[CHAPTER 4] MY ADORABLE FIANCEE

Author : Madhit

Genre : Romance

Length : Chaptered

Main Cast

  • Park Chiyoon as herself
  • Super Junior Lee Donghae as himself
  • Jessica Jung as herself
  • Song Seung Hoon as Jun So Min
  • Park Yoojin as herself

 

Disclaimer :

Cerita ini murni buatanku . Bisa dibilang FF pertama karena sebelumnya hanya menulis cerpen oneshot. Ohya, jika ada complain mengenai kesamaan karakter tokoh maupun alur cerita bisa langsung diberikan komentarnya. J

“Jadi, kau dan Tae Soo sekarang berpacaran ?” Ucapku tak percaya.

“Benaaaar Chiyoon-ah. Oh bagaimana ini? Bahkan aku tak memikirkan baju apa yang kupakai saat kencan pertamaku besok. Aaaah!”

“Bodoh ! Apa saja yang ada di otakmu ?” Naomy memukulkan sendok sup nya pada mangkuk Sandy sehingga terdengar bunyi yang agak keras.

Sandy dan Naomy adalah sahabatku di sekolah. Dari kelas satu hingga kelas tiga kami selalu berada dalam satu kelas yang sama. Maka tak heran, kami selalu berkumpul bersama berbagi cerita dari diri kami masing-masing. Sandy si gadis centil yang sangat gemar bergosip, namun sangat peduli pada sahabatnya. Dan Naomy si gadis keturunan jepang yang sedikit tomboy dan ambisius dalam meraih prestasinya. Dari kami bertiga, memang Naomy lah siswi yang paling pintar. Dari perbedaan yang kami bertiga miliki selalu memberikan warna di setiap candaan kami.

“Yang benar saja. Tae Soo si pria jenius itu memanggilmu sweety ? Aaahhh aku tak bisa membayangkannya. Hhha” Teriak Naomy yang hampir mengganggu seluruh isi kantin. Beberapa pasang mata memandangi kami dengan sorot mata tajam.

“Ya! Bagaimana kalau kau mengundang anak satu kelas ke tempat karaoke? Kudengar ayah Tae Soo adalah seorang pejabat militer yang kaya raya” Naomy bersuara.

“Apa itu tak Terlihat berlebihan?” Ucapku sambil memandang Sandy.

“Kau tenang saja Chiyoon. Setelah ini akan kubicarakan pada Tae Soo. Semoga saja ia menyetujuinya” Sandy memandangku.

“Jika ia benar-benar menyukaimu, pasti ia tak akan keberatan!” Ucap Naomy

“Ah pasti dia akan mengabulkan permohonanku. Percayalah”

“Kau bagaimana Chiyoon-ah? Kau juga belum memiliki pacar? Apa kau mau kukenalkan dengan temanku ?” Ucap Sandy

Aku langsung menggelang cepat. Sebenarnya sejak tadi aku tak bisa berkonsentrasi. Pikiranku hanya terpusat pada pembicaraan kemarin antara aku dan ibu. Pembicaraan tentang perjodohan yang sangat tak kuinginkan.

“Kau tenang saja” Jawabku ringan

“Kau sedang menyukai seseorang?” Tebak Naomy.

“Aku…” Ucapku terputus. Yang teringat justru wajah tampan Junso yang sedang tersenyum manis kepadaku. Aku tersenyum tipis membayangkannya.

“Kau terlihat pucat Chiyoon-ah. Kau tidak apa apa kan?”

“Apa?” Tanyaku

“Kubilang, kau terlihat pucat. Apa kau sakit?”

“Tidak. Hanya sedang terbebani pikiran saja” Ucapku tersenyum menghilangkan rasa khawatir dari kedua sahabatku. “Sama sekali bukan masalah serius”

“Baiklah . Jika ada sesuatu yang mengusik pikiranmu. Jangan sungkan katakan pada kami Chiyoon-ah”

Aku mengangguk.

Sepertinya Tae Soo keberatan jika ia harus mengundang siswa sekelas untuk acara ‘syukuran’ atas resminya hubungannya dan sahabatku Sandy. Jadi sebagai jalan keluaranya, agar Sandy juga tidak marah maka Tae Soo hanya mengundang teman dekatnya dan juga teman dekat Sandy.

