tittle: LUCKY GIRL

author: keisya kim

lenght: one shot

genre: romance

cast: park jung min (SS501)

kim sya eun (maksudnya aku :D)

kalin yoon (berperan jadi sahabatnya kim sya eun)

#annyeong! ini ff kedua aku yang aku kirim ke fflovers, setelah ‘last chance’. ini sebenernya buatnya udah lama, cuma baru sekarang aja aku masukin. sebenernya cerita ini sedikit maksa dan penuh imajinasi. but hope you like this story and enjoy it! dan… comentnya ditunggu banget! :DDD #

(KIM SYA EUN  -POV-)

Aku duduk dengan tenang di depan meja belajarku, hadset yang menyambung dengan laptop menempel di lubang telingaku, melantunkan lagu-lagu kpop kesukaanku. Di meja berbagai foto dan poster tertempel, semua adalah foto artis-artis kpop, bahkan sebagian ada yang kuberi bingkai dan kugantung di berbagai sudut di kamarku.

Dan sekarang aku sedang sibuk membaca artikel-artikel terbaru tentang artis-artis kpop di website berita kesayanganku www.allkpop.com .

Tapi aku tidak sendiri dikamarku. Sahabatku, yoon kalin sedang membaca majalah-majalah kpop milikku di tempat tidurku. Ditemani dengan potato chips dan milkshake kesukaannya.

“ kalin-a” aku memanggilnya.

“nae?” dia menjawab sambil terus membaca, tidak menoleh.

“bagaimana caranya menjadi fans yang berkesan?” tanyaku

“he?” kali ini ia mengalihkan pandangannya ke arahku dengan dahi berkerut.

“ye..agar aku bisa bersanding dengan oppa-oppaku, pastinya aku harus membuat mereka terkesan dulu padaku” ujarku dengan nada penuh semangat.

“babo! Jangan terlalu jauh bermimpi, kau tahu sainganmu ada jutaan orang di seluruh dunia!”

Ah! Itu lagi,ia selalu saja berkata begitu, menyebalkan! Memang ini bukan pertama kalinya aku menanyakan hal yang sama.

“kalin-a, aku hanya sedang membuat impian!”

“terserah kau, tapi aku beritahu, jangan terlalu tinggi membuat impian, nanti ketika kau jatuh, kau akan terhempas dari ketinggian!” ujarnya sok bijak.

“ah..ani,ani,ani!” aku membantahnya. “itu teori terbodoh dan ter-pesimis yang pernah kudengar!” wajahku kini cemberut, kesal juga.

“kekeke… tidak perlu memasang wajah jelek seperti itu syaeun-a..” kalin mencubit pipiku. “jika itu mimpimu, maka kejarlah! Aku pasti mendukungmu, kita kan sahabat!”

Ah..dasar kalin! Aku tersenyum sambil memegang pipiku yang lumayan sakit dicubit olehnya.

“kalau begitu, temani aku ke Fanmeeting park jung min akhir pekan!” ucapku

“ne, sayeun arassi..” katanya sambil tersenyum.

**

FANMEET PARK JUNG MIN, THE ONE MEMBER OF SS501.

                Ini dia, oppa yang paling kucintai.ya, aku memang menyukai hampir  semua artis kpop. Tapi sebagai manusia, aku pasti punya satu yang menjadi pilihanku. Dan itu adalah park jung min oppa. Menurutku dia adalah ‘the truly prince’. Kenapa? Pertama, dia ramah, sangat ramah dibandingkan artis korea yang lain. Dia selalu tersenyum. Dia juga sama sekali tidak angkuh, jika ia berada di bandara ia pasti mengambil sendiri bagasi nya, tidak seperti artis korea yang lain yang selalu diambilkan. Dia juga tidak pernah marah jika ada fans barbar yang menyakitinya, atau anti fansnya bertindak kelewatan (apakah ia punya anti fans? Ah..molla tapi harusnya tidak! Bagaimana mungkin ada yang membenci park jungmin oppaku?) dia juga memberi respon yang baik, saat ada fans yang melamarnya, saat ia melakukan fanmeet di Singapore. Owh..banyak sekali sebab yang memjadikannya PRINCE  dimataku.

