Title : Irony

Author : oleelxschein

Length : Chaptered

Genre : Angst, Romance, AU

Cast : Choi Si won (Super Junior)

Lee Jaewon (Ocs)

HyeWon (Co-ed School)

Rating : T

Disclaim : just own plot. Semua POV diambil dari sudut pandangnya siwon. Kommen dalam bentuk apapun di terima, kalau malas kommen boleh like aja, pokoknya tolong tinggalkan jejak. Happy reading^^

————————————————————————————————————

 

Part 1

Bau darah tersebar disemua ruangan bercat putih itu. Ada pula bau alkohol, obat dan bau-bau besi, alat-alat kedokteran. Dari balik cahaya lampu yang sinarnya menusuk mataku, kulihat ada pria mengenakan masker berwarna hijau sedang menatapku, lalu dia menyuntikkan sesuatu padaku hingga akhirnya aku hanya bisa melihat kegelapan dan tak dapat merasakan apa-apa lagi..

Kucoba membuka mataku perlahan dan kulihat remang-remang kembali bangunan bercat putih itu. Semakin jelas penglihatankupun semakin terasa pula seluruh rasa sakit di tubuhku. Aku melirik seorang wanita berpakaian serba putih sedang memasang infus yang mengalir dibadanku. Aku ingin bertanya padanya tapi aku tak sanggup.

Seperti dibelenggu, aku tak bisa bicara dataupun bergerak. Aku benar-benar tidak punya tenaga. Bahkan untuk sekedar menggerakkan jariku. Apakah kondisiku sedemikian parah?

Terkahir yang kuingat aku sedang menyebrang jalan dan tiba-tiba ada mobil yang menabrakku keras sampai aku tergulir kejurang. Iya aku mengalami kecelakaan.

“Keadaan pasian mulau membaik” ucap suster itu.

“Ini bagus! Kontrol terus tensi dan keadaannya suster” kata pria yang sepertinya pernah kulihat memakai masker itu, dia memiliki mata yang sama. Dokter itu kembali menyuntikkan cairan yang aku tidak tahu, membuatku sedikit pusing, dan akhirnya kegelapan menyelimutiku kembali.

xxx

Aku sudah dirawat beberapa bulan disini. Biasanya, ada seorang wanita berusia 60 tahunan datang mengunjungiku. Juga ada gadis kecil berusia lima tahunan (mungkin), yang selalu datang dan menyanyikan lagu untukku. Aku tidak kenal orang-orang itu, tapi mereka selalu mengunjungiku.

“Jadi katakan namamu siapa?” tanya wanita itu padaku

Aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu, bukan karena aku lupa, atau kena amnesia. Lebih tepatnya, aku tidak bisa memberitahukan siapa namaku.

Tak lama setelah itu dokter datang dan menyuruh nenek dan adik kecil itu pergi. Untunglah, untuk sementara ini aku aman.

“Keadaanmu semakin membaik. Padahal kau mengelamai luka yang sangat serius” kata dikter tersebut sembari tersenyum padaku.

“Oh ya dokter kenapa wajah saya diperban? Apa kecelakaan itu merusak wajah saya?” tanyaku pada dokter itu. Yah aku juga heran kenapa wajahku diperban begini dan tidak segera dilepas, padahal kupikir aku sudah mulai sembuh.

Dokter itu menatapku cukup lama, senyumnya memudar. Kali ini sorot matanya menjadi serius, “Sebenarnya, tubuh anda mengalami rusak berat karena benturan akibat mobil dan batu-batu karang yang ada di jurang. Tak hanya tulang wajahmu yang patah tapi juga tulang dikaki dan tanganmu. Walaupun begitu, syukurlah kau bisa sembuh sekarang” dia melepas alat tensinya dan menatapku, “wajah anda mengalami rusak berat, karena itu kami berupaya mengoperasi plastik anda, kami sudah mengusahakan yang terbaik!”

Aku tertegun mendengarnya. Operasi plastik? Maksudmu wajahku berubah…..?

“Kira-kira minggu depan akan dibuka perbannya” kata dokter itu sambil menepuk pundakku pelan. Aku tersentak dan terdiam. Haruskah aku senang….

xxx

 

Kulihat wajahku dicermin, aku hampir tidak mengenali wajahku sendiri. Bentuk hidung, bibirku berubah. Mungkin yang masih terlihat mirip adalah mataku dan bentuk wajahku saja. Namun semuanya telah berubah.

