Title : (Cute Couple^^) About My Girlfriend

Author : Catherine Crystal…><

Length : One Shot

Genre : Romance, Comedy (?)

Cast : -Ryeowook SuJu, Han Eunyoung, Nam Jieun, Siwon SuJu

 

Yah, namanya dasar tangan author kegatelan, akhirnya menetaslah (?) ff aneh ini. Okay dech, langsung ajah…………… Oiya, POVnya Ryeowook semua ya… Don’t be confused

 

Setengah sadar, aku bangun tidur. Huahm… aku masih ngantuk sekali. Apa aku tidur lagi saja ya? Haah… ya sudah, tidur lagi saja. Baru setengah mataku menutup kembali, tiba-tiba terdengar teriakan kencang di telingaku…

“WOOKIE!!! MAU TIDUR LAGI??”

“Emmmh… Kenapa sih Eeteuk hyung teriak-teriak? Aku kan masih ngantuk…”

“Kau lupa jam tujuh pagi ada siaran radio?”

“Heh? Lupa tuh”

Aku pun kembali memejamkan mataku sambil masih berusaha mencerna kata-kata Eeteuk hyung.

‘Kau lupa jam tujuh pagi ada siaran radio?’

‘Kau lupa jam tujuh pagi ada siaran radio?’

Tunggu dulu, SIARAN RADIO?? Oh iya, aku lupa. Kutegakkan badanku dan menemui Eeteuk hyung yang sudah siap mengguyurku dengan air dingin.

“Ehehehe… kau benar hyung, aku lupa, ngomong-ngomong… memangnya jadwalku hari ini apa saja?”

“Lihat saja sendiri di depan! Makannya sekarang gosok gigi dulu! Mulutmu BAU!!”

“Masa sih hyung?” aku pun menangkupkan tanganku di hidungku dan mencoba mencium bau mulutku sendiri, “Oh iya bau hyung, kalau begitu aku gosok gigi dulu ya…”

 

***

Aku membolak-balik jadwalku hari ini dengan kasar. Hari ini aku ingin sekali bertemu dengan Eunyoung, baru dua hari yang lalu aku bertemu dengannya dalam first date kami tapi aku sudah kangen lagi (baca Cute Couple : A Month of Blooming Love After Story (First Date))

Setelah mencari-cari dengan brutal, akhirnya aku menemukan waktu kosong. Mataku langsung membelalak. Ternyata waktu kosongnya dari siang jam satu nanti sampai malam? Jadi aku bisa berkencan dengan Eunyoung lagi dong? Lagipula ini kan Selasa, dia tidak ada kursus! Yes!

“Hyung…” rengekku pada Eeteuk hyung.

“Hm?”

“Nanti antarkan aku ke sekolah Eunyoung ya…”

“Astaga… kemarin kau juga bilang seperti itu, padahal kemarin kau tahu sendiri jadwalmu padat, pasti sekarang jadwalmu juga padat lagi kan? Tidak mau, selesaikan dulu jadwalmu”

Aku langsung menyodorkan buku jadwalku dengan senyum kemenangan. We are the champion… #plak.

“Heuh? Jadwalmu kosong? Tapi jadwalku…” ia langsung melirik jadwalnya, “Mianhae Wookie, jadwalku padat sekali, setelah siaran radio bersama, nanti aku masih ada dua reality show sekaligus, nanti sore juga ada siaran radio lagi, dan malamnya menjadi host acara, bagaimana kalau kau minta Siwon saja? Sepertinya dia tidak ada jadwal hari ini”

“Jeongmalyeo hyung? Waaaaaa…… baguslah kalau begitu! Aku akan minta Siwon hyung sekarang!!!”

 

***

“Hyung…”

“Hm? Waeyo Wookie?”

“Kau nanti ke gereja?”

“Nee…” jawab Siwon hyung. Aku cemberut.

“Tidak bisa diundur?”

“Kenapa memang?”

“Mobilku dipakai Yesung hyung, jadi aku tidak ada kendaraan dan tidak ada teman (?) untuk menemui Eunyoung hari ini”

“Oh, kalau begitu sekali-sekali aku menurutimu deh…”

“Tulus gak tuh?”

“Tulus, dongsaengku tersayang…”

“Waaaa! Gomawoyo hyung… you are the best!”

