Title : Girl with red-rose tattoo Chapter one

Author : Andee

Genre : Romance, PG 17

Length : Continue

Main Cast :

1. Choi Siwon

2. Elena Hwang [OC]

And other support cast

————————————————————————————–

Hi dear readers, this is Andee’s back with Siwon and Siwon again. Hahaha.

He getting awesome day by day right? :p

Enjoy readers. Andee loves you

 

[CHAPTER ONE]

Author’s

Elena membuka matanya perlahan, kepalanya masih terasa begitu berat seperti ditimpa berton-ton batu. Sementara matanya masih menyesuaikan cahaya yang masuk. Begitu matanya terbuka separuh, pemandangan pertama yang ia lihat adalah seorang pria yang walau Elena masih mengalami semacam jetlag syndrome, ia bisa menikmati ketampanannya. Hidungnya yang mancung, bibir tipisnya yang menggoda dan matanya yang tidak terlalu besar.

“Good morning anonym girl.” Sapa pria itu kemudian membuka mata.

Elena mematung, ingatan semalam berkelebat dengan cepat. Ia pergi dari rumah, menghabiskan malam dengan wine-wine di bar milik salah satu temannya sambil berdisko dengan gerakan gila kemudian menarik seorang pria ke kamar ini. jangan bayangkan mereka berdua bermain petak umpet di kamar ini, tentu saja mereka melakukan apa yang dua orang mabuk lakukan sebagai orang dewasa.

Siwon, pria itu kemudian menarik Elena ke pelukannya, “before our one night stand end, let me hug you first.”

Elena tidak berontak, “who are you?” kalimat itulah yang keluar pertama dari bibir Elena dengan suara parau, masih antara sadar dan tidak sadar.

Siwon lantas menunduk, memandang mata besar Elena dengan tatapan takjub. Elena mungkin kagum dengan ketampanan pria ini, tapi bukan berarti dia mengenalnya. That’s why we called it one night stand.

“Mwo?” Tanya Siwon tidak percaya.

**

Elena’s

Aku berjalan di koridor kampus lesu. Masalah minggu lalu masih betah bergelayut dipikiranku. Pertengkaran eomma dan appa tiriku yang menyinggung soal aku yang sumpah mati ingin aku lupakan tapi faktanya aku justru mengingat per-kalimat dengan jelas. Kemudian hal yang sumpah mati juga ingin aku lupakan adalah one night stand bersama… ais entahlah aku bahkan tidak menanyakan siapa nama pria itu. haiss… what happened with my life.

“Elenaa!!”

Aku langsung menoleh ke sumber suara dan mendapati Eun Rie berlari mendekatiku, “gwenchanayo? Apa kejadia seminggu lalu…..”

Dia tidak melanjutkan kalimatnya ketika aku memutar bola mataku dan membalik tubuhku kembali berjalan menuju parkiran mobil.

“Apa kau sudah berkenalan dengan pria itu?” tanya Eun Rie

“Apa aku terlihat berminat membahas itu?” tanyaku acuh tak acuh.

“Ais jinjja!” rutuk Eun Rie, “Elena, kau tidak mau ikut aku?”

“Eodiseo?” tanyaku.

“Menonton super junior tampil live.” Ajak Eun Rie.

Eun Rie memang fans berat super junior yang bahkan walau dia sudah mencoba mempengaruhiku, aku tidak sama sekali terpengaruh.

“No thanks. Aku masih banyak tugas.” Jawabku.

Eun Rie memberenggut, “kau benar-benar tidak asik.”

Aku mengangkat kedua bahuku, “take care. Have a nice concert.”

**

Siwon’s

Sebenarnya ini benar-benar konyol bagiku, tapi hari ini selesai aku menyelesaikan pekerjaanku di stage, aku ke bar yang seminggu lalu aku kunjungi. Setengah mabuk dan bertemu anonym girl itu. jujur saja, kejadian seminggu lalu masih begitu membekas di pikiranku. Bahkan aku masih bisa mengingat tato mawar merah di tengkuknya, suara dan wangi tubuh gadis itu. sayangnya, aku tidak menemukannya malam ini, padahal aku sangat berharap.

“Ini hanya bar kecil, kenapa kau mengajak kami ke sini?” tanya Donghae kepadaku.

“Hm, aaaah tapi disini ada wine terenak di dunia.” Jawabku, tidak sepenuhnya bohong.

“Jinjjaro? Aaah, lets try.”

Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh bar, mungkin gadis itu tersembunyi di antara ingar bingar bar ini. aku tidak mungkin bertanya pada pelayan disini, terlalu beresiko. Entah kenapa tapi aku merasa gadis itu bukan penganut aliran one stand night. Aaah kenapa bayangan gadis itu sulit sekali hilang. Gadis yang bahkan tidak mengenalku itu. that’s ridiculos. Bagaimana dia bisa tidak mengenal seorang Choi Siwon?

