Author : Dian Linglung

Length : Continue

Theme : Action, romance

Cast : choi ha ni (oc)

Jung yunho

Cho kyuhyun

Lee donghae

Leeteuk

Choi siwon

Support cast : choi minho

Kim heechul

Eunhyuk

Shim changmin

Zhoumi

Shin eun ji

Annyeong!!

akhirnya part 6 publish juga, udah 1 bulan lebih nih..

pasti dah pada lumutan ya? atau dah pada lupa sama ceritanya?..

mianhe! jeongmal mianhe!! file nya sempet ilang, jadi musti nulis dari awal lagi..

sekali lagi, mian *bow*

klo yg dah lupa baca dari part 1,2,3,4,5 yah? hihi *maksa* biar ngerti sama jalan ceritanya.

 

happy reading!! ^.^

 


###########################################################################

 

Author POV

02.00 am

Yunho mengantarkan ha ni pulang ke rumah, sementara kyuhyun yang mabuk berat pulang bersama leeteuk.

Tak ada pembicaraan berarti selama perjalanan menuju rumah ha ni. Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing. Banyak hal yang mengganggu pikiran mereka saat ini.

Pikiran mengenai keputusan mereka untuk melawan perintah choi siwon.

 

Yunho, leeteuk, donghae, kyuhyun dan ha ni, masing-masing dari mereka akan akan menghadapi  anggota black evil.

Ada dua kemungkinan saat mereka bertemu untuk yang kedua kalinya, yaitu hidup atau mati.

 

Ha ni, dia sama sekali tidak tahu apa yang akan terjadi ketika ia berhadapan dengan heechul. Apa dia akan melakukan kebodohannya lagi? Seperti apa yang ia lakukan saat ia pertama kali bertemu heechul, Diam membeku, menatap heechul dengan tatapan kosong.

 

Tidak, ha ni tidak akan pernah mengulang kesalahan untuk yang kedua kalinya. Dia sudah belajar dari kesalahannya itu, lagipula dia sudah menyiapkan mental menunggu hari dimana ia akan berhadapan langsung dengan Kim Heechul, namja yang pernah ia cintai atau mungkin namja yang masih ia cintai.

 

Ada sebersit rasa keraguan mengenai kejahatan-kejahatan yang diduga di pimpin oleh heechul. Ha ni merasa heechul memiliki alasan yang kuat sampai dia melakukan kejahatan-kejahatan ini.

 

Yunho melirik ke arah ha ni yang sedang menatap keluar jendela dengan tatapan kosong.

“Apa yang sedang kau pikirkan?” Tanya yunho, yang akhirnya membuka suara.

“Memikirkan dimana markas black evil.” Jawab ha ni, tanpa mengalihkan pandangannya dari jendela.

“Kau bohong.”

Ha ni langsung mengalihkan pandangannya ke arah yunho.

“Yang sedang kau pikirkan itu bukan dimana markas black evil, tapi bagaimana jika kau bertemu dengan pemimpin black evil, Kim Heechul.” Ujar yunho dengan nada dingin.

Ha ni tersentak dengan apa yang yunho ucapkan, dia tidak menyangka kalau yunho mengetahui apa yang sedang ia pikirkan.

“Apa maksudmu?” Tanya ha ni pura-pura tidak mengerti.

“Tebakanku benar kan? Sudahlah, aku tahu semuanya jangan mengelak lagi.”

Ha ni berdecak kesal “Seberapa banyak yang kau ketahui?”

Yunho menepikan mobilnya, ia membuka laci dashboard mobil dan mengambil sesuatu di dalamnya. Yunho mengambil sebuah foto usang. Dia menyerahkan foto itu pada ha ni.

 

Ha ni menerimanya, dia kaget saat melihat foto yang sudah ada ditangannya. Foto itu adalah foto ha ni dan heechul, saat mereka sedang berada di taman bermain. Di dalam foto itu ha ni dan heechul tersenyum lebar, menggambarkan betapa bahagianya mereka saat itu.

 

Kenangan-kenangan masa lalu bersama heechul mulai memenuhi kepala ha ni. Dari saat pertama kali ia bertemu dengan heechul, saat mereka berkenalan, saat heechul menyatakan perasaannya pada ha ni, dan masih banyak kenangan-kenangan menyangkut mereka berdua.