Jika aku menyukai kpop, maka untuk park jungmin, aku MENCINTAINYA! Jeongmal, saranghae  ^_^

“Uuh.. kalin-a eottokae? Aku sangat gugup.” Kataku sambil memegang tangan kalin, tanganku sangat dingin..

“hah? Bersikaplah biiasa syaeun-a.. padahal ini buka pertama kalinya kau melakukan fanmeeting dengan SS501 dan park jung min!  ayolah..tenangkan dirimu, jangan sampai kau mempermalukan dirimu sendiri dihadapan park jung min.” bujuk kalin

“nae, nae. Kajja! Kim sya eun HWAITING” aku mengepalkan kedua tanganku,berusaha menyemangati diriku sendiri.

…..

“kajja! Syaeun-a maju!, sekarang giliranmmu bersalaman dan meminta tanda tangannya” kalin menepuk punggungku, Uh.. aku melamun.

“n..nae.” aku maju.

“annyeong oppa..”ucapku tergagap,gugup. Sialnya aku selalu begini di hadapan jungmin oppa. Hanya dihadapan jungmin oppa, catat itu!

“annyeong syaeun-ssi,” jawabnya dengan senyum ‘horse’nya yang tampan. Omo~ ia menyebut namaku, baik sekali ia menyempatkan diri membaca name tag yang kugunakan. Aku tersenyum, kaku sebenarnya kalau ia mengamati.

“apa kau selalu seperti ini, syaeun-ssi?”

“nae?” aku mengenyitkan kening. Oppa berbicara padaku? Omo~ bodoh sekali, tadi aku tidak mendengarnya.

“kau selalu seperti itu syaeun-ssi? Terlihat gugup dihadapanku?” hah?! Jungmin oppa menyadarinya? Tapi itu sebuah pertanyaan yang sangat percaya diri. (-,-)

“oppa,sungguh percaya diri..” ujarku sambil menunduk, wajahku memerah.

“tapi aku benar kan?” tanyanya lagi.

“n..nae, oppa benar.” Jawabku malu  ><

“hmm..kalau begitu bagaimana kalau kau kuberi fanservice? Agar kau tidak gugup lagi” dia mengatakannya sambil tersenyum.

“mwo?” kali ini expresiku muncul, mataku membulat. Fanservice? Yang benar saja. Bahkan meski  beberapa hari yang lalu aku berkhayal bersama kalin, tapi aku cukup waras untuk tidak mengharapkan fanservice. Tapi ini benar, dan oppa menawarkannya langsung.

“hey! Mau tidak?” oppa mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajahku.

“ma..mau!”  kataku, lagi-lagi gagap.

“kalau begitu, nanti malam di seoul tower, oke?”

“nae..go..gomawo oppa,” ucapku lalu berlalu,kembali ke bangku-ku dengan langkah lemas.

“kalin-a..aku pasti sedang bermimpi.” Ucapku pada kalin yang duduk di sampingku.

“wae? tentu saja tidak. Maukah aku memukulmu, untuk membuktikan?”

“shireo..tentu saja” jawabku. “tapi kalin…” aku membisikkan pembicaraan ku dengan jungmin oppa di telinga kalin. Aku khawatir jika aku mengatakan dengan volume normal, tripleS lain mendengarnya dan aku bisa menjadi bulan-bulanan mereka.

“ah! Jinjja?! Kau tidak berbohong?” Tanya kalin dengan expresinya yang lucu.

“tidak, untuk apa?” tanyaku kembali.

“mungkinkah tuhan mendengar doamu ? syaeun-a tanpa kau sadari kau telah membuat park jung min terkesan.”

“ah.. molla, aku tidak mau berharap. Terlalu menyakitkan. Keundae, kalin-a eottokae??”tanyaku.

