Title: For the first time (TopBom moment) END
Author: Applersoti
Length: Two Shoots
Genre: Romance, Comedy
Rating: PG
Main Cast: Choi Seung Hyun (TOP)-Bigbang and Park Bom-2NE1
Support cast: YG FAMILY
Disclaimer: the casts are not mine, they’re belongs to their God. But the PLOT IS MINE. SAY NO TO PLAGIARISM!!!!!!! Thankyou.
 
WARNING! Delusional mode ON. Yang gak suka pairing ini gak usah baca. Thx❤
 
So bananars, aku tahu byk yg kurang puas sama topbom moment part 1 kmrn. SUPER SUPER SORRY😥 dan aku harap di part ini banyak yang suka. Aku bikin part terakhir ini sedikit lebih panjang, karena CONCLUSION untuk hubungan mereka hahahaha.. Hope u like it.
Here it goes!🙂 Enjoy, guys!
 (Author’s POV)
Choi Seung Hyun didaulat untuk hadir di sebuah acara salah satu stasiun televisi terkenal di Korea. Acara bertema “1 Hour Show” (ini ngarang bgt asli) akan mengupas seluk-beluk kehidupan para selebritis yang hadir di acara tersebut, dipandu oleh dua presenter terkenal yaitu (sebut saja) Kim Dang Wo dan Jung Sin Ah.
Manajer Seunghyun sudah mewanti-wanti PD-nim acara tersebut agar presenternya tidak terlalu memaksakan pertanyaan yang akan diajukannya. Yah… awalnya memang tidak, tapi sepertinya ini akan menjadi berita panas.
Seunghyun kali ini memakai pakaian casual. Sweater berwarna biru tua dipadu dengan kemeja berwarna senada di dalamnya. Skinny jeans berwarna hitam terpartri indah di kakinya yang jenjang. Sepatu sporty berwarna putih pun terlihat OK di kakinya. Kacamata bening ‘Clavin Klein’ bermotif macan tutul terlihat pas di wajahnya. Dan juga tak ketinggalan rambutnya yang sekarang terlihat lebih panjang, juga di cat hitam membuatnya menjadi semakin GANTENG!
“Ne, yeoreobun. Setelah tadi kita mengupas habis tentang keluarga dan karir seorang Choi Seung Hyun atau yang biasa disapa TOP, kali ini kita akan mengupas kehidupan pribadinya,” ujar Kim Dang Wo percaya diri. Ia menghadapkan posisinya ke arah Seunghyun.
Jangan gugup, Seunghyun-ah, gumam Seunghyun dalam hati.
“TOP-ssi. Jadi… sudah berapa kali kau berpacaran?” tanya presenter itu.
Seunghyun terlihat berpikir sebentar. “Kurasa… tiga kali,” katanya sambil tersenyum. (ok, ini random. Sejujurnya aku lupa berapa kali Tabi pacaran ._.),
“Tiga kali?” raut wajah presenter itu menunjukkan ketidak percayaan. “Kau terlihat seperti cowok playboy, tapi.. kau baru berpacaran tiga kali? Tidak dipercaya…”
Seunghyun hanya tersenyum sambil memasang tampang wajah malu. Sementara penonton yang isinya sebagian besar VIP dan fansnya dia, tertawa.
“Hmm… ku dengar kau pernah menciptakan lagu untuk seseorang? Bisa tolong ceritakan?” tanya Jung Sin Ah.
“Ne, aku memang pernah membuat satu lagu untuk mantan pacarku. As if nothing’s wrong. Lagu itu aku dedikasikan untuknya…” sorak sorai penonton mulai bergema. “Beberapa bulan sebelum Bigbang debut, aku putus dengannya,” tutur Seunghyun.
“Jadi kau putus sebelum Bigbang debut?” tanyanya lagi.
“Ne, benar sekali,” Seunghyun mengangguk mengiyakan.
“Berapa lama kalian berpacaran?”
“Hmm…. seingatku, aku berpacaran dengannya selama 2 tahun,” jawabnya dengan muka serius.
(GUYS PLEASE AKU INGETIN, SEBAGIAN BESAR DIALOGNYA AKU KARANG SENDIRI. JADI, INI GAK REAL , OK? ^^)
“Wah… lama juga ya. Lalu siapa yang memutuskan? Dia atau kau?” giliran Dang Wo-ssi yang bertanya. Sepertinya dia sedikit penasaran. Yah, siapa yang tidak penasaran dengan kehidupan percintaan selebriti, eh? Hahaha
“Dia yang memutuskanku,” katanya sambil tertawa kecil. “Dia tahu tentang larangan berpacaran kami setelah debut, mungkin dia memutuskanku karena itu,” lanjutnya.
