Title : (Cute Couple^^) A Month of Blooming Love part 6 – END

Author : Catherine Crystal…><

Length : Continue

Genre : Comedy (?), Romance

Cast : -Ryeowook SuJu, Han Eunyoung.

 

Holaa… holaa…

Oke deh gak usah banyak cingcong… Check it out~

 

.Author POV.

CEKREK!

Suara kamera terdengar sangat jelas dalam ruangan. Ryeowook dan Eunyoung langsung menoleh dengan cepat dan mendapati sesuatu yang sangat tidak disangka dan juga sangat tidak diinginkan.

Di ambang pintu dapur.

Ya, di sana. Seorang feminine guy sedang berdiri dan baru saja menekan tombol shoot pada ponsel yang dipegangnya di tangan, tepatnya pada aplikasi kamera. Yah, siapa lagi kalau bukan Kim Heechul?

BLUSH…

Sontak wajah Eunyoung dan Ryeowook langsung memerah seperti kepiting rebus.

“Hyung… kenapa kau bisa ada di sini?” tanya Ryeowook. Heechul langsung menurunkan ponselnya dan menjawab.

“Oo… itu, semua juga ada diluar kok, karena khawatir padamu, kami semua pulang. Salahmu sendiri sih, kemarin jawab yang aneh di telepon, jadi kami semua khawatir. Ternyata kau sedang fall in love ya… pantas saja…” jawab Heechul dengan wajah polos seakan tanpa dosa.

“Ah, aku—aku sepertinya harus pulang. Jieun menungguku, tadi aku belum menyelesaikan urusanku dengannya. Annyeong oppa~” pamit Eunyoung dan langsung berlari menghambur ke luar.

 

At living room…

“Hyung, kok Heechul hyung lama sekali sih, katanya mau memanggilkan Ryeowook saja kan? Kenapa lama sekali?” protes Eunhyuk.

“Mollayo… sepertinya ada ‘urusan lain’ deh!” timpal Eeteuk.

Tiba-tiba seorang yeoja berlari kencang melewati mereka tanpa mengucap sepatah kata pun. Wajahnya memerah dan sepertinya dia juga berlari dari arah dapur.

“Siapa dia?” tanya Kyuhyun.

“Mana kutahu? Sepertinya dia kenal Ryeowook… yeojachingu-nya mungkin??” tebak Eunhyuk.

“Yaa~ kau ini sembarangan saja!” hardik Yesung.

“Atau mungkin dia ada hubungannya dengan Ryeowook ya?” terka Siwon.

“Hmm~ mungkin juga…” gumam Donghae.

Baru saja mereka mengadakan rapat dadakan, tiba-tiba Ryeowook dan Heechul keluar dari dapur. Dalam keadaan… Ryeowook menangis?!

“Ini semua gara-gara hyung! Harusnya tidak usah datang saja! Padahal hari ini aku mau menembaknya! Gagal deh semuanya!” teriak Ryeowook dengan suara tenornya yang dapat menghancurkan dorm itu.

“Ya! Ya! Ya! Apa salahku? Aku kan hanya mau mengabadikan momen penting itu… apa aku salah?” tanya Heechul lagi-lagi dengan wajah tak berdosanya yang membuat Ryeowook makin kesal.

“Tentu saja hyung salah! Padahal sudah bagus-bagus dia datang ke sini hari ini, kau malah menghancurkan semuanya! Aku benci kau hyung!!” teriak Ryeowook. Ia pun masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya dengan keras.

BRAK…!!!

Suara pintu ditutup menggema ke seluruh dorm lantai 11. Membuat semua member kaget akan suara itu. Walaupun mereka sebenarnya ingin menyusul Ryeowook, tapi mereka mengutamakan interogasi Heechul dulu.

“Yaa~ Apa yang sudah kau lakukan Chullie?” tanya Eeteuk.

“Aku mengambil gambar ini” Heechul menunjukkan sebuah foto di ponselnya pada seluruh member. Membuat mulut mereka semua terbuka. Melongo.

