Title                 : Girl with red-rose tattoo Final Chapter

Author             : Andee

Genre              : Romance

Length             : Continue

Main Cast        :

1. Choi Siwon

2. Elena Hwang [OC]

And other support cast

————————————————————————————–

 

Elena’s

Aku dan Siwon duduk berhadapan di VIP lounge Incheon. Entah bagaimana dia bisa masuk ke dalam.

“Ada apa sebenarnya?” dia bertanya padaku. Tatapan matanya begitu serius, seolah aku baru saja menolak lamarannya.

Aku berdehem, haruskah dia tau alasanku pergi? Tapi untuk apa dia tau.

“Elena, apa berita itu membuatmu trauma?” tanyanya lagi.

“Bukan, bukan berita itu.” aku menjawab cepat. Walau sebenarnya penyebabnya memang berita itu. tapi bagiku, berita itu menjadi sebuah bukti. Bukti kalau Ibu memang tidak menginginkan aku.

“Lantas? Apa imej-mu sekarang jadi kacau karena berita itu?” kali ini sorot matanya lebih serius menatapku. Aku menghela nafas.

Kalaupun ada imej yang harus dikhawatirkan tentu saja dia. Seluruh penjuru Korea mengenalnya, sedangkan aku? Hanya wilayah kampusku saja yang mengira-ira kalau itu aku. Walau memang sekarang situasi di kampus agak berbeda dari sebelum berita itu muncul, terutama persahabatanku dan Eun Rie yang menjadi kacau balau.

“Bukan.” Jawabku lagi.

“Lantas? Apa kau mau melupakan semuanya yang terjadi antara kita?”

Aku menggeleng kuat. Tidak, tidak sama sekali.

“Lantas apa Elena? Beritahu aku.” Dia kelihatan frustasi.

Aku menghela nafas, akhirnya aku menceritakan semuanya. Segalanya. Soal apa yang terjadi antara aku dan ibuku malam itu hingga aku akhirnya mabuk dan melakukan hal itu dengannya. Soal bagaimana hubunganku dengan Ibu setelah ada berita itu. Siwon menatap kaget ke arahku, aku berusaha kuat di depannya. Tapi sia-sia, air mataku akhirnya meleleh juga walau aku tersenyum tangan Siwon tiba-tiba mendekat, ingin meraih wajahku.

Aku memundurkan wajahku, “aku baik-baik saja.”

Dia kembali menarik tangannya.

“Maaf, tapi aku tidak mau ada gosip baru soal kau. Aku tidak mau menyulitkanmu.”

“Aku tidak pernah merasa kau menyulitkanku.” Jawabnya.

Dia kemudian meraih kedua tanganku, “Elena, maaf. Aku tidak tau kalau ternyata…”

“Tidak apa-apa. Semuanya akan baik-baik saja seiring waktu.”

Dia memperat genggaman tangannya, “jadi, tidak bisakah kau tetap tinggal disini?”

Aku menghembuskan nafas, “untuk apa?”

Dia diam sejenak, “untuk aku..”

 

Siwon’s

“Untuk aku..” kalimat itu keluar begitu saja dari bibirku. Aku ingin menahannya. Aku tidak ingin melihatnya pergi, bahkan aku belum sempat menyatakan perasaanku padanya.

“Aku tau waktu itu kau mabuk. Tidak sadar dengan apa yang kau lakukan, tapi aku sadar. Maksudku aku hanya setengah mabuk.” Jelasku panjang lebar.

“Mwo?”

“Semenjak malam itu, demi apapun aku tidak bisa melupakanmu.”

Dia memandangku masih dengan tatapan kaget, “Siwon-ssi…”

“Elena.. aku mencintaimu.”

Dia langsung menarik tangannya. Menatapku dengan tatapan yang sulit aku artikan.

“Wae? Apa kau tidak mencintaiku? Apakah malam itu tidak berarti apa-apa untukmu? Aku tau, itu yang pertama untukmu.”

“Akuu…”

Aku menunggu jawabannya dengan hati resah.

“Aku tidak tau.” Jawabnya.

Aku menatapnya dalam. Menunggunya melanjutkan kalimatnya.

“Aku juga.. maksudku sulit bagiku untuk melupakan segalanya soal malam itu tapi….”

“Tapi?” aku mengangkat kedua alisku.

