Drugs (Part 1)

Author           : My Purple Day

Cast               : Emily Park and Kim Jonghyun.

Support Cast  : Find by your self.

Genre             : Life, Psychology, Family.

Lenght            : oneshot

Rating             : PG – 16

Summary        : “ Bodoh !! nyawa bukan masalah milik sendiri atau milik orang lain, intinya ia adalah benda yang tak boleh direnggut !! orang bodoh yang ingin menghabisinya sama saja dengan pembunuh, walaupun itu milik sendiri !!! kau mengerti ?? !!”

Inspired by     : Beautiful Boy (A novel by David Sheff)

Notice           : Silahkan dilihat ratingnya…. PG 16 kan ?? yang dibawah umur…. jangan baca sendirian ya (padahal authornya juga dibawah umur, hehehehe) harus ditemani orang tua, kakak, atau siapa aja yang lebih dewasa.

“ …… Even you facing a bitter aspect of life, Drugs and Murder are foul without any excuse, if you try it you are tottaly fool…… Deserve a red card for a loser……. “

*****

Saat kau merasa ingin bebas dari kenyataan pahit yang selalu mengerubungimu…….

Saat kau ingin merasa terbang dan menjauh dari kenyataan – kenyataan pahit yang selalu berada disekitarmu……

Apa yang akan kau lakukan ??

Bersikap jantan dengan pasrah menghadapi itu semua sebagai sebuah pembuktian diri ?

Atau mungkin…..

Mengikuti keegoisan yang timbul di dalam hatimu untuk menghindari itu semua ?

Kenyataan pahit mampu menimbulkan sifat egois didalam diri manusia……..

Membuat manusia bisa melakukan apa saja untuk mengindarinya……..

Membuat manusia lupa akan keberadaan dosa…..

Pengertian dosa….

Dan… apa itu dosa……

Sebagian orang akan melampiaskannya secara brutal seperti Membunuh, siapa saja !! termasuk diri sendiri… baik secara perlahan maupun secara langsung…..

Seperti…. Emily….. gadis 18 tahun yang rela merugikan dirinya sendiri untuk menghindari semua kenyataan pahit yang Ia miliki, Di Dunia Ini……

****

DRUGS

File 1 – My Bitter Aspect….