 

Ha ni menatap foto yang ada ditangannya dengan tatapan nanar. Dia masih tidak percaya dengan apa yang ia alami akhir-akhir ini. orang yang dicintainya kini menjadi musuhnya, orang yang dicintainya menjadi otak berbagai perampokan dan pembunuhan keji. Orang yang selalu tertawa dan menangis bersamanya, kini menjadi orang yang sangat asing bagi ha ni.

“Darimana kau mendapatkannya?”

“Saat aku menjemputmu di pemakaman, aku menemukannya tak jauh dari makam onew.” #baca give up or die part 2,3#

Ha ni menatap yunho dengan tatapan tak percaya, berarti saat itu heechul ada di pemakaman onew.

“Aku sempat berpapasan dengannya.” Tambah yunho.

“MWORAGO? Kenapa kau tidak memberitahuku??”

“Karena aku tidak mau menambah kesedihanmu, karena aku tidak mau kalau kau akan membahayakan dirimu sendiri. Aku tidak bisa membayangkan, apabila saat itu aku memberitahumu soal foto yang aku temukan, kau akan mengejar orang itu bukan? Dan melakukan hal bodoh.” Yunho menghela nafas mencoba mengendalikan emosinya yang tiba-tiba naik. “aku hanya memberimu waktu untuk menyiapkan mental.”

“Pasti siwon oppa memberitahumu soal heechul dan aku kan?” Tebak ha ni, yunho hanya diam “Dari awal siwon oppa tidak menyukai heechul. Dia selalu bersikap kurang bersahabat pada heechul, oppa selalu berprasangka buruk tentangnya. Dan sekarang prasangka-prasangka buruk itu terbukti benar. Mungkin kenyataannya sekarang, itu terbukti benar dengan kasus-kasus yang melibatkan heechul. Tapi aku yakin dia melakukan semua ini karna dia memiliki alasan. Alasan yang sangat kuat.”

“Alasan? Alasan kuat apa yang mengharuskannya merampok, membeli senjata bahkan membunuh orang-orang yang tidak berdosa? Bukankah dia adalah orang yang membunuh onew?”

“Setiap tindakan manusia pasti disertai alasan, tidak mungkin dia bertindak tanpa alasan. Orang yang membunuh onew bukan heechul, tapi itu zhoumi.” Jawab ha ni setengah berteriak, dia sudah tidak bisa mengendalikan emosinya lagi. Ha ni membuka pintu mobil dan keluar. Dia berjalan meninggalkan yunho yang masih terpaku di dalam mobil.

Yunho membuka pintu mobil dan keluar dari mobil. Dia hanya menatap punggung ha ni yang berjalan menjauh, yunho sama sekali tidak berniat untuk mengejarnya.

“APA KAU BELUM SADAR JUGA? KENAPA KAU MASIH MEMBELANYA? SEDANGKAN KAU JUGA TAHU, KALAU DIA ITU TIDAK LAYAK UNTUK DIBELA.” teriak yunho.

 

Ha ni berhenti sejenak saat ia mendengar teriakan yunho, air matanya menetes begitu saja. Ha ni menyeka air matanya dan melangkah lagi meninggalkan yunho.

 

Apa yang dikatakan yunho itu benar, mungkin ha ni dimanfaatkan oleh heechul. Tapi dimanfaatkan dalam hal apa? Selama ha ni bersama heechul dia sama sekali tidak merasakan kalau heechul memanfaatkannya.

 

Logika dan hati ha ni sekarang ini tidak sejalan. Logikanya memerintahkan ha ni untuk mempercayai perkataan yunho, namun hatinya mengatakan kalau dia sangat mempercayai heechul, heechul pasti memiliki alasan atas perbuatannya saat ini.

 

Tiba-tiba sebuah mobil van berwarna hitam melaju kencang dari arah belakang. Mobil van itu berhenti tepat di depan ha ni, seorang namja keluar dari mobil dan langsung menyekap ha ni. Ha ni berusaha melawan tapi perlawanannya sia-sia, namja itu menyekap mulut ha ni dengan sapu tangan yang sudah ditaburi obat bius. Ha ni yang mulai kehilangan kesadarannya di bawa masuk ke dalam mobil.

