Seungwon Entertainment

Present

“Aku Capek Ngebatin Terus (Episode terakhir)”

Author : Seungwon *Jangan panggil eonni ato nuna karna saya adalah namja*

Judul: Aku capek ngebatin terus (episode terakhir)

Part 1

part 2

Cast : Kim Jaejoong,Yoona,Sungyeol,Myungsoo,IU,Infinite,JYJ,SNSD

Genre : Friendship,Family,AU,OOC

Rated : G

Length : Cerbung (cerita bersambung)

Disclaimer :

Cast adalah tokoh nyata yang real namun dijadikan sebuah cast dalam sebuah fanfiction yang cuman khayalan semata dari author.

Cuap-cuap author :

Akhirnya setelah menunggu lama,author menyelesaikan ff bersambung sampai tamat.Yah intinya gak nyagka juga banyak yang nagih-nagih episode terakhir cerita ini.Padahal yang komen dikit #nyesek

———————————————————————————————————————————————————————————

Seseorang mendobrak pintu dengan keras sehingga membuat Myungsoo dan Sunyeol tersentak kaget.Wajah Myungsoo berubah menjadi pucat pasi,dia tahu akan terjadi sesuatu sekarang.

“Sungyeol,lebih baik kamu segera lari dari sini!” Perintah Myungsoo tanpa menoleh padanya.

“Wae?Kenapa?” Tanya Sungyeol kebingungan.”Ah Anyeong haseo ahjussi!” Lanjut Sungyeol kepada sosok pria yang mendobrak pintu yang tak lain adalah ayah Myungsoo,Kim Jaejoong.

Jaejoong tidak menjawab sapaan Sungyeol,melainkan menatapnya tajam seakan-akan ingin membunuhnya.Tampak sorot mata kemarahan terpancar pada mata Jaejoong.Dan Myungsoo tahu apa artinya itu.

“LARI!” Myungsoo berteriak pada Sungyeol.Namun,sebelum Sungyeol menyadari teriakan Myungsoo,tiba~tiba Jaejoong berlari menghambur kepadanya.

Dia menarik kerah baju Sungyeol dengan keras.Sungyeol tampak syok dengan perlakuan ayah Myungsoo padanya sekarang.Jantungnya berdegup kencang,keringat dingin mulai mengucur di pelipis Sungyeol.

“Siapa kau hah?” Jaejoong berteriak didepan wajah Sungyeol.

Sungyeol tentu saja bingung dengan sikap Jaejoong,bukannya tadi sudah berkenalan,bahkan datang ke rumah sakit bersama.Kenapa dia bisa lupa,pikir Sungyeol.

Belum sempat Sungyeol menjawab,tubuhnya dihempaskan oleh Jaejoong.Tubuh Sungyeol terhempas tepat diatas meja kaca,sehingga membuat meja itu pecah dengan kaca berserakan di sekitarnya.Myungsoo tertegun melihat teman barunya dianiaya terlebih oleh ayahnya sendiri.

“Hentikan ayah!Hentikan!” Myungsoo berteriak memohon pada ayahnya.Jaejoong sendiri tidak menghiraukan teriakan Myungsoo,dia malah mendekati Sungyeol.

Sungyeol meringis kesakitan ketika mencabuti pecahan kaca yang tertancap di pergelangan tangannya.Darah kental juga mulai mengalir dari pelipis matanya.Jaejoong berjongkok di depan Sungyeol,wajahnya masih terlihat dingin dengan pancaran mata yanh murka.Diapun menjambak rambut Sungyeol dan menatapnya tajam.

Jaejoong kembali menghempaskan kepala Sungyeol hingga posisi wajahnya sekarang mencium lantai.Beberapa pecahan kaca tampak menembus pipi Sungyeol.

Myungsoo menitikan air matanya melihat temannya tak berdaya di depan wajahnya.Ingin rasanya dia menghentikan ayahnya,namun sayang tubuhnya terlalu lemah untuk menhentikan kebrutalan ayahnya.

Jaejoong kembali berdiri lalu menginjak~nginjak dan menendang punggung Sungyeol yang tak berdaya itu.Darah segar dimuntahkan oleh Sungyeol,dia hanya bisa pasrah disiksa seperti itu oleh jaejoong.

“Cepat katakan siapa kau hah?!Apa tujuanmu mendekati anakku?!” Tanya Jaejoong sambil terus menendang Sungyeol.

Ingin rasanya Sungyeol menjawabnya,namun bibirnya terlalu kelu hingga tak mampu untuk berucap apapun.Yang dia mampu hanya bisa menatap Jaejoong dan Myungsoo secara bergantian dengan pandangan sayu dan nanar.

Merasa pertanyaanya tak digubris,Jaejoong pun menendang punggung Sungyeol dengan sekuat tenaga hingga Sungyeol memuntahkan darah dari mulutnya.Sungyeol hanya bisa berteriak dengan keras ketika tendangan demi tendangan dilancarkan oleh Jaejoong,dia bahkan merasa kalau beberapa tulang rusuknya remuk.Sesudah menendang Sungyeol dengan keras,Jaejoong pun hanya mondar mandir dihadapan tubuh Sungyeol yang terkapar di lantai sambil mengaduh~aduh kesakitan.Raut mukanya berubah menjadi panik dan sesekali mengacak~ngacak rambutnya sendiri.