Emily P.O.V

       Petir bergemuruh tak henti-hentinya, hujan seakan tak pernah bosan membasahi langit seoul, tetesan-tetesan hujan mengalir dari atap rumahku yang kini mengalir di depan jendela berjeruji yang sedang kupandangi, kepalaku pusing sekali, aku berjalan tak tentu arah, membentur benda-benda disana sini, menabrak apa saja yang kulewati hingga aku tiba di hadapan sebuah cermin yang permukaannya sudah menguning, namun masih jelas terlihat mataku yang kini sudah memerah, apalagi kalau bukan efek obat yang barusan kusuntikan kedalam nadiku, aku tersenyum getir melihat keadaanku sekarang, Mengenaskan benar-benar kata yang pantas untuk mendeskripsikan keadaanku saat ini, kutarik selimutku lalu ku genggam erat ‘ia’, merasakan sedikit sentuhan hangat dari bahan katun lembut selimut tersebut, ku pejamkan mataku seraya menahan rasa sakit di setiap persendianku, namun jika hal ini bisa membuatku tidur nyenyak, membuatku mendapatkan rasa bebas walau sejenak, membuatku merasa nyaman walau sejenak, akan kulakukan apapun itu, tanpa perduli bahwa semakin hari tubuhku semakin hancur berkat sang penenang jiwaku, tanpa perduli bahwa sekarang aku benar-benar kecaunduan berkat sang penenang jiwaku, akan kulakukan apapun itu…….
            Kuseret kakiku ke aspal hitam kasar yang terbentang luas dihadapanku, kulemparkan pandanganku ke sekeliling, sangat sunyi, sepi, tak ada tanda-tanda kehidupan disini, kubangan-kubangan minyak hasil tumpahan dari kapal pengakut minyak, yang sering beroprasi di pelabuhan ini membuat langkahku terasa berat saat menginjaknya, seolah menahanku untuk terus mengayunkan kakiku menuju tempat haram ini, lokasinya persis di pojok pelabuhan, di dalam sebuah gudang tua yang bahkan tak pernah disadari keberadaannya oleh orang-orang yang PERNAH berlalu lalang disekitarnya, sekarang masih pukul 10 pagi, remaja-remaja 18 tahun sepertiku pada umumnya sekarang pasti sedang membenak, menguras otak, atau mencerna pelajaran, dalam arti kata seharusnya aku berada di sekolah sekarang, ini rutinitasku, aku akan bangun pagi-pagi sekali, memberi salam dan berteriak “Aku berangkat sekolah dulu!!!”, selanjutnya….. tujuanku adalah tempat ini, gudang tua tempat produksi besar-besaran morfin, codein, heroin, ganja, kokain, di lakasanakan, tempat bagi para seniman-seniman buronan berkarya, Bingungkah ?? Ya… kami ini seniman… tahu kenapa kami di sebut seniman ? tidak tahu ? karena kami membuat sesuatu yang tidak semua orang bisa buat, karena kami menciptakan sesuatu yang tidak semua orang bisa ciptakan, dan yang terpenting karena kami menghasilkan sesuatu yang jauh lebih berguna dibandingkan lukisan, patung, puisi, miniatur, atau benda- benda lain yang dihasilkan para seniman pada umumnya, kami.. membuat sesuatu yang bisa memberi rasa bebas pada seseorang, sesuatu yang memberi rasa nyaman pada seseorang, Itulah kami !! 1 tahun sudah aku menjadi seorang pekerja tetap disini, aku menyukai orang-orang disini, tahu apa yang kusuka dari mereka ? karena mereka bukanlah orang-orang yang hobi membohongi diri mereka sendiri, tidak sepertiku, Jika mereka merasa kesal mereka akan luapkan dengan cara apapun, Jika mereka merasa tak senang maka mereka akan lakukan apapun untuk membuat orang tahu bahwa mereka sedang merasa tidak senang, tapi aku….. bagaimanapun perasaanku, bagaimanapun isi otakku, huh… jangan tanya !!! yang bisa kulakukan hanyalah DIAM, MEMBISU, atau sejenisnya, tapi intinya aku senang berada disini, aku tak perduli pada kenyataan bahwa kini kondisi tubuhku bahkan sudah jauh lebih buruk dari seorang lansia berusia 60 tahun yang hampir seluruh selnya sudah rusak, bagi kalian yang merasa ingin tahu apa alasanku menggunakan obat terlarang itu…. akan kuceritakan !!! I have a homesick !! ayahku pemabuk, pejudi, dan yang terparah ia pengangguran !!! ibuku seorang pembantu rumah tangga yah… setidaknya itu yang kutahu… aku hanya melihaatnya paling lama satu jam dirumah…maksudku dikurangi tiga puluh menit sebagai waktu resmi ayah dan ibuku beradu mulut aku hanya melihatnya setengah jam… karena setiap kali ayah dan ibuku bersilat lidah, bisa dipastikan aku tak akan ada disana… , ibuku bekerja banting tulang demi mencukupi kebutuhan keluarga kami !!! aku mulai menggunakan narkoba diumur 16 tahun, terlalu mudakah ?? seseorang baik hati telah mengenalkanku pada benda ini !! tak usah disebut karena… sekarang ia sudah tenang disana !! ya.. kakakku itu tewas overdosis setahun yang lalu, ia meminum obat sebanyak mungkin untuk mengakhiri hidupnya, semuanya karena Ayahku yang bajingan itu !! dan kurasa tak lama lagi… aku akan menyusulnya.

Yah… aku bekerja dari pagi hingga sore, sengaja disesuaikan dengan waktuku pulang dan pergi sekolah, supaya ibuku tak curiga.

“ Aku Pulang……. ” tak ada jawaban… hening… benar-benar hening…… kemana semua orang ??? Ahhh…. Whatever…. yang harus kupikirkan adalah…. bagaimana caranya aku masuk ke kamar… tanpa memperlihatkan mataku yang merah ini pada ibuku. Semoga memang tidak ada orang di rumah.

“ YA !! MEMANGNYA KAU PUNYA JASA APA ?? KAU PERNAH MENAFKAHIKU LAHIR DAN BATIN ?? KAU TAK BERHAK MENGATURKU !!! SEHARUSNYA KAU BERSYUKUR MASIH KU TAMPUNG !!! TIDAK BANYAK WANITA MULIA DI DUNIA INI…. YANG MAU MENAMPUNG SEKALIGUS MENAFKAHI SUAMI BEJAT SEPERTI MU !!! ”  Apalagi yang akan kau lakukan jika kau mendengar kalimat seperti itu. Aku sudah pasti menghentikan langkahku. Ibuku… ibuku sedang beradu suara dengan ayahku… yah… sudah biasa aku mendengarnya, Well, kali ini… apa masalahnya ???

