Author : Stephanie Naomi

Title : Music, Dream and Love [Part 7 – END]

Length : Continue

Genre : Romance

Cast : Taecyeon, Wooyoung, Junho (2PM), Suzy (missA), Park Jin Young (Teacher), Bae Su Jung, Lee Jung Ah, Park Yoon Hae (Imaginary Cast)

 

A/N : Super sorry kalau part ini benar-benar sedikit, karena aslinya part ini cuma jadi After Story. Ceritanya selesai sampai di part 6, ini cuma After Story, jadi cuma 3 pages. Maaf kalau ada yang kecewa, I’ll be back with another creative FF😀 Happy reading guys ^^~

 

***

 

Suzy berjalan menerobos malam Natal yang dingin akibat salju-salju yang mulai turun dari langit sedikit demi sedikit. Ia memasukkan kedua tangannya kedalam saku mantelnya dan lebih cepat lagi berjalan untuk sampai di halte bis. Tas punggung nya setia menemaninya dan juga rambutnya yang dibiarkan tergerai. Akhirnya ia sampai di halte yang saat itu sedang sepi. Ia langsung duduk, membuka sarung tangannya dan mengeluarkan ponsel dari saku mantelnya. Terdapat 2 pesan dari orang-orang yang ia cintai.

 

“Suzy-ah, cepatlah pulang. Ibu buatkan sup hangat untukmu. Jangan lupa pakai sarung tangan, nanti kau sakit.”

 

“Yah, Bae Suzy, kemana saja kau Unta? Aku menelepon ke rumahmu tapi kata Ibumu kau belum pulang. Cepatlah pulang. Aku merindukanmu.”

 

“Cih, merindukanku? Pulang ke Korea saja kau tidak mau.” gerutu Suzy sendiri saat membaca pesan terakhir dari Taecyeon. Ia menutup flip ponselnya dan langsung berdiri, melihat bis yang sebentar lagi akan datang dan membawanya pulang kerumah.

 

Sesampainya dirumah, Suzy langsung masuk kedalam kamarnya untuk berganti pakaian. Namun ia menundanya, melihat sebuah kotak yang cukup besar tergeletak diatas tempat tidurnya dengan kartu ucapan yang terselip di pita yang mengikat kotak tersebut. Suzy duduk disebelah kotak itu dan menaruh kotak itu dipangkuannya. Lalu, ia membaca isi kartu ucapan tersebut.

My Dearest Bae Suzy…

 

Aku tahu kau pasti masih sedikit kesal, bahkan masih kesal karena aku tidak pulang ke Korea padahal sudah 2 kali liburan tetapi aku tetap berada disini. Aku tahu kau pasti merindukanku, jadi untuk saat ini sebagai penggantiku, kuberikan mantel ini untukmu. Gunakanlah ketika kau keluar nanti. Cuaca Korea malam ini cukup dingin. Dan perlu kau tahu, mantel ini lebih tebal dari mantel-mantel yang kau miliki. Jelas saja, bisa dikatakan ini barang import. Ku harap kau menyukainya ^^

 

Hug and Love,

Ok Taecyeon

 

Perasaan Suzy campur aduk, antara mau marah dan senang. Tetapi senyum mengembang jelas di wajahnya. Ia langsung menaruh kartu ucapan itu, membuka kotak itu dan mendapatkan sebuah mantel berwarna Beige yang terlipat rapi didalam kotak tersebut. Suzy langsung mengambil mantel itu dan membukanya. Ia merasakan bahan mantel yang sangat lembut, hangat dan tebal. Benar apa yang ditulis Taecyeon dalam kartu ucapannya. Suzy langsung menggantung mantel itu didalam

lemarinya, menyimpan kartu ucapan dan juga kotak pemberian Taecyeon, lalu ia bergegas keluar kamar.

 

“Ibu, siapa yang mengirimkan paket untukku?” tanya Suzy begitu ia keluar kamar.

 

“Ibu tidak tahu, paket itu datang belum lama sebelum kau tiba. Su Jung yang menerimanya.” jawab Lee Jung Ah yang masih membereskan meja untuk makan malam. Suzy buru-buru menghampiri adik lelakinya yang sedang menonton tv.

 

“Yah, Su Jung, siapa yang mengirimkan paket itu untuk noona?” tanya Suzy yang langsung duduk disebelah Su Jung.

 

“Aku tidak tahu, aku tidak kenal, bahkan aku saja tidak bisa melihat wajahnya.” jawab Su Jung yang masih sibuk dengan remote tv yang seraya tadi ia tekan untuk mencari acara yang bagus.

 

Suzy langsung menyambar remote tv dari tangan Su Jung dan menekan tombol power. TV itu mati dan Su Jung langsung memasang raut wajah protes.

 

“Yah! Noona…”

 

“Jelaskan dulu apa maksud ucapanmu tadi.”

