Title: It’s Too Late part 3 (END)

Author: Shalsa a.k.a Shin Ha Seul

Length: Chaptered

Genre: Romance

Cast: -Park Jungsoo

-Kim Taeyeon

-Kim HoeHyon

-Kim HyukJae

-Im Yoona

 

–sebelumnya—

 

Hahh hahh hahh hahh nafasku memburu, dengan segenap kekuatan aku bertanya kepada salah seorang petugas di bandara

“apakah pesawat tujuan tokyo sudah berangkat?”

“belum, tetapi para penumpang sudah memasuki pesawat, tuan” jawab lelaki itu.

 

Dengan cepat aku menerobos kerumunan orang, mencari-cari Taeyeon. Sampai, mataku menangkap sesosok punggung yang sangat aku kenali.. “TAEYEON!” aku memanggilnya dengan sekuat tenaga.

 

–selanjutnya—

 

Suara pria itu telah habis, karena sedari tadi mulutnya tak henti henti nya meneriakan nama “Taeyeon!”. Tenggorokan nya sakit, tetapi Taeyeon tak kunjung menoleh. Dengan suara yang tersisa, Leeteuk memanggil gadis itu lagi, diam sejenak… akhirnya taeyeon menoleh tapi sayang Taeyeon tidak menyadari keberadaan Leeteuk, gadis itupun langsung melenggang begitu saja memasuki pintu pesawat yang akan membawanya ke Tokyo, Jepang. Tempat yang jauh dari Leeteuk.

 

Taeyeon POV

Aku tertegun sejenak. Rasanya, aku merasa sedikit menyesal dengan keputusan ini, yah, ikut appa ku ke Jepang. Aku ingin pulang, aku tidak yakin, tapi aku sadar bahwa aku harus pergi. Pesawat yang akan membawa ku ke Tokyo sudah di depan mata.

“taeyeon!” samar samar aku mendengar ada yang meneriaki namaku, aku segera menoleh. Incheon airport terlalu penuh, terlalu banyak orang, aku tidak bisa melihat pemilik suara yang memanggilku itu, ahh yasudahlah mungkin aku hanya salah dengar.Aku pun segera menyusul appa ku, dan memasuki pesawat.

 

Leeteuk POV

Dengan berat hati ku langkahkan kedua kaki ku meninggalkan tempat ini. Terlepas begitu saja kesempatan untuk bertemu dengan gadis yang begitu kucintai itu sebelum ia pergi jauh. Air mataku tidak dapat dibendung lagi, aku menangis sambil berjalan keluar bandara, rasa sakit ini telah membunuh rasa malu ku untuk menangis di depan orang banyak.

 

“Leeteuk, bagaimana?” Yoona bertanya dengan ragu saat aku memasuki mobil.

 

Aku tidak bisa menjawab.. Yah, aku harus menjawab apa? Wajah ku yang sudah dibanjiri air mat ini seperti nya sudah mewakli apa yang terjadi. Taeyeon pergi. Begitu saja.

 

xxXxx

 

Gadis itu memandangi Tokyo tower dengan pandangan kosong. Terlihat jelas bahwa ia sedang melamun. Dipikiran nya hanya ada Leeteuk, Leeteuk dan Leeteuk. Sudah 1 tahun ia menetap di negeri Sakura ini, dan hatinya belum bisa mengisi kekosongan dan kehampaan yang ditimbulkan Leeteuk.

Tak terasa butiran air mata jatuh mengenai pipi gadis mungil bernama Taeyeon itu, dia merindukan nya, merindukan Leeteuk. Perasaan nya pada Leeteuk masih sama seperti 2 tahun lalu, ya dia mencintainya. Rupanya dia baru menyadari, betapa lemah nya dia tanpa Leeteuk, betapa rapuh nya dia tanpa Leeteuk. Dalam hatinya ia selalu bertanya tanya, bagaimana kabar pria itu sekarang? Sudahkah ia hidup berbahagia dengan Yoona?

 

xxXxx

 

Seperti biasa, tiap malam aku pulang larut, aku bekerja sebagai penyanyi di sebuah Café demi memenuhi kebutuhan hidupku. Berbeda dengan dulu, sekarang aku harus memenuhi semua kehidupan ku dari A sampai Z dengan uang ku sendiri. Aku pergi secara paksa dari rumah appa ku, dari rumah pria yang menghalang-halangi hubunganku dengan Taeyeon. Sampai sekarang perasaan itu masih ada… Perasaan ku pada Taeyeon, rasa cinta ku padanya. Setlah kepergian taeyeon ke Jepang, aku dan Yoona memutuskan untuk berbicara kepada orang tua masing-masing untuk membatalkan pernikahan kami. Dan tentu saja, appaku melarangnya, dia tidak mengizinkan pembatalan pernikahan kami, lantas tanpa pikir panjang, aku kabur dari rumah itu, dendam ku padanya sudah terlalu banyak, aku tidak mampu tinggal serumah dengan appa ku.

