Title : (Cute Couple^^) A Birthday Celebration (Special Eunyoung’s Birthday)

Author : Catherine Crystal…><

Length : One Shot

Genre : Comedy (?), Romance

Cast : -Ryeowook SuJu, Han Eunyoung, Han Hyejin, Siwon SuJu, Eunhyuk SuJu, Kyuhyun SuJu, Nam Jieun, Park Soohye, Lee Seorin

 

Annyeong chingudeul… Kali ini author bawa cute couple lagi^^ Mian yah, author gak bosen-bosennya bawa nih couple. Padahal mungkin readers udah bosen liat nama CUTE COUPLE terpampang di titelnya. Tapi kali ini nggak terpaku melulu ke cute couple kok, ada tiga couple lainnya wuhuuuu………. Dan kali ini membahas (?) ulang tahun si cute girl ini. Ada yang pernah baca “Cute Couple : About My Girlfriend” nggak? Kalo pernah, pasti tau dong tanggal ulang tahunnya Eunyoung. Yap, 17 Juli. Horee…

And yang pernah baca “Cute Couple : A Month of Blooming Love” sampe after story pasti tau Han Hyejin (eonninya Eunyoung), Nam Jieun, Park Soohye, juga Lee Seorin <= yeojachingunya hyuk. OK? Cekidot!

 

.Eunhyuk POV.

Aku menggenggam erat jari-jemariku sendiri. Bagaimana mungkin aku menerima SMS yang super-mengerikan seperti ini? Hanya beberapa kata sih, tapi mampu membuat hatiku hancur berkeping-keping. Yah, SMS dari Seorin. Lee Seorin yeojachinguku.

“Oppa, aku ingin mengakhiri hubungan kita”

Ya, kata-kata itulah yang kubilang mampu membuat hatiku hancur. Bagaimana tidak? Dia—Seorin—baru saja mengatakan ingin mengakhiri hubungan kita? Dia sukses membuat hatiku hancur hari ini!

Donghae masuk ke kamarku dengan wajah sumringah. Apa lagi dia ini?? Tidak tahu ya kalau aku sedang sedih?

“Hyuuuk…” panggilnya dengan manja.

“Mwo?” jawabku ketus. Dia merengut.

“Yaa! Apa salahku?” rengeknya.

“Diamlah Hae! Kau semakin menghancurkan hariku!”

“Yak hyung! Bertengkar dengan Seorin ya?” tebaknya. Ototku menegang dan emosiku memuncak. Bertengkar? Apa aku pernah bertengkar dengannya? Semudah itukah? Dia bahkan memutuskanku! MEMUTUSKANKU!!! Apa kurangnya aku ini?

“Bahkan aku diputuskan, Hae!!” bentakku membuatnya terperangah.

“W…wae?”

“Molla… nih, lihat sendiri SMS-nya!” aku menyodorkan HPku kepadanya dan dia langsung meraihnya. Dengan tampang serius, dia membaca SMS yang sejak tadi hanya kupelototi dengan sejuta harapan bahwa aku sedang bermimpi.

“Waaah… dia benar-benar sudah gila hyung! Atau jangan-jangan dia sudah menemukan pria yang lebih baik? Tapi siapa yang lebih baik dari seorang artis?” terkanya kemudian menyalahkan terkaannya sendiri (?)

“Entahlah Hae, aku jadi merasa bahwa aku adalah pria paling lemah di dunia ini” jawabku lesu.

“Sabar, Hyuk…” Donghae menepuk-nepuk pundakku dan aku hanya bisa mengangguk-angguk. Tidak lama kemudian Siwon masuk ke dalam kamarku dan langsung bingung.

“Ya! Kenapa ini? Hyuk, kau sakit?” tanyanya.

“Dia diputuskan Seorin” jawab Donghae. Sukses membuat Siwon melongo.

“Benar Hyuk?”

Aku hanya mengangguk.

