[CHAPTER 6] MY ADORABLE FIANCEE

Author : Madhit

Genre : Romance

Length : Chaptered

Main Cast

  • Park Chiyoon as herself
  • Super Junior Lee Donghae as himself
  • Jessica Jung as herself
  • Song Seung Hoon as Jun So Min
  • Park Yoojin as herself

Disclaimer :

Cerita ini murni buatanku . Bisa dibilang FF pertama karena sebelumnya hanya menulis cerpen oneshot. Ohya, jika ada complain mengenai kesamaan karakter tokoh maupun alur cerita bisa langsung diberikan komentarnya. J

“Apa lebihnya Junso dibanding aku  ?” Gumam Donghae pelan. Wajahnya sedikit serius. Ia menyentuhkan jemarinya pada dagunya dan berdeham kecil.

Donghae datang sepuluh menit yang lalu. Penampilannya sedikit berantakan. Ia memakai T-shirt warna biru gelap, dengan sebuah tas ransel yang menggantung di punggungnya. Tanpa berbasa-basi sedikitpun ia langsung memberiku pertanyaan yang sedikit aneh.

“Apa?” Aku sama sekali tak mengerti maksud dari perkataannya.

“Katakan padaku apa yang mebuatmu menyukai Junso!” Kedua alisnya mengarah ke bawah.

Aku tersenyum sinis. Apa dia sedang mabuk ?

“Yang jelas, oppa bukanlah Lee Donghae-ssi”

Terlihat ekspresi lemah dari pancaran matanya. Apa kata-kata ku berlebihan?

Kulihat ia menghela nafsnya pelan. “Aku menyetujui untuk bertunangan denganmu”

DEG!! “Apa?”

“Seperti yang sudah kuutarakan. Jika kau tak nyaman berada di dekatku, kau boleh menjauhiku” Ia menarik nafas, lagi. Sedangkan aku menyimak kalimat demi kalimat yang terlontar dari mulutnya.

“Namun sepertinya sekarang ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan hal itu”

Apa Maksudnya?

“Terimalah perjodohan ini, aku akan melakukan apapun agar kau menerimanya” Apa maunya?

“Ada apa denganmu Lee Donghae-ssi? Kau tak memikirkan perasaanku?” Suaraku meninggi. Kurasa sudah ratusan kali aku menunjukkan padanya bahwa aku sama sekali tidak menyetujui perjodohan ini. Mengapa ia terus saja mendesakku? Aku berusaha untuk menyadarkannya bahwa hal ini merupakan tindakan yang sia-sia.

“Aku tidak akan mengambil apapun darimu. Ini semata-mata hanya sebuah ikatan. Ibu ku, ia jatuh sakit saat kemarin aku menolak kesepakatan ini. Situasiku amat mendesak Chiyoon-ssi”

Nyonya Lee sakit ?

Kulihat wajah sedih itu lagi. Kondisinya saat ini sangat jauh dari Lee Donghae yang biasa kukenal. Terdengar nada lenguhan beberapa kali yang keluar dari mulutnya. Baiklah, baiklah.

“Donghae-ssi! Mengapa pria selalu berfikiran sempit?”

“Ini sangat jauh meleset dari perkiraanku. Chiyoon-ssi, Jika Junso adalah alasanmu, aku akan bilang bahwa ia tidak menyukaimu” Matanya menatapku tajam. Oh aku tak percaya dengan hal ini.

“Kau… kau mengancamku?”

“Ia mencintai gadis lain. Aku sudah mengetahui hal ini sejak lama” Aku mencoba tersenyum. Apakah ini salah satu trik darinya? Baiklah walaupun badanku agak gemetaran, aku tak mungkin menganggapinya hanya angin lalu saja. Sebenarnya, aku sedikit shock.

“Kau licik. Apa kau ingin memanfaatkan situasi ini? Hah??”

“Aku tak yakin setelah kau membaca ini, kau masih menganggap bahwa hanya akulah yang memanfaatkanmu”

Kulihat Donghae membuka tas punggungnya dan mengeluarkan secarik kertas.

“Apa ini?”

Ia diam, namun dengan anggukan kecil aku tahu bahwa ia memintaku membaca sendiri isi surat . Sederetan pernyataan demi pernyataan yang ditulis oleh ibuku disebuah email yang tekirim ke bibi Lee.