**

Elena’s

Rasanya aku hampir tersedak sumpit yang aku gunakan ketika Eun Rie dengan mata berbinar memamerkan foto-fotonya ketika ia menonton konser super junior kemarin. Aku langsung menaruh sumpitku dan meraih ponsel Eun Rie dan memandanginya lekat-lekat. Satu wajah yang membuatku terpaku, wajah dengan ukiran sempurna milik pria bernama Choi Siwon. He must be kidding me!! How can i spent my first one stand night with this guy?!!

“Siwon oppa memang tampan, tapi kau tidak perlu membulatkan mata besarmu itu, Elena.” Ujar Eun Rie sambil merebut kembali ponselnya.

Entahlah aku harus merasa senang atau justru terancam dengan situasi ini. kenapa aku begitu bodoh tidak mengenali wajah itu? kalau sampai ada yang tau, berita ini bisa jadi skandal dan sepertinya ibu yang sudah terlanjur membenciku itu akan mengirimku ke Belarus. Great job Elenaa!! You really have a great taste even when you drunk! Aku merutuki diriku sendiri.

“And you know what El, mereka akan mengisi acara di ulang tahun kampus kita.” Kata-kata Eun Rie itu menambah kegalauan hatiku.

Ani, andwae, shireo! Aku harus menghilang, jangan sampai bertemu dengan Siwon. Bisa saja dia sudah bercerita dengan member lain di group-nya. Stupid elena!!

“Bukannya design floorplan-mu yang diterima panitia? Aaah, kau pasti bisa langsung bertemu dengan mereka.” Lanjut Eun Rie.

“Aku hanya membuat floorplan, bukan berarti aku punya kesempatan bertemu mereka.” Jawabku tanpa semangat sama sekali.

“aiisss jinjja. You have to meet them! Karena kau satu-satunya alasanku bisa bertemu mereka. Menemanimu.”

Eun Rie, if you know this, i bet you will kill me with that chopsticks.

“Waeyo? Kenapa kau melihatku seperti itu?” tanyanya membuat tersadar

Aku mengalihkan pandanganku, “ani. Ah sudahlah, aku masih ada kelas. Bye.”

**

Author’s

Elena sedang sibuk memperhatikan stage dengan design floorplan yang telah ia buat. Beberapa waktu lalu, salah seorang dosen Elena meminta mahasiswanya untuk membuat design floorplan, dan yang terbaik akan dijadikan stage untuk panggung ulang tahun kampus mereka yang kesekian puluh tahun. kemudian pilihan itu jatuh ke Elena, design panggungnya yang detail, sederhana tapi mampu mewakili acara yang akan ditampilkan di panggung itu termasuk acara inti, yaitu penampilan super junior.

“Bagaimana Elena?” tanya Yongjin, ketua panitian.

“Oh, aaah bagus. Hanya saja mungkin beberapa lighting harus ditambah untuk efek dramatisasi.” Jelas Elena, masih sambil memperhatikan design floorplan-nya.

“Oh ye. Kau mau membantuku menyambut super junior?” tanya Yongjin.

Elena menelan ludah, “aku? Maksudku kitakan sudah punya kepanitiaan lain yang akan menangani itu.”

“Tapi menurutku kau cocok menyambut mereka. Pembawaanmu santai dan kau tidak terlihat fanatik dengan mereka.” Jelas Yongjin

Terang saja, bahkan aku baru tau mereka seminggu lalu karena foto itu. ais, eotokke..

“Bagaimana Elena?” tanya Yongjin, nadanya menuntut sekaligus memohon.

Elena tampak berfikir bagaimana menolaknya. C’mon El, find a way!

“Elena, sebagai ketua panitia aku meminta padamu. Ah, andwae, menugaskan.” Dia menepuk-nepuk bahu Elena.

Elena menghembuskan nafas.

**

Siwon’s

Aku berjalan di koridor kampus tempat aku dan grupku akan mengisi acara diiringi teriakan histeris dari para gadis-gadis. Sebisa mungkin aku tersenyum, beberapa petugas pengaman tampak membuat barisan membentuk semacam ‘pagar’. Kemudian, kami di ajak masuk ke VIP room untuk menunggu giliran tampil. Ketika masuk ke dalam tubuhku terpaku seperti disengat jutaan watt listrik, bukan sama sekali karena atmosfer ruangan ini tapi karena seorang gadis. Gadis itu!!