“ WANITA MULIA ??? CIH !!! MANA ADA WANITA MULIA YANG MENJUAL TUBUHNYA…… AKU JUGA TIDAK MAU DINAFKAHI DENGAN UANG HARAM…… ” MWO ????!!!!! I-Ibuku….. Men-menjual tubuhnya ??? Bloody Hell !!!! aku.. salah dengar bukan ?? iya !! aku salah dengar… oh ya.. aku masih dalam pengaruh obat, ya.. mungkin aku salah dengar… tidak… ibuku tak mungkin melakukan itu, TIDAK !! kudekatkan telingaku kebalik kusen tak berpintu yang menjadi gerbang bagi ruang TV kami…sungguh aku tak berniat mencuri dengar, aku hanya ingin meminta konfirmasi atas semua ini… benarkah ibuku seorang Pelacur ???

“ AKU MELAKUKAN ITU KARENA MU…. UNTUK MENAFKAHIMU DAN ANAKKU !!! AKU TAK MAU IA TERJERUMUS KEJALAN YANG SALAH SEPERTI AYAH DAN KAKAKNYA ” *JTAAR !!! I-ibuku… benar-benar… se-seorang…. Dan… ia lakukan itu.. untuk membiayai sekolahku, agar aku tak seperti kakakku ?? Bunuh aku !!! Cabut Nyawaku Tuhan…. !! anak macam apa aku ini ? tega-teganya aku membohonginya selama ini…. tak bisa ku bayangkan… bagaimana sakitnya ibu.. saat ia tahu… AKU !! aku sudah  tak ada bedanya dengan Kakak ku….

“HAHA…. MEMANGNYA KAU TIDAK MASUK KEJALAN YANG SALAH ?? BAHKAN KAU LEBIH  HINA DIBANDING KAMI !! SEHARUSNYA KAU JUGA BERDOA AGAR DIA TIDAK TERJERUMUS SEPERTIMU !!!” Ya… Ayah benar.. seharusnya Ibu juga mendo’akan… aku tidak terjerumus seperti ibu… AKU BENCI IBU !!! badan ku dengan cepat tersungkur, punggungku bersandar pada lemari kayu tua berwarna coklat muda yang sering dijadikan ibu tempat menyimpan barang pecah belah, AKU BENCI IBUKU !!! dirumah ini… tidak ada lagi orang yang bersih, semuanya HINA !! jika aku boleh memilih aku lebih ingin untuk tidak dilahirkan, Hah… Hidup didunia hanya mencari dosa, kenyataan pahit, hidup sengsara, penuh airmata… FOR WHAT ???? Well, aku akan akhiri ini semua !!!

Author P.O.V   

“ Harus kuselesaikan !!!… Harus ku selesaikan malam ini juga !!! aku tak mau menunggu hingga besok…. tak boleh !! ” Seorang yeoja tampak gusar, Mata kucingnya yang merah tampak menelisik setiap sudut ruangan, Kucir kudanya sudang longgar, poninya tak beraturan lagi, mungkin karena sedari tadi ia berlari-lari entak kemana sembari mengacak –acak rambutnya… Ia terlihat sangat labil.

*SREK

*SREK

“Tapi apa ?? apa yang bisa ku lakukan ??” tangannya yang sudah membiru terlihat membuka dan menutup laci-laci dikamarnya, tanpa henti-henti berteriak “ Dimana ? dimana ? ” sampai akhirnya sebuah laci putih berukuran kecil membuatnya tersenyum miris, Bukan !! bukan laci itu yang membuatnya tersenyum… tapi.. benda yang ada di dalam laci tersebut, sesuatu yang dianggapnya akan menyelesaikan masalahnya, Benda tipis, kecil, dingin dan tajam yang akan membuatnya bahagia.. masih menurutnya.

“ Hahaha…. Ya.. aku akan menyelesaikannya, malam ini… malam ini juga !! ” matanya terlihat menjelajar ke kiri dan ke kanan. Terlukis benar jiwanya yang labil di balik matanya.

“ Disini tidak aman…. aku akan menyelesaikannya diluar…. ”