“Wah~ sepertinya beberapa rahasia akan terbongkar sore hari ini,” ujar Sin Ah menatap kamera yang sedang menyorotnya. ”Bagaimana perasaan kalian, apa kalian siap?” tanyanya kepada penonton.
Semua serempak menjawab, “Tidak!”.
“Ye ye ye.. algeusseubnida. Banyak yang tidak siap sepertinya,” kali ini Dang Wo yang berkomentar. “Ne, Choi Seung Hyun-ssi,” panggilnya.
“Ne.” Dia merubah posisi duduknya, memposisikan kaki kanannya diatas kaki kirinya (tahukan gaya dia duduk gimana, pokoknya gitu deh hehe).
“Ku dengar agensimu mempunyai larangan tidak-boleh-berpacaran selama 5 tahun, apakah itu benar?” tanya Sin Ah, penasaran.
Seunghyun lagi-lagi menganggukan kepalanya mengiyakan. “Ne, benar.”
“Jadi, kalian benar-benar tidak berpacaran selama 5 tahun?” cecar Sin Ah.
Seunghyun terlihat berpikir, kali ini sedikit lama. “Hmm… untuk dilayar kaca mungkin seperti itu,” jawabnya menggantung.
Raut wajah kedua presenter berubah menjadi bingung. Demikian juga dengan penonton.
“Aku tidak mengerti, coba tolong jelaskan lagi.”
“Hmm… ini rahasia perusahaan,” dia tertawa, lalu melanjutkan omongannya lagi. “Mungkin hubungan Dong Wook hyung (Se7en) dengan Hanbyul unnie yang sudah berjalan 9 tahun bisa menjadi jawabannya,” jelasnya lalu tersenyum penuh arti.
Seunghyun mencoba untuk sebisa mungkin tidak mengatakan hal apapun tentang date-ban itu. Karena… kalian tahulah, ada satu pasangan lagi di agensi mereka yang harus lindungi.
“Ah… geurae… arraseo…”ujar kedua presenter itu bersamaan.
 Kedua presenter itu mengangguk mengerti. Seakan-akan tahu, mereka harus menghentikan pertanyaan tentang date-ban itu karena acara ini akan ditonton juga oleh penggemarnya di luar Korea.
“Bigbang debut tahun 2006, berarti larangan tidak-boleh-berpacaran kalian sudah dicabut oleh presiden kalian?” Sin Ah bertanya.
“Ne…” jawabnya sambil tersenyum.
“Geurae,” mata Jung Sin Ah menyipit sambil mengeluarkan smirknya. “Apa kau sedang berpacaran?” tanyanya dengan suara yang pelan.
Seunghyun tertawa keras sekali, ia sampai harus menutup mulutnya dengan tangan. “Choiseonghamnida,” ucapnya saat tawanya sudah sedikit mereda. “Aku tahu kalian akan menanyakan hal ini padaku.”
“Jadi, apa kau berpacaran sekarang?” kali ini Dang Won.
Nuna… apakah kita berpacaran? Gumamnya dalam hati.
“Eopseoyo. Aku tidak mempunyai kekasih sekarang,” jawabnya tegas.
“Jinjja?” Sin Ah memajukan kepalanya sambil menaikkan kedua alisnya. Sorak sorai penonton mulai terdengar sangat ramai.
Seunghyun tertawa lagi. “Ne, eopseo. Aku masih single,” ujarnya disela tawa.
Semua penonton termasuk kedua presenter itu sama-sama mengucapkan kata “Wa….”
“Lalu, bagaimana dengan tipe wanita idealmu?” Sin Ah bertanya.
Seunghyun menunjukkan smirk khasnya saat ditanya tentang wanita idealnya. Yah… tak perlu ditanya lagi sebenarnya. Tipe idealnya ya… Dia.
 
“Tipe idealku… aku suka wanita yang lebih tua dariku. Berambut panjang, dan… seksi,” Setelah mengucapkan kata terakhirnya itu, dia pun tertawa. Mukanya terlihat memerah karena malu.
Penonton dan kedua presenter itu pun juga ikut tertawa karena kata ‘Seksi’ yang keluar dari mulut Seunghyun.
“Jadi, kau suka wanita seksi?” tanya Dang Won.
Seunghyun mengangguk sambil tersenyum. “Ne, benar sekali.”
