Title : (Cute Couple^^) A Month of Blooming Love After Story : First Date

Author : Catherine Crystal…><

Length : Continue

Genre : Comedy (?), Romance

Cast : -Ryeowook SuJu, Han Eunyoung, Eunhyuk SuJu, Lee Seorin.

 

Hai… kepala saya (?) nongol kembali… kali ini a month of blooming love after story… okay dech, happy reading… Oh iya, di sini POV-nya author POV terus ya… jangan bingung hahah…

 

To : My baby ^^

“Youngie, aku capek sekali”

From : My baby ^^

“Hubungannya denganku apa?”

To : My baby ^^

“Kau kan yeojachinguku, kau sendiri kan yang bilang begitu?”

From : My baby ^^

“Iya, iya, aku hanya bercanda, lalu kau maunya bagaimana?”

To : My baby ^^

“Besok kau free tidak?”

From : My baby ^^

“Iya sih… tapi di atas jam sepuluh”

To : My baby ^^

“Mwo? Jam 10 malam?”

From : My baby ^^

“Kau babo atau apa? Ya 10 pagi laah…”

To : My baby ^^

“Ooh… ya sudah, kau bisa temui aku di Namsan Tower jam sebelas?”

From : My baby ^^

“Hmm… bagaimana ya?”

To : My baby ^^

“Ayolah, atau kau kucium lagi”

From : My baby ^^

“Heuh… ya sudahlah, lagipula tadi itu aku kan hanya bercanda”

To : My baby ^^

“OK, gomawoyo chagi… ^^”

SEND.

Ryeowook tersenyum senang. First date. First date-nya dengan yeoja yang sangat dicintainya. Besok dia benar-benar harus berdandan yang ganteng #plak.

Saat sedang asyik membayangkan hari kencan pertamanya, tiba-tiba ada teriakan kencang dari luar kamar.

“Wookieeeeeee…………….!!!!!!!!”

Ryeowook mengerutkan keningnya. Eunhyuk? Kenapa dia berteriak?

“Ne hyung?” tanya Ryeowook sambil keluar kamarnya. HPnya ditinggalkan begitu saja di atas kasur.

“Kenapa ada pecahan gelasku di tong sampah?” (baca Cute Couple : A Month of Blooming Love part 2) tanya Eunhyuk. Ryeowook langsung mendadak gemetar.

“Ah, waktu itu… tidak sengaja… tersenggol olehku haha…” tawa Ryeowook garing.

“Kau masih bisa tertawa?”

“Bisa dong hyung hahahahahah…” Ryeowook kembali tertawa garing.

“Pokoknya kau harus ganti!”

“Ah, ya sudah hyung, mau berapa kali lipat? Dua kali? Tiga kali? Atau empat kali?”

“Haaaah…… susah sekali bicara denganmu, sudah, sebagai ‘uang muka’ aku pinjam kamarmu sebentar ya”

Eunhyukpun masuk ke kamar Ryeowook. Ryeowook menghela nafas berat. Kalau ‘uang muka’nya seperti ini bagaimana kalau uang kaki, eh salah, bukan uang kaki tapi denda utama. Ya, bagaimana denda utamanya?

“Aku masak saja lah… lumayan bisa cari resep untuk dimasak besok” gumam Ryeowook. Ia pun segera melangkah menuju dapur, tapi…

“Wookieeee…!!! Sepertinya aku sudah menemukan apa yang bisa menebus kesalahanmu!” teriak Eunhyuk dari dalam kamar Ryeowook. Dengan malas Ryeowook kembali berbalik masuk ke dalam kamarnya.

“Apa hyung?”

“Ini” cengir Eunhyuk sambil memperlihatkan HP Ryeowook. Yang langsung dibalas pelototan kaget oleh dongsaengnya itu.

“Ya, hyung!!! Kau baca SMSku ya? Lancang sekali??” Ryeowook langsung merebut HPnya dari tangan Eunhyuk dan menekan tombol lock.

