Seungwon Entertainment

Present

Kado Untuk Myungsoo

Author : Seungwonation *author namja,jadi jangan panggil noona atau eonnie*

Judul : Kado kecil untuk Myungsoo.

CAST : INFINITE KIM MYUNGSOO,INFINITE KIM SEUNGWON *OC/AUTHOR*

Genre : Family

Length : Oneshot

Rate : G (Semua Umur)

Disclaimer :

Kim myungsoo milik woollim entertainment.

Sedangkan cerita adalah milik Author.

Cuap cuap Author :

Annyeong,Kali ini Author bawa ff special ultah kembaran Author,Kim Myungsoo aka L.Entahlah,tapi sepertinya ini ff juga special buat ultah Author yang berbeda 2 hari dengan Myungsoo Hyung.So,jangan pada protes kalau Author numpang eksis di ff ini. And then jadilah fic abal ini hehe

Warning :

Dont be a plagiat (copas terutama di fb harus sepengetahuan author)

Dont be a siders (Jelek atau bagus tolong di komen,biar tahu apa yang kurang di ff ini)

Happy Reading n.n

Cuaca kota busan saat itu sedang dingin-dinginnya.Setiap orang pastinya lebih memilih berdiam diri di dalam rumahnya yang hangat.Tapi tidak dengan 2 orang bersaudara yang masih muda ini.

Di tengah cuaca yang dingin itu mereka tetap bekerja di luar rumah.Seolah-olah tak merasakan dingin yang menusuk kulit,mereka terus bekerja tak kenal lelah.

Pemuda unyu yang terlihat lebih muda itu tampak menggosok-gosok ke dua telapak tangannya,berharap itu membuatnya merasa lebih hangat.

“Seungwon,Apa Kau kedinginan?” Ujar Pemuda yang lebih tua itu.

“Aniyo Hyung!Aku hanya lupa mengenakan sarung tangan,” Ujar pemuda yang di panggil Seungwon itu.

Pemuda itu menatap iba ke dua tangan Seungwon yang terlihat membeku itu.

Dia lalu membuka ke dua sarung tangannya,lalu menyerahkan kepada Seungwon.

“Pakailah….!” Perintahnya.

“Ini….?” Tanya Seungwon bingung menatap sarung tangan yang di Ulurkan Pemuda itu.

“Pakailah…..Nanti Kau sakit!” Pemuda itu makin menyodorkan sarung tangannya.

“Usoo Hyung…..,” Gumam Seungwon pelan.

Seungwon menatap nanar pemuda yang bernama lengkap Kim Myungsoo itu.

Sebuah senyum tersungging dari bibir Myungsoo.Ia kemudian berkata,

“Kajja…Biar Hyung bantu pasang!”

Dengan telaten Myungsoo memasangkan sarung tangan pada Seungwon.Sebuah senyuman hangat masih tampak di wajahnya.

Ketika Myungsoo akan memasangkan sarung tangan sebelah kanan,tiba-tiba Seungwon mencengkram tangan Myungsoo.

Seungwon mengambil sebelah sarung tangan itu dari Myungsoo,lalu memakaikannya di tangan kanan Myungsoo.

Pandangan mereka bertemu satu sama lain.Mereka tersenyum.

Dengan tangan kirinya,Myungsoo memegang erat tangan kanan Seungwon yang tak terbungkus sarung tangan itu.

“Dengan ini Kita akan tetap merasa hangat,” Ujar Myungsoo seraya menatap mata Seungwon dengan lekat.

Seungwon tersenyum.Ia merasa bersyukur mempunyai Hyung seperti Kim Myungsoo.

Ya,Mereka merupakan saudara kandung yang sedari kecil hidup tanpa mendapat perhatian dari ke dua orang tuanya.

Sejak bayi,mereka berdua di asuh oleh paman dan bibinya.Orang tuanya?Entahlah,ketika mereka menyerahkan Myungsoo dan Seungwon pada paman dan bibinya,orang tua mereka berjanji akan kembali setelah mendapatkan uang.

Namun,sudah 17 tahun merekapun tak kunjung datang untuk menjemput ke dua anak yang malang itu.

Selama 17 tahun,mereka hidup dalam keaadaan naas dan penuh nestapa.Paman dan bibinya selama ini selalu bersikap acuh pada Myungsoo dan Seungwon.Meskipun begitu mereka masih bersyukur Paman dan Bibinya itu masih mau mengurus mereka selama ini.

“Hyung,kata bibi….Ibu tidak akan pernah datang menjemput kita….Err….. Benarkah itu?” Seungwon membuyarkan konsentrasi Hyungnya itu.

Myungsoo menghentikan pekerjaannya.Di tatapnya Seungwon dengan pandangan nanar.

“Ibu dan Ayah pasti menjemput kita….Jangan dengarkan kata bibi ya….” Ujar Myungsoo.

“Tapi bibi bilang,Ayah dan Ibu membuang kita,” Gumam Seungwon pelan.

Myungsoo menelan ludah,di tatapnya Adik kesayanganya itu.Tangannya merengkuh bahu Seungwon yang beberapa cm lebih pendek darinya itu.

