The Notes Stemple [part 2]

 

 

~Hyuna POV~

jujur kini aku sangat takut, takut bila Sungmin Oppa berfikir akulah yang memberitahu Teuki Oppa mengenai kontrak di antara kami.

Entah dari mana Sungmin oppa tahu jika aku sekarang sedang bersama Teuki oppa dan itu sangatlah gawat, tadi Sungmin oppa menyuruhku untuk menunggu di mobil jadi aku menurut saja.

 

Braak

 

kini Sungmin oppa sudah berada di mobil dan langsung melajukan mobilnya pulang ke rumahnya.

 

….At the house….

“Hyuna, ada apa dengan Sungmin ?? ” tanya Halmoeni padaku setibanya aku di rumah

“Aniyo, halmoenim tidak ada yang terjadi ” sangkalku

dan bergegas pergi ke kamarku.

Saat di kamar kulihat wajah Sungmin Oppa tampak gusar, apakah Teuki Oppa mengatakan jika ia tahu mengenai kontrak kami dan itu dariku.

“Sungmin, gwaenchanayo….?”tanyaku hati-hati

“kau masih bisa bertanya apakah aku tidak apa-apa HAH??”tanya Sungmin Oppa dgn sedikit meninggikan suaranya

“maksudnya…?”tanyaku tak mengerti

“apa kau menceritakan tentang Kontrak kita pada Teuki Hyung …?”tanya Sungmin Oppa dgn suara yg mulai meninggi

“aku tak mengerti ”

“JAWAB!!! apa kau yang memberitahu Teuki hyung…” tanya Sungmin oppa membentak

“a..a..Aniyo, bukan aku yang mengatakannya….”

jawabku dgn suara bergetar

“jika bukan kau siapa lagi hah!!”

“aku bersumpah bu..Bukan aku…Hiks..Hiks” jawabku

entah kenapa aku menangis kembali di hadapannya, padahal aku sudah berjanji tak akan pernah menitikan air mata di hadapannya lagi

“hapus air matamu itu, aku tak akan terpengaruh dengan kebohonganmu lagi… ” seru Sungmin

“mianhae..Hiks..Hiks.. Sumpah bu..Bukan aku yang memberitahu Teuki Oppa…” ucapku terisak

“apa orang sepertimu ini memang selalu seperti ini !! Menjebak kami dan berpura-pura jika kalianlah yg menjadi korban. Dan sekarang kau memberitahu Teuki hyung agar ia merasa iba padamu dan membelamu, apa kau belum puas menghancurkan hidupku…!!!”

astaga~sepicik itu kah aku di mata Sungmin Oppa ? Apakah di matanya aku terlihat bagaikan seekor lintah di sampingnya ?

“mianhae..Hiks..Hiks.. Ini semua memang salahku, aku yang salah karena memasuki kehidupanmu, aku yang salah karena menghancurkan kehidupanmu …

mianhae semuanya salahku ..Hiks..Hiks semuanya salahku…” ucap ku dengan tangis yg semakin menjadi-jadi

Ya~Tuhan sebenarnya apa salahku ? Kenapa kau menyiksaku seperti ini, sejak kecil aku tak pernah mendapatkan kasih sayang dari siapapun. Hingga saat ini pun aku hanya di anggap seekor parasit yg menyusahkan siapa pun. Seharusnya saat di hotel aku bisa menolak semuanya

~flash back~

 

~Sungmin Pov~

saat ini semua Boyband dan Girlband maupun artis dibawah naungan SM entertaimant sedang menikmati pesta yang di adakan oleh Lee Soman-shi sebagai peringatan berdirinya SME, dan saat itulah aku berencana untuk melamar Sunny.

Sebenarnya aku dan Sunny sudah lama menjalin hubungan,

awalnya kami memang terlibat skandal gosip dan disitulah aku mulai menyukainya.

“Sunny…”panggilku sedikit pelan karena aku tak ingin ada orang yg tahu . Ya walaupun para member Suju memang sudah tahu mengenai hubunganku dengan Sunny

“ada apa Oppa ?”tanya Sunny

“ayo ikut aku…”ajakku sembari menarik Sunny ke suatu tempat.

