PROLOG

“Annyeong haseyo, joneun Song Chi En ibnida…”

“Bffffhhh…”

Sembilan pasang mata menoleh ke arah orang yang sekarang menelan tawanya yang hampir keluar tadi.

“Kyuhyun-ah, aku juga aneh dengernya, tapi tahan dikit ketawanya bisa gak sih?” bisik Sungmin. Ia jadi merasa tidak enak pada yeoja yang sekarang menatap mereka bingung itu.

“Mian hyung. Habis aneh banget dia ngomongnya. Aku gak tahan…”

Hankyung menyikutnya. “Sadar diri GuiXian. Separah-parahnya bahasa Korea dia, masih parahan bahasa Cinamu waktu masuk SJM setahun lalu. Tapi ZhouMi gak sampe ketawa di depanmu deh. Paling habis kalian pisah baru dia ngakak sampe guling-guling di kamar,”katanya dalam bahasa Cina.

Kyuhyun merengut. Ia berharap yeoja China itu tidak sadar kalau ditertawakan. Ia juga sebenarnya tidak enak sudah kelepasan. Tapi mau bagaimana lagi, ketawa kan manusiawi! Tau sendiri kan kalo dia paling gak bisa nahan ketawa!

***

 

BLIND

 

“Chichi noona!”

“Panggil aku Vic! Dan aku gak mau dipanggil noona!”

Kyuhyun tertawa setan melihat wajah Victoria yang sekarang merengut kesal. “Itu kan panggilan kesayangan dari aku, Chichi noona. Masa gak mau sih? Padahal imut loh panggilannya. Lagian kalo aku panggil Vic nanti aku gak spesial dong!”

“Bodo! Yang penting aku gak mau dipanggil noona!”

“Lah, aku yang gak sopan dong, Chichi noona. Kan aku LEBIH MUDA SATU TAHUN SATU BULAN dari Chichi noona.” Kyuhyun terus menjahilinya. Emang dasarnya setan, disuruh berhenti malah makin ngelunjak. Ia terus menyebutkan kata-kata yang gak disukai Victoria itu. “Salah sendiri lahir tahun segitu,”

“Ya bukan salahku lah! Masa mamaku kamu suruh ngempet aku sampe setahun? Keburu jadi fosil aku di dalam rahim!” Victoria makin bete. “Berhenti panggil aku Chichi noona atau…”

“Arasseo, arasseo. Ah, aku kalah deh kalo kamu udah ngancem gitu! Udah cukup aku makan hati pas kalian WGM, jangan dilanjutin lagi!”

Chichi noona. Panggilan kesayangan Kyuhyun untuk yeojanya itu. Chichi sendiri artinya kakak perempuan dalam bahasa Cina. Oh, JieJie sebenarnya. Tapi Kyuhyun lebih suka menyebut dengan Chichi, soalnya terdengar lebih imut. Selain itu, Chi adalah nama tengah Victoria, Song CHI En. Sedangkan noona, tentu saja karena Victoria lebih tua daripada Kyuhyun. Baginya nama itu terdengar imut, namun entah kenapa Victoria benar-benar benci dipanggil itu.

“Ngomong ngomong chagi, lusa jadi ke rumah kan?” kata Kyuhyun setelah Victoria kembali normal.

“Errr…kamu yakin?” tanya Victoria ragu. Kalo sekedar main ke rumahnya sih gak masalah, tapi kalau akan dikenalkan ke ORANG TUAnya Kyuhyun, kok… rasanya…

“Yakin dong! Aku harus yakinkan mereka kalo aku bener-bener sayangnya sama Chich…”Kyuhyun buru-buru meralat ucapannya begitu melihat Victoria mulai melotot lagi. “Vic. Sayangnya sama Vic, gak mau sama yang lain. Kalo masih belum percaya, coba lagi…coba lagi… Pasti mereka lama-lama juga luluh… Mideosseo?”

“Ne…” Victoria akhirnya mengangguk. Semoga besok dia gak melakukan kesalahan bodoh deh.

Walaupun sudah berjalan satu tahun, hubungan mereka memang tidak disetujui seratus persen oleh orang tua Kyuhyun. Orang tua Kyuhyun lebih suka kalau anaknya nanti menikah dengan orang Korea. Orang tua Kyuhyun pernah punya “dendam kesumat” sama orang China, makanya stereotip mereka terhadap orang China agak buruk. Dan masalahnya adalah, Victoria jelas-jelas orang China.

