Title: Please, Remember Me

Author: rahinalollidela

Genre: Family, Romance

Casts:

– f(x)’s Victoria

– SuJu’s Kyuhyun

– f(x)

– SuJu

Part 1

 

Victoria POV

Perlahan semuanya semakin terang. Terang, gelap, terang lagi, lalu buram, akhirnya benar-benar terang. Aku di mana? Ku lirik perlahan ke kanan, ada monitor, ada tabung oksigen… aku di rumah sakit. “Oh, Victoria, kau sudah bangun? kau masih ingat aku?” seorang namja muncul dengan wajah resah di hadapanku. Siapa dia?

 

Perlahan kubuka mulutku untuk menanyakan satu kata, tapi rasanya susah sekali. Kupaksakan urat mulutku untuk bergerak. “N.. nu.. nuguseyo?” tanyaku pada namja itu. Wajahnya langsung berubah drastis dari resah menjadi kecewa. Tapi memang aku tidak mengenalnya kan? “K.. kau tidak mengenaliku? Nan… neoui nampyeon,” na.. nampyeon?! “Victoria, kau… kau ingat padaku?” seorang wanita langsung muncul di pandanganku. Itu eomma. “Eomma, nan gwenchana,” ucapku, berusaha tersenyum. Wajah eomma seketika memasang wajah heran. “Lalu… bagaimana dengan Kyu?” tanya eomma seraya menunjuk-nunjuk namja di sebelahku. Kyu? Kyu siapa? “Siapa dia, mom? Jinja nan molla,” ucapku kesal. “Eomma, bisa tinggalkan kami sebentar? Mungkin dia bisa ingat,” pinta namja itu. Eomma langsung meninggalkanku.

 

“Jinja, nuguseyo?” tanyaku seraya meminum air mineral di samping ranjangku. “Nan.. neoui nampyeon,” ucap laki-laki yang kurasa… namanya Kyu. Lagi-lagi … nampyeon? “N.. nampyeon? Neo? Nae nampyeon? W.. wae?” ucapku. “Kita sudah menikah. Empat hari yang lalu. Kau benar-benar tidak ingat? Kau tidak bercanda, kan?” namja ini lucu. Konyol. Aku hanya memasang wajah lugu. “Masih tidak ingat. Umm…,” namja itu terlihat mencari-cari. “Ah, ini!” namja itu mengelurakan.. buku nikah? “Ini buktinya. Kita sudah menikah. Kau ingat, kan?” namja itu membuka buku nikah yang dipegangnya. Fotoku di sana? “jinja? Aku sudah menikah? Aku? Nan? Victoria? Victoria Song? Menikah?” rasanya aku ingin meledak dalam tawa. Nan? Menikah? Seorang Victoria rela melepaskan masa remajanya untuk menikah? “Kau belum ingat? COba tatap aku. AKu terlihat familiar, kan?” namja itu memegang wajahku. Ya.. dia tidak familira. dia seperti namja yang berkata kalau dia adalah suamiku dua menit lalu. Haha… Oke. Saatnya serius. Pada kenyataannya aku tidak mengenalnya. “Joseonghabnida… aku tidak mengenalmu.”

 

***

 

“Victoria-ssi, kau mengenal ruangan ini?” tanya Amber yang ya, aku mengingatnya. Dan aku ingat kalau yang ditunjukkannya adalah kamarku. Tapi aku tidak ingat kalau ada banyak foto di sini. “Kamarku?” ucapku. “Kau mengingatnya, ya? Baguslah… Kkaja,” Amber menarik tanganku pelan, menuntunku ke sebuah rak besar. “Di mana kau meletakkannya, ya?” tanya Amber seraya mencari-cari, entah apa yang dicarinya. “Mwo?” tanyaku. “Ah! igeo,” Amber menyodorkan sebuah kotak berukuran sedang yang didapatnya dari rak bawah. “Igeo… mwoya?” tanyaku kebingungan. “Kau selalu menyembunyikan barang ini. Entah apa isinya. Tapi pasti berharga. Mungkin… kalau kau membukanya kembali kau masih ingat. AKu tidak akan mengganggumu. Kau… semoga ingatanmu kembali,” Amber beranjak pergi, tapi tanganku menahannya. “Kau mau ke mana?” tanyaku. “Aku mau ke Paris. Kau lupa?” tanggap Amber. Ah, iya. Dia mendapat beasiswa. Kulepaskan tangannya. Amber pun pergi.