A girl with red-rose tattoo in her sexy neck, berdiri dengan senyum canggung. Menatapku sekilas kemudian mengalihkan pandangannya ke leader kami, sementara aku masih mengagumi parasnya. Sekarang aku bisa jelas melihat kedua mata besar dengan bola mata hitam, rambut ikal hitam dan bibirnya yang tipis, tersungging senyum canggung. Ya, aku bisa melihat kecanggungan di wajahnya, ini pertama kali kami bertemu setelah malam yang tidak bisa aku lupakan itu.

“Elena-ssi akan menemani kalian disini sampai nanti kalian tampil.” Ujar ketua panitia.

Jadi nama gadis itu Elena, nice name. Aku tersenyum sendiri, bahkan baru satu menit aku bertemu dengannya, aku sudah habis-habisan memujinya. Ada apa denganku? Love at first one night stand? Ridiculous..

“Elena kau sepertinya bukan warga asli Korea?” sepertinya Hyukjae tertarik dengan gadis ini. hais, dia itu milikku!

“Aaah ne. Aku campuran Denmark-Korea.” Jawab Elena, sejenak melirikku yang masih lekat-lekat memandanginya.

 

Elena’s

I swear i wanna die now!! Why he’s so awesome with that blue shirt!

Aku hanya mampu meliriknya sekilas-sekilas karena takut ketahuan olehnya, tapi faktanya justru beberapa kali pandangan kami beradu membuat aku mati-matian harus menahan gejolak aneh dalam diriku. Jantungku berdegup kencang seperti sebuah audi yang pedal gasnya ditancap habis-habisan. Semakin aku berusaha berakting semuanya normal dan antara aku dan pria di ujung sana itu tidak apa-apa, semakin keras detak jantungku.

“Siapa di super junior yang kau sukai, Elena-ssi?” tanya Eun.. eum.. wait, let me remember. Eunhyung? Ah, bukan. Eun… ah, entahlah! Stupid Elena, gara-gara Siwon pikiranku buyar. Tidak bisa berkonsentrasi sementara otakku terus mereka ulang kejadian malam itu.

“Eumm…” aku mencoba mengingat nama member demi member, tapi satu-satunya nama yang ada di kepalaku hanyalah dia.

“Siwon-ssi.” Jawabku akhirnya mengalah pada memory otak yang kinerjanya sedang parah.

Aku melirik Siwon, dia tampak tersenyum lebar. I wont guess, what the meaning of his smile

“Aaaah semua wanita memang menyukai Siwon. Apa kau tidak menyukaiku, Elena-ssi? Aku mahir dalam menari.” Ujar Eunhyuk

Aku tersenyum tipis, “tentu. Kalian semua tampan.” Jawabku. Tidak berbohong sama sekali.

God, can you make it faster? Percepat jarum jam, aku mohon. Aku sudah hampir mati karena canggung disini sementara di ujung sana sepasang mata itu masih lekat memperhatikanku. Membuatku ingin menerkamnya.

“Berapa usiamu Elena-ssi?” suara berat Siwon. Seksi.

“Ah, eum 21 tahun.” jawabku.

Dia manggut-manggut, masih dengan senyum yang membuat aku sesak nafas.

“Anyeoong…”

Aku bernafas lega, sangat lega ketika melihat Eun Rie masuk dengan beberapa panitia lain. Save by Eun Rie! Bathinku berterima kasih pada Eun Rie.

**

Author’s

Siwon menarik Elena ke sudut sepi kampus ketika suasana kampus sudah mulai sepi karena acara sudah selesai. Elena tersentak kaget. Kini posisinya menempel di dinding sementara Siwon berdiri dekat dengannya. Elena bisa merasakan jantungnya kembali berdetak tidak normal, begitu juga dengan Siwon. Keduanya saling menatap, sama-sama merekam kejadian malam yang belum bisa keduanya lupakan.

“Waeyo?” Elena akhirnya mengeluarkan suara.

Siwon seperti tersadar dari alam memory-nya, “aku hanya memastikan kalau kau tidak akan mengumbar apapun soal malam itu.” kalimat unpredictable dari bibir Siwon yang bahkan membuat Siwon mengutuki dirinya sendiri.

Elena memandang Siwon dengan tatapan percaya, “pardon?” Elena menyipitkan kedua matanya.

“Aku…”

“Excusme Mr. Choi, aku masih waras! Kau tau siapa pihak yang akan paling menderita jika berita konyol itu tersebar? That’s exactly me!” jawab Elena tajam.

“Oh.. ah, aku hanya memastikan saja. Untuk keselamatanmu.” Lanjut Siwon, hatinya masih merutuki kata-kata yang sudah ia lontarkan tadi.

“i know clearly how to live safely! Thanks for worried about me.” Jawab Elena sinis, ia kemudian berlalu meninggalkan Siwon dengan hati setengah mati kesal. Tanpa keduanya sadari, ada sepasang mata dan telinga yang melihat dan mendengar dengan jelas apa yang keduanya bicarakan.

**