“I am the best! (?)”

 

***

“Mana sih sekolahnya?” tanya Siwon hyung. Aku pun mulai celingukan mencari sekolah Eunyoung.

“Itu hyung” tunjukku pada salah satu bangunan tua di sana.

“Itu kan gereja?”

“Ya, sekolahnya ada di belakang gereja, tapi masuknya lewat gereja, hyung parkir di halaman gereja saja”

“Oh, arro” Siwon hyung langsung berbelok dan memarkirkan mobilnya di halaman gereja. Setelah itu aku turun dan Siwon hyung juga. Kami berdua pun berjalan beriringan dengan penampilan bak penjahat.

Aku sudah hendak melesat menuju kelas yeojachingku itu sebelum langkahku dihentikan oleh suara seorang wanita yang berbicara pada temannya.

“Yaa~ Kau tahu tidak kalau seminggu lagi Eunyoung ulang tahun?”

“Mwo? Ulang tahun? Aku tidak tahu tuh!”

“Aku juga tahu dari Soohye”

“Wah, ngado apa nih?”

“Buku pelajaran aja”

“Gila kau? Dia itu cukup stress dengan pelajaran, kau mau membuatnya mati?”

Eunyoung? Ulang tahun? Maksudnya Eunyoung yang ‘itu’ kan?

Akhirnya aku memberanikan diri untuk mendekati mereka dan bertanya.

“Chogiyo, kalian tadi bilang apa?”

Mereka menatapku dengan bingung, seperti curiga. Yah, itu wajar kan? Kalau aku jadi mereka aku pasti sudah melaporkan orang di depanku ini pada polisi.

“Err… kami bilang kalau Eunyoung seminggu lagi ulang tahun”

“Maksud kalian Eunyoung kelas 3B?”

“N-ne…”

“Dia ulang tahun hari apa? Tanggal berapa?”

“Se-setahuku 17 Juli, k-kau siapa sih?”

“Aku? Eoh, aku namjachingu Eunyoung”

“Masa? Kalau kau benar namjachingunya pasti kau tahu ulang tahunnya kan? Kenapa malah tanya kami?”

Setelah berkata begitu mereka langsung meninggalkanku. Siwon hyungpun menghampiriku.

“Makanya kau harus lebih peduli pada yeojachingumu, aku sarankan kau bertanya-tanya pada sahabatnya”

“Sahabatnya? Jieun maksudmu?”

“Ya mana kutahu? Pokoknya sahabatnya, kau pasti tahu kan?”

Kupikirkan kembali ide Siwon hyung. Tidak buruk juga, aku bisa menanyakannya pada Jieun. Segala sesuatu tentang Eunyoung. Ya, segala sesuatunya. Tidak apa-apa hari ini aku tidak bertemu Eunyoung. Yang penting aku harus bertanya-tanya pada Jieun dulu.

 

***

“Annyeong…” sapaku saat melihat Jieun, aku pernah melihat fotonya. Dia tampak kaget denganku dan berusaha menghindariku. Mungkin mengiraku penjahat. Lagi-lagi, heuh… Tiba-tiba Siwon hyung langsung menarik tangannya dan menyeretku juga. Ke depan toilet yang sepi. Dan dia langsung… melepaskan penyamarannya? Waw… berani sekali dia?

Kupandang Jieun. Dia… bersiap untuk histeris. Namun Siwon hyung langsung membekap mulutnya dengan tangan.

“Ne… ne… ne… aku Siwon dari Super Junior, dan ini Ryeowook”

Dia langsung beralih memandangku.

“Kau benar Ryeowook oppa?”

“Nee” aku menurunkan sedikit kacamataku, “Asalkan kau tidak histeris”

“Ne oppa, aku berjanji, tapi… bagaimana kalian bisa mengenalku?”

“Dari yeojachinguku lah…” jawabku.

“Yeojachingu oppa? Siapa?”

“Sahabatmu, Han Eunyoung” timpal Siwon hyung. Dia terdiam sebentar, lalu langsung tertawa terpingkal-pingkal.

