Title : Story About Us

Author : myntshaJ

Main Cast : Lee Donghae

Support Cast : Cho Kyuhyun *nyempil sekali doang u,u*

Genre : Romance, Oneshot

Rating : All Ages

Length : Oneshot

Disclaimer : LOL. Tau gaakkk?? Gatau tuh kenapaa?? Aku juga gatau mau bilang apa~~ tapi buat reader yang baca, jangan muntah yaahhh ntar~~ ini ff gombal~~ NB : Visit yuk guys~ http://shfrasapphireblue98.wordpress.com/ kalian bisa menemukan begiiiiiitu banyak imajinasi disana. #eaeaea

PS : kata kata gombal dimana-mana. Wkwk, visit blog aku yah ^^ http://shrasapphireblue98.wordpress.com/

 

You’re My Everything

Seorang perempuan berdiri dengan sangat anggun disamping sebuah pohon yang sangat rimbun. Angin bertiup kencang membuat rambut coklatnya terbawa angin. Mata coklat miliknya memandang pemandangan didepannya dengan pandangan menerawang.

Inikah hidupku? Tanyanya didalam hati.

“Ha Rin-ah?” Panggil seorang laki-laki yang sudah sangat dikenalnya dari ujung sana. Perempuan yang dipanggil Ha Rin tadi menolehkan kepalanya kesamping membuat wajahnya tertutup oleh rambut coklatnya dan langsung ditepis olehnya.

Seorang laki-laki berparas tampan menghampiri Ha Rin dengan penuh pandangan cinta. Ha Rin kembali melempar pandangannya ketempat yang tadi sedang dilihatnya.

Laki-laki tadi memeluk Ha Rin dari belakang dan menyesap wangi yang ditebarkan dari rambut Ha Rin. Ha Rin menggenggam tangan laki-laki tersebut dan tersenyum.

“Kau tau apa kebahagiaanku?” tanya sang laki-laki.

“Apa, Donghae-ya?” balas Ha Rin bertanya.

“Disaat ada bersamamu, disitu aku selalu menemukan kebahagiaan.” Tukas laki-laki bernama Donghae itu. Ha Rin tersenyum mendengar pernyataan yang keluar dari bibir Donghae.

“Benarkah?”

“Tentu saja.” Jawab Donghae kembali mencium puncak kepala Ha Rin dengan mesra. Matahari yang bersinar lemah seakan-akan memaklumi dua insan yang sedang jatuh cinta itu tak membuat mereka merasa kepanasan.

Angin yang bertiup menggelitik hati mereka yang sedang jatuh cinta.

“Kau, hidupku Shin Ha Rin. Jangan pernah meninggalkanku.” Pinta Donghae. Ha Rin memutar badannya menghadap Donghae. Mata coklatnya memandang mata hitam milik Donghae dengan teduh.

“Cinta adalah takdir. Pertemuan kita berdua juga disebabkan oleh takdir. Maka, kelak jika kita berpisah, itu adalah takdir. Hanya takdir yang akan memisahkan kita.” Jelas Ha Rin diplomatis. Donghae menghela napas berat.

“Kau selalu berkata seperti itu, Rin-ah.” Ujar Donghae.

“Itu karena aku sangat mencintaimu. Dan aku juga takkan pernah mau meninggalkanmu.”

“Baiklah, aku mengerti maksudmu, saranghae.” Ujar Donghae lalu mengecup jidat Ha Rin.

“Nado saranghae.” Balas Ha Rin memberikan senyumnya yang terbaik kepada kekasih yang sangat dicintainya.

***

When You Look Me In The Eyes

Dedaunan coklat jatuh dari atas pohon, rerumputan basah menggelitik menemani Donghae dan Ha Rin yang sedang tidur dikebun.

“Ha Rin?” panggil Donghae.

“Hmm?”

“Aku sangat menyukai matamu.” Ujar Donghae. Ha Rin tertawa mendengar pernyataan dari bibir Donghae barusan. “Apa yang sedang kau bicarakan? Tak ada permata dimataku. Sama sekali tak ada yang istimewa.” Jawab Ha Rin.

