Title : <CHAPTER 1> Mystery of The Dark (Party, Rain, House, and Book)

Writer : Catherine Crystal ><

Cast :

-Jung Soo Yeon (Jessica SNSD)

-Hwang Mi Young (Tiffany SNSD)

-Lee Dong Hae (Super Junior)

-and other casts…

Genre : Fantasy, Romance (a little bit, just in this part), Horror, Thriller, Friendship

Length : Chaptered

First published here (please open it… or I will send the ghost in this fanfic gyahaha…)

—CHAPTER 1—

(Party, Rain, House, and Book)

Angin musim gugur menerbangkan dedaunan kering yang bertengger di jalanan. Dedaunan itu beterbangan tanpa arah yang jelas. Jessica memandang dedaunan itu dengan pandangan senang.

Ya, Jessica. Nama aslinya Jung Soo Yeon, tapi lebih senang dipanggil Jessica. Dia adalah anak yang terkenal cantik, tomboy tapi tetap girly, up-to-date, pandai berbahasa Jepang di negara yang ditinggalinya itu (Amerika), pandai bermain biola, dan juga jago taekwondo. Oleh karena itu dia populer di kalangan pria.

Sebenarnya ada seorang pria yang entah kenapa akhir-akhir ini ia sukai. Lee Donghae-lah nama pria itu. Tapi yang menjadi masalahnya adalah Tiffany.

Tiffany Hwang. Hwang Mi Young. Anak itu terkenal cantik, manis, pintar (bahkan banyak yang sering berkata kepintarannya berlebih), pandai berbahasa Korea padahal ia dan Jessica sama-sama lahir di Amerika walaupun keuturunan Korea, pandai bermain seruling, up-to-date, girly (sangat girly), dan banyak ide cemerlang.

Tiffany juga menyukai Donghae. Sebenarnya banyak pria yang menarik di matanya. Terlebih lagi semua pria di sekolahnya itu orang Korea yang memang kebetulan lahir di Amerika.

Mereka berdua bersaing. Tiffany dan Jessica. Mereka sering menggunakan alasan mode untuk bersaing. Saingan mode. Untuk memperebutkan Donghae yang sudah jelas-jelas tidak melirik mereka sekalipun. Hari ini mereka berdua sama-sama mendapatkan undangan pesta ulang tahun Donghae.

‘Donghae… mengundangku? Apa Jessica juga diundang? Semoga tidak!’ gumam Tiffany. Dalam benaknya sudah terbayang Donghae menyatakan cinta padanya.

‘Pakai baju apa ya? Apa Tiffany juga diundang? Sepertinya tidak. I wish! Apa yang harus kuberikan padanya sebagai kado?” gumam Jessica.

~Mystery of The Dark~

Hari berikutnya…

Toko baju itu terlihat padat karena pengunjung. Salah satu dari sekian banyak pengunjung itu adalah Jessica. Ia berjalan dengan riang menuju bagian party-dress. Matanya langsung tertuju pada sebuah gaun berwarna kuning pastel.

‘Hm… bagus sekali…’ batinnya. Tiba-tiba saja ia membelalakkan matanya karena melihat seorang gadis yang berjalan menghampiri baju itu. Tidak, lebih tepatnya baju di sebelahnya.

“Tiffany?”

“Wow… bagus sekali, murah juga, apa aku beli saja ya?” gumam Tiffany. Tiba-tiba Jessica memanggilnya dengan nada kasar.

“Heh, Tiffany!” Spontan Tiffany menoleh dan mendapati musuh sehidup semati-nya berdiri di sana. Sorot matanya langsung berubah penuh kebencian, “Mau apa kau di sini? Mencari baju compang-camping? Tentu saja tidak ada di sini!” sindir Jessica. Tiffany menaikkan satu alisnya.

“Enak saja kau! Aku mencari gaun untuk menghadiri pesta ulang tahun Donghae~”

DEG.

Jessica bagai disambar petir di siang bolong. Jadi bukan hanya dia yang diundang tapi Tiffany juga?

“Kenapa ekspresimu begitu? Kau tidak diundang ya?” tanya Tiffany.

“Te-tentu saja aku diundang! Masa ‘Jessica’ tidak diundang, kau itu yang meragukan!” kata Jessica seraya membalik badan dan meninggalkan Tiffany.