“Dengarkan Hyung,Ayah dan Ibu pasti menjemput kita…..Bahkan,jika mereka tak kunjung datang,Hyung berjanji akan mencari mereka…..” Ungkap Myungsoo.

“Jinja,Hyung?!” Ucap Seungwon antusias.

“Ne,Hyung janji!Jadi Kau tenang saja dan Jangan pikirkan apa kata bibi ya!” Tutur Myungsoo.

“Uwa…Gomawo Hyung,” Kata Seungwon seraya tersenyum lebar.

Myungsoo tersenyum.Buatnya,Senyum Seungwon adalah segalanya.Dia bahkan tak tahu apa yang Dia katakan tadi.Mencari Ayah dan Ibunya?Ahh,bahkan sebenarnya Ia sudah tak memikirkan ke dua orang tuanya itu.

Dan sekarang,Dia harus memutar otak mencari cara untuk menemukan mereka.

“Ini…Demi Seungwon!Demi adikku yang sangat ku sayangi!” Pikir Myungsoo.

***

Hari sudah beranjak malam.Myungsoo tampak mondar mandir di dalam kamarnya.Raut wajahnya tampak gelisah.

Seungwon yang sedang tiduran tampak heran melihat Hyungnya mondar mandir seperti setrikaan merek philips.

“Hyung,Gwenchanayo?” Tanya Seungwon khawatir.

“Ahh…Ne…Gwenchana!” Kata Myungsoo.

“Terus ngapain Hyung mondar mandir seperti itu?” Selidik Seungwon.

Myungsoo berhenti mondar mandir.Dia lalu duduk di sebelah Seungwon.

“Seungwon-ah,Apa Kau masih ingin bertemu Ayah dan ibu?” Tanya Myungsoo hati-hati.

“Tentu saja Hyung,Aku….Juga ingin seperti anak-anak lain,mempunyai Ayah Dan Ibu!” Seungwon menjawab dengan antusiasnya.

Myungsoo tampak termenung mendengarnya.Dia tak tega jika harus membuat adik kesayangannya kecewa.

“Hyung,Are you okay?” Seungwon membuyarkan lamunan Myungsoo.

“Ah,…Ne…..Hyung baik-baik saja…..” Gugup Myungsoo.

Seungwon hanya bisa menatap heran Hyungnya itu.

“Err….Seungwon-ah,Kau tidur saja dulu,Hyung ada urusan mendesak!” Ungkap Myungsoo seraya bangkit dari tempat duduknya.

“Mau kemana Hyung?Apa ada masalah?” Tanya Seungwon yang semakin bingung melihat tingkah laku Hyungnya itu.

“Tidak ada yang serius kok.Kamu tidur saja,nanti Hyung jelaskan!” Ungkap Myungsoo.

Seungwon yang tidak tahu harus berkata apa hanya bisa menatap Hyungnya yang meninggalkan kamar entah kemana.

***

Myungsoo menutup kamarnya pelan-pelan.Hawa dingin langsung menyeruak ke sekujur tubuhnya.

Ya,Kamarnya dan Seungwon memang terpisah dari rumah utama yang di huni Paman dan bibinya.Kamar yang sebenarnya mirip gudang itu memang terletak tak jauh dari rumah utama.

Myungsoo menghela nafasnya sehingga membuat embun-embun keluar dari mulutnya.Tangannya digosok-gosok lalu di letakan ke pipinya,berharap membuat wajahnya lebih terasa hangat.

Myungsoo mulai melangkahkan kakinya menuju rumah utama yang jaraknya hanya beberapa meter itu.

Tak perlu waktu lama,Ia pun masuk ke dalam rumah itu.

Dia berjalan melewati lorong sempit hingga akhirnya Ia sampai di ruang tamu rumah itu.

Di dalam ruang tamu yang kecil itu Myungsoo dapat melihat Paman dan Bibinya tampak sedang bersantai.

Pamannya sedang berselonjoran di depan Tv,asyik menonton acara baseball.Sedangkan bibinya sedang menyetrika baju tak jauh dari situ.

Myungsoo langsung duduk dekat bibinya.Dengan cekatan,Dia membantu bibinya melipat baju.

“Wae?Kau lapar?” Ujar Bibinya tanpa memandang Myungsoo.

“A-Aniya…..” Jawab Myungsoo gugup.

“Di dapur masih ada makanan sisa tadi pagi,Kalau Kau lapar ambil saja!” Ujar Bibinya.

“Ne,Ahjumma….” Sergah Myungsoo.

Bibinya menyuruh Myungsoo melanjutkan menyetrika baju.Sedangkan Ia kemudian pergi membuat teh hangat untuk suaminya.

Dengan telaten,Myungsoo menyetrika satu persatu pakaian.Keningnya tampak berkeringat akibat dari setrikaan yang terlalu panas.

Myungsoo beruntung malam itu.Pakaian yang harus di setrikanya tak sebanyak malam sebelumnya.

Sebenarnya,demi mencukupi uang dapur,bibinya bekerja sebagai tukang cuci.Myungsoo dan Seungwon biasanya bergantian setiap malam untuk menyetrika pakaian.Namun,bila pakaiannya sedikit biasanya bibinya yang menyetrika sendiri.

Tapi tidak malam ini.Myungsoo memang sengaja datang kesini karena ada yang harus Ia tanyakan pada Paman dan Ibunya.

