author: Park ha rin

title: iam waiting for you part 3

genre: romance

main cast: kyuhyun (super junior)

Shin Ha seul

minwoo (boyfriend)

 

support cast: Dong hae (super junior)

lee hye soo

 

KyuHyun POV

aku terus mengikutinya. langkahku terhenti ketika Ha seul-ah berhenti di bangku taman. aku berdiri agak jauh darinya. aku ingin menghampirinya, menenangkannya, memberinya semangat, dan meringankan masalahnya. tapi, aku tidak bisa. aku sudah berjanji kepada minwoo untuk tidak mendekati ha seul-ah. aku diam sejenak, memandangi  ha seul-ah yang masih menangis. kenapa ia menangis? hatiku juga merasa sakit jika ha seul menangis. akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkannya. aku sudah berjanji pada minwoo-ah, dan aku tidak boleh melanggar janji itu. lagi pula minwoo pasti akan datang, menenangkan ha seul-ah dan ha seul-ah lebih mengharapkan minwoo yang datang menenangkannya, bukan aku.

 

Dong Hae POV

aku baru saja datang bersama yeojachinguku, yaitu hye soo-ah, ketika melihat kyuhyun-ah berjalan dengan muka yang masih kusut sama seperti kemarin sore.

“hai, cho kyuhyun!” sapaku padanya

 

“annyong, kyuhyun-ah” ucap hye soo mengikutiku. tapi kyuhyun sama sekali tidak menggubris sapaanku dan hye soo-ah. dia terus berjalan dengan gontai. aiishh, dia kenapa sih?

“yaaa! cho kyuhyun! kau kenapa tidak menggubris kami? kau kenapa sih?” ucap ku kesal dan menepuk bahunya.

 

“ahh, mian. tadi aku tidak melihatmu dan hye soo-ah.” ucapnya datar dan seakan baru sadar dari dunianya sendiri. aku menghela napas.

 

“ada apa lagi? masih masalah yang sama dengan kemarin?” tanyaku.

 

“huuft, ne.” dia menghela napas panjang.

 

“apa masalahnya? kau bisa cerita pada kami.” ucapku padanya diikuti dengan anggukan hye soo yang membenarkan perkataanku tadi.

 

“hhmm, aku hanya,, mm kemaren aku berjanji pada minwoo untuk tidak mendekati ha seul-ah……”

 

“MWO?!” ucap aku dan hyeso berbarengan memotong ucapannnya kyuhyun. aishh namja ini babo sekali. katanya dia menyukai ha seul-ah? kenpa ia malah berjanji seperti itu?

 

“yaa! kalian jangan memtong ucapanku, dan jangan membuat kaget aku dengan berbicara keras dan berbarengan seperti itu.” ia mendengus kesal.

 

“aisshh, lalu knp kau berjanji seperti itu kyuhyun-ah?” akhirnya hye soo angkat bicara.

 

“hmm, yaaa, karena sepertinya ha seul-ah menyukai minwoo dan akan bahagia jika bersama minwoo. hmmm, lagi pula hidup minwoo itu sudah tidak akan lama lagi hidupnya.” ucapnya menjelaskan dengan nada yang lirih.

 

“bagaimana kamu tau ha seul-ah lebih mnyukai minwoo daripada kamu?? menanyakannya perasaanya saja belum kau lakukan, bagaimana kau bisa tahu? dan satu lagi, matii?? minwoo sakit?” tanyaku pada kyuhyun.

 

“yyaaa, karenaa ketika bersama minwoo senyumannya itu berbeda. hmmm, molla aku cuman tau di akan mati sebentar lagi.” katanya kembali datar. “aiisshh, sudah lah aku mau sendirian dlu. bukannya di interogasi seperti ini.” lanjutnya kesal dan berjalan pergi meninggalkan aku dan hye soo.

 

“ya!! cho kyuhyun! kita belum selesai.” kataku teriak padanya, kyuhyun hanya melambaikan tangannya tanpa menoleh padaku.

 

“namja babo! ” kataku berbarengan denga hye soo. aku memandangnya, ia juga memandangku.  lalu kami tertawa, aigoo ternyata aku jodoh sekali dengan hye soo. aku dan dia sudah mengucapkan dua kata berbarengan.