“Mana mungkin? Dia itu selalu menutup diri dengan dunia luar! Dia tidak mudah bersosialisasi dengan orang lain! Bagaimana bisa kenal dengan kalian?” Aku langsung mengeluarkan HPku dan menunjukkan fotoku dan Eunyoung, di situ juga ada Eunhyuk hyung dan Seorin, foto yang kami ambil saat first date. Jieun langsung terdiam. Hahaha… rasakan! Percaya kan sekarang?

“Oppa… benar-benar namjachingu Eunyoung?” aku mengangguk, “Eoh, I got it, jadi… kenapa ka-kalian ke sini?”

“Aku mau menanyakan informasi tentang Eunyoung, kami pasangan baru, jadi aku belum tahu-menahu tentangnya” dia tampak berpikir sebentar, sebelum mengeluarkan kata-kata yang paling muak untuk didengar telingaku.

“Asalkan kau mempertemukanku dengan Donghae oppa” aku mengacak rambutku frustasi. Kenapa pada ngefans sama Donghae hyung sih???

“Ya sudah, sekarang ceritakan. Pertama, benarkah dia ulang tahun tanggal 17 Juli nanti?”

“Ne oppa, memang dia ulang tahun tanggal 17 Juli nanti, kusarankan kau memberinya sesuatu yang romantis, dia suka hal seperti itu”

Aku mengangguk-angguk. Lalu sebuah pertanyaan terlintas di benakku.

“Dia suka tempat yang seperti apa?”

“Ah, pertama, dia phobia tempat tinggi yang curam dan tempat gelap, remang-remang, atau apalah itu yang berhubungan dengan horror, bahkan dia tidak mau menonton film horror, maunya diceritakan” jelas Jieun. Baru pertama kali aku tahu sisi Eunyoung yang seperti ini.

“Lalu dia ada alergi sesuatu tidak?” tanyaku penasaran.

“Ah, ada, bayam dan wortel. Pokoknya dia cinta semua sayuran kecuali bayam dan wortel. Ingat, BAYAM DAN WORTEL” Bayam dan wortel, aku mencatat hal itu dalam otakku, jangan sampai aku memberinya sesuatu yang berhubungan dengan kedua benda itu pada Eunyoung, “Satu lagi oppa, dia benci warna pink, dan kalau kau mau mengado untuk ulang tahunnya, sebaiknya kau buat sendiri, karena dia menghargai itu, dia akan menertawakanmu kalau jelek, tapi dia akan tetap menyimpannya” ah, begitu. Nanti akan aku rajutkan syal sendiri saja lah…

“Lalu bagaimana kalau dia marah pada seseorang? Apa dia tipe yang suka cerewet kalau marah dengan seseorang, perang dingin, atau suka meneror orang tersebut?” tanyaku lagi, hari ini aku benar-benar harus mengorek informasi Eunyoung.

“Dia akan mendiamkan orang itu, tidak akan menggubrisnya, melakukan sesuatu yang tidak dia suka, dan seakan tidak mengenal orang tersebut. Pernah waktu dia marah padaku, dia berkata keras-keras ‘AKU TIDAK PUNYA SAHABAT’ atau menyebarkannya di jejaring sosial seperti facebook, twitter, dan lainnya. Oh iya, satu lagi, dia tipe orang yang mudah tersinggung”

“Mudah tersinggung? Contohnya?”

“Dulu aku berbicara dengan Soohye dan dia merasa bahwa aku tidak memperhatikannya, padahal tidak seperti itu kebenarannya. Aku memperhatikannya, sayangnya aku merasa dia sedang malas untuk berbicara jadi aku tidak mengajaknya berbicara” aku manggut-manggut.

“Bagaimana dengan kehidupan keluarganya?”

“Sejak kecil dia hidup sederhana, dan dia tidak pernah suka berdandan, bahkan untuk memakai bedak saja dia malas, pakaiannya seadanya dan makannya sedikit, orang tuanya selalu berusaha mencari pekerjaan agar kaya, dan sekarang mereka sedang tugas di luar negeri. Dengar-dengar dia selalu dipaksa oleh orang tuanya untuk belajar dan akan dimarahi jika tidak mendapatkan ranking satu barang hanya sekali saja, dia merasa bahwa ibunya pilih kasih dan lebih sayang pada eonninya. Ngomong-ngomong soal eonninya, dia itu orang aneh!” aku mengerutkan keningku. Eonninya aneh? Sepertinya normal-normal saja, dan bahkan dia kelihatan sangat protective pada Eunyoung. Apanya yang aneh?

