Title            : Irony (chapter 4)

Author        : oleelxschein

Length        : Chaptered

Genre         : Angst, Romance, AU

Cast            : Choi Si won (Super Junior)

Lee Jaewon (Ocs)

HyeWon (Co-ed School)

Rating         : T

Disclaim     : just own plot. Semua POV diambil dari sudut pandangnya siwon & author POV. Kommen dalam bentuk apapun di terima, kalau malas kommen boleh like aja, pokoknya tolong tinggalkan jejak. Happy reading^^

————————————————————————————————————

Part 4

 

Pembunuh sialan itu tampaknya masih mengincarku…………..

Aku memegang kepalaku yang terasa sangat sakit. bukan karena luka ini, tapi karena aku tidak habis pikir kenapa teror itu tetap tidak berhenti. Darimana mereka tahu aku berubah wajah… SIAAL! Apalagi sekarang Jaewon yang menderita… Brengsek! Akan kubuat menyesal…akan kubuat menyesal…karena telah melukai gadisku…

Aku menatapkan tanganku berkali-kali ke dinding kamar mandi.

SIAL, padahal aku meninggalkannya karena alasan ini.. tapi aku tetap membuatnya terluka.. aku tidak berguna..

“SIAL! SIAL! SIAAAL!” teriakku sampai akhirnya kepalan tanganku terbentuk di dinding dengan noda merah.

xxx

“Siwooon, oppa gwenchana?”

Tiba-tiba hyewon datang dan langsung memelukku, aku mendorong badannya pelan. “Aku tidak apa-apa” lirihku sambil berjalan ke arah ruangan Jae won di rawat, tapi Hyewon menahan lenganku.

“Tapi, tangan oppa berdarah” katanya sambil mengangkat tanganku yang masih meneteskan darah.

Tiba-tiba Shinbi melepas tanganku dari genggaman hyewon, “Ini harus segera di obati!” Shinbi menarik lenganku menuju ruangan dokter.

Aku melirik Hyewon yang terdiam di tempatnya sambil terus memandang kami.

xxx

AUTHOR POV

“Si won dan seorang gadis kecelakaan, cepat ke rumah sakit!” suara cemas nenek menggema di ponsel shin bi. Seorang gadis? Dia segera berlari ke arah hyung jun yang masih di dalam bengkel dan memberi tahu adiknya mengalami kecelakaan. Akhirnya dengan taxi mereka sampai di Rumah sakit.

“Shin bi..” panggil nenek

“Keadaan oppa bagaimana nek?” tanya shinbi

“Oppamu baik-baik saja, dia sedang di kamar mandi” kata nenek

“Lalu Jae won..?”

“Kasihan sampai sekarang dia belum siuman, dia masih di periksa dokter” kata nenek dengan raut wajah cemas.

Lalu Shinbi berjalan ke arah Hyung jun yang sudah terduduk di pintu UGD sambil memegang kepala dan meremas rambutnya kasar. Dia memeluk hyung jun dan menepuk pundaknya perlahan. “Dia akan baik-baik saja…” lirih shinbi sambil menutup matanya hingga membuat butir air mata mengalir dari matanya. Lalu dia mendongak dan melihat seorang gadis tengah berdiri tidak jauh darinya. Gadis itu memandang ke arah ruang pemeriksaan sambil tersenyum licik. Shinbi meremas pundak Hyung jun saat melihat ekspresi yang tidak sewajarnya dari gadis tadi.

Tiba-tiba gadis itu berbalik dan berlari ke arah Siwon yang barusan keluar dari kamar mandi dan main peluk saja

Shinbipun berdiri dan berjalan ke arah Siwon dan gadis itu.

“Tapi, tangan oppa berdarah” katanya sambil memegang lengan si won. Dengan cepat Shinbi melepaskan genggamannya.

“Ini harus segera di obati!” kata Shinbi datar sambil menarik lengan siwon ke ruang dokter.

Shinbi menoleh ke arah gadis yang juga sedang memandangnya, “Akan ku buat kau menyesal karena melukai temanku, gadis gila..”

xxx

PLAK!

“Apa yang kau lakukan pada Jae Won, He?!” shinbi menampar pipi hyewon keras saat mereka di parkir mobil berdua.

“Kau bicara apa?” kata Hyewon terbata sambil memegang pipi kanannya yang memerah karena tamparan Shinbi.

“Kau yang menyuruh orang menabrak mobil siwon oppa kan?”

“Bukan aku! Sumpah! Bukan aku!” kata hyewon sambil menangis

Lalu PLAK! Shinbi kembali menampar hyewon, “Tidak usah pura-pura di depanku! Aku tahu semuanya! Aku tahu tentang heegi! Aku tahu kau itu sakit jiwa!!!”

