Title : (Cute Couple^^) A Month of Blooming Love part 3
Author : Catherine Crystal…><
Length : Continue
Genre : Comedy (?), Romance
Cast : -Ryeowook SuJu, Han Eunyoung.

Tanpa banyak basa basi lagi… langsung aja deh… check it out (tumben bahasanya bagus #plak)

.Author POV.
Sudah dua minggu lebih lima hari ini Ryeowook dan Eunyoung menghabiskan liburan mereka bersama. Berdua lebih tepatnya. Mereka sama-sama tidak punya pekerjaan untuk dilakukan dan mereka menikmati saat saat mereka berdua. Belajar memasak, nonton DVD bersama, sampai curhat ke hal-hal yang tidak penting. Mereka menikmati semua itu. Yah… meskipun Eunyoung masih belum mengetahui identitas ‘Wookie oppa’ yang sebenarnya.

Hem… bila disuruh berkata jujur, sebenarnya akhir-akhir ini Ryeowook dan Eunyoung sama-sama merasakan perasaan aneh. Jantung berdebar-debar, pipi merona merah, (memang yang ini tidak lazim untuk cowok tapi Ryeowook kok bisa yah?? Author juga bingung #plakdilemparitomatbusuk) dan sering merasa kehilangan bila tidak bersama. Ryeowook menyadari perasaan apa itu, tapi Eunyoung terlalu kekanakan untuk menyadarinya. Yah, maklum, dia tidak pernah merasakan ‘cinta sejati.’
Hari ini pun Ryeowook juga sedang menunggu Eunyoung di dormnya dengan gelisah. Bagaimana tidak? Kacamata Eunyoung sudah selesai ia betulkan dan hari ini juga ia akan mengungkapkan jati dirinya yang sebenarnya. Tepat ketika gadis itu datang ke sini. Tapi ia bersumpah akan mengungkapkan jati dirinya itu di akhir pertemuan mereka hari ini, agar mereka bisa menikmati hari terakhir mereka bersama seperti biasanya.
Tok… Tok… Tok…
Pintu diketuk dan sudah jelas siapa tamu yang datang. Keringat dingin makin membanjiri wajah mulus Ryeowook. Ia mulai berjalan takut-takut menuju pintu, maksudnya takut bila nanti Eunyoung melihat kacamatanya yang sudah jadi sebelum waktunya.
KREEEK……
Suara pintu berdecit pelan. Memberikan ruang yang lebih dekat bagi kedua insan itu untuk bertemu.
“Annyeong oppa~” sapa Eunyoung ceria.
“A-annyeong…” balas Ryeowook. Seperti biasanya penampilan Eunyoung terlihat berbeda dan itu selalu dapat menyegarkan mata.
“Wae? Kenapa sepertinya kau gugup?” tanya Eunyoung menyadari perubahan raut wajah Ryeowook.
“A-anio… hanya saja aku kecapekan dan kurang fokus” Ryeowook memberikan alasan yang sudah disiapkannya sejak tadi.
“Ooh… tidak persilahkan aku masuk?” tanya Eunyoung.
“Oh iya, silakan masuk saja” kata Ryeowook canggung. Tidak biasanya kecanggungan membentang di antara mereka seperti hari ini. Eunyoung sebenarnya menyadari hal itu namun dia berusaha diam saja demi menjaga suasana.
“Hari ini kita belajar masak lagi oppa? Setelah itu nonton DVD ya… hari ini aku bawa DVD romance, ini” Eunyoung menunjukkan kantong plastik hitam yang dia tenteng sedari tadi. Ryeowook akhirnya dapat menenangkan diri dan tersenyum.
“Oke… mm… di akhir pertemuan kita nanti aku ingin membicarakan sesuatu, kuharap kau bisa mengerti”
“Apa oppa?”
“Nanti saja ya…”
“Oh arraseo~ ayo kita memasak, hari ini mau masak apa?”
“Pizza daging ayam bagaimana?”
“Oppa~ kau tahu kan aku ini tidak pandai memasak, kau masih menyuruhku memasak masakan sesulit itu? Tidak ah, oppa”
“Kalau begitu apa?”
“Ya apa?”
“Aku kan tanya apa”
“Aku juga tanya apa”
Sejenak keheningan menyelimuti mereka dalam tatapan mata yang bertemu pandang. Sulit dijelaskan. Namun hanya tiga detik saja, kemudian mereka tertawa terbahak-bahak.
“Ekspresimu lucu sekali” seru Ryeowook ditengah gelak tawanya yang makin menjadi.
“Kau juga, hahahahaha~”
“Jadi kita masak nasi goreng saja, buat resep sendiri, sesuai persediaan makanan” usul Ryeowook yang langsung diiyakan oleh Eunyoung.
“Mm… ada sosis, keju, dan daun selada di kulkas” kata Eunyoung.
“Ya sudah, buat pakai itu saja” kata Ryeowook.
Mereka berdua pun mulai membuat nasi goreng sesuai rencana mereka. Meskipun Eunyoung lebih sering merecoki daeipada membantu, namun setidaknya dia masih berusaha untuk bisa memasak. Membuat jantung Ryeowook makin berdebar-debar tidak karuan saja.
