Title : PERFECT GIRL EVOLUTION (part 1)
Author : Mardha Tilla Septiani ( twitter : @mardaa_ )
Genre : Romance, Comedy
Length : Continue
Main Cast : Cho Kyuhyun

***

PERFECT GIRL EVOLUTION

…cause you want a perfect girl and I’m not what you expect…
(SOKO- Shitty Day)

“baiklah, siapa yang bisa mengerjakan soal ini?” Tanya seorang pria yang agak tua. Ia berdiri di depan kelas sambil memegang spidol papan tulis. Lee sonsaengnim, itulah namanya. Ia merupakan seorang guru matematika di Seoul High School.

Seluruh siswa-siswi di ruangan itu hanya diam untuk beberapa saat, sampai tiba-tiba ada seorang siswi yang mengacungkan tangannya, “saya, sonsaengnim,” ucapnya dengan penuh percaya diri. (Sonsaengnim: Guru)

Ucapan gadis itu membuat seisi kelas menoleh kepadanya. Mereka semua heran siapa yang bisa mengerjakan soal super sulit dari guru killer itu. Namun semua siswa langsung maklum ketika mata mereka menangkap sosok yang mengacungkan tangan itu. Gadis dengan rambut di kepang dua dan kacamata yang amat tebal, Kim Yoorin, dialah yang mengacungkan tangan dengan percaya diri untuk mengerjakan soal. Soal yang amat sangat sulit bagi sebagian besar murid lainnya.

Bukan hal mengejutkan jika seorang Kim Yoorin yang berani mencoba mengerjakan soal itu. Seorang juara olimpiade matematika. Seorang gadis yang sempurna hampir di setiap mata pelajaran. Sang ketua OSIS. Sang juara kelas. Si perempuan serba bisa.

Lee sonsaengnim tersenyum kepadanya, “silahkan kerjakan di depan,” ucapnya. Yoorin pun melangkah maju kedepan kelas, kemudian mengambil spidol yang berada di tangan gurunya itu.

Beberapa saat kemudian tangannya sibuk bergerak dengan lancar di atas papan tulis putih. Pikirannya berkonsentrasi penuh pada soal itu, tanpa peduli sedikitpun dengan bisikan-bisikan siswa lain yang kagum akan kecerdasannya. Ia bisa mengerjakan soal itu tanpa ada kendala sedikitpun. Tentu saja, Bukankah Yoorin adalah perempuan serba bisa? Mana mungkin soal ini tidak bisa dikerjakannya.

Gurunya tersenyum puas saat Yoorin telah selesai mengerjakan soal itu, “bagus! Jawabannya benar,” puji Lee Sonsaengnim sambil melihat hasil pekerjaan gadis itu. “terima kasih, silahkan duduk kembali,” ucap Lee sonsaengnim pada Yoorin. Yoorin berbalik dan kembali ke tempat duduknya dengan sigap.

“waaah~ gadis itu hebat sekali, kan, Kyuhyun-ah?” ujar salah seorang siswa yang bernama Park Jihoo. Ia mengatakan hal itu dengan setengah berbisik pada temannya yang bernama Cho Kyuhyun, sehingga tidak ada orang lain yang mendengar pembicaraan mereka. Jihoo masih berdecak kagum melihat Yoorin. “dia pintar sekali. Dia memang serba bisa!” ucapnya lagi.

Kyuhyun hanya memandang dengan jengah, “cih~” cibirnya. “apanya yang serba bisa?” protes Kyuhyun pada Jihoo. Jihoo tampak memandang sahabatnya itu dengan maklum. Ia sudah tahu kenapa Kyuhyun tidak setuju dengan ucapannya.

Cho Kyuhyun, seorang siswa tampan di Seoul High School. Merupakan juara Olimpiade Matematika juga, sama seperti Yoorin tetapi berbeda tahun. Kyuhyun memenangkan olimpiade matematika tahun lalu, Namun hanya memenangkan setingkat Seoul saja. Sedangkan Yoorin? Ia baru saja memenangkan Olimpiade Matematika tahun ini untuk tingkat nasional. Itu artinya, tahun ini ia telah mengalahkan seluruh siswa peserta olimpiade matematika dari berbagai daerah di korea. Dan Kyuhyun termasuk salah satu di antara sekian banyak siswa yang kalah itu.

Dan kau tahu? Seorang Cho Kyuhyun benar-benar tidak suka di kalahkan, apalagi oleh seorang perempuan. Terlebih lagi perempuan itu satu kelas dengannya di sekolah. Bisa dibayangkan betapa kesalnya Kyuhyun saat semua orang membandingkan prestasi yang di gapainya dengan prestasi Yoorin. Mereka semua seolah menganggap prestasi Kyuhyun itu tidak ada apa-apanya dibanding Yoorin.