 

Tidak lebih dari lima menit, mereka sudah menculik ha ni. Kejadian ini disaksikan langsung oleh yunho, dia tidak bisa menyelamatkan ha ni. Penculikan ini terlalu cepat.

 

Yunho mengambil pistol yang ada dibalik punggungnya, dia terus menembakkan peluru ke arah mobil tepatnya ke arah ban mobil.

 

Tembakannya sia-sia, tak ada satu peluru pun yang tepat mengenai sasaran. Yunho membuka pintu mobil dan langsung mengendarainya dengan kecepatan tinggi.

 

Tidak. Dia tidak mau kecolongan untuk yang kedua kalinya. Tidak pada ha ni, siwon sudah memintanya untuk menjaga ha ni. Sebenarnya, yang ia lakukan sekarang bukan berdasarkan perintah dari siwon, namun ini keinginannya sendiri. Dia tidak ingin terjadi sesuatu pada ha ni.

Yunho melajukan mobilnya dengan sangat kencang, ia tidak mau kehilangan jejak mobil van hitam itu. Sudah dipastikan mobil itu milik black evil.

***

04.00 am

Markas Black evil

Changmin, seung ma dan eunhyuk berhasil menculik ha ni. Tak ada kesulitan berarti saat mereka melakukan penculikan. Mereka berhasil mengelabui yunho yang mengejar mereka. Mereka melakukannya dengan sangat baik.

 

Tanpa sepengetahuan polisi-polisi itu, changmin, seung ma dan eunhyuk mengikuti mereka dari kantor polisi sampai kedai di pinggir jalan. Ini semua mereka lakukan atas perintah heechul.

“Cih.. brengsek!! ternyata dia adalah yeoja yang aku temui kemarin malam di club.” Ujar eunhyuk saat melihat wajah ha ni dengan seksama.

Mereka baru sampai di markas.

“Jangan banyak bicara! Bawa dia ke dalam, ketua kita sudah menunggunya.” Perintah seung ma sambil menunjuk ke arah luar.

 

Heechul berdiri dengan menyenderkan punggungnya ke tembok, tangannya bersidekap di depan dada. Matanya menatap mobil yang terparkir di depannya dengan tatapan dingin.

Eunhyuk dan changmin mengangguk mengerti.

 

Changmin menggendong ha ni yang tidak sadarkan diri masuk ke dalam markas, sedangkan seung ma dan eunhyuk berjalan di belakang.

Mereka melewati heechul yang masih berdiri di tempatnya.

“Berhenti! Serahkan dia padaku!” seru heechul sambil menghampiri changmin.

“Ne?” Tanya changmin memastikan pendengarannya.

Heechul diam, dia hanya menatap changmin dingin. Seung ma menyenggol tangan changmin untuk menyadarkan temannya ini.

 

Tak sabar, heechul langsung merebut ha ni yang sedang digendong oleh changmin. Dia berjalan sambil membawa ha ni menuju gudang kecil yang berada di sebelah gudang yang mereka jadikan markas.

Letak markas mereka jauh dari pemukiman penduduk dan dikelilingi hutan. tempat yang mereka jadikan markas ini adalah gudang penyimpanan arak beras yang sudah lama ditinggalkan.

***

07.00 am

Kepolisian Seoul

Pagi ini suasana di kantor kepolisian Seoul  sangat ramai. Berita mengenai penculikan salah satu polisi yang tak lain adalah adik dari kepala polisi choi siwon, choi ha ni merebak dengan cepat. Siwon memerintahkan semua anggota polisi untuk mencari dimana markas black evil dan menyelamatkan adiknya dan juga sandera sebelumnya yaitu park eun chan.

 

“Yunho sshi! Aku sangat kecewa padamu. Adikku di culik di depan matamu tapi kau sama sekali tidak berbuat apa-apa. Polisi macam apa kau?” ujar siwon dengan penuh emosi.

Siwon yang mendapat telepon dari yunho mengenai penculikan ha ni, memanggil yunho ke ruangannya.

“Mianhamnida siwon sshi!” hanya permintaan maaf yang meluncur dari mulut yunho. Dia sudah sangat kacau, semalaman dia mencari dimana markas black evil.

Hasilnya nihil, dia sama sekali tidak menemukannya.