“Vic chagi, aku cabut ya! aku udah ditunggu hyungdeul di bandara nih.”

“MWO? Bandara? Emang kamu mau kemana?”

“Sebenernya kami harus ke China sekarang. Pesawatnya take off dua puluh menit lagi. Hyungdeul pasti udah ngamuk-ngamuk deh sekarang. Mianhae chagi! Aku cabut dulu ya! kamu baik-baik di sini, jangan dekat dekat Nickhun hyung pokoknya!”

Mendengar itu, Victoria langsung mengamuk.“YA! TERUS NGAPAIN KAMU MALAH NYAMPERIN AKU DI SINI? CEPETAN PERGI! KAMU MAU KETINGGALAN PESAWAT?”

Kyuhyun berlari ke arah mobil, sekaligus menghindar dari pukulan dan tendangan bertubi-tubi Victoria. “Arasseo! Arasseo! Aku pergi sekarang! Dadah…  Wo ai ni!” ia masih sempat-sempatnya memberikan tanda love besar kepada Victoria sebelum menginjak pedal gas.

***

“Chichi noona, kusamperin di kantor SM aja ya! aku langsung kesana habis dari bandara,”

Sejenak Victoria berpikir untuk kembali memarahinya karena Kyuhyun lagi-lagi memanggilnya Chichi noona yang baginya terdengar lame itu.”Chichi noona”? “Kakak-kakak?” Namun ditahannya, “Langsung? Kamu gak capek? Gak ditunda besok aja? Kemarin aku bilang iya kan karena kupikir kamu gak ada agenda keluar negeri. Lah kalo langsung bertubi-tubi gini kan kasihan kamunya, Guixian. Kamu gampang sakit kalo kecapekan.”

“Besoknya aku full banget chagi, dari pagi sampe tengah malem. Cuma waktu itu sempetnya. Udah gakpapa kok, tenang aja. aku udah biasa capek, pasti badanku udah kebal.”

Waktu itu ia benar-benar ingin membatalkan rencana mereka menghadap orang tua Kyuhyun. ia masih teringat bagaimana Kyuhyun beberapa bulan lalu kecelakaan ketika akan berangkat musikalnya. Ia tidak ingin kejadian itu terulang lagi. Namun ia percaya pada Kyuhyun. Insting orang Chinanya bisa jadi salah, kan?

Namun kini ia menyadari, instingnya tidak pernah salah. Begitu ia mendengar berita dari Sungmin.

Bahwa mobil Kyuhyun tertabrak truk dari arah kanan ketika akan belok. Mobilnya hancur, dan kepala Kyuhyun terbentur cukup parah. Sekarang ia sedang di ICU.

***

“Eonni… jenguklah… Setidaksuka apapun orang tua Kyuhyun oppa pada eonni, mereka tidak mungkin melarang rekan kerja yang ingin menjenguk anaknya, kan?”

“Tapi…tapi…”

Luna menggaruk kepalanya yang tidak gatal, frustrasi. Ia gerah melihat eonni tertua di grupnya mondar-mandir di depannya sejak tadi. Bukan karena eonninya menghalanginya menonton drama favoritnya, tapi karena sejak tadi ia terus-menerus memikirkan hal yang sebenarnya solusinya sudah ada di depan mata. Victoria begitu cemas ingin tahu keadaan Kyuhyun, ya tinggal datang menjenguk dan tanya bagaimana keadaanya, kan? Kenapa dia begitu takut, sih? Sampai tidak bisa makan tidak bisa minum berhari-hari? Lebay.

Luna, dan semua member f(x) memang tidak tahu hubungan mereka. Tidak pula member Super Junior. Mereka hanya tahu hubungan mereka akrab, itu saja. Makanya Luna merasa aneh melihat Victoria tidak berani mengunjungi Kyuhyun karena Tuan dan Nyonya Cho benci orang China.

“Vic eonni!”