Tiba~tiba dia berhenti mondar mandiri.Matanya terbelalak seakan~akan dirinya telah menemukan sebuah jawaban.

“Kau……..” Ucap Jaejoong pelan seraya menoleh ke arah Sungyeol yang sedang terkapar lemah.”Kau pasti suruhan wanita itu kan?!” Lanjutnya sambil berteriak Jaejoong sambil mencengkeram bahu Sungyeol dengan keras.

“Ahjussi,,,,,” Gumam Sungyeol pelan.

“Benarkan,wanita itu yang menyuruhmu.Apa dia menyuruhmu membawa Myungsoo dari pelukanku hah??” Jaejoong terus meracau seakan-akan akal sehatnya sudah hilang.

“Ah,,ahjussi,,apa maksudmu?Aku sungguh tak mengerti apa yang kau maksud!” Dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya,Sungyeol bertanya pada Jaejoong dengan suara yang lemah.

“Sudah jangan berpura-pura tidak tahu.Aku tahu ibunya Myungsoo yang menyuruhmu datang kesini untuk mengambil Myungsoo dari pelukanku kan!?” Jejoong terus berspekulasi kalau Sungyeol mempunya maksud tersendiri disini.

“Bukan seperti itu ahjussi.Kau salah paham,aku tidak bermaksud seperti itu!Aku mohon lepaskan aku!” Sungyeol berusaha menjelaskan dan memohon agar dirinya dilepaskan.

“Sudahlah ayah,dia tak bersalah!Hentikan sekarang!” Myungsoo yang sedari tadi hanya bisa diam melihat temannya dianiaya akhirnya membuka suara.

“Tidak Myungsoo,orang ini suruhan ibumu!Dia berusaha mengambilmu dari ayah,aku akan melindungimu nak!Lihat apa yang akan ayah lakukan pada orang yang berusaha memisahkan kita!” Tutur Jaejoong lembut.Namun ketika mengalihkan pandangannya ke arah Sungyeol tatapannya berubah menjadi haus darah.

Jaejoong menjambak rambut Sungyeol seraya menyeretnya ke arah jendela yang tertutup rapat seakan-akan tak mengijinkan sedikitpun udara masuk.

Sungyeol memejamkan matanya seakan-akan sudah pasrah dengan apa yang akan dilakukan padanya.Sementara itu Jaejoong menark kepala Sungyeol dan …………..

“Prankkkkkkkk…………”

Dengan keras Jaejoong membenturkan kepala Sungyeol ke jendela hingga pecah.Sungyeol merasa bukan hanya kaca melainkan kepalanya juga serasa mau pecah.Rasa sakit yang amat sangat mendera sekujur tubuhnya.Bahkan dia sudah tak dapat merasakan angin yang berhembus menerpa wajahnya.Tentu saja karena kesakitan yang tak tertahankan.

Sebagian tubuhnya kini melongo ke luar jendela dimana hanya dengan satu dorongan kecil dari Jaejoong bisa membuat tubuhnya terjun bebas dari lantai 9 ini.Tak ada sedikitpun rasa iba tersirat di wajah Jaejoong.Yang terlihat hanya eksperi dingin dan penuh dengan kebencian.

Myungsoo tahu kalau ayahnya itu bisa nekat seperti ini.Dia ingin menhentikan ayahnya sekaligus menyelamatkan Sungyeol.Namun tubuhnya tidak bisa dikontrolnya.Tak ingin menyesal,dengan kekuatan yang ada dia cabut jarum infus yang tertancap dipergelangan tangannya.Dengan kepala yang masih pusing dia berusaha bangkit dari tempat tidurnya.Namun karena terlalu lemah dia malah jatuh tersungkur ke lantai.

Rasa sakit saat tersungkur tidak menyurutkan niatnya untuk segera menyelamatkan Sungyeol.

Dia mencoba untuk berdiri namun gagal.Dia kembali jatuh bangun.Dan tanpa berlama~lama lagi dari pada terlambat,dia menyeret tubuhnya sendiri.Merangkak menuju Jaejoong yang sudah bersiap mendorong Sungyeol.

Tepat beberapa detik Jaejoong akan mendorong Sungyeol,tiba~tiba Myungsoo mencengkeram pergelangan kaki Jaejoong.Jaejoong pun mengalihkan pandangannya pada Myungsoo.Dilihatnya Myungsoo sedang menatapnya lembut dengan tulus.Myungsoo menggelengkan kepalanya menyuruhnya agar berhenti.

Siapa yang sangka tatapan tulus dari Myungsoo bisa meluluhkan Jaejoong yang sedari tadi penuh dengan aura kebencian.Ditariknya kembali tubuh Sungyeol ke dalam.Sungyeol ambruk karena sudah tidak kuat merasakan sakit,diapun kehilangan kesadarannya lalu pingsan di pangkuan Myungsoo.

