Title : (Cute Couple^^) A Month of Blooming Love part 5

Author : Catherine Crystal…><

Length : Continue

Genre : Comedy (?), Romance

Cast : -Ryeowook SuJu, Han Eunyoung.

 

Hai… ada yang nunggu ff ini? #readers : nggak ada… hehehe… #plak

Akhir-akhir ini author lagi ngebut bikin ff ini, jd ya kalo jelek dimaklumi aja yah… OK?

 

.Ryeowook POV.

Aku memejamkan mataku dan membiarkan keringat dingin membanjiri tubuhku. Kutunggu reaksinya. Satu menit… dua menit… tiga menit… hei tunggu, ini terlalu lama~ akhirnya kuberanikan diriku untuk membuka mata. Dan terlihat jelas bahwa dia sedang terkejut. Aku melambaikan tanganku di depan wajahnya, dan setelah mengerjap-ngerjapkan mata tiga kali dia akhirnya tersadar dari kekagetannya (ampun dah bahasa apa ini??)

“Kau benar-benar… Ryeowook Super Junior?” tanyanya di tengah kaget luar biasa. Aku hanya mengangguk sambil menunduk. Mungkin dia akan marah karena aku menyembunyikan identitasku selama ini. Atau mungkin dia tidak akan pernah mengunjungiku lagi. Jadi… selamat tinggal cinta~

“Oppa! Aku tidak salah nih bertemu denganmu?” tanyanya berbinar-binar.

“Iya” eh? Apa dia fansku? Lalu dia mau minta tanda tangan? Foto bersama? Mengunjungiku tiap hari? Yah… kuharap begitu.

“Kyaaaaaaa~~! Oppa, mintakan tanda tangan Donghae oppa ya??” pintanya dengan puppy eyes-nya itu.

“Heh? Andweee~”

“Waeyo?”

“Anii! Aku tidak mau menjadi perantara, kalau mau minta, minta saja sendiri!” seruku pura-pura marah. Namun dia malah menggembungkan pipinya, “Kau mau pulang sekarang?” tanyaku, dan dia menggeleng.

“Antarkan aku melihat kamar Donghae oppa dulu…” rengeknya.

“Hmm… bagaimana ya? Akan kupertimbangkan kalau kau datang ke sini besok…”

“Tentu saja aku akan datang~ wah… senangnya, apa aku bisa bertemu Donghae oppa?”

“Anii… dia masih berlibur bersama yang lainnya. Jadi kalau mau bertemu dengannya tidak usah datang saja besok!” aku memalingkan wajahku agar kemarahanku tidak terlihat jelas. Lebih tepatnya kecemburuan. Tolong digaris bawahi. KECEMBURUAN.

Akhirnya setelah lama dia tidak bergeming, kualihkan pandanganku kembali padanya. Dan kulihat dia diam membatu sambil menggembungkan pipinya.

“Ah, arra oppa… kau tidak menginginkan kedatanganku di sini ya? Gwaenchana~ aku pulang sekarang” katanya lemas. Hey, tunggu dulu. Bagaimana dia bisa menyimpulkan seperti itu?

“Ah, an—“

“Oppa, aku pulang, bye…” pamitnya.

BLAM!

Pintu dorm ditutup dan menyisakan aku dalam keheningan. Bodoh! Rutukku pada diri sendiri. Kenapa aku bisa berkata seperti itu? Pasti besok dia enggan untuk datang!

Tiba-tiba…

Trrlt… Trrlt…

Aku berjalan dengan malas menuju telepon yang terpasang di dinding. Dengan malas pula aku mengangkatnya.

“Yoboseyo~”

“Yoboseyo Wookie-ah, ah, sepertinya kau benar-benar bosan ya?” suara Eeteuk hyung?

“Hyung? Yaaa~! Kalian kenapa meninggalkanku sendirian hah?”

“Mianhae, waktu itu kita sudah hampir terlambat dan akan sangat terlambat jika membangunkanmu, lagipula tidurmu pulas sekali, kami jadi tidak tega, iya kan anak-anak?”

“NEEEEE…..” terdengar teriakan sember dari seberang telepon, sepertinya para hyung.

“Aniiii……” nah, kalau yang ini aku yakin itu Kyu.

“Kyu…”

“Mwo?”