“Keluar kau sekarang!” usir siwon

Yunho berjalan meninggalkan ruangan siwon dengan langkah gontai. Garis hitam di bawah matanya terlihat jelas, rambutnya berantakan. Entah sudah berapa kali yunho menjambak rambutnya sendiri saking putus asanya.

“Yunho~ah gwenchana?” Tanya donghae khawatir.

Yunho hanya tersenyum tipis.

Author POV end

***

Yunho POV

“Yunho sshi! Aku sangat kecewa padamu. Adikku di culik di depan matamu tapi kau sama sekali tidak berbuat apa-apa. Polisi macam apa kau?” ujar siwon dengan penuh emosi.

 

Aku memang pantas di marahi olehmu choi siwon, aku telah melanggar janjjiku untuk menjaga ha ni dengan baik. Aku malah menyinggung perasaan ha ni dan membuat dia di culik dengan mudah oleh black evil.

 

“Mianhamnida siwon sshi!” hanya permintaan maaf yang dapat aku katakan padanya, siwon sepertinya sudah tidak percaya lagi padaku, jadi percuma saja aku menjelaskan padanya, dia tidak akan mendengarkanku.

“Keluar kau sekarang!” usir siwon

 

Aku membungkukan badan dan segera meninggalkan siwon, dia pasti sangat khawatir dengan kondisi adiknya, aku mengerti bagaimana perasaannya sekarang. Aku merasakan kekhawatiran yang sama dengannya.

 

Aku berjalan di lorong dengan pikiran yang dipenuhi dengan adegan penculikan itu. Aku sudah berusaha untuk mengejar mobil van hitam, namun sebuah truk tiba-tiba lewat di depanku saat di perempatan jalan. Ketika truk itu sudah lewat, mobil van hitam itu sudah lenyap. Aku sudah mencari ke daerah sekitar, hasilnya nihil aku sama sekali tidak menemukan mobil van hitam itu.

 

“Yunho~ah gwenchana?” Tanya donghae khawatir.

Aku hanya tersenyum tipis, aku tidak mau membuat donghae khawatir.

***

“Bagaimana bisa ha ni di culik? Dia itu sabuk hitam taekwondo, dan dia juga membawa pistol kemana pun dia pergi.” Cerocos kyuhyun saat kami sedang berdiskusi mengenai penculikan dini hari tadi.

“Mereka memakai obat bius, mereka sepertinya sadar kalau ha ni itu sangat merepotkan.” Jelas leeteuk.

Aku mulai mengingat-ngingat kejadian penculikan itu, aku menyadari sesuatu.

“Ada tiga orang.” Ujarku tiba-tiba “Aku melihat mereka sekilas.”

“Apa kau yakin hyung?” Tanya kyuhyun.

“Ne.”

Kyuhyun mengambil foto-foto anggota black evil yang ada di laci mejanya.

“Changmin? Heechul? Zhoumi? Seung ma? Eunhyuk?” Tanya kyuhyun sambil menyodorkan satu persatu foto sambil menyebutkan nama masing-masing foto.

“Tidak mungkin zhoumi, aku mengikutinya semalam.” Ujar donghae tiba-tiba sambil mengambil foto zhoumi yang sedang di pegang oleh yunho.

“Sudahlah, siapapun yang menculik ha ni mereka tetap anggota black evil, yang penting sekarang ini apa motif mereka menculik ha ni?” ujar leeteuk.

Ckrek..

“Ini ada hubungannya dengan lee sungmin dan choi siwon.” Jawab shindong langsung, saat dia masuk ke dalam ruangan.”

“Apa maksudmu hyung?” Tanya kyuhyun.

“Ini ada kaitannya dengan kasus 10 tahun lalu, lee sungmin dan choi siwon menangani sebuah kasus perampokan bank. Lee sungmin menembak mati seorang pria yang sedang memegang pistol ditangannya. Ia menduga kalau pria itu adalah perampok yang kabur. Dia salah besar, pria yang ia tembak adalah seorang warga sipil yang sedang berjalan-jalan dengan anak lelakinya, entah bagaimana pistol milik pelaku permpokan itu sudah ada ditangannya. Nama pria itu adalah kim yoon shik dia di duga adalah ayah dari kim heechul.”

