Title: Time Traveler (Part 4)

Author: bangmil

Length: Continue

Genre: Romance, Sci-Fi

Main Cast: Han Sehyun (OC), Hoya (Infinite)

Support Cast: Seungyeon (KARA), Woohyun (Infinite), L (Infinite), Sungyeol (Infinite), Sunggyu (Infinite), Dongwoo (Infinite), Sungjong (Infinite).

Happy reading~

***

Seorang pemuda memakai jas putih sedang memilah-milah alat laboratorium bekas percobaannya tadi siang. Jika dilihat sekilas, pria ini terlihat seperti perempuan, dari cara ia memindahkan tabung satu ke tabung yang lain.

“Ah, menyebalkan sekali. Menjadi ketua kelas ternyata merepotkan juga.” Ujar pemuda tersebut kesal, sambil mencuci tabung yang kotor. Ia melirik jam dinding yang tergantung di tembok ruangan. “Sudah jam segini, aku harus segera pulang..”

Dengan perasaan jengkel pemuda tersebut meletakkan semua alat yang sudah bersih kembali ke tempatnya dan berkemas-kemas pulang. Di perjalanan, ia melihat sesosok pria yang sangat ia kenal, sedang membopong seorang gadis.

“Itu.. Hoya hyung??” Ujar pemuda tersebut tak percaya. Matanya terbelalak kaget. “Hyung!” panggilnya dari jauh.

Pria yang dipanggil Hoya itu menoleh. Seketika wajahnya berseri-seri, layaknya seorang pengelana yang menemukan sumber air di tengah gersangnya padang pasir. Atau mungkin seorang eskimo yang melihat percikan api di kutub utara. “Sungjong ah! Kemari, bantu aku!” perintah Hoya pada adiknya, alias pemuda yang kita bicarakan tadi, Sungjong.

“Siapa dia? Apa yang kau lakukan padanya, hyung??” tanya Sungjong kemudian. Baru pertama kali ini ia melihat kakaknya , bersama dengan seorang gadis, bahkan menggendongnya. Ini tidak masuk akal, pikirnya.

“Aku tidak tahu siapa dia dan bukan aku yang membuat dia seperti ini!” jawab Hoya. “Bantu aku membawa dia ke rumah!” perintahnya. Sungjong hanya menurut dan membantu Hoya membopong gadis tersebut masuk ke dalam rumah mereka berdua.

“Aigoo..” Sungjong menarik nafas panjang setelah membaringkan gadis tersebut di atas kasur gulung miliknya. “Kenapa gadis ini begitu berat?” keluhnya pada diri sendiri. Ia kemudian menatap Hoya yang berdiri tak jauh darinya. “Tapi hyung, kau benar-benar tidak kenal dengannya?” tanya Sungjong curiga.

Hoya mengangkat sebelah tangannya, bersiap untuk memukul adiknya. “Ya, kau pikir aku berbohong?”

“A-aniya!” Ujar Sungjong, sembari menjauhi Hoya.

Hoya menghela nafas panjang. “Aneh. Bagaimana mungkin dia bisa jatuh dari langit?” gumamnya. “Sudahlah, aku pergi keluar sebentar. Jaga dia ya.” Ujar Hoya sembari keluar dari rumah kecilnya.

Sepeninggal Hoya, Sungjong terus mengamati gadis tersebut. “Apa benar gadis ini jatuh dari langit?” gumamnya sembari berpikir. Tak lama kemudian ia menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya. “Mana mungkin.”

Tiba-tiba gadis tersebut mengerjap-ngerjapkan matanya. Ia tersadar dan tersentak begitu ia tahu dirinya sedang berada di suatu kamar, baru saja terbangun dari tidurnya dan sekarang ia sedang bersama dengan seorang pria di sampingnya. “Siapa.. kau?”

Sungjong tersenyum. “Aku Lee Sungjong. Dan ini rumahku dan kakakku. Kau tidak ingat kejadian tadi? Namamu siapa?”

“A-aku? Sehyun.. Han Sehyun..” jawab gadis tersebut alias Sehyun. Tiba-tiba ia teringat dengan kejadian sebelum ia pingsan bebepara menit yang lalu.

(Flashback)

“Nam Woohyun ssi..?”

“Hah?” pemuda tersebut mengerutkan alisnya pertanda ia tak mengerti.

“Bukan ya..” ujar Sehyun lirih. Ia kemudian memperhatikan pemandangan di sekitarnya. “Apakah ini laboratotium SMP Seoul Barat?”

“Hah?” pemuda tersebut ber-hah sekali lagi, saking herannya. “Ini taman sekolah Woolim University.”

Sehyun yang bingung itu mengacak-acak rambut pendeknya. “WAEEEEE??” serunya, kemudian jatuh pingsan.

“Ah!” seru pemuda tersebut sambil menangkap Sehyun yang hampir jatuh. “Nona! Bangun, nona!”

(Flashback selesai)

Sehyun menghela nafas berat. Dengan curiga, Sungjong mendekatkan dirinya ke arah Sehyun. “Jadi.. apa kau pacar Hoya hyung?”

“Hah?” Sehyun mengerutkan alisnya tanda tak mengerti. Ini bahkan baru pertama kali dirinya mendengar nama tersebut.

“Bukan ya..” gumam Sungjong kesal.

Sehyun bingung melihat Sungjong yang tiba-tiba kesal. Namun, dalam sekejap ia teringat akan sesuatu. “Ah! Hari ini hari apa?”

