Title            : Irony (chapter 6)

Author        : oleelxschein

Length        : Chaptered

Genre         : Angst, Romance, AU

Cast            : Choi Si won (Super Junior)

Lee Jaewon (Ocs)

HyeWon (Co-ed School)

Rating         : T

Disclaim     : just own plot. Semua POV diambil dari sudut pandangnya siwon & author POV. Kommen dalam bentuk apapun di terima, kalau malas kommen boleh like aja, pokoknya tolong tinggalkan jejak. Happy reading^^

————————————————————————————————————

Part 6

Pemeriksaan telah usai tinggal menunggu hasilnya. Pemeriksaan ini dijaga ketat oleh polisi. Pengacara nenek, dan anak buah terpercaya Detektif Kim  juga ikut andil agar tidak ada pihak yang main curang.

Cukup lama untuk menunggu hasil itu keluar. Aku duduk di ruangan keluarga bersama keluarga besar nenek dan tentunya adik nenek yang jahat itu.

Lalu  pintu ruang terbuka. Kulihat seorang dokter di dampingi pengacara nenek telah datang. Semua orang pun menegang.

Byeol dari tadi memegang tanganku erat dan menolak melepaskannya.

“Oppa……” Shinbi ikut memegang tanganku.

Aku tahu ini percuma karena aku tahu hasil test itu pasti negatif. Pasti.

“Saya akan membacakan hasil pemeriksaannya” kata pengacara itu sambil membuka segel amplop tersebut.

Tiba-tiba saja pria berbaju hitam –anak buah adik nenek- menarikku. Dia menarik paksa diriku dari byeol dan shinbi. Lalu mereka meringkusku. Aku tidak menolak. Aku memandang semua orang disana, nenek yang matanya sudah berkaca-kaca. Shinbi yang memeluk erat byeol dan pria kejam yang ada di hadapanku sedang menyunggingkan senyum kemenangan.

BRAAAK!!!

Pintu itu terbuka lagi, dan kulihat detektif Kim dengan di kawal beberapa polisi berjalan tergesa memasuki ruangan.

“Tuan Choi Myughoon!” ucap detektif kim membuat pria bengis itu berdiri dengan angkuhnya. Lalu beberapa polisi dengan sigap membekuknya namun dihalangi oleh pria-pria berpakain hitam itu.

“Saya membawa surat penangkapan untuk anda atas tuduhan pembunuhan berencana! Yang menghalangi berarti melanggar hukum” kata Detektif Kim membuat pria-pria berpakaian hitam itu terdiam dan mundur. Lalu dengan cepat tuan itu sudah di bekuk.

“Maaf, mengganggu silahkan dibacakan hasil tesnya” kata detektif kim pada pengacara tersebut. tapi tuan itu berteriak, “Tunggu, kenapa kalian tidak membekuk dia juga? Dia adalah penipu yang sebenarnya” pria tua itu menunjukku yang kini sudah terbebas dari pria-pria berbaju hitam.

Detektif Kim memandangku cukup lama lalu dengan tangannya sendiri dia membekukku juga. Tuan itu itu tersenyum menang sedang akupun menunduk pasrah.

“Hasil tes DNA atas saudara Choi Si Won dan saudara Choi Jung Won adalah” pengacara itu terdiam cukup lama, entah dia sengaja menunda-nunda kabar buruk ini karena kasihan padaku atau tidak tega mengatakan yang sebenarnya, akupun tidak tahu.

“Hasilnya Positif!”

Aku mendongak mendengar kata pengacara itu. “MWO? Tidak mungkin!”  kataku bingung.

“APA-apaan ini! Ini pasti terjadi kecurangan!” tuan itu tidak terima dan meronta-ronta.

Detektif Kim melepas tangannya dan beralih memelukku, “Kau memang anak yang hilang itu Si Won!”

“HAH??”

 

xxx

 

Aku mendengar dengan seksama penjelasan dari detektif Kim. Yah benar yang dikatakannya. Aku memang di besarkan di Panti asuhan ‘Choayesa’. Memang benar aku memeliki tanda lahir di lenganku dan ini asli. Ternyata Jung won pun punya tanda lahir persis sepertiku.

