This’ Not Fanfiction

Tittle                : this’ not fanfiction

Author             : dini0210

Length             : oneshoot

Cast                 : -Bae Su Ji as Suzy

-Super Junior Kim Kibum as Kibum

-and other hidden cast J

Genre              : romance, AU

Rating              : PG+13

Disclaimer       : semua alur dan plot murni imajinasi saya sebagai fangirl. Ide cerita pure mine, dan itu saya temukan waktu mandi J so don’t be a plagiator J

 

PS : anggep aja Kibum oppa ikut promosi Mr.Simple yak J dan Heechul belum ikut wamil J dan imagine kalo suzy bukan member MissA

 

Annyeong! Ini first FF yang aku buat tanpa Ocs loh. Mian, kalo jelek. Masih amatiran sih. Oiya, FF ini pernah aku post di wp pribadi aku di sini , juga di sini dan di sini . okede, happy reading and RCL yaa

PS : makasih buat admin yg udah post FF aku *doain berjodoh sama bias*

 

(u,U)~ happy reading ~(U,u)

“there’s no doubt that we look best when all 13 of us are together” –Ryeowook

 

KIBUM POV

Annyeong! Kalian pasti tahu siapa aku, yak yak tepat! Kk aku adalah namja tertampan di Super Junior. Kkk tidak percaya? Lihatlah betapa para ELF sangat menyukai ‘killer smille’-ku, apa hubungannya? Tanyakan pada author yang membuat FF ini (?)

Well, kalian tahu saat ini Super Junior sedang ‘istirahat’ karena promosi untuk Mr.Simple sudah selesai. Seperti yang kalian lihat, saat ini member Super Junior sedang bermalas-malasan, karena tidak ada schedule. Lihatlah Siwon hyung yang sedang ‘mengaji’ dan memberi dakwah (?) kepada Heechul hyung, sedangkan Heechul hyung malah asyik dengan anak kesayangannya si Heebum. Dan yang lebih parah, Eunhyuk hyung sedang menontoh video yadong dengan author(?).Yang lainnya sibuk dengan kegiatannya masing-masing, begitupun anak-anak mereka. Kalian lihat kkoming dan choco sedang merencakan mereka akan punya anak berapa, dan Bada dan Beckham sedang meributkan jatah uang bulanan untuk Beckham. Sungguh terlalu, aku hanya dibiarkan membeku disini tanpa ada satupun orang yang meperdulikanku.

“Kibum-ah, apa kau tidak ada schedule hari ini?” tanya Hee hyung.

“ani hyung, aku tidak ada scedule sama sekali hari ini. Kau bisa menyarankan kegiatan yang mengasyikkan untuku?” tanyaku

“yak, hyung! Perhatikan Alkitab yang sedang aku baca!” wkaka, Siwon hyung benar-benar lucu.

“aish, kau! Aku tak perduli dengan apa yang sedang kau baca. Kibum ah, cobalah menjadi netizan, sama fans-fansmu yang ada di twitter.” Kata Heechul hung seraya pergi dari hadapan Siwon hyung.

“ne, hyung!” aku mengangguk lalu kunyalakan laptopku.

Nah, sekarang sudah terkoneksi ke internet, kubuka browser lalu twitter. Apa yang harus ku tulis di twitter ya? Apa seperti ini ‘hallo semua, saat ini aku sedang tidak ada kegiatan apapun di dorm’? haish, kenapa terlihat sangat norak?

“kibum, apa yang sedang kau lakukan? Memandangi layar laptopmu?” tanya eunhyuk hyung, aku hanya menggelengkan kepalaku.

“molla hyung, aku tak tahu apa yang harus aku kerjakan” jawabku lesu.

“yak, cari video yadong terbaru saja! Setelah itu download ya. Nanti aku lihat” kata Eunhyuk hyung mesum. Aish, jinjja aku tak seyadong itu.

“aku sudah melihatnya tadi malam hyung, lagipula aku tidak yadong sepertimu (?)” kataku sok polos.

