Seungwon Entertainment

Present

I Love You

Author : Seungwonation

Judul : I love You

Cast : INFINITE KIM SUNGGYU,APINK JUNG EUNJI

Genre: romance (?)

Rated : G

Length : Oneshot

Disclaimer:

Cast merupakan tokoh real namun ceritanya murni hanya fiksi belaka.

Cuap-cuap Author:

Annyeong,Seungwon hadir kemabli dengan membawa FF Gyuji kekekeke.Entah kesambet apa,lagi pengen bikin ff tentang mereka dengan genre yang agak serius dari ff yang biasa author bikin #halah.Karena ini FF pertamaku jadi harap di maklum jika masih banyak kesalahan #kibas poni

Happy Reading ^^

—————————————————————————————————————————————————-

“Umma,Aku berangkat dulu ya!” Ujarku seraya mengeluarkan sepeda dari garasi.

“Ne,hati-hati Sunggyu-ah!” Ujar Ummaku yang sedang menyiram bunga-bunga kesayangannya itu.

Akupun menaiki fix bike ku,lalu mulai ku kayuh hingga secara perlahan-lahan Aku mulai meninggalkan rumahku.

Angin sepoi-sepoi menerpa mukaku ketika Aku mengayuh pedal sepeda semakin kencang.

Oiya namaku Kim Sunggyu,Aku adalah murid kelas 3 SMA Seungwon Academy.Dan hari ini adalah upacara penerimaan siswa baru,dan sebagai ketua Osis tentu saja Aku tidak boleh telat dan harus datang lebih pagi untuk menyiapkan persiapan upacara nanti.

Pukul 6.30,Aku sampai juga di sekolahku.Ku parkirkan sepedaku lalu ku gembok bannya.Ku rapikan seragam dan rambutku yang sedari tadi ke gibas-gibas angin.Setelah merasa kece,Aku pun melangkahkan kakiku menuju ruang osis.

“Annyeong…” Sapaku ketika memasuki ruang osis.

“Annyeong….” Balas orang-orang yang ada di ruangan itu.

“Gimana persiapan upacara penerimaan udah beres belum?” Tanyaku pada semua orang.

“Udah,Hyung.Semua sudah siap.” Ujar Hoya.

“Bagus,Kalau begitu ayo kita ke auditorium.Dan sebagian jaga di gerbang!” Perintahku pada yang lainnya.

“Tapi Hyung,sepertinya kita ada sedikit masalah!” Kata Sungyeol ragu-ragu.

“Masalah?” Aku mengkerutkan keningku.

“Sebenernya yang pegang kunci auditorium itu Eunji!” Kata Sungyeol.

“Terus?” Tanyaku meminta jawaban lebih.

“D-Dia…belum datang Sunbaenim.Makanya dari tadi kita tak bisa masuk ke auditorium!” Ujar Hyunna tampak gugup.

BRAKKK….

Aku reflek menggebrak meja hingga semua terkejut dan menundukkan kepalanya.

“Mwo?Dia belum datang?JUNG EUNJIIIII!” Geramku dengan nada tinggi.

-0-0-

Aku dan anggota osis lainnya dengan cemas menunggu Eunji di depan auditorium.Bahkan sekarang sudah banyak siswa baru yang mengantri  di depan auditorium.

Dapat kudengar keluhan-keluhan dan ejekan pada anggota osis dari mulut mereka.Kenapa tidak,acara yang harusnya mulai jam 7 sampai sekarang pukul 8 belum di mulai lagi.

Aku pun tak luput dari sasaran kemarahan kepala sekolah dan para guru lain.

Ini semua gara-gara gadis itu,Jung Eunji!

Kecemasanku akhirnya tidak bertahan lama.Dari kejauhan ku lihat seorang gadis sedang berlari terburu-buru.Gadis itu semakin lama semakin dekat dan dapat ku pastikan dia adalah orang yang telah membuat hariku buruk.

“Su-Sunggyu-ah,,maaf aku telat!” Ujar gadis ini dengan nafas yang ngos-ngossan.

Aku menatapnya tajam.Aura kebencian ku keluarkan.Dia menelan ludah,ketika mendapatkan deathglare dariku.

