Tittle: Why? Because…

Author: Himeka Sooyoungster (FB: Himeka Sooyoungster, Twitter: @putriHimSoo)

Length: One Shot

Genre: Romance

Cast: Sooyoung SNSD, Kyuhyun Super Junior, nyelip sedikit L-Myungsoo INFINITE, Sulli F(x), and Minho SHINee 😀

***

 

Kyuhyun dan Sooyoung. Adalah couple terbaru yang sangat tidak diprediksikan sebelumnya akan muncul di SMA Neul Paran. Yah. Dua orang dengan dua sifat berbeda. Bahkan murid lainpun mengakui kalau mereka tidak pernah melihat dua orang ini berbicara satu sama lain. Itulah mengapa mereka merasa aneh. Dan ditambah lagi, Kyuhyun terkenal dingin dan sangat anti dengan yang namanya ‘yeoja’.

Sedangkan untuk Sooyoung, yeoja yang satu ini semua murid bahkan seluruh penduduk sekolah mengetahuinya. Sifatnya yang ceria, prestasi yang gemilang, paling sering membuat kehebohan, dan juga sifatnya yang disukai semua orang membuat mereka berfikiran bahwa Sooyoung akan mendapatkan pasangan yang sangat ideal dan terkenal. Tapi perkiraan mereka kali ini salah. Kok Kyuhyun sih? Wae?

Bisik-bisik para murid di sekitar koridor sekolah langsung berhenti karena dua orang yang sedang dibicarakan muncul dari tikungan koridor. Bagai sepasang puteri dan pangeran saja, semua murid menyingkir dan memberi jalan pada kedua pasangan baru tersebut. Hanya saja ada sesuatu yang janggal…

Dua orang itu bergandengan tangan, itu wajar bagi pasangan kekasih. Tapi ekspresi wajah mereka berbeda. Kyuhyun yang biasanya dingin sekarang terlihat ceria dan menyenangkan dengan senyumnya. Sedangkan Sooyoung malah menundukkan kepalanya saat berjalan. Ada apa dengan mereka? Seluruh penghuni koridor bertanya-tanya dalam hati.

Kyuhyun meremas tangan Sooyoung pelan, Sooyoung langsung mendongakkan kepalanya. Ia tersenyum kepada seluruh mata yang memandang mereka berdua.

“Annyeonghaseyo…. Perkenalkan ini namjachinguku” Sooyoung berkata lirih dengan senyum yang mengembang. Kyuhyun tersenyum.

“Annyeong. Kyuhyun Imnida…” Sapa Kyuhyun. Seluruh penghuni koridor terkejut. Lalu cepat-cepat mereka menjawab sapaan Kyuhyun. Lalu suasana kembali normal. Ternyata tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Dua sejoli menghentikan langkah kaki mereka didepan pintu kelas 11-2, kelas Sooyoung. Mereka berdiri berhadapan.

“Gomawo…oppa” Kata Sooyoung lirih. Kyuhyun tersenyum lalu mengelus puncak kepala Sooyoung.

“Cheoma” jawab Kyuhyun juga. Lalu namja keren itu berjalan meninggalkan Sooyoung yang masih termangu didepan kelasnya sendiri. Seperti mimpi saja. Pikirnya.

Dengan langkah yang pelan dan anggun –tidak seperti Sooyoung yang biasanya– Sooyoung berjalan menuju bangku tempatnya akan duduk. Disitu sahabatnya, dan juga sepupu jauhnya telah menunggu dengan senyuman miris.

“Bagaimana bisa?” Tanya namja dengan nametag ‘Kim Myungsoo’ di dada kanannya. Sooyoung duduk disebelah Myungsoo lalu menaruh tasnya.

“Aku tidak percaya Myungsoo-ya. Aku…” Suara Sooyoung tercekat. Terdengar seperti akan menangis. Myungsoo mulai berfikiran negative. Ia menggenggam tangan Sooyoung.

“Kenapa? Noona beritahu aku! Apakah dia memaksamu menjadi pacarnya? Apakah dia memukulmu?” Myungsoo meraba-raba wajah Sooyoung mencari bekas pukulan,lebam atau semacamnya. Sooyoung malah menepis tangan Myungsoo.

