Title            : Irony (chapter 2)

Author        : oleelxschein

Length        : Chaptered

Genre         : Angst, Romance, AU

Cast            : Choi Si won (Super Junior)

Lee Jaewon (Ocs)

HyeWon (Co-ed School)

Rating         : T

Disclaim     : just own plot. Semua POV diambil dari sudut pandangnya siwon. Kommen dalam bentuk apapun di terima, kalau malas kommen boleh like aja, pokoknya tolong tinggalkan jejak. Happy reading^^

————————————————————————————————————

 

Part 2

Sudah beberapa bulan aku tinggal disini, tapi aku sama sekali belum bisa melacak siapa yang mencoba membunuhku. Aku sudah menceritakan semua kejadiannya pada nenek dan juga memberitahukannya apa yang akan kulakukan selanjutnya. Nenek mengizinkanku untuk menggunakan segala fasilitas yang tersedia, bahkan dia juga menyuruhku mulai bekerja di perusaannya. Dengan begini, aku bisa meneruskan penyamaran ini sekaligus mencari siapa yang mencoba membunuhku itu.

 

Semua orang tampak kaget melihatku, nenek mengatakan pada para relasi kerja bahwa aku adalah Choi Si Won, cucunya yang menghilang saat dia dilahirkan dulu.

Sebenarnya aku bingung. Masalah dirumah ini terlalu rumit untuk dijelaskan. Nenek bercerita tentang Jung Won yang punya seorang kembaran bernama Si Won. Jadi sekarang aku berpura-pura menjadi Si Won, cucunya yang hilang itu. Ya begini lebih baik, dari pada dibilang Jung Won, orang yang jelas-jelas sudah mati.  Lagipula untuk mengelabuhi orang-orang itu juga cukup gampang. Yang namanya kembar pasti wajahnya mirip. Kalau wajah baruku ini bukan hanya mirip, tapi ini memang wajah Jung Won.

Beberapa orang yang ada dikantor hampir seratus persen percaya karena wajah kami memang sangat mirip. Namun, masih pula ada yang meragukan identitasku, tapi itu segera dibantahkan oleh nenek karena nenek sudah bersaksi cucunya punya tanda lahir di lengannya dan kebetulan aku punya. Mungkin nenek melihat tanda lahir punyaku dulu baru mengarang cerita itu….mungkin…entahlah..

xxx

 

Perusahaan keluarga ini benar-benar hebat. Tidak hanya terjun di bisnis mall, tapi juga otomotif dan advertising. Tidak heran rumah kediaman keluarga ini seperti istana saja.

Jabatan yang diberi oleh nenek adalah direktur advertising. Walaupun memang bidang ini yang paling aku mengereti. Kupikir nenek terlalu berlebihan menaruh aku diposisi ini, tetapi kalau tidak begini akan ketahuan kalau aku bukanlah cucu aslinya. Jadi tujuan utama adalah membuatku mengurusi kekayaannya. Ah nenek itu licik juga… hehe bercanda.

“Bapak sudah ditunggu di ruang rapat!” kata sekretaris itu, aku mengikuti langkahnya menuju ruang rapat.

“Selamat pagi semuanya, kita mulai rapatnya sekarang” kataku sambil duduk didepan semua karyawan. Sejenak aku tertegun pada seorang gadis yang duduk diseberangku. Dia menurunkan mapnya sehingga aku bisa melihat wajahnya. Aku tersentak melihat gadis itu.

Dia memandangku seklias, lalu dia beralih dari tempat duduknya dan mulai menjelaskan paper yang ada ditangaku.

Aku tidak bisa melupakan gadis ini. Sinar mata yang tajam selalu memancar menembus kacamatanya. Senyuman hangat yang menghias wajah mungilnya seakan bisa menghapus segala gundah yang ada. Namun, cerita itu sudah lama berakhir.

xxx

 

“Oh ya, Sejak kapan Jae won bekerja disini?” tanyaku pada seketaris itu sambil membuka-buka portofolio milik Jae won.

“Sejak bulan november”

“Ah, jadi sudah hampir 3 bulan” aku mengangguk, kira-kira tiga bulan itu aku masih dirawat dirumah sakit karena kecelakaan.

“Berikan padanya! Dia sudah bisa memulai projek itu besok!” kataku

“Baik, pak!”

Aku menghela nafas panjang, kenapa dunia ini sempit sekali. Kenapa juga aku bisa bertemu dengannya disini. Ini benar-benar kebetulan yang aneh.

xxx

 

Kulihat gadis berambut panjang itu sedang berdiri sambil mengangkat kameranya ke arah langit. Entah kenapa badanku sama sekali tidak kompak dengan pikiranku, aku menyuruh kakiku menjauh malah mendekat. Aku menyuruh bibirku untuk bungkam aku malah memanggilnya. Aiissh aku bodoh sekali!

Jae won menoleh kearahku. dan menunduk, “Anyeonghaseyo, direktur”

Aku agak gugup menghadapinya, “Kenapa kau disini?” aku melirik jamku, “Sekarang masih jam kerja, nona lee?”

Dia menggigit bibirnya, “Choisonghamnida direktur, sebenarnya…”

“Kembali bekerja, sekarang!”

Dia menghela nafas, “baiklah, maaf…” dia berjalan melewatiku, aku bisa mencium wangi parfumnya. Wangi ini…. aiiishhh aku  harus bisa menahan perasaanku padanya.

xxx

 

Aku duduk diayunan bersama Byeol. Kupandangi langit indah dari sini… masih langit yang sama…masih dunia yang sama… masih cinta yang sama… aghh bodoh! Kenapa aku jadi memikirkan Jae won begini. Tidak seharusnya aku mmikirkan masalaluku disaat kehidupan baruku telah dimulai kan?

“Oppa, kenapa?” tanya byeol padaku

“Aniyo… mau kudorongkan?”

Gadis kecil itu mengangguk, aku mendorong ayunan itu untuknya. Dia tertawa girang dengan apa yang aku lakukan. Hah bocah kecil ini manis sekali, aku benar-benar merasa seperti kakaknya.

Tiba-tiba kudengar gerbang depan terbuka, dan kulihat seorang gadis memasuki pekarangan rumah. Tiba-tiba byeol berteriak, “Itu hyewon onni…”

Byeol berlari ke arahnya, akupun mengikuti langkah gadis kecil itu.

“Byeola… bogopda..” kata gadis itu sambil memeluk byeol, lalu menggandengnya, tapi saat dia melihatku dia langsung terdiam.

“onni.. wae?” byeol mengguncang-guncang tangan gadis itu, tapi gadis itu tetap diam sambil menatapku. Lalu dia berlari dan memelukku………..