Myungsoo melirik jam dinding.Di lihatnya jarum jam sudah menunjuk ke angka 11.

“Hmm,sudah malam ternyata” Pikir Myungsoo.

Myungsoo melipat pakaian yang terakhir lalu menumpuknya di tumpukan baju.Dia mulai duduk mendekati bibinya yang sekarang sedang mencatat pengeluaran rumah tangga di buku catatan.

“Ahjumma,Usso mau nanya sesuatu nih,” Ujar Myungsoo.

“Apa?” Tanya Bibinya seraya terus mencatat.

Myungsoo tampak ragu-ragu.Dia tampak mengepalkan ke dua tangannya lalu menghela nafas.

“Ahjumma,Apa Ahjumma pernah mendengar kabar tentang Ayah dan Ibu ku?” Ujar Myungsoo dengan mantap.

Bibinya tersentak.Dia berhenti menulis namun tanpa menatap Myungsoo yang ada di hadapannya itu.

“Tidak!” Jawab Bibinya dengan ketus.

“Sedikitpun tak ada?” Tanya Myungsoo berusaha meyakinkan bibinya.

“Bibi bilang tidak ada ya tidak ada,Usoo!” Hardik Bibinya.

Myungsoo terkejut di hardik seperti itu oleh bibinya.

Untuk sesaat,mereka tampak diam dalam kebisuan.Myungsoo berpikir keras untuk merangkai kata-kata yang lebih halus agar tidak di sentak lagi oleh bibinya.

Hanya suara riuh rendah suara televisi yang terdengar di ruangan itu.Pamannya sendiri tampak menatap layar kaca dengan lekatnya tanpa menghiraukan istrinya yang tadi menghardik Myungsoo.

“Mereka sudah membuang kalian!” Tutur Bibinya membuyarkan kebisuan yang telah terjadi.

“Tapi,,,” Sergah Myungsoo namun kata-katanya di potong oleh Bibinya.

“Bukannya Kau tidak memperdulikan mereka lagi!Kenapa sekarang Kau bertanya?” Tanya Bibinya.

Myungsoo tampak menundukan kepalanya.Matanya dengan lekat menatap lantai.Ia tak tahu harus menjawab seperti apa pertanyaan itu.

Sesungguhnya,Myungsoo sendiri sebenarnya tidak ingin membahas hal ini.Buatnya,ayah ibunya itu sudah mati.

Namun,Dia juga tak dapat menolak permintaan Seungwon,adik yang sangat sangat di sayanginya itu.

Karena pada dasarnya,Ia juga penasaran tentang ke dua orang tuanya itu.

“Aku penasaran Ahjumma.Aku,,,,ingin tahu tentang mereka,,,” Tutur Myungsoo.Dia sengaja tidak mengatakan kalau sebenarnya ini demi Seungwon.Ia tidak ingin Seungwon di kait-kaitkan dalam masalah ini.

“Mereka itu tidak bertanggung jawab.Sebenarnya bibi tidak setuju ibumu menikah dengan ayahmu,ayahmu itu bisanya cuman berjudi dan mabuk-mabukkan.Makanya ibumu menitipkan kalian disini,karena saat itu mereka tidak punya duit sepeserpun” Bibinya menuturkan sekilas tentang orang tua Myungsoo.

“Tapi Ahjumma bilang mereka mau menjemput Aku dan Seungwon?!Benarkah itu?” Tanya Myungsoo.

“Cih,mereka bilang mau mencari uang ke kota.Katanya,jika sudah cukup mendapat uang mereka akan menjemput kalian.Tapi sampai sekarang mereka bahkan tak ada kabarnya sama sekali.Paling mereka senang senang sendiri dan sudah melupakan kalian!” Tutur Bibinya dengan setengah emosi.

Myungsoo terdiam mendengar penjelasan bibinya itu.Pikirannya tertuju pada Seungwon.Haruskah Dia melupakan orang tuanya?Tapi,,,,,,

“Ahjumma,selama 17 tahun ini apa tidak ada kabar tentang mereka sedikitpun?” Tanya Myungsoo.

Bibinya menggelenkan kepalanya.

“Tidak ada Myungsoo,,,Tidak ada,,,” Kata Bibinya.

“Masa tidak ada sedikitpun kabar yang bibi terima sih?!” Ujar Myungsoo dengan nada tinggi.

Dia cukup lelah karena sedari tadi tidak mendapat sedikitpun jawaban yang Ia inginkan.

“Kau itu masih kecil Usoo,bibi ngerti kalau Kau dan Seungwon merindukan orang tua kalian.Maka dari itu kalian sudah bibi anggap seperti anak sendiri,itu semua agar kalian tidak merasa kehilangan kasih sayang orang tua” Kata Bibinya.

“Aku tahu Ahjumma.Aku berterima kasih karena kalian mau mengurusku dan Seungwon,tapi Kami bukan anak kecil lagi,Aku butuh info tentang kedua orang tuaku,Aku mohon,,ahjumaa,,,” Myungsoo memelas.

Bibinya terdiam menahan isak tangis.Sesungguhnya Dia sangat menyayangi kedua bersaudara itu seperti layaknya anak sendiri.Meskipun dengan serba kekurangan tapi mereka masih mau menampung ke dua anak itu.