“Mana kuncinya?!Kau itu tolol sekali Jung Eunji!” Aku membentaknya dengan keras hingga semua orang melihat ke arah kami.

“I-Ini…..” Gumamnya pelan seraya menyerahkan sebuah kunci.

Kepalanya menunduk,rambutnya menutupi wajahnya.Tangannya pun bergetar ketika menyerahkan kunci itu.

“Jelaskan nanti di ruang osis!” Geramku.

Dan tanpa menunggu jawabannya,Aku pun berbalik dan meninggalkannya yang masih tertunduk lemah.

Aku pun membuka auditorium hingga akhirnya acara inh dapat di laksanakan meskipun waktunya jadi ngaret gini.

-0-0-

“Jadi…Alasan apa lagi yang kau punya sekarang,Jung Eunji?!” Ujarku sinis pada gadis yang sedang duduk di depanku ini.

“Ma-maafkan Aku Sunggyu-ah.Aku tak bermaksud…” Katanya.Namun belum selesai dia menjelaskan,Aku langsung memotongnya.

“Aku tak butuh maafmu Eunji.Aku butuh alasan!” Bentakku padanya hingga membuat dia tertunduk.

“Mianhe,tadi Aku bangun kesiangan…” Jawabnya dengan pelan.

“Mwo??Alasan klasik,Kau ini memang ceroboh Eunji!” Kataku tak percaya.

“Tapi kan Aku bisa datang tepat waktu!” Gumamnya pelan.

“Mwo?Tepat waktu?Kau telat 1 jam Eunji.Dan asal Kau tahu  Aku harus tahan di omelin kepala sekolah dan guru~guru lain!Kau bilang itu tepat waktu?!” Ujarku marah.Gadis ini selalu saja membuat masalah.Aku bingung kenapa Dia bisa masuk Osis.Memang Dia lumayan pintar,hanya lumayan loh!Tapi yang menjengkelkan,Dia itu terlalu ceroboh orangnya.Selalu saja membuat kesalahan.

“Ah sudahlah Sunggyu,Aku kan sudah minta maaf.Maafin Aku ya..ya..ya!” Katanya dengan mengeluarkan puppy eyes.Gezz ni anak otaknya dimana sih,Meskipun sudah ku bentak bentak tapi dia masih bersikap seperti itu.Kalau orang lain mungkin sudah mewek darah.

“Aishh..gampang sekali Kau minta maaf.Kau tahu,Upacara ini adalah upacara terakhirku sebagai ketua osis dan Kau telah menghancurkannya!” Protesku tak terima.

“Aku tahu,makanya Aku minta maaf!” Ujar Eunji yang langsung berdiri dan menghampiriku.

Dia memeluk tanganku dan mulai bermanja~manja.Sejenak Aku merasa wajahku memerah.Sebenarnya ini bukan pertama kalinya Dia bersikap manja seperti ini.Namun entah kenapa dadaku selalu berdetak kencang tiap Dia berada di dekatku.Aku merasa uhm…tidak nyaman saja,Maybe!

“Ya!Apa yang Kau lakukan!” Geramku seraya melepaskan pelukan Eunji dari tanganku.

“Jadi,Kau memaafkan Aku kan?” Tanyanya dengan menyunggingkan senyum yang cukup manis.Tunggu,Apa tadi Aku memujinya?Gezz sepertinya Aku mulai gila.

“Gezz… Terserah Kau sajalah!” Kataku pelan.

“Yeah,Gomawo Sunggyu~ah!” Pekiknya seraya memelukku.

“Ya!Ya!Ya!Kau ingin ku jitak hah?Lepaskan!” Teriakku berusaha melepaskan pelukannya dariku.

-0-0-

Pelajaran siang ini sungguh terasa membosankan.Apapun yang di katakan Jang songsenim rasa tak ada satupun yang dapat kumengerti.Entahlah,padahal ini pelajaran yang kusuka.Tapi Aku merasa tidak bergairah sama sekali.

Kuarahkan pandanganku ke meja sebelah.Ku lihat Eunji sedang tertunduk menatap layar hp yang berusaha Dia sembunyikan di bawah meja.