“Sabar, ya…” kata Siwon menyemangati.

“Sudah, ayo, ada hal penting yang mau dibicarakan Ryeowook tadi, kau harus ikut, Hyuk” ajak Donghae. Aku hanya bisa pasrah dan mengikutinya keluar bersama Siwon.

 

***

.Author POV.

Ryeowook memandang ruang santai yang sudah dikelilingi banyak orang itu. Dalam hatinya, ia mulai menghitung. Satu… dua… tiga… empat… lima… enam… tujuh… delapan… Sembilan… lengkap!

“Ayolah cepat… apa yang mau kaubicarakan?” desak Kyu. Ryeowook pun langsung tersenyum riang.

“Hyung, hari ini kan kita tidak ada jadwal, dan ini masih pagi, sebenarnya hari ini Eunyoung ulang tahun dan aku sudah menyiapkan kado untuknya. Maksudku ingin membuat surprise birthday party di dorm. Bagaimana? Pasti asyik kan?” seru Ryeowook bersemangat. Semuanya tampak berpikir dan saling berpandang-pandangan.

“Sepertinya bukan ide bagus” sahut Eeteuk.

“Waeyo hyung?” tanya Ryeowook.

“Kalau dia membawa teman-teman dan teman-temannya itu membocorkan hubunganmu, bisa mati kau!”

“Hyung, aku kan bisa hanya menyuruhnya membawa teman dekat saja”

“Bagaimana kalau teman dekatnya yang justru membocorkannya?”

“Tenang saja hyung, teman dekatnya yang namanya Nam Jieun itu sudah tahu hubungan kami, jadi tidak akan menjadi masalah”

“Bagaimana dengan Park Soohye?”

“Membicarakan dengannya gampang, kita kan bisa mengancamnya agar ia tidak memberitahukan hubunganku dengan Eunyoung”

“Haah… ya sudahlah, susah melawanmu” seru Eeteuk pasrah.

“Yaaay!” girang Ryeowook.

“Kalau begitu kita mendaftar apa saja yang perlu kita siapkan. Mm… nanti harus ada yang berbelanja” cetus Heechul.

“Ne… tapi, kalau yang berbelanja lelaki kan tidak tahu selera wanita, bagaimana dong?” tanya Sungmin.

“Yah ajak saja kedua sahabatnya, gampang kan?” jawab Heechul. Sungmin hanya manggut-manggut.

“Ya sudah, sekarang aku hubungi Jieun” seru Siwon dengan girang -,-

“Kau tahu nomornya, hyung?” tanya Ryeowook.

“Tau dong, waktu mengantarnya pulang dulu kan aku sempat bertukar nomor HP dengannya” (Baca “Cute Couple : About My Girlfriend”)

“Ooh…” jawab Ryeowook singkat.

Siwon pun segera melesat menuju kamarnya di lantai 12 untuk meng-SMS Jieun.

 

***

“Hai Jieun, ingat aku? Choi Siwon, Super Junior. Hari ini aku mau kau mengajak temanmu yang bernama Park Soohye itu pergi ke dorm denganmu. Ryeowook mau merencanakan surprise birthday party buat Eunyoung”

 

Tring!

From : Nam Jieun

“Ne, aku bisa datang, aku akan jelaskan semuanya ke Soohye”

 

***

“Jieun, ini… nyata?” kagum Soohye melihat dinding bercoret-coret di lorong itu. Tentu ia sudah sering melihat dinding itu di TV dan sekarang? Ia melihatnya secara… LIVE?!

“Nyata, Eunyoung beneran pacaran sama Ryeowook oppa”

“Tapii… aku masih belum percaya. Unbelievable!”

“Sudah, kau diam saja…” Jieun segera mengetuk pintu dorm dengan halus, “Oppadeul, buka pintu”

KREEK…

Yesung muncul membukakan pintu. Dan mata Soohye langsung membelalak lebar seperti akan keluar dari tempatnya.