Tapi itu bukan berarti Kyuhyun membenci Yoorin. Perempuan itu tidak melakukan suatu kesalahan fatal padanya. Jadi bagaimana mungkin Kyuhyun membencinya? Ia hanya merasa… kalah.

Dan baru kali ini Kyuhyun merasa kalah telak dari seorang perempuan.

***

Yoorin berjalan dengan santai di koridor sekolah sambil membawa setumpuk buku yang berat. Ia membawa buku-buku itu dari perpustakaan sekolah atas perintah salah seorang guru.

“aigoo~ berat sekali buku-buku ini,” keluh Yoorin. Ia agak sedikit kesal dengan gurunya itu. Apa dia tidak berpikir bahwa buku-buku ini berat? Dan lagi, Yoorin kan seorang perempuan. Kekuatannya tidak sebegitu besarnya untuk membawa buku-buku ini dengan mudah.

“waaah~ Yoorin-ssi, kau kuat sekali membawa buku sebanyak itu,” sapa seorang pria yang merupakan teman sekelas Yoorin, “hebat! Aku saja belum tentu bisa membawanya,” ucap pria itu lagi sambil menepuk-nepuk pundak Yoorin. Yoorin hanya tersenyum singkat padanya. Beberapa saat kemudian temannya itu berjalan mendahuluinya tanpa mengucapkan apapun lagi.

“cih,” cibir Yoorin pelan saat pria itu telah meninggalkannya. “apa dia tidak punya niat sedikitpun untuk menolongku? Dasar kejam,” ucapnya. Ia menyeka keringat yang mengalir di dahinya dan meletakkan buku-buku itu di atas lantai koridor. “haaa~ berat sekali,” keluhnya lagi.

Kemudian ia kembali mengangkat buku-buku itu dan berjalan menuju ruang guru. Selama di perjalanan, banyak teman-temannya yang menyapa. Namun tak satupun yang menawarkan bantuan. Tidak seorangpun.

Apa mereka pikir aku tidak keberatan sama sekali? Batin Yoorin. Yah, mungkin semua temannya berpikir bahwa Yoorin sama sekali tidak kesulitan. Bukankah dia adalah perempuan serba bisa? Mana mungkin setumpuk buku yang berat akan membuatnya kesulitan.

“perempuan serba bisa…” lirih Yoorin. Benarkah ia memang seperti itu? Kalau iya, lantas apa asyiknya dengan predikat itu? Toh semua orang hanya menganggap Yoorin bisa melakukan segalanya tanpa perlu bantuan sedikitpun. Membuat Yoorin merasa hanya sendirian saja. Mereka seolah berpikir bahwa Yoorin tidak memiliki kelemahan.

‘Aku juga manusia biasa yang punya kelemahan’ ucap Yoorin dalam hati.

Yoorin masih saja berjalan di koridor sekolah. Ia berjalan dengan kelelahan. Maklum saja, jarak antara perpustakaan sekolah dan kantor guru lumayan jauh. Apalagi Yoorin membawa begitu banyak buku di tangannya.

“Yoorin-ah, ada ulat di pundakmu!” ucap seseorang dengan setengah berteriak. Yoorin tidak begitu mengetahui dengan pasti suara siapa itu. Ia juga tidak begitu peduli siapa yang menegurnya. Yang lebih ia pedulikan adalah ucapannya, karena pria yang menyapanya tadi mengatakan sebuah kata tabu di telinganya. Apa itu tadi? Ulat katanya?

“HYAAAAAAAAA!” teriak Yoorin sekuat tenaga, “siapa saja, tolong! Tolong buang hewan itu dari pundakku!!!” Yoorin benar-benar ketakutan. Ia tidak peduli bagaimana orang-orang menilai reaksinya yang berlebihan, yang pasti hewan itu harus pergi dulu dari pundaknya. Menjauh sejauh mungkin dari tubuhnya. Ia tidak berpura-pura. Ia memang takut setengah mati dengan hewan itu.

Selama beberapa detik yang terasa bagai seabad bagi Yoorin, ia hanya berjongkok di koridor dengan ketakutan. Namun Yoorin bisa merasakan bahwa ada tangan seseorang yang menyentuh pundaknya. Mungkin orang itu sedang berusaha membuang ulat itu.

“sudah, kau tenang saja,” ucap seseorang. Suaranya adalah suara yang sama dengan yang menegurnya tadi. “ulatnya sudah ku buang,” ucap orang itu lagi.

Yoorin menolehkan kepalanya, hendak melihat sosok yang telah menolongnya. “ah, te… terima kasih banyak….” ucap Yoorin terbata-bata, “….Kyuhyun-ssi”. Ya, pria yang baru saja menolongnya adalah Cho Kyuhyun.