Seperti superhero, tiba-tiba Amber sudah ada di depan pintu kamar Victoria dan memegang tas, sepatu dan baju ganti. “Nih pakai. Sekarang eonni berangkat ke rumah sakit, dan cari tahu kondisi Kyuhyun oppa. sekalian, doakan Kyuhyun oppa di depan mata Tuan dan Nyonya Cho, biar mereka luluh. Sadar kalau orang China gak semua sama. Heran, apa sih yang telah diperbuat orang China ke mereka sampai mereka sebegitu bencinya kepada orang China?”

“Tapi…”

“Gak ada tapi-tapian! Palli…!!!!”

Dan pada akhirnya Victoria berdiri di depan kamar rawat kelas satu itu. Ragu, ia membuka pintu yang tertutup rapat itu.

Syukurlah, ternyata tidak ada siapa-siapa. Hanya ada Kyuhyun yang sedang menonton TV dengan wajah bosan. Tangannya terus-terusan mengganti channel TV.

“GuiXian? Gwaenchanhayo? Kenapa bisa seperti ini? kau membuatku cemas setengah mati, tahu,”

Kyuhyun menatapnya kaget. “Chagiyo..”

“Kenapa? Kamu kaget aku di sini? Sudah kubilang kan waktu di telepon, kamu harus istirahat dulu! Baru menemuiku. Kamu nekad sih, jadinya seperti in, kan? Kamu gak bosen-bosen ya, kecelakaan. Mau bikin rekor di Guiness Book sebagai orang dengan pengalaman kecelakaan mobil terbanyak, hah?”

“Maaf…”

“Maaf? Kenapa minta maaf? Tapi karena kamu udah ngomong, yaudah, kumaafkan. Ah, kamu mau apel? Kukupaskan ya…”katanya sambil meraih pisau dan apel di meja.

.

.

“Maaf Nona, tapi apa kita pernah bertemu sebelumnya?”

Tes. Pisau salah alamat. Bukannya mengupas kulit apel, malah mengupas kulit tangan. Untung otak tidak bisa bekerja ganda. Hanya bisa fokus pada satu hal dalam satu waktu. Dan kini otak Victoria hanya fokus pada apa yang dikatakan Kyuhyun barusan. Dan mencari adanya indikasi kebohongan di matanya. Ia tahu Kyuhyun jahil setengah mati. Kali ini ia tidak mau jadi korban kejahilannya lagi.

“Ya, jangan macam-macam kau. Kau mau hilang ingatan beneran?”

“Maaf, Nona. Tapi aku benar-benar tidak ingat Nona.”

Victoria menatap mata Kyuhyun dalam-dalam. Mencari-cari apakah bola mata Kyuhyun bergerak ke samping ketika berbicara, seperti kebiasaannya (tanpa sadar) setiap berbohong saat menjahili dirinya.

Mata itu menatapnya lurus.

“Ah, mungkin kau memang orang yang pernah kukenal. Ngomong-ngomong, apa kau tahu kenapa sejak tadi wajahku ada di televisi? Begitu aku menyalakan televisi pertama kali setelah aku sadar, semua berita menayangkan bahwa Super Junior Kyuhyun mengalami kecelakaan. Apa itu Super Junior?”

Pisau di tangan Victoria terjatuh. Mata itu tidak bergerak. Bibir yang bicara itu juga tidak kunjung menampakkan evil smile khasnya seperti saat ia selesai menjahilinya. Kata-kata “gotcha” yang selalu keluar bersamaan dengan senyum setan itu juga tidak keluar. Itu bibir yang sama dengan bibirnya empat hari lalu, tapi apa yang dilakukannya tidak lagi sama.

“Ah, ngomong-ngomong aku belum tahu siapa namamu. Sepertinya kau bukan orang Korea, ya? cara bicaramu agak aneh.”

“Hei, sedang apa kau di sini?” Nyonya Cho tiba-tiba masuk kamar bersama seorang dokter dan suster.

Mendadak Victoria sadar bahwa ini sudah waktunya ia pergi.

“Annyeong haseyo, Cho eommoni, seonsaengnim.” katanya singkat sebelum akhirnya ia berlari sepanjang lorong rumah sakit.