“Baiklah, kita lihat siapa yang akan mendapatkan hati Donghae besok!” gumam Tiffany, “Aku ambil yang ini!” teriaknya seraya menunjuk gaun yang sudah dia incar.

~Mystery of The Dark~

Tiffany kembali mematut dirinya di depan cermin. Hmm… sempurna!

Ia mewarnai rambutnya dengan warna pirang. Tentu saja hanya menggunakan cat sementara yang dapat luntur terkena air.

Tubuh rampingnya dibalut dress berwarna pink pastel dan berkerlap-kerlip di bagian bawahnya.

Kaki jenjangnya dibalut sepatu hak 3 cm berwarna senada dengan bajunya.

Yap, ia sudah benar-benar siap bertemu dengan pangeran pujaannya.

Sementara di rumah Jessica, ia sedang mengikat rambutnya. Rambut Jessica diikat dua dan penampilannya pun begitu sederhana. Berbeda dengan Tiffany yang mengenakan dress memukau, Jessica malah mengenakan pakaian yang dia sukai. Baju balerina disertai celana pendek di atas lutut yang berwarna sama, kuning pastel. Ia mengenakan kalung salib yang biasa ia kenakan dan sepatu kets. Tapi tak bisa dipungkiri ia juga tampak memukau, tak kalah memukaunya dari Tiffany.

Kedua orang itu berangkat dengan rasa yakin bahwa merekalah yang akan menjadi nomor satu di pesta nanti. Tanpa menyadari bahwa hari ini adalah hari ke-3 bulan ke-8 pada tahun itu…

Dan bahaya yang mengancam mereka…

~Mystery of The Dark~

GLUK.

Jessica dan Tiffany menelan ludah ketika mereka bertemu dalam perjalanan menuju lokasi pesta. Keduanya bertatap-muka kemudian membuang muka.

“Kenapa kau ada di sini?” tanya Tiffany.

“Justru seharusnya aku yang bertanya begitu” balas Jessica jutek. Tiffany pun kesal dan langsung memaki-maki Jessica. Diabasennya semua nama binatang yang ada di kebun binatang. Bagai orang kesetanan, ia menghentak-hentakkan kakinya. Sial sekali nasibnya bertemu musuh bebuyutannya ini!

TES!

Tiffany langsung diam. Dirasakannya butiran-butiran air hujan mulai membasahi tubuhnya sedikit-demi-sedikit.

“Wah, hujan! Sudah kuduga! Deras sekali! Rambutku kan jadi basah” keluh Jessica. Ditutupinya rambutnya yang memang sudah basah itu dengan kedua tangannya. Jessica memandang Tiffany yang tampak menggigil, giginya bergemeretak, “Ayo cari tempat untuk berteduh! Lihatlah, cat rambutmu luntur semua!” Jessica langsung menarik tangan Tiffany mencari tempat teduh.

Jessica dan Tiffany memandang sekitar. Semuanya sawah-sawah dan perladangan kosong yang tampak sudah tua. Tidak ada rumah sama sekali di sana.

“Bagaimana ini? Masa mau berteduh di ladang? Tidak ada pengaruhnya kan?” rengek Tiffany.

“Tunggu! Itu… ada rumah” seru Jessica sambil menunjuk sebuah rumah tua yang terbuat dari kayu namun tampak kokoh di tengah persawahan itu.

CTAR! DHUAR! SPLASH!

Bunyi petir semakin menggelegar. Tiffany langsung menarik tangan Jessica menuju tempat itu, “Ayo cepat ke sana! Aku menggigil!”

Mereka berlari menuju rumah itu diikuti bunyi petir yang sangat keras. Bahkan Tiffany mungkin saja terkena serangan jantung mendadak kalau bunyi petirnya lebih keras sedikit lagi.

Akhirnya mereka berdua berteduh di bawah atap teras rumah itu. Walaupun masih sedikit terguyur air, setidaknya mereka tidak akan begitu kedinginan seperti tadi. Jessica memandang baju mereka berdua yang basah kuyup.

“Kau pakai dalaman apa, Fany?” tanya Jessica.

