aku ga tau ini fanfic atau bukan, cuma hasil coretan kebut yang tadinya mo dijadiin bahan buat lomba flash fiction, tapi ga jadi krn trnyta ini bukan flash fiction T^T, jadi ini ceritanya pendek bgt serupa ficlet.

warning:: gaje akut!, oiya mengingatkan kalo nama bulenya Heechul itu Casey Kim, ok?

 

Ini adalah sebuah resiko yang harus aku tanggung setelah hatiku memutuskan untuk mencintainya. Percaya atau tidak, nyaris setiap hari aku harus mendengarkan celotehannya yang memuakkan tentang ‘aprodite’ nya itu. Ingin sekali aku membentaknya, meneriakan isi hatiku yang sejujurnya padanya, bahwa aku benar-benar muak mendengar celotehannya yang menjijikan itu. Tapi jika aku seperti itu.. dia akan pergi dari sisiku, dan dia tak akan ada lagi di jarak pandangku. Dan saat itulah, lubang besar menganga di hatiku.

Casey Kim, pemuda blasteran Korea yang bisa dibilang nyasar ke Indonesia. Orang tuanya bercerai, lalu ibunya menikahi laki-laki Indonesia. Dengan sejuta keterpaksaan, akhirnya dia ikut pindah ke Indonesia.

“Kenapa dia bisa mempesona seperti itu? Astaga…” Gumamnya sambil memandangi ‘aphrodite’ nya seperti biasa. Aku hanya diam. Aku sangat kuat, Aku tidak mungkin menangis hanya karena ini.

Semenjak pindah, enam tahun lalu, akulah yang menjadi tour guide-nya. Otomatis aku mengikutinya kemana-mana, takut dia tersesat atau apa.

Mungkin aku mencintainya karena itu, Karena dia selalu ada di depan mataku  selama ini. Tapi tidak begitu untuk Casey. Dia memliki ‘Aphrodite’nya sendiri.

Hampir setiap hari mulutnya berceloteh tentang betapa mempesonanya dia, betapa ia ingin berkenalan dengannya, Betapa hatinya serasa di sirami air surga jika melihatnya.

Memuakkan.

Saat ia menceritakan segelintir kalimat laknat itu, hatiku malah jatuh ke jurang tanpa dasar. Berbanding terbalik dengan apa yang dirasakannya saat itu.

Di detik yang sama, dua hati insan itu berada di spektrum yang berbeda. Dua hati itu, hatiku dan hatinya.

“Kau tahu Dee? Tadi waktu ke kantin, aku berpapasan dengannya. Dia tersenyum dengan eye smile memukaunya sambil menyapaku. ‘Siang, senior!’  katanya, Aku rasa itu kalimat terpanjang yang perrnah dia ucapkan padaku! Eh, tunggu! Bukankah itu kalimat pertama yang dia ucapkan padaku?”

Lagi, Aku diam sambil terus berkutat pada laptopku. Mengetik beberapa frasa cinta, yang berpotensi membuat perut mual jika membacanya ulang. Aku rasa, laptopku jauh lebih mengerti keadaan hatiku saat ini dibanding orang yang sedang duduk gembira disampingku.

“Hm… Casey?” Dengan berat akhirnya aku membuka suara.

“Ya?”

“Kalo aku menyukaimu, apa yang akan kau lakukan?”

Aku menatap mata bulatnya yang terlihat syok atas pengakuanku tadi. Semalaman aku tidak tidur memikirkan ini. Hal sensitif ini harus segera aku ungkapkan demi keselamatan kondisi kejiwaanku. Aku tidak mungkin bersikap seperti orang bodoh yang terus mendengarkan kalimat laknat darinya dan mengubur perasaanku dalam-dalam setiap harinya, ‘kan?

“Kondisi hati dan otakku dipenuhi olehnya. Bisakah kau menggantikannya?”

“Apa?” Kataku ragu.

Please, Be mine

DEG! Jantungku!

“Bercandamu tidak lucu Casey!”

“Im serious”

“Why?”

“She’s already taken by another boy”

“Hah?”

“Dia sudah tunangan Dee…”

“Dia bukan jodohnmu berarti” Gumamku.

“Berarti jodohku itu kamu. ya ‘kan?”

“Even though I’m not ‘aphrodite?”

“You’re my banshee”

“Hah?”

“Kau itu, malaikat pencabut nyawa cantik”

“Kenapa kau menyamaiku dengaan malaikat pencabut nyawa?”

“Karena kau suk awarna  hitam, mungkin kau akan terlihat lebih cantik jika mempunyai sepasang sayap hitam dipunggungmu~”

“bermimpilah”

satu hal yang aku tahu tentang manusia tampan ini. Dekat-dekat dia berbahaya bagi kesehatan jantung!

******************************

APA INI???

GA TAU! AHAHAH😄

reader~ mianheyo >.< perasaan tulisan saya makin hari makin ga jelas >.<

nanti, kalo aku ada niatan bikin terusannya, aku ganti settingnya jadi korea, baru ngeh ini settingnya di indo u,u #babo