“Aigoo, bukankah keputusanku sangat adil ? Undanglah kedua sahabatmu, sweety!” Begitulah ucapan yang kira-kira diucapkan Tae Soo pada Sandy yang sepertinya sedikit keberatan.

“Kalu begitu, berhubung orang yang kau undang hanya sedikit itu berarti kami boleh memesan soju dan makanan sepuasnya kan ?” Tanya Naomy dengan menggandeng lengan Sandy.

“Ya! Dia pacarku ! apa kau ingin memerasnya??” Sandy berteriak di dekat telinga Naomy, sedangkan Naomy hanya mencibir. Aku tersenyum melihat mereka berdua.

“Baiklah, terserah kalian. Hanya malam ini oke tidak apa-apa”

“Mari Chiyoon-ah kita pulang duluan. Sekitar jam 8 malam aku akan menjemputmu okay?” Naomy menggamit pundakku. “Apa akan ada kencan buta?”

“Eh? Oh aku ikut?” Ucapku sambil menunjuk ke arah hidungku. “Dan, kencan buta??”

“Ya! Bukankah kau sahabatku ??!” Teriak Sandy dan Naomy hampir bersamaan.

“Kencan buta apanya? Di sini kita hanya merayakan hubunganku dengan Tae Soo, tahu?” Sandy menyikut Naomy pelan.

“Sepertinya hanya Chiyoon lah yang mengerti keadaanku. Bahkan sweety ku mulai mengacuhkanku T.T ” Ucap Tae Soo pura pura memelas. Aku tersenyum singkat. “Baiklah, tapi jangan sampai larut malam”

“Benarkah? Oh Chiyoon aku cinta padamuuu” Naomy memelukku dengan ekspresi lucunya. Kali ini aku yakin Naomy akan tahan minum Soju untuk beberapa botol.

“Sepertinya aku harus puasa untuk sebulan kedepan” Ucap Tae Soo lirih sambil pura-pura sedih. Kami bertiga hanya terbahak sambil berlalu.

Pukul 8 lebih Naomy menjemputku di rumah dengan mobilnya yang sangat garang. Di mobil hanya ada kami berdua. Perjalanan dibutuhkan 15 menit untuk sampai di tempat tujuan kami yaitu mui mui café yang terletak di kawasan Gangnam.

Di sana sudah ada Sandy dan Tae Soo yang menunggu kami dengan banyak ‘jamuan’ di atas meja. Begitu masuk ,ruangan dengan lampu ungu tua yang pekat menyambut kami dengan music Chillout dari Jose Padilla. Untuk beberapa saat aku mengangguk-anggukkan kepalaku sambil menikmati lagunya.

“Haiiiii, kalian . Apa gaun ini terlihat pas untuk tubuhku ?” Sandy menyambut kami dengan pertanyaannya. Aku menatap tubuh Sandy yang berbalut gaun warna peach yang memperlihatkan bahu terbukanya hingga di atas dada.

“Kau, terlihat…” Naomy menggantungkan kalimatnya

“Kau cantik Sandy” Ucapku dengan tulus, Sandy langsung memelukku. Kini kami menatap Naomy yang masih bingung hendak berkata apa.

“Baiklah, kau cantik. Sebenarnya kau sedikit menor. Sedikit tua, sedikit aneh. Tapi kau Nampak Sexy !” Ucap Naomy akhirnya, karena melihat wajah Sandy yang hendak menelannya hidup-hidup. Sandy memeluk pundakku dan Naomy dan menggiring kami untuk bergabung bersama mereka.

“Sandy-aa ,Kekasihmu mengundang siapa saja?” Tanya Naomy ingin tahu. Sandy mengedikkan bahunya, Tae Soo menoleh lalu tertawa. “Siswa sekolah kita”

“Siapa?”

“Jinshim, Hanseo, dan Donghae”

“Apa?” Pekik ku. Tidak mungkin. Tujuanku kemari adalah agar sejenak melupakan kesepakatan perjodohan dengan Donghae. Tapi mengapa Donghe juga ikut???

“Yaa! Bukankah kau tahu bahwa Chiyoon tak pernah akur dengan Donghae? Mengapa kau mengundangnya?” Sandy protes.

