Author: rahinalollidela

Title: Killin’ Me Softly

Rating: G

Genre: Romance, Humor, AU, dll

Casts:

– Choi Sooyong (SNSD)

– Kim Hyun Joong

– Lee Min Ho

– Park Bom (2NE1)

– Choi Seunghyun (BIGBANG)

– Cho Kyuhyun

– Yuri (SNSD)

– Seohyun (SNSD)

– many more…

 

“Eomma… Appa…,” Sooyoung berjalan riang menuju ruang makan seraya merapikan rambutnya. “Hey, Choi Sooyoung! Kau tahu kalau kau punya salah padaku?” kata Seunghyun, kakaknya, seraya memainkan PSPnya. “Tentu. Aku tidak menyapamu. Kau mau tahu alasannya? Aku malas,” kata Sooyoung seraya mengacungkan jari telunjuknya. “hey, nona sok tinggi. Kau berani, ya?” Seunghyun meletakkan PSP nya. “Kakiku lebih panjang dari kakimu, kalau kau kejar kau pasti tertinggaj jauh,” Sooyoung duduk di samping Seunghyun.

 

“Kalian ini. Kalau bertemu pasti bertengkar. Kalau berpisah saling memikirkan,” omel eomma seraya meletakkan sepiring saji kepiting saus tiram. “KAPAN AKU BEGITU?” kedua Choi muda saling membantah. “Hubungan batin kalian tidak jelas,” gerutu appa.

 

Sooyoung mengetuk-ketukkan jarinya di meja makan, di depan seekor kepiting yang mengakhiri hidupnya kemarin dan kini siap disantap. “Sooyoung-ssi, makan kepitingmu, sayang,” kata eomma. “Dia tidak mau makan, eomma. Dia merasa kakinya sudah cukup tinggi,” ejek Seunghyun. “Oppa… Kakiku ini masih bisa tumbuh!” kata Sooyoung. “Tentu saja. Dan suatu saat nanti kau akan jadi raksasa,” ejek Seunghyun lagi. “Sudahlah… Seunghyun, jangan ganggu adikmu,” omel eomma. “Ah, ne…,” Seunghyun langsung kembali makan.

 

***

“Aku sudah selesai makan. Aku berangkat sekarang. Sooyoung-ssi, kau mau berangkat bersama appa?” tawar appa pada Sooyoung yang sebenarnya masih mengenakan piyama. “Appa, ini kan hari libur pelajar. Aku dan oppa libur. Jadi aku akan membantu oppa bekerja di cafe hari ini,” kata Sooyoung. “baiklah kalau begitu. Seunghyun, ini hampir awal bulan. Appa tunggu laporan peningkatan cafe kita,” kata appa. “Hmm… ah, ye…”

 

Appa sudah berangkat kerja sedangkan eomma sedang mencuci piring sementara kedua Choi muda masih berada di meja makan bermain game di ponsel mereka masing-masing. “Hah… bosan,” Sooyoung meletakkan ponselnya di meja. “Mm… Oppa, kapan kita berangkat?” tanya Sooyoung. “Kapan kau mandi?” tanya balik Seunghyun. “Mwo? Ah, ne… Saat aku selesai nanti siapkan mobilmu di halaman.”

 

***

“Seunghyun oppa, joseonghamnida. AKu ikut ke cafe hanya untuk bertemu Kyu,” gumam Sooyoung seraya mengeringkan rambutnya dengan hairdryer di depan cermin. “Hah… aku belum pernah melihatnya bekerja,” lanjutnya.

 

Drrt~ Drrt~

“Ne, chagi?” tanggap Sooyoung saat tahu Kyu menelpon. “Soo…, kau sedang apa?” tanya Kyuhyun. “Sedang bercermin. Nanti aku akan ke cafe bersama oppa,” jawab Sooyoung seraya menyisir pelan rambutnya. “Kau akan datang? Wae?” Kyuhyun terdengar kaget. “Uh? Kau tidak suka?” Sooyoung melengkungkan bibirnya. “Ani.. Bagaimana kalau aku tidak konsentrasi karena kecantikanmu?” goda Kyu. “Ish…. Kau ini! Kyu, rambutku lebih cocok diikat kuda, diikat sanggul, atau dibiarkan saja?” tanya Sooyoung seraya menyibakkan rambutnya. “Hei… kau selalu cantik, Soo…,” puji Kyuhyun. “Jangan begitu. Baiklah, nanti kita bertemu di sana. Sepertinya Seunghyun oppa sudah menunggu,” kata Sooyoung lalu menutup ponselnya.

 

“CHOI SOOYOUNG! Ppaliwa!” panggil Seunghyun dari lantai bawah. “NE!” tanggap Sooyoung dengan suara nyaringnya. Sooyoung langsung membuka laci meja riasnya dan mengenakan sepasang anting berwarna perak dan gelang berwarna merah. “Yeppeo,” pujinya pada diri sendiri.