To: Mrs. Lee

Walaupun ini berat, kuharap Chiyoon menerima ini semua. Karena ini juga demi kebahagiaan dia sendiri. Apa aku terlihat kejam? Aku memang ibu yang sangat kejam . Kau tahu, Perusahaan juga sedang dilanda krisis. Kedua anakku semuanya perempuan dan sangat tidak tertarik dengan dunia bisnis. Jika Donghae benar akan menjadi menantuku, tentu ia dapat mengendalikan perusahaan mendiang ayahnya dan juga perusahaan mendiang suamiku. Akan lebih terarah seandainya begitu. Jika tidak, terpaksa perusahaan ini akan jatuh ke adik iparku .

Mataku mencoba mencerna maksud dari email ibu.

Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah antara paman Kim dan ibu telah terjadi perjanjian ? Mengapa semua orang dewasa selalu mencari masalah ?

Ibu memang seringkali mengeluhkan praktik korupsi terang-terangan yang sering ia ketahui dari adik kandung mendiang ayah. Paman Kim bukan hanya seseorang yang haus akan harta, ia juga gila kekuasaan.

Paman Kim, ayah Richard. Apa jadinya perusahaan jika dikelola olehnya?. Tidak, tidak mungkin !! Bagaimana nasib keluargaku jika perusahaan jatuh ditangannnya?

“Inilah inti permasalahan yang selalu dikhwatirkan oleh ibumu dan juga ibuku. Dan opsi terakhir adalah dengan menjodohkan kita” Ucap Donghae mengalihkan perhatianku. Aku masih diam.

“Kau yakin ini adalah jalan keluarnya?” Hatiku masih tidak rela.

“Entahlah. Aku juga tidak menjamin perusahaan akan berjalan lancar jika aku yang mengelolanya kelak”

“Setidaknya, ada ibuku dan ibumu yang akan memantau itu semua. Berbeda jika paman yang mengambil alih. Tentunya ia akan memiliki kekuasaan penuh” Sedetik kemudian aku menyesalkan perkataanku. Secara Implisit, Itu sama saja mengiyakan perjodohan ini. Tapi sepertinya, Donghae tidak menyadari maksud ucapanku barusan.

“Ibu pernah mengatakan bahwa perusahaan kita kelak akan digabungkan dengan menggunakan satu nama. Kita lah pewaris tunggalnya”

Aku hanya terdiam. Tidak ada yang menarik perhatianku sama sekali.

“Chiyoon-ssi. Jangan berpikiran bahwa aku tertarik padamu. Ini kulakukan hanya untuk ibuku. Hanya ibu orang satu-satu nya yang kumiliki. Aku sungguh ingin berbakti padanya”

Tidak perlu kau katakan juga aku mengerti .

Aku sangat tahu bahwa Donghae hanya menyukai Jessica.

“Maafkan aku jika kau harus terlibat. Tapi ini semua diluar kehendakku. Hanya kau yang bisa mengobati rasa sakit ibuku”

Kau membuatku semakin tidak tega untuk menolak, Donghae-ssi.

Pikiranku buntu. Bagimana ini? Bagaimana jika pejodohan ini tetap berlangsung???

“Jika ini terjadi, Kurasa kau akan disekolahkan ke luar negri untuk sekolah bisnis” Ucapku lemah.

“Itu yang kutakutkan” Donghae menunduk dalam.

“Dan meninggalkan Jessica? Dimana ia hanya memilikimu seorang?” Sindirku

Donghae menoleh dan menatapku tanpa ekspresi.

“Jika kau mengetahui apa yang sebenarnya terjadi padanya, kau tidak akan pernah mengatakan hal itu, Chiyoon-ssi” Aku menoleh ke arah lain.

Baiklah, ekspresi dingin itu keluar lagi. Terhadap semua yang berkaitan dengan Jessica, maka wajahnya akan menunjukkan pembelaan yang besar pada gadis itu.

Ternyata aku salah bicara. Apa aku terlihat sangat kejam?

“Aku minta maaf. Apa, apa sesuatu yang buruk telah terjadi padanya? ” Ucapku terbata. Mood ku benar-benar buruk saat ini.

“Apa perlu kujelaskan padamu? Ayahnya dipenjara” Donghae menarik nafsanya dalam, “Rumah mereka disita, ibu dan adiknya tinggal bersama bibinya di luar kota”

Astaga! Seburuk itukah kisahnya. Setahuku, kisah seperti ini hanya ada di dalam drama saja. Untuk itukah Donghae sangat perhatian pada Jessica? Karena kehidupannya yang berubah 180 derajat? Karena seingatku beberapa bulan yang lalu, Jessica pernah mengundangku di pesta ulang tahunnya yang sangat mewah.