***

Saran : Part ini oke kalo dibaca sambil dengerin lagu Blind-nya TRAX.  Lumayan buat jadi backsound pendukung. ^^v

***
“Dengan demikian, aktivitas Super Junior sebagai grup akan berhenti untuk sementara sampai Kyuhyun pulih. Untuk mengisi kekosongan ini, para member yang tersisa akan menjalani aktivitas masing-masing. Itu saja yang bisa kami sampaikan, terima kasih,”

Kim Youngmin mengakhiri pembicaraan sambil membungkukkan badan. Manager Super Junior beserta Leeteuk sebagai perwakilan member Super Junior ikut keluar mengekor CEO SMEnt itu.

Cho Kyuhyun positif amnesia. Benturan di kepalanya mengacaukan otaknya sehingga seluruh ingatannya terhapus. Seperti komputer yang tanpa sengaja terformat. Hilang semua ingatannya. Entah sampai kapan ingatannya kembali.

Sudah seminggu ini pasca Kyuhyun keluar dari rumah sakit, member Super Junior tidak henti-hentinya mengunjungi maknae mereka ini. Beberapa kali mereka membawa Kyuhyun ke kantor, untuk memancing ingatannya akan memori di Super Junior. Yang meskipun banyak kejadian pahit, namun sangat berkesan. Ia sangat bahagia di Super Junior.

Sedikit demi sedikit ingatan Kyuhyun kembali. Namun belum utuh, tentu saja. Baru seminggu. Ia baru ingat sedikit-sedikit potongan ketika ia tampil bersama di panggung, beraktivitas bersama Super Junior, itupun tidak bisa diingat lama-lama karena ketika ingatan itu muncul, sakit tak tertahankan di kepalanya juga tiba-tiba muncul.

Victoria menatap hampa konferensi pers yang ditayangkan di TV kantor itu. Ia belum berani berharap Kyuhyun akan mengingatnya. Semenjak pertemuan mereka di rumah sakit itu, ia belum bertemu Kyuhyun lagi. Jadwal f(x) mendadak padat. Mereka sedang direncanakan untuk mengisi kekosongan Super Junior yang sedang hiatus, supaya aliran masuk ke perusahaan bisa tetap normal.

Pintu ruangan tiba-tiba terbuka.

“Nah, yang ini ruang tempat para artis yang bukan orang Korea belajar bahasa asing. Di sini…oh, Victoria-ssi, annyeong haseyo!” Sungmin masuk dan agak terkejut melihat Victoria ternyata sedang di dalam.

“Ah, annyeong haseyo…” ia menjawab sapaan Sungmin, tapi matanya terarah pada pria di sebelahnya.

“Eh Kyu, kamu ingat gak? Ini Victoria-ssi. Kalian dulu akrab banget lho.” Kata Sungmin.

Tidak. Tidak hanya akrab. Lebih dari itu, Pikir Victoria.

“Ah, kamu yang kemarin di rumah sakit ya?” Kyuhyun menatapnya ramah. Ternyata ia ingat Victoria. Tapi hanya  sebatas ingatan kecil setelah ia sadar.

Hati Victoria teriris melihatnya. Tidak. Mata itu seharusnya tidak menatapnya lembut dan ramah seperti ini. Seharusnya dia menatapnya tajam dan sedikit jahil.

“Oh, kalian udah ketemu? Iya, dulu kalian sempet digosipin pacaran sama ELF. Sampai antisnya Vic sempet banyak kan ya?”  kata Sungmin ringan.

“Beneran hyung? Wah, kenapa aku gak beneran pacaran aja ya hyung? Victoria-ssi kan cantik.” tanya Kyuhyun sopan.

Sungmin tertawa. Begitupun Victoria.

Namun batin Victoria menangis, tentu saja. Sejak kapan Kyuhyun memanggilnya Victoria-ssi? Ah, mendadak ia rindu panggilan Chichi noona yang dulu terdengar lame itu. Ia menyesal mengapa ia dulu marah-marah mendengarnya, padahal ia kini merindukan panggilan itu setengah mati.

“Ah, Victoria-ssi, dulu dia pernah memperkenalkan diri kepada Super Junior ya? Kalau tidak salah dulu cara bicaranya…AAAAWWW!!!!!!”

Kyuhyun jatuh terduduk sambil memegang kepalanya. Sungmin dengan sigap memapah Kyuhyun dan mendudukkannya di kursi. Sementara Victoria menatap Kyuhyun dengan cemas. Sungmin menyenderkan kepala Kyuhyun di bahu Victoria.