Kyuhyun mengulurkan tangannya untuk membantu Yoorin berdiri, namun uluran itu segera di tepis Yoorin. “aniyo, aku bisa sendiri,” ucap Yoorin pada Kyuhyun. Ia bukannya menolak uluran tangan Kyuhyun karena membenci pria itu, tetapi hanya untuk berdiri bukanlah sesuatu yang harus dilakukan dengan bantuan orang lain. Yoorin bukan gadis selemah itu, sampai-sampai jika berdiri harus di tolong. Ia bisa sendiri.

Kyuhyun tampak maklum saat uluran tangannya di tepis Yoorin. Beberapa saat kemudian ia melihat lantai koridor yang berantakan. Buku-buku yang tadinya di bawa Yoorin berserakan disana. Kyuhyun segera berjalan untuk mengumpulkan buku-buku itu.

Yoorin sendiri kaget saat melihat buku-bukunya berserakan di lantai. Ternyata saat ia ketakutan tadi, tanpa sengaja ia melepaskan seluruh buku itu dari tangannya. Akibatnya buku-buku itu berjatuhan ke lantai dengan sukses.

“aaah, jangan sampai bukunya rusak,” ucap Yoorin. Ia berjalan mendekati Kyuhyun dan ikut mengumpulkan buku yang ia jatuhkan.

Kyuhyun masih mengumpulkan buku-buku itu. “aish~ tak kusangka kau juga memiliki kelemahan,” ucap Kyuhyun sambil terkekeh geli. Yoorin tampak kaget mendengar ucapan pria itu. “eh?” ucapnya.

Buku-buku yang tadinya berserakan di lantai koridor, kini telah mereka berdua kumpulkan dan telah tersusun rapi. Kyuhyun menyerahkan buku-buku itu pada Yoorin. “Ne, ternyata kelemahanmu yang serba bisa itu adalah ulat,” ucap Kyuhyun sambil tertawa. “Kau ini menarik sekali, Yoorin-ah,” ujar Kyuhyun, kemudian berjalan mendahului Yoorin.

Yoorin tidak merespon ucapan Kyuhyun. Ia terlalu kaget mendengar ucapan pria itu sehingga tidak bisa berkata-kata lagi. Terlalu banyak kata-kata mengejutkan di telinga Yoorin.

ternyata kelemahanmu yang serba bisa itu adalah ulat.

Kata-kata Kyuhyun barusan kembali terngiang di telinganya. Kelemahan. Baru kali ini ada seseorang yang mengatakan hal itu. Baru kali ini pula ada temannya yang berkata bahwa Yoorin punya kelemahan. Padahal biasanya mereka menganggap Yoorin serba bisa dan seolah menganggap Yoorin tidak memiliki kelemahan.

Kau ini menarik sekali, Yoorin-ah.

Lagi, kata-kata Kyuhyun kembali terngiang di telinganya lagi. Dan lagi-lagi, baru kali ini ada seseorang yang mengatakan hal seperti itu. Biasanya mereka selalu menganggap Yoorin membosankan. Tetapi kali ini ada seseorang yang mengatakan bahwa ia ‘menarik’. Bukankah dia adalah orang yang membosankan? Bagaimana mungkin ia bisa di bilang menarik?

Yoorin menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya secara perlahan. Ia harus menenangkan pikirannya yang sesaat kacau karena seorang pria bernama Cho Kyuhyun. Ia harus segera mengantarkan buku-buku ini ke ruang guru. Paling tidak gurunya itu telah memberinya tugas, yang berarti bahwa guru itu percaya padanya. Jangan sampai ia mengecewakan gurunya.

Ia kembali berjalan dengan tenang seolah tidak terjadi apa-apa. Namun entah kenapa bibirnya sibuk tersenyum tanpa bisa ia kendalikan. Dan entah kenapa pikirannya tidak bisa fokus pada hal lain, kecuali pada kata-kata yang di ucapkan Kyuhyun padanya. Ia berusaha mengendalikan senyuman bodoh yang tak kunjung hilang dari bibirnya. Ia juga berusaha mengendalikan pikirannya yang sibuk memikirkan Kyuhyun. Tapi semua itu tak semudah yang ia bayangkan. Yoorin sendiri heran kenapa dia bisa seperti ini.

Bibirnya tak henti tersenyum. Pikirannya tak henti memikirkan Kyuhyun. Ucapan Kyuhyun tak henti terngiang di otaknya. Yoorin merasa detak jantungnya tidak karuan. Ada apa ini?

Dan Baru kali ini Yoorin merasakan pikirannya kacau hanya karena seorang pria.

***

*The next day*

Semua siswa kelas IIIA Seoul High School sedang berada di laboratoriun sekolah. Mereka akan mengadakan praktikum untuk pelajaran Biologi. Semuanya hadir tanpa terkecuali, termasuk Yoorin dan Kyuhyun.

Sudah lima menit waktu berlalu, namun guru mereka belum juga datang ke Lab itu. Murid-murid yang merasa bosan karena tidak ada kegiatan, akhirnya hanya mengobrol satu sama lain, membuat ruangan itu benar-benar berisik. Mereka membahas berbagai hal dari yang amat sangat penting sampai hal-hal yang benar-benar amat sangat tidak penting, seperti membahas kepang dua yang selalu bertengger di kepala Yoorin.