“Yak! Bukan itu!! Babo!” Teriak Sooyoung. Myungsoo nyengir.

“Arra..arra. aku tahu kalau noona sudah menyukainya sejak lama hm?” jawab Myungsoo lega. Sooyoung mengangguk.

“Hanya saja Myungsoo-ya. Aku tidak percaya ini akan terjadi. Hehehe. Kyuhyun-oppa menggenggam tanganku…” Sooyoung lalu menggenggam tangan Myungsoo.

“Lalu ia menarikku kedalam pelukkannya seperti tadi pagi huhuhu. Kyaaaa!!!” Sooyoung memeluk lengan Myungsoo dangan histeris juga ia mengguncang-guncangkan lengan sepupunya itu. Myungsoo tersenyum.

“Lalu kenapa tadi kau seperti orang yang habis disiksa majikanmu?” Tanya Myungsoo. Sooyoung mendongak menatap Myungsoo.

“Disiksa bagaimana?” Tanya Sooyoung polos. Myungsoo menjauh sedikit dari Sooyoung. Lalu menarik Sulli yang duduk didepan Sooyoung hingga berdiri.

Myungsoo menggenggam tangan Sulli memutari kelas dengan jalan cepat. Myungsoo menirukan senyuman Kyuhyun yang cute sambil menggandeng Sulli, atau  lebih tepatnya menyeret yeoja itu. Sedangkan ekspresi Sulli sama seperti Sooyoung tadi. Wajahnya yang cantik bersemu merah, menunduk. Sooyoung tertawa saat Myungsoo mengembalikan Sulli kebangkunya. Sooyoung merasa aneh saat melihat Myungsoo menatap Sulli. Sedangkan Sulli hanya menunduk. Sulli adalah anak terpintar di kelas Sooyoung. Tapi sayang sifatnya sangat pendiam dan pemalu. Untuk penampilan,  wajahnya cantik.

Myungsoo kembali duduk disebelah Sooyoung. Sooyoung memukul bahu Myungsoo.

“Yak! Jangan permainkan perasaannya! Kau tahu kan dia menyukaimu?” Bisik Sooyoung sambil mencuri pandang kearah Sulli yang sedang sibuk membolak-balik bukunya. Myungsoo hanya tertawa. Ia mulai bangkit dan menghampiri Sulli. Lagi

“Hei cantik. Bagaimana kalau kita pulang bersama. Aku ingin membicarakan sesuatu padamu” ucap Myungsoo kepada Sulli. Sulli langsung menghentikan aktifitasnya membolak-balik buku. Ia hanya diam terpaku. Sooyoung tertawa tertahan melihat tingkah laku sepupunya yang sembrono.

***

Sooyoung tertawa bersama segerombolan gadis yang merupakan timnya dalam permainan volley. Pelajaran olahraga sangat melelahkan. Sooyoung memisahkan diri dari teman-temannya dan duduk dibawah pohon. Ia tersenyum melihat Myungsoo yang mengajari Sulli mempassing bola. Myungsoo terlihat antusias, sedangkan Sulli seperti orang yang mau pingsan.

“Kamu beruntung Sulli-ah. Kamu tidak perlu mengejar Myungsoo untuk mendapatkannya. Sedangkan aku butuh waktu 3 tahun” Sooyoung memandang Myungsoo dan Sulli yang sedang tertawa bersama.

“Itupun sulit sekali. Karena setiap aku mengejarnya, Kyuhyun-oppa seperti menjauh saja huuffft” Sooyoung menghela nafas. Lalu ia memejamkan matanya. Merasakan hembusan angin pagi yang menerpa tubuhnya yang berkeringat.

Kenangan itu muncul lagi….

“Aku pergi dulu yah!!” pamit Sooyoung pada teman-teman yeojanya.

“Nde Sooyoung! Hati-hati!” jawab salah satu teman Sooyoung. Lalu Sooyoung berbalik pergi.