“Ne, yeoreobun. Kita harus jeda iklan dulu,” sahut Sin Ah.  “Don’t go anywhere, we’ll right back!” mereka mengucapkannya berbarengan. Lalu, KKEUT! Acara pun break dulu selama lima menit.
“Aigo, mian Seunghyun-ah. Aku tahu tadi kau kesulitan menjawab pertanyaan kami,” Dang Won menunjukan muka bersalah karena tadi terlalu agresif bertanya padanya.
“Omo, aniya… jeongmal gwaenchanayo, Hyung,” balasnya dengan tersenyum.
Tak lama kemudian, PD-nim mengisyaratkan acara akan dimulai beberapa saat lagi. Dia menyuruh mereka semua berdiri. Dan acara pun dimulai…
AlienAlienAlienAlienAlien
(Seunghyun’s POV)
Hah… akhirnya interviewnya selesai juga. Aigo… pertanyaan-pertanyaan mereka sedikit menyusahkanku. Ah ya saat interview tadi aku tak bisa berhenti memikirkannya, Dia sedang sakit sekarang. Bagaimana ya keadaannya?
“Seunghyun-ah. Cepat masuk ke dalam mobil,” perintah Manajerku – Lee Byung Yung.
“Ne, hyung.” Aku pun masuk ke dalam mobil.
“Hyung,” panggilku.
“Ne?” Dia masih sibuk dengan handphonenya saat ku panggil tadi.
“Hari ini jadwal Bigbang kosong kan?” tanyaku sambil memajukan badanku ke kursi depan.
“Waeyo?” tanyanya balik sambil membalikkan wajahnya ke belakang.
“Hmm ani. Antarkan aku ke dorm 2NE1, ya.” Daripada harus termakan oleh rasa khawatirku padanya, lebih baik aku mengunjungi dorm mereka saja.
“He?” kedua alisnya terpaut satu sama lain. “Wae geuraeyo?”
“Bom nuna. Dia sedang sakit. Aku ingin mengunjunginya,” jawabku santai. SANTAI??? Aigo… deg-deg an setengah mati.
“Wah. Sejak kapan kau begitu perhatian dengannya?” Errr… dia mulai curiga.
“Sejak kapan? Sepertinya dari dulu aku juga perhatian. Bukan hanya ke dia saja, tapi ke semua member 2NE1. Ya… walaupun tidak sering.” Aku berusaha bergeming. Jangan. Jangan sekarang. Jangan sampai aku benar-benar sudah memiliki Bom nuna.
Manajerku itu menatapku dengan sebuah smirk diwajahnya. Aigo. Dia pasti tahu aku sedang merahasiakan sesuatu.
“W-wae? Kenapa melihatku seperti itu?”
Dia tertawa, lalu memfokuskan dirinya lagi ke handphonenya. “Ani. Geurae, ku antarkan kau ke dorm mereka.”
Kurasakan senyumku terkembang jelas di wajahku. Eih.. mengapa aku bisa sesenang ini? Belum pernah aku merasakan lagi perasaan seperti ini setelah putus dari (sebut saja) Eun Kim. Well… dia mantan terindah yang pernah kumiliki. Ok.. enough. Cukup membahas tentang mantanku itu.
“Hyung. Ke kedai bubur dulu ya, aku ingin membelikannya makanan.” Manajerku mengangguk tanpa mengeluarkan kata apa-apa.
Aih, sup dan bubur jagung kesukaannya sudah ada di sebelahku sekarang. “Pasti dia suka,” gumamku sendiri sambil tersenyum.
“Aigo… Jinjja. Kau tak pernah seperti ini sebelumnya, Seunghyun-ah,” ujarnya dari balik kursi. Ok. Dia mungkin sudah tahu tentang.. tentang kedekatanku dengan Bom nuna. Manajerku yang satu ini,… Aku memang tak bisa menjaga rahasia darinya.
Aku tak membalas pernyataan dia barusan. Ada dua alasan. Satu, karena aku takut ada kata-kata bodoh apalagi untuk menutupi ‘hubungan’ku dengan Bommie. Dua, karena dia benar. Hahahaha -_-
Tak lama kemudian, kami sudah sampai di depan gedung dorm 2NE1. “Jjah, sudah sampai,” ucap Byung hyung sambil melepas seatbelt. Ku lihat dia sudah bersiap-siap ingin turun. Wah? Aigo, maksudku kesini kan ingin berduaan saja dengan Bom nuna –well, tidak berduaan juga sih, selama member 2NE1 ada disana juga- kenapa dia tiba-tiba ingin ikut juga??
