Title                  : Neo, Saranghae! [Part 6]
Author             : Shin EunRa
Length             : Continue
Genre              : Romance

Rating             : G
Main Cast        : Choi HaRa (OC), Cho Kyuhyun (Super Junior)

Support casts   : Park HyeJin (OC), Lee Donghae (Super Junior)

 

 

Neo, Saranghae! [Part 6]

 

 

HyeJin’s POV

 

“KYUHYUN-AH!! HARA-YAH!!” Donghae oppa terus berteriak memanggil nama mereka. Oppa, apa kau tidak lelah huh?

“Oppa, aku lelah. Bisa kita istirahat sebentar?” pintaku pada Donghae oppa. Kaki ku seperti mau lepas rasanya. Kami sudah berjalan berpuluh-puluh kilometer tapi tetap saja belum menemukan HaRa dan Kyuhyun.

“Baiklah. Kita istirahat 10 menit disini. Setelah itu kita lanjutkan pencarian” Sepertinya dia juga merasa kelelahan. Raut wajahnya melukiskan kelelahan serta suatu kekhawatiran yang besar. Oppa pasti sangat mengkhawatirkan Kyuhyun. Ah, ani. Oppa pasti lebih mengkhawatirkan HaRa, karna HaRa merupakan yeoja yang disukainya. Atau mungkin juga Kyuhyun. Ahhh~ molla -___-

DONGHAE OPPAAA!! HYEJIN-AAAH!!

“Oppa! Kau mendengarnya?”

“Ne, HyeJin-ah. Itu pasti HaRa!”

“Ne, Oppa. Mungkin dia mendengar panggilan oppa tadi”

“Kajja! Kita sudah dekat dengan mereka” kami bertiga pun melanjutkan pencarian lagi. Menyusuri jalan setapak yang ada, mengingat-ingat darimana asal suara HaRa tadi.

“Oppa! Sepertinya aku melihat seberkas (?) cahaya disana” ku tunjuk arah dimana cahaya kecil yang kulihat tadi.

Tak perlu berpikir lama, kami pun langsung menuju jalan setapak asal cahaya tersebut. Tak ada penerangan yang masuk dalam jalan setapak itu. Jalan itu benar-benar gelap dan hanya diterangi oleh cahaya rembulan saja.

Krrrssseekk….. krssseeekk…” *anggep aja suara lagi menerobos (?) semak-semak ya (-__-)a*

“Oppa! Itu, suara apa?” aku langsung bersembunyi dibalik punggung Donghae oppa.

“Sepertinya dari arah sana”

“Oppa, aku takut”

“Tenanglah. Oppa akan menjagamu. Lagian kita juga bersama satpam disini”

“Ne, Oppa”

Donghae oppa mulai berjalan ke semak-semak yang bersuara tadi. Aku pun mengikutinya dengan bersembunyi dibalik punggung lebarnya itu.

Meeoooww…..” mwo?

“Aigoo~ ternyata hanya seekor kucing, HyeJin-ah. Kau tak perlu takut seperti itu. Kekeke~”

“Aish~ aku kirain itu tadi apaan. Dasar kucing. Bikin orang takut saja” kesalku pada kucing itu.

“Kekeke~ kyeopta”

“Mwo?” aku nggak salah denger kan?

“A… aniya. Kajja. Kita lanjutkan lagi” hmm~ Donghae oppa bertingkah aneh -,-

“KYUHYUN-A!! HARA-YA!!” teriaknya sekali lagi.

“HARA-YAH!! KYUHYUN-AH!!” aku pun berusaha memanggil mereka lagi.

Oppaaaaa!! Hyejin-aaa!!” HaRa! Itu suara HaRa!

“Oppa. Aku mendengarnya! Suara HaRa! Dari arah sana!” aku pun langsung berlari ke arah yang aku yakini HaRa ada disana. Tak lupa Donghae oppa dan juga satpam yang kami ajak mengikutiku.

HaRa-yah, bersabarlah. Sebentar lagi kita pasti akan bertemu” ucapku dalam hati.

Sedikit lagi. Sedikit lagi

“HARA-YAAAH!! Hossh…. hooshh…” ya, akhirnya aku menemukanmu.

“HyeJin-aaaah…………..!!” dia langsung berlari ke arah ku.

“Huhuhuhu……. HyeJin-ah, akhirnya kalian menemukanku. Huuhuuhuu…….” ku rasa tubuhnya bergetar karna rasa takut yang dia rasakan.

“Ne, HaRa-yah. Kami telah menemukanmu. Sekarang kau tenang yaa. Sstt… uljima” ucapku berusaha menenangkannya.