Jaejoong hanya bisa terduduk dihadapan Myungsoo.Tatapannya begitu hampa dan kosong.Kepalanya tertunduk memandang lantai yang penuh kaca berserakan.

Myungsoo mengusap pipi Sungyeol yang berdarah.Dia menitikan air mata melihat Sungyeol yang terbaring lemah dipangkuannya.

“Maaf aku tidak bisa menolongmu dengan cepat!” Ujar Myungsoo dengan terisak~isak seraya membelai rambut Sungyeol sehingga darahnya menempel di baju Myungsoo.

Sementara itu Jaejoong mulai sadar dari lamunannya.

“Kau,,,Lebih memilih ibumu dari pada ayah kan,Myungsoo!” Kata Jaejoong.

“Sudahlah ayah,aku tidak ingin membahas itu sekarang!” Jawab Myungsoo tanpa menoleh ke arah Jaejoong sama sekali.

“Cih,ternyata kau sama seperti ibumu,pandai sekali berbohong.” Ujar Jaejoong meremehkan.

Myungsoo sadar ada sesuatu dalam ucapan ayahnya tadi.Secara perlahan-lahan Myungsoo mengangkat kepalanya.Dia melihat ayahnya sudah berdiri dihadapannya dengan tatapan yang penuh amarah.

Myungsoo hanya bisa menelan ludah ketika ayahnya kembali terbuai emosi.Dia menutup matanya ketika Jaejoong hendak menamparnya.

Namun tiba-tiba sebuah suara perempuan menghentikan aksi Jaejoong.

“Sudah cukup,hentikan semua ini ayah!” Ujar suara perempuan yang sekarang berdiri di depan pintu.

“Tidak Yoona,ayah harus memberi pelajaran pada anak tidak tahu diri ini!” Ujar Jaejoong geram.

“Dia,,,lebih baik mati jika memilih ibu kalian yang tak bertanggung jawab itu!” Kata Jaejoong berapi-api.

“Sadarlah ayah itu semua tidak benar!Ayahlah yang………….,” Sergah Yoona,namun belum selesai dia menyelesaikan ucapannya,Jaejoong memotong kata-katanya.

“Yoona,apa kau juga membela ibumu?Bukankah dia sudah meninggalkan kalian!” Ucap Jaejoong kecewa,karena dia berharap anak perempuannya ini akan Membelanya.Namun sebaliknya,Yoona malah berbalik menyerangnya dengan kalimat-kalimat yang tajam.

Myungsoo dan juga IU yang sedari tadi hanya berdiri di belakang Yoona hanya bisa diam.Myungsoo bersyukur kakaknya segera datang,setidaknya ada yang memperlama waktu kematiannya,pikir Myungsoo.

“Sadarlah ayah,ibu sudah mati!Kau,,,,yang membunuhnya ayah!” Ujar Yoona seraya membuang muka dari Jaejoong.

“Noona,,,jangan,,,” Myungsoo berteriak seraya menggelengkan kepala pada noonanya itu.

“Biarkan saja Myungsoo.Ayah harus menyadari kenyataan yang sebenarnya!” Ujar Yoona menatap tajam ayahnya.

Myungsoo menatap ayahnya yang sekarang tertunduk lesu.Dia belum siap jika ayahnya tahu yang sebenarnya,dia pastinya akan sangat terpukul sama seperti 7 tahun yang lalu.

“Benarkah itu,aku yang membunuh Hyunra?!” Tanya Jaejoong entah pada siapa.

“Lebih tepatnya ayahlah yang menyebabkan ibu!” Ujar Myungsoo tertunduk lesu.

Bagai tertabrak truk coca-cola,dihantam odong-odong yang ngebut,hingga jatuh kedalam jurang lautan yang dalam sedalam samudera lepas.Jaejoong merasa dadanya sesak,dia merasa kepalanya sakit tak tertahankan.

“Tidak,,,ini tidak mungkin,,,aku,,Hyunra,,,ini tidak mungkin,,,” Jaejoong berujar tak karuan,dirinya diliputi kepanikan yang amat sangat.

Memori demi memori yang dulu hilang perlahan-lahan muncul dikepala Jaejoong,Ingatan pada Malam 7 tahun lalupun mulai terputar kembali dalam ingatan Jaejoong.

#Flashback 7 tahun lalu

Pada suatu malam yang mencekam,hujan turun dengan derasnya.Petir berkecambuk di langit Seoul malam itu,tak ada seorangpun orang dijalanan.Tentu saja dalam cuaca seperti ini orang memilih untuk berkumpul bersama keluarganya di dalam rumah sambil menikmati kehangatan selimut yang melindungi tubuh mereka dari kedinginan.

Namun tidak dengan keluarga Kim malam itu.Dalam cahaya yang temaram,terdengar sebuah teriakan dari dalam rumah keluarga Kim.

“Percayalah padaku,aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Yunho!” Teriak seorang wanita paruh baya yang berdiri membelakangi pintu sebuah kamar itu.

