Title : All Seems To Be Crazy!? (Part 5)

Writer : Catherine Crystal ><

Cast :

-Cho Kyuhyun <= Super Junior

-Shin Hyeyoung <= OC

-Lee Sungmin <= Super Junior

-Park Nachan (Nana Park) <= OC

Genre : Romance, and find the other by yourself

Length : Continue / Chaptered

Udah pernah dipost di http://lovelyfanfictionhouse.wordpress.com/

Previous parts :

Part 1 : http://lovelyfanfictionhouse.wordpress.com/2011/11/25/all-seems-to-be-crazy-part-1/

Part 2 : http://lovelyfanfictionhouse.wordpress.com/2011/12/02/all-seems-to-be-crazy-part-2/

Part 3 : http://lovelyfanfictionhouse.wordpress.com/2011/12/10/all-seems-to-be-crazy-part-3/

Part 4 : http://lovelyfanfictionhouse.wordpress.com/2011/12/19/all-seems-to-be-crazy-part-4/

PART 5

“Ayo kita menikah”

“MWOOOOOOO?????!!!!” pekik Nana kaget, “Yaa, oppa! Kau pikir pernikahan itu permainan? Menikah itu harus didasari cinta!”

“Apa Kyuhyun dan Hyeyoung juga memikirkannya? MEREKA MEMIKIRKAN KITA HAH?! TIDAK KAN? Mereka juga menyepelekan pernikahan!” teriak Sungmin.

“Oppa… berpikirlah untuk jangka waktu kedepan! Bukan untuk waktu dekat ini! Memang dendam kita bisa terbalaskan tapi kalau sudah tua nanti, kita pasti menyesal!” seru Nana.

“Tenang saja Nana, setelah dendam kita terbalaskan, masalah perceraian itu gampang”

“MWOO? YA, SUNGMIN OPPAAA!!! Aku tidak pernah bercita-cita untuk menikah dua kali tau!!!” teriak Nana.

Sungmin terdiam.

“Coba kau pikirkan itu sekali lagi, Nana…” kata Sungmin kemudian membawa undangan pernikahan Hyeyoung dan Kyuhyun keluar cafe.

Nana terduduk dalam kesendirian. Kata-kata Sungmin kembali terngiang-ngiang di kepalanya.

‘Apa Kyuhyun dan Hyeyoung juga memikirkannya? MEREKA MEMIKIRKAN KITA HAH?! TIDAK KAN? Mereka juga menyepelekan pernikahan!’

“Tak bisa kupungkiri perkataan Sungmin oppa memang benar…” gumam Nana, “Apa aku setujui saja tawarannya ya?”

~0~

Mobil Kyuhyun melaju cepat di atas jalanan yang sepi. Memang sangat aneh, tapi jalanan hari ini terasa benar-benar sepi.

“Aku jadi merasa bersalah pada Nana” kata Hyeyoung.

“Aku juga, huh! Gara-gara perjodohan sialan ini aku jadi harus merelakan hubunganku dengan Nana, padahal aku sangat mencintainya” balas Kyuhyun.

“Mianhae oppa…” gumam Hyeyoung.

“Gwenchana… lagipula apa lagi yang bisa kita lakukan sekarang?” timpal Kyuhyun.

Trrrlt… Trrrlt…

Ponsel Kyuhyun berbunyi. Panggilan masuk dari ibunya.

“Yoboseyo eomma?” sapanya langsung.

“Yoboseyo Kyuhyun-ah… ayo cepat pulang sekarang, eomma ingin kau dan Hyeyoung memilih hotel untuk malam pertama kalian, eomma sudah punya daftarnya” kata ibu Kyuhyun.

“Aish… ne, ne, ne!”

KLIK.

Telepon langsung dimatikan Kyuhyun.

“Kita disuruh cepat-cepat pulang karena diminta memilih hotel untuk malam pertama nanti” kata Kyuhyun.