“Yeoja itu kan… yeoja yang tadi lewat ke sini itu?” Siwon-lah yang pertama kali connect otaknya. Bajunya, perawakanannya, rambutnya, semuanya sama. Jadi kesimpulannya, itu gadis yang tadi!

“Jadi gadis itu yeojachingu Wookie yang baru?” tanya Kyuhyun.

“Yaa! Kau harus memanggilnya hyung!” tegur Donghae.

“Andwe…”

“Aaah! Sekarang bukan itu yang penting! Ceritakan semuanya dari awal hyung!” teriak Eunhyuk.

Heechul-pun menceritakannya dari awal.

 

Sementara itu di kamar Ryeowook…

“Hiks… hiks… hiks… Heechul hyung jahat padaku! Padahal ini mungkin kesempatan terakhirku! Besok pasti dia tidak mau datang lagi!” tangis Ryeowook.

Tok… tok… tok…

“Aku ingin sendiri!” teriak Ryeowook ketus. Namun orang itu malah masuk ke kamarnya.

“Wookie…” panggil orang itu yang ternyata Sungmin.

“Tinggalkan aku sendiri!” teriak Ryeowook lagi.

“Kau seperti cewek saja…” sindir Sungmin. Sukses membuat Ryeowook membalikkan badannya dan menatap hyungnya itu dengan tajam, “Wah, aku takut loh…”

“Biar saja” balas Ryeowook, “Jadi… hyung ngapain di sini?”

“Tidak boleh ya?”

“Hmm… boleh saja sih, tapi aku sedang tidak ingin diganggu”

“Dengar Wookie-ah, aku tahu kau suka padanya kan?” Ryeowook diam sejenak kemudian mengangguk pelan. Sedikit malu juga karena ini pertama kalinya dia merasakan hal itu.

“Eh, anii aku tidak suka padanya tapi aku cinta padanya” ralat Ryeowook. Sungmin tertawa kecil. Geli melihat tingkah dongsaengnya yang pemalu ini.

“Arra… arra… kau ingin menembaknya hari ini kan? Kenapa kau tidak melakukannya besok saja? Dan… ini yang terpenting, dia siapa?”

“Ah, namanya Han Eunyoung hyung, dia itu gadis polos yang kutemui waktu kalian semua ke Beijing, awalnya aku agak kesal padanya karena tingkahnya yang suka kekanak-kanakan, tapi setelah itu dia datang ke sini terus, karena waktu itu aku sempat memecahkan kacamatanya, jadi dia datang untuk menjenguk kacamatanya, akhirnya… entah kenapa perasaan itu muncul” jelas Ryeowook. Sungmin mengangguk-angguk.

“Kau pasti berpikir bahwa dia tidak akan datang lagi besok kan?” tanya Sungmin. Tepat sasaran.

“Ne, tentu saja dia tidak akan datang hyung, dia kan pemalu…” jawab Ryeowook.

“Arraseo… kalau dia tidak datang… kenapa kau tidak mendatanginya?” tanya Sungmin.

“Aku terlalu malu untuk itu…”

“Ya! Ayolah… masa secepat itu kau malu? Tembak dia!”

“Tapi hyung…”

“Aah… tidak ada tapi, aku akan bicarakan dengan yang lainnya!”

Akhirnya Ryeowook hanya bisa pasrah saja.

 

Dua hari kemudian…

Eunyoung menenteng tasnya yang berat menuju tempat parker sekolah. Ya, hari ini hari pertama sekolahnya setelah libur tiga minggu. Suasana hatinya saat ini? Galau! Tentu saja, dua hari yang lalu… aah, dia benar-benar malu untuk mengingatnya kembali.

Eunyoung sampai di tempat parker dan segera mencari mobil eonnienya. Namun tidak dia temukan.

“Haah… lagi-lagi ia terlambat menjemputku…” keluh Eunyoung. Tiba-tiba seorang pria dengan penampilan bak teroris datang sambil menenteng sebuah tas hitam. Eunyoung mendongakkan kepalanya. Ryeowook.

“Oppa?” tanya Eunyoung.

“Ne… ini aku…” jawab Ryeowook dengan suara berat, diberat-beratkan tepatnya.