“Hiks…..”

“HaRa-yah, kemana Kyuhyun? Apa dia tidak bersamamu?” tanya Donghae oppa. Oia, kemana Kyuhyun? Aku tak melihatnya bersama HaRa.

“OMO! Oppa, Kyuhyun sedang terluka. Aku meninggalkannya disana untuk mencari bantuan” ucap HaRa dengan cemas.

“Kajja! Aku yakin dia pasti sudah kesal menunggu” lanjut Donghae oppa.

 

 

HyeJin’s POV END

 

 

HaRa’s POV

 

Kyuhyun-ah, aku telah menemukan mereka. Kamu tenang saja. Sebentar lagi pasti kamu akan sehat kembali” ucapku dalam hati.

Jarak  antara aku meninggalkan Kyuhyun dan menemukan HyeJin serta Donghae oppa lumayan memakan waktu lama. Aku harap Kyuhyun tidak beranjak dari tempatnya tadi.

“Oppa, di sebelah sana” tunjukku ke arah Kyuhyun berada. Kami pun segera menuju kesana.

“Kyuhyun-ah!” teriakku memanggilnya. Aku menghampirinya yang sudah terlihat pucat dari sebelumnya.

“Kyu, gwenchana?”

“Gwenchana” jawabnya dengan senyum yang kurasa dipaksa. Aku yakin dia tidak sebaik yang dikatakannya itu.

“Ya! Hyung! Kenapa kalian lama sekali sih. Kalian tak kasihan apa kami sudah hampir mati kedinginan disini” aish~ ini anak, udah sakit gini masih saja ngomel -,-“

“Ya! Bersyukurlah karna kami masih ingin mencari kalian” ucap Donghae oppa tak mau kalah. Aish~ jinjja! Dasar namja -,-

“Ya! Ya! Kenapa kalian malah bertengkar disini sih. Sebaiknya kita balik sekarang. Aku rasa Kyuhyun juga harus segera diobati” ucap HyeJin melerai mereka berdua. Aish~ benar-benar seperti anak kecil saja mereka ini.

“Arra. Arra. Kajja!”

Akhirnya kami semua pun keluar dari tempat itu. Melihat Kyuhyun berjalan yang dibantu oleh Donghae oppa dan satpam itu, membuat ku merasa kasihan karna dia menolongku sehingga ia harus mendapatkan luka itu. Kyuhyun-ah, mianheyo L

Kami pun sampai di parkiran tempat mobil kami terparkir. Ada 2 mobil disana, mobilnya HyeJin dan satu lagi kepunyaan Kyuhyun, kurasa. Sebab setahuku mobil itu bukanlah milik Donghae oppa.

“Ajjussi, kamsahamnida telah membantu kami menemukan mereka” ucap Donghae oppa kepada satpam tersebut.

“Ne, cheonma. Apakah kalian masih memerlukan bantuan?”

“Ah, aniyo”

“Arra. Kalau begitu saya permisi dulu. Anyeonghasimika”

“Anyeonghasimika” ucap kami bertiga, Kyuhyun sudah berada di dalam mobil. Satpam itu pun kembali ke pos penjagaannya.

“Ja, sebaiknya kita pulang” ajak Donghae oppa.

“Oppa, bolehkah aku menumpang di mobil Oppa? Aku masih merasa bersalah sama Kyuhyun. Gara-gara aku dia menjadi seperti itu. Kalau bisa aku ingin merawatnya, sebagai tanda rasa terima kasihku” ucapku panjang lebar.

“Ah, geurom. Sebaiknya kalian ikut saja dengan ku. Ini sudah malam, aku khawatir terjadi sesuatu pada kalian kalau menyetir malam-malam begini”

“Oh ya, besok akan kusuruh orang untuk mengambil mobil kalian. HyeJin-a, otte?” lanjutnya lagi.

“Ah, ne. Kalau memang itu yang terbaik aku setuju saja, Oppa”

“Oppa, HyeJin-a, gomawoyo” ucapku sambil melemparkan (?) senyum termanisku.

 

(┌●˛●)┌  ► (┌●˛●)┌  ►  (┌●˛●)┌

 

Jam telah menunjukkan pukul 23.40 malam. Kami pun sampai di apartemen Kyuhyun. Aku memang sengaja meminta Donghae oppa untuk menurunkanku disini. Aku ingin merawatnya sampai ia benar-benar merasa baikan.

“Oppa, mianhe” ucapku tiba-tiba.

“Wae?”