“sebenarnya ada apa Oppa….?”tanya Sunny tak mengerti

“sebenarnya ada yang ingin ku katakan padamu ”

“mwoya..?”

aku menarik nafas sejenak untuk mengumpulkan semua keberanianku

“Would you marry me….” ucapku

“apa kau bercanda Oppa….?” tanya Sunny tak percaya

“aniyo nae chagiya , i say would you marry me ?” ulang ku

“mianhae oppa aku tak bisa, aku memang mencintaimu tapi aku tak ingin menghancurkan karirku yg sekarang sudah mulai berkembang. Mianhae oppa …” ucap Sunny

kemudian pergi berlalu dari hadapanku.

 

Entah apa yang kurasakan kini, yang jelas hati ku benar-benar remuk. Yoeja yang ku cintai menolak lamaranku mentah-mentah. Akh~ sekarang aku benar-benar membutuhkan hiburan

~end of Sungmin POV~

~Hyuna POV~

“hyuna bisa kau antarkan minuman ini ke meja tamu no 5..” perintah atasanku

“ne ” jawabku

aku adalah Kim Hyuna , aku bekerja di Bar sebuah hotel

“tuan ini pesanan anda …” ucapku sembari menyerahkan pesanannya. Kemudian berniat untuk pergi

“changkaman, temani aku disini…” ucap namja itu, sepertinya ia sudah sangat mabuk

“mianhae aku tak bisa” jawabku

“jebal, temani aku disini…” ucap namja itu lagi,

dengan terpaksa aku menuruti permintaan namja itu karena aku sedikit iba padanya dan sepertinya ia baru saja patah hati

karena ia terlihat sangat kacau

“tuan, sepertinya kau sudah sangat mabuk…”ucapku mencoba menghentikannya untuk kembali minum

“aku tidak mabuk.. Hik..Hik..” ucapnya

“hyuna, sebaiknya kau antarkan dia

ke kamarnya. Jika tidak dia akan mengganggu tamu yg lain ” ucap atasanku yang menghampiriku

“nde ? Kenapa aku ?”

“karena karyawan lain sedang sibuk”

Mau tidak mau aku harus menuruti permintaan atasanku.

“aku sedang bahagia ..Hik..Hik.. Lihat banyak bintang di atas kepalaku…”

astaga namja ini benar-benar mabuk, bahkan mulutnya sangat bau alkohol.

Nah itu dia kamarnya, kamar 169 untung saja atasanku memberitahu ku kamarnya

 

###################

 

ku rebahkan namja ini, ‘akh~ ia sangat berat’ rutukku

“jangan pergi…” cegah namja itu saat aku hendak pergi

ku coba melepaskan genggaman tangannya dari tanganku

“jangan pergi ” cegah namja itu lagi

“ku mohon biarkan aku pergi ” ucapku masih berusaha melepaskan diriku dari namja ini

tapi apa boleh dikata, aku ini yoeja dan ia namja. Jelas kekuatanku tak sebanding dengannya, bukannya melepaskanku ia malah menarikku sehingga aku jatuh diatasnya.

“kumohon lepaskan a… Hmptt ”

 

Aigoo~ apa yang ia lakukan ? Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, ia malah langsung menyerang (?) bibirku

“ku..Kumohon le..Paskan aku ”

bukannya melepaskanku ia malah mencengkram tanganku lebih kuat. Ku coba memberontak tapi tenagaku tak sebanding dengannya

 

~SKIPP~

 

beberapa minggu kemudian

 

“hoekk…Hoek..”

entah kenapa akhir-akhir ini aku merasa sangat mual dan ingin sekali muntah

tapi aku tak memuntahkan apa pun. Hanya angin yg aku keluarkan.

Apa jangan-jangan… Akh ~ tidak-tidak, jangan sampai itu terjadi. Jangan sampai aku HAMIL

“hyuna apa kau sakit??” tanya temanku

“ani, mungkin aku hanya masuk angin ”

timpalku

“apa kau ingin ku antar ke dokter? ”

“aniyo, tak perlu. Aku hanya butuh istirahat saja “tukasku

“yasudah”

 

~end of Hyuna POV~

~Sungmin POV~

 

“hyung, tadi di bawah ada seorang yoeja yg mencarimu ” teriak kyuhyun

“nugu ? ” tanyaku

“aniyo, aku tak mengenalnya “jawab kyuhyun

Yoeja ? Siapa ?

Tapi untuk apa yeoja itu kemari, yasudah aku temui saja dia.

“untuk apa kau kemari ?” tanya ku to the point padanya

“aku ingin mengatakan sesuatu padamu Sungmin-shi …”

“apa itu ?”