“Tapi dia adalah teman dekatku. Sama sepertimu yang mengundang Naomy dan Chiyoon” Tae Soo membela diri.

“Baiklah kalian jangan kawatir. Tidak apa-apa. Lagipula ini semua demi kebahagiaan kalian” Ucapku . Baiklah, Donghae .. jika ia macam-macam terhadapku aku akan membuat perhitungan dengannya.

“YYYYYeeeaayyy Soju Cranberry sungguh nikmat. Chiyoon-ah cobalah , kau pasti suka!” Ucap Naomy sambil menuangkan soju pada gelasku.

“Huuups, sedikit saja. Aku, tidak bisa minum!” Aku meminumnya sedikit demi sedikit. Kami bersenang-senang sambil menirukan gaya penyanyi yang terpampang di layar.

“Hai semuaaanyaaa!!!” Ucap beberapa orang yang masuk . Semuanya berjumlah 4 orang. Sepertinya perasaanku tidak enak. Yang benar saja, Kulihat Donghae menggandeng seseorang. Apa??

“Uhukkkk hukk” Aku memuntahkan soju dan terbatuk karena terkejut dengan kedatangan Donghae dan juga Jessica di tengah-tengah kegembiraanku. Mereka datang dengan bergandengan tangan. Sungguh menganggu pemandangan.

“Chiyoon-ah ,  kau tak apa?” Sandy mengurut tengkukku perlahan.

“Tidak, uhuk”

“Ini minum lagi sedikt. Ini air putih” Tae Soo mengambilkanku segelas air putih.

“Kau tak perlu memaksakan diri untuk minum Chiyoon-ah. Aku tahu kau gadis yang polos”

“Heh! Sembarangan!” Ucap Sandy memukul lengan Tae Soo.

“Sudah, sudah. Aku tak apa. Ya! Tae Soo ucapanmu membuatku risi”

Aku memegangi tenggorokanku.

“Apa aku salah bicara?” Tae Soo menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Bodoh dipelihara!” Teriak Sandy di dekat telinga Tae Soo.

“Donghae-ya? Kalian mesra sekali?” Tae Soo melirik ke arah Jessica dan Donghae.

“Kebetulan tadi Sica tidak ada acara, jadi aku ajak sekalian”

Aku menoleh canggung. Ah hanya alibi, sebenarnya tanpa atau ada pun alasan Jessica , Donghae tetap akan mengajaknya. Aku mengalihkan perhatianku pada gelas berbentuk lebar yang kupegang dengan kedua tanganku. Baiklah, jangan pikirkan, jangan pikirkan mereka.

Sebenarnya, masih ada rasa sebal akibat ucapan Donghae tempo hari yang secara terang-terangan ingin mengorbankan persaanku demi Jessica.

“Baguslah, kau menambah 1 orang lagi. Hei, jika kalian sudah resmi jangan lupa mentraktir kami ya.” Ucap Jinshim. Kulihat Sica memandangi wajah Donghae dengan berbinar, sedangkan Donghae hanya menunduk malu.

Ditengah kesibukan kami bercerita panjang lebar tentang apa saja, Donghae dan Jessica justru berdekatan dan saling berbisik. Sebenarnya tidak masalah juga bagiku, Donghae memang sangat menyayangi Sica nya itu. Tapi kupikir itu sangat berlebihan karena mengingat apa yang ia utarakan demi melindungi Sica. Aku membuang muka begitu Donghae menyadari sosoknya tengah kuperhatikan.

“Hei, apa kalian tahu rumah kosong di sebelah sekolah kita??” Ucap Jinshim yang sepertinya mulai mabuk. Sudah mulai bicara ngelantur rupanya.

“Ada apa? Apa ada sesuatu yang menyeramkan?” Tanya Naomy penasaran.

“Sepertinya ada yang meninggali rumah tua itu. Seorang kakek yang memiliki janggut putih yang sangat panjang dan gemar memakai jubah hitam”

Semua terdiam cukup lama,

“YYYaaaa!!!! Kau menakutiku bodoh !!” Naomy memukul ujung kepala Jinshim dengan dompetnya. Auww! Jinshim mengaduh, namun masih dengan ekspresi konyolnya.

