Title : Ice Cream and You
Author : Mega a.k.a @mechyni
Length : One Shot, Ficlet
Genre : Romance, Sad
Cast : Chira (OC), Key

Annyeong~! Ini kali kedua aku ngirim ff kesini. Semoga suka ya dan semoga sad-nya dapet *semoga-_-* aku tau ini ff apa banget jadi kalo ada kritik, saran dan uneg-uneg boleh dikomen biar aku tau dimana kekuranganku ^^ oh, iya ini pernah dipublish di wpku (chymeworld.wordpress.com)

 

O0O0O0O0O0O0O0O0O0O0O0O0O0O0O0O0O0O0O0O0O0O0O0O0O0O0O0O0O0

 

Hari semakin gelap. Sang fajar telah kembali keperaduannya sejak beberapa jam yang lalu. Kini hanya tersisa bulan dan langit tanpa bintang. Mendung. Kata itu cukup untuk menggambarkan keadaan malam ini yang sepertinya sebentar lagi akan turun salju. Yah, salju pertama di bulan Desember ini.

“Sssh..”

“Ya, kau kedingingan? Seharusnya dari awal kau jangan mengikutiku. Sudah jangan dilanjutkan.”

“Nan gwaenchana..,” ucap gadis yang sedari tadi duduk di kursi taman itu. Dia kembali menjilat es krim vanilanya. Tindakan bodoh memang mengingat sekarang sudah memasuki musim dingin.

“Aish, bagaimana kalau kau sakit? Buang saja es krimmu, biar kubelikan kopi saja.”

“ Aku tidak apa-apa. Sungguh. Asal kau masih disini,” ucap gadis tadi.

“Kau menikmatinya, huh? Padahal sekarang sedang turun salju, tapi kau tetap ingin menghabiskan es krim itu.”

“Aku hanya ingin kehadiranmu, Key. Bukan..” kata-katanya menggantung. Dia hanya menatap kosong es krim yang tinggal setengah yang berada di dalam genggamannya. Es krim yang dingin namun manis. Juga mudah mencair. Sama seperti Key. Namja itu, pertama kali Chira –gadis yang sedari tadi melahap es krimnya dengan tenang di tengah malam pada musim dingin ini- melihatnya hanya keegoisan dan sifat keras kepala yang terpancar dari mata tajamnya. Namun, pemikiran Chira berubah sejak dia mengenal Key lebih jauh. Key memang egois dan keras kepala tapi dibalik itu semua, Key juga merupakan namja yang baik, manis, dan rapuh. Rapuh? Itu hal terakhir yang Chira ketahui tentang Key.

“Kau tahu? Sejak saat itu, aku jadi sangat menyuk.. ah, tidak, aku mencintai es krim. Setiap saat aku selalu menikmatinya. Bahkan kala hujan salju seperti ini.” Chira menyentuh hidungnya yang dijatuhi oleh butiran salju. Benar dugaannya, hari ini salju akan turun ke bumi untuk pertama kalinya. “Kalian benar-benar mirip.” Kemudian sesuap es krim masuk ke dalam mulutnya. Dibiarkannya es krim itu melumer dengan sempurna di dalam sana.

“Sssh..”

Sepertinya salju kali ini akan mengusik ‘kebahagiaanku’ pikir Chira. Dia semakin merekatkan jaketnya. Hal kedua terbodoh yang Chira lakukan, dia melupakan jaket super tebalnya karena ternyata jaket yang sekarang dia pakai tidak berpengaruh apa-apa terhadap hujan salju yang sekarang sedang turun.

“Errr.. Hatchi..”

“Kau..sudah kubilang jangan dimakan lagi. Biar aku saja yang menghabiskannya. Aku kan si Mr. Ice Cream Addict hehehe.”

“Andai aku bisa memberikan sisa es krim ini untukmu. Aku.. Hiks.. ” Chira menghapus air matanya. Dia kira air mata itu tidak akan turun lagi karena sudah habis dia keluarkan di hari sebelum-sebelumnya. Dia kira untuk sekarang air matanya akan mengalah, membiarkannya tersenyum sama layaknya setahun yang lalu.

“Sssh..” Udara malam semakin memperburuk keadaan. Dirinya semakin menggigil. Tubuh kecilnya bergetar hebat. Bibirnya mulai memucat. Hidungnya sudah memerah sejak tadi. Sebentar lagi saja dia masih berdiam diri disana, dia yakin dia akan hipotermia.

Setelah dipikirnya cukup, Chira mencoba untuk pergi. Untuk kali ini, dia akan memaafkan hujan. Setidaknya ini juga salahnya. Karena dia malah lebih memilih jaket tipis pemberian Key daripada jaket yang akan membuatnya nyaman di cuaca seperti ini.

Tapi tubuhnya tidak banyak bergerak. Layaknya sebuah es, rasanya beku sekujur tubuh. Oh, tidak. Aku tidak mungkin mati dalam keadaan seperti ini, kan? Ini terlalu memalukan, Key. Aku ingin menyusulmu, tapi tidak begini. Pikiran Chira semakin melayang tak jelas. Salah satu pengaruh dari tubuhnya yang semakin membiru karena kedinginan.

Entahlah suhu sekitar taman sekarang sudah berapa derajat, yang Chira tahu dia sekarang benar-benar kedinginan sebelum semuanya menjadi gelap.

FIN