Eunyoung kembali menunduk. Malu sekali.

“Ke… kenapa oppa ke sini?” tanyanya.

“Eunyoung-ah…” panggil Ryeowook, ia menghela nafas berat, dan melanjutkan, “Kau suka permen kapas kan?”

“Ne, suka sekali. Waeyo?” tanya Eunyoung.

“Hari ini…” Ryeowook menggantungkan kalimatnya. Ia mengeluarkan dua buah permen kapas berukuran besar dari dalam tasnya, keduanya dibungkus plastik

bening. Kentara sekali bahwa warna mereka berbeda. Putih dan pink, “Aku membawakanmu permen kapas ini, tapi kau hanya boleh ambil satu”

Eunyoung tampak bingung dengan penuturan Ryeowook. Dia tampak aneh sekali hari ini. Selain wajahnya yang merah seperti kepiting rebus, masih banyak lagi hal aneh yang ditemui Eunyoung dalam diri Ryeowook hari ini.

“Waeyo?” Eunyoung memberanikan diri untuk bertanya.

“Karena satu dari permen kapas ini pastilah mewakili perasaanmu. Jadi kau hanya boleh ambil yang itu”

“Apa maksudmu op—“

“Tolong Young-ah, jujurlah. Saranghaeyo… kalau kau juga memiliki perasaan yang sama, ambil permen kapas yang berwarna pink, tapi kalau tidak…” Ryeowook sedikit menggantungkan kalimatnya, lalu menghembuskan nafas berat, “Kau boleh ambil yang warna putih ini”

Shock.

Hanya itu yang tepat untuk menggambarkan keadaan Eunyoung saat ini. Sebelum dia sempat menyadari perasaannya sendiri, dia sudah dihadapkan dengan masalah seperti ini?! Saat ini dia malah berharap eonnienya menjemput lebih awal. Sejak tadi kalau perlu.

“Oppa…”

“Please Young-ah, kau hanya perlu menjawab, apa sebegitu susahkah?”

 

.Ryeowook POV.

“Please Young-ah, kau hanya perlu menjawab, apa sebegitu susahkah?” tanyaku memohon. Jujur ini pertama kalinya aku begini, dan cara menembak seperti ini diusulkan oleh Eunhyuk hyung, ternyata begitu-begitu dia romantis juga.

Eunyoung masih diam membeku untuk beberapa saat. Namun setelahnya ia melangkah mendekati salah satu permen kapas dan mengambilnya. Aku berharap bahwa permen kapas yang ia ambil adalah yang berwarna pink. Tapi harapan itu pupus sudah saat aku menyadari bahwa yang diambilnya adalah yang berwarna putih.

“Ah, arra, aku tahu kalau akhirnya akan menjadi seperti ini” kataku putus asa.

“Tapi op—“

“Sudahlah, kau tidak perlu meminta maaf, bukan salahmu kok, oh iya, ambil saja permen kapas pink ini sekalian, annyeong” karena tidak kuat aku langsung meninggalkannya dengan bercucuran air mata. Lalu apa artinya ciuman dua hari yang lalu itu hah? Apa artinya baginya??

 

.Author POV.

Sudah dua hari ini Ryeowook tidak keluar dari kamarnya. Yesungpun terpaksa tidur di kamar Eeteuk, di lantai 12. Ryeowook mengurung diri di kamar dan hanya keluar untuk makan atau mandi. Selebihnya… berharap saja?!

Orang bodohpun tahu kalau Ryeowook sedang patah hati. Dan hal itu karena gadis yang sudah dua hari ini berusaha dilupakannya. Ya, Eunyoung. Han Eun Young.

Nama gadis itu terus terngiang-ngiang di kepalanya. Memporak-porandakan seluruh harapan yang sempat terbersit.

“Dia tidak mencintaiku, dia tidak menganggapku lelaki yang pantas untuk dicintai, bahkan melirikku saja tidak” Ryeowook terus ‘menyanyikan’ motto barunya itu. Walaupun tak berhasil menyingkirkan nama gadis itu dari otaknya.