**

Bagus, jung min oppa membuat kamarku seperti kapal pecah sekarang. Tadi sepulang dari fanmeet aku langsung menyeret kalin ke rumahku untuk membantuku mempersiapkan diri untuk nanti malam. Dan sekarang hampir seluruh isi lemariku pindah ke tempat tidur atau lantai kamarku , tapi tidak ada yang berubah dari diriku, malah aku semakin bingung. Aku duduk di tempat tidurku sambil memeluk kakiku, dam menyembunyikan wajahku.

“kalin-a, eottokae? “ ucapku dengan wajah dan nada suara yang memelas.

“tidak ada yang harus kau lakukan sebenarnya, kau cukup berdadan seperti dirimu yang biasanya, dan menjadi dirimu yang apa adanya nanti malam.” Ucap kalin sambil tersenyum.

“be my self? Ooh.. aku sedang tidak bercanda kalin-a, tidak mungkin aku pergi dengan setelan sehari-hari ku, celana jeans, kemeja longgar, serta sepatu datar? Lalu mukaku yang tanpa riasan walaupun hanya bedak, juga rambut sebahuku  yang selalu kukuncir? Nanti oppa mengiraku ‘g niat’ dan tidak senang pergi bersamanya.”

“ah..kau hanya terlalu gugup. Apa yang salah dengan dirimu yang sebenarnya? Mungkin malah itu kesan yang melekat di hati seorang park jung min, kau yang simple dan tidak banyak gaya.” Kalin tetap pada pendapatnya.

“apa kau sungguh-sungguh yakin?” tanyaku.

“yup.percayalah padaku, yang penting, kau hanya perlu menghilangkan gagapmu itu saja!”

“itu..susah.. tapi aku akan mencoba, akan kuturuti saranmu, semoga itu yang terbaik.” Kataku pasrah dan kalin hanya tersenyum.

**

SEOUL TOWER AT NIGHT.

Huff.. akhirnya aku tiba, di seoul tower. Aku pikir selama perjalanan, waktu berjalan sangat lambat, dan jantungku tak  mau berdetak dengan tenang,aku yakin jika tidak ada tulang rusuk yang menghalangi, jantungku pasti sudah melompat dari tadi.

Aku memandang sekeliling cukup ramai.yaah..temapt ini memang tidak pernah sepi. Lalu, bagaimana caraku mengenali jungmin oppa ku? Aku yakin sabagai artis kpop ia tak akan berdadan mencolok dan akan menutupi mukanya dengan kacamata atau syal, atau masker. Yah, apapun yang penting orang-orang tidak mengnalinya.

“annyeong syaeun-ssi kau cukup tepat waktu.” Seseorang menepuk pundakku. Aku menoleh, oppa?! Hatiku memekik, hanya dalam hati, karna mulut bungkam dan sulit digerakkan. omo~ dia benar-benar jungmin oppa ku dengan setelan casual ditambah topi dan kaca mata untuk penyamarannya. Jung min oppa yang selama ini hanya mampu kukagumi dari jauh. Tapi tuhan, sekarang dia didepanku! Rasanya lututku lemas dan tidak akan mampu menopang berat badanku.

“ya! Syaeun-ssi, apa kau begitu terkejut atau senang melihatku? Sampai mukamu memutih seputih kapas.” Jungmin oppa memegang pipiku dengan kedua tangannya yang hangat, ah.. dia pasti merasakan pipiku dingin,sedingin es.

“ah.. mianhae oppa” aku segera tersadar, dan membungkuk meminta maaf. Sya eun! Kau benar-benar! Kau memberi kesan yang sangat buruk untuk jungmin oppa mu! Hati kecilku mengomel.

“kekeke, gwencana. Kau mungkin sangat terkejut.” Ujar oppa dengan sangat lembut. Uuh..dia benar-benar ‘prince’.

“ baiklah,mungkin akan memerlukan waktu sampai keterkejutanmu itu hilang, untuk mengakrabkan diri, pertama, aku akan mengajakmu menaiki kereta gantung! Sky lift!” ujar oppa bersemangat sambil menggandeng tanganku. Benar oppa, aku memang butuh waktu untuk memulihkan keterkejutanku.