“Op… oppa?”

“Wah, kau pasti yang namanya Park Soohye, annyeong, Yesung Super Junior”

“Ten-tentu saja aku tahu nama oppa” tapi… this is unbelievable, aku fansmu oppa!”

“Aku sudah mendengar itu dari Eunyoung, ayo masuk” seru Yesung mempersilakan dengan ramah. Baru saja mereka ingin melangkah memasuki ruang santai, tapi langkah mereka sudah dicegat oleh Ryeowook.

“Hyung, tidak boleh buang-buang waktu, Siwon hyung dan Eunhyuk hyung sudah bersiap untuk pergi membeli barang-berang keperluan, bersama kalian berdua” tunjuk Ryeowook pada Jieun dan Soohye.

“Oke, sesuai rencana tadi kan? Dua mobil?” tanya Yesung.

“Tentu. Dan Siwon hyung harus semobil dengan Jieun, oh iya, Eunhyuk hyung ikut dengan alasan refreshing, dia habis diputusin Seorin”

“MWO??” tanya Yesung.

“Iya, habis diputusin” jawab Ryeowook kemudian berhenti sejenak dan melanjutkan, “Sekarang cepat kalian menuju mobil, aku akan merancang dekorasi ruangan!”

 

***

@Siwon & Jieun’s side…

“Oppa, kita mau membeli apa dulu?”

“Eunyoung suka dekorasi yang temanya seperti apa?”

“Mmm… dia suka yang menjurus ke cute atau sexy, nggak tau tuh kenapa dia bisa suka sexy, katanya terlihat berkelas”

“Hahaha… ada-ada saja, kalau begitu cute saja ya”

“Oke oppa”

Siwon pun melajukan mobilnya menuju toko aksesoris ruangan yang terletak di pinggir kota.

 

@Eunhyuk & Soohye’s side…

“Op…pa” panggil Soohye ragu-ragu.

“Sebaiknya kau jangan bersuara atau kau tambah membuatku marah!” ketus Eunhyuk.

“Mi-mian…”

“Pokoknya kita membeli aksesoris saja kan?”

“Ehh… oppa, membeli aksesoris itu tugasnya Siwon oppa dan Jieun, kita bertugas membeli makanan”

“Ya sudah, aku tahu restoran yang enak!”

Mobil Eunhyuk pun melaju kencang di atas jalanan yang padat.

 

@Siwon & Jieun’s side…

“Oppa, apa perlu memasang tulisan ‘happy birthday’?”

“Hmmh… karena temanya cute, sebaiknya iya, kau cari di bagian sana, aku cari di sana” tunjuk Siwon pada dua bagian gedung yang berbeda. Jieun pun mengangguk dan mereka mulai berpencar.

Jieun mencari-cari pita yang bagus. Jieun ingat bahwa Eunyoung membenci warna pink. Dan di saat-saat ‘genting’ seperti ini, hal itu malah menyusahkan. Bagaimana tidak? Yang namanya ‘cute’ itu biasanya menjurus ke warna pink.

Mata Jieun tertuju pada sebuah pita biru muda bergambar lollipop. Warna kesukaan Eunyoung. Sepertinya akan bagus bila pita itu ia pakai. Ia pun meraih pita itu dan memasukkannya ke kantong belanja. Ia pun meng-SMS Siwon.

To : Siwon oppa^^

“Oppa, aku sudah menemukan pitanya, kau tidak perlu cari lagi, oh iya, jangan membelikan sesuatu yang berhubungan dengan warna pink karena dia benci warna itu, OK?^^”

Jieun tersenyum senang saat mengirim SMS itu. Bisa berbicara secara langsung dengan Siwon, bisa bertatap muka dengan Siwon, dan bisa ber-SMS-ria dengan Siwon adalah sebuah kejaiban terbaik yang pernah ada baginya.

Ia pun kembali berjalan memutari sisi barat gedung guna mencari keperluan surprise birthday party itu.