“Mwo? Malam pertama? Aduuuh…” Hyeyoung langsung panik.

“Tidak usah panik, kita tidak akan melakukan apa-apa kok” sahut Kyuhyun, “Lagipula kau kan bukan Nana”

“YAAA! Jadi maksudmu aku tidak lebih baik daripada Nana begitu? Mungkin bagimu iya, tapi bagi yang lainnya, AKU INI PASTI LEBIH BAIK!” Sombong Hyeyoung.

“Cih, gayamu!” cibir Kyuhyun. Hyeyoung hanya mendengus kesal.

~0~

Nana terus membolak-balikkan tubuhnya di atas kasur. Berkali-kali air matanya menetes. Sejak dua jam yang lalu, ia tetap tak berhasil tidur. Ia terus memikirkan tawaran Sungmin.

“Balas dendam tak buruk juga” batinnya, “Tapi aku kan bukan orang seperti itu!” lanjutnya.

“Sungmin oppa sudah tidur belum ya? Kalau belum aku akan telepon dia!” gumam Nana. Diraihnya ponselnya dan segera menekan speed dial nomer 4.

Tuuut… tuuut…

Nada sambung terdengar nyaring dalam kamar Nana yang sepi.

“Yoboseyo?” sapa Sungmin.

“Yoboseyo oppa”

“Eoh, Nana-ah… kau belum tidur?” tanya Sungmin.

“Kalau aku sudah tidur mana mungkin aku bisa meneleponmu?”

“Ah, arra… arra… baiklah, kau sudah memikirkan penawaranku tadi?”

“Kurang lebih iya”

“Jadi apa jawabanmu?”

“Aku… mungkin akan menerimanya”

~0~

Hari pernikahan Kyuhyun dan Hyeyoung semakin dekat. Tiap detik berlalu, hati mereka kian cemas. Sekarang mereka memutuskan untuk keluar dari sekolah, toh itu tak ada gunanya, mereka akan memimpin sebuah butik terkenal milik appa Kyuhyun–ani, sekarang lebih tepat dibilang milik orang tua mereka.

“Bagaimana rumahnya Kyuhyun?” tanya ibu Kyuhyun.

“Yeah… tidak buruk” jawab Kyuhyun singkat. Ibunya memandangnya senang.

“Kau senang kan? Eomma bahkan sudah menyiapkan kamar untuk anak kalian nanti!” serunya antusias. Hyeyoung mengangguk ragu dengan hati yang mulai ‘dag-dig-dug’

“Oke, kalian bisa mulai menata rumah ini, eomma tinggal dulu ya” pamit ibu Kyuhyun kemudian berjalan keluar rumah yang nantinya akan menjadi rumah Kyuhyun dan Hyeyoung.

“Aku lelah” seru Kyuhyun kesal, “Aku lelah diperlakukan seperti ini, kemarin kita disuruh melihat lokasi pesta, sekarang rumah, BESOK APA LAGI?!!! Cih, mungkin besok kita disuruh melihat sekolah anak masa depan kita! Atau mungkin kamar mandi umumnya!”

“Menurutku besok kita akan disuruh melihat selokan di depan rumah cucu kita nanti!” timpal Hyeyoung asal. Kyuhyun mengangguk setuju.

“Atau mungkin pakaian dalamnya” sahutnya.

“Tapi selamanya kita tidak akan punya cucu, karena membuat anak denganmu saja aku tidak mau!” sinis Hyeyoung.

“Kau pikir aku mau? Nanti anakku akan jadi mirip kera!”

“Ya oppa! Kau semakin menyebalkan saja akhir-akhir ini! Kalau kau buat anak denganku jadinya mirip kera, dengan Nana jadinya mirip sapi!”

Kyuhyun mendadak diam.

“Kau… bisa tidak jangan membicarakan Nana lagi?” gumam Kyuhyun. Hyeyoung langsung gelagapan.

