Author: Rahinalollidela

Length: One Shot

Genre: Romance, Sad, Psychology, Family

Casts:

– BEG’s Son Ga In

– Sistar’s Yoon Bora

– Super Junior’s Choi Siwon

Comment please!

Drrt~ Drrt~

Eunjung langsung bangun dari tidurnya saat ponselnya bergetar. “Yeoboseyo?” tanggap Eunjung seraya duduk di tepi tempat tidur. “Eunjung-ah, ini eomma,” kata orang di sana yang rupanya eomma. “Ah… wae?” Eunjung langsung berdiri dan berusaha mengenakan piyamanya dengan satu tangan. “Ini tentang Bora… Eomma harus pergi ke California untuk beberapa bulan, kau… bisakah kau menjaganya?” tanya eomma. “Eomma? Eomma tahu kan seberapa bencinya Bora pada Siwon?” tolak Eunjung dengan berbisik. “Ara… Tapi aku sudah menelpon Dara dan Jiyeon, mereka semua sedang di luar negeri. Satu-satunya yang di Seoul hanya kau,” kata eomma. “Hah… eomma… baiklah, akan kubicarakan dengan Siwon,” Eunjung langsung menutup ponselnya, berpikir sejenak, lalu segera mandi.

 

***

“Ahjumma, kau boleh pergi. Terimakasih,” kata Eunjung pada ahjumma yang biasa menyiapkan sarapan untuk Eunjung dan Siwon. Ahjumma itu langsung menundukkan badan dan segera pergi. Siwon memperhatikan setiap langkah dari ahjumma itu. “Waeyo?” tanya Eunjung seraya merapikan blouse dan meminum orange juicenya. “Biasanya kau akan menyuruhnya bergabung,” kata Siwon. “Aku tak mau membuang waktu. Habiskan sarapanmu, ada yang harus kubicarakan,” Eunjung langsung memakan sarapannya.

 

Eunjung masih berpikir saat suaminya sudah ada di depannya sedang meminum kopi. “Yeobo,” panggil Eunjung. “Ne?” tanggap Siwon dengan tenang. “Bora… harus diungsikan ke rumah kita sementara…,” ungkap Eunjung dengan tidak tenang. “Mwo? Tapi kau tahu betapa dia membenciku, kan? Bisa saja dia menghancurkan rumah ini,” Siwon memperingatkan. “Tapi tidak ada yang bisa merawatnya selain kita.  Eomma akan ke California, Dara dan Jiyeon sedang di luar negeri. Aku tak mungkin menitipkannya di panti,” kata Eunjung dengan sedikit merengek. “Apa kau yakin?” tanya Siwon seraya meletakkan cangkirnya. “Aku sangat yakin. Kau tahu betapa aku menyayanginya, kan?” tanya Eunjung seraya menatap Siwon dengan pandangan meyakinkan. “Baiklah. Hari ini kita jemput dia, sekaligus mengantar eomma ke Incheon airport,” ucap Siwon. Eunjung tersenyum lega karena membujuk suaminya sendiri sama dengan mengajak seekor semut untuk mati.

 

***

“Kalian bisa menjaganya dengan baik, kan?” tanya eomma yang masih khawatir pada Bora yang memiliki kelainan mental. “Tentu. Lebih baik eomma segera pergi, pesawat eomma sebentar lagi lepas landas,” kata Eunjung seraya melingkarkan tangannya ke leher Bora. “Siwon-ah, bersabarlah saat kau sedang bersama Bora,” saran eomma. “Ne,” tanggap Siwon seraya melirik Bora yang dari tadi memperhatikannya dengan pandangan kebencian. “Kalau begitu, aku berangkat. Sampai jumpa,” eomma langsung meninggalkan mereka.

 

“Napeun!” Belum lama eomma pergi, Bora langsung menendang kaki Siwon dan lari. “Bora!” teriak Eunjung seraya berusaha mengejar Bora dengan high heels mahalnya. “Napeun! Siwon-ah napeun!” Bora terus berteriak seraya berlari dan menunjuk Siwon sehingga dia tidak tahu apa yang ada di depannya. Eunjung semakin bisa meraih Bora walaupun sempat menjauh. Bora sudah melewati pintu masuk bandara sehingga kini dia di jalan. “Bora!!!” Eunjung langsung menarik dan memeluk Bora saat sebuah mobil nyaris menabraknya.

 

Eunjung tetap mendekap Bora dengan sangat erat, tak peduli si pemilik mobil memarahinya berkali-kali. Eunjung tahu, Siwon akan datang dan mewakilinya untuk meminta maaf. “Bora…,” ucap Eunjung dengan gemetar sementara Bora hanya bisa menggigil di dekapannya. Perlahan Eunjung mulai meneteskan air mata, membayangkan apa yang akan terjadi bila Bora benar-benar tertabrak. “Eunjung-ah!” Siwon datang dengan nafas tersengal-sengal. “Joseonghabnida, joseonghabnida, berapa kerugian yang harus kubayar?” Siwon langsung menghampiri pemilik mobil. “Hah, tidak perlu!” pemilik mobil itu langsung pergi. “Eunjung-ah,” Siwon langsung merangkul Eunjung dan mengajaknya pergi.

