Title                 : Lovely step sister PART 8

Author              : AnDee

Length             : continue

Genre              : Romance

Main Cast        :

  1. Lee Donghae
  2. Park Hanna
  3. Cho Kyuhyun

 

Hanna pov

Hampir dua minggu ini aku tidak bertemu dengan Donghae. Kyu bilang Donghae sedang sibuk syuting di Taiwan, drama barunya bersama Siwon oppa. Aku merasa ada yang kosong karena biasanya setiap pagi orang pertama yang aku lihat di rumah ini, adalah dia. Dan setiap melihatku, dia pasti tersenyum. Sepertinya aku sudah benar-benar menyakitinya. Aku berjalan menuju kardus besar disudut kamar dan mengeluarkan isinya. Sebuah boneka teddy bear ukuran besar yang diberi Donghae beberapa tahun lalu ketika aku berulang tahun. Tadinya aku ingin membuangnya, tapi Kyu yang melarangku. Aku mengusap pelan boneka itu. kyu benar, Donghae sangat baik denganku. Dia perhatian sekali denganku. Dia selalu baik denganku, sabar meskipun aku sering sinis dengannya. Aku memejamkan mataku, kali ini aku benar-benar merasa bersalah dengannya.

“Yaa..”

Aku menoleh, Kyu berdiri diambang pintu kamarku dengan senyum khasnya. Dia kemudian melangkah masuk.

“Kenapa kau tidak masuk kerja hari ini?” tanyanya.

Aku tersenyum sinis, inikan hari sabtu. Dia mencoba mengerjaiku. “Jangan bercanda, ini hari sabtu.” Jawabku.

Kyu kemudian duduk disebelahku, “ini….. dari Hae hyung itu?”

Aku mengangguk. “Kau benar, dia orang yang baik. Aku yang tidak baik.”

“Waeyo?”

Aku diam sejenak, kemudian menggeleng. “Ani, aku hanya sudah menyadarinya saja.”

“Kau habis bertengkar dengannya?”

Aku menggeleng, “bagaimana aku bisa bertengkar dengannya, kami sudah tidak bertemu dua minggu lebih.” Jawabku.

Kyu memandangku dalam, entah apa yang ia lihat. Tapi sepertinya dia membaca ekspresiku.

“Wae?” tanyaku kemudian.

“Kau….. jatuh cinta dengannya?”

“MWO?!”

**

Donghae pov

Suasana apartemenku sedang ramai sekali, hari ini adalah hari ulangtahunku dan aku mengadakan pesta kecil-kecilan bersama beberapa kru film dan partnerku tentu saja. Aku membuka ponselku berkali-kali, banyak yang mengucapkan selamat ulang tahun tapi orang yang aku harapkan mengucapkan sampai detik ini belum mengucapkan. Hampir satu bulan aku tidak melihatnya, mendengar kabarnya apalagi berbicara dengannya. Jujur saja aku sangat merindukannya. Tapi aku anggap ini sebuah hukuman untukku. Hukuman karena mencintainya. Kadang itu terdengar menggelikan, kenapa aku harus dihukum karena mencintai seorang wanita? Baiklah dia saudara tiriku sendiri dan dia tidak mencintaiku. Ini juga aku harap bisa menjadi ‘terapi’ untukku agar bisa melupakannya.

Ini sudah lewat tengah malam, sudah lewat hari ulang tahunku dan apartemenku juga sudah kosong. Hanya aku. Siwon hyung kamarnya di sebelah.

Aku memandang suasana kota Taiwan malam ini, masih ramai juga. Dari sini kelihatan kerlip lampu kendaraan.

Tok tok tok..

Siapa dini hari seperti ini bertamu? Apa Siwon hyung?

Aku berjalan menuju pintu dan membukanya.

“Saengilchukkaeeeee….” Kyu muncul sambil mengangkat kedua tangannya membuatku kaget.

“Saengil chukkaee…” suara kedua muncul dari belakang Kyu. Seorang gadis muncul dengan kue tart dan lilin ditangannya. Dia tersenyum padaku. Aku membeku melihatnya. Gadis itu, gadis yang aku rindukan.Park Hanna!!

“Ayoo tiup lilinnya hyung, kenapa jadi melamun?” suara Kyu menyadarkan aku.

Aku mengangguk kikuk kemudian meniup lilin itu dan kemudian Kyu bertepuk tangan.

“Bagaimana bisa kalian berdua disini?” tanyaku kemudian.

Kyu tampak melirik Hanna membuat gadis itu kikuk.

“Ada yang ingin Hanna-ah bicarakan denganmu.” Dia merangkul bahu Hanna.

 

Hanna dan Donghae berjalan menyusuri jalan setapak dibelakang apartemen tempat Hae tinggal sementara di Taiwan. Langkah keduanya pelan. Malam itu Hanna memang sengaja memberi kejutan kepada Donghae yang berulang tahun. Atas usul Kyu juga.

“Mianhaeyo.” Ujar Hanna kemudian sambil menghentikkan langkahnya.

Keduanya kemudian berdiri berhadap-hadapan.

“Untuk apa?” tanya Donghae kemudian.

“Semuanya. Perilaku ku selama ini, dan yang terparah kejadian satu bulan lalu.” Jelasnya

Donghae menghembuskan nafas, ya ia ingat dengan jelas. Donghae hanya mengangguk.

“Tapi, apa benar-benar tidak ada kesempatan untukku?” tanya Donghae lagi.

Hanna menghembuskan nafasnya, “aku akan jatuh cinta padamu jika membiarkan aku larut dalam perasaan ini.”

“Ne? Maksudmu?”

Hanna tersenyum, “tidak mungkin ada wanita yang tidak jatuh cinta dengan pria setampan dan sebaik kau.”

“Jinjja?” mata Donghae mulai berbinar. Seperti ada secercah harapan.

“Hanya saja, posisi kita benar-benar tidak tepat. Baik aku dan kau, tidak seharusnya memiliki hubungan lain kecuali kakak dan adik.”

Harapan yang tadinya muncul kini sirna mendengar jawaban dari mulut Hanna.

Donghae membuang wajahnya.

“Kalau seandainya aku bukan kakak tirimu?” tanya Donghae lagi

“Kalau seandainya kita berjodoh, aku yakin akan selalu ada jalan. Tapi kalau tidak, aku juga yakin ada yang terbaik untuk kita.” Jawab Hanna.

“Baiklah, kita kabur saja. Lari kemana saja, ke belahan negara manapun yang kau mau lalu menikah.” Jawab Donghae emosional.

Hanna memegang tangan Donghae, membuat pria itu sedikit tenang. Hanna tersenyum, “Itu bukan sebuah solusi. Ayolah Donghae-ssi, jangan membuat segalanya semakin rumit sekarang.”

Donghae menggenggam tangan Hanna, “aku tidak punya solusi lain kau tau itu. semuanya sudah terlanjur rumit sekarang.”

“Aku tau di luar sana, ada wanita yang akan menjadi jodohmu.” Ujar Hanna

Donghae menatap Hanna dalam. Kini harapan itu benar-benar pupus. Ia kemudian menarik Hanna ke pelukannya.Hanna membalas pelukan kakak tirinya itu. ia berharap Donghae bisa mengerti.

**

How how how readers? Hahahahaaaa~

Hayooo apakah hanna akan berubah pikiran? Ato ada kejadian yang buat donghae sama hanna jadian? Apa malahan Hanna jadinya sama kyu?

Mbeheheee, it will revealed at next part, final part🙂

I let you guess and curious about the ending.