Wajahnya sungguh cantik untuk wanita seumuran dia.Dengan kulit yang seputih susu dan juga mata besar yang bening.Struktur wajahnya pun tampak lembut.Ya dia adalah istri Jaejoong dan ibu Myungsoo dan Yoona,dia adalah Kim Hyunra.

Wanita itu tampak sedang menangis.Di depannya Jaejoong berdiri membelakanginnya.Muka Jaejoong begitu kusut,aroma alkhol tercium dari badannya.Dan tentu saja dia sedang mabuk.

Jaejoong membalikan badannya.Mereka beradu tatap.

“Kamu kira aku bodoh hah?!Jelas~jelas aku lihat kau dan Yunho keluar dari hotel bersama!Apa kamu pikir aku bodoh hah!” Jaejoong berteriak seraya melempar botol minuman yang dipegangnya.

“Kamu salah paham,aku bisa jelasin semua ini!” Sergah Hyunra.

“Cukup,aku tak mau mendengar penjelasanmu.” Jaejoong tak menggubris omongan Hyunra.

“Jaejoong,aku mohon dengarkan aku dulu! Protes Hyunra.

Plak……….

Jaejoong menampar pipi Hyunra dengan keras hingga membuatnya jatuh tersungkur.

Hyunra tercengang,dirinya tak menyangka jika Jaejoong,suaminya yang selama ini selalu bersikap manis dan lembut padanya,hari ini tega menamparnya.

Hyunra menangis,hatinya sakit sekali.Dia bahkan tidak diberi kesempatan untuk menjelaskan kalau dia dan Yunho sebenarnya sedang mempersiapkan kejutan ulang tahun untuk Jaejoong.

Namun Jaejoong malah salah paham pada mereka.Dia malah menuduhnya berselingkuh.

“Pergi….,” Kata Jaejoong. “Cepat pergi dari hadapanku hah!Sebelum aku membunuhmu,enyahlah dari hadapanku!” Lanjut Jaejoong menggertak Hyunra.

Hyunra yang merasa sakit hati hanya bisa berdiri lalu meninggalkan Jaejoong dengan terisak~isak.Sedangkan Jaejoong hanya bisa terduduk dan menahan amarah.

***

 Hyunra menyuruh Yoona dan Myungsoo berkemas.Hyunra tampak tergesa-gesa,dia memasukan baju-baju anaknya dengan buru-buru kedalam tas.

Myungsoo yang masih ngantuk hanya bertanya kepada ibunya.

“Ibu kita mau kemana?” Tanya Myungsoo seraya mengucek-ngucek matanya.

“Kita harus ke rumah nenek sayang.” Jawab Hyunra setenang mungkin.

“Ibu,,,,,,,” Ujar Yoona dengan nada getir.

Ibunya hanya mengangguk,berharap anak perempuannya itu bisa mengerti dengan keadaan saat itu.Dan sepertinya Yoona pun mengerti,dia menuruti apa yang disuruh ibunya.

Hujan semakin deras,petirpun semakin menggelegar.Dengan tergesa-gesa,Hyunra menggendong Myungsoo kecil diikuti oleh Yoona yang membawa tas.Ketika mereka melewati kamar Jaejoong,mereka lebih berhati-hati.

Namun ketika mereka hendak pergi tiba-tiba mereka dikagetkan oleh suara Jaejoong yang tampaknya marah besar.

“Mau dibawa kemana anak-anakku hah!” Jaejoong berteriak seraya menarik lengan Hyunra.

Mereka bertiga tampak kaget,terutama Hyunra.

Hyunra menyuruh Yoona dan Myungsoo berkemas.Hyunra tampak tergesa-gesa,dia memasukan baju-baju anaknya dengan buru-buru kedalam tas.

Myungsoo yang masih ngantuk hanya bertanya kepada ibunya.

“Ibu kita mau kemana?” Tanya Myungsoo seraya mengucek-ngucek matanya.

“Kita harus ke rumah nenek sayang.” Jawab Hyunra setenang mungkin.

“Ibu,,,,,,,” Ujar Yoona dengan nada getir.

Ibunya hanya mengangguk,berharap anak perempuannya itu bisa mengerti dengan keadaan saat itu.Dan sepertinya Yoona pun mengerti,dia menuruti apa yang disuruh ibunya.

Hujan semakin deras,petirpun semakin menggelegar.Dengan tergesa-gesa,Hyunra menggendong Myungsoo kecil diikuti oleh Yoona yang membawa tas.Ketika mereka melewati kamar Jaejoong,mereka lebih berhati-hati.

Namun ketika mereka hendak pergi tiba-tiba mereka dikagetkan oleh suara Jaejoong yang tampaknya marah besar.

“Mau dibawa kemana anak-anakku hah!” Jaejoong berteriak seraya menarik lengan Hyunra.

Mereka bertiga tampak kaget,terutama Hyunra.

“Lepaskan aku!” Sergah Hyunra berusaha melepaskan cengkeraman Jaejoong.