“aish, jinjja? Kenapa kau tak memberitahu aku?” terlihat raut wajah kecewa di wajah eunhyuk hyung. Kekeke

Kali ini aku tak menggubris kata-kata dari eunhyuk hyung. Lebih baik aku mencari berita tentang diriku. Ku tulis ‘SJ Kibum’ di search box. Tantadaaaa, apa ini? Knapa yang muncul malah artikel Key Shinee dan Kibum ex-Ukiss? Apakah aku tidak setenar mereka? Ataukah hidupku yang terlalu biasa sehingga tidak ada satupun yang perlu diberitakan? Setidaknya aku bisa menyimpulkan kalau aku artis yang baik, sehingga tidak ada satupun gosip mengenai aku, kekeke. Tunggu, ada artikel mengenai aku, tapi sepertinya ini sebuah cerita buatan fansku. Aku penasaran, apa hayalan mereka tentang aku ya? Buka linknya saja ah.

 

***

“ah, yeppoyo. Sudah cantik, dia juga pintar membuat cerita. Siapa namanya dan dia tinggal di seoul-kah?”

Aku sudah melihat biodata Author yang membuat fanfiction ini. Namanya Bae Su Zy. Dilihat dari fotonya ia sangat cantik, bahkan lebih cantik dari Yoona SNSD, sungguh, dia benar-benar cantik. Dia juga tinggal di seoul. Akan kucari dia sedang berada di mana.

 

***

 

SUZY POV

Aku sedang merada di salah satu restoran, di pusat kota seoul. Hari ini hanya ada 1 mata kuliah, maka aku bisa pulang cepat dan pergi ke restoran ini untuk makan sekaligus ber hotspot. Kkk, lumayasn, lagipula paket internet di apartemenku sudah habis. Aku hanya ingin melihat jumlah reader yang membaca FF-ku.

“aish, jinjja! Kenapa ada reader yang tidak berkomentar di FF-ku? Apa dia tidak tahu jika banyak waktu yang ku korbankan hanya untuk membuat FF serumit ini?” kataku penuh emosi hingga seseorang asing datang menghampiriku dan bertanya,

“kau Bae Suzy?” sepertinya dia tidak asing, tapi siapa ya? Dia memakai masker dan hoodie untuk menutupi wajahnya.

“ne, bae suzy imnida, neo nuguya?” tanyaku

“kau tidak mengenalku?” jawabnya, ah lebih tepatnya ia malah bertanya padaku sambil melepas masker yang ia kenakan.

“kau sudah mengenaliku?” tanyanya lagi, hey bukankah di Super Junior Kibum, mau apa kemari? Eh, tunggu! Benar dia SJ Kibum?

“kyaaaaaa!! KIBUM OPPA!!!” aku berteriak sangat keras, tidak sadar bahwa ini adalah tempat umum.

“yak, kau tidak usah berteriak seperti itu, nanti ELF bisa dengar! Untung saja kau memilih tempa di pojok restauran”kata kibum oppa sambil memakai maskernya lagi.

“mianhamnida oppa, jeongmal mianhamnida” aku menunduk, tak berani menatapnya. Aku terlalu malu atas apa yang kau lakukan tadi. Aish, begitu memalukan.

“ne, gwenchana. Boleh aku berkenalan denganmu? Aku sudah jauh-jauh pergi dari dorm kemari hanya untuk bertemu denganmu.” Apa dia bilang? Hanya untuk bertemu denganku? Dia tak bercanda?

“ne, tentu saja. Tapi kalau aku boleh tahu, kenapa kau ingin menemuiku?” tanyaku sambil menyipitkan mata.

“hanya untuk memastikan kau adalah Bae Su Zy. Wae?” jawabnya santai, wow apakah aku lebih tenar dari neil amstrong, sampai-sampai seorang Kibum Sj mengenaliku? Huahahaha

“jinjja? Darimana kau tahu?” mataku membulat sekarang, menunjukkan ekspresi terkejut.

“tentu saja aku tahu” kali ini dia duduk dengan santainya di kursi restauran ini, tangannnya terlentang. *bisa bayangin?