 

***

“Bora… Bora sudah makan?” tanya Eunjung seraya membelai rambut adiknya. Tentu Bora tak merespon dan malah menatap langit-langit dan tersenyum lebar. Bora sangat suka dengan bintang sedangkan langit-langit rumah Eunjung dipenuhi dengan bintang. “Oh! Banyak sekali bintangnya, Bora suka bintang, kan? Di sini… Bora bisa melihat bintang setiap hari,” kata Eunjung seraya menunjuk gambar bintang-bintang di langit-langitnya. Dalam hati, Bora merasa seperti dunia melindunginya, hanya dengan segumpal bintang Bora sudah bisa merasa aman.

 

“Bora…,” Siwon datang menghampiri Bora dan Eunjung, mencoba untuk bermain bersama mereka. “Uh… napeun!” Bora malah menjauh dan mendekap Eunjung dengan erat seraya menatap Siwon dengan pandangan takut. Tuhan, apa orang ini baik untukku? Apa dia baik pada eonnie? tanya Bora dalam hati. “Bora… wae? Siwon oppa tidak jahat… Nappeuji aniya…,” kata Eunjung seraya menenangkan Bora. Tuhan, bisakah aku mempercayainya? Eonnie baik padanya… Apa eonnie mempercayainya? Bora terus bertanya dalam bisu. “Bora… Gwenchana… Cobalah genggam tangan Siwon oppa,” pinta Eunjung seraya memberi isyarat pada Siwon untuk mengulurkan tangannya. Bora yang masih bertanya, mencoba untuk meraih tangan Siwon. “Ah… Nae dongsaeng benar-benar pemberani sekarang!” seketika Bora tersenyum karena Eunjung memujinya saat kini tangannya ada dalam genggaman tang Siwon. Siwon tersenyum, manis memang. Bahkan Bora pun berpikir begitu. Tuhan, tangannya begitu hangat. Senyumnya begitu manis. Tuhan, aku… lebih dari mempercayainya…

 

***

Bora dan Eunjung sibuk bermain di halaman rumah mereka beberapa saat setelah eunjung pulang dari pekerjaan kantornya. “Bora, kau lihat itu? Itu adalah matahari,” kata Eunjung seraya menunjuk matahari. “Ma… ta… hari?” Bora dengan cepat menangkap kata-kata Eunjung. “Kau sudah semakin hebat,” gumam Eunjung. “Matahari selalu menyinari kita. Kau suka?” tanya Eunjung. “Aniya!” teriak Bora. “Uh, wae?” tanya Eunjung lagi. “Bintang… lebih bagus,” bela Bora. “Aish… nae dongsaeng. Bagimu bintang adalah segalanya,” kata Eunjung seraya memeluk bora.

 

Drrt~ Drrt~

“Oh, Siwon oppa menelpon! Tunggu sebentar, ya!” Eunjung langsung menanggapi telepon dari Siwon tanpa merasa harus meninggalkan Bora. “Hm? Oh… Apa rapatnya penting? ….. Oh, baiklah. Aku mengerti …. AKu juga mencintaimu,” Eunjung langsung menutup ponselnya. “Eon…nie… Ci… cinta?” tanya Bora sesaat setelah EUnjung menutup ponselnya. Bora sudah tumbuh menjadi remaja cantik sekarang. “Oh? Kau tidak tahu cinta? Aigoo… Baiklah, akan kujelaskan. Tapi bagaimana caranya, ya? begini, Bora… pernah merasa senang saat bersama eomma?” tanya balik Eunjung. Bora mengangguk. “Itu namanya cinta. Bora pernah merasa senang saat dengan eonnie?” Bora mengangguk pasti. “Itu juga cinta,” kata Eunjung. “Si… Siwon oppa?” tanya Bora. “Oh? Siwon oppa? Siwon oppa itu… nae nampyeon,” kata Eunjung. “Nam… pyeon?” tanya Bora lagi. “Ne. Dulu… kita berteman, tapi semakin lama eonnie marasa senang bersama Siwon oppa. Eonnie mencintainya, jadi… eonnie menikah dengannya,” kata Eunjung. Cinta… menikah?

 

***

“Aku pulang!” Siwon pulang dari pekerjaannya sebagai manager di sebuah perusahaan. “Kau sudah pulang?” sambut Eunjung. Bora yang mengetahuinya langsung lari ke arah Siwon. “SIWON OPPA, AKU MENCINTAIMU!”

To be continued…

Iklan