Bibinya sangat marah pada ke dua orang tua mereka yang sudah menelantarkan MyungWon dari bayi.Dalam keadaan pas-pas an Ia berusaha memenuhi kasih sayang pada mereka.

Namun toh hari ini pasti datang juga.Dimana Myungsoo dan Seungwon akan berusaha mengetahui semua hal tentang ke dua orang tua kandungnya.

“Sudahlah,beri tahu saja yang sesungguhnya!” Tiba-tiba Pamannya berucap pada istrinya.

Bibinya tampak seperti ingin memprotes keputusan suaminya itu.Namun,Paman segera meyakinkannya.

Ia pun bangkit lalu pergi ke dalam kamarnya,Tapi tidak lama kemudian Dia kembali dengan membawa secarik kertas.

Sekarang Bibi dan Pamannya duduk berhadapan dengan Myungsoo.

Bibinya menyerahkan secarik kertas yang di ambilnya tadi pada Myungsoo.

“Ini,,,,,,” Tanya Myungsoo seraya menerima kertas itu.

“Sebuah alamat?” Pikir Myungsoo.

“10 tahun yang lalu orang tuamu mengirim surat dan sedikit uang.Mereka bilang sudah membuka usaha kecil-kecilan di seol” Ujar pamannya.

“Mengirim surat……?Apa mereka merindukan Aku dan Seungwon?” Sergah Myungsoo.

“Hmm…mereka bilang merindukan kalian tapi mereka bilang belum bisa menjemputmu” Tutur sang paman.

“Itu karena mereka membuang kalian.Mereka sudah hidup senang di sana!” Protes bibinya.

“Bisakah Kau berhenti menjelek-jelekkan adikku?!” Geram paman pada istrinya yang banyak bacot itu.

Bibi yang merasa keki di sentah suaminya hanya bisa diam dan tertunduk kesal.

“Itu adalah alamat tempat mereka membuka usaha.Paman tidak tahu mereka masih tinggal di sana atau tidak,itu sudah 10 tahun yang lalu” Ungkap paman pada Myungsoo.

“Ne,Usso mengerti.Terima kasih Ahjussi!” Ucap Myungsoo.

“Pergilah!” Perintah Paman.

“Euh….” Pekik Myungsoo dan Bibinya.

“A-Apa maksud Paman?” Tanya Myungsoo bingung.

“Paman tahu apa yang Kau pikirkan,Usso.Pergilah sebelum Paman berubah pikiran” Ungkap Pamannya.

“Suamiku,apa yang Kau katakan?Kenapa Kau menyuruh Usso Pergi?” Bibi berteriak histeris pada suaminya.

Paman merogoh kantong saku celananya. Dia mengeluarkan dompetnya dan menarik beberapa lembar uang.

“Ini….Ambillah!Paman tidak tahu ini cukup atau tidak,tapi semoga saja ini cukup untuk bekal kalian” Ungkap Paman seraya menyerahkan beberapa lembar uang pada Myungsoo.

“Ahjussi……” Gumam Myungsoo seraya menahan derai air mata yang ingin jatuh dari pelupuk matanya.

“Tidak…. Usso tidak boleh pergi!Tidak boleh pergi!” Bibinya menjerit seraya menarik-narik tangan Myungsoo.

“Chagi,hentikan!Biarkan Usso pergi!” Sergah paman sambil melepaskan cengkraman tangan istrinya dari Myungsso.

“Cepat pergi Myungsoo!” Perintah Pamannya yang sedang menahan bibinya.

Myungsoo yang terkejut hanya bisa pergi berlari dari rumah itu.

Myungsoo berdiri di depan rumah. Nafasnya agak tersenggal-senggal.Dia menengadahkan wajahnya ke langit.

Matanya berkaca-kaca.Ia tampak tak kuat lagi menahan tangis.

Derai air mata mulai berderai.Ia terisak-isak di tengah dinginnya malam yang menusuk kalbu itu.

“Hikz….hikz… . .”

Dengan menahan isak tangis,Myungsoo memasuki kamarnya.

Di lihatnya Seungwon yang tertidur pulas.Begitu terlihat unyu dan tenang.

Myungsoo mengusap kening adik yang paling Dia sayangin itu.

Seutas senyum mengembang di bibir Myungsoo tatkala wajah adiknya yang seperti malaikat itu.

Myungsoo tersadar dari lamunannya.Ini bukan saatnya mengagumi wajah adik kembarnya yang tampan rupawan itu.

Mereka harus segera pergi malam ini.

“Seungwon,bangun nak….” Myungsoo mengguncang-guncang tubuh suci Seungwon.

“Eungh……” Seungwon mengerang dengan lembutnya.

“Ayo bangun,Seungwon….” Perintah Myungsoo seraya mengusap kening Seungwon.

“Err….Ada apa Hyung?” Tanya Seungwon seraya mengucek ke dua matanya dengan telapak tangan.

Sangat terlihat manis.Myungsoo beruntung mempunyai adik kembar yang pesonanya tiada tara itu.

“Kita harus pergi Seungwon,Ayo!” Ujar Myungsoo seraya memasukan barang-barangnya ke dalam tas ransel.