“Hmm, hyung. Kau mau ikut ke atas juga?” tanyaku, mencegahnya untuk keluar dari mobil.
“Iya, wae?”
“Hmm… begitu…” Errr, sial! Ck.
“Kenapa mukamu jadi sedih begitu, he? Kau tidak mau aku ikut ke atas?” dia balik bertanya. Apakah aku harus memberitahunya sebenarnya apa tujuanku kesini? Astaga… tidak, tidak.
“Ani, hyung,” jawabku singkat. Aku memakai tas punggungku lalu mengambil barang belanjaanku. “Geurae, kkaja.”
Kulihat Byung hyung tertawa nyaring sekali. “Hahahaha…”
D-d-dia kenapa? “Waeyo, hyung?” kataku dengan raut wajah bingung.
“Hahaha, Seunghyun-ah. Kau kan tahu hari ini aku ada jadwal pergi dengan keluargaku, mana mungkin aku ikut denganmu ke atas. Neo jeongmal! Hahahaha.”
Damn! Aku kena jebakan dia. Ah, ketahuan kan. “Kau menjebakku.”
“Harus ku lakukan, Seunghyun-ah. Aku penasaran bagaimana reaksimu, dan ternyata…” lalu dia melanjutkan tawanya lagi.
“Jadi, kau tidak ikut kan?” Hahaha bagus! Aku bisa berduaan dengan Bom nuna~
“Tidak, Seunghyun. Sana, cepat pergi. Hati-hati terlihat orang banyak. Aku tak ingin ada isu-isu tak jelas yang di beritakan media.” Aigo… dia memang perhatian sekali. Manajer kesayanganku~
“Ok! Gomawo, hyung! Hmm… nanti kau bisa menjemputku kan?”
Dia mengangguk sambil tersenyum. “Aku usahakan, telpon aku saja kalau sudah selesai.”
“Ne! Kalkkeyo,” pamitku sambil membuka pintu van.
Aigo~ kurasa sore ini akan jadi sore terindah ahahaha. Aku berjalan dengan percaya diri, masuk ke dalam dorm.
AlienAlienAlienAlienAlien
(Bom’s POV)
Ting.. Tong! Ting Tong!
 
“Hmmm…” aku mengulat di kasur. “Err… siapa itu?”
Ting Tong! Ting Tong! Ting Tong! Ting Tong!
 
Aigoooooooo siapa sih itu? Tak sopan sekali memencet bel hingga berkali-kali. “Huh!”
Dengan malas aku bangun dari tempat tidurku, untuk membukakan pintu.
Ting Tong! Ting Tong! Ting Tong!
 
“Ne!!! SEBENTAR!!!” teriakku. Siapa sih dia? Ck! Dia tidak mungkin Dara ataupun Chaerin atapun Mingkki. Mereka kan tahu kode kunci apartemen kami.
“Hatchim!” aku mengambil selembar tisu dari meja pantry.
Sebelum membuka pintu,kulihat dulu dari CCTV yang sengaja dipasang di depan pintu kami agar bisa dilihat siapa yang datang.
“Eh? Kok tidak ada orangnya?” apakah aku berhalusinasi? Aku jelas-jelas mendengar suara bel yang dipencet berkali-kali. Mungkin orang iseng. Ya sudahlah , aku kembali ke kamar saja.
Ting Tong! Ting Tong!
 
Aigo, suara belnya lagi. Errr siapa sih! Tanpa pikir panjang, aku langsung membuka pintu. Dan…
“Siap-“
“Annyeong, nuna!”
Hampir saja aku pingsan karena kaget. Untuk apa dia kesini??????! Omona. Sesange~
“Seunghyun??? Ap-apa yang kau lakukan disini??” suaraku terdengar seperti suara orang ketakutan dicampur dengan suaraku yang agak kacau karena flu yang tak kunjung sembuh.
Dia terkekeh geli. Kulihat dia dari atas sampai bawah. Dan, eh? Apa itu?
“Aku kesini untuk menjengukmu, Nuna,” katanya sambil menunjukkan barang belajaannya di depan mukaku.
“Aigo…” speechless. Aku tak tahu apa yang harus ku katakan dan lakukan. Antara senang, kaget, marah, dan.. terharu.
“Bolehkah aku masuk? Diluar dingin sekali, Nuna,” pintanya dengan suara berat nan sexy.
Aku mengambil napas dalam-dalam, lalu dikeluarkan perlahan. “N-n-ne,” ujarku sedikit gugup.