Hari ini untuk pertama kalinya, dia mau keluar kamar untuk menonton TV. Hal kecil seperti itu saja sudah mampu menggemparkan seluruh dorm. Mereka semua berebutan tempat di ruang tengah untuk menyaksikan sendiri saudara seperjuangan mereka yang sudah beberapa saat ini ‘gila’ itu kembali ‘sedikit’ normal.

“Ryeo…wook?” Yesung-lah yang pertama kali berani bersuara, walaupun mendapat pelototan dari yang lainnya?”

“Hm?”

“Kau… sudah melupakan gadis itu?”

“Mwo? Tentu saja belum! Memangnya aku gila bisa dengan cepat melupakannya?”

“Tapi… kenapa kau keluar dari…”

“Ooh… itu, aku sudah memutuskan untuk tidak terus-menerus begini hyung, aku harus menjadi sahabatnya dan perlahan melupakan rasa ini” jawab Ryeowook disertai senyum miris. Yesungpun merasa bersalah telah menanyakan hal itu.

“Mianhae…”

“Ani hyung, nan gwaenchana”

“Wookie-ah” panggil Eeteuk. Lagi-lagi Ryeowook hanya ber-hm ria.

“Menurutku kau mengambil keputusan yang benar, kalau kau paksa dia untuk mencintaimu, itu tidak akan baik” kata Eeteuk seraya tersenyum hangat. Ryeowook-pun menoleh kepadanya dan balas tersenyum.

‘Aku sudah menemukan keluarga sejatiku di sini’ batinnya dalam hati.

 

Tiga hari berlalu…

.Ryeowook POV.

Hari ini aku memutuskan untuk mengunjungi sekolah Eunyoung, berhubung waktu liburku juga makin menipis, jadi lebih baik aku nyatakan saja kerelaanku padanya. Aku juga tidak ingin dia membenciku.

“Hyung, aku pergi dulu!” teriakku berpamitan. Hyung-hyungku tampak menatapku khawatir. Tapi aku tidak akan kenapa-napa, hari ini Heechul hyung memutuskan untuk mengantarku ke sekolah Eunyoung, dia mengira bahwa Eunyoung tidak mau menerimaku karena insiden ‘waktu itu.’ Jadi dia memutuskan untuk bertanggung jawab dengan menyediakan ‘fasilitas perbaikan hubungan kami.’

“Hyung, aku sudah siap, jalan saja” kataku pada Heechul hyung dan dibalas dengan anggukan. Mobil pun segera melaju dengan cepat.

 

@Eunyoung’s high school…

“Turun di sini saja hyung” ujarku, Heechul hyung pun menghentikan mobilnya.

“Hati-hati ya” pesannya sebelum aku menutup pintu mobil.

Aku pun segera mencari kelas Eunyoung. Oh iya, aku belum cerita kan kalau Eunyoung itu sudah naik kelas? Waktu dia libur tiga minggu itu sebenarnya libur kenaikan kelas, dan sekarang dia sudah naik kelas 3. Hebatnya, dia bisa mempertahankan predikat eternal first ranking-nya. Memang sih, sejak SD dia sudah meraih peringkat satu untuk setiap mata pelajaran di kelasnya.

Oke, back to the story, aku naik ke lantai tiga untuk menuju kelasnya. Aku sengaja memilih hari ini. Hari Selasa, karena Eunyoung piket hari ini. Jadi aku bisa datang saat sekolah sudah sepi. Biasanya dia lembur piket sendirian sampai sore, setidaknya begitulah yang diceritakannya.

KREEK…

Kubuka pintu kelas perlahan dan terkejut mendapati kelas itu bukannya bersih, namun sebaliknya. BERANTAKAN. Meja dan kursi yang tidak pada tempatnya, vas bunga yang pecah, dan bahkan kursi yang terjengkang terbalik. Mataku mulai mengedar mencari sosok gadis itu. Tidak lama aku langsung menemukannya. Sedang terduduk di sudut ruangan sambil berwajah merah padam, sepertinya marah. Dan air mata hampir jatuh dari pelupuk matanya. Ia juga memegangi perutnya, seperti kesakitan. Tidak lama kemudian sesosok lelaki bertubuh kekar masuk ke dalam kelas. Dia mengenakan seragam yang sama persis dengan Eunyoung, bedanya, seragamnya acak-acakan dan tidak rapi. Tidak bersih pula! Dan di tangannya dia membawa wortel mentah yang kotor. Masih bertanah. Dan dengan sadisnya dia mendekati Eunyoung hendak menjejalkan wortel mentah itu ke mulutnya. Kali ini tangis Eunyoung meledak. Dia menangis sekencang-kencangnya.