 

@Eunhyuk & Soohye’s side…

“Sudah sampai” seru Eunhyuk dengan malas kemudian mematikan mesin mobil dan turun dari mobil. Ia langsung masuk ke dalam restoran tanpa mempedulikan Soohye yang masih ada di dalam mobil.

“Cih, tidak sopan sekali dia! Seharusnya lelaki yang semobil dengan wanita membukakan pintu untuk si wanita, lah ini?? Nyerocos aja” gerutu Soohye, tapi kemudian ia melepas sabuk pengamannya dan turun sendiri menyusul Eunhyuk.

“Dua pan besar pizza dan tiga porsi medium pasta saus kacang (ada gak sih? Author sendiri juga gak tau hehe…), cepat ya!” si pelayan pun kemudian membungkukkan badannya 90 derajat dan pergi menuju dapur.

“Kita tunggu di sini saja” kata Eunhyuk dan Soohye hanya mengangguk dengan perasaan kesal.

Lama sekali mereka menunggu dan pesanan tak kunjung datang. Eunhyuk sampai bosan dan mendengarkan lagu menggunakan earphone.

KRINCING!

Bel menandakan bahwa ada pelanggan baru yang masuk. Suara bel itu sangat nyaring menarik perhatian Eunhyuk dan Soohye. Mereka pun menoleh dan betapa terkejutnya Eunhyuk saat menyadari bahwa wanita yang sedang berdiri bergandengan tangan dengan pria di sebelahnya itu adalah Seorin.

‘Jadi ini alasannya memutuskanku?’ batin Eunhyuk dalam hati. Emosinya kembali memuncak. Ia pun segera menghampiri Seorin dan pria tersebut. Seorin juga tampak terkejut dengan kehadirannya. Tidak disangka sama sekali bahwa ia akan bertemu dengan ex-boyfriendnya di sini.

“Op… oppa?” sapa Seorin dengan gugup. Yah, sebenarnya bukan menyapa juga sih. Tanpa menjawab sapaan Seorin, Eunhyuk langsung berjalan mendekati pria di sebelahnya dan menonjoknya keras-keras.

“Yaa! Apa yang kau lakukan?” bentak pria itu kasar. Eunhyuk pun semakin marah dan menonjoki wajah pria itu hingga berdarah. Pria itu memegangi rahangnya yang memar.

Sementara Soohye dan Seorin?

Mereka berdua hanya diam terpaku sambil sesekali berteriak histeris saat Eunhyuk memukul pria itu dengan sangat kencang.

“Puas kau mengambil pacarku, hah?”

“Apa yang kau katakan? Aku tidak mengerti!”

“Jangan pura-pura tidak tahu kau! Aktingmu itu sangat buruk, kau tahu?”

“Tapi aku benar-benar tidak mengerti! Bicara yang jelas!”

“Kau, berani-beraninya memacari Seorin. Tidak tahukah kalau dia sudah memiliki aku? Sekarang apa akibatnya? Apa?? Dia memutuskanku! Dengar? PUTUS! Satu kata itu yang membuatku seperti ini!”

“Mwo? Seorin? Yaa! Seorin-ah, kau sudah punya pacar??” tanya pria itu mengalihkan pandangannya pada Seorin.

“Mi-mian oppa” Eunhyuk pun ikut mengalihkan pandangannya pada Seorin.

“Apa kau bilang? Mian? Kau bilang mian padanya? Itu berarti dia memang tidak tahu yang sebenarnya?”

“Se-sebenarnya, it-itu benar oppa” jawab Seorin terbata-bata. Soohye yang tidak mengerti duduk kembali ke kursinya sambil mencoba menenangkan pikiran dengan mendengarkan lagu-lagu dari HP Eunhyuk yang ditinggal begitu saja di meja. Lengkap dengan earphone-nya.