“Ini sudah jelas balas dendam.” Ujar leeteuk menarik kesimpulan.

“Balas dendam apanya? Kalau penjahat yang bernama kim heechul itu balas dendam, dia balas dendam deangan orang yang salah. Eun chan sama sekali tidak tau apa-apa mengenai kejadian 10 tahun lalu, dan ha ni aku jamin dia juga tidak mengetahui semua itu.” Ujar kyuhyun

Aku tidak bisa berkomentar apa-apa. Aku hanya berusaha berpikir dengan cara pandang heechul .

“Heechul ingin sungmin dan siwon merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang yang mereka cintai, seperti apa yang dirasakan olehnya.” tebakku

“Itu benar. Tak lama sesudah kim yoon shik meninggal, istrinya depresi berat dan dia bunuh diri. Saat itu heechul berumur belasan tahun, dia hidup sebatang kara. Heechul tidak memiliki keluarga lain selain orang tuanya.” Jelas shindong.

Alasan yang masuk akal, heechul berhak marah atas apa yang terjadi pada kedua orang tuanya, tapi ini tetap salah. Benar apa yang dikatakan kyuhyun, ha ni dan eun chan sama sekali tidak tahu apa-apa.

“Tapi bagaimana dengan motif anak buahnya?” Tanya donghae

“Sama, mereka balas dendam. Aku masih belum tahu bagaimana motif spesifik mereka.”

Aku berpikir keras mengenai ini semua.

Balas dendam

Lee sungmin, Choi siwon

Pasti ada benang yang menyambungkan ini semua.

“Hyung, bolehkah aku melihat arsip kasus 10 tahun lalu?”

“Ne.”

Yunho POV end

***

08.00 am

markas black evil

Ha ni POV

Aku merasakan rasa dingin yang menusuk seluruh tubuhku, lantai yang dingin menambah parah, sampai aku merasakan seseorang memeluk pinggangku dan menarikku mendekat.

Sontak aku membuka mataku dan kaget saat melihat heechul berbaring di sampingku sambil menatapku dengan intens.

 

Tubuhku membeku, aku sama sekali tidak bisa bergerak. Bukan karena ikatan, tangan dan kakiku sama sekali tidak diikat tapi karena tatapannya yang mengikat seluruh system sarafku.

Kebodohanku terulang lagi.

 

“Annyeong loligirl! Merindukanku eh?”

suara cemprengnya menyadarkanku.

Aku ingin menjawab ucapannya tapi tak sepatah kata pun keluar dari mulutku.

“Sudah aku duga, kau tak butuh ikatan dan sumpalan mulut. Kau hanya butuh aku, kau sepenuhnya dapat kukendalikan sesuka hati karena kau adalah boneka milikku.” Ujarnya sambil memamerkan seringaian setan miliknya.

 

Benar, kau memang sukses membuat bibirku kelu dan membuat tubuhku membeku seperti patung. Bukan sekedar tatapanmu, tapi ucapanmu juga membuatku seperti ini.

 

Boneka? Sebegitu bodohnya diriku di hadapanmu kim heechul?

 

Heechul melepaskan pelukannya dan bangkit meninggalkanku yang masih berbaring di lantai dengan tatapan kosong.

 

Kebodohanku bukan hanya membuat onew mati, tapi membiarkan orang seperti kim heechul pernah mengisi hatiku.

 

Di matanya, aku tak lebih dari sebuah boneka yang bisa dikendalikan dengan mudah.

 

Kejadian penculikan yang menimpaku semalam berputar di kepalaku, saat aku beradu mulut dengan yunho sampai sebuah mobil berhenti di depanku dan menarik paksa untuk masuk ke dalam mobil, dengan kondisi setengah sadar yang diakibatkan oleh obat bius.

 

Air mataku mengalir diiringi rasa sakit dan sesak di dadaku. Benar, apa yang dikatakan yunho padaku semalam, selama ini aku dipermainkan oleh kim heechul. Dia tidak pernah mencintaiku, dia hanya memanfaatkanku untuk mempermudah rencananya.

Ha ni POV end

***

 

Author POV

Heechul keluar meninggalkan ha ni yang masih berbaring membeku di lantai.

Tidak, sebenarnya dia belum meninggalkan ha ni. Dia masih berdiri di belakang pintu.