“Ah, mianhae oppa… kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulut–”

“Gwaenchana…” gumam Kyuhyun kemudian berjalan masuk ke dalam kamar barunya.

~0~

Nana duduk termenung di atas kasurnya. Sendirian. Yah, sendirian. Lagi-lagi dia benci harus mengakui hal itu. Biasanya ia akan ditemani ocehan Kyuhyun lewat telepon atau SMS. Tapi kali ini tidak, ia benar-benar sendirian.

Dihelanya nafas berat dan kembali dipandanginya ponsel di tangannya. Dalam pikirannya mungkin saja keadaaan berbalik dan pendeta yang akan meresmikan pernikahan Kyuhyun dan Hyeyoung meninggal terkena serangan jantung dan BOOM! Kyuhyun meneleponnya walau hanya untuk menyuruhnya datang ke pemakaman pendeta itu.

“Mana mungkin pendetanya meninggal?” gumamnya menyalahkan bayangannya sendiri.

Teroret~ Teroret~

Dengan cepat Nana memperhatikan layar ponselnya.

Hyeyoung.

Walau hanya SMS, tapi Nana senang bukan kepalang. Siapa tahu saja dugaannya benar.

“Nana-ah… sudah siap untuk berpisah dengan ‘kyuhyun oppamu’ itu? Besok dia akan menjadi milikku seutuhnya kekekekeke~”

Nana mengerutkan keningnya. Bukannya dapat SMS bernada baik, ia malah dapat SMS seperti ini?!

“Sssssh… All seems to be crazy!” gerutu Nana. Diacaknya rambut dengan frustasi dan dipandanginya kalender.

Benar.

Besok benar-benar tanggal 7 Januari. Saking frustasinya Nana hingga ia tak pernah memperhatikan jalannya hari yang begitu cepat. Tanpa terasa hari pernikahan Kyuhyun dan ‘hari kehancuran hidup Nana untuk selama-lamanya’ sudah ada di depan mata. Dan itu besok!

Teroret~ Teroret~

SMS lagi. Dari Sungmin.

“Nana-ah… besok kau pakai gaun terbaikmu yang berwarna putih!”

Nana segera membalasnya.

“Memang kenapa harus putih? Aku mau pakai warna hitam kok!”

Sungmin pun tak kalah cepat membalas.

“Sudah, kau diam saja. Aku sudah merencanakan semuanya!”

Nana tak lagi membalas. Dalam benaknya mungkin membalas dendam adalah hal terbaik yang bisa dan ‘ingin’ dilakukannya sekarang ini. Akhirnya ia memutuskan untuk percaya pada semua rencana Sungmin.

“Biar bagaimana pun tujuan kita sama…” gumamnya pelan, “membalas dendam kita pada mereka…”

~0~

Ruangan itu mulai penuh sesak oleh pengunjung. Musik klasik diputar di mana-mana. Kyuhyun tampak berdiri di sisi pintu masuk dengan senyum yang dibuat-buat. Namun tak dapat dipungkiri ia memang tampak sangat tampan.

Jumlah tamu yang datang kian bertambah seiring mendekatnya waktu acara dimulai. Kyuhyun pun berbisik pada ayahnya yang berdiri di sampingnya.

“Aku mau ke toilet”

Ayahnya hanya mengagguk singkat. Kyuhyun pun pergi ke toilet dan hanya berdiri termenung di sana.

~0~

Hyeyoung berjalan mondar-mandir dengan gelisah. Terkadang keringat menetes di dahinya namun segera diusapnya keringat itu agar riasannya tidak rusak.

Hari ini pernikahan pertamanya.

Dan lagi bukan dengan pria yang ia cintai, tapi dengan sahabat yang hanya ia anggap kakaknya.