 

Perlahan kubuka kotak itubeberapa saat setelah Amber pergi. Igeo… mwoya? Kalung liontin? Tiga lapis? Fotoku? Lalu… foto siapa ini? Ini foto… Kyuhyun? Namja itu? Lalu yeoja ini…. dia bukan Amber. Lalu siapa? Uh… kepalaku pusing. Gelap.

 

“MWO? MWO?” sebuah suara terdengar membentak-bentak. Perlahan semua menjadi terang. Yeoja itu… aku? “Victoria-ssi, dengarkan dulu!” namja itu… Kyuhyun? Dia… Kyuhyun yang di rumah sakit, kan? “Dengarkan apa?! Kau pergi tanpa kabar dan tiba-tiba kembali seperti ini. AKu bukan mainan!” kenapa aku membentaknya? Kami bertengkar? “MENIKAHLAH DENGANKU!” mwo? Dia melamarku? “Huh? Kau bilang apa? Menikah? setelah kau pergi begitu saja?!” ayolah Victoria… apa jawabanmu? “Aku pergi karena ini,” cincin? “AKu membuatnya sendiri. Ya, aku ingat kau, Kyuhyun. Kyu… aku mengingatmu! Semua gelap.

 

Cahaya mulai muncul lagi. Belum selesai? “Ahjussi, kau yakin Victoria tidak tahu?” siapa yeoja itu? Itu… itu… yang ada di liontin! Siapa dia? “iya, aku yakin, nona. Kami sudah mengambil ijazah kelulusannya dan menduplikat dengan nama anda,” m… mwo? Ijazah? Duplikat? Ini… pemalsuan ijazah? “Baguslah. mana ijazah palsuku? AKu membutuhkannya sekarang,” kata yeoja itu. “Baik, nona luna,” Luna? Luna… Luna… Ya! AKu mengingatnya! DIa sahabatku dan Kyuhyun saat SMA. AKu bertemu dengannya di… Harvard? Dan dia bilang dia dari sana juga. Sekarang dia adalah pengacara besar, kan? Dan ijazahnya itu… palsu? Itu salinan ijazahku? Um…. Ya! Saat itu aku melihatnya sedang bercakap-cakap dengan seorang namja. Tapi aku diam. Seingatku, aku ingin membuktikannya! Gelap lagi.

 

Kembali terang. Sudah selesaikah? Ah.. aku kembali di kamarku. Sekarang… eottokhe? APa lebih baik aku hilang ingatan dulu? Maaf, Kyu, aku harus mendapatkan Luna.

 

End Of Victoria POV

***

 

“Victoria-ssi, bangun, sayang,” eomma menggoyang-goyangkan tubuh Victoria. “Uh… eomma? Mana ky…,” kata-kata Victoria terhenti saat mengingat rencananya. “Ada apa, Sayang?” tanya eomma. “Ah, ani. Kita… sarapan sekarang?”

 

“Victoria, kau sudah mengingat Kyu?” tanya eomma. Victoria terdiam. “Belum. Eomma tenang saja. AKu pasti mengingatnya lagi…,” kata Victoria. Eomma tersenyum walau sedikit khawatir. “Hmm… Neomu massineun!” kata Victoria setelah mencicipi kimchi buatan eomma. Eomma tersenyum tulus. “EOmma, benarkah aku dan… Kyuhyun itu… sudah menikah?” tanya Victoria. “Tentu. Kau sudah lihat bukunya, kan?” kata eomma. “Kalau begitu… aku … bisa tinggal dengannya, kan?” tanya Victoria lagi. EOmma sedikit tersedak. “Eomma gwechana?” Victoria berusaha menenangkan eomma. “Kenapa begitu, sayang?” tanya eomma. “ANi… tapi mungkin aku akan lebih cepat ingat. Tidak ingat apa-apa… rasanya sangat canggung,” ucap Victoria. “Jinja? Baiklah…”

 

To be continued…