“Mwo?! Yaa! Kau wanita brengsek!” teriak Eunhyuk sembari menendang tong sampah yang ada di sisinya. Mau tidak mau pelayan restoran pun datang untuk menegur mereka.

“Chogi… Kalian semua dimohon untuk keluar bila ingin bertengkar…”

“Aku tidak peduli!!” Bentak Eunhyuk kemudian menendang tong sampah itu sekali lagi, menyebabkan isinya berhamburan keluar dan tong sampah pun terseret hingga menimbulkan suara berdecit yang sangat keras.

Soohye buru-buru melepas earphone dari telinganya dan menghampiri Eunhyuk.

“Oppa, ayo kita ke tempat lain sekarang. Kau harus sabar”

“Diam Park Soohye! Kau tidak tahu apa-apa mengenai masalahku!”

“Tapi oppa sudah merusak properti, apa itu hal yang baik? Bukan! Maka dari itu ayo keluar!” Soohye langsung menggeret tangan Eunhyuk dan membawanya keluar dari restoran.

 

***

@dorm…

Ryeowook mengetikkan pesan agar Hyejin datang ke dorm sekarang juga.

To : Han Hyejin

“Kau datang ke dorm sekarang juga ya. Penting. Masalah ulang tahun dongsaengmu”

Setelah mengirim pesan, ia pun kembali keluar kamar menemui yang lainnya.

“Bagaimana? Sudah mengirim pesan untuk eonni Eunyoung?” tanya Eeteuk.

“Sudah, lalu bagaimana dengan rancangan dekornya?” tanya Ryeowook balik.

“Hmmm… lancar. Kyu yang membuatnya, tidak tahu lah, tiba-tiba dia jadi pintar”

“Yaa! Aku memang sudah pintar sejak dulu!”

“Haah… gayamu”

 

***

@Siwon & Jieun’s side…

“Oppa, kau sudah menemukan semuanya?”

“Sudah, bagaimana dengan Eunhyuk dan Soohye ya? Apa makanannya sudah? Seharusnya mereka sudah selesai sejak tadi, tapi belum SMS juga, apa kutelpon saja ya?”

“Ya, telpon saja oppa, aku takut mereka kenapa-napa” jawab Jieun.

Siwon pun mengeluarkan ponselnya dan mulai mengetikkan nomor yang sudah ia hafal di luar kepala. Ia pun menempelkan ponsel itu ke telinganya dan menunggu telepon diangkat.

“Yoboseyo, Siwon oppa, tolong jangan telepon lagi, aku sedang menyetir” suara Soohye.

“Soo-Soohye? Kenapa bisa kau yang angkat?”

“Ceritanya panjang oppa, tolong jangan telepon lagi. Oke? Kami baik-baik saja kok”

KLIK.

Sambungan telepon langsung diputus Soohye tanpa basa-basi lagi. Siwon mengerutkan kening. Ada apa dengan mereka berdua?

“Kenapa oppa?” tanya Jieun.

“Aneh sekali, Soohye yang mengangkat dan dia bilang sedang menyetir. Dia juga bilang bahwa aku dilarang meneleponnya lagi. Aneh. Kenapa bukan Eunhyuk yang menyetir dan kenapa malah Soohye yang mengangkat teleponnya?”

“Molla, aduh… bagaimana kalau terjadi sesuatu pada mereka?” kata Jieun panik.

“Tenang saja, aku yakin pasti tidak akan terjadi sesuatu pada mereka”

 

@Eunhyuk & Soohye’s side…

“Oppa, tenangkan dirimu. Kau sudah tahu kan kalau dia itu wanita brengsek? Kenapa malah kautangisi?” tegur Soohye.

“Diam! Kau tahu apa mengenai masalahku? Hiks… hiks…”

“Oppa, kau ini lelaki tapi cengeng ya”

“Yaa! Hiks… kau… hiks… diam saja ya!”

“Kau yang seharusnya diam oppa!”