“Bagaimana?” tanya dokter itu.

“ini sempurna, tampan kan?” godaku sambil memgedipkan mata pada suster yang membantuku membuka perban.

Dokter itu tertawa. “Baguslah kalau kau suka. Oh ya nenek dan adikmu besok akan menjemput, kau sudah boleh pulang..”

Aku terdiam sejenak. Nenek dan adik… maksudnya mereka yang waktu itu. Mungkin…

Aku memang tidak punya tempat tinggal maupun saudara. Aku hidup sebatang kara. Menjemputku? Maksudnya mereka akan menampungku di rumah mereka? Mungkin saja. Haruskah aku menerimanya? Tapi bukankah memalukan meminta tolong pada seorang nenek yang mungkin keadaannya jauh lebih menyedihkan dibanding aku..Hah~ Lantas aku harus bagaimana?aku tidak tahu harus kemana.

xxx

 

Kulangkahkan kakiku ke halaman rumah itu, aku tersenyum hangat pada gadis kecil yang kugandeng ini. Dia berlari dan membuatku mengikuti langkahnya.

“Ini rumah kakak…” kata gadis kecil itu.

“Byeol-a! Jangan ajak kakak lari-lari begitu!” teriak nenek itu. lalu menyuruh pembantunya mengantar kami.

Aku mulai paham sekarang, kupikir aku akan tinggal digubuk tua yang ditinggali seorang nenek tua dan cucunya. Aku salah, rumah ini sangat besar dan apa ya… tidak bisa dikatakan mewah juga, tapi rumah ini seperti istana korea jaman dahulu. Pasti

mahal sekali merawatnya. Ah ya, kalau dia nenek miskin tidak mungkin dia bisa membiayai perawatan rumah sakitku selama berbulan-bulan. Tapi aku jadi curiga, ada rencana apa nenek ini terhadapku…. kenapa perasaanku tiba-tiba aneh begini…

xxx

 

“Ini adalah wajah cucuku..” ujar nenek sambil menunjukkan foto seorang pria kepadaku. Kutatap fota yang amat mirip dengan wajah yang kupunya sekarang.

“Maaf, karena tidak tahu wajahmu aku meminta dokter untuk memiripkanmu dengan wajah cucuku..”

Aku tersenyum kecil, “Tidak apa-apa nek. Oh ya nek cucu nenek ini kemana?”

“Dia? Dia sudah meninggal”

“Maaf”

“Tidak apa-apa.. sebagaigantinya, kau mau kan menjadi dia untuk nenek?”

Akhirnya aku faham juga, ternyata dia sengaja mengubah wajaku serupa dengan cucunya, yang bernama Choi Jung Won itu. Walau tindakannya itu tidak dapat dibenarkan, tapi ini masih di anggap manusiawi karena dia mungkin sangat menyayangi cucunya itu. Tidak ada masalah untukku. aku sendiri cukup puas dengan wajah ini. Yah, walau aku yang dulu lebih tampan. hehehe.

xxx

 

Aku tinggal dengan nenek dan adik kecil bernama byeol itu. Kudengar Ibu byeol adalah anak dari nenek yaitu kakak dari Ayahku. Mereka semua meninggal karena sebuah kecelkaan pesawat terbang, yaitu aku, ah.. maksudku cucu nenek dan ayah-ibunya, beserta ayah-ibu byeol. Memang, aku pernah baca terjadi kecelakaan di daerah Busan dan tidak kusangka ternyata anggota keluarga ini adalah salah satu korbannya.

Aku jadi ingat kecelakaan yang menimpaku. Aku tidak tahu siapa yang ingin mencoba membunuhku, yang jelas aku harus menyelidikinya. Sementara ini aku akan tinggal dan menjalani hidupku sebagai cucu keluarga ini.

xxx

Title : Irony (chapter 2)

Author : oleelxschein

Length : Chaptered

Genre : Angst, Romance, AU

Cast : Choi Si won (Super Junior)

Lee Jaewon (Ocs)

HyeWon (Co-ed School)

Rating : T

Disclaim : just own plot. Semua POV diambil dari sudut pandangnya siwon. Kommen dalam bentuk apapun di terima, kalau malas kommen boleh like aja, pokoknya tolong tinggalkan jejak. Happy reading^^

————————————————————————————————————

Iklan