“Kembalikan anak-anakku!” Ujar Jaejoong berusaha merebut Myungsoo kecil dari pangkuan Hyunra.

“Tidak,mereka bersamaku!” Teriak Hyunra tak kalah sengit dalam mempertahankan anak-anaknya.

Yoona dan Myungsoo hanya bisa menangis ketika tangan mereka di cengkeran oleh Jaejoong.Dia membawa anak-anaknya ke dalam kamar dengan paksa.

Hyunra tak diam saja,dia terus berusaha menarik anak-anaknya.Namun tenaga Jaejoong lebih kuat sehingga dia tak kuasa menahannya.

Jaejoong menghempaskan kedua anaknya di atas kasur.Dibelakangnya,Hyunra terus mengikuti Jaejoong.Dan akhirnya adu mulut pun tak dapat dihindari.

Jaejoong dan Hyunra terus beradu mulut,bahkan sesekali Jaejoong tak segan-segan memukul Hyunra hingga terjatuh.

Mereka tidak sadar,bahwa dihadapan mereka ini,Yoona dan Myungsoo yang masih kecil dan jelas-jelas tidak layak menonton kejadian itu sedang melihat pertengkaran mereka.Yoona memeluk Myungsoo,mereka hanya bisa berjongkok sambil menangis.Sesekali Yoona menutup mata Myungsoo dengan tangannya ketika Ayahnya sedang memukul ibunya.

Singkat cerita,kemarahan Jaejoong sudah tak terbendung lagi.Diraihnya Vas bunga dan dihantamkannya ke kepala Hyunra.

Hyunra jatuh terkapar ketika Vas bunga itu menghantam kepalanya.Dia terkapar tepat dihadapan anak-anaknya.

Darah kental mengucur dari kepala Hyunra,membasahi lantai kamar itu.Mata Yoona dan Myungsoo terbelalak melihat secara langsung ibunya sedang meregang nyawa dihadapan mereka,hingga akhirnya dengan mata terbuka Hyunra menghembuskan matanya.

“Kyaaaaaaaaa,,,,,,,,,” Yoona berteriak dengan keras hingga memecah suara petir di luar.

Myungsoo juga tak kalah histeris,dia menangis dengan keras dan meronta-ronta dalam pelukan kakaknya.

“Ibuuuuu,,,,hikss hikss,”

Sementara itu Jaejoong terkejut dengan apa yang barusan dilakukannya.Nafasnya terengah-engah,raut wajahnya tampak bingung.

Dia mundur hingga menabrak tembok dan dengan perlahan-lahan dia jatuh terduduk.Vas bunga ditangannya jatuh disampingnya.Jaejoong memang marah besar hari ini,namun dibalik semua kemarahannya itu dia tetap mencintai istrinya,Hyunra.

Bulir-bulir air mata jatuh dari mata Jaejoong,sebuah air mata penyesalan.

Yoona dan Myungsoo masih menangis histeris ketika Jaejoong duduk dihadapan mereka.Jaejoong menyentuh pundak Yoona,namun ditepis dengan keras oleh anaknya itu.

Jaejoong terkejut ketika melihat mata kedua anaknya yang sekarang penuh kebencian.

#Flashback END#

Jaejoong masih tertunduk lesu membayangkan memori 7 tahun lalu yang kembali terbuka.Dugaannya selama ini tentang Hyunra ternyata salah.Ternyata Hyunra tidak pergi meninggalkan dia dan kedua anaknya,melainkan tewas di tangannya.

Pantas saja,selama bertahun-tahun sikap Myungsoo begitu dingin padanya.Dan setelah lulus kuliah,Yoona pergi meninggalkan rumah.Ternyata alasan dia pergi bukan karena ingin mandiri melainkan karena tidak ingin hidup bersama Jaejoong.

Yah selama ini,Jaejoong menyadari jika anak-anaknya bersikap dingin padanya.Awalnya dia menyangka kalau sikap kedua anaknya berubah karena ditinggal kabur ibunya.Tapi ternyata karena mereka masih marah pada Jaejoong dan masih menganggap kematian ibunya karena Jaejoong.

Air mata Jaejoong mengalir dengan deras (?),dadanya begitu sesak.Batinnya terluka,rasa sedih dan bersalah berkecamuk di hatinya.

Dia bahkan tak berani menatap kedua anaknya sekarang.Kepalanya terasa sakit,matanya mulai berkunang-kunang.

“Ayah,gwencana?” Tanya Myungsoo khawatir.

Jaejoong tidak menjawab.Dia berusaha berdiri namun gagal,dia ambruk lagi.Sontak saja membuat semua orang di ruangan itu khawatir.

“Ayah!” Ujar Yoona dan Myungsoo bersamaan.

Jaejoong tak kuat lagi menahan sakit dikepalanya.Matanya semakin berkunang-kunang,hal terakhir yang dia lihat adalah Yoona dan Myungsoo menghampirinya dengan panik sambil menyebut-nyebut namanya hingga akhirnya dia pingsan tak sadarkan diri.