“Kau mau membawaku ke mana sih? Hiks…”

“Makannya kau diam saja! Suaranya jadi tersendat-sendat kan?”

Eunhyuk pun akhirnya diam dan mereka diliputi keheningan sampai mobil berhenti di depan sebuah kafe kecil.

“Kita beli makanan di sini saja” Soohye pun turun dan membukakan pintu untuk Eunhyuk. Ia tahu seharusnya Eunhyuk lah yang membukakan pintu untuknya, tapi untuk saat ini biarlah seperti ini.

KRINCING!

Soohye dan Eunhyuk masuk ke dalam kafe dan segera disambut oleh waitress yang ada di sana. Soohye pun menyebutkan makanan kesukaan Eunyoung dan mereka menunggu di outdoor kafe tersebut.

“Oppa, sebenarnya apa masalahmu? Ceritakan saja padaku”

“Kau yakin tidak akan membocorkannya ke media?”

“Cih, buat apa aku membocorkannya? Tidak ada untungnya buatku! Nanti aku pasti akan dianggap mengada-ada”

“Ya sudah, dengarkan aku, aku dan Seorin berpacaran sudah sejak setahun yang lalu. Kami berpacaran karena sama-sama ingin melarikan diri dari perjodohan. Lalu tidak tahu kenapa kami bisa benar-benar berpacaran dan akhirnya dia… seperti yang kau lihat tadi. Dia berselingkuh” kata Eunhyuk lesu. Soohye akhirnya bisa mengerti permasalahannya sekarang. Ia pun berdiri dan duduk di sebelah Eunhyuk.

“Oppa, kau tidak perlu bersedih, kau tahu masih banyak wanita yang lebih baik darinya di luar sana” kata Soohye mencoba menenangkan Eunhyuk yang sudah mulai terisak-isak. Namun Eunhyuk malah memeluk Soohye dan menangis di pelukannya.

“Biarlah seperti ini untuk kali ini saja, hiks…” isak Eunhyuk. Soohye pun mengelus-elus punggung Eunhyuk mencoba menguatkannya. Kalau orang lain melihat mereka, pasti akan dikira berpacaran.

TIIN… TIIN…

Suara klakson mobil mengagetkan mereka. Ternyata Siwon dan Jieun datang ke sana.

“Soohye! Kau baik-baik saja? Ada apa ini??” tanya Jieun begitu turun dari mobil.

“Bagaimana kau bisa tahu aku ada disini?” tanya Soohye.

“Kita kan memang sering ke sini. Aku menduga kau membeli makanan di sini” jawab Jieun, “Sekarang jelaskan kenapa Eunhyuk oppa menangis!”

Soohye melirik Eunhyuk dan Eunhyuk menggelengkan kepalanya.

“Ah, ini… masalah pribadi”

“Haah… jangan-jangan kalian pacaran?” tebak Jieun sembarangan. Sukses membuat Eunhyuk membulatkan matanya.

“Mwo? Pacaran? Kau gila! Aku baru mengenalnya!”

“Lalu kenapa tadi kalian berpelukan?”

“Aish… sudah dibilang ini masalah pribadi!”

“Ya sudah, setelah membeli makanan kita langsung kembali ke dorm” seru Siwon.

 

***

@dorm…

Hyejin memperhatikan Kyuhyun dengan ekspresi yang berubah-ubah. Kadang seperti bingung, menemukan sesuatu, dan mengingat sesuatu.

Lama kemudian ia memelototkan matanya.

“Cho… Kyuhyun?” kagetnya. Di bibirnya langsung terukur senyuman. Ia pun berlari dan memeluk Kyuhyun.

“Oppa! Kita bertemu lagi!” Kyuhyun berusaha melepaskan pelukan Hyejin namun ia malah semakin mengeratkan pelukannya.

“Yaa! Siapa sih?” ketus Kyuhyun. Hyejin langsung cemberut.

“Oppa… kau tidak ingat aku? Aku saja ingat!”