 

Sejak kepergian taeyeon, hari hari ku kujalani dengan penuh penyesalan, hidup ku tidak tenang. Sering kali, malam-malam aku menangisi nya.. Seakan akan, di otak ku hanya ada nama nya, wajahnya, dan tawa nya yang menenangkan jiwa itu. Hidupku nyaris tak berwarna tanpa Taeyeon.

 

Tok.. Tok.. Tok..

 

Suara ketukan pintu melenyapkan pikiranku. Siapa yang malam malam begini datang bertamu? Mencurigakan. Aku mengintip sedikit, ahh ternyata perempuan itu, hatiku lega saat mengetahui siapa yang datang. Aku bergegas untuk membukakan pintu.

 

“Yaaa! Kim Jungsoo, aku merindukan mu, kau tahu?” perempuan itu langsung memelukku.

“Ya ya, aku juga kangen sekali pada mu nuna” aku membalas pelukan nuna ku.
Lalu kakak beradik itu berjalan menuju ruang tamu

 

“Ehmm, bagaimana kabar appa, nuna?”

 

“Cukup baik. Diam diam sepertinya ia merindukan mu, saeng”

 

“Ohh,hm” jawabku malas, appa merindukanku? Cukup tau

 

“Leeteuk… Kembalilah ke rumah” HyoYeon memohon

 

“Nuna, sebenarnya aku ingin sekali kembali ke rumah, tinggal di sini sangat membebani ku. Tapi, kau tahu sendiri kan alasan ku? Melihat wajah appa saja sudah cukup mengingatkan ku pada taeyeon, mengingatkan ku pada kenangan pahit itu. Kau tahu, nuna? Sampai saat ini luka itu masih ada.. Disini..” Leeteuk menunjuk dada kirinya.

 

HyoYeon tampak mengerti, “Hmm yasudahlah tak apa, lagipula maksud kedatangan ku yang sebenarnya bukan itu” Hyoyeon tampak bersemangat

 

“Lalu? Ada apa, nuna?” aku penasaran

 

“ Besok, kauharus datang ke Achasan Park! Jam 1 kau sudah harus tiba disana!”

 

“Memangnya ada apa??” aku makin penasaran

 

“SURPRISEEEE! Pokoknya kau wajib datang. Yasudah yah, aku mau pulang dulu, banyak kerjaan, daaaah, saeng” HyoYeon buru-buru melangkahkan kaki nya dari rumah kecil Leeteuk sebelum adiknya itu menanyakan apa apa lagi.

 

Ada apasih.. Nuna masih saja seperti dulu, rempong-_-

Aku memutuskan untuk tidur, pandanganku terpaku sejenak pada sebuah kalender yang di gantung di dinding kamar ku.. AHHH yaaa! Besok kan ulangtahun ku, 1 Juli!! Mungkin nuna akan memberiku kejutan, hmm kira kira apayaaa~

 

xxXxx

 

Aku melirik jam di kamarku, 12 tepat. Sebaiknya aku cepat pergi ke Achasan Park.

Jam 1 kurang 5 menit aku tiba di taman ini, tidak terlalu ramai, tidak juga terlalu sepi, dan tidak ada tanda tanda adanya kejutan ulangtahun.

Aku mulai bete, bosan, dan kepanasan. Udara kota Seoul cukup panas hari ini, dan nuna ngaret itu membiarkan ku menunggunya, huhhh, aku mendesah nyaring

 

Because you naughty naughty

Hey! I’m Mr. Simple

 

Dering HP ku yang tak kalah nyaring berbunyi, aku segera mengangkatnya

 

“Yoboseyooo? Ya nuna, aku sudah tiba di taman ini sejak 1 jam yang lalu! Kemana saja kauu? MWOOO? Ok Ok….”

 

Aku langsung cepat cepat pulang, suara nuna ku terdengar sangat tegang dan panik. Ada apa ini?

 

Sesampainya di rumah, HyoYeon nuna langsung menghampiriku, mata nya merah karena menangis

 

“ada apa, nuna? Jangan membuatku takut!”

 

“Leeteuk.. Kau.. Kau harus melihat ini..” ia menggiring ku ke ruang tv, suara nya bergetar

 

“Nuna, ada apa sebenarnya? Kenapa kau begitu….”