“Apanya yang aneh?” tanyaku.

“Kalau ada orang tuanya, dia tidak protective pada Eunyoung, dia bahkan sangat egois dan suka mementingkan diri sendiri, suka meremehkan Eunyoung, tapi sebenarnya sayang pada Eunyoung. Kalau orang tuanya tidak ada, eonninya protective sekali pada Eunyoung, bahkan dia selalu mengkhawatirkan Eunyoung setiap saat” sekarang aku mengerti. Jadi eonninya itu hanya protective bila Eunyoung sendirian?

“Bagaimana dengan agamanya?”

“Agamanya katolik tapi ikut gereja Kristen”

“Aku pernah dengar yang seperti itu”

“Nah, Eunyoung salah satunya”

“Kalau pacar? Apa dia pernah pacaran sebelum ini?”

“Tidak oppa, tapi pernah ditembak empat kali, dia sudah terbiasa menghadapi hal seperti itu, setiap ditembak dia akan langsung menjawab dengan tegas” Heh? Kenapa waktu kutembak dia seperti sangat syok dan kaget? Berarti aku spesial sekali dong buat dia!

“Pasti Ryeowook mikir yang aneh-aneh, buktinya senyum-senyum sendiri” sindir Siwon hyung, aku langsung menatapnya tajam.

“Bukannya bantuin cari pertanyaan malah sindir-sindir!”

“Biarin” jawab Siwon hyung.

“Ada pertanyaan lagi?” tanya Jieun.

“Ada, tapi ayo ke kafe saja untuk membicarakan ini, tidak aman berbicara di sini” ajakku. Dan Siwon hyung langsung menyeretku dan Jieun menuju mobil. Heran, dia hobi sekali menyeret orang?

 

***

“Dia suka lembur dalam mengerjakan tugas, mottonya ‘yang penting selesai,’ soalnya kalau sudah selesai dia bisa bersantai” kata Jieun yang menarik perhatian Siwon hyung.

“Kalau kau sendiri suka lembur?” tanya Siwon hyung.

“Kadang sih, lihat-lihat dulu tugasnya apa”

“Mm… bagaimana dengan hubungannya dengan guru?”

“Yah… kenapa oppa tidak tanya sendiri padanya?”

“Aku ingin memberinya surprise” jawabku, “Jadi kau tahu tidak?”

“Tahu lah… dia mau menang sendiri oppa, dia merasa kalau gurunya itu menyebalkan jadi dia selalu berani pada guru”

“Kalau kau sendiri?” tanya Siwon hyung.

“Hehehe… yah, kurang lebih sama”

“Cieee… hyung mau tahu aja, naksir ya?” godaku.

“Enak aja! Baru ketemu naksir! Gak mungkin banget lah!” kata Siwon hyung.

“Lalu maksudmu berani pada guru itu gimana? Suka bantah begitu?”

“Mm… bukan oppa, tapi dia suka tidak memperhatikan saat pelajaran dan berbicara dengan guru seperti berbicara dengan teman…” aku manggut-manggut, itu lebih baik daripada dia bantah guru terus.

“Oh, I got it… kalau pelajaran kesukaannya apa?”

“Matematika, dan sains. Dia kan ikut olimpiade matematika, oppa. Oppa tidak tahu?” aku menggeleng. Kenapa aku baru tahu sekarang?

“Kalau kau sendiri suka pelajaran apa?” tanya Siwon hyung.

“Sejarah dan bahasa Korea” jawab Jieun.

“Pelajaran yang paling dia benci dan pelajaran kelemahannya apa?” tanyaku.

“OLAHRAGA!!! Hahahahahaha… aku geli kalau melihatnya berolahraga!”

“Kalau kau sendiri benci pelajaran apa?” tanya Siwon hyung. Aku jadi curiga, dia beneran naksir nih ceritanya?

“Aku benci matematika oppa, dan aku lemah di bidang itu…” jawab Jieun, “Aku belum menemukan guru yang cocok…”

“Diajari Kyu saja…” kataku.

“Diajari matematika?” tanya Jieun.

“Bukan, game PSP” jawabku.

PLETAK!

“Aw! Hyung… sakit tau!”