“Jessica, ia kini menjadi penyanyi café” SKAK! Kurasa kali ini aku benar-benar ketelaluan. Aku telah banyak berfikiran yang bukan-bukan pada gadis itu. Mungkin di lain waktu aku akan merencanakan pertemuan dengannya. Aku sungguh merasa bersalah.

“Donghae-ssi!” Tiba-tiba muncul suatu ide dalam kepalaku. Sebuah pertanyaan besar yang ingin kuutarakan padanya bertahun-tahun yang lalu. Ia berbalik

“Ya?” Kurasa situasi ini memungkinkan mengingat Donghae mulai sedikit terbuka padaku.

“Boleh aku menanyakan sesuatu?” Ucapku terbata. Ia masih menatapku.

Baiklah, inilah saatnya.

“Apa yang membuatmu menjauhiku selama 5 tahun terakhir ini?”

Aku hanya tidak ingin terjadi kesalahpahaman antara aku dan dia. Selama bertahun-tahun, kuharap ia akan berkata jujur padaku.

Ia mematung sesaat, menarik nafas panjang dan berat. Matanya sedikit terpejam tanpa menoleh ke arahku sedikitpun. Ekspresinya berubah total. Kali ini 100x lebih serius. Ia Nampak enggan memberikan komentar apapun.

Kuharap aku tak salah bicara lagi. Semoga!

“Tidak ada” Bagaikan mengeluarkan sebuah ucapan yang amat berat. Ia terlihat santai lagi. Apa bebannya sudah kau keluarkan ? Aku tak yakin!

“Tidak ada?? Semua orang mempunyai alasan dalam membenci seseorang”

Ia menatapku tajam. Kemudian menggeser tubuhnya mendekat ke arahku . Wajahnya menuju ke wajahku. Nafasku sesak. Mata ku masih mengawasi mata coklatnya.

Apa yang akan ia lakukan?

Hembusan nafasnya mampu menggelitik saraf-saraf pada pipiku. Wangi tubuhnya sudah memenuhi kepalaku. Ia tidak langsung mengambil apa yang ia inginkan, namun memilih melakukan permainan yang membuat orang penasaran. Tenggorokanku tercekat, otakku mulai tak rasional. Ia berhenti sejenak. Kemudian mulai menyentuhkan bibir nya perlahan tepat pada sudut bibirku. Bibirnya, hampir saja mengenai bibirku. Aku tersentak. Meski ada sedikit perasaan menyenangkan yang timbul, namun emosiku tetap muncul. Badanku gemetaran. Beraninya!

BRAKK!!

Aku mendorong tubuhnya ke samping dengan sekali hentakan yang sedikit keras.

“Ya, Lee Donghae-ssi !!?” Nafasku naik turun sambil memagang wajahku yang sedikit merah. Dia pikir aku badut ,seenaknya saja mempermainkanku!

“Apa sekarang kau membenciku?” bisiknya tajam

“Apa???” Badanku sedikit menggigil

“Chiyoon-ssi, Itu lah yang selama ini kurasakan terhadapmu selama 5 tahun terakhir ini” Desisnya.

Apa ia mengajakku bermain sebuah analogi ? Apa yang kurasakan sekarang ? Apa yang aku rasakan….Apa yang aku rasakan…

“Aku pergi dulu” Ia membawa tas punggungnya dan lenyap dari hadapanku.

Brengsekk!! Aku tidak menemukannya!!

Aku terdiam di atas kasur, pikiranku selalu melayang ke masa 5 tahun yang lalu. Saat itu, aku dan Donghae sangat dekat. Hal itu bukan karena rumah kami yang hanya beda komplek, bukan karena ibu kami yang bersahabat dekat, tapi karena banyak kegemaran kami yang sama.

Kami sama-sama menyukai bahsa prancis, sama-sama mengikuti kegiatan di luar sekolah yaitu Tae Kwon Do walaupun badanku lah yang sering babak belur saat selesai latihan melawannya. Semua itu membuat intensitas pertemuan kami menjadi sering sehingga selalu menghabiskan waktu yang bersama. Bahkan kami pernah kecelakaan bersama.

Namun, saat menginjak dewasa tepatnya saat kami memasuki sekolah menengah pertama, ia menjelama menjadi sosok yang mulai menjauhiku perlahan. Hal itu sangat kurasakan karena ia selalu saja membuatku sebal dengan tingkahnya. Sifatnya temperamen, jarang sekali tertawa dan tersenyum. Tepat pada saat ayahku dan ayahnya meninggal. Saat kutanya mengapa, ia hanya membalikkan pertanyaanku tanpa mau menjawabnya jujur.