“kau Bae Suzy, author sebuah fanfiction yang notabene cast-nya adalah aku. Ne?” whuaaaa, dia benar-benar tahu tentang aku. Tapi aishh, kenapa ia malah menyesap kopi yang belum sempat aku minum? Kyaa! Tidak sopan

“ne, kau benar tuan Kim Kibum. Kau sudah tahu siapa aku, sudah selesaikan urusanmu denganku? Sekarang lebih baik kau pergi sebelum kau habiskan semua kopiku” kataku dengan nada sesopan mungkin. Well, sepertinya sudutpandangku tentang Kibum oppa sudah berubah, kupikir dia namja yang sopan kaya dan mempunyaikharisma, ternyata semua salah! Tidak mampukah dia untuk membeli kopi sendiri hingga ia hanya bisa memintanya dariku tanpa izin? Huh..

 

SUZY POV END

 

KIBUM POV

“ne, kau benar tuan Kim Kibum. Kau sudah tahu siapa aku, sudah selesaikan urusanmu denganku? Sekarang lebih baik kau pergi sebelum kau habiskan semua kopiku” aigoo, rupanya dia marah karena aku meminum kopinya. Hahm pantas saja raut mukanya berubah. Tunggu, bae suzi, tidak secepat ini pertemuan kita.

“kau pikir aku datang kemari hanya untuk berkata ‘kau bae suzy, dan kau adalah author sebuah fanfiction’? hey! Aku cukup sibuk untuk mengatakan hal sesedikit itu.” Kataku sinis, kulihat ia mulai muak. Huh? Bukankah dia fansku?

“katakan apa maumu Kim Kibum. Bukankah kau sibuk?”

“emm, begini sebenarnya aku ingin mengenalmu lebih jauh. Yah, kau boleh tahu bahwa aku tidak mepunyai teman untuk berbagi isi hatiku” kenapa aku jadi curhat padanya?

“maksudmu? Bukankah disekitarmu selalu ada hyung-hyung super junior?’

“mereka tak seperti yang kau pikirkan, terkadang kami mempunyai kesibukan masing-masing. Dan kau tahu, terkadang pemikiran mereka tidak sejalan denganku” jawabku mantap, kulihat dia mengerutkan dahinya. Apa dia belum maksud juga?

“lalu mengapa harus aku? Mungkin saja pemikiranmu tidak sejalan dengan apa yang kau fikirkan, lalu kenapa kau memintaku untuk menjadi..eumm teman curhatmu?”

“karena harus kau! Aku tak tahu mengapa, tapi hatiku memilihmu. Suzy-ah, maukah kau menjadi yeojachinguku?” aishh, kenapa aku mengungkapkannya secepat ini?

“mwo? Michyeoseo!” jawabnya tak percaya, matanya membulat, dan aigooo kyeoptaa~

“Suzy-ah..” kutatap matanya, ia tertegun dengan perlakuanku

“Kim Kibum, aku sadar bahwa aku hanyalah wanita biasa dan lihatlah dirimu.. kau seorang bintang, kurasa aku tak pantas berharap untuk mendapatkan bintang itu seperti ini. Ku rasa ini hanyalah ilusi sejenakmu, kau tahu berapa lama kita bertemu.. itu tak cukup membuatku yakin terhadapmu” setiap kata yang keluar dari bibirnya semakin membuatku yakin atas keputusanku menjadikannya yeojachingu-ku.

“tatap mataku! Apakah kau menemukan kebohongan di sana?”

 

KIM KIBUM POV END

 

SUZY POV

“tatap mataku! Apakah kau menemukan kebohongan di sana?” sejujurnya, aku melihat ketulusan yang terpancar di kedua bola matanya itu. Tapi…

“Kibum-ssi, aku bukan sansaengmu yang dapat dengan mudah kau pacari. Aku tak mau terjebak dalam ilusimu lebih dalam. Aku tahu, jika aku menolakmu itu sebuah keputusan yang bodoh. Namun hatiku tak sepenuhnya yakin atas apa yang ada didalam dirimu.” Bodoh! Kau bodoh Bae Suzy, menolak cinta seorang Kim Kibum, bukankah itu hal yang sangat bodoh?tapi kenapa hatiku merasa tidak yakin dengan apa yang tadi ia ucapkan padaku? Jujur aku butuh waktu. Sepertinya aura di restauran ini sudah tak nyaman lagi, sebaiknya aku pergi daripada pikiranku tambah kacau. Saat aku melangkah ada tangan yang mencengkram kuat tanganku, mencegahku agar tidak pergi.