 

“Aku tidak tahu siapa dia, noona. Sungguh.” balas Su Jung seraya jarinya membentuk tanda ‘peace’ ditangannya, “Ia memakai helm dan juga jaket tebal. Ia langsung berikan padaku kotak itu dan ia juga memberikan ku secarik kertas. Tulisannya: untuk Bae Suzy. Jadi langsung saja aku masuk dan menaruhnya di kamarmu.” sambung Su Jung menerangkan lebih detail sesuai permintaan Suzy.

 

Suzy terdiam sesaat dan pada kesempatan itu Su Jung langsung merebut kembali remote tv dari tangan Suzy. Tetapi ia tidak peduli. Ia langsung kembali masuk kedalam kamar diikuti dengan raut wajah heran dari Su Jung dan juga Ibunya yang melihat sedikit dari dapur.

 

Didalam kamar Suzy kembali mengambil kartu ucapan dan membaca ulang kata-kata dari Taecyeon. Dan tanpa membuang waktu ia langsung mengambil mantel yang baru saja ia terima dari Taecyeon , mengantongi ponsel dan kartu ucapan itu serta keluar dari kamarnya.

 

“Ibu! Su Jung! Aku pergi sebentar!” teriaknya sambil mengenakan sepatu boots miliknya.

 

“Kau mau kemana, sayang? Diluar hujan salju.” sambut Jung Ah yang buru-buru menaruh panci diatas meja dan menghampiri Suzy yang ia kira sedang memakai sepatu tetapi ternyata Suzy sudah pergi tanpa membawa payung.

 

Suzy berjalan cepat tanpa menggunakan penutup telinga ataupun sesuatu untuk melindungi kepalanya dari hujan salju. Ia menyusupkan kembali tangannya ke dalam kedua sakunya sambil meneriakkan nama Taecyeon.

 

“Ok Taecyeon! Dimana kau?!”

 

Tidak ada jawaban. Suzy berjalan lagi dan mulai berteriak lagi. Ia mengeluarkan tangan dari sakunya dan menutup kedua telinganya dengan telapak tangannya.

 

“Ok Taecyeon! Keluarlah kau! Aku yakin kau pasti berada disini!”

 

“Taecyeon!!!”

 

“Taecyeon! Ini hujan salju! Jangan bertindak bodoh!”

 

Suzy berteriak namun ia merasa percuma. Ia berhenti berjalan, mengambil ponsel dari saku mantelnya dan langsung menghubungi nomor Taecyeon yang sudah ia hafal luar kepala.

 

“Aktif!” Suzy merasa ada secercah harapan ketika terdengar nada sambung dari ponselnya. Namun karena tidak dijawab, kelamaan nada itu berubah dan mengisi kebisuan malam itu. Suzy menelepon kembali, hasilnya masih nihil.

 

Dan Suzy memutuskan untuk menelepon yang ketiga kalinya. Kali ini, hasilnya berkebalikan dengan yang sebelumnya.

 

“OK TAECYEON???!!!” teriak Suzy tanpa memakai salam terlebih dahulu.

 

“Yah, pelan-pelan saja. Gendang telingaku bisa pecah.”

 

“LALU DIMANA KAU SEBENARNYA?!” Suzy tetap berteriak, namun dengan volume yang sedikit lebih pelan.

 

Taecyeon tidak menjawab, tetapi saat itu juga Suzy merasa ada yang melindungi badannya dari hujan salju. Ia melihat keatas dan mendapatkan sebuah payung bening yang melindunginya. Ia buru-buru berbalik dan mendapatkan Taecyeon yang sedang memayunginya, sementara tangan kirinya masih memegang ponsel yang masih ditempelkan ditelinga.

 

“Selamat Natal, Suzy-ah.” ucapnya pelan dan lembut. Ia menggeser slide ponselnya ke bawah dan menaruhnya di saku. Suzy tidak menjawab apa-apa. Ia masih menatap Taecyeon dengan tatapan tidak percaya bahwa sekarang Taecyeon sudah berdiri lagi dihadapannya.

 

“Lain kali, jangan kau bilang aku yang bertindak bodoh. Seharusnya kau lihat dirimu yang bertindak lebih bodoh daripadaku. Kemana penutup telingamu? Kemana payungmu? Topimu?” lanjut Taecyeon dengan nada sedikit mengomel.

 

“KAU INI KETERLALUAN! Datang-datang langsung saja mengomeliku. Ini semua akibat ulahmu!” balas Suzy, keras kepala sambil menendang pelan tulang kering Taecyeon. Taecyeon terlihat sedikit meringis kesakitan.

 

“Yah! Jadi begini caramu menyambut pacarmu yang baru saja pulang?” protes Taecyeon, “Baiklah, maafkan aku karena aku tidak bilang apapun padamu. Lagipula kalau aku bilang padamu, namanya bukan lagi kejutan, dong?” sambung Taecyeon seraya tersenyum lebar.

 

Suzy tidak dapat berkata apa-apa. Taecyeon memang selalu punya 1001 cara untuk membuatnya tertaw. Dan ia langsung meloncat untuk menggapai leher Taecyeon dan memeluknya erat.

 

THE END