“a..Aku positif ha..Hamil ” ucapnya berhasil membuat mataku terbelalak

“kau pasti berbohong…” ucapku tak percaya

“aniyo, aku tak berbohong …”

“gugurkan bayi itu…” ucapku

“mwoya ? Aku tak mau …”

“aku belum siap untuk menjadi ayah dan menghancurkan karirku ” ucapku

“awalnya aku kira kau akan berkata jika kau akan bertanggung jawab, dan aku berharap jika kau berkata ‘jangan gugurkan bayi itu’ tapi ternyata aku salah. Aku salah telah terlalu berharap pada seorang Lee Sungmin…”ucapnya kemudian pergi dari hadapanku

cih apa maksudnya berkata seperti itu padaku ? Aku yakin ia hanya bersandiwara agar aku mau bertanggung jawab padanya

~end of Sungmin POV~

###################

 

~Teuki POV~

akh~lelah sekali hari ini, jadwalku akhir-akhir ini memang sangat padat dari mengisi sebuah acara, menjadi seorang MC ataupun siaran di Sukira.

‘Ekh~ bukankah itu Sungmin’ pikirku, saat melihat Sungmin yang berada di luar apartemen dan ia sedang berbicara dengan seorang yoeja tapi siapa yoeja itu

“gugurkan bayi itu…”

‘mwo ? Bayi ? sebenarnya apa yang mereka bicarakan ? Kenapa mereka membicarakan mengenai bayi , apakah aku salah dengar ? Tapi menurutku tidak.

Sebenarnya bukan bermaksud menguping pembicaraan mereka tapi aku tak sengaja mendengarnya

“mwoya ? Aku tak mau …” ucap yoeja itu

apakah hipotesisku benar ? Jika benar, berarti yoeja itu tengah mengandung janin Sungmin

“aku tak siap menjadi seorang ayah dan aku tak mungkin menghancurkan karirku yang telah kubuat dengan susah payah”

sudah kuduga itu semua benar, ku rogoh saku celanaku dan mengambil handphoneku berniat memotret mereka berdua sebagai bukti untuk berjaga-jaga karena aku telah mempunyai sebuah rencana. Bukan bermaksud tak ingin percaya dengan Sungmin tapi aku tahu jika yoeja itu tak mungkin berbohong, bisa di lihat dari sorot matanya yang sama sekali tak menyiratkan sebuah kebohongan.

 

Melihat pembicaraan mereka telah usai, aku bergegas menuju dorm agar Sungmin tidak curiga.

“aku kembali …” sahut Sungmin setelah berada di dorm

“Sungmin, tadi aku melihat kau dengan seorang yoeja. Siapa dia ?” tanyaku berpura-pura tak tahu

“ekh~ di..Dia sepupuku, ne dia sepupuku ”

bisa ku dengar jika dari nada bergetar, ia takut jika aku curiga padanya. Mianhae Sungmin meski aku sudah menganggap kau sebagai dongsaengku sendiri tapi aku takan membiarkanmu berbuat suatu kesalahan yang akan kau sesali pada akhirnya

 

~end of Teuki POV~

~Hyuna POV~

 

kalian tahu sekarang hidupku benar-benar hancur, aku di pecat dari pekerjaanku. Aku menjadi sampah sekarang, mungkin aku terlalu berharap jika seorang Lee Sungmin mau bertanggung jawab, dan saat aku tahu kenyataannya itu bahkan lebih menyakitkan dari yang ku bayangkan.

“aigoo, halmoeni harus berhati-hati” ucapku saat membantu seorang halmoeni yang hendak jatuh

“ne, gomawo …” ucap halmoeni itu sembari tersenyum padaku

“lain kali, halmoeni harus hati-hati …” ucap ku

“ne, kau memang yoeja yang baik…” serunya

aku kemudian pergi meninggalkan halmoeni itu

“changkaman… ”

“nde ?….” tanyaku tak mengerti

“boleh halmoeni tahu namamu ? Dan tempat tinggalmu ?”

aku makin bingung, untuk apa halmoeni ini menginginkan alamat rumahku. Aku mulai sedikit khawatir dengan halmoeni ini, jangan-jangan ia mau mencelakiku

“nde ? Untuk apa ?”

“tenang halmonie takan berbuat jahat padamu ”

“ough ne ” ucapku lega

setelah memberitahu alamatku, aku langsung pergi

~end of hyuna POV~

~Teuki POV~

tanpa sepengetahuan Sungmin, aku memberitahu Halmonie Sungmin tentang apa yang tadi ku dengar dan aku meminta halmonie untuk mengikuti rencana yang kubuat.