Sebenarnya Sooyoung akan menyatakan perasaannya yang entah keberapa kali kepada Kyuhyun. Ia sudah mengatakkannya banyak sekali selama 3 tahun ini. Dan jawaban yang selalu diterimanya adalah…

“Ani”

“Mianhae”

Tapi dasar Sooyoung. Gadis ceria  yang tidak pernah menyerah. Ia segera menuju sebuah gedung yang suda tidak terpakai lagi. Itu adalah tempat kesukaan Kyuhyun.

Sebuah kado kecil berwarna biru langit berpita kuning  berada didalam genggaman tangannya.

***

Dengan semangat Sooyoung menaiki tangga gedung yang sudah tidak terurus itu. Ilalang dimana-mana, cahaya temaram, dan suasana sepi. Sooyoung tidak akan takut selama Kyuhyun tidak takut.

BRUUK! Sooyoung terjatuh karena menabrak seseorang saat ia akan berbelok ke tangga berikutnya. Dan orang itu adalah Kyuhyun!

“Mianhae.. jeongmal mianhae..hiks” dengan cepat ia bangkit dan menunduk kepada Kyuhyun. Ia menangis karena teringat akan pernyataan cintanya yang ditolak berkali-kali oleh Kyuhyun. Ia merasa seperti orang tolol yang selalu mengulangi kesalahan yang sama.

“Saengil chukkahamnida Kyuhyun Sunbae!!” ungkap Sooyoung sambil menyerahkan kado kecil itu pada Kyuhyun. Kyuhyun menatap Sooyoung bingung.

Hening. Selama beberapa saat. Sooyoung mencoba untuk melambatkan detak jantungnya yang semakin menggebu.

“Kenapa sunbae diam? sunbae heran? Karena aku tidak menyatakan cintaku lagi pada sunbae?” ucap Sooyoung tercekat. Menahan perih dihatinya dan juga perih dilutut kakinya. Sooyoung mendongak lalu dengan cepat menarik tangan Kyuhyun dan meletakkan kado kecil yang ia buat sendiri. Lalu dengan tertatih, Sooyoung melangkah menuruni tangga. Perasaannya hancur seketika. Rencana yang semula dipikirkannya dengan matang, kini batal sudah untuk mewujudkannya.

***

Sooyoung tidak tidur semalaman. Hatinya terlalu sakit sehingga tidak dapat membawanya untuk tidur. Jam lima pagi, Sooyoung masih duduk termenung menatap jendela seperti tadi malam. Beribukali ia terisak.

“Sooyoung-noona! Bangun sudah pagi…” suara Minho, adik Sooyoung membuat Sooyoung tersentak. Segera diusapnya air mata yang sedari tadi malam mengalir. Sooyoung merasa lelah sekali. Ia ingi tidur .elah soo gimana sih kamu?

“Noona…” panggil Minho bersamaan dengan ia membuka pintu. Minho menepuk bahu kakaknya saat Sooyoung menoleh.

“Minho-ya. Hiks. Aku tidak masuk sekolah hiks. Huhuhu aku tidak enak badhaaan huwaaa” Sooyoung memeluk Minho. Ia menangis dipelukkan adiknya. Minho yang semula akan memarahi Sooyoung, menjadi melunak hatinya. Ia membalas memeluk kakaknya. Ia tahu kalau kakaknya ini sedang ada masalah.

“Iya Noona. Tenang saja. Ini kan hari minggu” jawab Minho lirih sambil mengusap kepala noona-nya.

***

Senin pagi. Sooyoung sudah bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Wajahnya kali ini ceria. Bahkan ia sudah lupa peristiwa sabtu kemarin yang membuatnya patah hati.

“Aku pergi duluuu!!!” pamit Sooyoung dengan teriakan super. Minho yang masih bergulat dengan selimutnya, bergerak gelisaah

“Noona! Ini masih jam setengah lima pagiiii!!!” Teriak Minho. Sooyoung tidak dengar.

—————————————————————————————————————————————————-

Suasana Seoul masih sepi. Belum ada kendaraan lalu-lalang yang lewat seperti biasanya. Sooyoung berjalan dengan santai menuju sekolahnya yang nyatanya masih akan bukan jam 8 nanti.