Astaga,Ni cewe kelakuannya gak waras deh.Nekat bener Dia smsan pada jam pelajaran Jang Songsenim.Padahal kalau ketahuan bisa di santet Jang Songsenim tuh.

Ku lihat Dia cengar cengir sendiri kaya orang sedeng sambil mengetik~ngetik sms.Kau sepertinya asyik sekali Jung Eunji,lihat saja kalau nanti ketahuan baru tahu rasa deh hihihi

Tampaknya Eunji sadar sedang ku perhatikan.Dia menatapku lalu cengar cengir sambil mendadahiku.

“Annyeong…” Bisiknya pelan dengan senyum mengembang di wajahnya.

Aku tak membalasnya.Sebaliknya,Aku berpura~pura memperhatikan Jang Songsenim yang tengah menjelaskan sejarah kerajaan juseon.

“Sttt….Sunggyu~ah….” Ku dengar Dia masih berbisik padaku.

Aku menghela nafas tanpa menghiraukan bisikannya.

Plukk….

Tiba~tiba sebuah bola kertas kecil mendarat di kepalaku.Ku pungut bola kertas yang telat jatuh dekat kakiku ini.

Kuarahkan pandanganku ke arah murid~murid lain untuk mencari pelaku yang melempar bola kertas padaku.Namun yang ku lihat hanya Eunji yang sedang tersenyum padaku.Tangannya mengisyaratkan agar Aku membuka bola kertas itu.

Gezz…Apa sih maunya tu anak? Jengkelku dalam hati.

Kubuka Bola kertas itu dengan hati~hati agar tidak ketahuan Jong Songsenim.Aku pun membaca pesan yang ada dalam Kertas itu.

~ Sunggyu….Pulang sekolah nanti Kau punya waktu luang gak?Aku butuh bantuanmu hehehe ~

Bantuanku?Bantuan seperti apa yang Dia butuhkan?Dan kenapa Aku harus membantunya?Akupun menulis sesuatu di balik kertas itu,

~ Ogah,Aku sibuk! ~

Ku remas~remas kertas itu hingga jadi bola lagi.Setelah celingak celinguk kiri kanan,dan memastikan tak ada yang melihat.Ku lempar bola kertas ini menuju meja Eunji.

Aku pun kembali mencatat hal~hal penting yang di jelaskan Jang Songsenim.Menurutku ini lebih baik dari pada meladeni si Eunji.

Sesekali Ku lirik Eunji yang tengah berkutau menulis sesuatu di kertas.

Apa lagi alasan yang akan Kau buat Aku tidak akan membantumu hihihi

Ketika Aku sedang mencatat tiba~tiba bola kertas itu melayang ke jidatku.Gezz…ganggu aja deh!

Tanpa ba bi ku masukan bola kertas itu ke dalam kolong mejaku.Aku pun tertawa evil pada Eunji sambil menatapnya dengan arti ‘Jangan ganggu aku lagi’.

“Sunggyu~ah,Aku mohon bantu Aku ya?!” Bisiknya padaku.Kini badannya agak condong ke arahku.

“Aku tidak punya waktu!” Ujarku pelan padanya.

“Ayolah Sunggyu~ah….” Ujarnya dengan raut wajah melas.

“Aku bilang tidak mau!Pokonya sekali tidak tetap tidak!” Tegasku.

“Sunggyu~ah….please…..” Bisiknya pelan seraya mengeluar puppy eyes di sertai aegyonya.

Jleb….Tampang itu….Eunji….Stop jangan pasang wajah seperti itu dihadapanku.

Ku lihat Dia memonyongkan bibirnya…Dan itu membuatnya lebih manis….

Stop….Stop….Hentikan wajah itu ……Stoppppp……

“Ok…ok…Aku akan membantumu….Tapi hentikan dulu sikap menjijikanmu itu!” Ujarku dengan nada tinggi hingga membuat semua orang melihatku,tak terkecuali Jang Songsenim.

“Eheum…Kim Sunggyu…Jung Eunji…Kalau mau mengobrol,silakan keluar dari kelas ini!” Perintah Jang Songsenim.