Yeoja itu melangkah ke arah pintu kamarnya, memutar knop kuningan pada pintu kamarnya, menyambar sebuah cardigan garis-garis, lalu melangkah menuju pintu keluar rumahnya, di  tengah dinginnya malam di musim salju, bermodalkan Cardigan tipis, yeoja ini masih berjalan, sembari menggenggam benda tipis yang dingin tadi, ia masih terlihat tegar, matanya yang merah terlihat fokus pada aspal hitam yang ditutupi butiran-butiran putih yang banyak di depannya, di warnai kamuflase salju –salju tipis di bulan Desember, setetes demi setetes ia menumpahkan air matanya, hingga tiba di depan sebuah gedung tua yang gelap tanpa cahaya didalamnya, Ia menghembuskan nafas sebanyak mungkin, membuat poni-poninya bergoyang ke kiri dan kekanan…  di gesernya perlahan pintu kayu pada gudang itu, bagian bawahnya yang bergeser pada lantai menimbulkan bunyai SREEEKKK yang menggema di dalam ruangan, baginya… itu adalah bunyi terakhir yang akan di dengarnya. Ia memasukkan kepalanya dari sela-sela kepitan pintu gudang, lalu secara tiba-tiba ia menggeleng, ia menutup kembali pintu gudang itu  lalu menuruni satu diantara empat anak tangga di depan pintu dan berhenti pada tangga ketiga, ia duduk di tangga kedua lalu berpijak pada tangga ketiga, sesaat kemudian ia mengadahkan kepalanya menghadap langit, mengeluarkan sebuah benda yang tadi telah membuatnya tersenyum MIRIS, membuka lipatan pada pisau tersebut, menekan-nekan pergelangan tangannya seperti…  sedang mencari letak nadinya, sejurus kemudian ia meletakkan bagian tajam pada pisau tersebut ke atas urat nadinya.

“ Hei Pembunuh !!!”  suara itu…. suara itu membuatnya menghentikan aktifitasnnya, membuatnya menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan mencari-cari sumber dari suara tersebut, hingga pandangannya terhenti pada seorang namja bersweater hijau yang kini tengah berdiri dihadapannya.

“ Aku bukan pembunuh !! siapa kau ?? ” tanya sang yeoja pada namja bersweater hijau itu.

“ Aku ?? kau tidak kenal aku ? Aku Kim Jonghyun !! pria paling tampan dan mempesona seantero korea, aku Lead Vokal Shinee……, Wahai.. Pembunuh… ” namja ini membusungkan dadanya sejenak.

“ Aku tidak kenal denganmu !! sekali lagi kubilang AKU BUKAN PEMBUNUH….. ” pekik Emily pada Jonghyun.

“ Lalu…. apa yang barusan kau lakukan ??? kau mau merenggut sebuah nyawa bukan ?? ” Tanya Jonghyun lagi.

“ I-tu…I-itu kan nyawaku…. ” Sahut Emily terbata-bata.

“Bodoh !! nyawa bukan masalah milik sendiri atau milik orang lain, intinya ia adalah benda yang tak boleh direnggut !! orang bodoh yang ingin menghabisinya sama saja dengan pembunuh, walaupun itu milik sendiri !!! kau mengerti ??! “

Emily P.O.V

“ Hei Pembunuh !!!”  suara itu…. suara siapa itu ?? seingatku… tak ada orang disini… aku menggerakkan kepala ku ke kiri dan ke kanan mencari-cari sumber dari suara tersebut, hingga tiba-tiba, seorang namja bersweater hijau berdiri dihadapanku.

“ Aku bukan pembunuh !! siapa kau ?? ” pekikku pada namja itu.

“ Aku ?? kau tidak kenal aku ? Aku Kim Jonghyun !! pria paling tampan dan mempesona seantero korea, aku Lead Vokal Shinee……, Wahai.. Pembunuh… ” namja itu membusungkan dadanya sejenak, tampan ? mempesona ? Cih.. heran aku…. bagaimana mungkin korea punya bintang senarsis dia ?.

“ Aku tidak kenal denganmu !! sekali lagi kubilang AKU BUKAN PEMBUNUH….. ” pekikku LAGI.

“ Lalu…. apa yang barusan kau lakukan ??? kau mau merenggut sebuah nyawa bukan ?? ”

“ I-tu…I-itu kan nyawaku…. ” di-dia melihatku ? ba-bagaimana bisa ??

“Bodoh !! nyawa bukan masalah milik sendiri atau milik orang lain, intinya ia adalah benda yang tak boleh direnggut !! orang bodoh yang ingin menghabisinya sama saja dengan pembunuh, walaupun itu milik sendiri !!! kau mengerti ?? !!”          Pembunuh ?? Ya…. dia benar…. aku pembunuh, maksudku.. calon pembunuh… aku.. aku tidak mau menjadi seorang pembunuh, TIDAK MAU.

* TING.

Seketika kurasakan tubuhku.. lemas, bahkan tanganku sudah tak sanggup lagi menggenggam pisau yang hampir berlumuran darah tadi, membuatnya terjatuh dan seketika membentur lantai dan membuatnya berdenting. Sejurus kemudian tubuhku tersungkur dan menghantam aspal, sakit sekali kepala ku.