“Pagi sekali Sooyoung!” sapa ahjumma pengantar susu. Sooyoung melambai pada ahjumma itu dengan semangat.

“Annyeong ahjumaaaa!!!” teriak Sooyoung. Lalu ia melanjutkan langkah kakinya menuju SMA Neul Paran.

Tiba-tiba Sooyoung menghentikan langkahnya. Didepan sebuah rumah. Kenangan hari sabtu itu langsung berputar jelas dikepalanya.

Ini rumah Kyuhyun. Dan orang yang baru saja dipikirkan Sooyoung sudah berdiri dihadapannya. Dengan pakaian seadanya dan pastilah belum mandi.

“Aku minta maaf soal kemarin. Oh iya. Aku suka kadomu” kata Kyuhyun memulai pembicaraan. Sooyoung mulai menitikkan air mata.

“Dan juga soal itu….” Kyuhyun menarik tangan Sooyoung dan menyeret gadis itu memasuki halaman rumahnya. Dan dibalik tembok pagar, ia mendorong tubuh tinggi Sooyoung hingga terhempas lalu Kyuhyun mengunci tubuh Sooyoung. Sooyoung terisak. Ia sungguh malu diperlakukan seperti itu.

“Aku sudah menahannya. 3 tahun ini. Dan aku sebenarnya juga menyukaimu” ucap Kyuhyun. Sooyoung terkejut dan melotot menatap Kyuhyun. Sesaat kemudia Sooyoung terkekeh. Ia merasa dikasihani sekarang.

“Hehehe. Jangan berbohong. Jika memang sunbae tidak menyukaiku, ya sudah. Tapi jangan katakan hal itu untuk menghiburku. Huh. Kau hanya kasihan padaku kan sunbae?” Tanya Sooyoung menusuk. Kyuhyun memandang Sooyoung dengan tatapan hampir menyerah.

“Aku menyukaimu.. ani mencintaimu…” ucap Kyuhyun lirih. Sooyoung muak. Ia sudah berkal-kali meyatakan cintanya pada Kyuhyun. Tapi tanggapannya selalu ‘tidak’. Sekarang malah Kyuhyun mengatakan kalau ia menyukainya? Itu lucu.

“Lucu sekali Sunbae!!! Hahaha” Sooyoung tertawa dipaksakan. Dengan airmata yang masih mengalir. Kyuhyun iba melihat Sooyoung. Ia sudah membuat perasaan gadis Ini terluka.

“Maafkan aku.” Kyuhyun berkata lirih. Ia perlahan memeluk Sooyoung. Perasaan Sooyoung bertambah hancur saat Kyuhyun memeluknya. Maaf? Baiklah akan aku berikan. Batin Sooyoung. Sooyoung melepaskan pelukannya dari Kyuhyun.

“Ya aku maafkan sunb-hmmph”  Belum sempat Sooyoung meneruskan kalimatnya, Kyuhyun sudah menyumpal mulut sooyoung dengan bibirnya. Dengan kasar Kyuhyun melumat bibir Sooyoung. Sooyoung meronta. Ia tidak ingin dipermainkan lagi oleh Kyuhyun.

“Hmpph lep..as! haah haah” akhirnya ciuman itu terlepas. Baik Sooyoung maupun Kyuhyunterengah-engah. Sooyoung menangis

“Sudah sunbae. Cukupkan rasa kasihanmu sampai disini. Aku be-“

“Aku malu.” Lagi-lagi  Kyuhyu menyela. Sooyoung meninggikan alis.

“Mwo?” Tanya Sooyoung bingung. Kyuhyun mengangguk.

“Ne aku malu. Karena kau yang selalu menembakku. Sedangkan aku yang terlebih dulu menyukaimu saja tidak berani!” aku Kyuhyun dengan sedikit berteriak.  Perasaan hangat meluap di dada Sooyoung. Ia senang. Dan ia yakin kalau sunbae favorit nya ini tidak berbohong.