 

“haha, ohya sepertinya kita harus melakukan sesuatu terhadap namja babo yang sedang sedih itu.” kataku memberi ide setelah selesai tertawa.

 

“nee, aku curiga ada kesalahpahaman, aku juga merasa aneh pada minwoo, apakah ia benar-benar mengatakan hal yang benar?” ucap hye soo sambil mengelus-ngelus dagunya sepertinya sedang berpikir.

 

“betull, tadi juga aku melihat ha seul-ah dekat taman kampus kita dan sedikit menangis.” kataku pada hye soo.

 

“kalau begitu kajja. kita tanya ha seul-ah. sebenarnya apa yang terjadi.” ucap hye soo menarik tanganku, dan berjalan menuju taman itu.

 

 

author POV

 

beberapa hari kemudian, kyuhyun masih dengan keaadaan yang murung, setiap hari pikirannya selalu di penuhi dengan ha seul-ah. beberapa hari ini, ha seul sudah beberapa kali menghubungi kyuhyun tapi kyuhyun tidak menjawab telefon itu. entah apa yang ingin di katakan ha seul padanya.

 

“cho kyuhyunn!!” panggil dong hae dan hye soo di kejauhan. mereka berlari menghampiri kyuhyun.

 

Pletak! dong hae menjitak kepala kyuhyun yang masih terduduk di bangku taman dekat kampus mereka.

“yaa! kenapa kau memukulku tiba-tiba? aku punya salah apa padamu?? ” kyuhyun meringis dan mengusap-ngusap kepala yang di jitak dong hae.

 

“hoshh. hossh.. kau namja yang sangat babo, cho kyuhyun.” ucap donghae napasnya terengah-engah sama seperti hyesoo.

 

“mwoo?! kau sudah memukulku dan sekarang kau mengataiku?! apa yang sebenarnya terjadi pada kalian berdua??” kata kyhyun kesal.

 

“kyuhyun-ah, kau ini namja yang gampang sekali di tipu.” ucap hye soo.

 

“hah?? di tipu? di tipu oleh siapa? aku tidak merasa aku sedang di tipu oleh orang lain.” tanya kyuhyun heran.

 

“kau tahu? minwoo telah menipumu. dia tidak sakit. hdupnya juga tidak sebentar lagi.”  jelas hye soo.

 

“hah? apa itu benar??” kyuhyun telihat sangat kaget.

 

“itu semua benar cho kyuhyun. yaa! aku jadi gemas melihatmu.” ucap donghae yang sedari tadi mengatur napasnya. “beberapa hari yang lalu, semenjak hari dimana kau terlihat sangat murung, aku dan hye soo-ah mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.” lanjut dong hae.

 

“laluu??”kyuhyun bertanya dengan cepat.

 

“yya, lalu kami menanyakan pada teman-temannya. ldan pada akhirnya hari ini, kami menemui minwoo. kami terus menyudutkannnya. dan akhirnya ia mengakui bahwa itu bohong.”

 

“aishh, berani-beraninya dia membohongiku.” geram kyuhyun. “aku harus bertemu dengannya dan membuat perhitungan padanya.” kyuhyun mengepalkan tangannya dan berjalan pergi.

 

“yaa! tnggu kita belum selesai bicara. percuma kau menghampiri dia. ada yang lebih penting dari itu.” donghae menahan kyuhyun yang hendak pergi.

 

“apalagi??” ucap kyuhyun tidak sabar.

 

“masalah ha seul-ah, diaa hari ini akan pergi ke amerika. sejam lagi ia akan berangkat.” ucap hye soo

 

“a a apaa??pergii? kenapa ia pergii? kenapa ia tidakmemberi tahuku??” tanya kyuhyun tak percaya.

 

“dia sudah menghubungi akhir-akhir ini, tapi kau tidak mengangkatnya.” hye soo melanjutkan.

 

“tappii,kenaapa ia tiba-tiba pergi? apakah ini ada hubungannya dengan dia menangis di taman itu?” tanya kyuhyun cepat.