Aku memberikan jalan untuknya agar masuk ke dorm kami. Saat ia melepaskan sepatunya, kulihat warna kaos kaki yang dia pakai. HAHAHAHA PINK!!!
“Omo! Seunghyun! K-kau memakai warna PINK??!” pekikku sambil menunjuk kaos kakinya.
Dia hanya tersenyum malu melihatku. “Hehehe,” kekehnya.
Aku berjalan duluan ke dalam, sementara di mengekoriku.
“Kemana yang lain? Dorm kalian sepi sekali,” ucapnya sambil celingak-celinguk.
“Dara pergi mengunjungi rumahnya,” | sniff | “Hah, Chaerin sedang diajak makan siang dengan Jeremy,” | sniff sniff | “Dan, hah… Mingkki, dia pergi dengan Jihye, katanya mencari beberapa mainan.” Astaga, kenapa ‘ini’ mengalir terus dari hidungku.
“Oh begitu… Hmm kau masih sakit, nuna?” tanyanya sambil menaruh tas serta barang bawaannya di atas meja ruang tv.
“Sebenarnya sih, ini hanya Flu biasa,” aku mengambil kotak tisu yang ada di atas meja pantry. “Ada angin apa kau kesini, he? Tumben sekali.”
Ia lalu duduk di sofa. “Wae? Tidak boleh?” kulihat mulutnya dimanyunkan. Lucu sekali! SERIUS!
“A-ani..” ujarku tergagap. “Tidak seperti itu.”
Dia menepuk-nepukkan ruang kosong di sebelahnya. “Sini, duduk.”
Aku menurutinya dan duduk disebelahnya. “Apa itu?” tanyaku sambil membuka bungkusan yang ia bawa tadi.
“Buka saja,” suruhnya, lalu mengambil remote tv dan menyalakannya. Lalu, kubuka bungkusan itu. Ah! Ternyata sup dan bubur jagung kesukaanku! Ya Tuhan… perhatian sekali dia.
“Kya! Seunghyun-ah… gomawoyo,” kataku sambil menatapnya.
Dia tertawa bangga, “Hahaha. Ne, cheonmaneyo, nuna. Jjah, makanlah. Ini akan membuatmu sedikit lebih baik.”
“Ne, ne!”
Kubuka penutup mangkok sup dan bubur itu, dan setelah terbuka, harumnya… tercium enak sekali…
“Hmmm!”kuciumi aroma yang keluar dari bubur dan sup jagung itu. Walaupun tidak benar-benar tercium baunya.
Dan tanpa buang-buang waktu, kubuka plastik yang membungkus sendok supnya.
Slurrrppp….
 
“Aigo… enak sekali!” kataku sambil menyeruput lagi sup jagung.
“Makan buburnya juga,” ujarnya mengingatkan.
Kupandangi dia. Perhatiannya padaku benar-benar diacungi jempol. Dia bisa membuatku nyaman ketika disampingnya. Aku tak tahu sebenarnya seperti apa hubungan kami. Pasangan kekasih? Tidak. Sahabat? Bisa dibilang lebih dari itu. Belum ada kepastian.
Beberapa kali, mereka –Dara, Chaerin dan Minji- menginvestigasiku tentang hubunganku dengan Seunghyun. Aku tak bisa mengiyakan ataupun men-tidakkan.
“Wae?” katanya sambil memandangku dengan tatapan aneh.
Aku langsung mengalihkan pandanganku, dan tertawa kaku. “Hahahaha. Nothing. Hmm, kau mau?” tanyaku, menyodorkan sendok sup.
Lalu dia memakannya. “Hmm, masseutda,” tanggapnya, menganggukan kepalanya. “Dimakan buburnya…”
“Ne.” Ku ambil sesuap sendok bubur jagung lalu kumasukkan ke dalam mulutku.
“Ya, nuna!” panggilnya sambil melihat kearahku dengan tatapannya yang bisa membuatku mati duduk. Badannya mendekat kearahku.
Dan tiba-tiba.
Dia menyentuh bibirku. Mengambil sesuatu dari bibirku.
Ok. Need I say more? BIBIR! MY LIPS! HE TOUCHED MY LIPS! Ok. Can I die now? Yeah. Now I’m dead
Ya. Tuhan. Entah ini sebuah kebodohan atau keberuntungan untukku. Tapi… well. Dia menyentuhku bibirku. Ok, sepertinya ini kebodohan yang berubah menjadi keberuntungan untukku.