Dia diam sejenak, “Siwon-ssi, kalau kita menjalani hubungan ini, tentu saja akan sulit. Kau bukan orang biasa, kau super star.”

“Jadi apakah aku harus berhenti menjadi super star?”

Dia menggeleng kuat, “well, for now aku belum bisa menjawab apa-apa. Sekarang pikiranku sedang tidak bekerja dengan normal. Jadi aku mohon, maukah kau sedikit memahamiku?”

Aku diam memandangnya, kalimat itu aku artikan ‘biarkan aku pergi ke Paris.’

Tapi akhirnya aku mengangguk, “baiklah, aku mengerti.”

Dia tersenyum, “terima kasih.”

Kemudian terdengar panggilan kalau penerbangan ke Charles De Gaulle Paris sudah siap dan penumpang diharapakan masuk ke pesawat. Aku menghembuskan nafas, aku harap pesawatnya delay satu bulan. Tapi itu tentu saja tidak mungkin.

I have to go now.” Ujarnya sambil berdiri dan meraih tasnya.

Aku ikut berdiri, “hati-hati dan cepatlah kembali.”

Dia tersenyum. Baru melangkah beberapa langkah dia kemudian berbalik ke arahku. Memandangku sejenak kemudian mencium sekilas pipi kananku, membuatku luar biasa kaget.

“Nado saranghe..” dia tersenyum simpul kemudian pergi menuju antrian masuk ke pesawat.

Aku tersenyum lebar kemudian meraih ponselku.

 

Author’s

Elena sudah duduk di seat-nya dalam pesawat ketika ponsel yang hendak ia matikan bergetar, menandakan satu pesan masuk. Dari Siwon!

 

Kembalilah secepat mungkin

Aku menunggumu, my lovely girl with red-rose tattoo

Beritahu aku nomermu di Paris.

 

Elena tersenyum lebar kemudian membalas pesan itu

 

I wish i’ll. Tapi sepertinya tidak ada garansi

kau akan menungguku. Kau dikelilingi wanita cantik.

Jadi jangan membuatku berharap :p

 

Tidak lama, Siwon yang sudah duduk di mobilnya menerima pesan itu tersenyum lebar.

 

Kau memang tidak cantik, tapi sangat menarik.

Aku sudah bilang aku menunggumu. Jd kau tidak boleh

Menghilang, apalagi memiliki pacar lain, atau lusa aku

Akan menyusulmu kesana.

 

Didalam pesawat yang siap berangkat, Elena masih asik dengan ponselnya.

“Maaf nona, tolong matikan ponsel anda. Pesawat akan segera lepas landas.” Tegur pramugari

“Ah, sure. Sorry. Eum… satu sms lagi, oke?”

Pramugari itu menghela nafas.

 

Hahaha lets see

Pesawat akan segera terbang. Nanti di Paris aku akan mengabarimu

See ya, lovely muscle man

 

Setelah menekan tombol send, Elena hendak menekan tombol warna merah diponselnya. Tapi sekali lagi jarinya tertahan. Ada satu lagi pesan masuk. Bukan dari Siwon, tapi dari Ibunya. Satu pesan yang membuatnya menitikkan air mata.

 

I never heard you call me ‘mom’

wish when you back from Paris, you can do that

I love you, i just dont know how to show it.

Take care dear, whatever it takes you’re still my only one daughter

Sorry for everything..

 

“Ibu…” ujar Elena lirih.

Kini ia mematikan ponselnya. Walau dengan air mata meleleh tapi hatinya lega. Setelah penerbangan ini, ia ingin segera kembali ke Korea. Menemui dua orang yang saat ini membuat hatinya luar biasa bahagia dan lega, Ibunya dan Siwon.

*FIN*

Finally it’s done!! :))

Sebenernya ini ff jadi karena inspirasi yg gak sengaja lewat di kepala.

Kenapa gak panjang-panjang chapternya? Karena author bingung hahahaaa

Well, dear i predicted you ask me to make a second ending or sequel or afstor, don’t you?

*author kepedean* *dilempar mini dv*

Hahahahaa i finished that one, girl with red-rose tatto afstor

Just check my wp on : [andeeffect.wordpress.com]

See ya there my lovely dearest!

And thank you for reading and comment all my fict. You guys are rock!!:D

Andee loves you