***

Di sebuah bangsal yang luas hanya ada satu tempat tidur yang terisi.Sosok Jaejoong yang lemah terbaring disana.Yah setelah dia pingsan,IU segera memanggil dokter saat itu.

Menurut dokter,Jaejoong hanya terlalu banyak pikiran.Mungkin dengan istirahat yang cukup,kondisinya akan kembali stabil.

Disebelahnya Yoona duduk dengan rasa cemas.Dia memegang tangan Ayahnya,berharap itu bisa membuat ayahnya cepat siuman.

Dibelakangnya,Myungsoo duduk di kursi roda ditemani oleh IU disampingnya.Myungsoo sendiri tak kalah khawatir dengan Yoona,karena mau gimanapun orang yang terbaring didepannya adalah ayahnya.

Yoona dan Myungsoo sendiri sebenarnya sangat menyayangi ayahnya.Namun mereka belum bisa menerima kalau ditangan Ayahnyalah mereka kehilangan sosok ibu di umur mereka yang masih kecil.

Namun seiring waktu Yoona dan Myungsoo pun mulai tidak terlalu mengingat-ingat kejadian itu.Awalnya mereka memang benci pada ayahnya,namun mereka sadar kalau mereka tidak bisa egois.Karena bagaimanapun ayahnya pasti merasa kehilangan dan perasaan bersalah yang lebih besar dari pada mereka.

Buktinya,setelah kejadian itu jiwa Jaejoong semakin terguncang.

“Myungsoo,apa lukamu ini ayahmu yang melakukannya?” IU bertanya.

“Ne!” Jawab Myungsoo singkat.”Tapi aku tahu dia tidak bermaksud seperti itu!” Lanjutnya.

“Maksudnya?” Tanya IU bingung.

“Ayah kami jiwanya terganggu!” Ungkap Yoona seraya membalikkan badan ke arah Myungsoo dan IU.

“Mwo?” IU terkejut.

“Tapi bukan gila!” Sergah Myungsoo buru-buru karena tidak ingin IU salah paham.

“Hmm kata dokter,ingatan ayah tentang kejadian itu hilang karena jiwanya sangat terguncang saat itu.Yang dia ingat adalah kalau ibu kami pergi dengan selingkuhannya dan meninggalkan kami.Menurut ayah,selama ini dia merasa kalau ibu akan merampas kami darinya.Makanya dia akan marah besar dan tak segan-segan melakukan kekerasan pada siapapun yang dia anggap akan merebut kami darinya,seperti yang dia lakukan pada temanmu!” Yoona menjelaskan panjang lebar keadaan ayahnya yang sebenarnya pada IU.

IU tampak terharu mendengarnya,betapa menderitanya keluarga Myungsoo menghadapi ayahnya selama ini.

Myungsoo tertunduk tanpa bersuara.Dia menunggu noonanya bercerita lagi.

“Tapi ketika kami bertemu ayahmu pertama kali,dia tampak ramah dan baik-baik saja!” Tutur IU.

“Yah dia memang baik jika seperti itu,namun seperti yang noonaku bilang.Dia akan marah jika menyebut hal-hal tentang ibu kami!” Myungsoo menjawab.

“Ketika kami kecil,kami bahkan selalu dipukuli jika ayah sedang kumat.Dan ketika aku lulus SMA,myungsoo menyuruhku untuk keluar dari rumah agar tidak disakiti oleh ayah lagi.Myungsoo lah yang menanggung sakit selama ini.” Ungkap Yoona seraya memegang tangan Myungsoo.

Mata Myungsoo mulai berkaca-kaca,air matanya tak kuasa dibendungnya.Diapun menangis di depan noonanya.

“Aku,,,capek ngebatin terus noona.Rasanya aku ingin mati saja,Namun jika aku mati aku tidak ingin noona disakiti oleh ayah lagi.” Ujar Myungsoo terisak-isak.”Aku,,,,juga menyayangi ayah!Aku tak tahu apa yang akan terjadi padanya kalau aku pergi!Aku,,,aku,,,” Lanjut Myungsoo tak sanggup menyelesaikan kalimatnya.

“Noona tahu!Noona tahu!” Yoona memeluk erat adiknya.Air mata mereka pecah seketika.

IU pun tak kuasa menitikan air matanya melihat 2 orang bersaudara yang berusaha tegar menikmati hidup mereka yang tragis.

Dia memegang pundak Myungsoo,berharap sentuhannya itu memberikan rasa aman pada Myungsoo.Dan memberi tahu kalau dirinya tidak sendiri sekarang.

***

 Matahari terbit dengan indahnya,cahayanya memberikan kehangatan pada dunia.Suara burung berkicau menyambut hari yang baru pada pagi itu.

Jaejoong membuka matanya perlahan karena hangatnya cahaya mentari menembus tiap pori-pori kulitnya.Dia mengarahkan pandangannya keseluruh sudut ruangan itu,mencermati setiap jengkal sudut ruangan.