**

SKY LIFT, SEOUL TOWER.

“o..oppa” aku mencoba memanggilnya. Sejak awal masuk kami hanya diam dan melihat pemandangan, sibuk dengan pikiran kami masing-masing.

“nae?” dia menatapku sambil tersenyum. Omo~ rasanya aku mau meleleh … ( ^^ )

“aku ingin bertanya,”

“tanyakan saja,” katanya masih sambil tersenyum.

“yogi… kenapa oppa harus memilihku untuk fanservice? Tidak adakah tripleS lain yang lebih pantas dari pada aku? Ani..maksudku, lihat aku ini gadis yang sangat biasa, dan…”

“cukup!” jungmin oppa menghentikan kalimatku, ia tersenyum.  “aku sudah mengerti maksudmu syaeun-a,” dia mengalihkan pandangannya, melihat view kota seoul malam hari yang memang indah. Aku menunggu jawabannya.

“kenapa aku memilihmu? Molla… aku hanya mengikuti kata hatiku, hatiku penasaran denganmu, kenapa? Mungkin karna kau terlalu biasa, ya. Itu dia karna kau terlalu biasa, dan tidak bersikap berlebihan saat bersalaman atau mendapat tanda tanganku. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan sikap berlebihan seperti itu, hanya bersikap tenang dan biasa itu lebih menarik bagiku.” Katanya santai, dengan pembawaan nada kata yang menyenangkan.

“Aah.. aku memang hanya gadis biasa, aku sadar akan hal itu” ujarku, suaraku pelan sekali, tapi cukup untuk didengar oppa di tempat yang sepi. Dimana hanya ada kami berdua.

“syaeun-a, jangan merendah. Tak ada yang salah menjadi gadis biasa. Semua orang memiliki pribadi masing-masing, dan berbeda untuk setiap orang. Yaah.. seperti  saat orang lain menilaiku narsis, mungkin itu terdengar negative untuk sebagian orang, tapi aku menikmatinya karna inilah diriku.” Lagi-lagi jungmin oppa tersenyum.

“hahaha..” aku mulai mencoba tertawa, “oppa narsis, aku tahu itu, coba buktikan padaku, mana camera nya? Media massa selalu mengatakan bahwa oppa membawa camera kemana-mana kan?” aku mulai mencairkan suasana, karna aku yang membekukannya maka aku harus mencairkannya juga kan?

“tadaa! Ini dia camera kesayanganku, syaeun-a, maukah kau berfoto bersamaku?”

“nae! Tentu saja! “ kali ini nada suaraku bersemangat. Gugup dan gagap itu sudah pergi, kajja! Ayo nikmati kesempatan fanservice ku.😀

**

(PARK JUNG MIN  -POV-)

Bagus, dia sudah relaks. Dia sudah mampu mengalahkan rasa gugupnya. Dia sudah tertawa, sudah kuduga, walaupun dia gadis biasa, dia akan terlihat menarik saat tersenyum atau tertawa. Seperti saat ini, aku menikmati derai tawanya yang terdengar childish.

Fanservice? Sebenarnya tidak ada jadwal seperti itu untukku. Setidaknya dalam waktu dekat ini. Aku hanya membuatnya sendiri, dan khusus kubuat untuk fansku yang selalu terlihat gugup, kim sya eun.

Saat dia bertanya apa yang membuatku tertarik mengajaknya melakukan ‘fanservice’ pura-pura ini, aku menjawab karna ia terlalu biasa, tapi itu sebenarnya hanya kata mulutku saja. Karna kata hatiku tidak sependapat. Dia itu justru gadis yang ‘luar biasa’ dimataku. Mengapa? Aku tidak tahu, tapi yang jelas aku selalu menantikannya saat fanmeet-ku ataupun grupku ,SS501.

Jika itu fanmeet SS501. Ia hanya akan terlihat gugup padaku, tidak untuk hyunjoong hyung atau yang lainnya, ia akan tersenyum lebar untuk yang lainnya, tapi tidak untukku. Terus terang saja aku selalu mengamatinya. Dan itu membuatku penasaran. Gadis ini terlalu menarik.