“Aish… ani! Aku tidak ingat! Nugu?”

“Han Hyejin oppa…”

“Masalahnya banyak sekali yeoja bernama Han Hyejin yang kukenal…”

“Yaa! Aku Chibbi, oppa!”

“Mmh… aku masih belum ingat”

“Scrambled egg!!”

Kyuhyun melebarkan matanya. Scrambled egg?!

“Sc-scrambled egg??”

“Nee… sekarang kau ingat?”

Kyuhyun tidak menjawab dan malah berlari memeluk Hyejin.

“Aaaaa………. Akhirnya kita bertemu lagi Chibbi!”

“Sudah kubilang juga apa?” sahut Hyejin datar.

“Yaa~! Apaan sih? Kok kayak orang yang bertemu dengan childhood love-nya?” tanya Sungmin. Kyuhyun dan Hyejin langsung menatapnya tajam.

“A-aaah… se-sepertinya panas sekali ya hari ini…” kata Sungmin, “Ke kamar aah…” Sungmin pun buru-buru kabur sebelum mendapat ‘hukuman’ dari Hyejin dan Kyuhyun.

“Hyejin-ah, kau benar Chibbi sahabatku waktu SMP itu kan?”

“Ne oppa, dulu kau sering curhat kepadaku, bahkan kau menyebutkan 10 wanita yang kausukai, hahaha… you’re so playboy!”

“Kok kau ingat sih? Aku saja tidak ingat!”

“Yah, bagaimana aku tidak mengingat momen lucu seperti itu, oppa?”

BRAK!!

“Kami pulang!” seru Siwon dari ambang pintu.

“Bagaimana persiapan pestanya?” tanya Jieun.

“Sejauh ini tinggal memasang dekorasi dan menata meja makan” jawab Eeteuk.

“Ya sudah, ayo kita lakukan sekarang saja!”

 

***

Eunyoung memandang SMS di ponselnya dengan perasaan senang.

From : Wookie oppa ❤

“Eunyoung-ah, datanglah ke dorm nanti jam tujuh ya…”

‘Apa kira-kira dia mengetahui bahwa aku berulang tahun?’ begitu pikirnya.

BRAK!

Tanpa sadar ia menabrak seseorang yang ternyata adalah Sulli f(x).

“Ah, mianhae…” seru Eunyoung kemudian berjalan dengan menunduk menuju dorm Super Junior, “Aigoo… bodohnya aku melamun di tengah jalan” rutuknya pada dirinya sendiri.

Sementara Sulli memandang punggungnya yang makin menjauh.

“Siapa dia? Apa dia trainee? Tapi buat apa dia ke sini?”

 

***

Duak… duak… duak…

“Ssst… Eunyoung datang…” bisik Ryeowook ke yang lainnya.

“Siap pada posisi, anak-anak…” bisik Eeteuk.

KREEEK…

Ryeowook membukakan pintu dan tampaklah sosok Eunyoung yang mengenakan kaos simple dengan skinny jeans.

“Masuklah” seru Ryeowook ramah.

“Ke mana oppadeul?” tanya Eunyoung.

“Ooh… mereka sedang pergi jalan-jalan” dusta Ryeowook, ia tertawa sendiri dalam hati mengingat bahwa ternyata hyungnya sedang bersembunyi di toilet, kolong sofa, (yang ini author beneran ngakak) dan teras.

“Eunyoung-ah, masuk saja ke kamarku”

“Eh, bu-buat apa oppa? Kenapa tidak di luar saja?” tanya Eunyoung gugup.

“Anii… di sini sangat dingin” Ryeowook pun menarik tangan Eunyoung masuk ke kamarnya.

Eunyoung memandang sekelilingnya. Rapi sekali? Tumben.

Tokk… tokk… tokk…

Tiba-tiba pintu kamar diketuk.

“Young-ah, bukakan pintunya” Eunyoung pun membukakan pintu dan…

CEKREK!