“tunggu…” kim kibum, belum sadarkah kau bila aku tak pantas untukmu?

“aku harus pergi, katakan apa maumu…”

“jawab pertanyaanku sebelum kau pergi”

“aku butuh waktu.. aku harus pergi sekarang” kataku cepet tanpa menoleh sedikitpun padanya, tangannya masih mencengkram tanganku, sengaja ku kibaskan agar tangannya lepas dari tanganku. <– banyak kata ‘tangan’

 

***

“Now even time passing quickly, when I want to keep you in a little bit more” –SJ Andante

 

***

“hahhh.. bukankah hari ini sangat panas? Huh..” hoh? Siapa yang tiba-tiba duduk disebelahku?

 

AUTHOR POV

 

Yeoja yang sedang duduk dan membuat FF pun refleks menoleh dan memalingkan mukanya untuk memastikan siapa yang tiba-tiba duduk disampingnya. Terlihat jelas raut mukanya menampakkan ekspresi terkejut.

“yakk, Kibum-ssi, kenapa kau kemari?” tanya yeoja itu ketus sambil menjauhkan dirinya dari namja yang bernama Kibum itu.

“wae? Kau tidak suka? Kau tahu, hanya kau yang aku beri fanservice se-eksklusif ini. Suzy-ya, aku bosan, temani aku jalan-jalan” rengek kibum,

“shireo!!” Suzy menggelengkan kepelanya seraya memfokuskan pandangannya ke laptopnya.

“harus mau!” kibum tak mau kalah.

“kenapa harus? Lagipulamasih banyak fans-mu diluar sana yang bisa kau ajak jalan-jalan” suzy berkilah, sebenarnya ia malu menerima ajakan dari kibum, tapi ia tak mau jantungnya lepas dari tempatnya hanya karena berada di dekat kibum.

“suzy-ah, jebal.. lagipula kau belum menjawab pertanyaanku kemarin.” Sepertinya kali ini Suzy mulai tak tega pada kibum.

“arasseo.. arasseo” jawab Suzy tak semangat, sambil memetikan laptopnya.

“kajja!” kibum menggandeng tangan suzy tiba-tiba.

 

***

 

SUZY POV

 

“kibum-ssi aku lelah, istirahatlah sejenak.” Huh, kakiku rasanya ingin copot dari tempatnya. Hari ini Kibum oppa mengajakku jalan-jalan di mall. Hari ini kami hanya berjalan-jalan, aku tak tahu mengapa ia mengajakku kemari padahal ia juga tak beminat membeli apapun.

“baiklah, kita ke cafe itu saja. Kau masih kuat berjalan?” katanya sok perhatian sambil menepuk-nepuk pundaknya. Aku tahu apa yang dia maksud.

“yak Kim Kibum, kau pikir aku selemah itu hah?” ia hanya terkekeh mendengar kalimatku tadi. Dan lagi-lagi ia menarik tanganku secara tiba-tiba, membuat darahku berdesir dan jantungku berkoar-koar didalam sana. Ya tuhann tolong aku

 

“kau mau pesan apa nona manis? Kali ini aku yang  bayar, anggap saja ganti rugi atas kopimu yang aku habiskan kemarin” ia menyodorkan daftar menu kepadaku. Sambil menerima daftar menu itu, aku terkekeh mengingat kopi yang telah ia habiskan.

“capuccino dan chocolate cup cake saja” kataku, aku tak ingin berat badanku naik lagi karena banyak makan.

“hanya itu? Apa kau mau yang lain? Tak usah sungkan, aku yang bayar lohh” katanya seraya menunjukkan ‘lebay-smirk’nya padaku. Aku hanya menggeleng cepat.

“pantas saja kau kurus, kau tunggu disini biar aku yang pesan makanannya.” Kali ini ia mengecak rambutku. Apa ini salah satu fans service darinya?

 

“tadaaa.. here your capuccino and cup cake, please enjoy” ia datang membawa pesananku dan pesanannya. Entah mengapa saat ia tersenyum padaku, aku merasa senyumnya berbeda, terkesan natural dan seolah… ah, lupakan!! Kau terlalu ge-er Bae Suzy!!

“gwencana Suzy-ah? Apa aku salah memesan makanan?” ia menyadarkan aku dari lamunan sesaat, ah ani tepatnya khayalan sesaat.