“Memangnya kenapa? Kalau kau mau menebus kesalahanmu, besok… aku double date denganmu, harus setuju! OK, sekarang aku hubungi Seorin” Eunhyuk langsung berlari keluar dari kamar Ryeowook. Meninggalkan Ryeowook yang masih bengong.

“Hyung sejak kapan jadian dengan Seorin?” batinnya.

 

***

The next day…

Eunyoung menghentak-hentakkan kakinya berkali-kali. Rambutnya berantakan, tangannya ia remas sendiri dengan geram, wajahnya merah pwnuh amarah. Tidak lama kemudian dia berteriak histeris, mulai memporak-porandakan seluruh benda yang ada di sekitarnya, bahkan tangannya hingga tampak lecet-lecet. Semua orang yang ada di sekitarnya menjadi takut, mereka mulai menyingkir menjauhi Eunyoung sambil mengamankan barang masing-masing. Tidak lama kemudian Eunyoung tertawa sendiri dan menangis sendiri. Sungguh, dia benar-benar GILA! Tapi pria berbadan kekar namun pendek berbaju hitam dan berambut gondrong tersebut tidak beranjak dari tempatnya. Ia memandang Eunyoung dengan tatapan

yang sulit diartikan. Sementara sudah jelas bahwa Eunyoung sedang menuju ke arahnya dan mungkin saja akan melemparnya dengan brutal. Namun lelaki itu tidak bergeming.

Hingga akhirnya dia berseru dengan keras…

“CUT! Bagus sekali Han Eunyoung, kau memang selalu bagus!”

Eunyoung berhenti melempari barang-barang di sekitarnya dan tersenyum. Kemudian ia membungkuk 90 derajat dan menyeka keringat yang menjalari pipi putihnya.

“Gamsahamnida songsaengnim…” serunya lantang. Hari ini di kelas teaternya ia disuruh casting sebagai orang yang gila karena trauma. Dan ia berhasil melakukannya dengan sukses.

“Oke, kalian semua boleh pulang!” teriak pria berbaju hitam itu, semuanya pun mulai beranjak mendekatinya untuk berpamitan kemudian satu-per-satu meninggalkan gedung.

Eunyoung kembali menyeka keringatnya sekali lagi ketika sudah sampai di luar gedung. Melelahkan. Sangat melelahkan. Berperan sebagai orang gila walau hanya dalam 13 menit namun terasa sangat lama dan melelahkan. Ia pun segera mengeluarkan HPnya untuk menelepon eonninya, tapi seorang pria dengan sigap merampas HP tersebut.

“Yaa~!” teriak Eunyoung. Namun ia berhenti berteriak saat melihat pria di hadapannya ini. Eunhyuk? Dan seorang wanita??

“Oh, annyeong oppa…” sapa Eunyoung. Ekspresi wajahnya berubah drastis, dari marah menjadi ramah.

“Annyeong, perkenalkan ini yeojachinguku, namanya Lee Seorin”

“Annyeonghaseyo, Lee Seorin imnida, manaseo bangapseumnida… Ryeowook oppa yeojachingu?” tanya wanita itu.

“Nee… chanun Han Eunyoung imnida… kuge, di mana Ryeowook oppa?” tanya Eunyoung.

“Dia di mobil, hari ini aku hukum dia menyetir hahaha…” Eunhyuk tertawa evil.

“Memangnya kenapa dia kauhukum oppa?” tanya Eunyoung.

“Dia memecahkan gelas kesayanganku… jadi beginilah nasibnya…”

“Lho? Gelas? Gelas yang mana oppa?”

“Itu… yang ada gambar monyet disandingin sama aku… itu kan kesayanganku”

Gluk.

Eunyoung menelan ludah. Gelas itu kan… dia yang pecahkan?

“Ah, hajiman… eungh… sebenarnya gelas itu… aku yang memecahkan” kata Eunyoung.

“Mwoo…?? Lalu seekor nyamuk kecil yang dimasukkan ke dalam tabung itu juga kau?” tanya Eunhyuk. Seorin hanya melongo karena tidak mengerti.