나에게 머릴 기대고 물끄러미 바라보아도 모르죠

(Even if you lean your head against me and blankly look at me, you don’t know)

“Maaf Sungmin-ssi, aku ada jadwal. Aku pergi sekarang. Geurom”. Victoria lalu berlalu sambil menyebutkan jadwal yang tidak pernah ada. Meninggalkan Sungmin yang menatapnya bingung. Tadinya ia mau minta bantuan Victoria, tapi melihat Victoria yang buru-buru, sepertinya ia harus menghubungi Ryeowook. Dongsaengnya itu selalu tahu apa yang harus dilakukan.

Ia melihat dengan kepalanya sendiri, ingatan tentang dia telah membuat Kyuhyun menderita. Ia tidak boleh berlama-lama berada di situ.

Tidak hanya itu, sepertinya ia harus menghilang untuk sementara dari hadapan Kyuhyun. Setidaknya sampai Kyuhyun cukup kuat untuk mengingatnya.

“Aku ingin kau mencariku, Kyuhyun-ah. Aku ingin kau mencariku, walaupun sekali saja, agar aku dapat meraihmu lagi” bisiknya dalam tangis. Tubuhnya merosot di dinding luar ruangan itu. Terhalang, sehingga Kyuhyun tidak bisa melihatnya menangis.

번만 번만 찾아봐 제발, 품에 가질 있게 오직 너만이 찾아준다면

(Just once, just once, please look for me, if only you will find me so that I can have you in my arms)

***

Tiga bulan berlalu begitu saja dengan permainan petak umpet antara Kyuhyun dan Victoria. Victoria selalu berusaha menghindar dari Kyuhyun. ia tidak boleh menambah beban otaknya yang masih labil. Ia baru boleh muncul ketika Kyuhyun cukup kuat untuk mengingat semuanya.

Tapi seperti halnya permainan kejar-kejaran, ini membuatnya lelah. Ada saatnya saat ia akhirnya lengah dan tertangkap.

Cho Kyuhyun tepat berada di hadapannya. Ia tidak bisa menghindar.

“Annyeong, Victoria-ssi!”

Victoria tersenyum getir. Ia masih memanggilnya Victoria-ssi. Walaupun sedikit demi sedikit ia sudah mulai kembali seperti Kyuhyun yang dulu, tapi memori tentang Chichi noona-nya masih entah nyasar di bagian otak di mana.

“Ah, Kyuhyun-ssi. Annyeong. Lama tidak bertemu…” katanya canggung. Ia tidak pernah memanggilnya Kyuhyun-ssi.

Tidak. Kita selalu bertemu. Tapi aku yang lari. Aku yang tidak mau menambah beban otakmu, GuiXian.

“Iya, lama banget yah? Eh, aku mau tanya sesuatu ke kamu nih. Boleh gak? Aku penasaran setengah mati nih.”

“Tanya apa?”

Kyuhyun menggaruk belakang kapalanya, agak canggung.  “Anu… itu… Sebenernya dulu kita gimana sih?”

DEG “Gimana apanya?”

“Ya… itu. Kan aku udah inget banyak nih, tapi aku belum bisa inget kenangan tentang kita. Aku liat di laptopku kok banyak foto kita barengan, dan kita keliatan deket banget. Foto kita berdua juga ada di kamarku, pake frame segala. Terus di kamarku juga ada kotak aksesoris bagus banget, isinya macem-macem. Tapi setiap aku berusaha nginget, kepalaku ini gak bisa diajak kompromi. Sakiiiit…banget. kamu mau gak bantuin aku nginget bagian yang itu?”

Dia belum siap. Jangan sekarang. “Maaf Kyuhyun-ssi, aku ada janji. Kita ketemu kapan-kapan, ya… “ seperti ketika Jung Yonghwa berhasil berkelit dari tangkapan tim Haha saat Running Man episode 36, kali ini Victoria berhasil lari lagi dari tangkapan Kyuhyun. Meninggalkan Kyuhyun yang sekarang memandangnya bingung.

Victoria tahu foto apa yang dimaksud Kyuhyun. Foto ketika mereka sedang di Paris. Mereka sedang ke museum barang antik ketika mereka menemukan sebuah kursi jaman dahulu yang unik. Tidak menghiraukan tanda peringatan dilarang duduk di sekitarnya, mereka malah asyik berfoto di kursi itu seperti pose dua orang suami istri. Tidak heran mereka langsung terlibat kejar-kejaran dengan penjaga museum terdekat.