“Jadi. Biarkan aku yang memulai ehhmm” Kyuhyun merapatkan tubuhnya ketubuh Sooyoung. Dan Kyuhyun berbicara dengan menatap mata Sooyoung.

“Mau kah kau menjadi pacarku? saranghae” Tanya Kyuhyun. Sooyoung terpaku. Ia bingung harus menjawab apa. suaranya tidak mau keluar. Didepannya Kyuhyun sudah menanti jawaban dengan tatapan sendunya.

Perlahan Sooyoung memejamkan matanya dan mengecup bibir Kyuhyun pelan. Kyuhyun malah membalas melumat bibir Sooyoung. Hingga setelah entah berapa lama mereka melepaskan ciuman itu.

“Jadi?” Tanya Kyuhyun. Sooyoung mengangguk. Ia tidak bisa bicara sekarang terlalu senang dan juga tidak percaya.

Benarkah Kyuhyun menyukainya?

—————————————————————————————————————————————————-

Sooyoung terlalu hanyut dalam kenangan itu. Sebenarnya kenangan itu baru terjadi sekitar 4 jam yang lalu

Sooyoung membuka mata. Ia terkejut melihat Kyuhyun berjongkok didepannya. Dan teman-teman sekelasnya memandang ke diirinya dengan tatapan khawatir.

“Wae?” Tanya Sooyoung pada semuanya. Bukan jawaban yang ia dapatkan. Malah hembusan nafas lega.

“Jadi kau tidur soo? Kami kira kau pingsan” ucap salah satu teman yeoja sooyoung. Sooyoung menatapnya bingung.

“Sudah-sudah! ayo bubar-bubar!” Teriak Myungsoo membubarkan kerumunan. Menyisakan Kyuhyun dan Sooyoung yang diam saling menatap.

“Masih ragu atas perasaanku?” Tanya Kyuhyun. Sooyoung menatap Kyuhyun bingung.

“Aku tahu kau sedang memikirkan itu. Boleh aku cerita sedikit?” Tanya Kyuhyun. Sooyoung mengangguk. Lalu Kyuhyun duduk disebelah kanan Sooyoung. Ia melingkarkan lengan kirinya memeluk pinggang Sooyoung dan bersandar pada bahu Sooyoung. Sooyoung semakin bingung saat Kyuhyun tertawa sendiri.

“We-wae?” Tanya Sooyoung dengan nada bingung. Kyuhyun tertawa makin keras. Sooyoung memutar bolamatanya dan ikut menyandarkan kepalanya di kepala Khyuhyun. Perlahan dirasakannya tangan kanan Kyuhyun meraih tangan kanan Sooyoung. Perasaan Sooyoung membuncah. Senang,bingung,dan ragu.

Sekian lama mereka dalam posisi itu. Sooyoung merasa risih. Ada perasaan mengganjal didalam hatinya.

“Katanya mau cerita?” Tanya Sooyoung. Kyuhyun tertawa.

“kenapa lagi sunbae? Aku ngeri mendengarmu tertawa” Tanya Sooyoung dengan senyuman cerianya. Mereka diam

“Aku sudah lama menginginkan ini” kata Kyuhyun memecah keheningan.

“Kenapa? Dari dulu sunbae ingin duduk seperti ini denganku?” Tanya Sooyoung. Dirasakannya kepala Kyuhyun mengangguk.

“Lalu kenapa sunbae tidak menerima cintaku dari dulu-dulu? Sehingga kita bisa begini sedari awal?!” Tanya Sooyoung. Emosi

“Sudah aku bilang kan! Aku maluuuuu” jawab Kyuhyun. Sooyoung meremas tangan Kyuhyun meminta penjelasan lebih.

“Aku menyukaimu sejak SMP. Saat aku menjadi kakak kelasmu dulu. Waktu MOS kau paling sering kukerjai. Kau ingat?” Tanya Kyuhyun. Sooyoung tertawa. Ia merasa senang sekarang.

“Hehehe iya. Sejak itu aku membencimu sunbae” jawab Sooyoung. Ia semakin menyandarkan kepalanya ke atas kepala Kyuhyun.