“Kau dongsaeng kurang ajar ya!”

“Nee…”

“Kyuuuuuu………….”

“Ya! Kyu! Kau tidak boleh seperti itu pada hyungmu!” suara Donghae hyung. Huh… di saat-saat seperti ini aku paling tidak ingin mendengar suaranya!

“Donghae hyung…” panggilku lirih.

“Ne?”

“Bisakah… kau diam saja untuk sementara waktu?”

“Waeyo?”

“Aku sedang malas mendengar suaramu ataupun melihat wajahmu. Jadi bisakah kau menghilang untuk sementara waktu?”

Hening…

Sepertinya para hyung sedang berbisik-bisik sambil menerka apa yang terjadi padaku. Namun sehidup semati pun aku tidak akan mau memberitahukannya.

“Wae, Wookie?” tanya Sungmin hyung.

“Ini urusan pribadiku hyung, bisakah kalian tidak mencampurinya atau sekedar mencari tahu?”

“Arra, arra, ya sudah, kalau begitu kututup ya…” kata Eeteuk hyung.

“Ne”

KLIK.

 

Beijing, China…

.Eeteuk POV.

Ada apa dengan Wookie? Tidak biasanya dia bersikap seperti ini. Mungkinkah Donghae pernah bersikap salah padanya. Ah, sebaiknya aku interogasi dia dulu.

“Anak-anak, kalian capek kan sehabis berjalan-jalan di Great Wall? Sekarang sebaiknya kalian beristirahat dulu…” perintahku secara halus. Sebenarnya sekedar untuk memberi privasi padaku dan Donghae. Dan untuk memberi ruang berbicara.

“Nee… hyung” mereka pun meninggalkan ruangan satu-per-satu.

“Donghae-ah” panggilku. Ia yang tadinya sudah hendak masuk ke kamarnya dan Sungmin menoleh padaku.

“Ne?”

“Bisa kita bicara sebentar?” tanyaku. Ia menghela nafas panjang. Sepertinya sudah tahu ke mana arah pembicaraan kali ini. Ia pun duduk di salah satu kursi yang tadinya diduduki Heechul.

“Tentang Wookie?” tanyanya to the point.

“Ne, apakah kau pernah berbuat salah padanya?”

“Ani hyung, aku sendiri juga bingung kenapa dia bisa tiba-tiba berbicara seperti itu”

“Kau tidak berbohong?” tanyaku sambil menatap tajam Donghae.

“Aniyo~ aku berani bersumpah, bahkan sebelum kita berangkat ke China aku banyak membantunya. Dia sering curhat padaku dan sepertinya kami tidak ada masalah apa-apa”

“Lalu menurutmu kenapa dia bersikap seperti itu?”

“Mollayo, dia aneh sekali hyung. Biasanya sikap seperti itu hanya ditunjukkan seorang pria bila dia sedang cemburu atau putus cinta, tapi… selama ini Wookie belum pernah punya pacar kan?”

“Nee… aku juga berpikir begitu”

Selama sekian menit kami berdua duduk dalam keheningan. Aku mencoba menerka-nerka apa yang terjadi pada eternal maknae itu. Namun otakku sepertinya buntu dan tidak bisa bekerja dengan baik saat ini.

“Hyung…” panggil Donghae, “Jangan-jangan dia bertemu seorang wanita di sana?”

“Lalu apa hubungannya denganmu, Hae?” Donghae tampak berhenti berbicara sebentar, kemudian menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Aiish… ini semakin rumit, sudah ya! Aku mau tidur saja, pusing aku!” serunya kemudian benar-benar meninggalkanku sendirian di ruangan ini.

 

Seoul, South Korea…

.Eunyoung POV.

Hari sudah malam dan aku belum juga menemukan maksud perkataan Ryeowook oppa tadi.

‘Anii… dia masih berlibur bersama yang lainnya. Jadi kalau mau bertemu dengannya tidak usah datang saja besok!’

Kata-katanya yang itu terus terngiang-ngiang di benakku. Kalau kau mau bertemu dengannya tidak usah datang besok… tidak usah datang…

Haish! Maksudnya apa semua ini? Kenapa dia sepertinya kesal sekali? Apa dia mengharapkan bahwa aku fansnya? Kalau begitu aku tidak usah datang saja besok! Selamanya di Super Junior yang aku sukai tetap hanya Donghae oppa. Bukan Ryeowook oppa. Tapi kenapa rasanya tidak rela bila tidak ke sana besok?