“Ta~tapi Songsenim Aku….” Ujarku panik.

“Tidak ada tapi~tapi an Kim Sunggyu,Kalian berdua cepat keluar dan berdiri sampai pelajarn selesai!” Perintahnya yang lebih mirip sebuah vonis yang tak bisa di ganggu gugat.

Ku lihat Eunji bukannya merasa bersalah malah dengan santainya meninggalkan kelas.Gezz…dasar pembawa sial!

-0-0-

Kini,Gara~gara Eunji Aku harus mengalami nasib sial lagi.Sekarang Aku harus berlutut dengan tangan ke atas di depan kelas gara~gara Dia.

Disampingku,Eunji melakukan hal yang sama sepertiku.Namun tak ada sedikitpun raut penyeselan di wajahnya gezz…..

“Ya!Jung Eunji,Lihat apa yang Kau perbuat sekarang!Seumur~umur Aku tidak pernah di hukum seperti ini,sepertinya image ku hari ini hancur berkatmu,Terima kasih!” Sindirku padanya..

“Mianhe…hehe” Katanya cengengesan dengan tampang watados.

“Gezz….gampang banget tuh minta maaf!” Ujarku ketus.

“Tapi Kau senang,Ku lihat Kau tampak bosan dengan pelajar Jang Songsenim.Benarkan?” Tanyanya dengan mata bling~bling.

Iya sih,Aku memang lagi gak minat dengan pelajaran tadi.Dan hasilnya,Aku bisa berduaan dengan Eunji.

eh?Tunggu dulu,harusnya Aku marah kenapa jadi ke enakan gini deket~deket Eunji.Ahhh Kim Sunggyu Kau pasti kena pelet,yah Aku yakin pasti gara~gara pelet,Ujarku.

“Ya!Kim Sunggyu,Kok malah bengong sih?” Eunji membuyarkan lamunanku.

“Ah…eh…apa?Sapa yang bengong deh!” Protesku.

“Dasar gengsian,gitu aja gak mau ngaku kekeke…” Ujarnya terkekeh kekeh meledekku.

“Ngaku apa woi,jangan so tahu deh!” Kataku keki dan malu.Mungkin wajahku terlihat seperti kepiting rebus sekarang.

Eunji terus saja meledekku.Tawanya menggelegar sepanjang lorong.Tanpa sadar Aku pun tersenyum melihatnya.

Ternyata Eunji manis juga,Pikirku.

“Oiya Eunji~ah,Tadi Kau mau minta tolong apa?” Tanyaku.

“Oh itu…Sebenarnya nanti Malam Aku mau ketemuan dengan teman facebookku hehe” Katanya.

“Mwo?Temen facebook?Namja?” Tanyaku hati~hati.

“Huum…” Gumamnya mantap.

“Ja~Jadi bantuan seperti apa yang Kau butuhkan dariku?” Ujarku.

“Aku ingin Kau menemaniku ke mall,beli baju dan perlengkapan make up” Katanya malu~malu.

“Mwo?Kenapa harus Aku?” Pekikku kaget.Emangnya Aku ivan gunawan ampe harus bantuin Dia dandan.

“Pertama Karena Kau Pria,Aku butuh pendapatmu.Ke Dua,Aku Gak bisa dandan jadi Aku butuh Kau untuk menilai penampilanku.Dan ketiga…Aku tidak punya teman perempuan lagi!” Tuturnya panjang lebar seraya tersenyum yang di paksakan.Dapat ku lihat sorot matanya agak sayu menyiratkan sebuah kesedihan.

Oya,Aku baru sadar Kalau selama ini Eunji memang tidak mempunyai banyak teman.Penampilannya yang selebor dan kurang feminim membuat orang lain tidak berani mendekatinya.Aku paham kenapa selama ini Dia begitu gigih mengajakku mengobrol meskipun Aku mengacuhkannya.Ini semua karena hanya Aku yang menganggapnya teman,Maybee.

Hatiku terketuk.Sebuah perasaan lebih padanya mulai tumbuh.Mungkin tak ada salahnya jika Aku menjadi temannya.

“Baiklah,Aku temani Kau nanti!” Ujarku.