“Dimatamu aku menemukan kedamaian, dimatamu aku menemukan kebaikan, kehangatan, cinta, rasa sayang, dan segalanya. Dimatamu aku menemukanmu, sosok dirimu yang sesungguhnya. Kau yang sebenarnya. Tatapanmu yang sayu, membuatku merasa kau hal terindah yang pernah ada.” Jelas Donghae panjang lebar.

Ha Rin berbalik badan menghadap Donghae dan menatapnya sebentar. “Gombal.” ujar Ha Rin membuat Donghae tertawa.

“Kau mengajariku arti cinta yang sesungguhnya Ha Rin-ah. Aku tak pernah mencintai seseorang sedalam ini sebelumnya. Kau membuatku mengerti arti cinta.” Sambung Donghae.

“Berhenti Donghae-ya. Jangan membuatku ingin muntah dengan kata katamu.” Balas Ha Rin iseng menggoda Donghae. Donghae tertawa keras mendengar pernyataan membunuh dari Ha Rin barusan.

“Baiklah, baiklah. Aku takkan mengatakan hal seperti itu lagi. Cinta adalah hal yang tak bisa diungkapkan dengan kata kata bukan? Kau selalu berkata seperti itu padaku.” Jawab Donghae membuat Ha Rin kembali mengukir senyum manis dibibirnya.

“Cinta bukan sekedar materi yang dengan gampang bisa kita pelajari. Namun cinta adalah hal yang harus dimengerti. Mencintai seseorang bukanlah hal yang ringan. Kita bahkan harus menanggung hal yang sangat berat ketika mencintai seseorang.” Donghae tersenyum mendengar penjelasan dari Ha Rin yang sangat diplomatis. Tak salah jika aku mencintai perempuan seperti dia, pikir Donghae.

“Ha Rin-ah?”

“Hmm?” Jawab Ha Rin.

“Tatap mataku.” Pinta Donghae. Ha Rin kembali memutar badannya untuk kembali menghadap Donghae dan tersenyum. “Apa?” tanya Ha Rin.

“Saranghae. Jeongmal Saranghae..” ujar Donghae.

***

Tell Me Your Wish

Cahaya bulan yang keemasan menyinari dua pasang laki-laki dan perempuan yang sedang makan malam bersama. Semilir angin musim semi menyapa mereka dengan ramah.

“Kau menyukai semua ini?” tanya Donghae pada Ha Rin yang disambut dengan anggukan lembut olehnya. Donghae tersenyum melihat reaksi dari Ha Rin. “Baguslah.” gumam Donghae.

Tanpa direncanakan, sebuah bintang jatuh melintas diatas mereka. “Donghae, Donghae. Make a wish! Hurry!” pinta Ha Rin seraya menunjuk kearah bintang jatuh tadi.

Donghae mengangguk dan menutup kedua matanya.

“Apa harapanmu?” Tanya Donghae pada Ha Rin setelah Ha Rin membuka matanya. Ha Rin tersenyum pada Donghae. “Aku berharap agar kita akan selalu saling mencintai. Sekarang dan selamanya.” Ujar Ha Rin.

“Kau sendiri?” Tanya Ha Rin kepada Donghae. “Aku berharap agar kau menerima lamaranku.” Jawab Donghae singkat.

Ha Rin memandang Donghae bingung. “Maksudmu?”

“Will you marry me Shin Ha Rin?” tanya Donghae tiba-tiba.

“Donghae-ya, mengapa tiba-tiba seperti ini?” Tanya Ha Rin.

“Feel surprised?” Tanya Donghae lagi yang dibalas dengan anggukan kepala dari Ha Rin. “Baiklah kuulangi. Shin Ha Rin, apakah kau mau menikah denganku?”

“Kau pasti bercanda.” Ujar Ha Rin. Donghae menggelengkan kepalanya dengan yakin. “Aku tidak bercanda. Kau mau kan menikah denganku?” tanya Donghae lagi.