“Aku pakai tank top yang sedikit kebesaran dan celana jeans pendek agar rok gaun ini terlihat menggembung” jawab Tiffany.

“Ya sudah, kau lepas saja gaunnya, ganti baju denganku di dalam, tadi aku sudah melihat langit yang mendung, jadi bawa baju ganti. Ayo!” Ajak Jessica. Tiffany mengiyakan dan mereka pun masuk ke dalam rumah tua itu.

~Mystery of The Dark~

“Aku sudah selesai! Ayo kita keluar dan menunggu hujan reda!” seru Tiffany seraya merapikan kembali tank top-nya dan mengeringkan rambutnya sekali lagi dengan tangannya.

“Ayo! Aku juga sudah selesai!” jawab Jessica. Tiffany pun mendahuluinya membuka pintu.

KLEK!

KLEK!

KLEK!

“Lho? Pintunya tidak bisa dibuka?” seru Tiffany panik.

“Sini biar kudobrak!” Jessica mundur selangkah dan langsung menerjang pintu itu.

BUAK!

DUK!

BRAK!

“Haaah… haaah… sampai badanku sakit semua pun pintu ini tetap tidak mau dibuka! Kelihatannya saja terbuat dari kayu rapuh, ternyata pintu ini sangat kuat! Sial!” umpat Jessica sambil memegangi tangannya yang sakit.

“Lalu kita harus bagaimana sekarang?” rengek Tiffany.

“Tenangkan pikiranmu, ayo bantu aku mencari pelumas di dalam!” ajak Jessica. Tiffany pun mengikutinya masuk ke dalam rumah. Tanpa mereka sadari… tas tangan mereka tertinggal di ruangan itu…

~Mystery of The Dark~

“Hiii… ruangan apa ini? Gelap sekali! Menyeramkan!” gumam Tiffany sambil merapat pada Jessica.

Jessica berhenti berjalan. Pandangan matanya tertuju pada satu titik.

“Sica? Kenapa?” tanya Tiffany sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Jessica. Takut Jessica mendadak gila atau kerasukan roh halus. Tiffany mengikuti arah pandang Jessica dan menemukan sebuah lemari kecil yang terletak di sudut ruangan tersebut.

“Lemari apa itu? Seperti lemari pakaian!” gumamnya.

“Ayo kita buka!” ajak Jessica. Tiffany pun berjalan dengan ragu mengikuti Jessica menuju lemari itu.

~Mystery of The Dark~

Tiffany dan Jessica terpana melihat pemandangan di hadapan mereka. Sebuah kimono, sebuah hanbok, sebuah seruling, sebuah lentera, sebuah buku tebal yang lebih tebal daripada kitab suci, dan sebuah… surat.

“Waah… hanbok yang cantik!” Tiffany langsung meraih hanbok itu dan menelusuri bahannya. Sementara Jessica mengambil kimono dan mulai mengaguminya.

“Ada seruling juga!” seru Tiffany girang melihat alat musik kesukaannya itu. Langsung saja diraihnya seruling itu dan memeriksa keadaannya. Masih bagus.

“Su-surat apa ini?” gumam Jessica melihat surat tanpa nama yang terletak di sebelah buku tebal bertuliskan ‘Mystery of The Dark’ tersebut. Tiffany meraih surat itu dan mereka membacanya bersama. Tak lama kemudian mereka membelalakkan mata.

” ‘Mystery of The Dark’ book will guide you to solve the mystery in this house. Quick, safe the royal princesses from the curse! There’s a part of every mission that you must not touch, if you touch it, you’ll die!

NB : Stay Together -xxx-”

~Mystery of The Dark~

To Be Continued

Udah mulai ketebak belum ceritanya? Ini murni dari komikku sama saudara sepupuku loh…

Baguskah? Menyeramkan-kah? Aneh kah? Gaje kah?

Saya sengaja tidak bercuap-cuap di awal cerita tadi supaya readers dapet feel-nya hehehe…^^

Lanjutannya ditunggu ya, RCL juga saya tunggu!!!

Oiya, jangan lupa kunjungi blog saya ya… disini

FFnya bagus-bagus kok wkwkwk *promosi* tp sayangnya authornya baru saia *sad face* makannya diramaikan yah…  :)