“Benarkah?Gomawo…..” Katanya seraya tersenyum girang.

Aku mengangguk,Namun tiba~tiba kepalanya bersandar pada bahuku.

Jleb….Jantungku berdetak kencang.Sebuah desiran hangat tiba~tiba menyeruak hingga ke ubun~ubun.

Aku hanya bisa terpaku dengan sebuah perasaan yang entah apa itu membuatku nyaman.

-0-0-

“Gyu~ah,Menurutmu Aku cocok pake gaun ini,atau yang ini?” Tanya Eunji yang kini tengah memegang 2 potong gaun.

Gaun pertama berwarna merah dengan belahan dada yang agak umh terlalu terbuka sedangkan gaun satunya lagi berwarna pink dengan model mini dress namun tidak terlalu sexy.

“Yang pink saja!” Kataku seraya menunjuk gaun pink di tangan kanannya.

Eunji tampak berpikir sejenak hingga akhirnya Dia menyimpan gau merah itu ke raknya.

“Aku coba dulu ya!” Katanya seraya menuju kamar ganti.

“Hmm…” Gumamku.

Yah,Singkat cerita sekarang Aku dan Eunji sedang ada di mall membeli perlengkapan dandannya untuk kencannya nanti malam.Agak susah memang untuk mencari keperluan yang pas untuknnya.Ini saja sudah 2 jam dan Kita sudah berkeliling~keliling di semua toko disini.

Gezz…Nemenin cewe belanja emang ribet sih.Banyak mau dan perhitungan haha.

Aku duduk di depan kamar ganti tempat Eunji mencoba gaunnya.Sudah 15 menit dia gak keluar~keluar,duh cewe emang ribet ya,ganti baju aja lama. huft

‘Ceklik…’

Kudengar suara kunci kama ganti terbuka.Perlahan~lahan pintunya mulai terkuak.

Kulihat eunji sudah memakai gaunnya.

Hanya ada satu kata untuk menggambarkan pemandangan di depanku ini,yaitu,,,emejing!

Eunji terlihat sangat berbeda dengan selama ini yang ku lihat.Gaun itu terlihat sangat pas dengan tubuh eunji.Bahu indahnya tampak terekspos.Di tambah roknya yanh beberepa cm di atas lutut membuat kaki jenjangnya semakin terlihat.

Pokoknya Eunji sangat sangat cantik saat itu.

Mataku tidak dapat terkedip,seakan pemandangan ini tidak boleh terlewat sedikitpun.

Deru jantungku semakin berdetak kencang….

Kim Sunggyu sadarlah Dia bukan milikmu,Ujarku dalam hati.

Tetapi semakin Aku menolak perasaan ini,Aku malah semakin ingin menikmatinya…..

“Sunggyu~ah….ya!Sunggyu~ah….” Eunji mengguncang~guncang bahuku.

“Ah,…ya kenapa?” Kataku terbata~bata.

“Ya!Apa Kau bengong lagi?Zzz…” Tanya Eunji padaku.

“Aniyo….” Jawabku singkat.

“Gezz…Dasar!Gimana penampilanku?” Tanyanya malu~malu.

“Cantik…emejing…” Kataku mantap.

“Jinja?Apa menurutmu temanku akan menyukainya?” Ujarnya Antusias.

“Tentu saja,bahkan Aku sangat menyukainya!” Batinku berkata.

“Ne,Aku jamin para pria akan menyukainya!” Kataku.

“Apa Kau juga menyukainya?” Tanyanya lagi.

Jleb, “Biasa saja tuh!” Kataku berbohong.

“Yakin??” Selidiknya.

“Tentu saja,Seleraku ini tinggi tahu!” Protesku.

Dia menggembungkan pipinya setelah mendengar ucapanku.Membuat dirinya semakin cute saja.

“Sudahlah cepat sana bayar gaun itu.Habis ini kita ke restoran,Aku lapar!” Kataku mengalihkan pembicaraan.

“Ne…” Katanya seraya kembali mengganti gaunnya.

Setelah Eunji membayar belanjaannya,Kami pun pergi menuju restoran terdekat.