“Kauuuu, dasaar wanita kasaaarrr TT_TT”

“Jinshim kau bohong kan?” Ujar Tae Soo agak merinding.

“Mana mungkin aku bohong? Itulah mengapa kepala sekolah melarang kita main kesana. Jika tidak percaya, kesana saja di atas jam 12 malam”

“ya! Jangan bercerita tentang hantu! Bukankah kita kemari ingin bersenang-senang?” Naomy menyerput gelas terakhirnya, kemudian ia berdiri terhuyung.

“Sekarang siapa yang ingin menemaniku bernyanyi?” Naomy menggamit tangan Hanseo dan mengajaknya ke depan untuk berkaraoke bersama. Sedangkan yang lainnya hanya menonton sambil tertawa menyaksikan tingkah lucu Naomy dan ekspresi datar Hanseo.

Naomy dan Hanseo menyanyikan lagu Gee nya Girls generation dengan gaya mereka yang sangat kocak. Naomy si tomboy bertingkah genit pada Hanseo, sedangkan Hanseo mau tak mau akhirnya tertawa sampai tidak bisa berhenti. Mereka berdua tampak kompak. Naomy sepertinya kehilangan suara karena hampir 30 menit berteriak-teriak di depan microphone untuk bernyanyi. Ia pun terengah sambil menyantap baso ikan di depannya.

“Chiyoon-ah kini giliranmu. Ayo majuuuuu” Aku melotot.

“Kenapa aku?” Kutunjuk batang hidungku. Kukerutkan kedua alisku memelas.

“Majuuu. Majuuuuu. Majuuuu” Semua orang meneriaki ku untuk bernyanyi.

“Dengar teman teman, aku tak yakin gendang telinga kalian masih utuh setelah mendengarkanku menyanyi. Aku sungguh sungguh” Ucapku masih bernegosiasi.

“Nyanyiiiiiii. Nyanyiiiiii!!” Aku menggigit bibir bawahku. Susah benar berbicara dengan orang-orang yang keras kepala, apalagi yang terlanjr mabuk. Mau tak mau aku maju dan mengambil mic. Aku berdiri dengan canggung di depan.

“Yaaa!! Kau juga Donghae-ah” Teriak Hanseo sambil mendorong tubuh Hae ke depan. Aku sedikit panic. Kulirik wajah Jessica yang mulai tak tenang. Jessica berusaha tersenyum namun malah terlihat aneh. Dari tatapannya, ada semacam rasa tak rela.

“Hanseo, apa yang kau lakukan?” Sergahku.

“Ayolah, aku tak pernah melihat kalian bersama. Sekaliii saja kalian akur apa itu salah?” Terdengar nada suara Hanseo yang sudah terpengaruh oleh alcohol.

Donghae masih berkilah, namun akhirnya Jinshim dan Tae Soo menyeret Donghae ke depan. Aku menampakkan ekspresi terkejut lalu kami berpandangan canggung . Kedua alisku berkerut sambil meminta pertolongan oleh kedua sahabatku. Sungguh ini diluar dugaanku. Jika aku berpura-pura mabuk, apa mereka tidak jadi menunjukku? Aku melirik kea rah sahabatku. Namun sepertinya Sandy dan Naomy tak sepenuhnya sadar. Tamat riwayatku !!

My adorable fiancée,

To be continued

*

Annyong??  How is ur life bebsss??? Fine fine aja kaan?

Map map , mungkin belum memuaskan perasaan kalian bebs TT_TT.

Maklum bikinnya di sela-sela banyaknya seminar di kampus, jadi hasilnya gini nih rada-rada galaaauuuuu. Ah payah !! hhha

Seperti biasa ya bebss, komen komen nya madhit tungguin. Kritik bebs? Madhit suka banget. Kalo dirasa jelek bebs? Boleh langsung sabaniiii!! (?)

Pujian ? kalo ini semua orang pasti suka. Tapi kalo banyak pujian juga ga baik buat kesehatan kan bebs?? Nah masukan ? masukan aku lebih suka ituh? Ide , fresh idea gitu, okehhhh. Madhit tungguin sambil ngintip-ngintip kehidupan Chiyoon ya bebs. Doain makanya, biar dibolehin satpamnya masuk rumah dia , biar chapter selanjutnya juga ada isinya. Nah lo *abaikan* -___-