Dua orang yang tengah membahas hal itu adalah Shin Min young dan Yoon Soo Hee. Tetapi daripada membahas, lebih tepatnya mereka sedang mengejek Yoorin. Entahlah, mungkin dua orang itu iri dengan kecerdasan Yoorin.

“kau perhatikan saja! Kacamatanya setebal novel Harry Potter. Belum lagi, Apa itu kepangan hitam yang ada di kepalanya? Seperti tali tambang!” ucap Minyoung. Ia berkata dengan volume suara yang tidak terlalu besar, sehingga Yoorin tidak bisa mendengar ucapannya. Lagipula posisi mereka saat ini agak berjauhan.

Soohee terkekeh geli mendengar ucapan temannya, “hahaha, kau benar sekali, youngie-ah. Ada baiknya tali tambang itu kita potong saja,” ucapnya. Minyoung tampak heran mendengarnya, “eh? Di potong? Untuk apa?” tanyanya penasaran.

Soohe menjawab dengan santai, “kita gantung saja potongan rambutnya yang hitam itu di tempat-tempat menyeramkan. Siapa tahu, jika ada hantu, hantu itu malah takut melihat kepangan rambut Yoorin,” ucap Soohee dengan bercanda. Mendengar ucapan Soohee, minyoung langsung tertawa terbahak-bahak. Begitu pula dengan Soohee.

Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang menatap mereka dengan sinis sedari tadi. Ya, Cho Kyuhyun. Bukannya Kyuhyun ingin menguping, hanya saja Ia mendengar semua perbincangan dua perempuan tukang gosip itu karena ia duduk di belakang mereka berdua. Kyuhyun merasa geram mendengar ucapan mereka berdua. Ia tidak bisa tinggal diam.

Kyuhyun berdiri dari duduknya dan menarik kuncir rambut Minyoung dari belakang. Tentu saja minyoung menolehkan kepalanya, “YA! Sakit, tahu?!” protesnya. Ia segera mengambil cermin kecil dari tasnya dan melihat tatanan rambutnya yang ditarik Kyuhyun. “aish~ kau merusak rambutku! Aku sudah menatanya sebagus mungkin tadi pagi,” rutuk Minyoung. Kyuhyun menatap gadis itu tanpa rasa bersalah sedikitpun, “cih~” cibirnya sambil duduk kembali ke tempatnya. Bahkan mengucapkan maaf pun tidak Kyuhyun lakukan. Buat apa? Toh dia memang sengaja.

Soohee mendorong pundak minyoung dengan pelan, berusaha memberikannya isyarat. Minyoung menoleh ke arah Soohee dan melihat gadis itu menggelengkan kepalanya. Tidak begitu sulit bagi Minyoung untuk memahami maksud soohee. Soohee pasti melarangnya membentak Kyuhyun seperti barusan. Yah, wajar saja. Sahabatnya itu menyukai Kyuhyun. Tentu Soohee tidak ingin image-nya jadi buruk di mata Kyuhyun.

Soohee merapikan rambutnya yang sedikit berantakan dengan cepat. Ia menoleh ke arah Kyuhyun yang tampak tidak peduli, “ah~ mianhae, Kyuhyunnie. Maafkan ucapan temanku tadi,” kata Soohee.

Kyuhyun masih saja tidak peduli. Namun beberapa saat kemudian ia kembali menarik kunciran rambut minyoung. Padahal gadis itu sudah menatanya kembali. “YA! Kau ini mau apa, hah?!” bentak minyoung kesal. Terserahlah Soohee mau marah atau tidak terhadapnya, tapi ini masalah rambut, salah satu bagian tubuhnya yang paling ia banggakan. Karena menurutnya, rambutnya itu benar-benar bagus.

Kyuhyun menatap gadis itu dengan jengah, “aniyo~ aku tidak mau apa-apa,” ucapnya santai. “aku hanya risih melihat tatanan rambutmu. Entah kenapa setiap melihat rambutmu, aku jadi ingin memotongnya dan menjadikannya sapu di rumahku,” Kyuhyun mengangkat bahunya dengan ringan, “yah…kau tahu? Rambutmu benar-benar persis seperti sapu di rumahku,” kata Kyuhyun sinis.

Minyoung benar-benar naik darah mendengar ucapan Kyuhyun. Ia hendak membalas ucapan pria itu, “apa-apaan ka…”

“dan kau, Yoon Soohee,” kata Kyuhyun sambil menunjuk perempuan itu. Minyoung diam karena ucapannya di potong Kyuhyun, sedangkan soohee sedang gugup setengah mati karena Kyuhyun akan berkata sesuatu padanya. Namun Kyuhyun malah memandangnya dengan sinis, tidak seperti yang soohee harapkan. “aku juga merasa geli melihat tatanan rambutmu,” ucap Kyuhyun.

