“Qiannie~”

“Hm?”

“Menurutmu, acara WGM ku gimana?”

“Gimana apanya?”

“Yah, menarik, atau apa…”

“Kau terlihat bodoh Kyu!”

“MWO?!”

“Kau. Terlihat. Bodoh. Yak! Kyuhyunnie, apa sistem pendengaranmu teganggu?”

“Yak! Song Qian!”

Gadis berambut coklat panjang itu berlari ringan menghindari amukan namja beraura setan tersebut. Senyuman manis yang ia lempar, berbanding terbalik dengan kondisi hatinya. Jauh di dalamnya, ada rasa sakit yang sulit di deskripsikan. Oh, mungkin ini …. Karma.

Sweet revenge eh? Cho kyuhyun, kau berhasil.

****

                Namja itu merengut setelah gadisnya menghilang dibalik pintu. Apa dia sebegitu terlihat bodohnya di acara laknat itu? Padahal dia sudah melakukan usaha -yang menurutnya- terbaik.

Tapi tetap saja, jikalau yeoja itu bukan gadisnya, maka apapun hal romantic yang ia buat, akan sia-sia.

Intinya, hatinya hanya untuk Song Qian.

Apa usahaku tidak berhasil? Padahal aku ingin membalikkan keadaanku dulu padanya.

                Tapi apa jadinya jika usahaku ini berhasil meninju hatinya?

                Namja yang menyakiti hati yeojanya sendiri, apa itu bodoh?

                Tapi, siapapun itu, jika berada di posisi yang sama denganku, mungkin ia akan melakukan hal yang sama pula.

“Mianhe Qian~a…” Gumam Kyuhyun sambil membanting tubuhnya ke sofa. Memejamkan matanya, berharap setelah ia bangun lagi, kegalauan yang berkecamuk di hatinya menghilang. Atau setidaknya, sedikit berkurang.

****

                Suara music terdengar kencang di ruang latihan, padahal ini sudah jam 2 dini hari. Victoria sama sekali tidak menyadari ada sesosok namja yang mengenakan topi hitam, mengamatinya diam-diam di balik kaca kecil di pintu. Victoria terus menari mengikuti alunan musik, seolah ia sedang berlatih untuk penampilannya nanti. Padahal, ia sudah sangat hafal gerakan-gerakan tersebut dan lagipula, ia akan tampil dua minggu lagi, bukan besok.

Tapi namja yang mengamatinya itu- Cho Kyuhyun- tahu benar alasan mengapa gadisnya berlatih sepanjang malam, dengan kata lain menyiksa dirinya sendiri.

Tidak lain karena dirinya.

Tapi apakah kalian tahu? Bahwa Cho Kyuhyun pun, pernah melakukan hal-hal bodoh seperti yang dilakukan gadisnya ini sebelumnya?

Ia menghabiskan suaranya sepanjang malam, menyanggupi jadwal killer yang mengharuskannya tidur kurang dari dua jam sehari, menghindari teknologi jahanam bernama televisi, dan tidak menyakalan computer jika tidak berniat bermain game.

Khuntoria.

Couple yang nyaris di elu-elukan di berbagai penjuru Korea, bahkan hingga  ke China , atau mungkin seluruh penggila hallyupun menyukainya.

Dan demi kata laknat itulah Ia melakukan hal bodoh hingga berbulan-bulan.

Tapi itu berakhir saat dia, Song Qian, mengatakan hal termanis di dalam hidupnya, yang membuat ia melupakan segala pesakitannya di masa lampau.

==Flasback==

                “Kau menangis, karena berpisah dari Nickhun, hm?”

Gadis yang memegang sumpit di hadapannya ini diam. Victoria masih menusuk-nusukkan sumpit pada tofunya. Dia sama sekali tidak berniat memakan makanan itu sepertinya.

                “Dia… orang yang baik. Hm… terlalu baik.”

                “Lalu, kau menyukainya?”

                “Dia itu, sudah seperti malaikat penjaga… dia, terlalu baik. Dan aku tidak mungkin menyukai malaikat penjagaku sendiri bukan?”

                “Iya juga, mana mungkin dewi kematian menyukai malaikat penjaga ya?” Gumam Kyuhyun.

Yeoja bermata bulat itu mendelik, berhenti mengacak-acak makanannya, “ Dewi kematian? Maksudmu?”