“Aku tidak akan membiarkanmu menjadi penghalang rencana ku selama ini.” Gumam heechul dan mulai melangkah pergi.

Baru beberapa langkah, heechul menghentikan langkahnya saat mendengar suara tangisan ha ni. Tangisan yang terdengar menyedihkan, tangisan rasa sakit hati yang sudah memuncak.

Heechul mengepalkan tangannya, dia menguatkan tekadnya dan pergi meninggalkan gudang kecil itu.

***

 

09.00

Daegu

Eun ji sedang membaca Koran yang di belinya saat dalam perjalanan menuju toko. Sejak muncul kasus black evil, eun ji mulai mengikuti berita-berita yang ada di Koran.

Lagi, Seorang polisi wanita di culik black evil

Sebuah judul berita yang menjadi hot news di berbagai surat kabar.

Kriing…

Pintu toko terbuka, eun ji meletakkan surat kabar yang sedang ia baca dan melangkah menuju pintu.

“Annyeong haseo! Ada yang bisa saya Bantu?” sambut eun ji ramah sambil membungkukan badannya.

Eun ji menegakkan badannya dan kaget dengan siapa yang ada di hadapannya.

Tiga namja berbadan besar dengan tongkat baseball yang masing-masing mereka bawa.

Eun ji melangkah mundur, “Apa yang kalian inginkan?”

“Apa benar kau yeoja chingu zhoumi hah?” Tanya namja yang memiliki bewok dan tato naga di tangannya.

Eun ji mengangguk

“Pandai sekali namja brengsek itu memilih yeoja, tapi sayang kau harus mati di tangan kami.”

Dua namja yang berdiri di belakang mulai menghancurkan semua barang yang ada di dalam toko dengan tongkat baseball.

“Hentikan!!” teriak eun ji

Bukannya berhenti mereka malah semakin menggila, mereka memecahkan puluhan vas. Pecahan-pecahan vas berserakan dimana-mana. Eun ji mengumpulkan keberaniannya dan mencoba menghentikan kedua namja itu. Namun langkahnya terhenti, namja yang memiliki tato naga di tangannya menjambak rambut eun ji sampai eun ji mundur.

“Tolong!! Tolong!!” teriak eun ji berusaha meminta pertolongan.

“Diam kau gadis bodoh!” ujar namja itu sambil mengarahkan pukulan ke wajah eun ji.

Eun ji jatuh tersungkur, kaki dan tangannya mengenai pecahan-pecahan vas yang berserakan di lantai.

Eun ji hanya bisa meringis kesakitan.

“Yak!! Kami hanya ingin memberi pelajaran padamu dan juga zhoumi, mereka seenaknya mengacak-ngacak tempat perjudian milikku dan menghabisi semua anak buahku dan ini.” Namja itu menunjukkan telapak tangan kanannya. “Zhoumi memotong jempol dan jari telunjuk tanganku.”

Eun ji membulatkan matanya, dia tidak percaya kalau zhoumi tega melakukan hal keji seperti itu.

“Omong kosong! Dia tidak mungkin melakukannya.”

“Tidak mungkin melakukannya?” namja itu mengulang perkataan eun ji dengan nada mengejek, “Kau itu polos atau bodoh hah?? Dia itu sangat pandai merampok bahkan membunuh.”

Deg..

Perkataan namja yang ada dihadapan eun ji membuat eun ji kaget, rasanya seperti tersambar petir.

“Kau bohong!” teriak eun ji tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh namja itu.

“Ternyata kau ini tidak tahu apa-apa mengenai namja chingu mu itu. Asal kau tahu saja, zhoumi itu pembunuh berdarah dingin, dia mantan narapidana. Entah berapa orang yang sudah dia bunuh, korbannya yang terakhir itu adalah seorang polisi. Dia anggota black evil.”

 

Eun ji diam, dugaan-dugaan nya mengenai zhoumi ternyata benar. Namja yang sangat dia cintai selama ini membohonginya, satu-satunya orang yang dia percaya adalah zhoumi. Kepada siapa lagi dia harus percaya? Kenyataan ini terlalu menyakitkan untuknya, eun ji lebih memilih mati saja daripada harus menghadapi semua kenyataan ini.