 

“cepat kau kesana. sudah tidak banyak lagi waktu. kau akan tau jawabannya di sana dan biar ha seul-ah yang menjelaskannya padamu.” ucap donghae. “oh yaa, satu hal lagi. kau harus mengungkapkan perasaanmu sekarang. aku yakin kau tdak akan menyesal setelah mengatakannya.” lanjut donghae dan mengedipkan matanya di ikuti angguka hye soo.

 

“t tapii. aku takut dia menolakku.” kyuhyun menghela napas.

 

“tidak, karena aku dan hye soo menjamin 100% bahwa kau tidak akan menyesal. sana kau pergii. susul ha seul-ah. jangan smpai kau kehilangan dia.” donghae mendorong tubuh kyuhyun, mengepalkan tangannya ke atas yang berarti “fighting” dan terseyum, hye soo pun melakukan hal yang sama.

 

“nee, gomawo” teriak kyuhyun dan berlari menuju motornya.

 

Kyuhyun POV

aku melajukan motorku secepatnya. aku tidak mau kehilangan ha seul-ah. cukup sekali aku melepaskan ha seul-ah pada orang lain sebelum aku mengucapkan perasaan ku. menurut donghae aku akan tau kenapa waktu itu ha seul-ah menangis. apakah donghae dan hye soo bertemu dengan ha seul-ah? aishh, iitu membuatku penasaran. pokoknya aku harus sampe bandara sebelum ha seul-ah pergi.

akhirnya aku sampai di incheon airport, aku mencari-cari ha seul-ah. tinggal 20 menit lagi pesawat itu akan berangkat. aku tidak menemukannya. saat ini incheon airport sangat ramai, membuatku susah untuk mencari. aisshhh, ini membuatku frustasi. aku diam sejenak, aku memejamkan mataku lalu mengikuti kata hatiku untuk mencari ha seul-ah. aku membuka mataku dan berjalan mengikuti insting dan kata hatiku, semoga insting dan kata hatiku benar. kakiku berhenti di sebuah tempat tunggu. aku mengedarkan pandanganku, dan aku menemukan orang yang aku cari, ya dia ha seul-ah. dia sedang duduk di salahsatu kursi di situ. ia menundukan kepalanya. aku menghampirinya dengan cepat.

“ha seul-ahh” ucapku lembut. dia menggelengkan kepala dan terus menundukan kepala. kenapa ia tidak menyahut?

 

“ha seul-ah..”ucapku sedikit menaikkan volume suaraku, aku menyentuh bahunya. kali ini, dia mendongakkan kepala. dia membulatkan matanya. lalu mengucek-ngucek matanya.

 

“kyuhyun-ahh??” tanyanya ragu.

 

“ne ha seul-ah. aku kyuhyun. knapa kau akan pergi ha seul-ah?” tanyaku lembut. mata ha seul sembap. aku tak tau apa yang membuatnya menangis.

 

“yaaa! ku pikir kau tak datang.” ucapnya seperti menahan tangis. “kau tauu? aku sangat sedih, kau tidak mau menjwab telfonku, kau juga menghindari aku, a a aku…….” ucapannya terpotong ketika aku memeluknya. tanpa sadar aku memeluknya dengan erat.

 

“kyuhyun-ah?” tanyanya pelan.

 

“ha seul-ah, mianhae jeongmal mian hae telah membuatmu sedihh.” kataku tanpa melepas pelukanku. “ha sel-ah kau ingat pertama kali kita bertemu?? kita bertemu di toko buku dan memperebutkan buku. awalnya kau marah padaku, lalu kau menangis karena tidak bisa memiliki buku itu, tapi akhirnya kau tersenyum amat sangat manis ketika aku merelakan buku itu untuk kau. semenjak itu, aku tak pernah berhenti memikirkanmu.” aku terdiam sejenak masih dalam keadaan memeluk ha seul-ah. ha seul-ah diam tidak berkata apapun.