“ahh, aniyo. Ini seperti yang aku harapkan. Gomawo Kibum-ssi” kataku sedikit tergagap di awal kalimat.

“hey, jangan terlalu formal saat bicara padaku. Panggil aku oppa, setidaknya aku lebih tua darimu. Arra?” oppa? Aku boleh memanggilnya oppa?

“ne, oppa. Arraseo.”

“oh iya, suzy-ah.. soal pertanyaanku kemarin tak usah kau pikirkan lagi. Jeongmal mianhae, aku telah membuatmu tak nyaman kemarin.”

Jleb! Ternyata, dugaanku benar. Kibum oppa tidak benar-benar menyukaiku. Ternyata kata-katanya kemarin tidak serius seperti yang aku harapkan. Aku juga bodoh, bisa-bisanya aku berfikir bahwa Kibum oppa benar-benar memnintaku untuk menjadi yeojachingunya? Andwae, aku harus tahu diri.

 

KIBUM POV

 

Setelah ku pikir-pikir, kurasa keputusanku untuk meminta Suzy menjadi yeojachinguku salah, bukan karena aku artis dan dia fans. Namun lebih ke perasaannya, ia pasti jadi tidak nyaman dengan permintaanku itu. Aku juga sadar bahwa setiap orang belum tentu mengalami cinta pada pandangan pertama seperti apa yang sedang aku rasakan saat ini. Ya, aku memang mencintai Bae Suzy sejak pertemuan pertama itu. Entah mengapa jantungku berpacu lebih cepat tiap aku melihat dirinya.

“Suzy-ah, boleh aku pinjam handphone mu?”

“eh? Eum.. ini. Untuk apa oppa pinjam ponselku?” ia menyodorkan ponsel yang sedari tedi ia kantongi.

“ssttt…” ku letakkan telunjukku di depan bibirku, mengisyaratkan padanya untuk diam saja. Ia hanya mengangguk kecil sambil memperhatikan apa yang sedang aku lakukan dengan ponselnya.

Kalian penasaran dengan apa yang akakn aku lakukan sekarang? Hha, aku sedang menuliskan nomor ponselu di ponsel Suzy. Aku juga me-misscall ponselku dari ponsel Suzy, tentu saja untuk ngetahui nomor ponsel Suzy.

“nah, ini nomor ponselku. Kalau kau rindu padaku, telfon aku dan katakan ‘bogoshippoyo oppa’ hahaha. Arraseo?” kataku dengan nada yang dibuat-buat pada kata ‘bogoshippoyo oppa’ keke, kulihat ia terkekeh dengan kelakuanku.

“arra, tapi mungkin kau yang akan lebih sering menelfonku, hahaha” baru kali ini aku melihatnya tertawa lepas saat bersamaku. Ia terlihat sangan lucu saat tertawa.

“mwo? Andwae!” sergahku sambil menjulurkan lidah ke arahnya.

 

***

Tepat satu bulan setelah ia pergi ke Amerika, aku masih sempat berfikir apakah dia masih mau kembali ke Korea dan menemuiku. Yah, walau aku tahu, aku bukanlah siapa-siapanya tapi kenapa hatiku yakin kalau ia akan kembali kepadaku? Terngiang segala kebersamaan kami selama ini, kenangan yang indah.

 

Flashback

 

“Aishh, mungkinkah ada fans yang selalu dibuntuti idolanya?” kataku dalam hati setelah melihat Kim kibum datang ke kampusku dan melambaikan tangannya ke arahku.

Aku hanya terdiam memandanginya dan berpikir, apa pemikiranku tadi benar?

“yak Bae Suzy, sampai kapan kau akan diam disitu? Cepat naik ke mobilku!” katanya setengah berteriak sambil melenggos masuk ke mobilnya sendiri. Jadi ini bukan Cuma khayalanku saja?

Aku masih menepuk-nepuk pipiku di dalam mobil kibum oppa. Hanya memastikan ini bukan mimpi.