Aku sudah menyuruh Halmoeni untuk menikahkan mereka berdua dengan alih-alih perjodohan, mungkin aku tak mengenal yoeja itu tapi ada suatu perasaan yang menyuruhku untuk menjaga dan membantunya.

Mungkin aku bukan malaikat bersayap baginya, tapi setidaknya aku bisa menjadi malaikat yang bisa menolongnya dan aku berharap dengan rencanaku ini semua penderitaan yoeja itu bisa sedikit berkurang.

 

~end of Teuki POV~

 

~flash back end~

 

~author POV~

 

hyuna masih sesenggukan dan terus menangis, sedangkan Sungmin ia terlihat masih kesal dan begitu tak ingin mendengar tangisan Hyuna.

Tak di sangka-sangka Hyuna tiba-tiba saja pingsan tanpa sebab dan itu sangat membuat Sungmin panik.

“Hyuna, gwaenchanayo…”

“Hyuna bangun….” melihat Hyuna yang tak kunjung bangun Sungmin semakin panik,

“Halmoeni…!! Bantu aku Hyuna pingsan….” teriak Sungmin

“aigoo, apa yang telah kau lakukan ? Kenapa Hyuna bisa seperti ini ?” tanya halmoeni

“aniyo, aku juga tak tahu ….”

“ayo cepat telphone ambulance…”

“n..Ne…”

 

~end of author POV~

####################

 

~Sungmin POV~

aigoo~ apakah aku terlalu kasar padanya hingga ia seperti ini? Mungkin aku memang marah terhadapnya tapi melihatnya seperti ini aku kehilangan semua amarahku bahkan hatiku berubah menjadi mencemaskannya.

Akh~mungkin aku hanya mencemaskan

bayinya tapi entah kenapa ada perasaan lain, perasaan yang mengatakan jika aku juga mengkhawatirkan Hyuna.

“kalian di mohon menunggu d sini …” cegah dokter saat aku dan halmoeni akan masuk ke ruang ICU

“tapi dok…”

“serahkan semuanya pada kami…..” ucap dokter itu lagi

dengan terpaksa aku menuruti perkataan dokter itu, tak bisa di bohongi jika aku memang sangat khawatir pada keadaan Hyuna di tambah Hyuna seperti ini karena aku. Aku sungguh merasa sangat bersalah padanya.

“siapa keluarga dari Ny.Hyuna….” tanya dokter saat ia keluar dari ruang ICU

“kami keluarganya dok, bagaimana kondisinya ?”tanya halmoeni

“tenang, Ny.Hyuna baik-baik saja dan bayinya juga dalam keadaan baik. Ia hanya terlalu banyak pikiran…..” tuturnya

“apakah kami boleh melihatnya dok ?” tanya halmoeni lagi

“ne, silahkan tapi apakah anda suami Ny.Hyuna…?” tanya dokter itu padaku

“ne, waeyo….??”

“boleh anda ikut saya sebentar….”

“ne ” jawabku

dokter itu membawaku ke ruangannya

“sebenarnya ada apa dok ?”tanyaku

“aku hanya ingin mengatakan, jika kondisi istri dan bayi anda saat ini sangat lemah. Sebaiknya anda jangan biarkan istri anda terlalu banyak fikiran dan tolong perhatikan pola makan istri anda karena itu akan sangat berpengaruh pada kondisi istri anda maupun bayi dalam kandungannya …..” tutur dokter itu panjang lebar

“ne, akan aku ingat dokter ” jawabku

“oia, apakah nafsu makan istri anda sedang berkurang ??” tanya dokter itu, saat aku hendak pergi

“nde ?” tanyaku tak mengerti

“apakah anda Suami Ny.Hyuna ?”

“ne, tentu saja …” jawabku tegas

“jika anda memang suami Ny.Hyuna, bagaimana mungkin anda tidak tahu kondisi istri anda sendiri ….”

aigoo~ perkataan dokter ini benar-benar seperti pisau. Jika bukan seorang dokter mungkin aku sudah terbawa emosi sekarang.