Teroret~ Teroret~

SMS masuk. Dari Jieun, apalagi ini?

From : Jieun~

“Ya! Eunyoung-ah, besok datanglah ke rumahku jam 9 pagi! Aku dapat poster Donghae oppa, dia tampan sekali! Aku juga sudah mengundang Soohye, dan dia mau datang untuk poster Yesung oppa, jadi kau datang?”

Aku mengerutkan kening. Poster Donghae oppa? Poster Yesung oppa? Berarti dia punya poster semua member? Hah~ kuharap begitu. Tanpa pikir panjang kuketikkan saja balasannya.

To : Jieun~

“Ne, arra. Aku datang”

 

Keesokan harinya…

Aku berjalan sambil menenteng tas selempangku. Hari ini aku menggerai rambutku dan memasang bando biru. Yah, biru itu warna kesukaanku, lebih tepatnya biru muda halus. Warna itu bagus sekali menurutku.

“Annyeong ahjumma…” sapaku saat memasuki salon Jieun.

“Annyeong, Jieun ada di dalam”

“Nee…” aku segera melangkah masuk ke dalam rumah Jieun. Namun hanya selangkah di ambang pintu, karena kemudian aku berteriak, “YAAAA!! JIEUN-AH, RANTAI DULU KETIGA ANJINGMU!!! AKU TAKUT ANJING, KAU TAHU KAN??”

“NEEE… ARRA, KAU MASUK SAJA, SUDAH KURANTAI SEJAK TADI KOK!!!”

Dengan waswas aku memasuki rumah Jieun, takut bila ternyata Jieun berbohong tentang merantai anjingnya itu.

“Eunyoung-ah…” sapa Soohye. Rupanya dia berada di luar kmar Jieun.

“Soohye, kenapa kau di sini? Di mana Jieun?”

“Dia di dalam, sedang berganti pakaian, kau tenang saja, tadi anjingnya sudah dirantai kok, aku yang mengingatkan Jieun kalau kau takut anjing”

“Ah, gomawo, Jieun itu kan pelupa sekali”

KLEK!

“Siapa yang bilang aku pelupa?” tanya Jieun pura-pura marah.

“Aku” jawabku santai, “Mana poster Donghae oppa-nya?”

“Chamkamman” Jieun berlari masuk kembali ke dalam kamarnya dan keluar dengan membawa setumpuk poster berukuran besar. Yah, dia kan berlangganan majalah tiap minggu, jadi selalu dapat poster =,=”

“Uwaaa… Yesung oppa tampan sekali” gumam Soohye keras-keras (?)

“Ya! Kenapa tidak ada Donghae oppa-nya?” protesku.

“Oh, itu di dalam, sudah kutempelkan di dinding kamarku, cuma yang Donghae oppa, kau lupa kalau aku juga ELFishy?”

“Ah, aku lupa, boleh aku masuk?” tanyaku basa-basi, yah sudah jelas dia mengiyakan.

Aku memandangi seisi kamarnya dan menemukan dua poster baru yang tertempel di dinding kamarnya yang memang sudah penuh poster itu. Pertama, poster Super Junior secara keseluruhan. Dan kedua, poster Donghae oppa. Omonaa… dia tampan sekali! Tapi… kenapa rasanya aku tidak tertarik ya?

“Soohye-ah, aku pinjam ini” aku segera merebut setumpuk poster Super Junior milik Jieun yang ada di tangan Soohye itu.

Dengan sedikit liar aku membolak-balik semua poster itu dan tanganku berhenti pada satu poster. KIM RYEOWOOK.

 

.Soohye POV.

“Soohye-ah, aku pinjam ini” tanpa persetujuanku dia langsung merebut poster-poster yang sedang kulihat dan membolak-baliknya liar. Brutal sekali dia hari ini, sebenarnya apa yang dicarinya?

Tangannya berhenti membolak-balik pada saat matanya menangkap tulisan besar pada sebuah poster. Dan aku ikut mengintipnya. KIM RYEOWOOK.

“Omo, oppa tampan sekali…” gumamnya.