 

“yaaa, semenjak itu aku amat sangat menyukaimu…… sarang haeyo ha seul-ah jeongmal sarang haeyo. maukah kau jadi yeojachinguku?? jika kau tidak mau menjadi yeojachinguku juga tidak apa-apa. aku tau kau menyukai minwoo.” aku menyatakan perasaanku yang dari dulu ku simpan di hatiku. rasanya hatiku lega setelah mengatakan itu. aku melepaskan pelukanku, dan menatap dia. sekarang mukanya terlihat sangat merah dan matanya berkaca-kaca.

 

“yaa! kau namja yang sangat babo!! aku tidak pernah menyukai minwoo. aku hanya menyukai dirimu. aku dan minwoo hanya teman sejak kecil. nado sarang haeyo.” ucapnya dengan menitikan air mata dan memukul pelan dadaku.

 

“mwoo? kau juga menyukai ku??” tanyaku kaget campur seneng campur campurdeh rasanya(?)

 

“nee, aku menyukaimu, tapi akhir-akhir ini kau menjauhiku aku telefon kau tidak menjwabnya.” dia masih terisak dan menitikan air mata.

 

“uljima haseul-ah. jadi maukah kau jadi yeoja chinguku??” kataku sambil mengelus-ngelus puncak kepalanya.

 

“nee, aku mau oppa.” jawabnya malu.

 

“gomawo chagii.” aku memeluknya kembali. “oh ya? kenapa kau mau ke amerika?” tanyaku ketika teringat akumasih berada dlam bandara.

 

“itu, karena minwoo menyuruh appaku untuk menyekolahkanku di sana bersamanya. awalnya aku menolak tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi. karena appa selalu mengikuti saran minwoo.” matanya mulai berkaca-kaca lagi.

 

“aku tidak mau berpisah denganmu dalam waktu lama, aku tau minwoo melakukan ini biar aku jauh darimu. tapi ia bersikeras.aku juga baru tau kalau ia mebohongi mu, dari donghae-ah dan hye soo-ah ” ia menangs kembali.

 

“jadi, kau akan bersama minwoo di sana?”

 

“ani, ternyata ia tidak bisa meninggalkan seoul, karena ibunya tidak mengizinkannya. tapi appa-ku sudah menyiapkan segalanya di sana sehingga aku harus tetap berangkat.” ia menghela napas.

 

“uljima chagi, aku akan terus menunggumu sampai kapan pun.” aku menghapus airmatanya yang baru jatuh dari matanya.

 

“aku akan sangat rindu padamu. kau harus berjanji padaku kau tidak akan berpaling pada wanita lain.” ucapnya lirih.

 

“nee, aku janji. kau juga jangan menyukai namja amerika.” kataku seraya memeluknya, ia meanggukan kepalanya dan menangis.

 

“perhatian perhatian. pesawat dengan keberangkatan korea-amerika akan segera berangkat. harap penumpang yang belum memasuki pesawat segera memasuki pesawat”

 

“nah, kau harus segera berangkat. haseul-ah” aku melepas pelukanku. tapi ha seul terus memelukku

 

“ani, aku tdak mau pergi. aku ingin di sini saja.” tangisnya kembali pecah.

 

“ya, kau tak boleh begitu. aku akan selalu ada di dekatmu,yaitu di hati kamu.” aku melepaskan pelukannya.dia pun melepaskan pelukannya juga. lalu ia mengambil tasnya.

 

“aku pergi dulu ya kyuhyun oppa. tunggu aku.” ucapnya terisak.

 

“nee,hati-hati di jalan.aku pasti akan merindukanmu chagi.” kataku, dan mencium keningnya.ia memejamkan matanya. aku juga menghapus air matanya.

 

“jangan nangis, kau terlihat lebih manis jika tersenym.” ucapku memberinya semngat. ia hanya mengerucutkan bibirnya. aku melambaikan tanganku, ia juga melambaikan tanganku. dan akhirnya ia pun pergi. ada rasa perih ketika melihat ha seul-ah pergi tapi aku akan terus menunggu mu ha seul-ah apapun yang terjadi.