-0-0-

Kami duduk berhadapan di sebuah meja restoran fastfood.Beberapa jenis makanan dan minuman tampak tersaji di atas meja,dan tentu saja semua itu sangat mengunggah selera.Ku lihat Eunji tampak asyik menyantap makanannya,Di sampingnya bungkusan~bungkusan belanjaannya tampak tersimpan rapih.Dia bilang masih ada beberapa keperluan yang harus di belinya nanti.Yah Aku sih iya iyain aja deh.Cewe emang ribet sih kalau belanja kekeke

Suasana restoran tampak sepi,hanya ada beberapa orang yang tampak duduk duduk di restoran ini.Kebetulan meja Kami terletak di samping jendela.Sehingga Kita bisa melihat pemandangan orang~orang yang melewati restoran ini.

Aku terbengong~bengon melihat nafsu makan Eunji yang begitu besar.Padahal tadinya Aku lapar,namun melihatnya sekarang membuatku kehilangan nafsu makan.Cewe tapi makannya kaya gitu,gak heran gak ada cowok yang ngedeketin Dia ckckck.

Aku meminum beberapa teguk cappucinoku,lalu ku letakkan cangkirnya di meja.

“Eunji~ah,Apa Kau yakin mau bertemu teman facebookmu itu?” Tanyaku.

“Tentu saja,memangnya kenapa?” Tanyanya padaku.

“Apa Kau tidak takut,sekarang kan lagi musim di culik oleh teman facebook?!” Kataku setenang mungkin.Padahal sesungguhnya Aku sangat khawatir.

“Itu tidak akan terjadi Sunggyu~ah.Kami sudah berhubungan lama via facebook.Dan Aku yakin Dia itu orang baik!” Katanya.

“Gezz…Kau itu selalu ngeyel kalau di nasihati orang lain!” Gumam ku.

“Apa Kau mengkhawatirkanku,Sunggyu~ah?” Curiganya.

“Tentu saja tidak,rugi Aku kalau harus mengkhawatirkanmu!” Aku berbohong padanya.

“Ah masa…..?hehehe” Sergahnya.

“Yasudah kalau tidak percaya,Toh itu urusanmu bukan urusanku!” Kataku Ketus.

Kulihat Dia tampak cemberut.Lagi~lagi pasang muka melas ckckck

“Tapi jangan bilang Kalau Aku pernah mengingatkanmu tentang hal ini!” Lanjutku.

“Ne,Aku tahu.Gomawo!” Katanya seraya tersenyum manis.

Singkat cerita,setelah selesai makan,Kami melanjutkan acara~acara belanjanya.Setelah semua keperluannya terpenuhi,Kami pun memutuskan untuk pulang.Aku tidak mengantarnya karena Aku hanya naik sepeda dan tidak mungkin kan Aku membonceng Eunji dengan seabrek belanjaannya itu.Jadi Kami pun pulang sendiri~sendiri.

-0-0-

Malam ini Aku begitu gelisah.Sedari tadi Aku melirik jam memastikan kalau Eunji sudah pergi bertemu temannya itu.Entahlah,rasanya Aku tidak ikhlas melihatnya.Rasanya ingin Aku menghentikannya untuk pergi.Namun Aku sadar,Aku bukanlah siapa-siapanya Eunji.Tapi kan Aku juga temannya,wajar dong Aku mengkhawatirkan temanku.

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Aku tak peduli lagi deh,ku sms aja deh Dia.

Ku keluarkan ponselku lalu mulai mengetik sms yang ditujukan pada Eunji.

Send To : Jung Eunji

Ya,Eunji-ah.Dimana Kau?

Tak lama kemudian sebuah balasanpun muncul.

From : Jung Eunji

Aku sedang bersiap makan malam di hotel tempat temanku menginap.Ada Apa?

Mwo?Hotel???!!!! Apa yang di lakukannya disana sih.Gezzz dasar cewe bego,Kau terlalu polos Jung Eunji.

Send To : Jung Eunji

Hotel???Hotel mana?Jika sudah selesai,SMS Aku.Biar Ku jemput Kau!”

Tak perlu menunggu lama,sebuah balasanpun kembali muncul.Hmm cepat juga dia membalas sms ku.