Wajahnya masih sangat dekat denganku. Tangannya masih menyentuh bibirku. Dan yang bisa ku lakukan hanyalah. Diam. Aku tak tahu harus melakukan apaaaaaa! HELP! Kurasa, jantungku akan meledak kali ini. Oh hell no. Yes. Seunghyun’s glare killing me softly.
“Kalau makan yang benar, jadinya berantakan kan,” ujarnya lalu melepaskan tangannya dari bibirku dan menjauh. Damn! Kenapa dilepas? Ck. Eh tunggu. Kok aku jadi senang begini. Aigo…
Aku hanya mengangguk dan tersenyum tak jelas padanya. “Hmmm ne,” kudengar suaraku sedikit bergetar.
Sniff Sniff…
 
Err… bisa tidak sih cairan menjijikan ini berhenti keluar dari hidungku. Ku ambil selembar tisu lagi.
“Cepat habiskan, terus minum obat. Aku tak ingin melihatmu sakit seperti ini, nuna,” dia menatapku dengan tatapan khawatir. Ya Tuhan, Seunghyun. Kau benar-benar ingin membuatku mati di tempat ya? Ck.
“Arraseo,” balasku singkat. Terlalu grogi sebenarnya. Hahaha
Kami pun terdiam beberapa saat. Aku terfokus dengan bubur dan sup jagungnya, sementara Seunghyun hmm… aku tak yakin, tapi sepertinya dia fokus sedang menonton tv.
“Nuna…” panggilnya tiba-tiba. Aku menengok kearahnya sambil menyendokan sesendok bubur ke mulutku.
“Hmm?” gumamku.
“Hmm… ada yang ingin ku bicarakan.” Kulihat dia mengerjapkan matanya berkali-kali sambil menggigit bibirnya. Apakah di grogi? Kok bisa?
“Bicara tentang apa?” tanyaku penasaran.
“Nanti sajalah setelah kau makan,” katanya lalu memfokuskan pandangannya ke tv lagi. Aneh.
“Sekarang saja, tidak apa-apa kok,” kataku lalu menaruh mangkok bubur itu di atas meja. “Jjah, mau bicara apa? Apakah ini serius?” cecarku.
“Eih, makan saja dulu. Keburu dingin, jadinya tidak enak.”
“Aku sudah kenyang kok,” balasku. “Jadi?”
“Hmm… aku… ingin… aku…” ucapnya tidak jelas. Dia kenapa sih? Kok aneh?
“Aku ingin? Hei, yang jelas dong,” kataku sambil tersenyum.
“Aku… Aku ingin memperjelas hubungan kita,” suaranya pelan tapi masih bisa kudengar dengan jelas.
Kedua alis mataku terpaut bersama. “Memperjelas bagaimana maksudnya?”
“Iya… aku ingin memperjelas hubungan kita. Langkah selanjutnya.”
“Aku masih tidak mengerti, Seunghyun-ah.”
Ku lihat mendesah, mukanya sedikit kesal. Hahaha, lucu sekali. Aigora…
“Ok, sepertinya memang harus seperti ini,” gumamnya sendiri.
“Eh? Aku tak meng-“ ucapanku terhenti saat melihatnya berlutut di sampingku sambil memegang telapak tanganku.
“Aku tahu kau kaget melihatku seperti ini. But please, let me tell you something,” katanya lembut. Lalu dia mengambil napas dalam-dalam dan dikeluarkan perlahan.
“Tell, what?” ucapku ragu.
“Aku mencintaimu,” suaranya sangat jelas. Sangat jelas dan lembut. Aku bisa mendengar ucapannya di kedua telinga kesayanganku. ok, dia mengatakan, ‘Aku mencintaimu’. Ok, surely, I’m dead.
“Sebenarnya dari dulu, aku sudah merasakan hal yang tidak biasa ketika bersama denganmu. Tapi, aku baru mengerti kalau itu ternyata perasaan cinta. Nuna… aku mencintaimu tulus dari hatiku yang terdalam. Aku tak pernah sesenang, sebahagia, dan senyaman ini ketika tak ada kau disampingku. Aku hanya ingin selalu bersamaku, Nuna. Menyemangatiku ketika aku sedih, senang bersama-sama, aku ingin aku menjadi bagian dalam hidupku. So… would you be my Girl?” jelasnya panjang lebar.
Itu panjang, dan cukup untuk membuat jantungku keluar dari tubuhku. Astaga, dia menembakku! Ok… ok… lemme breath… Take a deep breath, Bom. Don’t be nervous, or do something stupid. Calm…
“Nuna… apakah kau mau menjadi kekasihku?” tanyanya lagi.