 

Dan kotak aksesoris itu, ia juga tahu, kotak itu mereka beli ketika di Paris juga. Mereka membeli sepasang kotak aksesoris kembar, yang berdasarkan perjanjian mereka, akan mereka isi dengan barang kenangan dari masing-masing. Ketika Victoria main ke rumah Kyuhyun (dengan diam-diam tanpa diketahui orang tua Kyuhyun), ia sempat mengintip isinya. Ada bermacam-macam, dari sapu tangan dekil yang pernah diberikannya ketika Kyuhyun jatuh dan berdarah saat mengajaknya berlari menembus hujan, sampai kacamata berbentuk Mickey Mouse yang dibelikannya saat main ke Disneyland Tokyo. Ia jadi malu sendiri. Kotaknya hanya berisi satu set perhiasan batu safir yang diberikan Kyuhyun ketika hari ulang tahunnya.

Ia masuk ke kamarnya dengan gontai. Dilihatnya kotak aksesoris itu. Ia membukanya, dan mendadak kakinya kehilangan kekuatan. Ia terjatuh di lantai sambil memegang kotak, dan air mata mulai mengalir di pipinya.

 

“GuiXian, wo te ai ni…” bisiknya.

안보이니 이렇게 사랑하잖아

한구석에 남은 너의 지문도 지독히 아로새긴

죽을 만큼 까맣게 멍든 가슴속을 꺼내 보여줬는데

그저 밖이 칠흑 같단

You can’t see so I love you like this

Even your fingerprints in the corner, I strongly engrave them into me

My blackened and bruised heart, I take it out and show it to you

But you just say that looks pitch-black outside

***

EPILOG

Kyuhyun memandang foto misterius itu. Ia yakin, ada satu memori yang penting di sana. Dilepasnya foto itu dari framenya.

With Chichi noona… my future wife. Amen!

Chichi noona?

“Annyeong haseyo, joneun Song Chi En ibnida…”

“Berhenti panggil aku Chichi noona atau…”

“Vic. Sayangnya sama Vic, gak mau sama yang lain. Kalo masih belum percaya, coba lagi…coba lagi… Pasti mereka lama-lama juga luluh… Mideosseo?”

“Arasseo! Arasseo! Aku pergi sekarang! Dadah…  Wo ai ni!”

Ia meraih handphonenya. “Yeoboseyo? Chichi noona!”

***

Pukul 2 pagi. Victoria melangkah ke arah dorm dengan gontai. Mereka baru saja dari China. Paginya dari Jepang. Jadwal mereka memang gila. Ia membayangkan apakah seperti ini rasanya jadi SNSD? Kalau iya, berarti mereka luar biasa kuat. Ia saja sudah mau pingsan rasanya. Bagaimana kalau jadi Super Junior atau DBSK?

Guixian calling…

Mendadak lelahnya hilang. “Yeoboseyo?”

“Yeoboseyo, Chichi noona!”

Apa ini mimpi, pikirnya. Ia memanggilnya apa tadi?

“Kyuhyun-ssi? Itu kau?”

Suara bas di seberang sana malah berteriak. “YA! Sejak kapan kau memanggilku Kyuhyun-ssi, Chichi noona? Kau kenapa sih? Geli tahu, mendengarnya!”

“Guixian…kamu ingat?” mendadak air mata keluar dari kedua matanya. Namun ini beda. Ia merasakan semangat yang luar biasa seiring dengan keluarnya air mata bahagia ini.

“Kamu lagi dimana? Di rumah ya? aku kesana sekarang ya!”

“Eh, Kau yakin, Chichi noona? Kau kan baru dari China. Pasti capek. Kasihan noona. Istirahatlah dulu, besok aja datangnya. Besok juga masih kok ingatannya. ”

“Besok aku full banget Guixian, dari pagi sampe tengah malem. Cuma sekarang ini sempetnya. Udah gakpapa kok, tenang aja. Aku udah biasa capek, pasti badanku udah kebal. Nan gwaenchanhayo. Sudah ya!” ia menutup sambungan telepon dan lari mendahului keempat dongsaengnya yang telah berjalan mendahuluinya.