Soohee tampak kaget mendengarnya, “eh? Ap…. apa maksudmu, Kyuhyunnie?” tanya Soohee.

“apa itu jepit rambut yang bertengger di kepalamu? Bentuknya lollipop, hah?” tanya Kyuhyun memastikan. Sementara soohee tidak bisa menjawab apa-apa karena dia bingung akan maksud Kyuhyun. Kyuhyun menunjuk rambut Soohee dengan tatapan merendahkan, “sejujurnya, aksesori itu benar-benar tidak cocok untukmu. Benda seperti itu cocok di pakai oleh gadis yang wajahnya imut. Dan kau? Kau tahu, kan, kalau tampangmu tidak masuk dalam kategori itu?”

Soohee berusaha mengendalikan emosinya. Ia bingung harus berkata apa, sehingga yang keluar dari bibirnya hanyalah ucapan lirih, “Kyuhyunnie….”

Kyuhyun tampak tidak peduli dengan lirihan gadis itu barusan. “kau mengerti maksudku? Melihat benda itu di kepalamu seperti… ah, apa ya?” Kyuhyun tampak berpikir selama beberapa detik. “O! Benar-benar seperti nenek-nenek. Coba saja kau bayangkan jika ada seorang nenek tua yang memakai jepit rambut lolipop di kepalanya. Nah, seperti itulah kau saat ini,” ucap Kyuhyun santai. “dan berhenti memanggilku ‘Kyuhyunnie’. Kata itu terdengar menjijikkan jika kau yang mengucapkannya,” Kyuhyun memberi penekanan pada kata yang ia ucapkan, terutama pada kata ‘menjijikkan’.

Soohee terhenyak kaget mendengar ucapan Kyuhyun. Air matanya serasa ingin keluar. Namun ia berusaha sekuat tenaga menahan air mata itu agar tidak jatuh. Kyuhyun berdiri dan berjalan menjauhi dua perempuan itu. Namun baru beberapa langkah berjalan, ia kembali lagi.

“ah, aku lupa mengatakan sesuatu,” kata Kyuhyun dengan santai. “sebenarnya kepangan hitam yang kalian sebut tali tambang itu jauh lebih baik daripada nenek tua dengan aksesori lollipop dan kuncir rambut yang seperti sapu”. Setelah mengucapkan itu, Kyuhyun berbalik meninggalkan dua perempuan yang masih terhenyak kaget karena ucapan pedasnya.

Dua gadis itu, Shin Minyoung dan Yoon Soohee, saling menatap satu sama lain dengan khawatir. Mereka berdua baru sadar mengapa Kyuhyun berkata kasar seperti itu. Hanya karena satu alasan saja, Kim Yoorin.

***

*Fifteen minutes later*

Sebagian murid di kelas itu masih asyik mengobrol satu sama lain. Namun tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu kelas. Guru mereka telah datang ke laboratorium itu, Han Sonsaengnim.

“Baiklah, anak-anak,” ucap guru perempuan itu beberapa saat setelah ia datang, “hari ini kita akan mengadakan praktikum biologi, yaitu meneliti metamorfosis ulat menjadi kupu-kupu,” kata guru itu santai. Sangat amat santai memang, tetapi ia tidak menyadari bahwa ada satu siswanya yang kaget dan mulai merasa ketakutan.

“Tugas ini di lakukan secara berkelompok. Masing-masing kelompok beranggotakan dua orang saja, tidak lebih. Kalian boleh memilih pasangan masing-masing,” jelas Han sonsaengnim. Setelah mendengar hal itu, seisi kelas langsung sibuk mendiskusikan siapa yang akan sekelompok dengan diri mereka masing-masing.

Yoorin terlihat bingung. Ottokhae?! Jeritnya dalam hati. Ia sangat membenci hewan itu, sekaligus merasa jijik. Ia memandang sekeliling. Semua temannya telah mulai mencari pasangan masing-masing. Ia sendiri bingung harus berpasangan dengan siapa.

Biasanya, jika kerja kelompok, Yoorin tidak terlalu peduli siapapun yang satu kelompok dengannya. Toh ia bisa mengerjakan semuanya seorang diri tanpa bantuan yang lain. Tapi kali ini berbeda. Kali ini ia benar-benar kalah telak. Ia tidak bisa melakukan semuanya seorang diri. Bahkan lebih dari itu, ia tidak bisa melakukan apapun.

Tiba-tiba Yoorin merasakan tangan seseorang menyentuh pundaknya, membuat ia menoleh untuk memastikan siapa orang itu. “kyu…hyun?” tanya Yoorin heran. “mwo?”