Aku tak tahu apa yang harus ku katakan. Aku diam seribu bahasa. Aku hanya mampu melihatnya. Akhirnya… setelah sekian lama kami dekat, dia mengatakan kata-kata ajaib itu padaku. Tuhan… kau mendengarkan doaku! Thanks!
“Kenapa tidak dijawab?” dia memanyunkan bibirnya. Dan bodohnya aku tertawa. Hahahaha. Dia terlalu lucu dan like everybody says, HE’S TOO HANDSOME, agreed?
“Ada yang lucu, he?” ujarnya kesal. Aku menggelengkan kepalaku. Lalu ku menangkupkan kedua pipinya dengan tanganku.
“You’re too sweet too ignore, Seunghyun. So, it can be called, we’re dating now?” kekehku, menatap matanya dengan tatapan menggoda.
Kulihat dia tertawa, lalu duduk lagi disebelahku. “Hahahaha. Yes, we’re now officially on dating.”
Kami berdua sama-sama tertawa. Aku tak mengerti kenapa aku tertawa hahaha. No reason, LOL.
Saat tawanya berhenti, kurasakan badannya mendekatiku. Spontan, tawaku juga berhenti.
Pelan-pelan, wajahnya mendekati wajahku. Dan juga sambil menatapku dengan tatapan seperti ‘I get u!’. Beast! Yea… tatapannya sexy dan seandainya aku jadi lilin, bisa kupastikan aku meleleh saat itu juga.
Perlahan kututup kedua mataku, menunggu dia datang. Dan hmmm jidat kami bersentuhan hahahaha. Sensasinya… Hahaha. Ok, besok sepertinya aku harus check-up ke rumah sakit. Memastikan jantungku rusak atau copot. -_-
Dan bibirnya pun akhirnya menyentuh bibirku. Ciuman pertama kami. Aigo… Hahahaha. Perasaanku tak bisa diucapkan dengan kata-kata. Yang jelas, aku sangat senang.
Tangannya menyentuh tengkuk leherku. Aku pun tak bisa menghentikan gerak tanganku yang menyusuri lekuk tubuhnya yang gagah.
Kami berciuman agak lama, sama-sama menikmati. Hehehehe
“I love you,” ucapnya sesaat setelah ciuman kami berhenti.
“I love you too..” balasku, memberikan senyuman termanisku untuknya.
Jidat kami masih bersentuhan. Dan sekali lagi kami berciuman. Ini tidak lama seperti yang pertama, tapi cukup memberikan sensasi yang WAH!
Dia memelukku erat. Mencium tengkuk leherku. Aku pun begitu. Lalu dia melepaskan pelukannya dan menatapku lembut.
“Terima kasih sudah menerimaku menjadi seseorang di dalam hidupmu,” Aku bisa merasakan ucapannya yang tulus. Di sentuhnya pipiku dengan telapak tangannya. “Kau tahu, sore ini akan menjadi sore tak terlupakan. Terima kasih sekali lagi.” Lalu dia memelukku lagi. Kali ini hanya pelukan.
“Hmm, sama-sama, sayang…” balasku dengan suara yang masih bindeng karena flu yang belum sembuh.
“Ah ya,” melepaskan pelukannya, “Apakah kita harus memberitahu mereka?” tanyanya.
“Biarkan mereka tahu sendiri saja. Kita tidak perlu langsung memberitahu mereka,” jawabku tenang.
“Ok,” Seunghyun mengangguk mengiyakan. “Eh, bubur dan supnya sudah dingin. Cepat habiskan! Setelah itu makan obat. Aku tak mau melihatmu semakin drop karena kelelahan.”
Aku mengangguk dan tersenyum. “Iya, sayang. Tenang saja! Penyakit-penyakit pasti akan go go away karena Bominator ku,” kulihat dia tertawa melihat tingkahku yang memang sedikit abstrak -_-
“Hahahaha, dasar boneka. Cepat makan! Mau ku suapi?” tawarnya. Eh disuapi? Hahaha sepertinya romantis.
Aku mengangguk senang. “Boleh!”
Seunghyun terkekeh pelan. “Mau sup atau bubur?”
“Hmm… bubur saja.” Lalu dia mengambil mangkok bubur yang sudah agak dingin itu.
Tiba-tiba….
Ting Tong! Ceklek!
 
“Eonnie! Aku pulang~!” Astaga itu suara Minji.
“Eonnie! Ada tamu ya?” tanyanya sedikit berteriak. “Siapa?”
Aku dan Seunghyun hanya bertatapan. Bingung harus bagaimana. So… sesuai perkataanku tadi, kami akan bersikap biasa saja.