 

Kata kata ku terhenti begitu saja. Mulutku mendadak bisu setelah melihat apa yang ditayangkan dalam acara BBC News. Aku tidak mempercayai penglihatan ku.

 

“Nuna.. Ini.. Bohongkan!?” tanyaku tak percaya, “nunaaa! Cepat! Kita harus segera ke Seoul Hospital!” aku panik bukan main, dan tentunya sedih tak terkira. Begitupun dengan nunaku.

 

XxXxx

 

Seoul International Hospital

 

“Permisi, korban kecelakaan pesawat moon star di rawat di kamar nomor berapa?”

 

“200-210, tuan”

 

Aku segera berlari menuju kamar yang disebutkan suster tadi, jantungku berdegup kencang. Kenapa semua ini harus terjadi? Air mataku tak henti-hentinya mengalir

 

Aku melihat gadis itu… Terbaring lemah, sekujur tubuhnya yang dibalut rapi dengan perban tak bergerak..

 

“bagaimana keadaan Taeyeon, dok?” tanyaku kepada Dr. KyuHyun

 

“Keadaan Taeyeon sangat parah Leeteuk~ssi, dia sedang koma karena memang luka yang di derita akibat kecelakaan pesawat itu cukup parah, mulai dari tulang kepala, tulang belakang, hingga tulang kaki nya retak”

 

Aku tidak percaya, aku hanya menangis mendengar penjelasan dari dokter kyuhyun.

 

Aku menatap taeyeon yang tidak berdaya.

 

“taeyeon, kenapa gadis baik sepertimu harus mengalami ini semua? Kenapa? Kenapaaa!? Taeyeon, ayo bangun… Taeyeon, bangun!!” isakku histeris

 

Nuna langsung merangkulku lembut, ia berusaha menenangkanku.

 

“Leeteuk, sebaiknya kau harus jalan jalan sebentar, menghirup udara segar untuk menjenihkan kembali pikiran mu, ayoo”

 

Aku dan nuna ku menyusuri taman rumah sakit ini, sampai akhirnya kami duduk di sebuah bangku,

 

“Nuna, kenapa? Kenapa harus Taeyeon?”

 

“leeteuk, tabahlah.. berdo’alah.. aku yakin Taeyeon akan berjuang untuk bangun demi kamu. Dia mencintai mu Leeteuk~ah, maka percayalah, dia pasti tidak akan meninggalkan mu” kurasakan sesak merambat ke seluruh hati ku, nuna.. Semoga perkataan mu benar.

 

“Leeteuk, ada sesuatu yang harus kau lihat, maaf sebelumnya aku baru memberitahu nya sekarang” HyoYeon nuna tampak merasa bersalah, ia memperlihatkan laptop nya ke pada ku.

 

Sender: Kim_Taeyeon@sm.com

To: HyoYeon@smt.com

Subject: Bye, Eonn!:(

 

HyoYeon nuna, hari ini aku akan pergi ke Tokyo, mian baru memberitahu mu hari ini. Tapi jangan bilang2 pada Leeteuk ya, eonn? Aku tidak mau dia tahu, biarlah ia berbahagia dengan Yoona. Kau tahu kaaan eon bagaimana rasanya dicampakkan begitu saja oleh kekasihmu dan dia akan menikah dengan saudara kita sendiri? Itulah yang aku rasakan, jadi lebih baik aku pergi. So, bye Eonn!:( jaga dirimu! X

 

Sender: Kim_taeyeon@sm.com

To: HyoYeon@smt.com

Subject: Bogoshippo…

 

Nuna! Bagaimana kabarmu? Mian aku baru memberimu email. Dan, bagaimana kabar Leeteuk, eon? Aku harap dia baik baik saja:’) Kau tahu eonni? Saeng mu itu susah sekali untuk dilupakan:( bogoshippo..

 

“Jadi, dia terus mengirimu email selama dia di Tokyo? Kenapa kau tidak memberitahu ku lebih cepat, nuna?” aku menghela nafas, seandainya aku tahu semua ini lebih cepat, pasti ini tdk akan terjadi..

 

“Hmm, begitulah. Mian Leeteuk, oh ya, kau harus membaca ini”

 

Sender: Kim_Taeyeon@sm.com

To: HyoYeon@smt.com

Subject: Sssst, eon:p

 

Eonni! Kau tahu besok hari apa? Hari ulangtahun Leeteuk~oppa! Besok aku ingin memberi nya surprise, tolong suruh dia ke Achasan Park jam 1 ya, eonn! Gomawoooyo:)

 

DEG! Aku kaget.. Kaget sekali.. Jadi tujuan ia datang ke Seoul hanya ingin memberi ku surprise? Ia menaiki pesawat laknat itu yang membuat dia kecelakaan sampai koma begini hanya untuk memberiku kejutan!? Kenapa……………………..