“yak! Kenapa kau lakukan ini? Lihat pipimu memerah sekarang! Hentikan itu” kibum oppa menghentikan tepukan-tepukan tanganku di pipiku. Tangannya menyentuhku. Omo, darahku berdesir hebat, saat ini pandangan mata kami saling bertemu. 1 detik.. 2 detik.. 5 detik.. sampai sesuatu menyadarkannya untuk tidak bertemu pandang lagi. Yeah, aku benci saat ia berhenti memandangku. Sekarang yang ku lihat , kibum agak canggung denganku. Entah mengapa, aku juga canggung sekarang.

“kita mau kemana?” tanyaku untuk mencairkan suasana sekaligus mengobati kebingunganku saat ini. Ia tak mungkin menemuiku tanpa tujuan.

“aku ingin jalan-jalan bersamamu. Tentu kau bersedia kan?”kata kibum oppa sambil memalingkan wajahnya padaku.

“cih, kau ini. Kalau aku tidak mau, mwo hago isseoyo?” kupalingkan wajahku darinya, dan kutunjukkan mimik wajah mengejek. Samar-samar dari ujung mataku terlihat ia menaikkan satu alisnya.

“huh, tapi kau tak bisa menolaknya sekarang” ia menaikkan kecepatan mobil ini tepat 1 detik setelah kibum oppa selesai bicara.

Ne, harus kuakui, aku tak akan pernah bisa menolak permintaannya.

 

….

 

Kami telah selesai menonton film di bioskop saat hari sudah mulai gelap. Omo, sekarang sudah jam 8 pm. Masih haruskah ia kutemani?

“oppa, malam sudah larut, bolehkah aku pulang sekarang?” aku masih memandangi jam tanganku.

“belum. Ada satu hal yang ingin aku katakan padamu, kkaja!” ia menggandeng tanganku. Kyaa, wajahku memerah? Aku harus menunduk, aku malu.

            Sepertinya Kibum oppa mengajakku ke sungai han. Ne, tepat, ini adalah jalan menuju sungai han. Kenapa ia mengajakku kemari?

“kita sudah sampai, katakan apa yang ingin kau katakan.” Aku hanya tidak ingin pulang lebih larut.

“duduklah, aku ingin berfoto denganmu dulu. Selama ini aku ingin berfoto denganmu” Kibum oppa membersihkan bagian kursi taman yang akan aku duduki. Apakah romantis?

“say Chesee” kata Kibum oppa, di ikuti lampu blitz yang tampak dari kameranya. Aku hanya berpose tersenyum dan jariku membentuk ‘V’

“kyaa, bukankah ini bagus? Aku terlihat tampan! Foto yang bagus saat perpisahan.” Nadanya semakin melemah saat ia mengucapkan kata perpisahan. Hey! Apa yang dia katakan? Perpisahan?

“mwo? Apa maksudmu perpisahan? Jangan katakan bahwa ini yang inin kau katakan padaku. Katakan ini tidak benar oppa!” aku menatapnya nanar.

“huff”

“sebenarnya memang ini yang ingin aku katakan, mianhaeyo Suzy-ah. Aku akan pulang ke amerika”

Hatiku menangis, kenapa saat-saat kita sedang dekat, kau harus pergi?

“oppa.. apa kau akan kembali?” aku khawatir bila ia tak akan kembali

“molla, tergantung suasana. Besok aku akan berangkat. Kau tak perlu mengantarku, karena hyungdeul super junior akan mengantarku. Aku tak mau perpisahan kita bertempat di airport, cukup di tempat indah ini saja.” Pandangannya menerawang langit yang penuh bintang

“aku akan merindukanmu oppa” aku tak berani menatapnya, aku tak mau airmata yang dengan susah payah aku bendung ini harus mengalir karena melihat wajahnya.

“arraseo, aku juga akan merindukanmu” ia menatapku lalu mengacak-acak rambutku.

“malam sudah larut, aku juga harus bersiap untuk besok. Suzy-ah ayo kita pulang.”

 

FLASHBACK END

 

***

 

Hari ini, hari di mana aku akan diwisuda dari universitas. Aku tersenyum bahagia, akhirnya aku bisa lulus dari universitas neraka ini. Huahh..

“Suzy ah, tersenyumlah. Kau terlihat buruk akhir-akhir ini. Apakah kau tidak suka diwisuda?” tanya Hyera.