                “Kau ini Banshee-ku, dewi kematianku, kau tahu?”

                “Aku tidak mungkin mencabut nyawa ‘nyawaku’ sendiri. Kau gila!”

                “Bukankah saat kau mencintai seseorang, kau menyerahkan seluruh kelemahanmu padanya, sehingga dia bisa membunuhmu dengan mudah? Bahkan dia bisa membunuhmu tanpa kau menyadarinya~”

                “Aaaa~ iya, kau benar juga, tapi kau juga bisa dengan mudah membunuhku, kalau kau mau. Setidaknya, aku menyukai sesama mahluk pembunuh, tapi jangan pernah membayangkan kalo aku membunuhmu, Kyuhyun! Keselamatan jiwaku terancam.”

Yeoja itu akhirnya memakan makanan yang sedari tadi dia hancurkan, lalu bergumam pelan “ Kau ini takdirku, tak perduli kau bersama siapa sekarang, dan aku berjalan dengan siapa, pada akhirnya kau berada di jarak pandangku.”

                “Yah, aku  tahu. Tapi kau tidak perlu menangis sesegukan seperti itu demi malaikat penjagamu. Itu, menyebalkan.” Kyuhyun mendengus, lalu menyumpal mulutnya dengan tofu buatan Victoria. Seolah Tofu itu mahluk malang tempat pelampiasan kekesalannya terhadap tangisan Victoria.

Menyebalkan saat melihat orang yang kau sayangi menangis demi orang lain.

                “Aku tidak bisa main lagi kyu~ kau tahu? Wgm bisa jadi arenaku bermain, kalo wgm tamat, kapan aku bisa main lagi? T___________T bukankah kau sangat tahu bahwa jadwal kita di atas batas manusiawi hah?”

                “Hah? Jadi kau menangis bukan karena Nickhun?”

                “Ah, itu alasan keseratus, alasan utamaku karena aku tidak bisa main!”

                “Eh?”

Sejak 2008, Victoria adalah ‘mood maker’ Kyuhyun paling handal. Dia bisa membantingnya, dan juga bisa mengangkatnya seketika. Qiannie itu… ajaib.

==Flashback End==

Kyuhyun menyandarkan bahunya pada dinding, tubuhnya merosot hingga dia duduk dilantai. Ia menundukkan kepalanya, seolah menyembunyikan wajahnya dengan bagian depan topi. Dia menundukkan kepalanya, terpejam. Cara yang ia lakukan ketika kesedihan menggerogotinya, karena dia tidak bisa menangis dengan mudah.

*****

                Selama kesedihan masih menggerayangi hatinya, ia tidak akan berhenti berlatih, hingga matahari terjaga sekalipun.

Yeah, Victoria tahu bahwa wgm hanyalah sebuah realty show yang nyaris segala kelangsungannya di atur oleh skrip. Dan mungkin mereka juga tidak akan melakukan adegan yang manis itu –padahal menurutnya, itu menjijikan- tanpa adanya… ehm. Royalti.

Dan parahnya, Victoria baru sadar bahwa… dia menghabiskan hari ulang tahunnya dengan berlatih. Jam dua belas malam sudah terlewat 2 jam. Dan hal ini jelas bukan sesuatu yang ia inginkan. Ia selalu bermimpi merayakan hari ulang tahunnya dengan Kyuhyun. Namja yang bisa membuatnya berpikir seharian tanpa henti.

Entah kenapa, rasanya Victoria ingin sekali keluar dari ruang latihan. Rasanya, seperti ada sesuatu yang memaksanya untuk keluar.

Baru selangkah ia keluar dari pintu, ia melihat seseorang yang berkecamuk di pikirannya.

“Kyuhyun~a, kau sedang apa? Apa kau sedang tidur? Hm?” Ujarnya sambil membuka topi yang dikenakan Kyuhyun. Kyuhyun tersadar, membuka matanya perlahan. Rupanya dia ketiduran!

“Qiannie…”

“Hm?”

“Mianheyo…”

“Sudahlah, aku… mengerti. Kyu, saengil chukkae!”

“He? Bukannya sekarang kau yang ulang tahun?”

“Anggap saja kita ulang tahun bersama! Itu kan keren!”