“Huaaaaaa………. Eomma! Andwe… aku tidak mau! Sejak tiga hari yang lalu kau selalu menjejalkan wortel seperti itu ke dalam mulutku. Apa kau tidak tahu aku selalu sekit perut hah? Aku sudah sakit perut sekarang ini! Wortel… wortel… kau kan tahu aku benci benda oranye itu! Ditambah lagi wortel itu masih ada tanahnya! Kenapa kau sok jagoan sekali sih? Sudah berapa orang yang kau siksa seperti ini??” teriaknya histeris. Eunyoung? Benci wortel? Kok aku tidak tahu sih?

“Diam kau bocah culun! Jangan mentang-mentang kau pintar, ranking satu lalu kau sok pintar! Memangnya tidak boleh aku begini? Ini kan juga hakku!” teriak pria itu. Aku berusaha membaca tagname-nya. Song… Hae… Ki… Song Hae Ki? Namanya Song Hae Ki?

“Yaa!!” teriakku kencang. Lelaki sok jagoan itu memalingkan wajahnya. Begitu juga Eunyoung. Dia tampak terkejut melihatku.

“Op…pa?” serunya terbata-bata. Dia langsung berlari memelukku. Membuatku (lagi-lagi) deg-degan.

“Heh! Siapa kau? Preman dari mana?” tanya Haeki ketus.

“Aku? Kau tidak kenal aku? Aku ini bukan preman tau! Haah~ ya sudahlah, tapi aku cukup jago berkelahi, kalau kau mau, aku lebih jago memasukkan kasus ini ke pengadilan!” tantangku. Wajahnya langsung berubah pucat. Heh, salah sendiri!

“Ne! Oppaku ini jagoooooo……… sekali memasukkan kasus ke pengadilan! Dia itu punya kakek hakim di pengadilan negara! Dan dia sangat kaya, dia bisa saja membayar pengacaramu untuk berbalik arah dan menjerumuskanmu!” timpal Eunyoung. Mendengar hal itu dia semakin pucat dan akhirnya berlari pergi.

Eunyoung langsung melepaskan pelukannya dan menunduk dalam.

Selama sesaat aku dan Eunyoung diliputi keheningan. Hingga akhirnya dia berkata lirih sambil masih menunduk.

“Gomawo oppa…”

“Ne, cheonmaneyo” balasku, lalu aku mengajaknya keluar untuk membicarakan hal yang memang sudah seharusnya kubicarakan ini.

 

.Author POV.

Ryeowook dan Eunyoung berjalan mengitari lapangan sekolah. Walaupun seharusnya Ryeowook sudah mengutarakan hal yang dipendamnya itu, namun nampaknya suaranya enggan untuk keluar. Hingga akhirnya malah Eunyoung yang memecah keheningan.

“Oppa, kalau tiga hari yang lalu aku mengambil permen kapas pink kita pasti sudah berpacaran sekarang ya?” katanya. Tatapan matanya menerawang. Ryeowook menoleh kemudian kembali menunduk. Ia menghela nafas berat.

“Dengar Eunyoung—“

“Tapi sayangnya oppa salah paham” Ryeowook langsung berpaling menghadap Eunyoung, “Sebentar, oppa” Eunyoung menurunkan tas sekolahnya dan mengeluarkan sesuatu dari dalamnya. Ah, rupanya permen kapas yang Ryeowook berikan waktu itu. Keduanya.

“K-kau membawa ini?” tanya Ryeowook. Eunyoung mengangguk.