Kyuhyun tersenyum, sesaat kemudian ia mengulurkan tangannya pada Yoorin. Awalnya Yoorin merasa sedikit bingung, namun kemudian gadis itu segera mengerti maksud Kyuhyun. Kyuhyun bermaksud mengajak Yoorin untuk menjadi partner-nya dalam tugas kali ini.

Kyuhyun mengedikkan kepalanya, menunggu respon dari Yoorin. Tapi Yoorin masih agak kaget dengan sikap Kyuhyun. Karena meski Yoorin dan Kyuhyun telah sering sekelas sejak pertama kali mereka bersekolah, ini untuk pertama kalinya Kyuhyun menawarkan diri untuk satu kelompok dengannya. Padahal biasanya ia selalu menghindar mati-matian. Seperti yang terjadi beberapa tahun yang lalu, ketika mereka masih bersekolah di sekolah dasar. (author ngga tahu apa sebutannya untuk tingkat SD di korea sana . Tapi anggap aja sama kayak di Indonesia, okay? SD J )

-FLASHBACK-

“Cho Kyuhyun, kau akan satu kelompok dengan Lee Hwangji, Bae Neul Rin, dan…” guru yang mengatakan hal itu mengalihkan pandangannya ke penjuru kelas, mencari salah satu siswa, “…dan Kim Yoorin,” ucap guru itu lagi sambil tersenyum puas.

“mwo?!” teriak Kyuhyun kaget. Ia mendelik tajam menatap Yoorin. “Shireo, Sonsaengnim. Aku tidak mau satu kelompok dengan Yoorin,” protes Kyuhyun. Gurunya heran mendengar ucapan Kyuhyun, “waeyo?” tanya sang Guru yang penasaran.

“pokoknya aku tidak mau. Aku masuk kelompok lain saja!” ujar Kyuhyun yang masih teguh pada pendiriannya untuk tidak satu kelompok dengan Yoorin.

Yoorin menatap Kyuhyun dengan nanar. “eh? Memangnya apa salahku?” lirih Yoorin pelan. Sesaat kemudian ia mendengus pelan, “ah~ untuk apa aku memikirkan hal itu. Bukan sesuatu yang penting,” ucapnya lagi.

Yoorin berusaha untuk tidak peduli jika Kyuhyun membencinya tanpa alasan jelas. Bukan sesuatu yang penting, kan? Tapi… tetap saja. Ia merasa agak risih jika Kyuhyun membencinya seperti itu. Karena….

“Bagaimana, Yoorin-ah? Kau mau satu kelompok denganku?” tawar Kyuhyun lagi. Ucapan Kyuhyun itu menyadarkan Yoorin dari lamunannya akan kejadian itu.

“Kyuhyun-ssi,” ucap Yoorin akhirnya, “jika kau ingin berpasangan denganku agar aku mengerjakan semua tugas ini dan kau bisa bersantai-santai, seperti yang biasanya terjadi dengan semua anggota kelompokku, maka sebaiknya kau batalkan saja niat itu,” Yoorin menggelengkan kepalanya menghadap Kyuhyun. Memang biasanya seperti itulah alasan teman-teman Yoorin untuk satu kelompok dengannya, yaitu agar mereka bisa bersantai ria sedangkan Yoorin berusaha keras sendirian. Dengan kata lain, dimanfaatkan.

Itulah mengapa Yoorin lebih suka mengerjakan segala sesuatu seorang diri. Ia merasa muak selalu dimanfaatkan.

Kyuhyun tidak menjawab apa-apa, namun malah menarik tangan Yoorin agar mengikutinya. Mereka berjalan ke arah meja guru. “Sonsaengnim, saya berpasangan dengan Kim Yoorin,” Kyuhyun melapor pada gurunya. Han sonsaengnim menganggukkan kepalanya, “arasseo, Cho Kyuhyun dan Kim Yoorin,” ucapnya.

Yoorin membelalakkan matanya menatap Kyuhyun. Ia baru saja akan membuka mulutnya untuk angkat bicara, tetapi tangan Kyuhyun sudah lebih dulu menariknya untuk meninggalkan meja gurunya. “Kamsahamnida,” ucap Kyuhyun pada Han Sonsaengnim.

***

“Kyuhyun-ssi…” panggil Yoorin pada Kyuhyun saat mereka tengah mempersiapkan peralatan yang akan mereka gunakan untuk praktikum, “kau seharusnya sudah menyadari bahwa aku sangat takut dengan hewan menjijikkan itu. Aku mungkin tidak bisa mengerjakan tugas kali ini dengan baik. Karena jika berhubungan dengan hewan itu, aku….”

Aku tidak bisa apa-apa. Itulah yang ingin dikatakan Yoorin. Namun entah kenapa sulit sekali rasanya mengucapkan kalimat itu. Mungkin karena untuk pertama kalinya Yoorin harus mengucapkan kata-kata ‘lemah’ seperti itu di depan seseorang.

“arasseo,” ucap Kyuhyun santai. “aku mengerti maksudmu.”