“Kunci mobil! Kunci mobil! Dimana kunci mobilku?”

“Eonni, ngapain dateng-dateng bukannya istirahat malah cari kunci mobil?” Krystal menatap Victoria aneh. Ia saja sudah ingin menskip mandi dan mencuci muka rasanya, ingin langsung tidur. eonninya ini malah cari kunci mobil? Mau kemana? Ini kan sudah jam dua pagi.

“INGATAN GUIXIAN KEMBALI! IA INGAT SEMUANYA!”

“Guixian…maksudnya Kyuhyun oppa? Kok jadi GuiXian?” Sulli kebingungan.

“Itu kan nama Chinanya Kyuhyun oppa. Wajar lah kalo eonni nyebutnya GuiXian”jawab Krystal.

“Lah biasanya juga Kyuhyun-ssi?”

Krystal mengangkat bahu. Otaknya hanya ingin tidur, tidak ingin memikirkan hal yang berat-berat.

“Eonni! Istirahat dulu, besok aja kesananya!” Luna berteriak, tapi Victoria sudah keburu keluar dorm dan berlari menuju lift.

Guixian kembali! Guixianku telah kembali! Kali ini ia boleh memanggilku apapun. Chichi noona pun tidak masalah! Lagipula nama itu imut juga kok, tidak seburuk yang kupikir. Ia menginjak pedal gas mobilnya dan mulai menyetir dengan kecepatan tinggi.

Ia memutar setir ke kiri, melanggar lampu merah. Tanpa menyadari bahwa ada truk yang sedang berjalan cepat dari arah kiri.

BRAKKKKKKKKK

***

나에게 머릴 기대고 물끄러미 바라보아도 모르죠

팔을 열어 보이면 시원하다 말하면서도 모르죠

 

투명한 나이지만 앞에 서있잖아

눈은 너머 쳐다볼 뿐이야

 

번만 번만 찾아봐 제발

흐느끼면 더욱 흐느낄수록

투명해져만 가는데

죽을 만큼 간절한 기도의 끝에

품에 가질 있게

오직 너만이 찾아준다면

 

희뿌연 겨울 서리에 마음을 그려 보여도 모르죠

흩뿌린 빗방울 모아 눈물 대신 흘려 보아도 모르죠

 

차가운 나이지만 향해 흐르잖아

네모난 항상 원망할 뿐이야

 

금이 베이고 심장이 깨지고

거칠게 날이 끝에 Oh

조각조각 부서진 그땐 보게 텐데

 

안보이니 이렇게 사랑하잖아

한구석에 남은 너의 지문도

지독히 아로새긴

죽을 만큼 까맣게 멍든 가슴속을

꺼내 보여줬는데

그저 밖이 칠흑 같단

 

안보이니 그저 밖이 칠흑 같단

하염없이 그저 밖만 바라보는

 

Even if you lean your head against me and blankly look at me, you don’t know

I spread my arms and say that it feels so cool but you still don’t know

 

I am invisible but I am standing in front of you

But your eyes look past me

 

Just once, just once, please look for me

The more you feel, the more you feel

I become more and more invisible

At the end of my desperate prayers

If only you will find me so that I can have you in my arms

 

In the hazy winter frost, I try to draw my heart but you don’t know

I gather the scattered raindrops and shed them instead of tears but you don’t know

 

I am cold but I am flowing toward you

I despise myself for being square

 

My heart is cracked, cut and broken

At the end of a rough day

When I am broken into pieces, you would be able to see me

 

You can’t see so I love you like this

Even your fingerprints in the corner

I strongly engrave them into me

My blackened and bruised heart-

I take it out and show it to you

But you just say that looks pitch-black outside

 

You can’t see so you say that looks pitch-black outside

You just endlessly look outside the window

(TRAX-Blind)

[credit : koreanchingu]

 

Jiaaaaahhhh…setelah tiga jam mengetik! Akhirnya beginih endingnya. Rada maksa juga sih bikin nih fict, soalnya motif awalnya cuma karena gak pengen snapshotan yang kebetulan rada dramatis tersia-siakan, gak ikut nongol di page. Akhirnya jadi deh fict ini. mungkin gak terlalu bagus, but, hope you enjoy it!