“Kau lihat oppa, permen kapas putih ini… ada permen kapas pink sehelai yang terselip di dalamnya” Eunyoung menunjuk sehelai permen kapas berwarna pinki muda yang terselip di dalam permen kapas berwarna putih yang dipilih Eunyoung waktu itu, “Sementara permen kapas pink ini, ada permen kapas putih yang terselip sehelai di dalamnya”

Ryeowook mengerutkan dahi. Bingung akan ucapan logis aneh itu.

“Di sini kau mengumpamakan warna pink dengan cinta, dan putih dengan netral, tidak ada perasaan apa-apa. Ya kan? Sekarang kau lihat permen kapas putih ini, dia tidak menunjukkan cintanya besar-besar di luar, bahkan dia berhasil menyembunyikan rasa itu dalam-dalam hingga di luar terlihat seperti tidak ada perasaan apa-apa. Tapi ada cinta sehelai yang terselip, dan cinta itu akan berkembang terus di hati. Sementara permen kapas pink ini, dia menunjukkan cintanya besar-besaran bahkan berlebihan di luar sementara ada rasa hampa sehelai yang terselip di hatinya. Bukan cinta. Dan sama halnya dengan cinta, rasa hampa itu akan berkembang, cinta dapat dengan mudah dikalahkan oleh perasaan egois, gengsi, malu, dan lain sebagainya, dan sehelai permen kapas putih yang terselip ini, mewakili semuanya”

Ryeowook terperangah, “Jadi?” tanyanya.

“Tempo hari itu, aku… juga mencintaimu, naddo saranghae oppa…” kata Eunyoung, dan semburat merah langsung menjalari pipi putihnya.

“Ak-aku tidak sedang bermimpi kan?” tanya Ryeowook. Eunyoung menggeleng, “Jadi sekarang kau adalah…”

“Yeojachingumu oppa…” sambung Eunyoung. Ryeowook langsung tersenyum bahagia. Dia pun segera memeluk Eunyoung erat. Eunyoung sampai hampir sesak nafas dibuatnya.

Dan… begitulah, pada akhirnya… mereka memulai awal yang baru.

 

—————————————————————————————————

.Epilog.

Kesibukan Super Junior sudah dimulai lagi. Tapi selama dua hari pertama ini Ryeowook, Sungmin, dan Yesung tidak memiliki jadwal. Jadi mereka masih bisa bersantai.

Sore ini, Eunyoung datang untuk dikenalkan kepada para hyung Ryeowook setelah mereka pulang dari kesibukan masing-masing.

“We are home…” teriak segerombolan orang dari pintu.

“Masuk…” seru Yesung cuek, dia masih menonton acara talkshow di TV. Di mana ada Heechul, Kyuhyun, Eeteuk, dan Donghae sebagai special guest-nya. Yah, acara itu baru saja syuting tadi siang, dan ditayangkan sore ini.

“Yaa, mana yeojachingumu itu Wookie?” tanya Eunhyuk.

“Nee… di mana dia?” tanya Shindong.

“Annyeong oppadeul~” sapa Eunyoung yang tiba-tiba muncul dari arah dapur.

“Uwaaa… ini yeojachingumu? Wah, tidak heran kau begitu terpikat padanya, dia sangat cantik, seksi pula” gumam Eunhyuk keras-keras (?).

PLETAK!

Lemparan bantal sofa langsung dilayangkan Sungmin.

“Pikiranmu yadong terus sih hyung… kekeke… kasihan deh…” ejek Kyuhyun.

“Yaaaa!”

“Eh, Heechul hyung” panggil Yesung tiba-tiba.

“Hm?”

“Wallpapermu apa?” tanya Yesung.

“Kenapa memang?”

“Di talkshow semuanya diminta menunjukkan wallpaper, kau tidak tunjukkan, kenapa? Memangnya wallpapermu apa?”

“Ooh, ini…” Heechul menunjukkan wallpaper HPnya. Semuanya langsung melotot, sebelum Ryeowook berteriak,

“YAAA! HYUNG… KENAPA KAU PASANG FOTO CIUMAN KAMI JADI WALLPAPER???”

 

END.

Gimana? Gajekah? Tentu, comment yah…

Kalo komen lebih dari 10, aku banyakin bikin cute couple lagi… OK?