Yoorin mengernyitkan dahinya karena heran. Jika Kyuhyun sudah menyadari hal itu, lalu kenapa dia masih mau berpasangan dengan Yoorin? Bukankah Kyuhyun membenci dirinya?

Lama keheningan mengisi suasana di antara mereka berdua. Baik Yoorin maupun Kyuhyun sibuk mengerjakan tugas mereka sebisa mungkin. Meski hampir 90% tugas ini di kerjakan oleh Kyuhyun, karena Yoorin bahkan tidak berani mendekati ulat itu. Ia tetap berprinsip ‘radius-5-meter’ dari hewan itu.

“Yoorin-ah, tolong ambilkan buku itu,” ucap Kyuhyun sambil menunjuk sebuah buku yang berjarak tidak terlalu jauh dari Yoorin. Yoorin mengalihkan pandangannya untuk mencari buku itu. Sesaat kemudian ia mengambil buku itu dan menyerahkannya pada Kyuhyun.

“gomawo,” ucap Kyuhyun singkat. Ia membuka lembar demi lembar buku itu dan pikirannya semakin tenggelam untuk berkonsentrasi dalam tugas mereka.

“Kyuhyun-ssi…” panggil Yoorin lagi. Kyuhyun tetap fokus pada tugas praktikum mereka. Matanya tidak menoleh ke arah Yoorin, “hmm?” gumamnya.

“kau… kalau kau sudah menyadari hal itu, lantas apa alasanmu ingin berpasangan denganku kali ini?” tanya Yoorin.

Kyuhyun mengambil nafas panjang, kemudian menghembuskannya secara perlahan, “aaah~ hanya kebetulan saja. Tadi aku terlambat masuk ke kelas. Saat aku datang, yang lain sudah mendapatkan pasangan masing-masing,” kata Kyuhyun sambil mengangkat bahunya dengan santai. “lagipula tidak ada orang lain yang menawariku. Kebetulan aku melihatmu sendirian, jadi ya sudah, aku pikir ‘kenapa tidak denganmu saja?’”

“jinjjayo?” tanya Yoorin dengan pandangan menyelidik. Kyuhyun membalas pertanyaan itu dengan anggukan super cepat, “hmm,” ucapnya berusaha meyakinkan Yoorin. “memangnya kau pikir apalagi alasanku selain itu?”

Yoorin tampak berpikir sejenak, “tak tahu~” ucapnya. Yoorin merasa alasan Kyuhyun itu tidak masuk akal, karena seingatnya tadi dia melihat Kyuhyun telah berada di dalam ruangan ini bahkan sebelum Han sonsaengnim datang. Apa ia hanya salah lihat?

Namun jika Kyuhyun berbohong padanya, ia juga tidak menemukan alasan lain kenapa Kyuhyun sampai melakukan hal itu. Bukankah selama ini Kyuhyun membencinya? Setidaknya selama ini begitulah yang dipikirkan Yoorin. Bagaimana tidak, Kyuhyun bahkan selalu menjaga jarak darinya sejak dulu. Wajar saja, kan, jika Yoorin berpikiran seperti itu?

Ataukah… sebenarnya pemikiran Yoorin selama ini salah? Apakah sebenarnya selama ini Kyuhyun tidak membenci Yoorin?

“Cho Kyuhyun-ssi, kau… tidak membenciku, kan?” ucap Yoorin dengan pelan, amat sangat pelan sehingga Kyuhyun tidak bisa mendengar ucapan perempuan itu dengan jelas. Kyuhyun menoleh heran ke arah Yoorin, “apa? Kau tadi bilang apa?” tanya Kyuhyun penasaran.

“ani~ aku tidak mengatakan sesuatu yang penting,” ucap Yoorin sambil tersenyum misterius.

‘Paling tidak sekarang aku yakin bahwa Kyuhyun tidak membenciku,’ batin Yoorin.

Ya, itu saja sudah cukup baginya.

Bibir Yoorin kembali tersenyum tanpa bisa ia kendalikan. ‘Aish~ kenapa aku sekarang jadi sering seperti ini – tersenyum seperti orang bodoh – bila berada di dekat Kyuhyun,’ ucap Yoorin dalam hati.

Yoorin masih berusaha mengendalikan senyum di wajahnya, sementara Kyuhyun masih serius mengerjakan tugas kelompok mereka. Sesekali ia menoleh ke arah pria itu. Dan setiap kali ia melakukan hal itu, senyum di bibirnya semakin menjadi-jadi. Yoorin sendiri heran dengan dirinya. Apakah ia tersenyum karena mengetahui bahwa Kyuhyun tak membencinya? Atau sesuatu yang lebih dari itu? Apakah ia jatuh cin….