 

3 tahun kemudian

tak terasa aku sudah menunggu ha seul-ah selama tiga tahun. selama ini aku tidak banyak berkomunikasi dengannya, karena ia sangat sibuk di sana. menunggu selama tiga tahun bukanlah hal yang mudah bagiku. kadang ketika aku rindu sekali dengannya, pikiranku hanya ada ha seul-ah dan alhasil semua yg tidak berhubungan dengan ha seul-ah aku abaikan termasuk masuk kampus.

tapi, aku cukup tenang, karena minwoo-ah sudah merelakan ha seul-ah untukku. sekarang aku dan dia berteman cukup baik.

setelah pengorbanan selama 3 tahun ini, akhirnya terobati juga. ya, hari ini ha seu-ah akan pulang kembali ke seoul. rencananya aku akan memberinya kejutan. aku telah merencanakan ini bersama dong hae, hye soo, dan minwoo. sekarang aku sedang menyiapkan kejutan untuknya, semoga ia menyukainya.

Kyuhyun POV end

 

Ha seul POV

selama 3 tahun aku selalu menanti-nantikan hari ini. dimana hari aku kembali ke seoul dan bertemu dengan namja yang selalu aku rindukan. ya namja itu kyuhyun-ah. sekarang aku sudah berada di incheon airport, ini sperti mimpi indah bagiku. aku sudah menghubungi kyuhyun oppa bhwa aku akan datang. aku tak sabar menunggunya. aku mengedarkan pandangan mencari-cari kyuhyun oppa, tapi aku hanya menemukan minwoo-ah. aku menghampirinya,

 

“annyong minwoo-ah! sudah lama ya kita tidak bertemu.” ucapku masih agak canggung dengan minwoo-ah

 

“ne annyong ha seul-ah. ya! kau jangan canggung seperti itu. mian telah membuatmu seperti ini waktu itu.” ucapnya mengusu-ngusutkan rambut ku

 

“haha ne, oh ya dimana kyuhyun oppa?” tanyaku dengan senyum mengembang.

 

“ahh,kyuhyun-ah tadi sibuk. ia tidak bisa menjemputmu jadi aku yang menjemputmu.” jelas minwoo. setelah mendengar perkataan minwoo, otomotis senyuman ku meredup. bagaimana bisa ia tidak menyempatkan untuk menjemputku? apa dia tidak kangen sama aku? apa dia punya wanita lain?pikirku. tapi aku cept-cepat menghapus pikiran buruk.

 

“kajja, kita pulang.” ucap min woo.

 

“nee” ucapku lesu.aku diam seribuu bahasa dalam mobil minwoo, aku menatap ke luar jendela. mengamati pemandangan di luar. eh? minwoo mau membawaku kmn? ini kan bukan jalan menuju rumah ku?

 

“minwoo-ah kita mau kemana?”tanyaku heran.

 

“ahh, nanti juga kau tau.” katanya sok misterius. aku pun tidak bertanya lagi, dan terus menatap ke luar jendela.aku sedang tidak tertarik dengan apapun. aku hanya memikirkan kyuhyun oppa saat ini.

mobil berhenti di sebuah rumah yang cukup besar di daerah pegunungan. udara di sini sangat sejuk.

“kajja kita masuk ha seul-ah.” ajak minwoo. aku melangkah malas. tapi ketika aku masuk ke dalam rumah itu ternyata, semua keluargaku dan teman-temanku ada di sana. memberikan ku kejutan. mereka menghias ruangan ini begitu indah. aku tersenyum mendapatkan semua ini, walau tanpa kyuhyun oppa.mereka memelukku bergantian dan memberika selamat atas kelulusanku.

dari arah taman, aku merasakan ada seseorang yang bernyanyi. sangat indah. dan aku merasa mengenal suara itu. dengan cepat, aku berlari menuju taman. di sana sudah ada kyuhyun. ia berada di tengah tman yang sangat indah, dengan dekorasi serba putih dan bunga bertebaran dimana-mana. kyuhyun membawa satu buket bunga mawar di tangannya. ia terlihat begitu tampan. aku berlari menuju kyuhyun oppa dan langsung memeluknya. nyaman. ya itu adalah rasa yng dapat aku rasakan sekarang.

kyuhyun membalas pelukanku dgn erat. air mataku tak dapat di bendung lagi. aku menangis.

 

“heyhey, knp kau menangis?” tanya panik ketika melihatku menangis.