“arra. Lihat aku, bukankah sekarang aku saudah sangat cantik? Haha” yeah, hanya sahabatku yang satu ini yang bisa membuatku tertawa sekarang. Entah mengapa.

“ndee, itu baru Bae Suzy yang aku kenal” Hyera merapikan riasanku.

“sudah cukup hye, aku tak mau terlihat berlebihan nanti”

 

***

Huff, serangkaian kegiatan wisuda sudah selesai. Aku juga sudah pulang, dan sekarang aku sedang berada di Sungai Han. Aku lebih sering pergi ke sungai han sekarang. Sungai ini adalah tempat aku mencurahkan segala perasaan dan berbagi pengalaman yang sudah aku lalui. Aku berharap, curhatku dapat sampai ke kibum oppa lewat aliran sungai ini. Walaupun itu tidak mungkin.

Mungkin kalan berfikir, mengapa aku tidak mengubungi ponselnya saja? Kalau itu bisa dilakukan, pasti aku tidak akan sering kemari. Saat ia tiba di amerika, aku tak dapat lagi menghubungi nomor ponselnya. Mungkin ia memakai nomor lokal di sana.

“aku tahu kau akan kemari di hari kelulisanmu, chukkae” sebuah tangan terulur padaku. Nuguya?

“Kibum oppa, kau kembali?” aku refleks bangun dari dudukku.

“ne, kau senang?” aku hanya mengangguk

Ia memelukku, dia selalu bisa membuatku nyaris terkena serangan jantung. Yang aku lakukan sekarang adalah, membalas pelukannya. Sangat erat, seolah kami tak mau dipisahkan lagi. Airmataku tak kuasa kubendung, senang, sedih, marah, semua menjadi satu.

“oppa, hiks, jangann pergi lagi.. hiks..” kataku terpatah-patah

“ne, uljimayo.. kau jelek saat menangis.” Ibu jarinya mengusap airmataku.

Tiba-tiba ia berlutut dan mengeluarkan sesuatu dari saku celananya di depanku.

“Bae suzy, mianhae telah membuatmu menangis, aku tahu aku telah menyakitimu karena menunggalkanmu ke amerika. Kepergianku ke amerika untuk memberitahu keluargaku bahwa aku telah menemukan wanita yang akan menjadi pendamping hidupku. Would you marry me?” ia membukotak yang tenyata isinya cincin di hadapanku, aku kaget apakah wanita yang tadi adalah aku?

“oppa, ini sungguh tidak lucu. Apa kau habis membaca fanfiction? Aktingmu memang daebak!!” aku menghilangkan pikiranku yang err

Sekarang ia berdiri, menatap mataku.

“lihat aku, apa kau melihat gurauan disana? Aku serius demi apapun. Terserah kau mau berkata apa, but This’ not fanfiction” tiba-tiba ia mendekatkan wajahnya ke wajahku, dapat kurasakah nafasnya yang memburu sampai akhirnya bibirnya menyapu bibirku. Kututup mataku dan meyakini apa yang tadi ia ucapkan. Ciuman yang kami lakukan tidak lama, namun tidak terlelu cepat juga.

“bae suzy, sekali lagi aku katakan. Will you marry me?” tanyanya yakin.

“I do” ia memasangkan cincin yang tadi ia bawa lalu memelukku. Aku tak tahu mengapa, tapi hatiku menyakini bahwa apa yang aku ucapkan tidak salah.

 

***

 

Well, akhirnya aku menyadari bahwa kisah cinta antara idola dan fans bukan hanya ada di sebuah Fanfiction, namun juga ada di dunia nyata. Cause, this not fanfiction

 

END

 

Huahh, akhirnya nih FF rampung juga, wkwk.

Setelah author bergalau-galau ria gara-gara gak gak kuat liat absnya Joon di MV –Y juga, galau karena gabisa ngerebut thunder dari temen ane, dan akhirnya saya dapet mir.

Nih FF baru rampung gegara banyak banget kegiatan di sekolah. Nah, terus apa hubungannya sama galau mir, thunder segala macem? Sebenernya gak ada hubungannya, keran hubungan aku sama Eunhyuk gak sekedar temen (?) nah, apalagi ini?

Mian jelek, banyak typo, but RCL yakkk

 

Jangan lupa follow twitter aku @dini0210