Tiba-tiba PLAK, hyewon balas menampar shinbi, hyewon tersenyum pada shinbi. “Bagus kalau kau tahu aku yang sebenarnya, aku tidak perlu repot-repot menyingkirkanmu!” tiba-tiba hyewon mengambil tusuk kondenya yang dipakainya. Dia mengarahkannya pada shinbi, “Apa yang mau kau lakukan dengan itu?” dia melihat tusuk konde itu memiliki ujung yang lebih tajam dari pada sewajarnya.

“Kau tahu, kau itu sungguh adik yang tidak manis dan menyebalkan!”

“Kalau kau berani mendekat aku akan melemparmu dengan….” kata shinbi sambil melepas sepatunya.

“Hahaha! Kau mau menghentikanku dengan itu? Kau tidak ingat sahabatmu bernama heegi itu? Apa yang kulakukan itu bisa saja terjadi padamu juga…”

Shinbi mundur “Pergi kau, gadis sakit jiwa!” shinbi melempar sepatunya dan kena pundak hyewon. Hyewon geram lalu mengejar shinbi, saat itu shinbi tersandung dan menabrak mobil dan membuat alarm mobil itu berbunyi keras.

“Hahaha, kau seperti kelinci kecil yang ketakutan…!” Hyewon menyeringai sambil mendekat ke arahnya

Tapi saat hyewon hendak menancapkan ‘senjatanya’ itu, tiba-tiba ada teriakan dari arah lift. Hyewon panik dan mengiris lengannya sendiri dan melempar kondenya ke arah shinbi, beruntungnya shinbi menghindar dan konde itu mengglinding entah kemana.

“Ada apa?” tanya Pak satpam kepada mereka berdua

“Pak…” hyewon berjalan tertatih-tatih ke pak satpam sambil menangis dengan memegang lengannya yang berdarah.

Shinbi mengangakan mulutnya lebar-lebar, “Begitukah yang dilakukannya selama ini” gumamnya. Shinbi duduk menyandar di mobil yang alarmnya terus berbunyi itu sambil memegang lengannya yang sakit karena menabrak mobil, dia terkejut melihat betapa drastis perubahan hyewon.

“Ada apa nona? Kenapa tangan anda berdarah” tanya pak satpam

“Disana pak… Di sana…” kata hyewon dengan raut wajah ketakutan.

“Perfect acting” pikir shinbi sambil mulai berdiri dengan lengan yang ngilu.

“Tadi kami berdua di rampok dan perampoknya pergi setelah melukai kami” katanya sambil menangis, pak satpam segera berlari ke arah yang di tunjuk hyewon.

“Urusan kita belum selesai…dongsaeng…”  ucap hyewon, lalu mengejar pak satpam. Sedang Shinbi hanya diam melihat sandiwara sempurna dari gadis itu.

——————————————————————–

xxx

SIWON POV

Kata dokter, Jae won tidak apa-apa hanya benturan di sekitar punggungnya. Aku sedang menantinya untuk membuka mata. Aku memandangi wajahnya yang tertidur,  lalu ada sedikit gerakan dari matanya. “yobo~” lirihnya

Aku tersentak. Dia panggil aku apa? yobo? Kenapa rasanya begitu sesak saat dia memanggil diriku dengan sebutan itu lagi.

“Ah mian… siwon-ssi, kupikir kau…” ucapnya kemudian

“Gwenchana”

“Kau terus memegang tanganku?” katanya polos dan seketika membuatku grogi.  “Ma-aaf!” aku melepas tangannya, “Aku hanya khawatir padamu, gara-gara aku kau jadi begini!”

Jae won tertawa lalu kemudian terbatuk.

“Kau tidak apa, jae won?” kataku panik

Dia tersenyum “Aniyo. Jangan bilang begitu, semua bukan salahmu. Ini gara-gara supir truk ngantuk itu!” katanya sambil memanyunkan bibirnya.

“Iya, supirnya memang mengantuk!” kataku padanya, mana mungkin aku bilang kecelakaan ini disengaja.

“Keundae… nan gumaptago~” aku menoleh ke arahnya. “Sepertinya disaat terakhirpun, kau masih melindungiku, gumawo siwon-ssi” katanya sambil tersenyum.

Bisa kurasakan wajahku memanas. Aiiissshh sial! Memang sih, sebelum tertabrak aku memeluknya erat. Ternyata dia sadar. Haaiiisshh… Lama-lama aku bisa gila….

xxx

“Dasar Bodoh! membunuh satu orang tidak becus!!”

Pria itu mendubrak meja kantornya.

“Maaf, tuan!”

“Cari cara agar cucu nenek itu mati! CEPAAT!” teriak pria paruh baya itu pada cecunguk-cecunguknya.

Tapi tiba-tiba ada pria lain yang masuk ke kantor tuan itu.

“Tidak perlu repot tuan, kita punya sesuatu yang lebih baik dari membunuh pria itu”

“Cepat katakan!!”

Pria itu membisikkan sesuatu pada tuan tersebut dan memberikan sebuah map pada tuan tadi.

“Bagus! Ini bagus sekali! Cepat segera kerjakan!HAHHAHA”