 

Aku beranjak menuju kamar Taeyeon, aku ingin mengatakan semua perasaan ku sebelum…terlambat.

 

“Taeyeon?”

 

Hening. Tak ada jawaban. Yang mempunyai nama masih terbaring tak berdaya di atas kasur.

 

Aku menggenggam tangannya lembut, “Taeyeon.. Aku senang kau meningat ulangtahun ku, ayo kita rayakan bersama-sama, ayo bangun..”

 

“taeyeon, kau harus bagun.. harus.. aku akan menjadi pacarmu lagi untuk selama lamanya. Hem, aku dan Yoona tidak jadi menikah, lagipula pernikahan itu bukan aku dan Yoona yang mau, tetapi orangtua kami menjodohkan ku… Jeongmal mianhae, taeyeon.. Aku hanya mencintaimu seorang”

 

“Taeyeon, ayoo bangunlah” setetes air mata membasahi pipi ku

 

“Hmm, HyoYeon nuna bilang kau kesini untuk memberiku kejutan? Aku sangat senang kau masih mengingatnya, tapi seharus nya kau tidak perlu datang kesini kalau ini hanya membuat mu kecelakaan, sampai koma seperti ini…. Aku juga sudah membaca semua email yang kau kirim pada nuna ku, kau… aku tak menyangka kau masih mencintai ku.. tapi, kenapa kau tidak memberitahunya langsung kepadaku? Karena aku juga masih mempunyai perasaan yang sama sepertimu..”

 

Ruangan ini kembali hening.. tapi, dapat kurasakan sebuah tangan mungil membalas genggaman ku, ya Taeyeon sadarr! Ia mendengar semua yang aku utarakan, sudut matanya mengeluarkan air mata, dia.. menangis..

 

“Taeyeon jangan menangis, kau harus kuat, ayoo bangunlahh, aku akan menunggu mu, aku janji..”

 

Seulas senyum tersungging di wajah Taeyeon, tetapi anggota tubuhnya yang lain tetap tak bergerak.

 

Mungkin Taeyeon harus beristirahat, yasudah, lagipula aku lelah, aku ingin tidur sebentar di ruang tunggu.

 

“Leeteuk~ah!”

 

seorang gadis cantik memanggilku lembut, tak salah lagi..

 

“taeyeon?”

 

“ne, oppa.. Lihat, gaun ku, bagus bukan? Aku akan mengenakan ini untuk pergi nanti” gadis itu memutar tubuhnya, menunjukkan gaun putih bersih yang ia kenakan

 

“Ne, kau terlihat sangat cantik.. Kau, mau pergi kemana taeyeon?”

 

gadis itu terdiam, taeyeon tidak menjawab pertanyaanku, ia hanya tersenyum

 

“Mianhae, oppa.. Aku sangat mencintaimu, maaf tak bisa menemanimu lebih lama, dah oppa, aku pergi dulu”

 

Aku terbangun dari tidur ku.. Mimpi barusan, aneh.. tapi terasa sangat nyata.

Apa maksudnya ini? Taeyeon akan pergi? Jangan jangan… Keringat dingin membasahi dahi ku, aku bergegas menuju kamar tempat taeyeon di rawat, beberapa dokter dan suster mengelilinya.

 

“Nuna…. jangan bilang.. taeyeon…”

 

“Ne, leeteuk, dia telah pergi ke surga”

 

Kaki ku lemas mendengarnya, aku pun tenggelam dalam kesedihanku. Taeyeon.. meninggalkan ku.. untuk selamanya..

 

xxXxx

 

1 Juli

 

aku memandang nisan dihadapanku. Taeyeon, sudah setahun sejak kepergianmu, hidupku terasa kosong tanpamu, tapi aku senang kau sudah berada di surga dengan tenang. Aku mengusap air mata ku, 1 Juli tahun lalu kau memberi ku kado paling menyakitkan dalam hidupku, tetapi yang harus kau ingat aku tidak akan pernah mellupakan semua kenangan kita, aku tidak akan pernah menyesali pertemuan kita. Aku akan terus mengingat semuanya.. Aku… akan selalu mencintaimu, taeyeon.

 

-END-

 

Hooooooow? Maaf ya kalau garing krenyesss krenyessss. Makasih buat yang udah baca, makasih juga untuk silent reader yang udah bacaaaa. Pokoknyaaaa, thanks a lot! =D