From : Jung Eunji

Hotel Seungwon no 302.Ne,Gomawo Sunggyu-ah ^^

Ku rebahkan tubuhku di atas kasur.Kutatap langit-langit kamarku.Pikiranku melayang membayangkan apa yang sedang di lakukan Eunji sekarang.Setiap menit,,setiap jam,,setiap waktu Ku SMS Eunji hanya untuk sekedar menanyakan apa dia baik-baik saja.Hingga mungkin lama-lama Eunji jengkel juga dengan SMS yang ku kirim.

From : Jung Eunji

YA!KIM SUNGGYU BERHENTILAH MENGIRIM SMS GAK PENTING.AKU BAIK-BAIK SAJA.KAU TIDAK PERLU CEMAS SEPERTI ITU!!!

Jleb,Aku ingin berhenti.Namun Aku tak bisa Eunji.Kau membuatku cemas.

Aku termenung hingga waktu telah menunjujakan pukul 11 malam.Eunji harusnya sudah pulang sekarang.Tapi Dia belum meng SMS ku.Hmm,biar Ku sms saja deh.

Send To : Jung Eunji

Kau sudah selesai makan malamnya?

Lama Aku menunggu balasannya,namun SMS nya tak kunjung datang.Ku tunggu hingga beberapa menit teteap belum ada balasan.Aku semakin Frustasi,kenapa dia tak membalasnya?Apa terjadi sesuatu padanya?Apa,,AAAAAAA,pikiranku mulai kacau sekarang.Kuputuskan untuk meneleponnya saja deh.

Ku mencoba menelepon Eunji,Namun tak kunjung di angkat olehnya.Perasaan ku semakin tidak enak,Aku takut terjadi sesuatu padanya.Apa Aku harus menyusulnya?Ya,,Harus,,tentu saja harus Kim Sunggyu,,ujarku pada diriku.

-0-0-

Ku Kayuh pedal sepedahku sekencang mungkin.Terpaan angin berhembus di seluruh wajahku.Aku tak peduli yang penting Aku harus segera pergi ke hottel yang Eunji bilang tadi.

Sepedahku menembus ramainya jalanan kota yang semakin malam semakin padat saja.Tak butuh waktu lama,Akhirnya Aku pun sampai ke hottel seungwon.Kuparkirkan sepedaku di pinggir jalan.Lalu berlari menuju kedalam hotel.

Singkat cerita sekarang Aku sedang berdiri di depan kamar no 302.Peluh keringat mengucur deras dari tubuhku.Nafasku pun masih terasa sesak dan pengap.

Ku usap keringat yang ada di wajahku dan menghela nafas panjang.Setelah siap,Akupun mulai mengetuk pintu kamar itu.

“Tok,,Tok,,Tok,,,Eunji-ah,,,” Kataku pelan namun Aku yakin pasti terdengar dari dalam.

Tak ada jawaban.Ku coba mengetuk lagi hingga beberapa kali namun tetap tak ada jawaban.

“Hmm,,Apa Eunji sudah pulang yah?” Gumamku pelan.

Akupun hendak beranjak dari tempat itu.Namun langkahku terhenti ketika Aku mendengar sesuatu seperti kaca yang pecah dari dalam kamar itu.Akupun penasara,Ku dekatkan daun telingaku ke pintu kamar itu,lalu berkonsentrasi Apa benar ada suara dari dalam.

Dan benar saja,Aku mendengar suara krasak krusuk di balik pintu ini.Feelingku mengatakan Kalau Eunji ada di dalam sana dan Sedang dalam keadaan yang berbahaya.Dengan bermodalkan nekat,Ku dobrak pintu itu.

“Brakk,,,,,,,,,,,,” Aku berhasil mendobraknya.Aku pun segera masuk kedalam.

Mataku terbelalak ketika mendapati Eunji sedang terlentang di atas sofa.Dan parahnya Dia sedang ditindih oleh seorang pria yang tengah berusaha menciumnya,Ku lihat Eunji meronta-ronta dengan air mata bercucuran.

“Kurang ajar,Apa yang Kau lakukan pada Eunji ku,Hah?!!” Geramku seraya menarik pria itu dari tubuh Eunji.