“ Hei… hei… kau kenapa ??? ” namja bersweater hijau itu mengguncang-guncang tubuhku yang sudah tak bertenaga lagi.

*Bruk.

Jonghyun P.O.V

A-apa ini ?? apa yang terjadi pada yeoja ini ?? Ha ? dia pingsan !! tuhan…. aku tak tahu dimana rumahnya…. Rumah sakit !! ya !! Rumah sakit !! kalau begitu… aku harus menggendong yeoja ini kemobilku ?? ya tuhan… niat cari udara segar, jalan-jalan, tapi… hah… sudahlah… lebih baik aku bawa dia kemobil.

30 minutess later…..

“ Dokter !! dokter !! tolong dia !! tolong dok…. ” teriakku sembari berlari menghampiri seseorang berjubah putih yang langsung ku simpulkan dokter saat pertama kali melihatnya, koridor ini terasa panjang sekali, sepertinya aku sudah berlari sejak tadi… tapi aku masih belum dekat dengan dokter itu, ditambah lagi suara decitan sepatuku yang bersentuhan dengan lantai kesat ini, menggema di sepanjang koridor,  membuat konsentrasiku Buyar !!

“ Ya… bawa ke IGD !! ” perintah dokter itu kepada beberapa perawat. Saat keranda yang membawa yeoja itu dimasukkan kedalam ruangan dengan label IGD diatasnya, seseorang menahan langkahku yang entah kenapa terbawa ingin melangkah kedalam.

“ Maaf, anda tunggu diluar…. ” ucap sang dokter.

1 menit…. 5 menit…. 10 menit…. 15 menit…. 30 menit…

*Sreeekkkk

Suara pintu yang terbuka membuyarkan lamunanku yang sedari tadi kebingungan, gusar, kesal, aduh… aku susah menjelaskannya, kepalaku dengan reflek menoleh kearah datangnya suara. Itu … itu yeoja tadi.

“ Dokter… dia baik-baik saja ??? ke-kemana ia akan dibawa ?? ” tanya ku yang keheranan melihat yeoja itu dibawa dengan ranjang besi beroda berlapiskan seprai berwarna biru polos entah kemana.

“ Dia…. dia bawa keruang rawat inap…. bisakah anda tunggu disini sebentar ?? sebentar lagi hasil pemeriksaan keluar….. ” kata sang dokter.

“ Bisa dok…. “ dokter itu tersenyum sekilas lalu pergi entah kemana… meninggalkan ku dengan sejuta pertanyaan dan rasa takut kalau tiba-tiba nanti disini ada fansku atau fans Shinee ya… mereka bisa membuat keributan, dan aku bisa diusir dari sini.

15 minutesss later…..

“”

“ Maaf… err… anda keluarga yeoja tadi ? “ Seseorang pria parubaya berjas putih berjalan menghampiriku.

“ Emm… Errr…. ye..ye… ” jawabku agak ragu, bayangkan saja konsekuensi yang akan kudapat, atau mungkin…. aku bisa masuk ke penjara karena pemalsuan identitas ?? Eh… tidak mungkin !!

“ Hubungannya ?? ” Oh My God….. kalau aku bilang aku kakaknya… dokter ini tidak mungkin percaya… secara… wajahku tidak ada mirp-miripnya dengan yeoja itu, kalau aku bilang ayahnya…. what ?? aku terlalu muda untuk menjadi seorang ayah dari seorang yeoja 17 tahun keatas…..

“ Emm… Pacarnya !! pacarnya dok !! ” dokter itu menunjukkan tampang –Aku tidak yakin–…. Huh…. tuhan… selamatkan aku !!!

“ Ok…baiklah… bisa ikut keruangan saya ??? ” ajak sang dokter.

“ Bi-bisa dok…. ” Oh My God.. save me please….

Dokter itu terlihat menggiringku ke ruangannya, tahukah kau apa rasanya ?? aku serasa tahanan yang sedang digiring polisi !! tegang sekali !!

“ Silahkan duduk…… ” tawarnya padaku setelah sampai diruangannya.

“ Terima kasih…… ”

“ Begini…. keadaan yeoja itu parah sekali….  ginjalnya sudah sangat lemah……  ” Jelas dokter itu.  Apa yang terjadi dengan yeoja itu ?? itu gejala pada seorang lansia bukan ??

“ Maaf… anda tahu penyebabnya ?? ” Pertanyaan bodoh menurutku…. tapi aku hanya orang awam yang tidak tahu menahu tentang gejala itu dan hanya ingin meminta konfirmasi. Sudah.

“  Begini… Err… pacar anda…. seorang…. Drugs User !! ”

.TBC.