“Sejak saat itu aku membenci sunbae sampai kelas dua. Tapi saat kelas dua juga aku mulai menyukaimu. Sifatmu itu tidak biasa” jawab Sooyoung jujur. Kyuhyun terkekeh.

“Aku begini karena aku ini namja keren. Tidak baik kalau namja keren bersifat ceplas-ceplos. Itu namanya menjatuhkan image” jawab Kyuhyun narsis. Sooyoung senang bisa mendengar tawa Kyuhyun. Hanya ia yang bisa mendengarnya karena Kyuhyun jarang tertawa dihadapan orang lain.

“Sungguh tidak aku sangka. Sunbae sungguh., PD” kekeh Sooyoung. Kyuhyun meremas tangan Sooyoung.

“Panggil aku oopa, chagi” kata Kyuhyun. Sooyoung merona merah.

“Nde oppa.” Jawab Sooyoung lirih. Sooyoung bangkit dan menjaga jarak dari Kyuhyun karena malu.

“lanjutkan saja ceritanya, oppa!” perintah Sooyoung. Kyuhyun tersenyum lalu bergerak merapatkan diri dengan  Sooyoung.

“Kenapa jauh-jauh… kau tidak suka didekatku?” Tanya Kyuhyun. Sooyoung menunduk malu.

“Aku malu oppa” sooyoung menjawab lirih.

“Kau cantik” ucap Kyuhyun pelan. Sooyoung menoleh.

“Jinjja?” Tanya Sooyoung dengan Polosnya . sambil memegang wajahnya dengan kedua tangan. Kyuhyun mengangguk.

“Tapi seorang yeoja cantik tidak baik bersikap ceplas-ceplos. Itu sungguh tidak keren!!!” Sooyoung melotot mendengar perkataan Kyuhyun.

“Yaaaa!!” Sooyoung memukul-mukul bahu Sooyoung.

“Ampun cantiik ampuuun!!” teriak Kyuhyun yang berusaha menghindar.

***

“Kau lihat mereka?” Tanya Myungsoo pelan kepada Sulli. Sulli menoleh kearah Myungsoo heran dan mengangguk.

“Sepertinya aku tidak akan menunggu setelah pulang sekolah” kata Myungsoo lagi. Sulli semakin heran.

“Maksudmu?” Tanya gadis berkuncir dua itu. Myungsoo menatap Sulli dalam.

“Aku menyukaimu. Saranghae”

-TAMAT-

Pertama kali saya mau mengucapkan TERIMAKASIH YANG SUPER BESAR SEKALI karena sudah mengizinkan saya ikut nampang FF di blog ini sbg FREE WRITER ohohoho kamsahamnida.Ohohohoho. FF Ini dibuat khusus untuk menyambut ultah pacar Sooyoung-eonni  yaitu KYUHYUN!!!! :D.

MAAF KALAU JELEK!!! Ff ini saya buat dalam keadaan ngantuk karena saat pembuatan FF ini, masih jam 4 pagi. Ohohoho.

Fanfic ini murni karya saya, ‘Himeka Sooyoungster’. Tidak ada unsur plagiat. Dan bagi yang mau plagiat ff ini…. Hmmm gimana yah? Kalo di palgiat berarti bagus dong huahahaha *PD gila*.

Fanfic ini juga saya Publish di Facebook saya. Dan juga saya akan mengirim ff ini di www.sooyounglovers.wordpress.com :D.

Bagi yang suka dengan FF ini, terimakasih bagi yang gak suka sama cast-nya jangan di bash yawww… saya ini murni KNIGHT alias Kyuyoung-shipper ohohohoh

Yang baca ff ini juga gak mesti harus koment. Silent readers juga boleh baca kok. Soalnya saya juga siders nih hehehe

Sekian saja bacotan dari saya :D. sekali lagi maaf kalau ff ini jelek 😀 dan maaf kalo bacotan saya ini menyinggung atau membuat kalian merasa gimana gitu….

Mau kenalan? Follow ane di twitter @putriHimSoo dan FB ‘Himeka Sooyoungster’

KAMSAHAMNIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

*wink-wink gaje bersama Eunhyuk dan Myungsoo*

Iklan