Jaejoong menoleh ke samping tempat tidurnya.Dilihatnya Yoona tengah tertidur di atas sofa.Jaejoong menatapnya lembut,dia baru sadar kalau putrinya ini sudah tumbuh beranjak dewasa.Selama ini,dia memperlakukan kedua anaknya seperti anak kecil.Dia sadar kalau selama ini dia terlalu mengekang kedua anaknya,dan sekarang dia baru menyesalinya.

Tiba-tiba sebuah suara membuyarkan lamunan Jaejoong.Jaejoong mengalihkan pandangannya pada suara itu yang ternyata adalah putranya,Myungsoo.

“Ayah kau sudah bangun,bagaimana keadaanmu!” Tanya pemuda berkursi roda yang menghampirinya.

“Ne,Ayah tak apa-apa Myungsoo!” Jawab Jaejoong ramah.

Yoona yang sedari tidur tiba-tiba terjaga ketika mendengar percakapan ayah dan adiknya ini.

“Ahh kau sudah sadar ayah.Bagaimana keadaanmu?” Tanya Myungsoo menghampiri Ayahnya seraya mengucek-ngucek matanya.

“Ayah baik-baik saja,kalian tidak usah khawatir!” Ucap Jaejoong.

Dia menatap kedua anaknya yang kini sudah ada dihadapannya.Dilihatnya satu persatu wajah anak-anaknya,lalu dia tersenyum ramah namun matanya menyiratkan sebuah penyesalan yang amat dalam.

“Syukurlah kau baik-baik saja ayah.” Tutur Yoona.

“Maafkan ayah sudah membuat kalian menderita selama ini!” Kata Jaejoong menyesal.Matanya berair seakan-akan hendak menitikan air matanya.

“Sudahlah ayah,Jangan bicarakan hal ini dulu!” Sergah Myungsoo.

“Maaf,,,,” Ujar Jaejoong sekali lagi,kali ini dia tak mampu membendung air matanya lagi.

Yoona memegang dan mengelus tangan Jaejoong.Matanya juga berair menahan tangisnya begitu juga dengan Myungsoo.

“Kami sudah memaafkan ayah kok,” Kata Yoona.

“Kami sadar,kalau kami tetap menyayangimu ayah!” Sambung Myungsoo.

Mendengar itu,Jaejoong merasa terharu.Dia tak menyangka anak-anaknya dapat memaafkan apa yang sudah dia lakukan selama ini pada ibu dan mereka.Jaejoong memeluk kedua anaknya dalam suasana haru biru,Yoona dan Myungsoo pun sudah tidak canggung lagi.

“Ngomong-ngomong bagaimana keadaan Sungyeol?” Tanya Jaejoong.

“Dia masih di ruang ICU,namun dokter bilang dia sudah melewati krisis,” Jawab Myungsoo.

“Antarkan ayah menemuinya!” Ungkap Jaejoong pada kedua anaknya.

***

Jaejoong,Yoona,dan Myungsoo memasuki sebuah ruangan ICU yang sunyi.Bau obat-obatan terasa menusuk hidung.

Disebuah ranjang,terdapat sosok pemuda tengah tertidur.Kepalanya tampak dililit perban,beberapa plester tampak terlihat di wajah dan badan pemuda itu.Sebuah infus menancap di tangannya,memberikan nutrisi pada pemuda yang tergolek lemah itu.

Disampingnya,seorang gadis tengah duduk seraya merapikan selimut pemuda itu.Wanita itu menoleh pada Jaejoong,Yoona,dan Myungsoo.

“Ahh ahjusii,anda sudah sadar.Bagaimana keadaanmu?” Tanya gadis itu.

“Aku baik-baik saja IU,bagaimana keadaannya?” Ujar Jaejoong mendekati ranjang Sungyeol.

“Dokter bilang dia sudah melewati krisis,anda tidak perlu khawatir!” Jawab IU.

IU mempersilakan Jaejoong duduk di kursi samping ranjang,sedangkan dia berdiri dibelakang Myungsoo.

“Aku benar-benar merasa bersalah padanya!” Jaejoong bergumam.

“Sudahlah ayah,kami tidak menyalahkanmu.Ini murni kecelakaan!” Ujar Yoona.

“Tidak Yoona,pemuda ini tidak tahu apa-apa.Tak seharusnya dia menderita seperti ini!” Sergah Jaejoong.

Jaejoong membalikan badannya,sekarang dia berhadapan dengan Myungsoo.

“Hari ini,ayah akan menyerahkan diri pada polisi!” Kata Jaejoong.

“Tidak!!!” Protes Yoona dan Myungsoo.

“Ayah harus mempertanggung jawabkan apa yang telah ayah lakukan!” Sergah Jaejoong.

“Tidak ayah,lupakan masa lalu.Kami tak akan mengungkit-ungkit kejadian itu lagi!” Ujar Myungsoo yang kini sedang terisak-isak.

“Jangan lakukan itu ayah,kami mohon!” Kata Yoona.

Jaejoong menundukan kepalanya,lalu dia berkata, “Ini,demi ibu kalian!Ayah akan merasa malu pada ibu kalian!Tolong kalian menghormati keputusan ayah ini!”