“Eoh? Nyamuk? Rupanya lupa kubawa pulang ya? Haaah… pasti sudah membusuk sekarang…” sesal Eunyoung.

“Jadi itu benar kau?” tanya Eunhyuk dan dibalas anggukan oleh Eunyoung.

“Aaah… kalian ini aneh sekali sih! Sudah, ayo masuk ke mobil saja!!” Seorin pun melangkah duluan meninggalkan mereka menuju mobil. Eunyoung dan Eunhyuk mengikutinya di belakang.

Eunyoung membuka pintu mobil belakang, namun langsung disambut celaan Eunhyuk.

“Eiiit… tidak boleh duduk di situ, kau harus duduk di kursi depan, ya? Bersama Ryeowook” Eunhyuk nyengir dan dibalas dengusan kesal Eunyoung. Akhirnya ia duduk di depan.

“Hai chagiiii~” sapa Ryeowook manja.

“Hai oppaaaaaa~” balas Eunyoung.

“Hari ini aku akan traktir kau es krim…”

“Wuaaah… jeongmalyeo oppa? Berarti tidak jadi ke Namsan Tower? Oh iya, kenapa oppa tiba-tiba menjemputku? Katanya aku mau pergi sendiri?”

“Iya, itu karena monyet hyung minta double date, dan dia minta banyaaaak sekali permintaan dengan embel-embel ‘hukuman,’ huh, menyebalkan!”

Eunhyuk langsung melotot, “Wookie… nanti masih ada banyaak lagi hukuman, camkan itu!”

“Ah, arra, arra, monyet hyung…”

“Ahahahahaha… bahasa apa itu?” tawa Eunyoung meledak, lalu Ryeowook mengelus kepalanya pelan.

“Yah bahasa Korea lah… masa bahasa Prancis? Nggak mungkin banget kan?” canda Seorin. Seisi mobil langsung tertawa kencang.

 

***

“Seorin-ah… kesini! Palliwa~” pinta Eunhyuk. Ia menyuruh Seorin yang sedang bersama Ryeowook dan Eunyoung menuju ke dekat toilet.

“Ne oppa…” Seorin berlari-lari kecil menuju ke tempat Eunhyuk.

“Seorin-ah, kau lihat tidak, Eunyoung dan Ryeowook selalu menjaga jarak?” tanya Eunhyuk.

“Ya wajar lah oppa, mereka kan pasangan baru… baru seminggu yang lalu jadian dan lagipula ini baru first date mereka” jawab Seorin.

“Lah, maka dari itu! Kita harus berusaha mendekatkan mereka! Kau jaga jarak dengan mereka! Ya? Aku sudah punya rencana sendiri untuk mendekatkan mereka!” kata Eunhyuk bersemangat. Melihat itu, Seorin pun ikut bersemangat dan mengepalkan tangan kanannya pada Eunhyuk.

“Oke, fighting oppa!”

“Fighting!!”

 

***

Eunyoung dan Ryeowook berjalan berdampingan dengan canggung. Mereka selalu menjaga jarak. Malu mungkin? Sementara Eunhyuk dan Seorin berjalan di belakang mereka dengan tersenyum-senyum seperti orang gila. Tiba-tiba Eunhyuk menepuk bahu Ryeowook dan membuatnya menoleh. Eunhyuk pun

mengisyaratkan agar Ryeowook mengikutinya dan meninggalkan Eunyoung dan Seorin sendirian di depan air mancur. Toh mereka tidak pergi jauh-jauh. Lagipula siapa yang mau menculik bayi tua seperti Eunyoung dan Seorin?

“Wae hyung?” tanya Ryeowook.

“Kau tidak mau cari hadiah, Wook?”

“Hadiah? Buat siapa?” tanya Ryeowook dengan bingung.

“Ya buat yeojachingumu lah… dia kan ulang tahun hari ini! Kau tidak tahu ya? Ckckck… masa hari ulang tahun yeojachingumu sendiri tidak tahu sih?”

