Author: Dian Linglung

Length:Oneshoot

Genre: Comedy,romance

Cast :Choi Ha ni (oc)

Jung Yunho

Cho Kyuhyun

Choi Siwon

and other

Ha ni pov

“SEUNG MA…… huhuhu” teriakku setelah sampai di dalam kelas.

“Kau kenapa? Datang2 sudah teriak2 gak jelas.”

“Soulmateku ilang.. hhuhuh.”

“Hah? Eun chan? Yunho? Hilang dimana?”

“Bukan itu pabo.. tapi earphoneku.”

“MWO?”

“Earphone ku ilang.. nyawaku ilang ..”

“Yak kau ini, aku kira eun chan atau yunho ilang tenggelem di cimanuk.” *cimanuk=nama sungai di garut.. hehe*

“Jangan sembarangan kau gu seung ma.”ujarku menatapnya tajam.

Kehilangan earphone membuatku rungsing seharian ini, aku tidak bisa melakukan sesuatu dengan benar.

Argh……

**

“Beberapa paper kalian ada yang dikembalikan, saya harap kalian memperbaikinya.” Ujar jangsongsenim..

Deg.. mampus dah kalo paper punya ku di kembalikan..

“Shin eun ji.”

Paper punya eun ji dekembalikan bagaimana denganku. Paper di tangan jang songsenim tinggal satu lagi aku dan seung ma berpelukan, serasa ikutan audisi pas pengumuman yang lolosnya.

“Choi ha ni.”

Jeger…

Aku melangkahkan kaki dengan goyah, mimpi apa aku semalem ko apes mulu sih

“apes.. apes.. apes..” gerutuku

Aku kembali duduk di kursi ku sambil menggerutu dan juga mengabsen nama2 binatang.. (don’t try this at home ya)

Drrt.. drrt

From : Dongsaengku

Eonni, kau pasti tidak akan percaya dengan apa yang ku lihat. Ara memakai gantungan hp teddy bear yang sama percis yang di pakai yunpa.

Deg…

To : Dongsaengku

IGE MWOYA???????

YUNPA AKAN KUBUNUH KAUUUUUU…….

Ooh.. malangnya nasibku….

**

Sepulang kuliah aku pergi ke sawah untuk menemui justin..

“Justin… kau tahu, aku kehilangan earphoneku hari ini, benda itu soulmateku, nyawaku, tanpanya aku kayak mayat idup. Kau tau? Perasaanku hari ini kacau sekali.” Curhatku panjang lebar,

“…”

”justin kenapa kau tidak berkata apapun hah? Aku butuh pendapatmu.” Ujarku sambil mengelus justin.

“Yak choi ha ni.. justin itu kan seekor kerbau dia tidak mungkin bisa berbicara, mengerti omongan mu saja tidak.” Ujar seseorang di sampingku.

“Kau sedang apa di sini cho kyuhyun?” tanyaku heran, kenapa dia tiba2 sudah berada di sampingku..

“Aku baru saja selesai memberi makan Edward. Kalo oppamu melihat kelakuan mu ini dia pasti mengirim mu ke rumah sakit jiwa.”

“Memangnya aku ini gila hah?”

“Terus yang kau lakukan sekarang ini apa hah? Kalo kau waras kau tidak mungkin berbicara pada seekor kerbau.”

“Kau berkata seperti itu, seperti yang tidak pernah melakukannya.”

“Maksudmu?”

“Hey evilkyu memangnya aku tidak tau, kau itu juga kan sering berbicara pada Edward kambingnya mang soleh. Setiap kau merindukan eun chan. Aku tidak bisa membayangkan reaksi eun chan ketika dia tahu kalo dia disamakan dengan seekor kambing.” Ujarku tajam.

“MWO? Kau memata mataiku hah?”

Aura setan yang dimilikinya menyeruak dimana mana. Aku tidak mau berurusan dengannya lagi. Cukup sudah.

Aku berlari menjauh dari kyuhyun yang menatapku marah. Berlari di tengah sawah dengan jalan yang sempit dan becek membuatku kesulitan dan Tiba2..

Bruk…

“ARGH…. “ teriakku. aku jatuh di sawah badanku penuh lumpur.

“Telor telor ulet ulet kepompong kupu-kupu kasian dech lu.” Ejek kyuhyun disertai dengan tawanya yang meledak.

Aku mengumpulkan lumpur di tanganku, berniat untuk melempar kyuhyun dengan lumpur. Tapi sayang namja sialan itu sudah menghilang entah kemana.

“SETAN SIALAN” teriakku.

**

Aku berjalan lunglai menuju rumah, dengan badan yang penuh lumpur. Orang2 di sekitar melihatku dengan tatapan mengejek. Akh aku tidak peduli.

Aku tiba di rumah dan perlahan membuka pintu pagar.

Byur…

Aku diam terpaku. “sempurna.” Gumamku. Oppa menyiramku dengan air kotor bekas membersihkan vespa kesayangannya. Dia memandangku kaget.

“Ya ampun.. mian, ha ni oppa tidak melihat kedatanganmu.” Ujarnya sambil menghampiriku. “Kau kotor sekali. Kau kenapa?”