“He? Sabtu.” Jawab Sungjong.

“Tanggal?”

“Tujuh belas.”

“Bulan?”

“Februari.”

“Eh? Februari??” pekik Sehyun. “Ta-tahun?”

“1974.” Jawab Sungjong sambil menunjuk kalender yang terpajang di dinding.

Sehyun yang merasa aneh itu kemudian memeriksa kalender itu dengan seksama. Memang benar, 1974. Ia kemudian beralih ke majalah-majalah yang berserakan di lantai. Dan semua terbit di tahun yang sama, yaitu tahun 1974.

Sehyun terdiam. Ia merasa ada yang janggal. Keringat dingin perlahan mulai membasahi pelipisnya. Ia memejamkan matanya, mencoba mengingat-ingat sesuatu.

“Tahun 1972.. Bulan April.. Hari Sabtu..”

“Ah!” Tiba-tiba Sehyun teringat kembali dengan kata-kata ibunya. Ia menepuk dahinya kesal. “Aku datang dua tahun lebih lambat!” pekik Sehyun sembari berlari ke luar rumah.

Sungjong yang menyaksikan sikap Sehyun yang aneh itu hanya diam. “Mwoya..” gumamnya. Baru kemudian ia menyadari ada satu barang milik Sehyun yang tertinggal. “A-ah! Tasnya!” seru Sungjong seraya berlari mengikuti Sehyun.

Sehyun berlari keluar tapi ia tidak tahu arah mana yang harus ia lalui. “Ah! Pemuda yang tadi!” seru Sehyun begitu ia bertemu dengan Hoya yang tak sengaja lewat. “Dimana SMP Seoul Barat?” tanya Sehyun terburu-buru.

“H-hah? Di ujung sana, belok kiri.. Perempatan kedua belok kanan, terus saja lalu belok kiri..” ujar Hoya, bingung dengan situasi yang terjadi.

Sehyun pun segera berlari ke arah yang ditujukan Hoya.

“Hoya hyung!” seru Sungjong dari arah berlawanan sambil membawa tas ransel milik Sehyun. Ia menghampiri Hoya dengan nafas tersengal-sengal. “Gadis itu.. lupa.. membawa tasnya..”

Hoya memutar bola matanya kesal. Baru saja Hoya akan mengejar Sehyun, ia melihat Sehyun datang dari arah kemana ia pergi. Ia berkata dengan polos, “Aku tidak mengerti jalan..”

Hoya menghela nafas. “Ikut aku.” Ujarnya seraya berlari ke arah SMP tersebut. Sehyun yang baru saja menerima tasnya itu langsung berlari mengikuti Hoya dari belakang.

“Ya! Kenapa kalian suka berlari sih?” keluh Sungjong yang sudah kehabisan nafas namun masih saja mengejar kedua orang tersebut dengan susah payah.

Setelah kurang dari lima menit, akhirnya mereka bertiga sampai di SMP Seoul Barat. Sehyun pun menghampiri sekelompok anak sekolah yang baru saja keluar dari sana.

“Maaf, tunggu sebentar! Apa kau mengenal orang ini?” tanya Sehyun, sembari menunjukkan foto ibunya dan pemuda bernama Nam Woohyun tersebut.

“Mm.. Bukankah ini Seungyeon sunbae-nim? Dia baru saja lulus tahun lalu.” Ujar salah satu dari mereka.

“Iya, tapi aku mencari pemuda yang ada di sebelahnya ini.. Namanya Nam Woohyun.” Jelas Sehyun. Tapi anak-anak tersebut hanya saling pandang, tidak mengerti.

“Lihat, mereka satu kelas. Kalian tidak mengenalnya?” tanya Sehyun sekali lagi. Tapi mereka menggeleng-gelengkan kepalanya, tanda tak tahu. Sehyun pun menghela nafas, ia mulai putus asa akhirnya. “Baiklah kalau begitu, terima kasih..”

***

“Memang benar-benar tahun 1974..” keluh Sehyun begitu ia membaca tanggal terbit koran hari itu. Kedua pemuda yang duduk di sebelahnya menatapnya dengan heran.

“Namamu siapa?” tanya Hoya sambil menyantap makanannya. Mereka bertiga sekarang berada di sebuah warung makan yang tak jauh dari rumah Hoya.

“Han Sehyun.” jawab Sehyun sambil menaruh koran itu kembali ke tempatnya. “Hoya kah?”

“Darimana kau tahu namaku?” tanya Hoya heran.

“Aku diberitahu adikmu itu.” Ujar Sehyun sambil menunjuk Sungjong yang sedang asik menyantap makanannya.

Hoya hanya mengucapkan ‘oh’ dan mengangguk pelan. “Setelah ini kau pulang kan?”

Sehyun terdiam begitu mendengar pertanyaan Hoya. Ia menengok ke kanan kiri, meyakinkan bahwa tak ada yang mendengarnya. Ia mendekatkan diri ke arah mereka berdua sambil berbisik. “Kau tahu, sebenarnya aku..”

Sehyun menatap keduanya. “Datang dari tahun 2011.”

***

Jeng jeng~ Kira-kira Hoya sama Sungjong bakal percaya nggak ya kalau Sehyun datang dari masa depan? Baca part berikutnya ya~ ^^

Oh ya, makasih buat temen-temen yang udah mau baca dan komen di part-part sebelumnya. Jangan lupa komen lagi di bawah ini ya~ Gomawoyong~ (lempar aegyo)😄