Butiran cairan sebening kristal perlahan keluar dari kedua mata coklat Ha Rin. “I will. I will Donghae-ya.” jawab Ha Rin berlinang air mata bahagia.

“Sudahlah… Jangan menangis…” tukas Donghae menyapukan tangannya diwajah Ha Rin yang bersimbah air mata bahagia.

“Semoga kita akan selalu bahagia sekarang dan selamanya Donghae-ya” harap Ha Rin dengan perasaan yang sangat bahagia.

Donghae memeluk pundak Ha Rin dan kembali mendaratkan kecupan disana. “Semoga tuhan mendengar harapanmu Ha Rin…” ujar Donghae.

Ha Rin tersenyum dan memandang Donghae dalam dalam. Perlahan lahan wajah mereka semakin mendekat dan mereka tenggelam dalam kecupan.

***

Best Thing I Never Had

 

I say, what goes around comes back around, hey my baby

What goes around comes back around

There was a time I thought that you did everything right

No lies, no wrong

Boy, I must’ve been out of my mind

So when I think of the time that I almost loved you

You showed your ass and I, I saw the real you

Thank God you blew it

I thank God I dodged a bullet

I’m so over you

So baby good lookin’ out

I wanted you bad

I’m so through with that

‘Cause honestly you turned out to be the best thing I never had

And I’m gon’ always be the best thing you never had

Oh yeah, I bet it sucks to be you right now

Lonceng gereja berbunyi dengan manis. Kedua insan tersebut sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Kini, mereka sedang ada disebuah kebun yang sudah ditata untuk pesta yang diadakan hari ini.

Gaun putih yang dikenakan Ha Rin melambai indah tertiup angin yang perlahan bertiup dipesta alam terbuka tersebut.

Rambut coklat keriting dan bergelombang yang bertahtakan tiara kecil milik Ha Rin tergerai indah berkilau terpantul sinar matahari. Senyuman manis berkembang dari bibir tipis Ha Rin yang sangat indah.

Gaun berwarna putih dengan tinggi selutut bertangan panjang diwarnai pita berwarna coklat dibagian pinggang serta beberapa bunga berwarna coklat muda mekar yang terang terpampang di bagian dadanya. Ha Rin terlihat sangat berkilau pada hari yang indah ini. Dia tertawa bersama para tamu yang hadir, semua memuji kecantikan serta keanggunannya.

Tuxedo hitam dengan dasi serta kemeja serba hitam ditambah topi bundar mewarnai penampilan Donghae yang terlihat sangat tampan hari ini.

Dia berdiri dengan senyum terpampang jelas diwajahnya.

Mereka bahagia, jelas. Dua insan yang saling mencintai bersatu pada hari ini yang sangat berbahagia. Tak ada yang lebih indah dari sebuah pernikahan bukan?

Dengan raut wajah gembira, Donghae menghampiri Ha Rin. “Bahagia?” tanya Donghae.

“Jelas.” Jawab Ha Rin singkat.

“Rin-ah ayo berdansa dengan Donghae.” Pinta Hye Yoon pada Ha Rin. Ha Rin tertawa menanggapi permintaan Hye Yoon. “Ayolah. Sepasang suami istri wajib berdansa dihari yang seperti ini.” Sambar Kyuhyun.

“Baiklah, ayo berdansa Ha Rin.” Ajak Donghae. Ha Rin tertawa lagi, “Aku tak bisa berdansa.” Ujarnya. “Sini kuajari” ajak Donghae menarik tangan Ha Rin dengan asal ketengah pesta. Seruan dari para tamu menyambut mereka yang datang.

Donghae menarik tangan Ha Rin dan menari dengan asal tak perduli bagaimana musik yang mengalun. Para tamu tertawa melihat mereka.

Diakhir lagu, Donghae dan Ha Rin berhenti menari dan segera berpelukan disambut dengan tepukan tangan dari para tamu.

Mereka benar benar bahagia di hari ini, hari saat mereka bersatu. Bersatu dimata tuhan.

Hanya takdir yang akan memisahkan mereka…

Iklan