Aku tersentak dan menyadari semuanya.Jadi semua script kehidupanku sudah di atur oleh si brengsek itu. Jadi dia yang menculikku saat aku lahir, memisahkanku dengan kedua orangtuaku dan kembaranku. Membuangku di sungai Han Gang (aku pernah bertanya pada staf panti asuhan dimana mereka menemukanku). Meneror selama hidupku. Dia juga yang menabrakku hingga aku jatuh ke jurang hingga mengalami luka yang sangat parah. Dan yang sangat membuatku terpukul, ternyata dia juga dalang dibalik kecelakaan pesawat yang dalami kedua orang tuaku, kedua orang tua Byeol, dan saudara kembarku Jung Won. Dia benar-benar Brengsek.

“Dia melakukannya karena harta nyonya yang melimpah itu” jelas detektif kim membuat kami menggeleng heran. Begitu serakah dia hingga membunuh anggota keluarga Choi satu per satu.

“Siwon, ternyata kau benar-benar Siwon cucuku..” kata nenek menangis sambil memelukku.

Aku membalasnya dengan pelukan hangat. Ternyata di balik kehidupanku yang kelam, aku masih memiliki keluarga.

xxx

 

“Kalau begitu berarti oppa yang meninggalkan Jae Won?” kata shinbi sambil terperangah

Dengan lemah aku mengangguk.

“Haah oppa babo! Babo! Kenapa kau lepaskan gadis sebaik itu!” kata Shinbi sambil histeris di depanku yang sedang mengamai kebimbangan ini.

Aku menghela nafas panjang, “Shinbi-ah otteo?”

xxx

 

Aku berjalan pelan ke arah taman. Aku mencari sesosok yeoja yang tidak pernah hilang dari benakku. Yeoja yang membuatku takut untuk kehilangannya.. takut tidak dapat melihatnya lagi. Tapi sekarang aku bisa melihatnya… melihatnya dengan sangat jelas.

Yeoja itu duduk di sana. Di dekat kolam. Ku lihat dia sedang asyik memandangi anak-anak kecil yang sedang bermain pistol bubble. Gelembung-gelembung yang indah itu mengelilinginya dan membuat dirinya semakin cantik karena senyumnya yang terkembang itu. Begitu jahatnya aku hingga pernah melukai senyum itu.

Aku berbalik dan beranjak dari sana tapi kudengar dia memanggil namaku.

Akupun berbalik dan berjalan ke arahnya. Dia berlari ke arahku dan setelah sampai dia langsung memukul kepalaku.

“Babo! Kenapa tidak kau katakan sendiri!”

“Mianhae, aku selalu takut kau terluka. Jadi..”

“Jadi kau suruh shinbi yang mengatakannya. Babo! Babo! Babo!”  katanya lagi.

“Mianhae…” aku mengacak rambutku karena kesal pada diri sendiri, dia selalu benar aku memang bodoh. “Aku memang bodoh! Mian”

“Bagus kalau kau sadar!” katanya sambil berkaca-kaca.

“Geuman, aku benci melihatmu menangis!” kataku panik. Aku memang selalu begini kalau dia sudah mau menangis. Rasanya duniaku juga jadi goyah. Aku memeluknya. Memeluknya dengan erat.

“Kau bodoh! Kenapa tidak kau katakan dari dulu… kenapa pergi tanpa berkata sesuatu padaku..” dia menangis sambil memukul dadaku pelan.

Aku melepas peluknya menghapus air matanya dan menatapnya. “Sekarang, dengan wajah begini. Boleh aku mengatakan apa isi hatiku?” tanyaku,  dia mengangguk pelan.

“Wajah begitu juga lumayan kok!” katanya membuatku ingin tertawa.  Akupun menciumnya sekilas.