Silau kamera langsung membuatnya menyipitkan mata.

“Yippiie… aku dapat fotonya Eunyoung lagi kaget! Aku upload ke internet ahh…” seru Heechul yang ternyata memfoto Eunyoung.

“Eeh? Ada apa in…”

“Saengil chukahamnida… saengil chukahamnida… saengil chukkae uri Eunyoung, saengil chukahamnida…” tiba-tiba semua keluar dari tempat persembunyiannya, walaupun yang bersembunyi di kolong sofa agak susah keluarnya.

“Lho? Eonni? Ji-Jieun? Soohye?” kaget Eunyoung, bibirnya kelu, hampir tidak bisa berkata apa-apa.

“Nee… kita semua sudah tahu rahasiamu… yang penting sekarang kau senang tidak?”

Tes…

Air mata Eunyoung sudah tidak dapat dibendung lagi. Terharu. Itulah yang dia rasakan.

“Ak-aku sangat senang… gomawoyo”

“Kalau begitu make a wish sebelum meniup lilinnya!” seru Soohye riang. Eunyoung mengangguk.

‘Aku harap kami semua akan hidup bahagia selamanya’

Fuuh…

Eunyoung meniup lilin dan semuanya bertepuk tangan. Tiba-tiba saja ia merasakan ada tangan melingkar di pinggangnya. Ia langsung menegang.

“Oppa?”

“Kau senang?” tanya Ryeowook. Yang lainnya hanya ber-suit-suit tidak jelas.

“Ne oppa. Hari ini adalah hari terbaik sepanjang hidupku, gomawoyo…”

 

***

Eunyoung menatap langit malam dengan sedih.

“Eomma… appa… kenapa kalian tidak bisa ikut merayakan ulang tahunku? Aku ingin kalian ada di sini dan memelukku, tapi… kalian ada di negeri seberang…” Eunyoung menangis tanpa suara. Kemudian ia tersenyum miris.

“Eomma… appa… andai kalian tahu, aku sudah memiliki namjachingu yang tampan. Kalau kalian datang aku pasti akan memperkenalkannya pada kalian, mungkin juga… kalian tidak memperbolehkanku melepaskannya setelah itu” kata Eunyoung dengan suara sumbang. Seolah berbicara pada kedua orang tuanya yang sedang bekerja di luar negeri.

KRINCING…

Tiba-tiba ponsel Eunyoung berdiri. Ia segera meraih benda itu. Sebuah kiriman video dari… eommanya?

KLIK.

Diputarnya video tersebut.

“Saengil chukahamnida… saengil chukahamnida… saengil chukkae uri Eunyoung, saengil chukahamnida… Yeee!!! Tiup lilinnya… tiup lilinnya! Eunyoung-ah, eomma dan appa tahu kalau kau tidak bisa meniup lilinnya dari seberang sana, jadi kami yang tiupkan ya…” terdengar suara eomma Eunyoung memecah keheningan malam. Lagi. Lagi-lagi Eunyoung menangis. Kali ini bukan air mata sedih, namun air mata bahagia yang keluar dari matanya.

“Fuuuh… ya! Eunyoung-ah! Jangan sedih karena kami tidak bisa ada di sana! Kami berjanji tahun depan akan datang di hari ulang tahunmu!”

Eunyoung tersenyum penuh haru.

“Eomma… appa… tidak usah datang tahun depan juga tidak apa-apa, ini… sudah lebih dari cukup buatku” katanya walaupun ia yakin orang tuanya tidak dapat mendengarnya.

Ya, sekarang Eunyoung sudah benar-benar merasakan arti kebahagiaan yang sesungguhnya. Dari orang-orang yang ia cintai dan mencintainya dengan sepenuh hati.

 

—end—

Yaap… tetep ditunggu komennya ya… tumben banget ya ff saya panjang, tapi bukankah itu bagus? So… comment please J