“mianhae dok, tapi akhir-akhir ini saya sangat sibuk” ucapku membela diriku sendiri

“sesibuk bagaimanapun anda tapi setidaknya anda harus mengetahui kondisi istri anda ”

“mianhae dokter, lain kali saya akan lebih memperhatikan istri saya….”ucapku mengalah

dan langsung pergi meninggalkan ruangan dokter tersebut karena kalian tahu ? Aku tak ingin terlalu lama mendengar celotehan dokter itu.

“kau sudah datang …?” tanya halmoeni saat aku baru masuk

“ne ” jawabku singkat

“apa yang dokter katakan padamu ?”

“katanya kondisi Hyuna saat ini sangat lemah dan kita harus lebih menjaganya…..”

“mungkin yang kau maksud halmoeni yang harus menjaganya ”

“halmoeni….!!!”

“itu memang benarkan ?”

“ayolah halmoeni, kenapa halmoeni selalu saja membelanya”

“kau harusnya mengerti kenapa halmoeni selalu membelanya….” ucap halmoeni

“apa maksud halmoeni ?” tanyaku tak mengerti

“halmoeni membelanya karena tak ada seorangpun yang membelanya, bahkan ia tak mampu membela haknya sendiri. Mungkin Hyuna memang terus saja diam, tapi ia diam bukan berarti ia tak punya hati. Dan tak merasakan sakit…..” tutur halmoeni

“sudahlah, sepertinya halmoeni sudah lelah. Sebaiknya halmoeni pulang…”

“baiklah, halmoeni pulang. Tolong kau jaga Hyuna ”

“ne” jawabku singkat

akhirnya halmoeni pulang juga, ku edarkan pandanganku ke sekeliling ruangan kulihat sosok Hyuna yang terbaring lemah bahkan wajahnya masih puca. ‘Hyuna diam bukan berarti ia tak merasakan sakit’ kata-kata itu kembali terngiang di kepalaku.

 

~end of Sungmin POV~

 

##################

 

~author POV~

sepanjang malam Sungmin terus menjaga Hyuna meskipun pada akhirnya ia tertidur di samping tempat tidur Hyuna.

“Hoam… Sepertinya sudah pagi….” seru Sungmin saat ia bangun

“akh~ aku akan mencari makanan terlebih dahulu….” ucap Sungmin kemudian pergi untuk mencari makanan.

Sepersekian detik tak lama setelah itu Teuki datang untuk menjenguk Hyuna dan saat itu juga Hyuna sadar.

“Oppa..? untuk apa kau disini ……?” Tanya Hyuna dengan suara yang masih lemah

“ya, untuk menjengukmu bodoh……” jawab Teuki sembari mengacak-ngacak rambut Hyuna

Hyuna bukannya focus pada Teuki yang sedang menjenguknya, ia malah sibuk mencari-cari sesuatu diruangan itu

“kau mencari apa Hyuna..?” Tanya Teuki saat melihat tingkah aneh Hyuna

“Ani, tak apa-apa…”

‘kenapa Teuki Oppa yang ada disini, aku berharap Sungmin oppa ada disini tapi ternyata tidak. Bahkan ia tak mengkhawatirkan aku ataupun bayiku’ piker Hyuna dalam hati

“lihat aku membawa beberapa makanan untukmu….”

“apa oppa tak sibuk ? kenapa oppa bias kemari ?” Tanya Hyuna

“aku sedang tak ada jadwal dan kudengar kau masuk rumah sakit, jadi aku dating untuk menjengukmu…..”tutur Teuki

‘bukan aku tak senang ada Teuki oppa disini, tapi aku akan lebih bahagia bila Sungmin oppa yang berkata seperti itu dan Sungmin oppa juga yang merawatku. Akh~sudahlah aku tak perlu terlalu berharap karena itu tak akan pernah terjadu’ batin Hyuna.

Sementara itu diluar ruangan ada seorang namja yang tampak geram melihat mereka berdua. Ya, dia Sungmin. Ia tampak sangat geram melihat kedua orang itu bahkan makanan yang ia bawa pun ia remas hingga hancur.

“ternyata aku salah telah merasa bersalah padamu. Dan aku juga telah salah untuk berbuat baik padamu….” Ucap Sungmin sembari membuang kantung makanan yang ia bawa dengan kasar .

 

*TBC*

 

Author : Lee jae sung a.k.a Nuy

Genre : tentuin sendiri

Cas : Sungmin, Teuki superjunior, All member super junior

Tb : mohon comment ya . karena aku akan melanjutkannya bila pada comment* maksa.com mian kalo kurang greget

Iklan