Hari ini fanmeetku dijadwalkan, dan dia datang seperti biasa. Aku tak ingin melepasnya. Karnanya aku menyusun alasan fanservice ini, untuk berkencan dan mengenalnya lebih jauh, tentu saja ia tidak tahu.

**

Sky lift kami telah sampai pada tujuannya, dia turun terlebih dahulu dan aku mengikutinya, lalu kami menyelaraskan langkah kami.

“oppa, paegoppa..” dia berkata terus terang, aku tersenyum mendengarnya.

“baiklah, kau mau makan apa? “ kataku mengikuti keinginannya.

“Indonesian food.” Katanya bersemangat. Nah, ini hal baru, dia suka masakan Indonesia?

“kau suka masakan Indonesia? Apa yang kau suka?” tanyaku.

“ya, aku suka, nenek dari pihak ibuku adalah orang Indonesia. Dan dia sering memasakkan untukku masakan Indonesia. Dan itu selalu enak. Aku suka soto, Indonesia memiliki beragam jenis soto dan semuanya enak.Oppa juga, bukankah waktu oppa mengikuti acara KIMCHI di Jakarta, oppa mengatakan suka masakan Indonesia?”

“kekeke..kau tidak pernah melewatkan berita tentangku ya?” aku menggodanya, dan lagi-lagi pipinya bersemu merah.

“tentu saja oppa, aku kan penggemarmu” katanya malu.

“ya.. tentu saja aku tahu kau penggemarku, kau tidak pernah melewatkan fanmeet ku dan SS501 sejak, 2 tahun lalu.” Aku menunjukkan sisi narsis ku padanya.

“oppa terlalu percaya diri, bagaimana mungkin oppa yakin aku adalah penggemar oppa, bukan youngsaeng oppa, atau hyunjoong oppa, atau kyujoong oppa, atau hyungjoon oppa?sebelum aku mengatakannya tadi,tentu saja” aku tersenyum, dia cukup cerewet untuk menyebutkan semua nama member  SS501.

“aku punya feeling yang bagus untukmu kim sya eun-ssi” kataku sambil tersenyum, sangat menyenangkan menggodanya, karna setelah itu mukanya akan memerah, ia terlihat lucu (^o^)

“oppa cukup gombal” katanya sambil memegang pipinya,

“hahahahaha” kali ini aku tertawa  cukup keras, bagaimana mungkin dia mampu mengatakan hal  itu dengan sangat terus-terang. “ini dia, restoran indonesia yang kutahu, tak begitu menarik dari luar, tapi kuharap masakannya enak. Semoga soto kesukaanmu ada disini” kataku di depan sebuah kedai sederhana.

“hmm tak apa, aku terbiasa makan ditempat biasa, tapi mungkin tidak untuk oppa. Dan aku tidak terlalu peduli dengan kondisi bangunannya, yang penting masakannya, tapi aku senang, ternyata oppa, walaupun artis mau makan ditempat sederhana seperti ini” ujarnya jujur. Dan lagi-lagi aku sangat menyukainya. Tanpa sadar aku mengacak-acak rambut nya. Dan dia menatapku dengan matanya yang bulat.

“o..oppa”

**

(KIM SYA EUN -POV-)

‘’o..oppa”  aku refleks mengatakannya saat jungmin oppa mengacak rambutku. Itu sebuah kejutan, aku menyukainya.itu adalah satu bukti nyata bahwa ia tergolong laki-laki yang menghargai perempuan, dan laki-laki romantis, tentu saja.

“mian, kau tidak menyukainya? Itu tadi refleks.” Katanya tetap konsisten dengan senyum ‘horse’nya

“ani, gwencana, aku hanya kaget. Seorang idola park jungmin melakukan hal itu padaku ” aku tersenyum.

Tapi kali ini disertai detak jantung yang tidak beraturan, omo~namja ini, aku mencintainya. Seandainya ini bukan fanservice, maka aku akan berani menyimpan harapan lebih, tapi apa yang bisa kuharapkan jika ini hanya fanservice, dimana fans lain yang beruntung juga akan mendapatkannya, mendapatkan perhatian namja tampan ini walau hanya semalam.