Ya. Yeoja ini selalu dan selalu membuatku tertawa. Entah di waktu aku sedang sedih, dia selalu membuatku merasakan kebahagiaan. Yeoja ini yang selalu memberi perhatian dengan hati lembutnya, juga memberikan uluran tangan yang hangat. Aku selalu ingin melihatnya tersenyum. Aku ingin selalu melihat senyumnya bahkan saat aku menutup mata. Aku menutup mataku mencoba mencari sosoknya dalam diriku. Perlahan aku bisa melihatnya, melihat senyumnya dengan jelas. Senyumnya yang hangat.

Aku membuka mataku dan tersenyum padanya. Kulihat wajahnya memerah. Dia benar-benar lucu. Aku kembali mendekatkan wajahku dan dia menutup matanya rapat-rapat. Aku tersenyum, lalu aku berbisik di telinganya, “Saranghaeyo jae won-ah”

Lalu aku memeluknya erat. Dia juga memelukku. Begitu indahnya. Aku menutup mataku yang entah kenapa tiba-tiba memburam. Kurasakan perih di punggungku.

“Siwon… Siwon ireona!” dia meneriakkan namaku.

Aku membuka mataku perlahan, kulihat dia sudah menangis. Aku mengusap air matanya dan dia menggapai tanganku, bisa kulihat tangannya yang berlumuran darah sedang bergetar.

Aku kembali menciumnya. Lalu  kubisikkan kata yang ada di dalam hatiku sekali lagi. Kemudian kututup mataku untuk melihatnya tersenyum dalam benakku. ditengah kegelapan dapat kulihat dia tersenyum padaku. Degan begini aku bisa melihat senyummu yang hangat. Selamanya….

Cinta itu bagai bisikan indah yang perlahan memasuki hati kita dan mengisnya dengan kebahagiaan. Saranghae Jae won-ah….

 

00 Epilog 00

Gadis itu tertawa-tawa sendiri sambil memandangi sebuah foto. Foto seorang pria yang memiliki dua lesung pipit di pipinya.

“Kalau aku tidak bisa memeilikimu orang lain juga tidak, hahahaha” ucapnya sambil memainkan pistol gelembung yang di arahkannya pada foto pria itu sambil tertawa sangat keras dan mengerikan.

“Dia kembali begini, padahal dia sudah mendapat perawatan khusus di Amerka sana!” kata seorang yeoja di luar ruangan dimana gadis itu di kurung. ”Dia tidak akan kabur kan?” bisiknya pada seorang namja yang berdiri di sampingnya.

“Tenang saja Heegi-ah semuanya baik-baik saja” namja itu menenangkan gadis itu.

“Lalu gadis yang bernama Jae Won itu bagaimana?”

Namja itu tersenyum, “Dia pasti akan menemukan Kim Jong Hyun lain, seperti kau menemukanku” katanya pada gadis itu.

Gadis itu mengangguk dan kembali melihat gadis yang ada di dalam ruangan itu. Lalu dia berpaling dari sana dan mencoba melupakan masalalu kelamnya bersama gadis itu dan pria yang dulu dicintainya bernama Jung Won. Dia ingin melupakan semua dan berjalan ke depan bersama tunangannya sekarang kim Jong Hyun.

Dia meninggalkan pintu putih bertuliskan.

NAMA                 : HYEWON

PENDERITA         : mental disorder, insanity

00 FIN 00

 

* huah akhirnya selesei juga..

Mudeng kaga? Jadi si siwonnya sudah mati di tembak sama hyewon yang  emang dari dulu sudah sakit jiwa karena terlalu terobsesi sama JungWon kembarannya siwon itu. dan dulu dia dijodohkan sama jungwon tapi jungwonnya lebih milih heegi. Dan yah, dia menyiksa heegi (kaya apa bayangin sendiri deh^^v). trus dia jadi tambah gila dan di pindah ke amerika setelah jungwon meninggal. Dan begitulah si heegi dapet pengganti detekti kim alias kim jonghyun. Dan jaewonnya… hem, berharap menemukan kehidupnya kembali.. hehehe maap ya kalo akhir nya agak aneh…

Dan maap ya semuanya… castnya asal comot nih…!! mian kalau ada yang tidak berkenan *ngumpet dibawah meja*

Gumawo sudah mau baca.. n_n *lemparbiasmasing2*