“Eon, ada siap- OMO! SEUNGHYUN OPPA!” pekiknya saat sudah menyadari ternyata tamu itu adalah Seunghyun. Err.. ok, relax Bom.
“Annyeong, dongsaeng!” sapanya pada Minji. Sementara Minji melihat kami secara bergantian dengan wajah yang bingung.
“K-k-kenapa kau bisa disini?” tanyanya masih dengan raut wajah bingung.
“Hmm.. menjenguk Bom nuna. Dia kan lagi sakit,” jawabnya. Aku bisa merasakan ke grogiannya.
“Tapi kan Bom eonnie hanya flu biasa saja. Kau membawa makanan juga?” Minji menunjuk makanan yang ada di meja.
Seunghyun mengangguk sambil tersenyum. “Maaf ya, aku hanya membeli untuk Bom nuna saja.”
“Kau perhatian sekali, oppa. Apa jangan-jangan kalian sudah-“
“AKU PULAAAANG!” Ok. Itu Dara. Bisakah kau keluarkan aku dari tempat ini, Tuhan? Aku merasakan perasaan yang tidak enak.
Ku tatap Seunghyun dengan wajah khawatir. Seunghyun juga sama sepertiku.
“Eonnie!” teriak Minji. “Cepat kesini!”
“Wae~?”
“Lihat! Siapa yang datang kesini,” Minji menunjuk Seunghyun yang duduk di sebelahku.
Dara terlonjak kaget, tasnya yang disangkutkan di tangannya hampir saja jatuh. “SESANG! Ya, Seunghyun-ah! Kenapa kau bisa disini?” tanyanya dengan suara tinggi miliknya.
“Menjenguk Bom nuna…” jawabnya.
“Tunggu.” Kulihat Dara berpikir. “Kami kan tidak ada dirumah. Jadi… jadi kalian berduaan di dorm kami sedari tadi????!”
“AIGO! BOM EONNI!” teriak Minji. Mereka berdua bertatapan, membuat sebuah kesimpulan yang akan menjurus ke kami.
“Ya! BOM! K-k-kalian belum….” Dara tidak melanjutkan omongannya.
Aku dan Seunghyun saling bertatapan lalu tersenyum tidak jelas. Jemari Seunghyun melekat erat di jemariku. Dan kami menunjukkannya pada Dara dan Minji.
“YA TUHAN!” Minji dan Dara sama-sama berteriak.
“Kyaaaaaaa!!! EONNIE! CUKKHAEYO!!!” ujar Minji mendekatiku bermaksud untuk memeluk.
“Kalian berpacaran???????!!” kulihat Dara masih terbengong-bengong. “Sejak kapaaaaaaaaan?????”
“Sejak tadi, “ jawab Seunghyun singkat lalu terkekeh melihat kekagetan Dara.
Dan yak… begitulah. Setelah Dara mengetahui aku berpacaran dengan Seunghyun, ia menelpon Jiyong dan Chaerin agar segera datang ke dorm kami. Reaksi mereka pun sama seperti Dara dan Minji tadi. Dan setelah itu Jiyong langsung menelpon anggota Bigbang lainnya untuk datang kesini.
Yah… penginvestigasian pun dimulai. Sebenarnya sih tidak masalah kami diinvestigasi seperti ini, tapi yang membuatku risih adalah pertanyaan-pertanyaan mereka yang agak kelewat berhalusinasi. -_-
Seunghyun yang sedari tadi di sebelahku hanya tertawa melihat tingkah mereka.
Well…. Akhirnya penantian yang kutunggu-tunggu terjadi juga. Aku dan Seunghyun benar-benar berpacaran sekarang. Kami akan menjalani hubungan ini dengan sebaik-baiknya. Jika Tuhan merestui… aku ingin dia yang terakhir untukku.
Hehehehe…  :D
-END-
End??? Hehehe :p
FINALLY DOOOOONE!!!! WUHUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU~ Two Shootku selesai! Well… well… untuk selanjutnya, aku akan fokus dengan ‘For The First Time-Daragon Couple’. Dan untuk TOPBOM… mungkin sesekali aja deh ya. Aku gatau gimana nantinya. Kalau aku lagi mood bikin ff topbom ya… pasti langsung kubikin, hehehehee. Maaf kalau kurang romance, kurang sweet, kurang kurang kurang banget dalam segala hal. I tried ma best.
Thankyou, sudah membaca ffku yang ini. dimohon kritik dan sarannya ^^ *bow*