 

“Sepertinya kurang menyenangkan hanya mengacak-ngacak tokomu, bagaimana kalau kau merasakan kesakitan  yang pernah aku alami saat kehilangan kedua jariku atau lebih menyakitkan mungkin. Mmh??.” Ujar namja itu sambil mengeluarkan pisau lipat yang ada di saku celanannya.

 

Eun ji tetap diam, dia pasrah dengan apa yang akan diperbuat oleh namja bertato. Pikirannya melayang entah kemana.

Namja bertato itu berjongkok, bersiap menusukkan pisau. “Selamat menikmati!”

Cleb…

“Jangan harap kau bisa membunuh gadis ini.” Ujar seseorang yang entah kapan sudah berada di depan eun ji, dia menahan pisau dengan tangannya, darah segar mengucur deras.

Eun ji mengangkat kepalanya yang dari tadi menunduk. Dia mendapati seorang namja di depannya dengan pisau tertancap di telapak tangan namja itu.

“Oppa!” seru eun ji lemah.

“Donghae~ah gwenchana?”

Eun ji salah, namja yang menyelamatkannya bukan zhoumi, tapi namja yang bertemu dengannya dua hari lalu.

“Gwenchana hyung, aku bisa membereskannya sendiri.” Ujar donghae dengan percaya diri, dia mencabut pisau yang tertancap di telapak tangannya dan meleparkan pisau itu.

“Siapa kau?” Tanya namja bertato.

“Orang yang akan menangkapmu.”

 

Bruk..

Donghae meninju wajah pria bertato dengan sangat keras, sedangkan leeteuk sudah membereskan dua namja yang mengacak-ngacak toko.

 

Leeteuk dan donghae datang ke toko bunga milik eun ji untuk menangkap zhoumi. Bukan zhoumi yang mereka tangkap tapi tiga orang yang berniat membunuh eun ji. Mereka bertiga adalah anggota geng dark yang di ketuai oleh kim kibum namja bertato yang berusaha membunuh eun ji.

 

Cukup sulit untuk melumpuhkan kibum, tapi donghae berhasil melumpuhkannya sampai dia tidak berkutik sama sekali.

Polisi sector daegu sudah datang, mereka kemudian menangkap ketiga orang yang sudah tidak bisa bergerak sama sekali.

Donghae berjalan menghampiri eun ji yang masih diam di tempatnya.

“Gwenchana?”

Eun ji hanya menganggukan kepala, dia sangat shock dengan kejadian hari ini.

“Syukurlah!” donghae menghela nafas lega.

“Tanganmu?” Tanya eun ji khawatir.

“Gwenchana, luka ini tidak ada apa-apanya. Aku bahkan pernah mendapatkan luka yang lebih parah.”

Eun ji tersenyum mendengar jawaban dari donghae.

“Arrgh!” rasa perih di tangan dan kakinya mulai dirasakan eun ji.

“Kau itu tidak kenapa-kenapa shin eun ji sshi.” Ujar donghae “Naiklah!” donghae berjongkok di depan eun ji.

Eun ji mengerutkan keningnya.

“Palliwa!”

Eun ji sedikit tersentak, dia kemudian mengalungkan tangannya ke leher donghae.

Donghae tersenyum saat eun ji mulai mengalungkan tangannya ke leher donghae. Dia bangkit kemudian berjalan keluar, mobil ambulance sudah menunggu mereka.

***

 

Markas black evil

“Pindahkan gadis ini ke gudang belakang, aku muak melihatnya.” Perintah heechul pada eunhyuk.

“Ne.”

Eunhyuk beranjak menghampiri eun chan yang masih terikat di kursi.

“Bangun Pabo!!”

 

Eun chan yang tertidur langsung bangun dengan teriakkan eunhyuk. Eunhyuk membuka ikatan yang mengikat eun chan dengan kursi dan ikatan kaki eun chan. Dia tidak mau repot-repot menggendongnya, menyeretnya akan lebih menyenangkan baginya.

 

Dan benar saja eunhyuk menyeretnya dengan kasar menuju gudang kecil, dia sama sekali tidak mempedulikan rintihan kesakitan eun chan.

Bruk…

Setelah sampai, eunhyuk mendorong eun chan masuk sampai terjatuh. Dia kemudian mengunci kembali gudang itu.