“Hah?? Masa dia ulang tahun hari ini? Kok hyung bisa tahu?” tanya Ryeowook dengan perasaan campur aduk. Sungguh. Sangat campur aduk.

“Yah, dari Seorin lah… dia kan sempat berbicara sedikit dengan Eunyoung” jawab Eunhyuk.

“Oh begitu ya? Ya sudah! Aku akan cari hadiah! Hyung ke tempat mereka berdua saja dulu! Nanti kutelepon, OK?”

“OK” jawab Eunhyuk dan membentuk huruf ‘o’ dengan tangannya.

 

***

Ryeowook memutari kembali seluruh isi toko tersebut. Namun kembali tidak menemukan benda yang menarik.

“Aiiishh…… aku kan tidak tahu dia suka benda apa!” seru Ryeowook frustasi. Ia pun berjalan keluar dari toko itu untuk mencari toko lain. Yah, tadinya mereka semua ada di taman kota, tapi demi membelikan hadiah untuk Eunyoung, Ryeowook harus berkorban dengan memisahkan diri dan pergi ke pusat perbelanjaan.

Ryeowook menoleh ke kanan dan ke kiri, melihat seluruh nama toko yang mungkin menarik.

‘CUTE WORLD’

‘Hmm… mungkin menarik’ batin Ryeowook, ia pun masuk ke dalam toko itu dan mulai melihat-lihat isinya dengan bersemangat. Berharap dapat menemukan benda yang ‘mungkin’ Eunyoung sukai.

“Haiiish… kenapa aku jadi harus mengorbankan first date-ku dengan membelikan hadiah??” kesal Ryeowook. Ia berhenti sebentar karena melihat boneka kelinci bertudung yang lucu sekali, “Ini persis seperti yang kulihat di mall waktu itu, tapi bagus juga” (baca Cute Couple : A Month of Blooming Love part 2)

Sesaat kemudian Ryeowook sudah mulai memilih-milih antara dua benda. Boneka beruang dan boneka kelinci bertudung itu.

“Boneka beruang lebih besar dan bulunya lebih halus, tapi boneka kelinci lebih imut dan warnanya biru muda halus, warna kesukaaannya. Jadi yang mana ya?” gumam Ryeowook. Ia pun melirik sedikit label harganya. Uuuups…… sepertinya harga boneka kelinci lebih mahal, tapi ini kan demi yeojachingunya??

“Ya sudah, kuputuskan untuk membeli boneka kelinci ini!” Ryeowook pun berjalan menuju kasir untuk membayar boneka tersebut.

 

***

“Oppa ke mana sih?” tanya Seorin.

“Ah, hanya ke toilet sebentar” kata Eunhyuk.

“Lalu mana Ryeowook oppa?” tanya Eunyoung.

“Namjachingumu itu? Tidak tahu yah… mungkin berak kali! Jangan-jangan diare atau sembelit? Atau… ambeyen ya?” kata Eunhyuk yang langsung dibalas pukulan Eunyoung di lengan.

“Oppa sembarangan! Sudah ah, aku mau jalan dulu ke tempat penjual permen kapas!” kata Eunyoung, walaupun sebenarnya ia tidak marah betulan. Eunhyuk ikut berjalan di belakang Eunyoung, namun tangannya dicekal oleh Seorin.

“Oppa, rencananya berhasil?”

“Tahap satu berhasil! Tahap dua, siap laksanakan!” Eunhyuk pun langsung menuju ke tempat Eunyoung berada.

 

***

Trrrlt… Trrrlt…

Ponsel Ryeowook berbunyi. Diambilnya ponsel itu. Tanpa melihat peneleponnya, langsung saja ia angkat telepon itu.

“Yoboseyo?”

“Yoboseyo, Ryeowook-ssi, apakah Eunyoung sedang bersama denganmu?”

“Ini… Seorin?”

“Yaaa~! Kau tidak lihat di layar HPmu??”