Apa ke kesalahanku, Donghae-ssi?

Author POV

Tidak peduli sebanyak apa aku memandangmu. Aku tidak pernah merasa bosan menatapmu, Chiyoon-ah.

Donghae memandang lurus ke arah seorang gadis kecil dengan rambut panjang yang menutupi tas punggung besarnya. Gadis itu lincah. Ia berlari kesana-kemari seperti sedang mengejar kupu-kupu di taman.

“Apa kau menguntitku Donghae-ah?” Gadis itu berbalik dan meliriknya jenaka.

Tidak ada untungnya aku menguntit gadis bodoh sepertimu!

Gadis itu berjalan lagi, kali ini lebih cepat. Donghae juga setengah berlari. Tempat yang mereka lewati hampir mirip sebuah hutan yang sangat luas dengan pohon-pohon yang menjulang besar di sekelilingnya.

Kali ini mereka melewati sebuah danau yang sama luasnya dan tenang. Danau itu terlihat seperti berlian akibat pantulan dari sinar matahari yang terik. Terlihat sebuah bangku kosong yang menghadap danau besar itu.

“Sangat jelas sekali bahwa kau membuntutiku!” Gadis itu kini tersenyum.

Sudah kubilang aku tidak membuntutimu.

“Baiklah, aku akan sedikit bercerita kepadamu. Kau lihat bintang itu? Itu bintang favoritku. Ia sangat indah bukan? Ia besar dan sangat bersinar”

Cih, apa peduliku ? Bintang itu kecil, dan sangat redup! Apa ada yang salah dengan penglihatannya?

Namun terlihat Donghae menyunggingkan senyuman manisnya.

“Aku ingin terbang, Donghae-ah. Menuju kesana” Ucapnya sambil menunjuk kea rah langit malam. Wajah gadis itu terlihat sangat pucat dan menyunggingkan kesedihan.

Malam yang sangat pekat dan menakutkan! Mengapa kau berfikiran menuju ke sana ? Dan…Sejak kapan malam datang? Bukankah barusan terdapat cahaya matahari?

“Aku tidak tahu mengapa dari tadi kau hanya terdiam Donghae-ah. Kau sangat berbeda dengan ayahmu. Aku merindukan Paman Lee”

Ayah? Kau bilang siapa?

“Ayahmu, dia sangat bertolak belakang denganmu. Ia pribadi yang lembut dan sangat pengasih. Bahkan lebih menyayangiku ketimbang kau anaknya sendiri”

Mengapa aku bisa tak tahu dimana ia berada? Cepat beritahu aku, Chiyoon-ah!

“Ayahmu pasti sedang tersenyum di surga, Donghae-ah” Chiyoon meneteskan air matanya, semenit kemudian gadis itu mulai sesenggukan. Lebih keras, dan sangat keras. Donghae menatapnya bingung.

Kau, menangis ?? Jangan menangis!

“Entah aku tak tahu Donghae-ah. Aku tak ingin menangis. Mata inilah yang memaksaku mengeluarkan air mata”

Mata itu, mata itu…

“Maaf. Donghae-ah kumohon maafkan aku. Jangan perlakukan aku seperti ini!” Chiyoon menangis . Ia kemudian pingsan di hadapan sebuah pusara. Pusara ayah Donghae.

Demi Tuhan , ada apa denganmu? apa yang kau tangisi??

Donghae berteriak keras. Ia terbangun dari tidurnya. Mimpi yang sama seperti 2 hari yang lalu. Ia menggaruk kepalanya dengan kasar dan mengumpat keras.

Ayah? Mengapa mimpiku selalu tentangmu? Apa ini suatu bentuk protes darimu karena perlakuan burukku terhadap Chiyoon ?

“Maafkan aku ayah..”

MY Adorable Fiancee,

To Be Continued

*

Annyong ?? Bagaimana chingudeul ? Map baru bisa posting. Abis selesai UAS juga nih lols. Minta doanya yah chingudeul biar IP semester 1 Madhit bisa tinggi. Kalo IP bagus, bakal semangat nih nulis kelanjutannya. Jahahah.😀

Ceritanya gimana chingu ?? Apakah ada sessuatu yang membuat kalian bertanya-tanya? Oke, berikan komentar dan kritik kalian yaaa. Siaaapppp??? Yakkk!!!

NB : Semakin banyak yang komen, semakin cepet Madhit posting :p