Uh, sifat cengengku keluar, mataku terasa hangat dan aku langsung mengedipkannya sebelum jungmin oppa menyadari. Bagaimanapun aku ingin tegar, tapi rasanya selalu menyakitkan jika mengingat bahwa aku tak mungkin memiliki namja ini.

“kim sya eun! “ jungmin oppa mengibaskan tangannya di depan wajahku, persis seperti fanmeet tadi siang. Aku melamun, babo!

“nae oppa?”

“kau tahu menu bernama, empal gentong ini? Apakah enak?”

“ah.. aku pernah mendengarnya, tapi tidak tahu enak atau tidak. Tapi kusarankan oppa mencoba es cendol dan soto lamongan, 2-2nya menu faforitku” ucapku, ia mengangguk-ngangguk.

“baiklah aku pesan es cendol dan soto lamongan, bagaimana denganmu, syaeun-a?”

“aku, sama..” kataku.  Gyaaa! Oppa ini benar-benar baik, dia langsung saja mengikuti saranku, padahal mungkin itu tidak terlalu meyakinkan untuknya.

**

23.10 PM walk street, sungai HAN

“ah.. waktu berlalu begitu cepat. Syaeun-a, sekarang sudah hampir tengah malam .” jungmin oppa menbuyarkan lamunanku,

“nae, oppa benar.”jawabku. tuhan, mengapa malam ini terasa begitu cepat?

“kupikir kau harus pulang, tidak baik pelajar sepertimu berkeliaran sampai terlalu malam. Apa lagi bersama seorang namja.” Kata jungmin oppa.

“nae, oppa benar, aku memang harus pulang sebelum eomma memecatku sebagai anak.” Jawabku asal, jungmin oppa tertawa.

“baiklah ayo berjalan ke mobilku. Aku akan mengantarmu pulang.”

“gomawo oppa.” Aku mengikuti langkahnya. Aku merasakan sesuatu yang hangat menyentuh tanganku yang dingin, aku melihat ke sampingku. Jungmin oppa menggenggam tanganku. Kau pasti percaya jika kukatakan, genggaman tangannya sangat nyaman.

“syaeun-a..”

“nae oppa?” Aku tersenyum melihat ke arahnya.

“kau tahu perbedaan antara suka dan cinta?” Tanya oppa. Aku mengenyitkan dahiku. Perbedaan antara suka & cinta? Ya aku pasti tau, karna saat ini aku merasakannya.

“nae oppa, aku tahu, suka itu hanya sebatas kekaguman, sedangkan cinta itu, perasaan yang indah pada diri manusia yang tak perlu sebab atau alasan, cinta juga disertai keinginan untuk memiliki” jawabku. Ah mungkin aku terlalu sok tahu, tapi biarlah, karna itu yang ku pahami.

“nae kau benar, lalu menurutmu, sebagai seorang park jung min’a fan. Perasaan seorang fans terhadap idolanya itu, suka atau cinta?”

“hmm.. berbeda untuk setiap orang kurasa, tapi sebagai seorang idola, oppa memilik banyak sekali cinta.”

“kalau kau? Kau mencintaiku, atau menyukaiku?” Tanya jungmin oppa, nadanya serius, tidak sama dengan saat dia menggodaku. Tapi, apa ini? Jungmin oppa menanyakan hal ini, apakah aku pantas berharap? Oppa, tentu saja aku yakin aku mencintaimu, bukan menyukaimu. Tapi lidahku terasa kelu untuk digerakkan, jadinya aku hanya terdiam.

“ah..pertanyaanku tadi mungkin sulit untukmu syaeun-a, mianhae.. sekarang masuklah ke mobilku, aku akan segera mengantarmu pulang.” Jungmin oppa membukakan pintu sebelah kanan untukku, aku masuk masih dalam bisu.mesin dinyalakan dan mobil mulai melaju.

“oppa..”  aku melihat kearahnya.