 

Sooyoung langsung mendorong kursinya ke belakang dan berdiri. “Kenapa pusing ya? Mungkin aku terlalu banyak di depan cermin,” ucap Sooyoung seraya memegang kepalanya. Perlahan Sooyoung mencoba meraih gagang pintu dan menyangga tubuhnya pada tangan panjangnya. Sooyoung perlahan berjalan ke pintu dan menyandarkan seluruh tubuhnya di pintu. Perlahan matanya tertutup. Kakinya lemas, dan semua gelap.

 

***

 

“Sooyoung! Kenapa lama?!” panggil Seunghyun. Drrt~ Drrt~

 

From: Saranghaneun Dongsaeng, Soo

“Oppa, miane. Tapi tiba-tiba aku teringat ada tugas liburan. Aku tidak bisa ikut.”

 

“Haish… Pabo. Sudahlah, aku pergi saja.”

 

***

 

 

“Ugh… pusing sekali,” Sooyoung terbangun dari pingsannya seraya memegang kepalanya. “Kau sudah bangun?” seorang namja terlihat sedang ‘bertengger’ di jendela kamarnya. “Ne? ah, ne…,” kata Sooyoung yang masih setengah sadar. “Kau… tidak kaget?” tanya namja itu. “Ne? Untuk apa? ….. NE?! MWO?! NUGUYA!” bentak Sooyoung saat tersadar. “Tenanglah. Aku bukan orang jahat,” kata namja itu seraya turun dari tempat bertenggernya. “Lalu kenapa kau di sini?! Jangan dekat-dekat!” bentak Sooyoung lagi.

 

Namja itu tersenyum. “Choi Sooyoung, aku di sini ditugaskan oleh malaikat atasan untuk memberitakan jadwal kematianmu,” kata namja itu dengan sopan. “M.. mwo?!” Sooyoung mulai tenang. “Kau bilang apa?” tanya Sooyoung. “Kau tahu drama 49 Days kan? Kalau aku ada di sana, aku adalah… Song Hye Soo? Itukah namanya?” kata namja itu. “Eh… Geosjimar…,” elak Sooyoung. “Benar kata atasan. Aku butuh surat perintah,” namja itu mengeluarkan secarik kertas. “Bacalah. Lengkap dengan cap resmi departemen kematian,” kata namja itu seraya memberikan kertas yang dibawanya. Sooyoung langsung mengambil kertas itu secara hati-hati. “Dengan surat pernyataan ini kami nyatakan bahwa departemen kematian telah menjadwalkan kematian Choi Sooyoung pada hari saat Choi Sooyoung membaca surat ini, kecuali bila Choi Sooyoung meminta waktu? Eh… gosjimar…,” elak Sooyoung lagi masih tak percaya. “Terserah kau saja. Tapi, kau mau minta waktu atau tidak? Kalau tidak, kita bisa ke surga sekarang,” tanya namja itu. “Ish… aku belum menikah dengan Kyu kau sudah mengajakku mati? Tapi kalau aku minta waktu dan bisa mendapat tiga air mata, aku akan hidup lagi?” tanya Sooyoung seraya melingkarkan matanya. “Kau kira ini 49 Days? Kalau kau diberi waktu, kau hanya bisa menikmati waktumu itu dan mati,” kata namja itu. “jadi… aku benar-benar akan mati?”

 

“Bingo!” tiba-tiba ada namja lain dengan rambut keriting yang muncul entah dari mana. “Jadi, bagaimana? Kau mau minta waktu? Kalau kau mau minta waktu, baiklah. Tapi ada beberapa syarat. Kalau kau mau mati sekarang, kau bisa langsung jadi malaikat bawahanku,” kata namja yang baru muncul itu. “jadi… kalian serius?” tanya Sooyoung. “Yup!” mendengar jawaban itu, Sooyoung langsung memasang wajah bingung sekaligus sedih. Perlahan kakinya melangkah ke kursi rias dan duduk di sana. “Eottokhe, Kyu?” gumamnya. Sooyoung terdiam sejenak, lalu mengangkat dagunya. “Baiklah. Kalau begitu aku minta waktu. Berapa lama yang bisa kalian berikan?” tanya Sooyoung. “Entahlah. Aku belum bertanya tentang itu. Kami akan menemuimu lagi. Sebelumnya, aku Lee Min Ho. Malaikat atasan dari Kim Hyun Joong. Level ku, utama tingkat 1,” namja yang baru muncul memperkenalkan dirinya. “Aku Kim Hyun Joong. Aku malaikat murid dari atasan Lee Min Ho. Levelku, utama tingkat 3. Mungkin aku akan menjadi malaikat pendampingmu,” kata malaikat yang jujur saja… bagi Sooyoung lebih baik dari malaikat yang bernama lee Min Ho.

 

Sooyoung menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan putus asa. “Bagaimana dengan Seunghyun oppa? Apa dia sudah berangkat?” tanya Sooyoung. “Aku menggunakan ponselmu untuk mengiriminya pesan. Kubilang kau ada tugas liburan,” malaikat-malaikat itu langsung menghilang bersama dengan hembusan nafas Sooyoung. “Kyu, eottokhe?”

 

To be continued….