“Gomawo oppa, kau telah menyempurnakan kesialanku hari ini.”

“MWO?”

“Pertama, earphone ku hilang. kedua, paper ku dikembalikan dan aku harus mengulangnya dari awal. ketiga, aku jatuh di sawah, dan yang terakhir kau menyiramku dengan air kotor.” Ujarku lirih.

Oppa memandangku dengan kasian. “Mian, ha ni.” Sambil mengelus rambutku yang sudah sangat dipastikan lengket.

“Cepat masuk dan bersihkan badanmu.” Ujarnya sambil menarikku masuk ke dalam rumah.

**

Aku membuka mataku perlahan, kamarku gelap, sudah malam ternyata.

Kuruyuk.. kuruyuk..

Wow,, perutku bunyi, mmh aku ingat aku belum makan dari siang. Aku beranjak dari tempat tidur dan keluar kamar.

“Oppa..aku lapar”

Aku melihat yunho berada di ruang tengah bersama siwon oppa. Aku tidak mempedulikannya, aku berjalan menuju dapur mencari makanan.

“Kau sudah bangun, baguslah. Yunho ayo ikut kami makan malam.”

Di meja makan sudah tersedia banyak makanan, aku langsung duduk dan mengambil mangkuk dan menyendokan nasi.

“Hatcih…”

“Kau sakit?” Tanya siwon oppa, yang sudah duduk di sampingku.

“Gwenchana oppa. Hatcih.”

Tangan siwon oppa, menyentuh keningku,

“Badanmu hangat.”

“Ya iyalah oppa, kalo dingin berarti aku mati donk.” Ujarku nyeleneh.

Pletak….

“Aku serius.”

“Aish.. oppa sakit tau.”

Yunho memandangku dengan khawatir.

“Jangan memandangku seperti itu, aku tidak suka.” Ujarku sinis padanya. Akh aku malas sekali melihat wajahnya setelah sms dari eun chan tadi siang.

**

Aku duduk sendirian di loteng rumah, memandang langit. Ini sudah jadi kebiasaanku kalo sedang bad mood. Sambil mendengarkan music tentunya.. haha.

Aku ngebajak ipod punya oppa. Akh, oppa belum mau membelikan ipod untukku klo ip ku belum 4.. aish.. butuh kerja keras sepertinya.

‘Wow.. paramore ignorance’gumamku, aku suka lagu ini, irama nya yang menghentak membuatku lupa akan kesialan2ku hari ini.

Aku sangat menikmati lagunya sampai seseorang menyentuh pundakku pelan. Aku berbalik dan mendapati yunho sedang menatapku sambil tersenyum.

Aish.. senyuman itu jantungku bekerja lebih cepat, heran dah, padahal kan dia sudah jadi namjachinguku sudah ampir 1 tahun. Tapi tetap saja.

“Sedang bad mood ha ni ssi?” tanyanya yang sudah duduk di sampingku.

Aku melepas satu earphone yang menggantung di telingaku.

“Mana handphone mu?” tanyaku tanpa mempedulikan pertanyaannya.

dia membawa handphone di dalam saku celananya, dan menyerahkan padaku. Aku mengambilnya, benar saja ada boneka teddy bear yang menggantung manis di handphonenya.

Aku melihat gantungan itu dengan hati yang terkoyak, dadaku sesak.

“Bukankah gantungan ini couple?” tanyaku, awas kalo kau jawab iya.

“Ne.” jawabnya singkat, tanpa menatapku.

Aku menarik nafas berusaha untuk mengendalikan diri.

“Gantungan yang satu lagi ada di mana?” tanyaku lirih, sambil menatapnya dengan harapan dia menjawab, ada di rumah.

“Kuberikan pada Ara.”

Deg…

Jawaban yang sama sekali tidak ingin aku dengar.

“Oh.” Ujarku singkat aku tidak bisa berkata apa2 lagi, aku menyerahkan handphonenya.

Aku memasangkan earphone yang tadi kulepas dan beranjak meninggalkan tempat ini. tapi langkahku terhenti, yunho tiba2 mencekal tanganku, yang membuatku kembali terduduk.

Dia menatapku dalam,dan melepas earphone yang ku pakai.

“Dengar baik2, ara hanya sahabat baikku. Tak lebih. Dia hanya memiliki gantungan yang sama denganku bukan hatiku. Hatiku hanya milikmu. Kau harus percaya itu. Saranghae ha ni~~ah.” Ujarnya lembut.

“Nado saranghae oppa.” Balasku. Aish dia memang paling bisa meluluhkan hatiku. Dan aku tak bisa lebih lama marah padanya.

Tiba2 wajahnya mendekat, aku bisa merasakan hembusan nafasnya yang hangat. Dia menatapku tepat di bola mata.

“Ha ni~~ah kenapa matamu bintitan? Kau habis menonton video yadong y?”

“MWO?” Aku membelalakkan mata tak percaya dengan apa yang dia katakan.

Tiba2 suara tawanya meledak.

“Oppa, kau merusak suasana.” Ujarku dengan wajah yang di tekuk.

THE END