“Pergi?Pergi ke mana Hyung?” Seungwon menatap Hyungnya itu dengan mata jernihnya itu.

“Kita….Akan mencari Ayah dan Ibu!” Kata Myungsoo.

“Mwo?Tapi bagaimana bisa?” Tanya Seungwon bingung.

“Hyung dapat alamat mereka dari Ahjussi,sekarang Kau cepat berkemas sebelum Ahjumma menghalangi kita” Myungsoo menjelaskan pada Seungwon.

Seungwon kemudian dengan sigap lalu meraih tas ransel lalu memasukan pakaian dan barang-barangnya.

Tak butuh waktu lama untuk mereka berkemas.Karena seyogyanya barang yang mereka miliki tak begitu banyak.

Setelah semua siap,merekapun beranjak pergi dari rumah itu.

“Wait…!” Pekik Seungwon tiba-tiba.

“Waeyo,Seungwon-ah?” Tanya Myungsoo.

“Aku belum hairdryer-an,Hyung!” Ungkap Seungwon histeris.

“Mwo?Kita sudah tak ada waktu Seungwon.Sudahlah besok kita creambath di salon Anata saja!” Usul Myungsoo.

Seungwon tampak menimang-nimang tawaran Hyungnya itu,hingga akhirnya Dia setuju.

“Ok,baiklah!Ayo pergi!” Ajak Seungwon.

Akhirnya di tengah malam yang dingin itu mereka meninggalkan rumah itu.

Membelah dinginnya malam daerah busan.

***

Myungsoo dan Seungwon duduk di sebuah halte.Mereka menunggu Bus yang akan ke kota.Yah,tentu saja bukan bus biasa yang mereka tunggu.

Secara ini sudah hampir tengah malam,mana ada bus umum yang beroperasi pada jam seperti sekarang.

Jadi,satu-satunya harapan mereka adalah bus ‘kalong’.

Bus ‘kalong’ adalah bus umum nakal yang masih beroperasi ketika malam.Yah tentu saja dengan tarif yang lebih mahal.Namun toh mereka tak punya pilihan lain kan!

“Hyung,Apa Kau serius mau mencari ayah dan ibu?” Tanya Seungwon.

“Tentu saja,bukankah ini yang Kau inginkan?!Bertemu ke dua orang tua kita!” Ujar Myungsoo.

“Tapi…Ahjussi dan Ahjumma bagaimana?Aku merasa tidak enak pada mereka!” Tanya Seungwon cemas.

“Kau tidak usah khawatir,Seungwon-ah.Hyung sudah bicara dengan mereka,dan alhamdulilah yah sepertinya mereka bisa mengerti,” Ungkap Myungsoo.

“Syukurlah kalau mereka bisa mengerti dengan hal ini.Bagaimana pun,mereka orang yang sudah mengurus kita sedari kecil.Aku tak ingin hubungan ini rusak begitu saja” Ungkap Seungwon.

“Ne,everything is gonna be okay,Seungwon-ah” Kata Myungsoo seraya mengucek-ngucek rambut Seungwon yang lembut dan hitam berkilau itu.

Singkat cerita,sudah 1 jam mereka menunggu bus yang tak kunjung datang.Hari yang sudah semakin malam membuat suhu udara menjadi lebih dingin.

Seungwon yang kedinginan hanya bisa memeluk tas ranselnya sambil sesekali mengusap-usap telapak tangannya.

Raut wajahnya tampak lemas dan lesu.Kendati begitu ketampanannya tidak luntur sedikitpun.

Sebagai kakak yang baik,Myungsoo menyadari ada sesuatu yang beda pada adiknya yang cute itu.

“Seungwon-ah,Kau kenapa?” Tanya Myungsoo dengan cemasnya.

“Aku tak apa-apa,Hyung.Aku hanya sedikit lapar…” Ujar Seungwon seraya mengeluarkan puppy eyes.

“Hmm…Biar Hyung beli makanan dulu ke alfamart deh.Kamu ingin makan apa?” Tanya Myungsoo.

“Sandwitch ama fanta susu soda aja Hyung” Kata Seungwon.

“Baiklah,Hyung pergi dulu.Kau jangan kemana-mana ya!”  Perintahnya Pada Seungwon.

“Ne,Hyung” Jawab Seungwon.

Seungwon menghela nafas ketika menatap punggung Hyungnya yang semakin jauh.

Seungwon menyandarkan tubuhnya di kursi halte.

Pikirannya melayang entah kemana.Dia membayangkan apa yang akan terjadi ketika mereka bertemu dengan orang tuanya.Apakah mereka merindukan MyungWon atau tidak?Bagaimana rupa ke dua orang tuanya?Apakah mereka baik hati,ramah,dan rajin menabung?Dan sebagainya.

Karena saking asyiknya Seungwon bengong.Dia tidak menyadari kalau di belakangnya berdiri 2 preman tanah abang.

Dengan sigap salah satu preman itu mengambil tas Myungsoo yang ada di samping Seungwon.

Sontak saja kejadian itu membuat Seungwon terkejut.

“Hey balikin tas Hyungku!” Pekik Seungwon.

“Cih,enak aja nyuruh balikin.Ini udah jadi milik kita!” Ujar salah satu preman sangar yang badannya lebih kecil di banding rekannya.