“Yak! Eunyoung-ah… kemana imej ELFishy-mu? Kau bilang tidak suka pria feminin kan?” tanya Jieun, “Lagipula Ryeowook oppa tidak tampan di sini”

“Tapi tampan di mataku…” sahut Eunyoung.

“Mwoya?” tanyaku tidak percaya. Aku mencoba membandingkan poster Donghae oppa yang tertempel di dinding dengan poster yang ada di tangan Eunyoung sekarang. Jauh sekali. Jauh tampan Donghae oppa.

“Jieun-ah, Soohye-ah, sepertinya aku tidak akan menjadi ELFishy lagi…”

“Wae?” tanyaku dan Jieun bersamaan.

“Sekarang yang paling terlihat mencolok di mataku adalah… Wookie oppa” jawabnya.

“Ya, Eunyoung-ah, kau berbicara seperti kau sudah kenal dekat dengannya saja…” kataku.

“Aku me—anii… hahahahaha…” dia tertawa garing. Sepertinya ada yang aneh dengan anak ini, apa dia autis mendadak? Aku segera memegang keningnya untuk memastikan. Normal tuh.

“Kau ada kelainan apa?” tanyaku.

“Kelainan mata” jawabnya polos.

“Maksudku tentang jiwamu” jawabku.

“Ani, sepertinya aku… pulang saja sekarang” katanya, kemudian berlari keluar rumah Jieun sambil menutup mulutnya.

“Dia kenapa?” tanyaku pada Jieun.

“Molla, aku jadi khawatir”

 

.Ryeowook POV.

Entah kenapa hari ini aku berharap yeoja bernama Han Eunyoung itu datang ke dorm. Tapi rasanya tidak mungkin ya? Hah, teruslah berharap saja Ryeowookie…

Tok… tok… tok…

Dengan bersemangat aku bangkit dari dudukku. Mungkin itu Eunyoung. Tapi… aku kembali mengingat kejadian kemarin dan menyimpulkan bahwa itu tidak mungkin adalah dirinya.

KLEK!

Kubuka pintunya malas. Namun betapa terkejutnya diriku ketika menemui bahwa itu benar-benar Eunyoung.

“Eun… Young?”

“Ne oppa, kemarin kau bilang aku tidak usah datang bila hanya ingin bertemu Donghae oppa, tapi aku ingin bertemu denganmu, bukan dengan Donghae oppa, sekarang aku menyadarinya. Aku sudah membeli bahan-bahan membuat kue, ayo kita memasak” ajaknya secara tiba-tiba.

Aku hanya bisa menuruti kemuannya saja dan berjalan menuju ke dapur.

 

Lama kemudian…

Adonan kue yang akan kami panggang sudah jadi. Tinggal tunggu sebentar sampai agak mengembang baru dimasukkan oven. Aku memanaskan oven dulu dan berbalik untuk beristirahat. Namun ketika aku berbalik aku menyadari bahwa Eunyoung berada tepat di belakangku. Dan wajah kami sangat dekat. Kulihat pipinya bersemu merah. Aku pun mendekatkan wajahku pada wajahnya.

 

.Eunyoung POV.

Omona… kenapa begini? Dia mulai mendekatkan bibirnya ke bibirku. Mungkinkah dia mau mencuri ciuman pertamaku? Akhirnya aku hanya mengikuti naluriku saja untuk menutup mata.

 

.Author POV.

Ryeowook menyapukan bibirnya pada bibir Eunyoung. Mengikuti nalurinya, Eunyoung membalas ciuman itu. Ryeowook makin memperdalam ciumannya dan mencari posisi yang nyaman. Ia pun memeluk pinggang gadis di depannya itu yang dibalas Eunyoung dengan mengalungkan tangannya di leher Ryeowook. Mereka berciuman dalam waktu lama. Lama sekali. Ryeowook terus memperdalam ciumannya yang pada kenyataannya bisa diimbangi oleh Eunyoung. Sampai akhirnya…

CEKREK!

Terdengar suara jeperetan kamera dan mereka dengan canggung menoleh. Dan apa yang mereka dapati itu sangat mengejutkan…

 

————————————————————————————————-

Waw… akhirnya… part selanjutnya mungkin part terakhir nih… OK OK komen