Victoria mampu menghilangkan sejuta kekesalannya pada Kyuhyun begitu memandang mata tajamnya, dan suara beledunya. Begitu juga Kyuhyun. Dia, selalu merasakan kebahagiaan yang berbeda saat memandang mata bulat Victoria dari jarak dekat. Dan perasaan itu –dia bertaruh- tidak akan menguap sampai kapanpun!

*****

                “Huwaaa~ mashita!” Matanya berbinar saat memakan kue pedasnya bersama Kyuhyun. Harusnya mereka memakan sup rumput laut untuk merayakan ulang tahun, tapi jam segini mana ada ahjumma-ahjumma penjual sup rumput laut di  sekitar sini?

“Yak! Jangan langsung dimakan! Ucapkan dulu permintaanmu Qian~a!” Ujar Kyuhyun sambil merebut mangkok besar berisi kue pedas itu dari Victoria. Seketika yeoja itu merengut, mengembungkan pipinya, Kyuhyun terkikik melihatnya.

                Qian-ku memang sangat lucu ^^

“Kyuhyun~a, kau kira ini kue ulang tahun? Ini kue beras pedas kyu! Kue pedas~ astagaaa~ kembalikan mangkoknya! Aku lapaaar~”

“Eits, bilang dulu apa keinginanmu!”

“Tidak udah aku bilang juga kau sudah tau! Sudahlah, kembalikan dulu mangkoknya!”

Tidak perduli fans memasangkanku  dengan siapa, pada kenyataannya, dialah Coupleku yang sebenarnya, Cho Kyuhyun.

Yeoja ajaibku, Song Qian. Aku harap dia selalu ada di jarak pandangku, kemanapun aku pergi, dan setua apapun aku nanti.

Menua bersama Cho Kyuhyun, takdir yang indah.

Mendampinginya hingga rambut indahnya beruban, pilihan yang terbaik.

                “Qian, ehm…”

“Apwaa?” Katanya dengan mulut penuh.

“Er.. ini bukan gayaku, tapi…. Rasanya aneh tidak pernah mengatakan ini padamu, aku… hanya ingin menjadi pasangan yang sedikit normal!”

“Apa? Cepat katakan, Kyu!” Ujarnya sambil terus melahap kue pedas di hadapaannya.

“Err… saranghae!”

“Uhuk! Uhuk! Aair! Aaair!”

Kyuhyun langsung menyodorkan sebotol air mineralnnya pada Qian. Ia baru tahu kalo efek mengucapkan ‘saranghae’ adalah terdesak.

Victoria terkikik, sambil memegangi perutnya “ Kyu, kau menggelikan!”

Kyuhyun merengut, memandang tajam gadisnya, “Bukannya kau yang menggelikan? Dimana-mana, orang yang mendengar kata saranghae itu membalasnya dengan ‘nado saranghae!’ ini malah tersedak!”

“Nah! Itu jawabannya! Kau ‘kan sudah tahu…”

“Apa?”

“Iya itu tadi, bukannya tadi kau sudah bilang sendiri?”

“Iya apa?”

“Itu, tadi kan kau sudah bilang! Kau pikun sekali ya!”

“Song Qian, katakan nado saranghae!”

“Hm? Pemaksaan huh?”

Kyuhyun mencondongkan wajahnya, hingga wajah mereka tinggal berjarak sekitar 2 cm lagi. Hidung mereka hampir bersentuhan.

“A…apa yang kau lakukan Kyu!”

“Katakan, kalo tidak…”

Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Victoria, jarak antara mereka semakin terbunuh. Qian reflek memundurkan wajahnya. Jantungnya bergerak puluhan kali lebih cepat dari biasanya, hingga dia merasa sakit sendiri. Memalukan jika namja di hadapannya ini mengetahuinya.

“Nado Saranghae…”

Chu~

***********

Vic umma! Saengil chukkae~ hahaha… wish you all the best, moga makin lengket ama kyuhyun, dan saya bisa tertawa bahagia depan notbuk! HAHAHA.

Err.. tadinya saya mo hiatus mpe tgl 7, cm berhubung sekarang ultah Qiannie, yaaa… aku bikin ff kyutoria~ ahahaha~

Hmm… mungkin ini ga terlalu bagus, tapi ini ff kyutoria pertamaku ^^

Buat kyutorian dimanapun anda berada, JJANG!

Reader yang baca tanpa bash, JJANG!ahaha 😀

PS: aslinya author suka khuntoria juga ko ._.v

Iklan