“Kurang ajar,kembalikan tas Hyungk!’” Hardik Seungwon seraya mencoba meraih tas itu dari tangan sang preman.

Namun preman yang satunya lagi dengan kasar menjambak rambut Seungwon.

“Awww,,,,” Seungwon merintih.

Sedangkan preman satunya lagi berusaha merampas tas Seungwon.

Seungwon sendiri tak tinggal diam.Dengan gigih Dia berusaha mempertahankan tasnya.

Sang preman yang merasa kesal pun mulai berlaku kasar pada Seungwon.

Ia di pukuli,di injak-injak,dan di tendang-tendang oleh kedua preman itu.

“Dasar bocah tengik sialan!” Ujar salah satu preman seraya menginjak-injak badan Seungwon yang suci itu.

“Aduhh….ahs..aw aw aw….” Pekik Seungwon ketika tendangan demi tendangan menghantam tubuhnya.

Ketika sang preman akan memukul seungwon,tiba-tiba…

Jreng jreng jreng….

Seseorang mendorong ke dua preman itu menjauh dari tubuh Seungwon yang tergolek lemah.

Dia tak lain dan tak bukan adalah Myungsoo.Setelah mendorong ke dua preman itu,Ia pun membantu Seungwon agar berdiri.

Dengan cepat mereka menyambar tas yang terjatuh dari tangan para preman itu.

Ke dua preman itu bangkit dan tampak sangat marah pada Myungsoo.

Myungsoo yang sadar akan terjadi sesuatu berinisiatif untuk melarikan diri.

“Ayo lari!” Ajak Myungsoo seraya menarik tangan Seungwon.

Mereka pun dengan cekatan berlari meninggalkan tempat itu.Namun naas bagi mereka,ternyata ke dua preman itu mengejar di belakang mereka.

“Hosh…hosh…hosh…”

Mereka berdua terus berlari dan berlari.Sesekali mereka menengok ke belakang,dan ternyata ke dua preman itu masih mengejarnya.

Ketika sedang berlari,Seungwon yang berada di belakang Hyungnya itu tiba-tiba jatuh tersungkur ke tanah.

“Ouh…” Rintih Seungwon.

Myungsoo yang sudah berlari jauh beberapa meter baru sadar jikalau adiknya terjatuh.

“Seungwon-ah…” Gumamnya khawatir.

Ketika Myungsoo akan melangkahkan kakinya untuk menolong adiknya,tiba-tiba Dia pun melihat sebuah truk yang melaju kencang ke arah Seungwon.

“SEUNGWON…..”  Myungsoo berteriak seraya menghambur ke arah Seungwon.

Seungwon yang tengah mencoba bangkit tiba-tiba tercengang ketika 2 buah sorot lampu menyilaukan ke dua matanya.Dia mencoba untuk mengerjapkan matanya,namun saat itu juga Ia terkejut ketika sebuah truk sudah berjarak beberapa meter dari tempatnya Ia berdiri.

Saat itu Seungwon sudah menyadari jikalau Dia tidak mungkin menghindar dari hantaman Truk itu.Ia memejamkan ke dua mata indahnya itu,seraya berpasrah diri kepada sang ilahi.

Namun ketika Truk itu akan menghantam Seungwon.Myungsoo berlari dan mendorong Seungwon ke pinggir jalan.Namun naas baginya,Truk itu menghantap tubuh Myungsoo dengan sangat keras.

“Cekitttt,,,,,,,,,,,,,cekitttttttttttttttt,,,,,,,,,,,,,,,,”

“Gubrakkkkkkkk,,,,,,,,,”

Tubuh Myungsoo terpental jauh beberapa meter dari mobil itu.Dia terpelanting dan terseret dalam kerasnya aspal jalanan.

“Hyunggggg,,,,,,,,,,” Jerit Seungwon ketika melihat Myungsoo terkapar tak berdaya di tengah jalan.

Para preman yag melihat kejadian itu bukannya membantu malah melarikan diri begitu juga dengan Supir truk yang tadi menabrak Myungsoo.

Dengan tergopoh-gopoh.Seungwon berlari menghampiri Hyungnya itu.

“HYUNG,,BANGUN HYUNG,,,,!” Jerit Seungwon seraya mengguncang-guncang tubuh Myungsoo.

Darah segar mengucur dari sekujur badan dan kepala Myungsoo.Wajahnya yang tampan itu pun tak luput dari luka-luka,sehingga membuat Tangan Seungwon berlumuran darah saat itu.

“bangun Hyung,,,bangun,,,!” Tangis Seungwon pecah melihat Myungsoo terbujur kaku di pangkuannya.

Seungwon berdiri di depan pintu UGD tumah sakit daerah busan.Di dalam ruangan itu Myungsoo sedang mendapat perawatan medis dari sang dokter.

Sedari tadi Seungwon tak kuasa menahan air mata yang jatuh berderai dari matanya.Dia sangat sangat khawatir dengan keadaan Hyungnya itu.

“Wae Hyung,wae….?Kenapa Kau harus menyelamatku?!Harusnya Aku yang terluka hikzzzz,,,” Rutuknya pada diri sendiri.