“Nah, sosisnya digoreng seperti ini, lalu…” Ryeowook kembali memberi penjelasan dengan rasa gugup yang ditutup-tutupi.
“Ooh… ternyata tidak begitu sulit ya oppa… lebih sulit membuat cheesecake seperti dua hari yang lalu” seru Eunyoung sambil tersenyum senang, dia berhasil mencampurkan bahannya dengan benar. Skill memasaknya benar-benar meningkat dalam dua minggu lima hari ini.
Tidak terlalu lama kemudian, dua porsi nasi goreng sudah terhidang di atas meja. Kalau sudah begitu, biasanya mereka hanya makan sedikit, dan sisanya dibagi dua untuk dimakan di rumah masing-masing. Untuk makan malam sih biasanya…
Eunyoung makan sesuap dan langsung mengacungkan jempolnya.
“Mashitaa~” komentarnya, tentu saja, dia makan yang buatan Ryeowook sementara Ryeowook dengan nistanya makan buatan Eunyoung.
“Mm… ini juga enak” komentar Ryeowook dengan jujur. Lalu dengan cepat dia terkejut karena gadis di depannya tiba-tiba saja tersedak. Ngakunya sih tersedak air liurnya sendiri #author ngakak pas bagian ini, bayanginnya lucu.
Ryeowook dengan cekatan mengambilkan segelas air putih dan menyodorkannya pada Eunyoung. Lebih tepatnya dia yang meminumkannya pada Eunyoung. Tangan Eunyoung terulur untuk meraih gelas itu bermaksud minum sendiri, namun malah tangannya bersentuhan dengan tangan Ryeowook. Mereka terdiam selama dua detik dan langsung tersadar apa yang terjadi. Ryeowook dan Eunyoung menaruhkan gelas itu di meja secara bersamaan. Dan Ryeowook dengan basa-basi mengalihkan pembicaraan.
“Sudah tidak tersedak lagi?”
“Ah, aniyo~ sudah tidak apa-apa, gomawo~” balas Eunyoung, setelah itu hening kembali melanda mereka, karena gerah dengan suasana hening itu, Wunyoung memulai pembicaraan dengan basa-basi yang keterlaluan sangat.
“Ayo makan yang banyak oppa biar gendut, akhir-akhir ini kuperhatikan badanmu semakin kurus”
“Ah, yee” Ryeowook tersenyum karena tahu gadis ini malu, tentu saja, mana mungkin berat badannya berkurang, kemarin dia barusan menimbang berat badan dan hasilnya naik dua kilo, tentu saja ia tambah gemuk~!
Ryeowook menyuapkan sesendok besar nasi goreng ke dalam mulutnya. Dan mencoba mencari titik nikmat dari nasi goreng tersebut, tidak lama dia menemukannya dan kembali tersenyum.
“Kali ini masakanmu benar-benar enak” pujinya pada Eunyoung. Yang membuat gadis itu tersipu malu. Bukan pujian besar memang, namun berhasil membuat hatinya berbunga-bunga. Namun dia terlalu pintar untuk menyadari bahwa sudah separuh tempat di hatinya diisi oleh pria di depannya itu.
“Kalau kau… seperti biasanya kan sudah enak” gurau Eunyoung. Dia sendiri sadar sebenarnya lelucon yang dia lontarkan sama sekali tidak lucu, namun itu hanya untuk memperbaiki mood saja.
“Ah, tidak juga, aku ambilkan plastik mika sekarang ya, kubungkuskan untukmu” tawar Ryeowook.
“Biar aku sendiri saja oppa” seru Eunyoung sungkan.
“Anii~ aku saja” balas Ryeowook sambil melangkah menuju dapur. Sebenarnya bukan hanya karena formalitas dan ‘perasaannya’ saja dia berkata begitu, namun karena menyelamatkan dorm juga. Kalau gadis itu yang menuangkannya di mika, pasti langsung tumpah membanjiri dapur. Ujung-ujungnya? Tidak jadi makan deh!
“Huuh… aku kan nggak enak merepotkan oppa” kata Eunyoung.
“Tidak apa-apa kok” jawab Ryeowook setengah berteriak agar Eunyoung dapat mendengarnya.
“Benar begitu? Kalau begitu aku masukkan DVD ini ke CD Player-mu dulu ya oppa” teriak Eunyoung.
“OK”
Eunyoung berjalan santai menuju bagian TV dorm. Dilewatinya kacamatanya yang sudah jadi tanpa sadar. Dan dia langsung menyalakan power TV dan CD Player. Tanpa cingcong langsung disetelnya DVD itu sambil menunggu Ryeowook.
Selang semenit kemudian, lelaki itu datang sambil membawa mika berisi nasi goreng. Langsung saja diserahkannya mika itu pada Eunyoung, lalu ikut menonton DVD itu. Endless Love… siapa yang tidak tahu? Drama mellow itu benar-benar menyayat hati.
Selesai menonton drama, Ryeowook sudah bersiap memberikan kacamata Eunyoung.
“Young-ah… ini” diserahkannya kacamata itu. Dan bersiap utnuk segala sesuatu yang akan terjadi…

Udah dulu ya… idenya berhenti. Komen please…