikit asin, asam, manis dan astaga ini pedas sekali.
“Gwenchana? Aigo, kau kenapa? Apa tidak enak?” tanyanya melihat wajahku memerah sepertinya.
Dia segera menyodorkan segelas air padaku dan aku langsung meminumnya.
“Cobalah sendiri.” Jawabku akhirnya.
Dia menelan ludah kemudian dengan ragu mencoba masakannya sendiri. Wajahnya juga langsung memerah karena kepedasan. Dia langsung meraih segelas air putih.
“Pedas sekali….” keluhnya.
“Kau ini lebih baik memesan di rumah makan saja. Kenapa repot-repot memasak?” tanyaku lagi sambil tersenyum ke arahnya.
“Sedang ingin saja. Teman sekantorku memasak spageti tadi pagi sebagai bekal dan rasanya enak sekali. Kenapa giliran aku rasanya kacau seperti ini?” keluhnya lagi.
“Mungkin kau salah memasukkan takaran bumbu di sausnya.” Jawabku sambil menunjuk bibir bawahku. Maksudku menunjukkan kalau ada sisa saus dipinggir bibir bawahnya.
“Hm?” dia mengangkat dua alisnya.
Aku kemudian berinisiatif membersihkan sisa saus itu dengan ibu jariku. Tanganku terhenti dibibirnya. Kami berdua saling memandang dan akhirnya aku tidak bisa menahan diriku. Aku mencondongkan wajahku dan mencium bibirnya. Dia tidak menolak. Hanya diam saja. Aku semakin dalam menciumnya.

Hanna pov
Aku menutup pintu kamarku dengan kasar. Astaga, apa yang baru saja aku lakukan dengan Donghae di meja makan. Bagaimana aku hanya terdiam ketika dia mencium bibirku dan itu berlangsung cukup lama!
Pabo! Pabo! Pabo!
Kenapa aku tidak mundur atau melawan atau apa. Kenapa aku diam dan pasrah saja?! Haiiisssssssss Park Hanna!!
Aku memegang bibirku dan memejamkan mata. Jantungku berdegup tidak beraturan. Kenapa aku bodoh sekali? Aaaah lari kemana sikap dingin dan galakku. Kenapa aku tidak menamparnya tadi, dia sudah kurang ajar. Tapi kenapa aku malah diam saja seolah menerima perlakuannya?
Tok.. tok.. tok..
“Hanna-ah…” Suara Donghae.
Hais, mau apalagi dia? Aku menggigit bibir bawahku. Eotokke? Atau aku pura-pura tidur saja. Konyol, bagaimana bisa aku pura-pura tidur setelah kejadian tadi.
“Hanna-ah, gwenchana? Apa aku membuat kesalahan lagi? Ah, miana. Tapi aku tulus melakukannya.” Ujarnya padaku. Kenapa suaranya seperti bersalah seperti itu? hais, sebenarnya ini bukan sepenuhnya salahnya. Eh, salanya sih tapi seharusnya aku bisa menolaknya.
Ne? Tulus melakukannya?
“Hanna, aku….”
Aku membuka pintu dan menunggunya melanjutkan kalimatnya, “kau?”
Dia menarik nafas terlebih dahulu, “aku melakukannya karena aku mencintaimu.”
“Mwo?” tanyaku tidak percaya. Dia bilang apa? Mencintaiku?!
“Aku tau ini salah, tapi aku tidak bisa membohongi diriku terlalu lama. Aku mencintaimu.” Jelasnya lagi membuatku semakin kaget.
“Apa kau sedang mabuk? Atau kau gila sekarang?”
“Ne, sepertinya aku gila. Itu karena kau! Apa kau tidak sadar?”
Dia tiba-tiba terlihat emosional.
“Hampir empat tahun aku memendam perasaan ini padamu. Jadi aku pikir wajar saja kalau sekarang aku gila!”
“Lee Donghae, kau!”
“Wae? Kau tau betapa tersiksanya aku memendam semua ini padamu? Melihatmu dengan Kyuhyun apalagi! Tidakkah kau mengerti itu?”
“Tidak! Tidak boleh seperti ini!” hardikku keras
“Kenapa tidak boleh seperti ini?! Aku lelaki normal, dan kau wanita. Tidak ada yang salahkan?”
“Mwo?! Tentu saja salah karena kita saudara tiri!!”
“Tapi Kita tidak sedarah!”
“Aku tidak mencintaimu!” jawabku akhirnya.
Membuat Donghae terdiam seketika. Tatapannya juga berubah yang tadinya berapi-api dan api itu sepertinya sekarang sudah padam. Aku mengatur nafasku yang menggebu-gebu karena beradu emosi dengannya. Suasana hening sejenak.
“Arasseo, harusnya aku memperkirakan hal itu. kau tidak mungkin mencintaiku.” Jawabnya dengan nada kecewa.
Entah kenapa aku merasa ada denyut menyakitkan dihatiku mendengar nada suaranya seperti itu. apa aku menyakitinya? Aku merasa bersalah. Sepertinya aku kejam sekali. Aigooo Hanna, apalagi ini!
Dia mengangguk dan tersenyum dipaksakan, “mianhaeyo kalau aku sudah kurang ajar denganmu tadi. Jeongmal mianhaeyo.”
Dia kemudian berbalik pergi. Tinggallah aku berdiri mematung dengan hati galau.
**
Well, how readers? Cukup panjangkah part ini? Mbeheheeeee~
Two part left then it’ll fin!
I think that most of you wish Donghae will marry with Hanna right? Kekekekkk