“Ayah,,,,,,,,” Pekik Yoona dan Myungsoo.Tangisan haru kembali pecah ketika mereka berpelukan kembali.

IU terharu melihat pemandangan sebuah keluarga di depannya ini.Dia tak habis pikir ada sebuah keluarga yang mempunya masalah sepelik ini.

Singkat cerita hari itu Jaejoong menyerahkan diri pada polisi.Dia menceritakan semua kejadian 7 tahun lalu,dia juga membawa surat pengantar tentang kejiwaannya.Hingga polisi memutuskan untuk mengirim Jaejoong ke panti rehabilitasi.Disana dia dirawat selama 5 tahun hingga akhirnya dia dinyatakan sembuh total,Namun dia harus menyelasaikan masa tahannya yang tersisa 2 tahun lagi itu.

7 tahun kemudian.

Yoona,Myungsoo,Sungyeol dan IU sedang berharap-harap cemas di sebuah ruang tunggu kantor polisi.Selama 7 tahun ini mereka sudah menanti-nantikan hari ini,hari kebebasan sang ayah,Kim Jaejoong.

“IU kau duduk saja disini?” Perintah Myungsoo.

“Tak apa-apa,aku gugup sekali!” Ujar IU.

“Kau harus duduk,kasian anak yang kau kandung.Apa kau ingin aku menjadi ayah yang tak peduli pada istri dan anaknya?!” Ungkap Myungsoo pura-pura marah.

“Lihat,ayahmu lagi marah nak hihihi,” Kata IU sambil mengusap-ngusap perutnya.

Ya,IU memang sedang mengandung.Dia dan Myungsoo menikah setahun yang lalu dan sekarang mereka sedang menantikan anak pertamanya.

“Noona,minum dulu nih!” Ujar Sungyeol seraya menyerahkan fanta kaleng pada Yoona.

“Gomawo Sungyeollie!” Ujar Yoona ramah.

“Heh jangan dekat-dekat dengan gadisku!” Tiba-tiba suara terdengar dari belakang Sungyeol dan sontak membuatnya kaget.

“Hehe mian Hyung!” Sungyeol cengengesan pada pemuda yang baru datang itu yang ternyata adalah suaminya Yoona,Kim Seungwon.

“Chagi,kau kemana saja?” Tanya Yoona pada suaminya.

“Aku baru bertemu kepala penjara,katanya sebentar lagi ayah akan keluar.” Jawab Seungwon.

Ya,3 tahun lalu Yoona menikah dengan seorang pemuda tampan rupawan yang merupakan seorang eksekutif muda bernama Kim Seungwon,dan sekarang mereka sudah dikaruniai 6 orang anak yang lucu-lucu.Singkat cerita mereka sudah hidup bahagia,namun hari ini kebahagiaan mereka akan terasa lebih lengkap karena ayahnya akan keluar dari penjara dan berkumpul beersama mereka.

Tiba-tiba seorang ahjussi keluar dari balik sebuah pintu.Sontak kedatangan orang itu membuat semua mata tertuju padanya.

“Ayah,,,,,” Ujar Yoona dan Myungsoo seraya tersenyum lebar melihat ayahnya.

“Apa kabar?” Jawab Jaejoong ramah.

Yoona dan Myungsoo diikuti yang lainnya menghampiri Jaejoong.

“Kalian baik-baik saja kan?” Tanya Jaejoong seraya merangkul anak-anaknya.

“Kami baik-baik saja,kami kangen padamu ayah!” Ujar Yoona.

“Ayah baik-baik saja kok!” Kata Jaejoong.

“Oiya anak-anak,ayo salam pada kakek!” Ujar Yoona pada ke 6 anaknya yang sedang main-main itu.

“Anyeong haseo kakek!” Pekik ke 6 anak-anak itu.

“Anyeong anak-anak,come to kakek!” Perintah Jaejoong seraya memeluk cucu-cucunya itu.

Mereka tertawa terbahak-bahak melepas kerinduan yang selama ini direnggut oleh teralis besi.

“Akhirnya keluarga kita bisa kembali seperti semula,Ayah harap kita semua dapat memulai dari awal.” Tutur Jaejoong.

“Tentu saja!” Jawab Yoona yang disambut senyuman hangat dari semua orang.

Akhirnya,setelah melewati masa-masa sulit setelah banyaknya ujian dan cobaan.Keluarga Kim dapat menemukan kebahagiaanya yang telah lama hilang.

THE END

——————————————————————————————————————————————————————————-

Ahhhhhhhhhhhhhhh,,akhirnya ini merupakan FF chapter pertama yang bisa saya tamatin kekekeke

Gak usah banyak cang cing cong deh,komen-komen ya :)

Saran kritik bash

Twitter @seungwonation

Fesbuk Fanta sprite coca cola

Fanpage seungwon entertainment

WordPress Seungwon entertainment

Oiya sekalian mau promo blog FF yang authornya NAMJA semua.

HTTP://FFFANBOY.WORDPRESS.COM/

Masih dicari author cowo juga :)

SEUNGWON