Dia jatuh terduduk di depan ruang UGD.Dari kejauhan,Paman dan bibinya yang tadi dihubungi oleh Seungwon berlari menghampiri ruang UGD.

Bibinya langsung merangkul bahu Seungwon.

“Bagaimana keadaan Myungsoo?” Tanya Pamannya.

“Dia masih ada di dalam Ahjusii,,hiikkzzz,,,” Ujar Seungwon dengan terisak-isak.

“Kau tenang saja ya Seungwon-ah,Hyungmu pasti tidak apa-apa!” Tutur Bibinya berusaha menenangkan.

Mereka bertiga duduk di kursi depan Ruang UGD.Entah sudah berapa lama mereka menunggu,tapi Dokter yang memeriksa Myungsoo tak kunjung keluar.Rasa gundah dan gelisah melanda Seungwon,Dia sangat merasa bersalah pada Hyungnya itu.Menurutnya,Ia lah yang seharusnya di dalam saja.Seungwon tak tahu harus bagaimana,jikalau keadaan Myungsoo lebih buruk dari yang di perkirakan.

Tak lama kemudia pintu ruang UGD terbuka,Dokter  keluar dan mencari keluarga korban.

“Maaf,apa kalian keluarga korban?” Tanya Dokter pada kami.

“Iya,Kami keluarganya!bagaimana keadaan Myungsoo,Dok?!” Tanya Paman dengan cemas.

“Pemeriksaa masih berlanjut,kita harus tunggu Ia sadar untuk melihat keadaanya lebih baik atau tidak!Namun,,,,,,” Ujar Dokter itu ragu-ragu.

“Namun kenapa Dok?!” Sergah Seungwon panik.

Dokter itu menghela nafas lalu melanjutkan,

“Ada beberapa pecahan kaca masuk kedalam matanya.Kami sudah mengeluarkannya,akan tetapi kornea mata Sdr Myungsoo rusak.Dan hampir di pastikan ketika Ia sadar,Dia akan mengalami cacad pada ke dua matanya.

“APA??????” Pekik Seungwon tak percaya.

Seungwon,Paman dan bibinya tak kuasa lagi menahan air mata.Mereka menangis meratapi nasib yang terjadi pada Myungsoo.Seungwon adalah orang yang paling Shock saat itu.Hyungnya,satu-satunya keluarga yang di milikinya,tidak akan bisa melihat lagi,,,dan ini Seungwon adalah penyebabnya.

“Tak adakah cara untuk menyembuhkannya,Dok?” Tanya paman.

“Sebenarnya ada!” Ucap Dokter.

Sontak saja Seungwon menantap sang dokter penuh harap.

“A-Apa Dok?!” Tanya Seungwon.

“Kita harus secepatnya mencari donor mata untuknya,itu satu-satunya cara!”  Dokter itu menjelaskan.

“Ya tuhan,bagaimana mungkin ada orang yang ingin mendonorkan matanya!Itu tidak mungkin sama sekali!” Gumam Seungwon dalam hati

Setelah berbicara dengan Dokter,Seungwon di ijinkan untuk melihat keadaan Myungsoo.Sedangkan paman dan bibinya harus mengurus Admiistrasi terlebih dahulu.

Seungwon hanya bisa menahan tangis ketika melihat Hyungnya terkapar di aas ranjang dengan balutan perban di kepala dan ke dua matanya.Miris sekali rasanyamelihat orang paling Dia sayangi terluka akibatnya.

Dia merengkuh tangan Myungsoo yang terpasang impus.Seungwon berpikir Ia tidak boleh Diam saja melihat Hyungnya menderita akibatnya.Ia harus melakukan sesuatu.

“Aku harus melakukan sesuatu!Harus!” Gumam Seungwon pada dirinya sendiri.

Dia melepas cengkramannya.Ia menatap Myungsoo lekat-lekat,mengenang semua yang Ia lakukan bersama Hyungnya itu.Air mata tak kuasa bercucuran dari mata Seungwon,Ia pun dengan gontai pergi keluar.

“Semoga ini yang terbaik Hyung.Terima kasih sudah mejadi Hyungku!”   Batin Seungwon berkata.

***

4 Hari kemudian.

Hari itu Myungsoo yang baru sadar akan segera membuka lilita perban di matanya.Sedari tadi yang di dengarnya hanya suara Orang-orang yang tak dikenalnya.Namun ada suara yang dikenalnya,yaitu suara Pamannya.

Secara perlahan-lahan,Dokter melepas semua lilitan perban di mata Myungsoo.

“Ok,kau bisa membuka matamu pelan-pelan!” Kata sang Dokter.

Myungsoo mengangguk lalu mulai membuka matanya pelan-pelan.Ketika membuka matanya,yang di rasakan Myungsoo adalah hangatnya sinar matahari.Entah mengapa itu membuatnya nyaman.Hal pertama yang Myungsoo lihat adalah wajah sang Dokter,Di alihkannya pandangan ke penjuru ruangan.Yang terlihat adalah 2 suster serta paman dan bibinya yang nampak terlihat cemas.

“Bagaimana,Apa matamu baik-baik saja?” Tanya sang dokter.

“Ne,semuanya baik-baik saja!” Ujar Myungsoo.

“Tapi kenapa Dia menanyakan tentang mataku?” Pikir Myungsoo.