“hmm..” dia menjawabkuu sambil tetap fokus pada jalan.

“mengenai pertanyaan oppa tadi, hmm…” aku berfikir untuk mengatur kata-kataku agar tidak terdengar gugup. “ jika aku bilang itu cinta, bagaimana?” aku tetap melihat ke arahnya tapi oppa hanya diam. Ah.. aku memang bodoh karna menyimpan harapan.

“syaeun-a.” oppa menepikan mobil dan berhenti, “kau yakin dengan kata-katamu barusan?”

“ah.. iya oppa. Aku memang mencintaimu. Tapi lebih baik tidak usah dipikirkan, karna banyak gadis selain aku yang juga mencintaimu juga,” aku mencoba mengelak, topik ini terlalu mendebarkan untukku.

“Aaah.. leganya,” jungmin oppa menyandarkan punggungnya pada jok mobil, lalu tersenyum menatapku. “syaeun-a aku tidak tahu bagaimana mengatakannya, tapi aku senang mengetahui kau mencintaiku.”

“wae? “ babo! Aku malah bertanya. Harusnya itu tidak perlu kim sya eun!

“karna aku memang mengharapkannya. Ya kau benar, aku memang mendapatkan banyak cinta setiap harinya. Tapi sebagai seorang manusia, aku punya satu cinta yang kuharapkan. Begitu juga dengan satu cinta yang kumiliki. Kupikir kau beruntung syaeun-a, karna kau lah yang memiliki cintaku.” Jungmin oppa tersenyum. Mukaku memanas, pasti sudah memerah seperti tomat, ah tidak tomat busuk, karna pasti terlihat sangat memalukan. Oppa ini, apa ia serius dengan perkataannya tadi?

“oppa.. pasti bohong kan?? Ini pasti hanya bagian menyenangkan dari fanservice.” Kataku.

“haff.. memang sulit meyakinkanmu, memang pasti semua penggemarku, bukan hanya kau saja, akan sama tidak percayanya saat kubilang ‘aku mencintai mu’. Tapi syaeun-a aku serius! Dan mengenai fanservice, itu hanya alasan ku saja. Tidak ada jadwal seperti itu untukku, aku hanya merancangnya sendiri untuk bekencan denganmu.”kali ini muka jungmin oppa benar-benar serius, tapi aku tetap tidak percaya.

“oppa, tapi.. bagaimana mungkin, oppa mencintai gadis sepertiku? Aku tidak mungkin seberuntung itu, oppa.”

“kekeke, kau jadi tidak percaya diri lagi, bukankah tadi kau sendiri yang bilang, bahwa cinta itu tidak perlu alasan.sekarang jawab aku, would you be my girlfriend?”

Dssh..  kata-kata oppa tadi membuatku merasa melayang,  aku sudah mencubit lenganku tadi, untuk membuktikan ini bukan mimpi, dan memang ini bukan mimpi.

“of  co..course, I do. O..oppa” kataku terbata. Jungmin oppa memelukku,

“ah.. orang-orang itu tidak bohong, cinta itu memang indah. Gomawo syaeun-a”

**

Nah.. itu dia, im the most lucky girl in the world! Bisa kau bayangkan, gadis yang sangat biasa sepertiku menjadi yeojacingu park jung min? pasti kau tidak percaya..

Aku juga sebenarnya, meski ini sudah berjalan 3 bulan.

Aku menerima semua kosekwensi menjadi yeojacingu artis kpop, sembunyi-sembunyi, kucing-kucingan dengan media massa, dan siap menjadi bulan-bulanan tripleS. Tapi itu semua terasa menyenangkan karna ada seorang yang pasti akan melindungiku dari semua ancaman bahaya itu. Itu dia oppa, namjacingu-ku.

Tapi aku tetap tidak boleh egois terhadap fans yang lain, aku tidak boleh cemburu jika oppa melayani fanservice, atau melakukan fanmeet. Itu adalah salah satu usahaku untuk menjadi yeojacingu yang baik. Yang bisa disandingkan dengan jungmin oppa.

-END