Ryeowook segera menjauhkan telepon itu dari telinganya dan melihat nama peneleponnya. Han Hyejin. Eonninya Eunyoung?

“Ah, mianhae Hyejin-ssi, ya, sekarang Eunyoung sedang berada di sampingku” jawab Ryeowook berbohong, ‘setidaknya dia pergi bersamaku, kan? Dan aku sedang dalam perjalanan menemuinya sekarang’ batin Ryeowook dalam hati.

“Ah, OK, gamsahamnida, Ryeowook-ssi, fiuh… aku sangat khawatir, tadi kujemput di sekolah, dia tidak ada, kata satpam sekolahnya sudah pulang, ya sudah, ternyata dia bersamamu, aku jadi bisa tenang, sudah ya Ryeowook-ssi”

“OK”

KLIK.

Sambungan telepon terputus. Ryeowook mempercepat laju mobilnya menuju taman kota. Sudah hampir sore, dan itu artinya dia sudah meninggalkan Eunyoung dalam waktu lamaaaa… sekali.

CIIIT…

Mobil Ryeowook ia parkirkan tidak jauh dari taman kota. Ia pun segera melesat turun dari mobil dan berlari menuju air mancur. Belum sampai air mancur, Ryeowook sudah melihat ketiga temannya itu. Namun hatinya kembali remuk. Eunhyuk sedang merangkul Eunyoung, dan mereka berdua terlihat sangat bahagia. Berebutan sebatang permen kapas. Dan… dan… aah! Ryeowook benar-benar tidak bisa berpikir dengan jernih lagi. Apa Eunhyuk memanfaatkan kesempatan saat Ryeowook pergi tadi?

 

***

“Eunhyuk hyung” panggil Ryeowook dengan suara serak. Eunhyuk menoleh dan mendapati Ryeowook sedang menangis di belakangnya.

“Eo? Wae? Kau jatuh?” tanya Eunhyuk sok khawatir.

“Hyung, kau jahat!!” teriak Ryeowook, ia pun berlari menuju kursi di tengah taman kota.

“Tuh kan, oppa, sudah kubilang juga apa, kembalikan permen kapasku!” Eunyoung langsung merebut permen kapasnya dari tangan Eunhyuk, dan berlari menyusul Ryeowook.

“Seorin-ah, tahap dua, berhasil!”

 

***

Ryeowook duduk di tengah taman kota dan menangis sejadi-jadinya. Sebelum Eunyoung menghampirinya dan duduk di sebelahnya.

“Oppa, tadi itu kau salah paham” kata Eunyoung tiba-tiba.

“Salah paham apanya? Jelas saja kalian berdua terlihat sangat bahagia, kau tertawa-tawa dan dia juga, apanya yang harus dijelaskan? Dia sangat cocok kok denganmu!” kata Ryeowook ketus.

“Aniyo oppa, ini adalah permen kapas yang kubelikan untukmu, karena aku tahu kau suka permen kapas, tapi Eunhyuk oppa malah merebutnya dan ketika aku ingin mengambilnya kembali, dia malah menggelitikiku”

“Mwo?”

“Ne, oppa salah paham, sebaiknya oppa percaya kepadaku karena aku tidak akan berbohong padamu”

Ryeowook tampak berpikir sebentar sebelum akhirnya mengangguk.

“Oke kali ini aku percaya padamu”

Eunyoung pun tersenyum bahagia.

“Oh iya Young-ah, ini hadiah untukmu, happy birthday ya!” seru Ryeowook seraya memberikan boneka kelinci yang tadi dibelinya itu.

“Ah gomawoyo oppa~ Tapi… ada yang salah di sini” kata Eunyoung.

“Wae?”

“Hari ini… aku kan tidak berulang tahun”

“MWOOOOO??? YAAAAA… INI PASTI KARENA ULAH MONYET HYUNG!!!!”

 

—end—

Gaje yah? Sangat, gaje gak gaje, bagus gak bagus, untuk motivasi, please comment, ok?