“Makanya, sebagai hyungnya Kyu, kamu tidak boleh ejek dia terus!”

“Dia aja suka ejek aku hyung…” kataku membalikkan fakta.

“Sudah ah, ada lagi yang mau ditanyakan?” tanya Jieun tidak sabar.

“Mmm…” aku berpikir sebentar. Apa ya? Apa ada lagi? Sepertinya aku sudah menanyakan semuanya. Lalu apa lagi ya?

“Ah, sepertinya tidak ada” jawabku.

“Kau sudah menanyakan makanan kesukaannya?” tanya Siwon hyung.

“Oh iya, apa makanan dan minuman kesukaannya?” tanyaku pada Jieun.

“Makanan kesukaannya pizza dan pasta, juga suka steak dan makanan tradisional daerah, kalau minuman kesukaannya semuanya suka”

“Ooh…”

“Sudah tidak ada lagi kan? Jam berapa ini? Jam tujuh malam?? Lama sekali oppa menanyaiku di sini? Eunyoung sudah pulang belum ya?” gumam Jieun. Tunggu dulu, Eunyoung?? Jangan-jangan dia lembur menyelesaikan tugas?

“Dia lembur ya?” tebakku.

“Nee oppa, kau jemput dia saja, kasihan kan, dia masih di sekolah loh…” jawab Jieun.

“Oke” aku langsung mengeluarkan HPku dan menelepon Yesung hyung.

“Hyung… mobilku sudah selesai dipakai belum?”

“Sudah kok” jawab Yesung hyung.

“Jemput aku di kafe **** ya…”

“Segera datang!”

KLIK.

Sekarang aku tinggal menunggu Yesung hyung.

 

Lima belas menit berlalu…

TIIIN! TIIIN!

Klakson mobilku terdengar. Aku pun segera beranjak dari kursiku dan menepuk pundak Siwon hyung.

“Kau yang bayar ya?” aku pun keluar dari kafe. Sebelum keluar aku sempat mendengarkan perkataan Siwon hyung.

“Jieun-ah, aku antar kau pulang ya?”

 

***

Aku masuk ke kelas Eunyoung dan mataku segera beredar mencari Eunyoung. Kurang dari satu detik aku langsung menemukannya. Duduk di kursi terdepan dan… tertidur? Aigoo… sebegitu capeknyakah sehingga tidur karena lembur? Aku pun mendekat padanya dan memperhatikan wajahnya yang sedang tertidur. Imut sekali… neomu yeppeo… aku pun mengecup keningnya dan turun ke pipinya. Lalu aku melihat pekerjaannya, masih setengah jadi. Lebih baik aku kerjakan saja. Aku pun mulai mengambil lembar kerjanya dan mengerjakan semuanya. Lalu aku memasukkan pekerjaan itu ke dalam tasnya yang berwarna oranye. Membereskan semuanya, dan menggendongnya di punggungku. Walaupun aku kurus, tapi aku masih kuat untuk mengangkatnya. Aku pun mengantarnya pulang.

 

@Eunyoung’s house…

TOK… TOK… TOK…

Tanpa menunggu lama, pintu langsung dibuka oleh Hyejin.

“Aigooo Ryeowook-ssi, kenapa Eunyoung bisa sampai seperti itu? Dia lembur lagi di sekolah?” tanya Hyejin dan aku mengangguk. Aku pun menurunkan Eunyoung dan Hyejin memapahnya.

“Oke, gomawo Ryeowook-ssi, pulanglah, pasti hyung-hyungmu menunggumu”

“Gomawo Hyejin-ssi, annyeong” aku pun segera menuju ke mobil tempat Yesung hyung berada.

 

@dorm…

“Wookie… kau lama sekali?” tanya Eeteuk hyung.

“Ne hyung, Siwon hyung mana?”

“Dia belum pulang, bukannya bersamamu? Lalu di mana mobilnya?” tanya Eeteuk hyung. Aku langsung tersenyum.

Yah… tidak ada salahnya kan memberikan ruang bagi Siwon hyung dan Jieun untuk PDKT?

 

—end—

Gaje again? Pasti! Oh iya, setuju gak kalau Siwon aku buat couple sama Jieun? Comment ya, aku butuh saran nih…

Oke, byee!!!