“Appo!” keluh eun chan, eunhyuk melepaskan sumpalan mulut eun chan, dan sepertinya dia lupa memasangkan lagi.

 

Eun chan menyapukan matanya ke seluruh sudut gudang. Eun chan kaget saat dia menyadari bukan hanya dia yang ada di gudang tapi ada orang lain. Sesosok wanita yang duduk sambil memeluk lutut di sudut ruangan.

Semalam dia mendengar pembicaraan mereka, dari yang ia dengar mereka berhasil menculik anak choi siwon yang juga anggota kepolisian.

 

Eun chan menepuk bahu ha ni “Onnie~!” panggil eun chan.

Tak ada tanggapan dari ha ni.

“Onnie~ gwenchana?” panggil eun chan lagi.

Tetap tak ada tanggapan dari ha ni.

“Onnie~!!” panggil eun chan lagi sambil mengguncangkan bahu ha ni, “Apa yang telah mereka lakukan padamu?” Tanya eun chan sambil terisak.

***

10.00 am

Kepolisian pusat Seoul

Drrrt….. drrt……

“Yeoboseyo?”

“Annyeong choi siwon sshi? Remember me?”

“Kim heechul! Dimana kau sekarang hah? Kau apakan adikku?”

Heechul tertawa “Ternyata kau masih mengenalku, Kau merindukan adik kesayanganmu eh? Tenanglah dia masih hidup,” heechul terdiam sesaat “Aniyo, dia seperti mayat hidup.”

“KAU! KALAU KAU MENYENTUH ADIKKU AKAN KU BUNUH KAU, KIM HEECHUL!!!!” teriak siwon emosi.

“Kau sangat menakutkan choi siwon sshi”

“Dimana kau?”

“Di tempat yang akan menjadi akhir dari kehidupanmu dan lee sungmin.”

Tut… tut…. Tut…

Heechul menutup teleponnya.

“Kau kira aku ini bodoh kim heechul.” Gumam siwon.

“Siwon sshi kami sudah menemukan markas black evil.” Ucap minho

“Panggil tim investigasi 1, suruh mereka bersiap-siap.” Perintah siwon.

“Ne.”

Siwon sudah menduga kalau heechul akan meneleponnya, sebelumnya dia sudah mempersiapkan alat pelacak.

***

 

Tim investigasi 1 yang di ketuai oleh yesung dan beranggotakan chansung, kangin, key, jaejoong, junsu, dan yoona mulai mempersiapkan diri. Kini mereka sedang diberi arahan oleh sungmin dan siwon. Rencananya mereka akan menyusul ke lokasi setelah memastikan kalau black evil memang berada di sana.

“Kalian harus membawa ha ni dan eun chan dalam keadaan hidup.” Ujar sungmin.

“Ne.”

“Biarkan kami ikut menangkap black evil.” Ucap yunho sambil berinsek masuk ke dalam ruangan siwon.

“Tidak! Kalian tetap di sini.”

“Siwon sshi!” ucap kyuhyun.

“Keluar kalian!” usir siwon

Yunho, kyuhyun dan leeteuk tanpa donghae yang masih di daegu keluar meninggalkan ruangan dengan kesal. Siwon benar-benar tidak akan menarik keputusannya.

***

 

“Kalian sudah siap?” Tanya yesung saat mereka sudah di dalam mobil.

“Ne.” jawab semua anak buahnya dengan kompak.

Yesung mulai menyalakan mobil…

DUARR….

Mobil yang ditumpangi oleh tim investigasi 1 tiba-tiba meledak.

–tbc–

##########################################################################

 

Mianhe lama publishnya, pasti pada nungguin y? *pede gila*#kick

gimana pendapat kalian?? membingungkankah? gak nyambung kah? aneh kah? gaje kah?

niatnya part 6 tamat, tapi klo tamat di part 6 ceritanya banyak yg loncat *apa dech*

gak jadi dech tamatnya *nyengir siwon*

 

seperti biasa yang baca ff ini harap saran, kritik, komentar atau celaan juga boleh

ini demi kemajuan tulisan2 author, biar lebih baik lagi ke depannya  *asik*

kamsahamnida buat yg udah baca *bow*

 

NO SILENT READER, NO PLAGIAT ARACHIE???