“Karna aku sudah merepotkan semuanya”

“Aigoo~ HaRa-yah, gwenchana. Aku sudah menganggapmu sebagai dongsaeng ku sendiri. Dan sudah menjadi kewajibanku untuk menjagamu. Jadi, kau tak perlu merasa bersalah seperti itu, ne?”

“Ne, Oppa. Gomawoyo” aku beruntung bertemu dengan Donghae oppa. Orang yang selalu ada disaat aku membutuhkannya. Sosok kakak laki-laki yang selama ini aku idam-idamkan.

“Kajja, ini sudah terlalu larut. Ya! Kyuhyun-ah, ireona. Aku tau kalau kau itu sudah bangun dari tadi” ucap Donghae oppa sambil turun dari kursi kemudi dan membuka pintu tempatku dan Kyuhyun duduk.

“Aish~ kau ini Hyung, menggangguku saja” ucap Kyuhyun lalu membuka kedua matanya.

“Mwo?”

“Kekeke~ HaRa-yah, gomawoyo sudah menjadi bantalku” ucapnya sambil menatapku dalam dengan senyum khasnya itu. Sepersekian detik aku dibuat tak sadarkan diri oleh tatapan mata dan senyumnya itu (°o°)

#Chu

Aku merasakan ada sesuatu yang menempel di pipi ku.

“Gomawo” ucapnya lagi dan langsung melesat pergi. Ya! Choi HaRa! Ireona!

“Ya! Cho Kyuhyuuun!! Kau ingin mati huh?” andwe! Ini sudah yang kedua kalinya. Tadi bibirku, sekarang pipiku pun ikut diambil >///<

“Ya! Cho Kyuhyuuunnn! Berhenti kau!” aku pun segera menyusulnya masuk ke dalam apartemennya itu.

Aku pun langsung masuk ke dalam apartemen itu. Ku lihat Donghae oppa mendudukkan Kyuhyun di sofa. Hmm.. pantas kok dia cepat sekali jalannya, ternyata dibantu Donghae oppa -,-

“Gomawo Hyung”

“Ne. Yasudah aku pulang dulu. Kau cepatlah istirahat. Oh ya, aku titip HaRa ya. Jangan kau apa-apakan dia. Arra”

“Ya Hyung! Seharusnya yang kau khawatirkan itu aku. Aku takut dengan keadaanku yang seperti ini malah diapa-apain sama dia” ucapnya sambil menuding ke arahku dengan wajah tanpa dosa -,-

“Ya! Mworago?!” aku sudah bersiap-siap ingin memakannya hidup-hidup -..-

“Ya! Ya! Ck. Sudah. Aku pamit. Hati-hatilah kalian berdua. Jangan berbuat yang aneh-aneh. Kekeke~”

“Oppa!” “Hyung!”

“Kekeke~ annyeong!” Donghae oppa pun pergi. Sekarang hanya ada aku dan si evil Kyuhyun disini. Aish~ ottokhe? Kenapa tiba-tiba mukaku jadi panas seperti ini >///<

“Ya! HaRa-yah, bisakah kau bantu aku? Aku mau mandi” ucapnya tiba-tiba.

“Aish~ Shireo! Kau mandi saja sendiri!”

“Ya! Siapa yang minta dimandikan. Aku minta bantu aku jalan ke kamar mandi. Aish~ kau pasti berpikiran yang aneh-aneh ya. Kekeke~”

“A…aniyo!” aku berjalan ke arahnya dan membantunya ke kamar mandi. Aish~ apa yang kau pikirkan Choi HaRa >..<”

“HaRa-yah. Aku sangat lapar, bisakah kau memasak ramen?” ucapnya sebelum menutup pintu kamar mandi.

“Ne” ku sanggupi saja permintaannya. Aku juga sangat lapar. Gara-gara tadi tersesat dan belum ada secuil makanan pun yang masuk ke perut kami.

“Ah, HaRa-yah. Lebih baik kau mandi sekalian. Di luar ada kamar mandi lagi. Kau ambillah baju yang ada di dalam lemari kamar tamu. Itu baju milik nuna ku” ucapnya lagi dari dalam kamar mandi.

“Ne. Arraso” aku pun berjalan gontai menuju kamar tamu yang dimaksud.

 

HaRa’s POV END

 

 

#TBC#

 

Mian kalo harus dipotong sampe sini, ide udaa mentok tok tok tok (x__x) digali sedalem apapun tetep ga mau keluar (T_T)

Mungkin ada masukan buat saya?? *ngarep (x__x)a* Silakan, ditunggu ide dan sarannya =)

Gamsahamnida~ ^^