 

“ya! ku kira kau tidak akan datang, dan kupikir kau melanggar janji 3 tahun lalu untuk menungguku.” ucapku sesenggukan.

 

“ani, aku tidak melanggar janji itu chagi, aku selalu menunggumu di sini. ini buatmu chagi.” katanya dengan menyerahkan bunga mawar itu. aku menerima bunga itu. tiba-tiba kyuhyun berlutut di depanku. angin bertiup membuat rambutku yang panjang, dan kain-kain putih itu berkibar. menurutku itu sangat indah.

 

“ha seul-ah. di depan keluargamu dan di depan teman-teman kita. aku cho kyuhyun ingin meminta izin untuk menikahimu. dan apakah kau mau menjadi pendamping hidupku untuk selamanya?” ucapnya lntang dan keras dengan mengeluarkan cincin emas putih yang cantik. semua orang yang ada di situ terpukau melihat kami di tengah-tengah taman bernuansa putih itu, menyaksikan kami akhirnya bisa bersatu.

mukaku memerah, air mataku terus mengalir. bukan karena sedih, ataupun kecew, melainkan menangis bahagia. aku tak tau harus bekata apa. sepertinya suaraku tak mau keluar saking aku merasa bahagia. ia masih menunggu jawabanku. aku menoleh ke belakang, melihat umma dan appa, mereka tersenyum dan mengagguk. aku melihat donghae dan hye soo, mereka pun tersenyum dan mengangguk, minwoo pun sama.

 

“n n.. ne, akkuu maauu kyuhyun oppa.” kataku akhirnya keluar. perasaan lega, bercampur bahagia,dan terharu bercampur menjadi satu. kyuhyun memakaikan cincin itu di jariku. dan memelukku aku menangis haru.semua orang bertepuk tangan dan tersenyum.

 

“gomawo chagi.” bisik kyuhyun.

“ne oppa.” jawabku berbisik. kyuhyun menggendongku ala tuan putri dan berputar-putar. membuatku malu dilihat orang.

 

“ya! oppa aku malu.” aku tak bisa menyembunyikan wajah merahku.

 

“hahaha aku sangat bahagiaa hari iniiii.” ucapn kyuhyun berteriak. kami pun tertawa bahagia.

 

The end

epilog

“kyuhyun oppa?? kajja kita berangkat. nanti kita kesiangan.” ucapku memanggil kyuhyun oppa.

“nee, chagiya. sebentar lagi.” ucapnya dari dalam kamar.beberapa menit kemudian ia keluardari kamar.

“yap, ayo kita berangkat. apakah kau sudah membereskan keperluan kyuseul??” tanya kyuhyun

“nee sudah. kajja.” aku menarik tangan kyuhyun oppa. kami akan menuju reuni kampus kyuhyun oppa. akhirnya kami sampai juga. aku melihat donghae dan hye soo sedang berada di luargedung.

 

“annyong, hye soo-ah donghae-ah!” sapaku pada mereka

 

“ne annyong .” ucap mereka serempak.

 

“aiggo, sudah berapa bulan kehamilanmu hye soo?” tanyaku antusias

 

“sudah memsauki 7 bulan.mana anakmu ha seul-ah” ucap hye soo tersenyum.

 

“di sini. tampan bukan anakku? aigo, donhae kau sebentar lagi akan jadi ayah.” ucap kyuhyun yang baru datang. dia menggendong kyuseul. kyuseul adalah anak aku dan kyuhyun oppa. ia sudah berumur 3 tahun. ya aku sudah menikah selama 4 tahun bersama kyuhyun oppa. setelah lamaran di taman itu, sebulan kemudian kami menikah.

 

“hahaha ne, ohya sepertinya aku haru s belajar jadi ayah pada kau kyuhyun.” ucap donghae sambil tertawa.

 

“hahahahaha.” semuanya tertawa mendengar itu. ” ayo kita masuk, acara reuni akan di mulai.” aku mengingatkan mereka.

 

haha, selesei juga ff ini hehe. gimana?? apakah ending-nya kurang memuaskan atu garing? mian yaa klo memang geje.hehehe tinggalkan jejak yyaaa!! no silent reader! hehe 

GOMAWO~~~~

 

Iklan