“Syukurlah ya tuhan!” Pekik bibinya yang langsung memeluk erat Myungsoo.

‘Sebenarnya apa yang terjadi?” Tanya Myungsoo Bingung.

“Kamu kecelakaan beberapa hari yang lalu,Myungsoo!” Jawab Pamannya.

“Kecelakaan….” Gumam Myungsoo pelan.Dia tampak mengingat-ingat kejadian itu.

“Ah yaa,,Aku ingat!Bagaimana Seungwon,Apa Dia baik-baik saja?”  Tanyanya cemas pada sang Bibi.

“Ne,Dia selamat,,Ia baik-baik saja,,,” Gumam Bibinya seraya menahan air mata.

“Syukurlah,,,,Ngomong-ngomong Dimana Dia sekarang?Aku ingin bertemu dengannya!” Ujar Myungsoo antusias.

Sang Dokter,paman,dan bibinya tak menjawab melainkan tertunduk sedih.

“Kenapa kalian tidak menjawab?Dimana Seungwon?” Tanya Myungsoo bingun melihat sikap mereka.

Bibinya yang tak kuat menahan air mata berlari meninggalkan ruangan itu sehingga membuat Myungsoo bertambah bigung.

“Sebenarnya ketika kecelakaan itu kau kehilangan matamu,Myungsoo-ah.Dan jalan satu-satunya adalah donor mata,sehingaa,,,,,” Paman tak sanggup meneruskan kata-katanya.

“Sehingga Apa Ahjussi???Ahhh,,jangan bilang kalau Seungwon,,,” Tanya Myungsoo curiga.

Pamannya yang tak sanggup hanya bisa menggangguk dan Myungsoo tahu apa artinya itu.

Jederrr,,,,,,,,,,,,,,,,

Bagai di sambar thunder siang bolong,Hati Myungsoo mencelos.Ia tak tahu harus berkata apa ketika mengetahui kebenaran itu.

“Seungwon-ah,,,,” Gumam Myungsoo putus asa.

Myungsoo menangis dengan keras.Ia tak percaya Ia tak bisa melihat wajah unyu adiknya lagi.Hatinya hampa dan kosong sekarang.

“Huaaaaaaa,,,,,,hoeks,hoeskkkkk,,,ngok,,,,,ngok,,,,,,”

Myungsoo menangis membuat sekelilingnya merasa pilu dan sedih.

‘Kenapa Kau melakukan itu Seungwon,,Kenapa??????????” Jerit Myungsoo menggetarkan jiwa setiap orang yang mendengarkannya.

Sang paman merogoh saku celananya lalu mengeluarkan sepucuk surat yag langsung Ia sodorkan pada Myungsoo.

“Ini,,surat yang di buat Seungwon sebelum melakukan  donor mata,,,” Gumam Pamannya.

Myungsoo tampak menatap surat itu dengan lekat dan tajam.Ia pun lalu meraih surat itu

Dengan sambil terisak-isak,Myungsoo membuka surat itu.

Dear Myungsoo Hyung.

Eumh,,Annyeong Hyung,,,Bagaimana kabarmu?Emmm,,,Ahh cukup sudah berbasa basinya,Aku tak pandai melakukannya.

Hyung,,

Aku harap Kau bisa membaca surat ini.Aku mohon Hyung jangan marah padaku.

Ini keputusan yang sudah ku ambil.Karenaku Hyung terluka,Aku tidak ingin Hyung menderita lebih dari itu.Aku akan merasa bersalah bila tidak melakukan hal ini.

Aku,,,Tidak perduli meskipun Aku tidak bisa bertemu orang tua kita.Aku cukup bahagia memilikimu.

Oiya,Aku baru sadar hari ini tanggal 13 maret Aku mendonorkan mataku untuk Hyung.Ini adalah hari ulang tahun Hyung kan,,,,,,,,

Saengil chukae hamnida,,,,,,,

Aku harap Hyung menerima kado terakhir dariku ini.Aku harap Hyung mau menjaga mataku ini.

Meskipun Aku sudah tidak ada saat Kau membuka matamu,tapi ingatlah bahwa Aku akan selalu ada di di dalam hatimu.

Aku akan selalu melihat apa yang Kau lihat,Jadi sesekali Hyug harus nonton 3gp biar mata kita ini lebih seger hehehheeh

Hyung,Maaf,,,,,,,

Aku sangat bersyukur mempunyai Hyung sepertimu,terima kasih sudah menjadi Hyungku!

-seungwon 13 maret 2012-

Myungsoo melipat surat itu.Air matanya tak dapat berhenti  sedari tadi.

“Seungwon-ah,Terima kasih!Ini,,,Kado yang sangat indah!” Gumam Myungsoo dengan tersedu-sedu.

THE END

————————————————————————————————–

Ahh,akhirnya selesai juga ni ff.Gak usah banyak cingcong deh,author harap kalian mau komen.

Yah,meskipun ini fic geje,tapi gak gampang loh bikinnya.

Jadi jangan lupa komen okay

Saran,kritik,atau ngebash

Twitter @SG14045

Facebook Seungwon entertainment

Daftar fanfiction Seungwon ->DAFTAR FF

SEUNGWON n,n