Bughhh,,,,Sebuah pukulan kulayangkan pada wajah pria itu hingga terjatuh.Ku lihat darah segar mengucur dari bibirnya.

Pria itu tampak marah sekarang.Diapun memukulku,sayangnya Aku sedang tak siaga hingga pukulannya mengenai perutku.Selama beberapa menit Kami pun baku hantam.Wajah kami sudah sama-sama babak belur.

Ku raih vas bunga yang ada di atas meja lalu ku pukulkan ke kepalanya.Pria itu terjatuh dan meronta-ronta kesakitan.Kepalanya mengeluarkan banyak darah.Dia tak bisa bergerak lebih jauh lagi,ini kesempatan untukku lari,pikirku.

“Eunji-ah,Ayo!” Ujar ku seraya menarik tangan Eunji.

Kami pun berlari hingga bisa keluar dari hotel.Ku ambil sepedahku yang tadi kusimpan di depan.

“Naiklah,,cepat!” perintahku pada Eunji.

Setelah Eunji duduk di belakangku,Kutarik tangannya agar memelukku.

“Pegangan yang erat,Aku mau ngebut!” Katakku.

Dia menurut dan memeluk pinggangku.Ku pacu sepedaku sekencang mungkin menjauh dari tempat itu.

Aku tak tahu harus kemana,biarkan kakiku yang mengoseh pedal ini yang mengantarku kemana saja.Ketika sudah cukup jauh,Aku merasa lelah hingga akhirnya kuputuskan untuk berhenti di sebuah bukit.

Aku memapahnya menaiki puncak bukit.Lalu Kami duduk disana.Angin malam sungguh terasa menusuk sekali,Kulihat Eunji tampak menggigil.Kulepaskan jaketku lalu ku selimutkan ke bahunya.Tak ada sepatah kata yang keluar dari mulut kami.Hanya desahan nafas dan deru angin yang terdengar.

Ku lihat tatapannya kosong menatap ke depan.Sebuah pemandangan kota di malam hari.

Aku tak tahu harus berkata Apa.Aku tak tahu perasaannya seperti apa sekarang.Aku tak tahu bagaimana agar Aku bisa membuatnya tersenyum.Yang bisa ku lakukan hanya memberikan pundakku untuk tempatnya bersandar.Dia pun tak keberatan ketika ku tawari pundakku.Dia langsung bersandar.

Ku lihat dia memejamkan matanya.Entah apa yang sedang dia pikirkan.

“Gomawo,,,,” Katanya tanpa membuka matanya sedikitpun.

“Ah,yeah!” Jawabku sekenanya.

Ku beranikan untuk mengusap-usap punggung dan rambutnya,berharap itu akan membuatnya lebih tenang.

Entah Apa yang telah merasukiku,Aku nekat memelukknya.Eunji tampak terperenjat,namun Aku tahan.

“Biarkan,,,Aku mohon Eunji,,5 mnit saja,,biarkan Aku memelukmu!” Bisiku pelan di telingannya.

Dia diam saja,tidak berusaha untuk melepaskan diri.

“I Love U!” Bisiku pelan lalu mengecup keningnya.

Eunji tampak kaget mendengar apa yang ku katakan tadi.namun matanya belum terbuka.Aku mencoba untuk melepaskan pelukakanku,Namun di tahan olehnya.

“Nado saranghae,Sunggyu-ah!’ Ucapnya dalam dekapanku.

Aku tersenyum simpul,Lalu kupeluk erat Eunji.Aku berjanji pada diriku sendiri,Aku akan menjaganya,mencintainya sepenuh hati,dan menjadi sandaran keluh kesahnya.Aku menyukainya,ahh aniyoo,,Aku mencintainya,,,,My girl,,,Eunji!

THE END

—————————————————————————————————————————————————-

Ahhh akhirnya selesai juga deh,Endingnya gaje ya hhahaha,maklum author gak pinter bikin ff romance kekekekeke

Tapi meskipun jelek ,tetep komen dong hehehehehe

Kritik saran

Facebook – Twitter – Daftar FF Seungwon

Seungwon ^^