Hyeyoung terduduk lemas pada akhirnya. Pikirannya sudah mulai membayangkan dirinya yang dulu. Dulu ia selalu berkhayal akan menikah dengan Sungmin dan mereka berdua akan berjalan bersama-sama menyongsong masa depan yang cerah. Dalam khayalannya itu, ia duduk tenang di ruangan–yang persis sama dengan ruangan tempatnya berada sekarang–dengan ditemani oleh Nana yang memuji kecantikannya. Persis seperti di film-film yang berakhir dengan ‘happy ending’ yang sempurna antara sebuah keluarga bahagia yang memiliki banyak anak dan tak kekurangan tunjangan dana.

Tapi ini 100% BERBEDA!!

Bukannya ditemani Nana, ia malah sendirian. Bukannya tampak cantik, ia malah tampak seperti mayat hidup karena bedak yang dipakai terlalu banyak untuk menutupi kantung mata akibat tidak tidur semalaman. Bukannya ingin punya banyak anak, ia justru TIDAK INGIN mempunyai anak. Bukannya menikah dengan Sungmin, ia justru menikah dengan KYUHYUN?!

“Aigooo… hancur sudah” gumamnya. Tiba-tiba pintu terbuka. Salah satu teman Hyeyoung yang bernama Kwon Chan Rin masuk ke dalam ruangan dan memberikan segelas air putih pada Hyeyoung.

“Eoh, Chanrin, kapan kau datang?” tanya Hyeyoung pada mantan sahabatnya–dulu mereka bersahabat berlima ditambah Chanrin waktu SMP–yang baru pulang dari Paris–untuk urusan studi tentunya.

“Kemarin malam, aku sengaja memberimu kejutan! Kau tidak senang?” tanya Chanrin seraya menaikkan satu alisnya.

“Ah, anii… aku justru sangat senang” jawab Hyeyoung.

“Dan mana Nana?” tanya Chanrin, “Sungmin oppa juga mana?”

“Eoh, itu… mereka sepertinya banyak urusan, mungkin mereka tidak datang” jawab Hyeyoung terbata-bata.

“Oooh… kalau begitu, chukkae Hyeyoung! Akhirnya kau menemukan tambatan hatimu! Tadi aku sudah lihat Kyuhyun oppa dan dia tampaaaan sekali!” seru Chanrin seraya memeluk Hyeyoung. Hyeyoung terdiam membeku.

‘Tambatan hati? Apa benar begitu?’ batinnya dalam hati, “Ah, neee… gomawo Chanrinnie… kau sendiri belum p-punya namja?” tanya Hyeyoung mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Namja? Punya, namanya Minho, Choi Minho. Dia sangaaaaat… tampan!” seru Chanrin berbinar-binar, “Dan dia punya banyak teman, dia kan aktif di klub basket! Dia juga dapat beasiswa di Paris bersama dua orang temannya yang bernama Kim Ryeowook dan Choi Siwon” tambahnya.

“Yeah… kau sangat keren” puji Hyeyoung setengah hati, ‘Seandainya aku ini dia, perjalanan cintanya lancar-lancar saja, kenapa aku yang dapat bagian sial seperti ini?’ batin Hyeyoung dalam hati.

“Kenapa kau tampak lesu? Kau gugup sekali ya?” tanya Chanrin, “Tidak sakit kan?”

“Ah, aniyo~ ya, benar, aku gugup, sangat gugup” jawab Hyeyoung. Kemudian sebuah ide terlintas di benaknya, “Chanrinnie… bi-bisakah kau tengok apakah Sungmin oppa datang atau tidak?”

“Tentu” jawab Chanrin kemudian berjalan keluar ruangan.

Tak lama kemudian Chanrin masuk bersama seorang pria yang asing di mata Hyeyoung.

“Siapa dia?” tanya Hyeyoung.

“Eoh, ini namja yang kuceritakan tadi” jawab Chanrin.

“Siapa? Choi Minho?” tanya Hyeyoung lagi.