“andwae~ andwae! Itu tidak boleh terjadi,” ucap Yoorin pada dirinya sendiri. Tangannya memegangi kepalanya dengan frustasi. Kyuhyun kembali menoleh heran pada gadis itu, “yak, Yoorin-ah! Jika kau tidak bisa membantuku mengerjakan ini, setidaknya jangan mengganggu konsentrasiku,” protesnya.

Yoorin tidak berani menolehkan kepalanya menghadap Kyuhyun. Ia takut jika ternyata ia memang benar-benar…

“ANDWAE!” ucap Yoorin setengah berteriak. “tidak boleeeeh~ jangan sampai terjadi!” kembali Yoorin berkata dengan frustasi sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. “aaaa~ tidak boleh terjadi!”

‘aku harus menjaga jarak dari dia. Jaga jarak!’ pikir Yoorin.

Ia tenggelam dalam pemikirannya sendiri. Sementara Kyuhyun, tanpa Yoorin sadari, sesekali melirik gadis itu sembari tersenyum untuk sebuah alasan yang sebenarnya tidak Kyuhyun ketahui secara pasti. Mungkin karena hari ini ia melihat satu sisi lain dari seorang Kim Yoorin, si perempuan serba bisa.

Ia melihat gadis itu ketakutan hanya karena seekor ulat. Ia melihat ekspresinya dengan senyum tersipu karena sesuatu. Ia melihat ekspresi gadis itu yang tampak lucu saat ia kebingungan sekarang, meski Kyuhyun tak tahu apa yang menyebabkan Yoorin bingung.

Semua hal ini membuat persepsi Kyuhyun terhadap Yoorin berubah. Karena biasanya ia melihat gadis itu seperti robot. Ia tampak bisa melakukan segalanya dan seperti tanpa cela. Ekspresinya saat tersenyum pun biasanya tampak dipaksakan. Mungkin orang lain tidak menyadari hal itu, tapi Kyuhyun tahu.

Entah kenapa segala kekurangan dan kelemahan Yoorin yang baru Kyuhyun ketahui itu justru membuat Yoorin tampak lebih menarik di mata Kyuhyun.

Apakah ia mulai menyukai…

“ANDWAE!” teriak Kyuhyun. “andwae~ itu tidak boleh terjadi,” ucapnya. Ia berusaha menolak mentah-mentah segala pemikirannya barusan.

Dua orang teman sekelas Yoorin dan Kyuhyun, Park Jihoo dan Kang Sunmi yang duduk di depan mereka, menatap kedua orang itu dengan penasaran. Karena baik Yoorin maupun Kyuhyun sibuk mengucapkan kata-kata semacam ‘andwae-itu-tidak-boleh-terjadi’ sedari tadi.

“hei, mereka kenapa?” tanya Sunmi pada Jihoo. Jihoo hanya mengangkat bahunya dengan ringan, “mollayo~” ucapnya sambil mengalihkan pandangannya dari kedua orang aneh itu. “sudahlah, biarkan saja mereka terjebak dengan pemikiran mereka sendiri,” kata Jihoo lagi.

“ne,” jawab Sunmi.

Beberapa saat kemudian, ketika Sunmi dan Jihoo mencoba kembali berkonsentrasi pada tugasnya, mereka kembali mendengar suara berisik dari meja belakang.

“Andwae~” ucap Yoorin dan Kyuhyun berbarengan. Ekspresi dan posisi tangan mereka pun hampir sama. Ekspresi frustasi dan tangan mereka menggaruk kepala dengan gusar.

“jangan sampai terjadi!” kembali Yoorin dan Kyuhyun berkata secara serempak. Namun mereka berdua tidak menyadari bahwa mereka mengatakan hal itu secara bersamaan, karena keduanya tengah kebingungan dengan pemikiran mereka masing-masing. Keduanya tengah berusaha menolak pemikiran mereka masing-masing.

Tapi… Bisa jadi saat ini pikiran mereka mengatakan ‘tidak’, sementara hati mereka mengatakan ‘ya’. Seringkali, hati dan pikiran manusia itu tidak berjalan beriringan, kan?

***

– To Be Continued –

P.S
judul FF ini buat kalian inget sama sesuatu ngga?
Komik, mungkin?
Yaps🙂 judul FF ini aku ambil dari salah satu komik jepang,
Yaitu Perfect Girl Evolution.
Sebenernya kemaren-kemaren aku mau kasih judul Perfect Girl EVILUTION.
Tapi denger kata EVILution rada-rada aneh, dan ngga bakal ada kalo di cari artinya di kamus Oxford, haha.
Takutnya kalo ada yang baca judul itu, pada ngira EVILution adalah judul produk yang jual Lotion untuk EVIL. Hahah. Makanya ngga jadi -_-
Jadilah judulnya yang sekarang, Perfect Girl Evolution.
Tapi ceritanya beda banget, kok, sama komik nya🙂

Okay, udah ah, aku udah terlalu banyak ngomong, haha.
Thanks for reading this Fanfic.
Comment ya, readers🙂

Twitter :
@mardaa_