“Bukan, ini temannya, namanya Kim Ryeowook… kebetulan ternyata dia punya hubungan kerabat dengan keluargamu, aku terkejut ketika melihatnya tadi, dan dia sedang berbincang-bincang dengan Nana” jawab Chanrin.

“Mwo? Nana? Nana yang ‘itu’?” tanya Hyeyoung/

“Yah tentu saja! Park Nachan,  Nana Park, dia kan datang bersama Sungmin oppa!” pekik Chanrin, “Uuuups… mianhae aku berteriak, itu kan memang kebiasaanku” tambahnya kemudian tertawa garing.

Hyeyoung serasa tertusuk di bagian dadanya. Sungmin? Datang dengan Nana? Entah kenapa dia merasa sedih, sangat sedih malah. Seminggu yang lalu Sungmin masih memohon agar Hyeyoung tak meninggalkannya, dan Nana marah pada Hyeyoung dan berharap ia hanya bercanda. Tapi sekarang mereka datang seakan tak ada beban lagi. Ditambah… Nana masih bisa berbincang-bincang ria dengan kerabat keluarga Hyeyoung. BERBINCANG-BINCANG RIA?! Oouuuh… What the hell?!

TENG! TENG! TENG!

Lonceng berbunyi menandakan bahwa pesta akan segera dimulai. Dan kehancuran hidup Hyeyoung juga akan segera dimulai.

“Sudah dulu ya, kami mau kembali ke sana” kata Ryeowook kemudian mengajak Chanrin keluar ke tempat pesta.

~0~

Hyeyoung berjalan berdampingan dengan Kyuhyun anggun. Meskipun di luar ia tampak bahagia, tapi hatinya hancur. Bukan, sebenarnya ia bisa saja menampakkan kehancuran hatinya jelas-jelas. Tapi kalau dia benar melakukan hal itu, Sungmin dan Nana pasti tidak percaya kalau Hyeyoung menikah dengan sungguh-sungguh dari hati!

Mata Hyeyoung berputar-putar mencari Sungmin. Tak butuh waktu lama, ia sudah menemukan pria itu. Duduk di salah satu kursi yang terletak di deretan depan, bersama Nana. Wana pakaian mereka sama, putih gading. Ditambah lagi, ketika semuanya memperhatikan Hyeyoung dan Kyuhyun, mereka malah sibuk berbicara sambil cekikikan sendiri!

Hyeyoung mati-matian menahan agar air matanya tidak keluar. Digigitnya bibir bawahnya tanpa peduli lipstick yang dipakainya hilang. Itu lebih baik daripada semuanya melihat air matanya.

Hyeyoung dan Kyuhyun sampai di depan altar. Dan resepsi kehancuran hidup keempat sahabat itu pun dimulai…

~0~

Resepsi pernikahan telah usai. Masing-masing tamu undangan mulai meninggalkan gedung. Sebelum benar-benar pergi meninggalkan gedung, mereka bersalaman dengan Hyeyoung, Kyuhyun, dan beberapa keluarga mereka.

Sungmin dan Nana keluar bersamaan. Mereka menyalami Kyuhyun dan Hyeyoung dengan senyum lebar.

“Oh iya…” kata Sungmin, “Aku punya suatu kabar untuk kalian”

Sungmin mengangkat tangan Nana tinggi-tinggi. Menunjukkan cincin yang sama-sama mereka pakai.

“Kami…” katanya, “Sudah resmi bertunangan”

.TBC.

Huwaaaaaa… lanjutannya gaje ya clovers ><

Nanti aku berusaha cepetin deh part 6-nya… demi clovers-cloversku #eeeaaa

Oke, at least kalian COMMENT yah… yang bukan clovers, ayo belajarlah untuk menjadi clovers^^ #eeeaaaa

Buat yg belum tau clovers itu apa, silakan buka ini : http://lovelyfanfictionhouse.wordpress.com/2011/12/26/363/

RCL please!!! ~ ^^